allah-maha-besar

bagaimana cara meruqyah mandiri..

RUQYAH MANDIRI
Latihan terapi Ruqyah Mandiri

1⃣ ada 6 surat yg dibacakan utk ruqyah mandiri :
1. AlFatihah (3x) tiup 3x
2. Ayat Kursi (3x) tiup 3x
3. AlKaafirun (3x) tiup 3x
4. An Nass (3x) tiup 3x
5. Al Falaq (3x) tiup 3x
6. Al Ikhlas (3x) tiup 3x

*) setiap selese bacaan lgs ditiup ke telapak tangan, atau ke air putih, minuman, makanan, atau sesuatu yg mau diruqyah

2⃣ stlh itu diusap2kan ke seluruh tubuh dr ujung kepala ke ujung kaki, semua bahkan ke kemaluan jg, tanda terdeteksi ada syaitonnya, biasanya merasakan :
1. sakit di bag.tubuh tertentu
2. mual dan muntah
3. batuk
4. ingin BAB, ingin BAK
5. sendawa
6. Merinding
7. Kesemutan
8. Panas, dingin ato panas dingin panas dingin

3⃣ usap2 terus bagian tsb (tanda2 terdeteksi syaitonnya) dgn terus membaca ayat kursi sampai keluhannya hilang

4⃣ cara ruqyah tempat (rmh, tmpt usaha, dll) /benda spt mobil motor ato barang kepunyaan qta bs dgn cara poin 1⃣ ditiup smbl agak sedikit meludah ke air dlm wadah ember ato baskom, lalu airnya di taro dlm alat semprot dan disemprot2 sekeliling objek yg mau diruqyah
(bisa pake garam dan daun bidara 7 lembar)

🔸Syarat ruqyah :
1. diniatkan utk meruqyah, ikhlas krn Allah (tawakal ilallah) utk membebaskan+membentengi diri dr segala bentuk sihir dan mata jahat/panas (Ain)
2. bebaskan dari buhul (media sihir yg ada) spt : jimat, keris, jarum,dll
3. lepas atau buang semua posko2 yg bs dihuni syetan dirumah, spt patung makhluk bernyawa, gambar, dll
4. jauhkan diri dr perbuatan maksiat, misalnya merokok, musik, video porno, dll…, ( bahkan musik di ringtone hp saja bisa membuat syetan itu spt segar kembali

🔸ruqyahnya bs dibantu dgn merutinkan konsumsi kurma ajwa, air yg di diruqyah di rendemin daun bidara

Bisa juga mengkonsumsi bidara

🔸bener2 tawakal/yakin kpd Allah dgn terapi ruqyah yg qta lakukan…apalagi bila yg sdh merasa terkena sihir/ain (naudzubillahi min dzalik) lakukan rutin, jgn takut sm syaiton, krn klu qta tdk takut maka syaiton akan ‘mengecil’ dan sebaliknya…syaiton itu kecil dan Allah Maha Besar.

Pisah Ranjang

Catatan Ramadhan #11

Beberapa hari yang lalu saya menuliskan sebuah postingan tentang peristiwa pisah ranjang yang di inisiasi oleh seorang istri pada suaminya. Sejatinya pisah ranjang merupakan metode bagi para Suami untuk mendidik istrinya jika mereka melakukan perbutan pelanggaran baik melanggar tatakesopanan, melanggar syariat dan mendurhakai suami. Metode ini bertujuan untuk memberikan si istri waktu untuk melakukan proses muhasabah dan perbaikan diri, jika setelah dilakukan pisah ranjang oleh suami kemudian istri menunjukan tanda-tanda perbaikan diri maka menyatukan kembali ranjang yang terpisah bisa ditempuh oleh suami, namun apabila setelah pisah ranjang perilaku istri tetap tidak berubah atau malah semakin tidak baik maka si suami bisa menjatuhkan opsi talak 1 kepada si istri.  Jadi pisah ranjang bisa dilakukan sebagai upaya mendidik istri sebelum di ambil opsi talak 1 ataupun wujud perlakuan suami pasca talak 1.

Ngomongin tentang talak 1, sejatinya setelah suami mengucap talak 1 pasangan suami dan istri ini masih tetaplah sepasang suami istri sampai masa iddah habis, dengan di talak 1 bukan berarti sepasang suami istri ini sudah bukan suami istri lagi, ini pemahaman yang salah, pasca di talak 1 sepasang suami istri tetaplah sepasang suami dan istri. Si Istri tidak diperbolehkan di usir dari rumah, wajib diberi nafkah dan hak-haknya sebagai istri masih tetap melekat kepadanya. Jika sampai masa iddah habis dan suami tidak kunjung merujuk istrinya maka pada saat inilah secara resmi kedua orang ini sudah bukan berstatus sepasang suami dan istri. Jika mereka berdua ingin kembali menjalin hubungan harus dengan akad dan mahar nikah yang baru. Jika talak 1 terucap maka sisa talak tinggal dua kali saja yaitu talak 2 dan 3. Maka bagi para suami berhati-hatilah untuk mengucap talak. Pun para istri jika menggugat cerai suami dan suami mengabulkan maka jatuhlah khulu kepadanya, