apa hal

Lebih Bahagia

Sebuah tanya mungkin sedang melintas di benakmu dengan tanpa sengaja, tentang mengapa orang lain seringkali terlihat lebih bahagia. Kamu heran, mengapa pancaran-pancaran kebahagiaan itu mudah sekali tertangkap saat kamu berbicara dengan mereka, memerhatikan mereka dari kejauhan, atau bahkan tersebab gambar-gambar dan cerita-cerita yang mereka bagikan di sosial media. Semua itu sedikit banyak menggoyangkan pertahananmu, mengobrak-abrik rasa syukurmu, dan membuatmu merasa betapa menyedihkannya hidupmu jika dibandingkan dengan mereka.

Tapi, apakah benar mereka sebahagia itu? Apakah benar mereka seterbebas itu dari masalah dan ujian-ujian dunia? Apakah benar senyum itu adalah segalanya dan tidak pernah ada sedih di baliknya? Ah, kita rupanya sedang melupakan satu hal, bahwa apa yang kita lihat dan dengar belum tentu demikian sebagaimana adanya. Lalu, salahnya kita, dengan mudahnya mengambil kesimpulan dan tersakiti sendiri karena kesimpulan prematur yang belum tentu benar itu.

Di balik apa yang tampak di permukaan, kita hanya tidak tahu bahwa sejatinya setiap orang sedang berjuang di medan perangnya sendiri-sendiri, yang boleh jadi memang tidak bisa dimenangkan jika medan perang itu ditukar dengan milik kita dan begitu pun sebaliknya. Bukankah ujian pun tidak akan tertukar karena semuanya telah dengan sempurna tertakar?

Kita hanya tidak tahu bagaimana jatuh bangunnya orang lain berjuang mempertahankan iman sebab ujian yang datang mencabik-cabik hatinya sedemikian rupa.

Kita hanya tidak tahu bagaimana susahnya orang lain mengupayakan sabar dan tegar di tengah-tengah gelombang sebab di pundaknya terletak banyak jiwa yang bersandar.

Kita hanya tidak tahu bagaimana repotnya orang lain mengatur dan meredakan perasaan sebab sesuatu sedang menggerogoti ruang-ruang terdalamnya.

Kita hanya tidak tahu bagaimana letihnya orang lain berjuang untuk kembali menjadi dirinya sendiri sebab ia pernah begitu membenci dirinya yang terjatuh dan terjatuh lagi.

Kita hanya tidak tahu bagaimana derasnya hujan di pelupuk-pelupuk mata orang lain sebab ia tak kuat lagi menahan semuanya dalam perih jika sedang sendiri.

Kita hanya tidak tahu bagaimana kusutnya pikir orang lain sebab terlalu bercabangnya benang-benang berantakan yang ingin ia coba rapikan di sepertiga malam.

Ah ya, kita hanya tidak tahu apa-apa yang sedang terjadi sebenarnya. Atau mungkin, kita belum sebaik mereka dalam mengendalikan seluruh pola-pola kita dalam berpikir, bertindak, dan merasa hingga kesedihan kita terdeteksi dengan mudahnya oleh orang-orang yang ada di sekitar kita, hingga rasa bahagia seperti begitu jauhnya dengan diri kita. Satu hal lagi, mungkin kita juga kurang berdialog dengan-Nya dan dengan diri sendiri, hingga merasa bahagia kita jauh di tepi. Padahal, bahagia itu tak pernah jauh, ia terlahir dari syukur dan perasaan cukup yang terlahir dari dalam hati.

Maka kini, biarkan kita mengambil waktu sedikit lagi untuk kembali mendidi hati, agar apapun yang terjadi tidak perlu sampai membuat kita menakar bahagia dengan penggaris-penggaris dan timbangan-timbangan kebahagiaan milik orang lain. Tenang dan berprasangka baiklah, sebab tidak ada sedih yang selamanya, pun bahagia juga tidak pernah ada yang selamanya. Semua dipergulirkan oleh-Nya agar kita belajar dan benar-benar menyadari bahwa dunia tak lebih dari sebuah tempat dimana setiap harinya kita bertemu dengan ujian, yang semoga pada akhirnya hanya ada hati yang selamat yang mengantar kita berpulang.

Ada Saatnya

Ada saatnya kau perlu menarik diri dari kerumunan. Merenungkan apa-apa saja yang terlalu banyak membuatmu kelabakan, hingga akhirnya kelelahan

Ada saatnya kau perlu ruang untuk sendiri. Menenangkan hati. Meninggalkan segala bentuk hingar bingar dunia yang menyibukkan, melenakan, memusingkan.

Di tengah sepi sendirimu itu, ada baiknya kau temui Rabbmu. Berdialog, bercerita, bercengkrama dengan mesra pada-Nya. Ceritakan apa-apa saja yang tak pernah kau tampakkan pada manusia. Percayalah, akan Ia dengar semua tanpa ada kalimatmu yang dijeda.  Sekalipun lebih seringnya air mata lah yang tumpah

Ada saatnya kau perlu menyepi. Menata hati. Mengatur ulang semua urusanmu agar tetap berjalan lebih baik dari sebelumnya. Jenuh, bosan, dan lelahnya hati memang pasti akan ada, kan? Entah kapan dan dalam hal apa kau menemukannya

Maka kembalilah,
Mungkin ada yang sedang rindu

Ada saatnya Ayah atau Ibumu merindukanmu
Ada saatnya Kakak laki-lakimu merindukanmu
dan mereka menyuruhmu pulang

Begitupun Dia,,,
Ada saatnya Dia merindukanmu
Maka Dia memintamu pulang, mendekat, menjeda kesibukanmu di dunia
Agar kau memprioritaskan sepertiga malammu, waktu dhuhamu, atau beberapa menit setelah sholatmu untuk bermesra pada-Nya

Bukan bakat. Bukan. Keingintahuan, antusiasme, dan keseriusan yang sedikit dibumbui sikap perfeksionis lah yang menghantarkan seseorang menjadi maestro dalam hal apa pun yang sedang ditekuninya.

Dan tentu saja pertolongan-Nya.

Wipe it off of me-Jughead Jones

Pairing: Jughead x reader
Description: Archie and Veronica start talking about some of their sexual experiences, which sparks the readers interest, and it doesn’t go unnoticed by her boyfriend. Basically Jughead is a little shit (prompt #7 requested)
Warnings: Sin, but not full sin, like, half sin. 50% sin. and I’m going to hell
——————————————————————–
It was obvious that Archie and Veronica weren’t virgins. It was totally ok, and nobody in our group of friends minded, at least half the school was having sex, which I guess was normal in this day and age, but it was still almost like, an elephant in the room, like, a baby elephant, but an elephant nonetheless. The conversation I had been dreading was eventually going to come up, and it did. I was hoping that maybe it wouldn’t be brought up so soon after the whole Archie and Miss Grundy incident, but of course, Kevin had to open his big, fat mouth.

“So, I just need to know, what was it like having sex with a teacher Arch?” Kevin leaned forward in his chair, looking at Archie expectantly. Archie tensed up and his hand stopped strumming his guitar that sat in his lap.

Kev! Oh my god” Betty smacked his arm, giving him a cross glare

“I mean, if we can’t talk about it, then we shouldn’t be doing it, right?” Kevin pointed out, looking around at us. I shifted uncomfortably on the couch I was sat on by my boyfriend, Jughead. We had been dating for 8 months now and hadn’t really discussed anything like this.

“I mean, Kevin has a point.” Veronica agreed, crossing her arms nonchalantly.” If you’re going to have sex you should be able to talk about it. It’s important to discuss it, make sure you’re doing it safely, especially at our age. The last thing we need is one of us getting pregnant.”

“Yeah, yeah, anyways what positions did she make you do?” Kevin turned his attention back to the boy and Betty yelped again.

“Uh, well, a lot of it was just missionary. She rode me a few times, we did maybe a couple different ones…” Archie trailed off.

“Did you guys fuck in her car?” I saw Jughead roll his eyes out of the corner of my eye as he typed away on his laptop.

“Uh, yeah, a couple times…” Archie’s face went red.

“Well, I for one have tried many different things, many different kinks, many different genders.” Veronica smirked at her last few words and Betty’s jaw practically fell to the floor.

“Oh, do tell” Kevin wore a shit eating grin on his face as he turned his attention to Ronnie.

“Dude, don’t you like dick? Archie asked him, an eyebrow raised

“Oh, Archiekins, just because I swing left doesn’t mean I don’t enjoy the sexual stories provide by the right swingers.” Archie still looked confused and Kevin sighed in an irritated manner.
“Just because I’m gay doesn’t mean straight sex repulses me.” Kevin huffed, explaining to Archie. “You may be pretty but you sure aren’t bright.”

Ronnie began to fill us in on her sexual experiences, and Jughead ignored the conversation, typing away on his laptop instead. I, however, gave my full attention to the stories Ronnie told, my heart racing as I began to think about a few of the scenarios with somebody else in mind.

After school, I went straight home, taking the stairs two at a time and opening my laptop. I began to look up some of the stuff Ronnie told the group about. I was impressed, disgusted, and horrified all at once.

“Hey, I know you said you were busy, but I brought Pop’s.” I slammed my laptop shut as quick as I could, turning in my chair to see Jughead with a take-out bag.

“Woah, what’s up?” Jughead set the food down on my nightstand, looking at me as I tried to look casual. My cheeks were as red as Archie’s hair, and I knew at any second I was going to get busted.

“Y/n, what’s on the computer?” Jughead raised an eyebrow. He leaned down so he was eye level with me, both hands resting on either side of my wheely chair.

“N-nothing.” I stammered, his face dangerously close to mine.

“Really? Because I saw how interested you looked while Veronica shared her “stories”, earlier. Care to explain?” Jughead leaned in closer, turning his head a bit as if he was getting ready to kiss me. Before I could process what was happening, Jughead pushed my chair all the way in to the corner of my room and had my laptop open, typing in my password.

“Asshole!” I screamed, jumping up from the chair and shoving him down on to my bed. It was too late though, he had already seen my computer screen.

Wow, y/n, this is a whole new side of you.” Jughead teased, a smirk on his lips as his hands rested on my hips. I whacked his chest with the palm of my hand before getting up and closing the tabs on my computer

“Honestly, if you wanted sex this bad you could have just told me.” Jughead sat up on my bed, a shit eating grin resting upon his lips.

“Lose that grin, Wednesday Addams.” I leaned against my desk, my arms crossed.

“Why don’t you come over here and wipe it off of me?” Jughead leaned back, an eyebrow raised in expectation. I blushed, my mouth opening but no words coming out.

Really, y/n? You’re going to make me do all the work/” Jughead stood from my bed, walking over to me and pressing his body to mine. He leaned down, pressing his lips to mine. He wrapped his arms around my thighs, lifting me so they were now wrapped securely around his waist and stumbling backwards to the bed. My hands went to his air, knocking off his beanie and running my fingers through his black locks. His tongue slipped past my lips, his arms pulling me closer to his body.

Jughead’s lips left mine after a few moments of kissing, trailing down my cheek and jaw to my neck. He bit down gently on the spot below my ear, puckering his lips and sucking until a satisfying dark shade of purple was left. I let out a heavy breath, my hips bucking down against his involuntarily.

“We probably shouldn’t be doing this; my mom could be home at any moment.” I panted.

“You’re probably right.” Jughead breathed, pressing a kiss to my jaw. “Rain check?”

“Definitely.” I leaned down, kissing him again. Jughead leaned back on my bed, pulling me down with him.

“Y/n?” Jughead looked up at me, his fingers running through my hair. “You can talk to me about these kinds of things, you know. I don’t want you to feel like you have to hide them from me.” Jughead pressed a kiss to my cheek. After a few more minutes of cuddling, I got up, grabbing my laptop from my desk. I opened Netflix and put something on to watch as we cuddled in my bed, eating takeaway from Pop’s.



And I totally used that raincheck the next weekend.

Wanted to do another drawing where the characters were wearing the classic comics outfits, but this time with everyone at the dinner dream sequence.

I didn’t intend for this to look so Last Supper-y, but I moved everyone to one side of the table so we wouldn’t just see the backs of their heads haha.

Also this may be the most number of doll characters I’ve drawn in a single scene 😂

Sappy Mushy Romantic-Jughead Jones

Pairing: Jughead x Reader

Description: Reader sucks at getting sleep, but her boyfriend’s shirt keeps her warm n cozy (”is that my shirt?” prompt, requested). Basically fluff with little to o plot, its literally less than 500 words bc I couldn’t think of a creative or original plot so enjoy my sucky writing! hope you like it @ anon!!!

Warnings: none, unless swearing counts

————————————–

An irritating buzzing sound was the first thing I heard when I woke up Friday morning. I groaned in protest at my alarm clock, blindly reaching for my phone and checking the time.6:15
Great, I had literally only gotten two hours’ worth of sleep. Today was going to suck ass.
I sat up in my bed, yawning, and staring at the wall across my room for a solid minute before getting up and grabbing some clothes from my closet, throwing little to no effort in what I wore. Today’s pick was a pair of ripped black skinny jeans and a navy-blue sweater. Not far from what I usually wore, except a little more boyish and the sweater was huge on me. I tiredly made my way to my bathroom, brushing my teeth and putting my hair up, and doing a very minimal amount of makeup, just some mascara and concealer, really. I had stayed up all night, but that was my business, and I didn’t need people poking and prodding and asking questions.
There was a knock at my door before my boyfriend, Jughead Jones, stuck his head in.
“Hey, I’m a bit early today, but I have some news about Jas- Is that my shirt?” I raised my eyebrow and looked back down at the sweater, realization hitting me.
“Huh, guess it is.” I shrugged my shoulders, too tired to be embarrassed.” I can change if you w-“
“No! No, no, it’s okay, really.” Jughead smiled, his cheeks turning a light shade of pink.” I mean, you should wear it, it looks nice, really brings out your eyes…..” Jughead trailed off, scratching the back of his neck.
“Is the Jughead Jones suggesting that his girlfriend play the disgustingly cheesy wear-your-boyfriend’s-clothes card?” I taunted, stepping closer to my boyfriend. Jughead scoffed unconvincingly, sputtering.
“Please? Me? You’re crazy.” Jughead crossed his arms.
“Oh, Juggie.” I sighed happily, uncrossing his arms and intertwining his fingers with mine.” Underneath that cold, hard, edgy exterior you cover yourself in, there’s a sappy, mushy romantic, begging to break out.” I teased my boyfriend, standing on the tips of my toes and pressing my lips lightly to the bottom of his jaw, the only place I could reach.
“We should get going, I wanna go to Pop’s and get breakfast.” Jughead tilted his head down to look at me, a slight smile playing on the ends of his lips. I leaned against his chest, puckering mine slightly. Jughead rolled his eyes, the smile becoming bigger, and leaned down to give me a quick kiss. I grabbed my backpack from my bed and followed my boyfriend down the stairs and out my front door, walking hand in hand to our favorite diner.

And this is why I think Hal Cooper killed Jason Blossom. Betty is crying and trying to take pictures off the wall. Probably a piece of a newspaper with Hal Cooper killed Jason Blossom on there. And everyone is taking pictures of it.

Dua Lubang 1 Malam

Aku Rizal, 24 tahun, jatuh cinta dengan seorang janda, Rubiah, 34, tak ada anak - seorang setiausaha di pejabat sama blok dengan aku ni. Kami bercinta dan setelah mengenal hati budinya, dan kisah silammnya, setelah dekat setahun aku pun melamarnya. Bukan main suka lagi Ruby. Keluargaku pun bersetuju setelah ada bantahan sebelum itu - maklum lah aku ni ‘bujang teruna’ kata mereka dan tak patut aku cari janda pulak. Tapi janda pilihan aku tu macam anak dara… mereka tak kenal dan belum berjumpa lagi dgn Ruby…

Walaupun majlis itu sederhana, ramai juga ahli keluarga kami yang datang, tambhan lagi keluarga Ruby sendiri dah besar - 6 adik beradik, aku ni 3 beradik saja… Ruby, kakak yang tua dan yang lain semua perempuan, cantik2 belakan macam Kak Long mereka, kecuali yang bongsu saja lelaki - masih di tingkatan 3. Yg lainnya dah bekerja dan di kolej inst pengajian tinggi. Adik Ruby, yang nombor dua Lisa juga seorang janda, 32 tahun, tapi dah ada dua orang anak….kami semuanya mesra belaka… meriah lah malam tu… usik mengusik dan bergurau senda mereka adik beradik, dan saudara sepupu yang lain…. mengusik usik kami masa makan malam tu… pendek kata meriah lah di rumah Mak Ruby di kampung tu.

Malam pertama tu, setelah tamat majlis yang sederhana di rumah maknya, pada jam 11mlm, kamipun beredar ke bilik pengantin. Bilik yang paling besar di rumah kampung tu, satu je bilik di sebelah atas tu, bilik2 lain di belah bawah.

Bilik Pengantin tu cantik berhias, dengan bunga, wangi2an… perabot baru, cadar baru, carpet baru, semua baru lah. Aku yang masih teruna ni, tak lah teruna tulen, dah ada yg lain memegang dan hisap konek aku ni dulu (tapi tu cerita lain)….bagiku teruja lah sangat, kami semasa becinta, ada juga pegang2 dan kissing, tapi setakat had 20km se jam je, tak sampai terbabas pun…. malah nampak pun belum lagi di bahagian dalam nya.

Aku melangkah masuk dahulu, lepas Ruby masuk je, aku pun menutup pintu… kami pernah bergurau yang Dia akan aku dukung masuk dan letakkan atas katil.. macam ala ala filem star Hollywood pulak… hehehhe… tapi, tak kesampaian begitu … kami masuk dan aku lihat Ruby renang tersenyum…

Aku pulak tak lah gementar sangat, agak tenang dan teratur langkahku. Aku tahu, dia pun tahu, malam tu lah kali pertamanya kami akan mengadakan hubungan sex, dan memadu pernikahan kami ini. Aku tahu, yang Ruby ada pengalaman, walaupun dah menjanda 5 tahun, suami menceraikannya setelah dia ke luar negara menyambung pelajarannya. kata Ruby, sebab jauh dan lama sangat ditinggalkan… begitu lah.

Aku terus ke meja, membuka baju melayuku, ada singlet lah, dan Rubi pula di almari baju mencari baju tidur.

“Abang… ” mula Ruby.

“Ye Bi…” aku jawab. Memang ‘Bi’ utk 'baby’ juga tu. Menoleh ke belakangku.

First time aku nampak belakang Ruby. Bajunya dah ditanggalkan, cuma bra saja…. bra hitam… belakangnya putih melepak, lagi putih dari kulit tangan dan mukanya. Aku perhatikan sambil aku menanggalkan seluar…bernafsu horny aku ni….

“Malam ni… kali pertama kita ni, ” dia menoleh padaku seketika. Menjeling sikit. Manja …. Baju dipegangnya di dada. Ruby pusing dan “Ruby nak rasa nikmatnya bersama abang.” dia senyum malu2… aduhhh memang aku dah keras dah ni… malam pertama!

Aku pun memakai kain, dan duduk di birai katil. Memandang isteriku menyalin pakaian, pakaian yang akan aku buka nanti… Dia senyum memandangku. Diletaknya pakaian tidurnya itu, aku ingat baju tu, aku yang beli, 'utk malam pertama’ kataku. Dia pun melorotkan zip di tepi kainnya, mennanggalkan dengan perlahan lahan…. melepaskan jatuh terus ke lantai. Peha kakinya sungguh seksi… berisi sikit …ermmm… panties merah! aku kena sabar… ini mlm pertama… jgn gelojoh, tak lari pantat ni… isyy!

“Abang…. Bi nak rasa malam pertamakita ni suatu keseronokkan bang…. bagi kita.” Rubi mengadap aku… hanya dengan bra dan panties seksinya …. berdiri depan aku, tak ada lain yg melindungi body seksi Rubi… dia senyum manja… membuat aku keras saja… normal la aku ni.

“Ye Bi, abang pun nak begitu… nak merasa nikmatnya kali pertama ni…” kataku, walaupun aku tahu dia janda, dan bukan anak dara, tak akan berlaku lah 'pecah dara’ dan ada kesan darah, 'reaksi terkejut melihat batang lelaki tu boleh membesar dan lembek mengecil’ dan lain lainnya… (reaksi ni memang ada - ada perempuan yang tak tahu batang tu kecil dan boleh membesar!!!)

Rubi tersenyum, nampak kegembiraan di mukanya… lalu dia menanggalkan bra dan pantiesnya perlahan lahan depan aku. Aku perhatikan tetek Bi yang akan aku ramas dan hisap… nyonyot… aduhh pantatnya di trim cantik… nampak liang pantatnya. “Abang suka?” manja menjeling…

“Suka sangat Bi… suka sangat.” aku kata… dan mengurut urut batang keras aku.

“Bi pun suka batang keras abg tu… hihihi!” dia memuncung pada batang aku yg dah keras ni.

“Bi nak batang ni masuk dalam pantat Bi malam ni kan?”

“Ermmm… nak bang… dan nak hisap sekali… dalam mulut Bi ni bang…” jawabnya manja. Aku bertambah stim dan keras… kalau nak cepat2 la mandi… aku dah tak tahan ni!

“Kat sini bang…. tengok ni bang!: kata Rubi menggosok gosok tundun dan liang pantatnya… pantat bini aku, pantat aku la…

“Ermmm… Bi… mari lah sini …. ” aku dah tak tahan…

“Bagi lah Bi mandi dan wangi2 dulu bang…. baru best abang nanti….” jawab isteri aku ni… manja dan cukup sabar… pandai buat aku nak kan dia… “Bi bau masam la bang… berpeluh tadi…” katanya lagi lalu mencapai tuala mandi, dan melangkah ke bilik mandi. Aku stim.

Isteri baru ku tu masuk ke dlm bilik mandi… berkemban, “Bang.. lepas mandi ni, abang nak Bi pakai yang mana? ada dua yg abg belikan ni… hitam? atau merah?” katanya senyum , nampak manja… ada sikit sundal… semua ada lah… dan aku suka semuanya yg ada pada Bi.

“Pilih lah Bi, bagi abg surprise… hehehe!” aku tawa kecil , ada bunyi nakal sikit! Terdengar air shower di buka… “Bi nak bersih2 dan wangi2 dulu, abang.” katanya senyum. Aku tahu dia nak cuci sikit badannya tu, mungkin nak letak wangian… atau cuci cipap dia tu… hehehehe!!

Aku pun baring, dengan membantalkan lenganku, memandang ke siling… teringat akan satu malam dulu, masa ber dating. Keras tegang konek aku masa tu, baru saja dapat kucupan sikit di bibir… malam tu aku teringat yang Ruby meraba pehaku, dan aku pula dapat menyentuh buah dadanya, tapi da pakai baju dan bra lah… isyyy! itu pun dah tegang keras dah… ini kan pula, kejap lagi… dapat aku sentuh semuanya, dalam keadaan telanjang bogel tanpa 'seurat benang pun’… isyyy!!!

Konekku bergerak gerak dalam kain pelekat ni, menanti isteriku yang akan aku tiduri buat kali pertamanya…yang akan aku masukkan konek keras aku ni ke dalam lubang cipapnya tu…apa rasanya ye? Betul ke sedap sangat macam err… macam… yang ditonton dalam vcd2 lucah tu?

Terbayang pulak aku, akan vcd dan clip video porno yang aku tonton… dan mms gambar2 video clip budak2 Felda dan minah2 rempit yang entah sesiapa yg hantar padaku tu! Bukan aku yang beli vcd2 tu, tengok kawan punya lah… itu pun ramai ramai tengok! Nak stim pun kena usik! Pegang konek pun kena usik! Kena sorak! Kena kutuk! Macam2 lah kawan2 di rumah bujang dulu! hehehehe!

Aku pasti yang body isteriku ni, memang macam pelakon2 porno tu, aku tengok memang mantap sangat… buah dadanya masih tegang, dan agak besar juga… tapi memang baka kot, semua dalam family dia ni, macam tu je bentuk badan mereka, berisi sikit… tak gempal lah…

Hmm… dan cipapnya… hai cipap, aku pun tak tahu nak kata apa ni…nak bayangkan macam mana pun tak reti… dah tengok dia mengangkang nanti baru lah tahu, kan? ye tak? Macam pantat ratu2 porno tu ke? Hehehehe!!! stim jugak menunggu ni… mesti sexy Ruby bila dia pakai salah satu baju tidur yang aku belikan tu, khas utk malam pertama begini lah… ada dua pasang aku belikan, siap dengan panties yang tali tu… dan yg satu tu ada lace… Hmm… memang stim dah ni, menunggu je dah stim, belum kena sentuh lagi, atau kena hisap! Tanganku merayap ke batangku… dah tegak! Hmmm… nak selindung apa pulak, bukannya ada orang lain lagi dalam bilik ni…

Baru saja Bi keluar, pintu biilik diketuk. Dengar suara. “Bang? Bang?” aku pun bangun membuka pintu, tanganku menutup ketegangan di celah kangkangku ni.

“Ohh Lisa?” Lisa ni adik Rubi yang janda tu. “apa hal?” aku tengok Lisa, dia, er, dia sexy nak mampus! Pakai pulak baju tidur yang aku belikan utk Kakak dia? Isteriku? kenapa pulak dia yang pakai? atau dia ada yg sama?

“Mak bagi ni hah… utk abang dan akak.” kata Lisa…terseipu sipu Lisa.

“Oh air mineral! terima kasih Lisa… ada rasanya dalam bilik ni..” aku jawab, memandang pada Lisa, tetek macam nak terkeluar dari baju tu… ternganga juga aku dibuatnya.

“Yang ni lain bang, kata Mak…” senyum menawan Lisa padaku.

“Ye lah… lain apa nye ye?” aku mengambil dari tangannya, tapi masih memandang dia dari atas ke bawah… peha nampak gebu… oleh kerana baju tu nipis, aku nampaklah panties yang dipakainya.

“Entah Lisa pun tak tahu, mungkin utk abang dan kakak malam ni lah… hihihi..” ketawa Lisa.

“Errr….Lisa ni…” aku teringin nak bertanya kenapa dia memakai baju tidur pink Kakaknya tu?

“Lisa tahu, abang nak tanya pasal baju teddy ni kan?” nampak hilang senyuman Lisa, berganti dengan muka masam sikit. “abang jangan marah lah…”

“Ye lah… cakap lah…” aku nak tahu sangat, kenapa Lisa pulak yang pakai baju ni khas utk Ruby!

“Biar Lisa masuk jap…” lalu dia masuk dan duduk di katil. “Macam ni Bang… dua hari lalu Kak Bi datang ke bilik Lisa, dia nak pandangan Lisa je… yang mana lebih sexy.” Lisa senyum padaku, dia duduk, tapi oleh kerana baju tidur tu pendek sangat, maka aku nampak lah apa yang di celah kangkang Lisa tu… aku memang dah keras…

“Hmmm… ” aku tak tahu nak respond macamana bila berdepan dengan seorang pompuan yang berpakaian sexy di depan aku ni, duduk di katilku, pada malam pengantinku, dan pompuan ni bukan isteriku! adik iparku! (Kau org yang baca ni , tahu ke nak cakap apa?)

“Tapi bang, panties ni…” dia menunjukkan pantiesnya padaku pulak?

“Err?” aku nampak, Lisa mengangkangkan pehanya… panties berenda, yang brwarna biru dan ada riben putih di tengah2 tundunnya tu dan di tepi.

“Ini bukan panties yang abang belikan Kak Bi tu… cuma baju je yang Lisa pakai ni sama dengan apa yg kakak ada, juga panties macam ni.. yang tali kat tepi pinggang ni…” Lisa sengaja je menunjukkan apa yang ada di bawah pinggangnya… Lisa menarik baju tu ke atas… nampak pantiesnya… budak ni! Seksi lagi dari wife aku!! aduhh!

“Orrrrr…” aku nampak macam tatu 'kupu kupu’ kecik sepasang, di pangkal peha kanannya…. betul2 di tepi tundunnya yang tembam tu…

“Tapi cantik lah bang, pandai abang pilih, sexy giler utk Kak Rubi… mesti best lah abang… Lisa nampak pun memang abang dah sedia sangat tu…” jarinya menunjuk pada depan kan aku tu… Oh? Tegang menegak macam khemah kawin depan aku. Aku capat2 tutup dengan tangan. Lisa senyum nakal …

“Eh? Lisa niii!” aku kata. dgn nada sedikit marah.

“Lisa pergi dulu bang ye… anak2 Bi dah tidur dah tu, akak tunggu dalam bilik mandi tu kan? Selamat malam bang… enjoy yourself puas puas bang!” Lisa datang memeluk ku dan mencium pipiku. “Lisa suka la akak dah kawin balik!”

Dia memandang pada ku, dia pakai contact lens coklat, sama dengan warna rambutnya yang di dye nya. “Buat baik2 bang eh? Kak Bi tu dah lama sangat tak kena tu…hihihihi!!” kata Lisa yang terus menyentuh batang keras aku! Terperanjat aku! Lisa bangun senyum. “Wow! Keras mcm kayu jati bang!” Dia bangun, melangkah keluar… punggungnya yang nampak nak koyak panties tu… macam mengamit gamit aku pulak… “Lisa rasa abang dah selalu buat ni… tapi dia tu dah lama la bang… bertahun dah tu.” kata LIsa.

“Apa?”

“Kak Bi tu… dah lama tak dapat tu bang! Mesti bagi dia puas bang!” dia ketawa kecil dan aku perhatikan adik ipar seksi aku keluar… “err.. selamat malam Lisa…” itu saja yang dapat aku katakan. Dan Lisa pun keluar bilik. “Buat baik baik bang… Kak Bi dah nak sangat tu… dah lama tunggu…” Dia senyum dan mengenyit mata pada ku, semasa dia di pintu!

Keliru dan confused aku sekejap. Apa yang baru berlaku 5 minit tadi tu? Lisa, adik iparku, juga janda, masuk bilik bawak mineral water dan dia pakai baju tidur sexy yang sama mcm aku belikan utk kakaknya… dan tayang body! Bukan tu saja, tayang cipap dia lagi, dan tetek dia yang menggunung besar tu? Tegang aku dibuatnya, tapi aku keliru! Stim juga… tapi masa dia masuk tu, aku mmg dah stim pun, tapi kenapa pulak aku rasa stim sangat ni?

Lima minit kemudian, Rubi isteriku keluar dari bilik mandi …tiba2 hilang bayangan dan imej Lisa yang sexy tadi tu….. tumpuanku kini pada isteri ku yang sah… “Jangan padam lampu Bi.” aku kata. Aku nak puas2 pandang tubuh sexy isteriku ini. aku tengok dia pakai baju tidur yang hitam… mana mana pun memang sexy pada ku…

“Malu la bang… ” kata Rubi senyum….

“Nakal eh? Apa nak malu kan….memang kita kan tengok body masing2 malam ni… dan kita akan madu asmara sayang Bi.” kataku. Terperanjat jugak aku boleh kata maccam tu… entah mana datangnya ayat puitis tu!

“Hihihihi!!!! ” ketawa Rubi dan dia datang rapat padaku… aku duduk di katil , dan dia betul2 di depanku… aku cium perutnya dulu… dia ketwa kecil kegelian. Tanganku di sisinya, dan tangan Rubi di bahu dan di tengkokku… menarik kepalaku ke depan… dia nak aku kucup cium dulu tubuhnya sebelum yang lain. Aku cium dan jilat seluruh perut dan naik ke dada teteknya…. Rubi mendesah….bibirku bergerak dari tetek ke pusat dan ke sisi pula… di pinggang…. tanganku dah bergerak ke buah dadanya… aku ramas2 manja…. memang best, boleh tahan lagi tegangnya… “Ohhh bannnggg!!!” keluh Rubi isteriku.

aku ramas lah… apa lagi kan, memang ini yang aku tunggu lama ni… hanya kain nipis saja yang menghalang kulit kami bertemu… aku gesekkan tapak tanganku ke puting kanannya dulu….. “Hmm….Ohhh!!!” mengeluh kesah Ruby. Gesek, gosok dan ramas puas… ramas manja… memang tak rugi aku ni.. kenyal dan puting tegang… panjang sikit, takkecik… ye lah, tak pernah kena hisap… Lepas ni aku nak hisap puting kau, isteriku…

“Ohhh banggg.. lemah lutut Bi bang….” kelohan Ruby…

“baring sini… mai…” kata ku. Mata kami bertentangan… dia yang menarik dulu pandangannya… aku tahu dia sedikit malu lagi. Betul kata Lisa, dah lama tak dapat… eh? apa pulak aku teringatkan si Lisa ni? ada yang baik depan aku ni…?

Ruby baring… pehanya yang gebu tu naik sebelah… tersingkap kain baju nitie tu … aku di sebelah, aku pandang dari atas, lagi mata kami bertentangan… tangan ku menguapkan helaianrambut nya. Rambut Rubi pangan melepasi bahu… tapi semua adik2nya pun macam tu… Lisa pun macam tu juga… aiks? apa pulak yang imej Lisa yg sexy tadi tu masuk dalam secene ni?

Aku sapu2 kan mukanya… dahinya… mengngetepikan helaian rambut yang menutup sedikit dahi dan mata Rubi… “Hihihi… malu la bang… abang pandang macam tu…” kata Rubi. Pangkal dadanya macam nak selambak terkeluar dari top nitie tu. Kembung… best… memang ini lah sebabnya aku belikan baju ni…

“Tak perlu malu dengan abang Bi… kan abang akan punyai tubuh mu ni… selama nya…” kata ku berbisik.. dan aku tunduk… rapat … tanganku di sebelah lengannya… kami kucup. Batang aku keras melintang terhimpit dengan body isteriku. “Hmm…” bunyi suara Ruby. Kami kissed memang bernafsu… lidah kami bertemu… lamanya kami tak kissing macam ni… sejak bertunang dulu, tak pernah kiss mcm ni lagi… 3 bulan…

“Ohhh!!! Banggg… basah abang buat Rubi..” kata katanya yang pertama selepas kami berkucupan tadi. tangan aku kembali ke buah dada nya… aku ramas… batang aku yang keras tu menyondol nyondol pinggang Ruby.

“Abang dari tadi dah keras dah…” aku kata memberi senyuman. Hmm… masa Lisa masuk tadi pundah keras… Oh? Lagi imej Lisa masuk dalam kepala aku ni!!!

Tangan aku turun ke bawah, kami masa bertentang mata… ke bawah, ke cipap Rubi…yang masih ditutupi panties hitam string… “bang… jilat Bi kat situ, bang…Ohhh!!!” kata Rubi yang dahbasah tadi. Jari2 ku turun di situ dulu, di alornya… memang dah basah alor ni…

“kejap lagi lah, abang nak puas puas tengok Bi dulu… dari sini… dan raba raba Bi…” kataku.

“Hmmm…. banggg… air Bi dah kuar banggg!!!” Rubi terketar ketar sedikit danpehanya mengepit jari2 ku… “Ohhhh banngggg!!! Ohhh!!!” mendesah Rubi… dan dia mengalami klimaks kecilnya dulu…

aku tahu pompuan akan basah kat situ… dan akan selalu capai klimaks dulu. jari2ku mula bergerak kembali ke alor cipap Rubi. masa tu lah aku merasa kali pertama tangan Ruby menyentuh konek aku… “Ohhh Bi…” aku pulak bersuara .

Dia tersenyum dan bergerak gerak sepanjang konek aku yang terpacak tu… dia kemudian menggenggam dengan perlahan. “Penuh tapak tangan Bi bang… gemok batang abang ni…” kata Rubi pertama kali menyentuh konek aku, dia kata batang? Ye lah, bantang la tu… dah keras macam batang, kalau kecik lembek, konek je… ok lah tu. Tapi gemuk? Hmm… dia dah mula buat perbandingan tu… dengan batang suaminya dulu ke? Ye lah dia janda, sama macam Lisa… Isssyyy!!! Lagi lagi imej Lisa masuk ke dalam minda aku ni…. ganggu je lah..!

“Ohhhh Bii… pandai Bi gosok dan buat macam tu lagi Bii…” aku pulak merasa nikmatnya bila kali pertama 'batang’ aku digenggam dan diurut urut macam dia buat tu. Tak apa lah, aku dahtahu isteriku ada pengalaman, seorang janda, aku tahu tu, awal lagi aku dah tahu… dia jujur… walaupun macam anak dara, dia bagii tahu aku dulu… takkan lah dia tak tahu nak buat macam tu, nak bagi 'suaminya’ dulu tu kenikmatan sex? kan? aku pun terasa nikmatnya… aduhhh best betul biii…macam Lisa juga, seorg janda juga… itu sebab dia nakal semacam je denganabang iparnya, dia boleh kangkang macam tu… di atas katil pengantin ni? belum kakak dia kangkang, Lisa dah buat dulu… alamak! balik2 imej Lisa yang masuk kepala aku ni, imej Lisa terkangkang pulak tu…isyyy!

Jari2 ku masuh lagi di alor cipapnya… 'kat situ’ kata Bi. Memang aku nak jilat kat situ… nak jilat puas puas…. kata geng kat pejabat yang dah kawin tu, ada byk pengalaman tu, 'kau jilat je Zal… mesti dia lemah punyer.’ Macam2 aku diusik mereka minggu lepas… sebelum aku ambik cuti panjang. 'Lepas tu kau masukkan je…’ Aku ingat lagi apa kata mereka tu.

'kau nak kawin dengan Ruby tingkat 11 tu? Untungnya kau Zal!!! Body mantap montok tu… janda lagi! Untung kau Zal!’ , 'tahniah Zal! Kau dapat jugak dia eh. Puas aku mengorat dulu tak dapat!’ kata kawan2 di pejabat. jari2 ku masih di alor basah Ruby… dia mendesah sepanjangan… sedap lah tu.

Aku cium lagi bibir isteriku dan aku alihkan posisiku. Kini aku di celah pehanya… aku tolak kain nitie tu dari pinggangnya ke atas… Rubi mengetap bibir menunggu aku membogelkannya… dia senyum… aku pun balas senyuman isteriku yang sexy ni, di bawah aku ni… kain dah aku tanggalkan, Rubi nampak batangku kali pertama… “Hmm… betul teka Bi bang, batang abang gemuk! Dia senyum…”

“Hehehehe!! Batang Rubi juga tu… ” Rubi tersenyum…..

“Rubi punya kan bang? Dan bukan orang lan punya kan?” kata Rubi menggatal dengan suaminya, aku. Aku senyum dan bergerak nak menanggalkan pantiesnya. Dan dengan kerjasama Rubi yang mengangkat punggunnya sedikit aku melorotkan panties nya….aku terbau wangian di tundunnya… tundun Rubi di cukur di sebelah tepi.. tapi di tengah2 ada satu garisan bulunya yang saja ditinggalkannya… “Cantiknya tundun Rubi ni…” aku puji jagaan Rubi. Memang cantik pun, macam ratu2 porno dalam vcd2 tu lah… aku jatuhkan panties hitam tu ke bawah.

“Hmm…cantik ke bang… pantat Bi tu?” dia senyum lagi, menarik sangat padaku… Pantat? Pantat katanya… ok lah, pantat lah…

“cantik sayang…. memang macam ni Bi jaga dari dulu?” aku letakkan tapak tanganku di atas tundunnya dan aku tekan sedikit dan aku lorotkan ke bawah… mengikut alor cipapnya….. alor pantatnya yang dah lama basah.

“Ye bang… macam ni lah pantat Rubi, tapi malam ni specialla sikit, Rubi …Ohhhh banggg!!!” keloh Rubi sebelum diahabis menjawab… sebab aku melorotkan jari2ku kebawah… menggesel alor pantatnya.

“Ohhh abangggg!!! sensitif kat situ bangg…” kata Rubi mendesah. dan aku mula menjolok jariku masuk.. sebelah tangan lagi meramas ramas buah dadanya…dengan jari telunjukkyu aku menjentik jentik puting Rubi sebelah kiri… jari tangan sebelah kanan dah masuk… basah lecin dan panas… aku jolok… “Ohhh banggg… ahhhh!!!” aku teruskan menjolok dan setiap kali aku tolak masuk, ibu jariku mengena bijik kelentit Rubi. lama jugaaku buat begitu, dari satu jari dah menjadi dua… sambil melutut di celah kangkangnya , aku meraba meramas buah dadanya dengan tangan kiri, dan menjolok2 dengan jari2 tangan kanan.

“Ohhh banggg kat situ banggg!!! Laju lagiii!!” aku mengikut kehendak Rubi, aku nak bagi dia puas dulu… sebelum batang gemuk aku ni masuk… Rubi menggigil dan kedua duatangannya meramas buah dadanya… diramasnya kuat, takut aku menlihatnya, diramasnya kuat betul… dia klimaks tu… aku teruskan menjolok dua jariku… ke dalam lubang pantat isteriku.,… sampai dia klimaks. aku perhatikan Lisa dengan pejammata mengerang dan mengerang, lebih kuat pulak tu suara dia mengerang…pasti ada yang mendengarnya, maklum je lah, dinding katu papan!

Aku tarik jari2 ku keluar sebaik saja dia menggigil mencapai klimaks tadi… dan saja aku perhatikan, ini kali pertama padaku. Setelah aku lihat Ruby tersenyum memndang aku…buka matanya, aku pun rapat dan mengucupnya. “Terima kasih bang…”

Selepas tu aku pun memberi salam dan terus masuk ke dalam lubang pantat Rubi, memang dia tak dara lagi, sama macam Lisa, alamak!! aku ni kena fokus lah!!! dan aku terus saja masuk, Bi mengerang dan aku masuk sampai ke tahap maksimum batang aku boleh masuk, “Ohhhhh bvanggg!!!”

“Ohhh Rubi…ketat nya… sayang !!!” aku tujah keluar masuk dan masuk keluar, aku angkat kaki Ruby dan aku masuk dengan pantas dan lebih dalam lagi. Ini semua membuat Rubi mengerang tak henti henti. “Ketat pantat kau ni Rubyyy!!!” aku ulang dan ulang. Sensasinya tak boleh nak aku bayangkan.. ini kali pertama aku masuk ke dalam panta seorg pompuan…. dan dia isteriku Ruby.

Kali pertama tu tak lama, aku tak tahan dikemut dan dikepit begitu… dan aku pun pancutkan kat dalam “Ohhhhh!!! Rubiii!!!” aku mengerang masa aku lepaskan maniku ke dlam lubuk pantat isteriku…

“Banggg!! panasnyaa…” balas Rubi… “banyaknya banggg!!! cepat kita dapat anak ni…” senyum puas Ruby ku. Aku biarkan batangku di dalam, nak rasa kemutan pantat isteriku tu….

“Ohhhh Bi… puas abang, Bi… Ohhh!!!” kataku dan aku rasa batangku dikemut2 Ruby.

“Banyak mani abang… cepat kita mengandung ni bang….” kata Rubi manja… kami kissed….

Aku tunduk dan rapat pada Rubi, masa aku tunduk tu, aku terampak lampu kecik merah berkelip kelip, aku pandang lagi…. dan ke depan lagi, batang aku menjolok dalam lagi… Rubi mengerang sedap… “Ohhh banggg dalammnya…”

Aku tengok? Eh? Ada camera video di kepala katil…? lampu merah yang berkedipan tu, merakam tu? tadi aku tak perasan… lampu pun terang… tak nampak lah… memang sah itu kamera video… dan aku boleh agak yang itu adalah kepunyaan Lisa. tak kan ada org lain masuk, selain kami berdua saja….

Kami kissed dan aku baring di sebelah Rubi memikirkan Lisa yang sexy tadi , adik iparku, dah letak kan Vcam… dan mindaku berfikir utk apa dia rakam aku dan kakaknya mengadakan sex? nanti aku akan cari jawapannya. “Bang… best tak bang?”

“Abang puas Bi, best! Sedap betul body Bi ni…” kataku… tangan ku masih di body sexy Ruby… bermain main, janganlah nak aku jemu kat body sexy isteriku ini…aku berdoa perlahan lahan dalam hati.

“Hmmm… I love u bang…” kata Rubi memeluk aku, kemudian dia terus ke batang aku yang masih lagi tegang tu, dihisapnya… aku mengerang dan mainkan buah dadanya… “Ohhh biii…. ” aku mengerang bila batang aku di kolom dan dijilat Ruby.

Ruby menghisap dan menjilat… pandai mahir isteriku ni… Ada kawan kata, 'janda mesti best lah… pandai semua, hisap batang lagi pandai!’ aku pernah dengar kata2 salah seorg dari kawan2 di pejabat.

Semua janda mahir ke menghisap batang ni? Lisa mahir juga tu? Teringat lagi aku pada Lisa, sedang isteriku menghisap dan menjilat batabngku ni, aku boleh terkenangkan imej adiknya? Tak betul aku ni!!!

Telor aku dimain mainkannya, ramas2 manja… aduhhh best betul dia menghsiap… dilepaskan kepala takok ku, “bang… nanti Rubi trim bulu abang ni ye… ” jari2nya bermain main di situ… “kat sini panjang la bang… ” dia menggunakan jari2nya menyentuh kawasan yang nak ditrimnya itu. Hmmm isteriku nak trim bulu aku…. hihihi… dan terus aku menikmati blow job darinya.

“ye sayang….” aku jawab, dan Rubi meneruskan menghisap batang ku sehingga la aku terlena. Pandai isteriku menghisap batang. “semua janda pandai hisap batang lah’ kata2 kawanku terngiyang ngiyang di teligaku… aku ngantok… aku mimpi malam tu yang Lisa datang masuk bilik, masa kami dah lena, dihisapnya batang aku… sampai keras sangat dan terpancut aku… kami tidur bogel malam tu…

Aku tak sedar yang aku dah terlena… aku terasa batang aku dihisap dan dijilat… ermmm memang sedap - pandai Rubi menghisap batang pelir aku… Hisap lagi Bi… Masa aku rasa nak terpancut tu aku buka mata, aku tersedar dari tidur, alamak! Bukannya aku bermimpi, memang betul batang aku dihisap, tapi oleh Lisa, adik Rubi, Dia tersenyum mengolom kepala takok aku… sedang menghisap batang aku dari tepi katil. "Syyy bang!!” katanya… memberi isyarat supaya aku diam… Lampu utama dah dipadamkan, Rubi yang padamkan kot, aku tak sedar bila aku terlena, dan bila pula dia tidur… aku terlopong sekejap. Aku raba di sebelah, aku terasa peha Rubi. “Hmm… tidur bang, esok k?” suara Rubi… dan dia lena semula…kepenatan.

Lisa langsung tak lepaskan batang aku, dia terus menghisap dan menghisap… tak peduli dia yg kakaknya ada tidur di sebelah aku… aku pulak, serba salah… membiarkan saja!!! salah aku ke ni?

“Banggg syyyy! bagi la Lisa air mani abang sikit..” bisiknya, dia naik ke atas dan bisik ke telinga ku. Aku nampak dia tak pakai baju… topless je… aku main2 kan tetek besarnya… eh apa aku ni? apa aku buat ni? raba tetek dia pulak ni? tetek adik ipar aku yg baru ni?

Lisa senyum nakal. “best kan bang… tetek Lisa… besar sikit dari kakak punya.” katanya mengodaku… aku takdapat nak kata apa apa…

Aku duduk, dan dia menyambung menghisap aku… “Abang nak ke toilet lah…” aku kata. Aku bangun dan Lisa mengikut ku dari belaakang. “Eh? Lisaaa… dah lah, pergi balik bilik Lisa lah… tidur ok?” aku bisik! aku takut Rubi terjaga. Aku pandang ke arah Rubi yang bogel masih lena… kepenatan kena seks dan kepenatan hari pernikahan…

“Bang… bagi lah Lisa rasa sikit, Lisa jealous lah… dengar kakak dapat malam tadi…” adik iparku mengikut ke bilik mandi…

“abang nak buang air lah…” aku kata. Dia masih rapat… dah bogel pun… memang dia se cantik dan se seksi Rubi… cuma dia lebih muda, tapi masih lagi tua dari aku dari segi umur… aku 24 dan Lisa 29.

“Biar Lisa tolong bang…” kata Lisa. Dipegangnya batang aku yang masih besar tegang tu dan dihalakan ke toilet bowl. Aku perhatikan yang dia ni, gian sangat dah ni? “Abang… ini rahsia kita, ye?” kata Lisa… mtanya ke batang aku mengacukan ke mangkok toilet…

“Lisa? Ni malam pengantin abang dan kakak kau. tak baik tahu kau datang macam ni… bogel…lagi?” aku kata…

“Dan hisap batang suami baru akak Lisa lagi…hhihihi!! dan abang pun diam jer tadi masa Lisa hisap …hihihihi!” kata Lisa , celaka betul Lisa ni. Sudah je aku kencing, Lisa yang melalukan air ke batang aku… dicucinya batang aku… digenggam dan dibelek beleknya… dia curahkan air mencuci kepala takok aku… aku kembali keras… tak dapat aku kawal lagi dah masa tu…

“Lisa dah lah….. ok? abg nak tidur lah, kau pergi tidur ye, nnt pagi esok kita buat tak tahu je ye? Buat seperti yg perkara ni tak berlaku langsung? ok?” aku cuba nak rasionalkan pada Lisa. Mampus aku kalau insiden ni diketahui. Ini skandal serious ni!

“Abang, abang fuck saya di sini… kalau tak saya jerit!” Lisa memegang bahuku. Tapi dia tak lah nampak garang dan marah… sebab aku tahu yang dia gian sangat nak kan aku.

“Ok…macam ni, Lisa. Kali ni je ok? dan abg tak janji akan pancut malam ni… abg baru je tadi dgn Kak Rubi…” aku mengalah… bukan lah sebab sey sangat sebab tak mahu ada masalah masa tu, bayangkan akalu ada yang terjumpa kami dalam bilik mandi tu? atau Rubi masuk dan terserempak dengan kami yang dah bogel ni? mampus aku!

“Lisa, Janji tahu? Malam ni je…ok?” aku tengok muka Lisa, sexy menarik…

“Terima kasih bang. Baik bang…. Lisa janji. Tapi…” LIsa memeluk aku. Buah dadanya melempap di antara body kami… berisi best je… macam 36C je ?

“Tak ada tapi tapinya lagi lah…” aku bertegas, walaupun aku tahu aku akan dapat pantat Lisa bila bila masa je …

“Kalau LIsa gian lagi bang… abang je tempat Lisa mintak tolong.” Lisa manja berbisik pada telinga ku. tanganku meraba punggungnya… macam isteriku je…

“Lisa, kita ni sama sama dah dewasa ok? waras kan? Kita nak tengok kakak Rubi dankeluarga ni aman dan bahagia kan?” aku rasionalkan padanya lagi.

“Ok lah bang… Lisa mengalah… abang menang.” bunyi macamnak merajuk je. “Tapi abang fuck Lisa dua kali ye? Lisa nak dua kali pancut!” katanya.

Aku buka shower dan aku tanggalkan seluar dalam Lisa. Pussy cukur… “tak ada lagi la… sekali je malam ni…”

“Hmm… abang , fuck LIsa bang… masukkan bang… LIsa nak rasa bang…” aku pun tonggengkan Lisa di bawah shower tu, air suam panas. Lisa memang cantik, bulat punggung berisinya… dan aku pun masukkan batangku , terus masuk ke dalam. Aku tewas dengan godaan manjanya… Lisa memang penggoda licik dan lucah sekali! “Ohhh!!! Banggg!!! Besar gemuk abang punya …ohhh!!!” keloh Lisa.

Aku paut pada pinggang ramping Lisa, aku tarik, dan aku tujah. Padu masuk batang aku… memang pantat Lisa ketat, dah lama tak kena batang…. Dia menonggeng, dan tetek nya yang besar yang aku geram kan tu, berbuai buai… Tetek yang besar tu aku ramas ramas bila dia tegak berdiri…

“Ohh bang! Dalamnyer? Ahhhh!!!” aku tujah dalam dalam, membuat Lisa lagi mengerang. Lisa mengerang dengan menutup mulut…. menonggeng, sebelah tangan di mulut dan sebelah lagi menapak ke dinding… menahan tujahan aku.

“Perlahan lah mengerang tu Lisa…” aku henti menujah pantat kecik Lisa. Walaupun punggung besar dan dah ada dua org anak, pantatnya masih legi ketat, 'under used’ lah ni… Kenapa lah cantik2 dan sexy2 macam ni dah jadi janda… buta ke suami mereka ni?

“Sedap bang… lama dah tak dapat banggg!!! Abang tak sayang ke adik ipar abang ni… ?” kata Lisa . Celaka punya adik ipar! Tadi gertak aku, sekarang ni nak 'sayang-sayang’ pulak? Bila dah masuk batang aku baru lah nak 'sayang sayang’? Alahai… sedap pantat kau Lisaa oi! Aku tujah je la…

Lisa menonggeng lebih rendah lagi, tangannya mencapai lantai… aku terasa batang aku masuk menlengkung…. aku tujah juga … “Ohhh bangg!!” keluh Lisa… aku paut pinggangnya kuat dan aku tarik, berlepak lepak bunyi punggungnya berlaga dengan peha aku…. memang padu aku bagi Lisa ni…. dia yang nak… aku kasi jer lah.

Lagi Lisa mengerang lain macam jer, aku tahu dia klimaks. “Ohhhhh mmmphhhh!! Banggg!!” erangan Lisa tenggelam sikit bila dia menutup mulutnya sendiri… aku terasa kemutan kemas sekali dari pantat Lisa ni… adik ipar janda aku ni.

Aku cabut batang aku dari pantatnya, aku pusingkan Lisa, dan aku tegakkan dia, aku sandarkan Lisa ke dinding tiles bilik mandi kami tu… aku nampak mukanya, wajahnya memang sedang menikmati klimaks…. aku kucup bibir Lisa…. aku sedut lidahnya… tangan aku meramas ramas tetek besarnya… memang tegang puting Lisa masa aku gentel2 …. dia mengeluh… dalam suaranya… aku tahu air birahnya sedang meleleh keluar…

“Ohh banggg!! Sedappnyer banggg!!! Puasss nyer Lisaa bangg!!” keluh Lisa… aku stim dengar keluhan manja macam tu… lama aku bujang tak dapat aku jumpa macam peristiwa malam ni… malam pengantin aku ni… dua pantat adik beradik yg seksi cantik dah aku fuck… aduhh …

Aku rapatkan muka aku ke mukanya…. “abang belum puas lagi Lisa…” aku jawab… dan aku nampak sedikit senyuman dengan matanya yang kuyu tu.

“Puaskan diri abanggg… fuck me banggg! Buat Lisa apa yg abg sukaaa…” keluh Lisa macam sundal betul….

Aku angkat kakinya sebelah dan letakkan atas kolah… tangan aku ke pantatnya…. kami masih bertentangan lagi… aku tahu bibir pantatnya terbuka… kaki sebelah naik… aku rapatkan batang aku…. “Bagi Lisa masukkan banggg….” dan Lisa memegang batang aku dan dimasukkan ke bibir pantatnya… aku tolak.. nampak matanya terbeliak dan mulutnya ternganga… seksi sungguh Lisa masa tu….

“Ermm… banggg!!” keluhnya bila aku masuk sikit… telur aku diramas manja… dibelai dengan batang aku masuk dan masuk… mulutnya terbuka lagi… dan bila seluruh batang aku dah masuk… aku terasa dia melepaskan nafasnya…. “Ohhh bangggg!!! Sedapppnyerrr… sedap bang…. Lisa nak batang abang selalu bangggg arghh!!” aku dengar tu… aku buat tak tahu jer… Lisa dah mula nak mungkir janji , kami janji tadi , hanya sekali saja malam ni…. aku pun keliru juga… kepala kata jangan, hati dan batang aku kata… fuck je pantat Lisa ni… dia yang nak bagi!

Aku sodok dan tujah ke atas sikit… terangkat punggung Lisa… dan aku pun terus saja tujah dan tarik… memang sedap… pantatnya masih basah licin… batang aku entah macam mana malam ni…. keras benar… besar keras… dan aku pun tujah kuat2… teteknya bergegar gegar… memang tumpuan aku masa tu, aku ramas kasar dan aku hisap satu satu puting tegangnya….. warna coklat… aku hisap dan sedut… Lisa mengemut ngemut…. aku tujah dan tarik….

Lisa mengerang kuat lagi… aku tutup mulutnya… dan dia klimaks lagi,aku tak peduli, aku tujah juga.. dan kami berkucupan…. kami berdakapan… teteknya penyek dicelah kami berdua… terasa aku puting2 tegangnya di dada aku… aku ramas punggungnya… Lisa berdengus masa tu, kami kiss dan kiss…

Harap Rubi tak dengar erangan Lisa. Aku fuck dengan baik dan laju tadi, dah pandai sikit sebab dah ada pengalaman tadi bersama Rubi. dalam 10 minit saja aku pun pancut! “Ohh Lisa… abang nak pancut dah niii…!!” aku bisik!!

LIsa cepat2 dia menoleh dan melutut “Kat muka Lisa banggg!!” dia mendongak dan menganga menunggu mani aku. Matanya pejam….panjang bulu mata palsunya… makeup masa kenduri pun tak tanggallagi… terasa macam aktres cerita porno pulak Lisa ni. Dan aku pun pancut! Tak lah banyak sangat tak macam pertama kali tadi… kali kedua aku pancut dengan Lisa… melebihi dari isteri baru aku! Tewas aku…! Tewas pada godaan adik ipar baru aku ni!!

Lisa senyum… “Ermmmm!! Terima kasih bang… ada lagi air mani abang… hehehe!” Dia menghisap batang ku selepas das terakhir aku lepaskan… lidahnya menjilat jilat batang aku. Amat nikmat betul dapat pancut kali kedua malam tu…. satu di dalam pantat si Kakak, satu lagi di muka si adik! Kalau kawan2 di office tahu ni, ada yang pengsan ni!!!!

“Lemak masin bang…hehehe!” Lisa membersihkan batang aku yg masih tegang keras tu.. dan mukanya… habis bersih mani di mukanya. Dicolek2nya dengan jari dan dimasukkan ke dalam mulutnya… mengicap jari si janda muda ni! Dia senyum, memangnya cantik sexy… tapi tak ada yang nak.

Lisa berdiri… senyum kepuasan jelas di mukanya. Kami berpelukan, “Abang tak nak Lisa datang malam2 macam ni lagi!” aku kata, tegas… ada bunyi marah sikit.

“Ye bang…Lisa tak akan buat lagi dtg malam2… abg tak suka ke body Lisa ni…?” tanya Lisa. Senyum sundal nya menyerlah… dia memberi isyarat lah tu yang dia nak lagi! Berapa hari aku di sini? di rumah kampung Rubi ni?

“Errr… suka… suka.” aku jawab. “Memang la suka, body macam artis… ” aku kata. “…tapi ni salah Lisa! Faham tak? Ini last tahu?” aku tegas kembali. Batang aku masih dalam tangannya - membelek belek batang aku yang masih keras tu…

Senyum Lisa, “Lisa sayang lah kat abang. Abang ipar Lisa yang baru ni…. Lisa faham bang…” Lisa mengucup aku.

“Kalau nak selalu, Lisa cepat2 nikah, tahu?” aku nasihat. Dia menghadap pintu, aku tepuk punggung nya…pejal kenyal… aduhh! Apa yg dah aku lakukan ni? Aku dah lepaskan monster seks maniac yang mungkin akan meruntuhkan perkahwinan aku ni!! Aku dah mula fikir yg bukan bukan…

“Aww! bangg! Nakal eh?” disapu2nya punggung bulatnya itu…. dia berseloroh dengan aku.

“Cepat2 kawin tau?” aku ulang nasihat aku lagi… memang untung dapat dua pantat seksi ni… kalau la kawan2 ofis aku tahu ni… mesti ada yg takpercaya ni!

“Alaaa, abang kan ada… ni…” dia memegang batang aku. “Ni Lisa nak pinjam kakak punya ni. Bukan selalu bang…Ermm!” dia mengoda aku lagi… manjanya Lisa ni…. batang aku ni, kakaknya punya, dia nak pinjam? aduhhh!!! “Sesekali je bang… please ok?” manja dia merayu aku.

“tak boleh la Lisa…. pergi tidur, ok?” Lisa nampak masam muka… dia perlahan lahan memakai panties, nampak rekahan pantatnya… licin tak ada bulu! aduhh! Teteknya berbuai buai masa dia bongkok menyarung panties seksi nya tu…. dan kemudian mengenakan tuala , menutup body dia yang sexy tu…berkemban.

“Dan satu lagi, video cam tu? Tape nya abg nak. Tak leh tengok tau?” aku kata.

“Apa bang? Video cam mana pulak ni bang? Bukan Lisa punya lah… ” balas Lisa berbisik dan dia pun keluar dari bilik kami tu. Aku pandang ke arah isteriku, melihat agar Rubi tak terjaga. Diamasih lena, dalam posisi seperti tadi juga. Reda sikit hati aku… dia tak perlu tahu semua ni… mampus aku nanti!

Aku cuci badan sikit… dan naik semula ke katil…aku capai video cam kecil tu, aku OFF kan. Tape 3 jam? Hmm… siapa lah punya ni.. kalau bukan Lisa punyer, siapa pulak?

HADIAH TERBAIK

Sejak kita kecil, orangtua kita telah memberikan segalanya yang terbaik bagi kita. Baik tenaga, waktu, serta pikiran mereka. Tidak jarang, bahkan mereka melebihi batas yang mereka miliki.

Bagi orangtua kita, mereka paham, bahwa kita adalah titipan Tuhan yang paling baik. Karena setiap anak, bisa berpotensi menjadi ladang-ladang kebaikan bagi orangtuanya masing-masing.

Bagi kita yang sudah menginjak masa dewasa, tentulah ingin sekali memberikan hadiah terbaik sebagai balasan kepada orangtua kita atas segala pengorbanan mereka, apalagi jika kini kita sudah merasakan merdeka secara financial, ingin sekali kita segera membalas mereka.

Seringkali kita menganggap bahwa pemberian gaji pertama, mengajak makan di tempat mewah sebulan sekali, membelikan perabotan-perabotan rumah tangga yang meringankan pekerjaan, membelikan alat-alat elektronik canggih sebagai alat hiburan, membelikan kendaraan-kendaraan mewah, bahkan sampai membangunkan tempat tinggal, merupakan bentuk pembalasan terbaik bagi kedua orangtua kita.

Namun sering kita lupa, sesungguhnya hal-hal itu bukanlah apa-apa yang orangtua inginkan. Hal itu tidak pernah menjadi harapan mereka saat mengasuhmu. Hal-hal itu tidak penah sedikitpun mereka pikirkan ketika mereka menyusuimu, menyapihmu, menggendongmu, mengganti pakaianmu, mengajarimu berjalan, mengajarimu bersepeda, menyekolahkanmu, menafkahimu, merawatmu. Bukan, hal itu tidak pernah terbayang pada pikiran-pikiran mereka.

Kamu tau, hadiah-hadiah terbaik bagi mereka? Hadiah yang paling terbaik bagi orangtua, adalah perbuatan-perbuatanmu semasa mereka masih hidup.

Bagi seorang perempuan, menutup aurat, menjauhi zina, menghindari pembicaraan yang buruk, mengaji, berprilaku jujur, serta melakukan berbagai kebaikan, adalah hadiah terbaik bagi kedua orangtuanya. Begitu pula bagi seorang laki-laki, menghindari maksiat, beribadah, menjadi pemimpin yang adil, menjauhi gibah, menghindari keburukan serta beramal soleh, adalah balasan yang sangat setimpal bagi orangtua kita selama ini.

Yang mungkin kita sadari, bahwa apa-apa yang kita lakukan saat ini, tak memberikan dampak langsung bagi orangtua kita. Tapi, kita lupa, di akhirat kelak, kita akan paham, bagaimana orangtua kita begitu bangga memiliki kita sebagai anaknya, karena kita mampu menjaga mereka dari siksa api neraka.

Hadiah terbaik bagi setiap orangtua, bukanlah anak yang kaya, bukanlah anak yang pintar, bukanlah anak yang tampan, namun hadiah terbaik bagi setiap orangtua, dari sejak dulu hingga sekarang, tak pernah berubah, yaitu anak yang soleh dan solehah.

Hadiah-hadiah terbaik bagi orangtua kita, bukanlah yang bisa meringankan hidup mereka ketika hidup di dunia, melainkan yang meringankan hidup mereka di kehidupan setelahnya.

“Wahai tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”

Jika kesolehan kita mampu menjaga mereka dari siksa api neraka, lantas hadiah apa lagi sekiranya yang lebih baik dari itu?


HADIAH TERBAIK
Ambon, 11 Oktober 2017

The Playbook- Jughead Jones

Pairing: Jughead x Reader

Description: Chuck asks Reader to homecoming, Jughead thinks its a bad idea. Turns out, he was right.

Warnings: Swearing, reader has sort of a mild panic attack, but nothing too serious. This was a request from an anon who liked one of the headcanons in the non-asexual Jughead list. Hope you guys like it!!!

—————————————————-


I sat at a table in the student lounge by myself, waiting for my best friend Jughead. I had my sketch pad out, messing around and trying to keep myself busy.I didn’t really like sitting alone, because usually Reggie and his gang of man-children would take the attention of the student lounge, and I would be subjected to the torture that is their awful and offensive banter.I glanced around the room, uninterested, until my eyes caught the gaze of another, Chuck Clayton.

Chuck was caption of the football team, formerly co-caption with Jason Blossom before he was killed. I had never heard anything bad about him, and he sat next to me in my math class. I helped him out a bit with his schoolwork once in a while.He was actually a really kind person from what I could tell.
Chuck stood up, walking towards me. I froze, wondering why in the hell anybody like Chuck Clayton would give me the time of day.

“Hey, y/n.” Chuck stood in front of me, smiling brightly.

“Uh, hey Chuck, are you having any trouble with the geometry homework?” I asked him, beginning to pull out my textbook from my bag.

“No, uh, I actually wanted to ask you something.” Chuck stopped me.“I was wondering if, maybe you’d like to uh, go to homecoming with me?”
I froze again, taken back at his question.

“Me?“I looked around the room as if he may be confusing me with someone else.

“Yeah, you.” Chuck confirmed, chuckling a bit.

“Uh, o-ok, yeah, I’ll go with you.” I blushed, tucking a strand of hair behind my ear. I didn’t see the harm in saying yes, he was a nice guy, and it wasn’t like anybody else would ever ask me.

“Great! Uh, are you free tomorrow? Maybe we could meet up after school and hang out or something?” Chuck offered.

“Alright, yeah, I can do that.”

“Cool, I’ll see you then.” Chuck grinned, walking back to his group of friends.
——————

“Hey, Juggie.” I smiled warmly at my friend, sliding in to the booth next to him. I laid my head on his shoulder, his screen open as he typed.

“Hey, y/n.” Jughead pressed a quick kiss to the top of my head before returning his attention to his novel.

“How was your day?” I asked him, looping my arm around his and scooting closer to cuddle in to his side.

“Oh, same old same old.Nothing interesting.” Jughead hummed, leaning his head against mine. Jughead wasn’t huge on showing affection in public, but he put up with me always cuddling in to his side.“How was yours?”

"Well, it was…interesting, to say the least."I sighed, taking a sip of the Jughead’s root beer.

"How so?”

“Well, Chuck Clayton asked me to homecoming.”

I felt Jughead tense before looking down at me with a shocked look on his face.

“What did you say?”

“I said sure.” I shrugged, taking another sip of his root beer.

“Are you feeling alright?” Jughead placed his hand over my forehead, as if he was checking to see if I had a fever. I swatted his hands away and slid over to the opposite booth seat.

"Quit it, Jug."I warned.

"This is a big deal!"Jughead fired, his hands waving wildly.

"It’s not!” I shot back.

"It’s the captain of the football team!”

"And?”

And?Y/n, he’s only one of the biggest players at our whole school!You know about The Playbook!”

“Jughead, that’s just a silly rumor."I argued.Jughead slammed his laptop shut.

"I can’t believe you’re actually going to go to homecoming with that….that….that imbecile!”

Jughead!Just because “that imbecile” is on the football team, doesn’t make him a bad person!“ I stood up, grabbing my backpack.

"Wait, y/n."Jughead reached for my wrist but I pulled away.

"I won’t be here tomorrow, I’m seeing Chuck after school.“ I paced out of the diner, ignoring Jughead’s protests.
——————–
I hadn’t talk to Jughead all day, or Betty, or Veronica.The girls, Jughead, and Kevin seemed to be on some kind of mission, and I wasn’t going to talk to them anyways. I was sure Jughead told them all about Chuck asking me to homecoming.

When school was over, I waited in the library, where Chuck had texted me, asking me to meet up with him. I sat at a table in the corner, working on a book report until he showed. 10 minutes passed, which turned in to 20, then 30, then an hour, and I soon realized that I had been stood up. I gathered all my stuff and compiled it in to my backpack neatly, before zipping it up and swinging it over my shoulder. I pushed the bridge of my glasses up my nose and began to make my way out of the library. Jughead was going to gloat in all of his glory when I told him about what happened.

As I turned opened the door of the library, cold liquid was thrown in my face, drenching my front from head to toe. I gasped loudly, my eyes burning as I wiped the slush-like substance from my face.

"How’s your slushie, freak?!” I opened my eyes to Reggie holding a slushie cup, with about 5 or 6 guys laughing at m, one of them being Chuck.One of the jocks was holding a phone, recording the whole scene.

“Do you really think Chuck would ever ask a weirdo like you to homecoming?"One of the jocks laughed.

"News flash, nobody would ask you out even if you were the last girl on earth, you frigid bitch.”I looked at Chuck, hurt in my eyes.Chuck just smiled, before opening his mouth.

“Don’t take it too personal, y/n, it’s just-” Chuck kicked off the wall he was leaning against, strolling over to me.He leaned down so he was eye level to me."Nobody would ever waste their time on you.You’re not worth it.”

I shoved past Chuck, tears falling down my face. I ran down the hallways of the school, shoving the front doors open and running home as fast as I could.I swung my front door open, running past my mom and up the stairs.I heard my mother shout for me, but I just wanted to take a shower and crawl in to a hole and die.

I stripped off all my clothes and got in, rinsing the sticky drink out of my hair. After I was finished, I threw on some comfy clothes and wrapped a blanket around me, sitting on the edge of my bed.

“Honey.” My mom knocked on my door, opening it slowly.“You’ve gotta get ready, the football game is soon.” She took one look at me and knew something was wrong, sitting next to me on my bed.“Sweetheart, what’s wrong?"My mom rubbed my back soothingly.I fessed up, telling her everything, from yesterday when Chuck asked me out, to Jughead and I’s fight, to the slushie incident.

"Oh honey, I’m so so sorry."My mom pulled me in to her chest, embracing me tightly."If you don’t wanna go tonight, I completely understand.” My mom ran her fingers through my hair while my tears stained her shirt.

“No, I have to go, I promised Josie I’d sing with her tonight.” I wiped away my tears, taking a deep breath and calming myself down. After a few more minutes and my mom making promises to call the principal and “kick Chuck where the sun don’t shine”, she left my room so I could get ready for tonight.

I threw on the outfit I was wearing tonight and grabbed my coat, setting it on my bed with my purse and doing my hair.I did only a little bit of makeup, enough to cover up the fact that I had cried alone in my room for 3 hours, and then I slipped on my boots and went downstairs.

Archie was sat on my couch, swinging his keys around his finger. I loved on the other side of Betty, so he always offered to drive me to games, since he would be heading there anyways.

“Hey, Arch.” I smiled. Archie looked at me sadly before getting up and hugging me tightly.

“Okay, who died.” I joked, hugging my friend back.

“I know what Chuck did to you.” Archie whispered. My fingers clenched around the fabric of his varsity jacket.

“It’s okay.” I moved away so I could look at Archie.“Arch, it’s ok.”

“It’s not ok, it’s-” Archie began to yell and I caught his face in my hands, turning him to look at me.

“I’m.Ok.See?” I stood back and twirled a bit.“ No bumps, no bruises, just a stupid boy who thought he could get to me.” He had gotten to me, but I wasn’t going to let Archie, or anyone for that matter, know.

“Alright, well, Jughead and Betty are doing stuff for the blue and gold with Veronica and Kevin. They said they would meet us at the game, so…”

“Alright, well let’s get going!” I hugged my mom goodbye before leaving out my front door and climbing in to Mr. Andrews truck.
—————–
It was the third quarter of the game and the rest of my friends still hadn’t shown up, contrary to what Archie had told me earlier. I had long since performed on stage with Josie and was sitting alone on the bleachers.
“Wow, you’re pathetic!” A girl called out to me, laughing with her friend while she pointed at her phone. I saw a video playing of me getting slushied, except on a loop, and Chuck’s words repeating in the background.

Nobody would ever waste their time on you
You’re not worth it
You’re not worth it
You’re not worth it

I stood from the bleachers, running down the steps as fast as I could. Apparently, Chuck humiliating me in front of half the football team wasn’t enough?

I started hyperventilating, feeling everybody’s eyes on me as phones started to beep, the same video being sent to the whole school. People started laughing and whispering as they looked at me and I couldn’t stop myself from bursting in to tears.My vision was blurred and I started to feel trapped in a hole that was just getting smaller, and smaller, and smal-

“Y/n!"Somebody gripped my shoulders tightly, and I saw Veronica standing in front of me. she looked at me with concern on her face, her eyebrows raised as if looking for answers.

"Chuck…he…he…oh god, Ronnie, the whole school knows.” I wrapped my arms around her neck, collapsing in to her arms.

“Shhh, I know, I know.” Ronnie hugged me back, running her hand down my hair gently to calm me down as my body racked with sobs.

“We gotta go, ok? I don’t think Kevin can hold off Jughead much longer, and-”

“Wait, what?” I gave her the concerned look this time.

Listen, the reason we’re late is because we found the playbook.Its real, and it’s got almost every girl in it, you and I the newest victims.”

“Who put you in it?"I asked her.

"Chuck and I went on a date last night, and he sticky mapled me."Veronica explained.

"Sticky maple? What’s a sticky Ma-”

“Listen, I can tell you all about it later, but right now w-”

“We gotta go, like, now, Jughead is pissed.” Betty came running up the stairs.“I’ve never seen him like this, like, ever.”I followed Betty and Veronica down the bleachers, to the football fence where Kevin stood, his back facing us and his hands wrapped tightly around Jughead’s shoulders.Jughead himself looked like a raging bull seeing red, his nostrils flaring and his jaw clenched.When he saw me, he shoved Kevin out of the way, jogging towards me.

“Why didn’t you tell me what happened right away?!?!” Jughead cried.His palms went to my cheeks, wiping away the tears still falling down my face.

“I-I don’t know, we had gotten in to a fight, and I had left it off bad, and I-”

“Y/n, it’s ok, it’s ok, alright?I’m always here for you, always, I-”

“Well, well, well, looks like you can’t keep the freaks away from each other.Let me guess, it was you that helped him hide the body, right, weirdo?” Chuck leaned against the fence, helmet resting between his hip and forearm.

Jughead wrapped his hands around my shoulders and moved me gently so I wasn’t in front of him anymore before walking calmly up to Chuck, pulling his arm back, and clocking Chuck right in the jaw. Chuck went tumbling down, falling on his ass.

“Hey, freak show, wanna tussle?” Reggie came marching over, seeing the commotion.

“Listen, we all know you get your sexist views from the 50’s, but can you not use their lingo too? It kinda makes you look like a-"Reggie punched Jughead and I gasped. Jughead wiped the blood now coming from his mouth, spitting the rest at Reggie’s feet.

A tool.” Jughead finished.

Reggie shoved Jughead and I came running forward, trying to block Reggie from Jughead. Reggie pushed me out of the way and I fell on my back.Jughead was already knocking his fists in to Reggie’s face, Reggie trying to block him. I began to go in again and was lifted in the air by Chuck, being thrown over his shoulder.

“Time to take out the trash!“Chuck laughed, hauling me off.I started screaming and thrashing in his arms, kicking my legs and waving my arms.

"Put her down!” Veronica screamed, shoving Chuck’s chest. Chuck pushed her down and Betty yelped, running over to help Ronnie up.

Archie began pulling Reggie off of Jughead, and he turned around to see me thrown over Chuck’s shoulder.Jug ran towards Chuck, doing anything he could to grab me from his arms.He kicked Chuck in the stomach, which caused him to stumble backward, and took the opportunity to grab me from his arms and pulling me away from Chuck.

“You’re fucking insane!” Chuck screamed.

“Says the one who tried to haul off with y/n!” Betty screamed back. Betty, Jughead, Kevin, and Archie now stood protectively around Veronica and I.

“What the hell is going on?” Principal Weatherbee hollered from the football field gate, Coach Clayton and the Mayor behind him.

“Chuck, you are in serious trouble!” The coach spoke to his son in a loud tone.

“Dad, they were the ones who-”

“Son, I know about the playbook.” The coach interrupted.“ And I’ve seen the video of what you did to that poor girl.Come on!” The coach grabbed Reggie and Chuck by the shoulders, dragging them back inside the football field and towards the school.The mayor and principal Weatherbee followed.
—————–
After the whole commotion at the game, Archie was benched, because he had a bloody nose after the fight with Reggie. Jughead had it way worse, a black eye now adorning the right side of his face and a swollen lip, as well as a busted nose to match that of his best friends. He had a few cuts and bruises on his upper body, but nothing a little first aid couldn’t help.

Jughead now stood in front of me in his pajamas. Archie had drove everyone back to Betty’s, and I immediately dragged Jughead to my house to clean him up while the girls and Kevin set up an impromptu movie night/sleepover to make up for the shitty events earlier on in the night.

“You’ve been eerily silent."Jughead broke the silence as I wiped the cut on his chin with hydrogen peroxide.Jughead hissed at the discomfort.

"I’m just-” I sighed, setting down the napkin in the counter next to me.“I’m an idiot.”

“Y/n, you’re not an idiot.”

“I should have listened to you though.You were right about Chuck and I still went through with it anyways and-” I trailed off, not wanting to relive this afternoon.

“As much as I love hearing you say I was right.” Jughead smiled proudly. “What you need to know is that, everything Chuck said about you is a lie.”

“It’s wasn’t, Jug, he was right."I shook my head, beginning to cry once more.

"No, y/n, don’t say that.” Jughead rested his hands on the counter by either side of my thighs, capturing me in his lean and firm frame.I looked up at him, my eyes red and puffy.

“Jughead, I’m not worth it. None of this was worth it. You getting a black eye and a busted lip and a bloody nose wasn’t worth it!I’m pathetic! I’m a freak, I’m-” I waved my hands around wildly, and Jughead caught my wrists with my hands, holding on to them firmly but gently.

“Hey, hey, hey!” Jughead spoke softly, yet loud enough to get my attention.I stopped, looking at him.“You are worth it, ok? In my mind, in my..my everything, you’re worth it.You have always been worth it and you always will be worth it.” Jughead’s hands went around my cheeks, his thumbs stroking the sides of my face lovingly.

And then I was kissing Jughead.

My fingers were tangled in his hair, his beanie cap knocked off and long forgotten on the tile floor somewhere, his arms pulling me flush to his body. My legs wrapped around his waist, pulling him even closer, and the only time we stopped was to catch our breath for a second before kissing again.

A muffled shout was heard and I tore away from Jughead, to see the girls standing at Betty’s kitchen window, their phones in hand, taking pictures of us. Archie appeared behind them, two thumbs up being thrown in the air.

“We have an audience.” I hid my face in the crook of his neck, my nervous laughs muffled.

“I noticed.” Jughead flipped them off and they giggled, shutting the curtains quickly.

“When we get over there, they’re in for it.” Jughead mumbled, dipping his head back down to kiss me again.

Riverdale - Previous generation: FP Jones, Alice Cooper, Fred Andrews, Mary Andrews, Sierra McCoy, Hal Cooper, Penelope Blossom, Clifford Blossom, Hermione Lodge and Hiram Lodge.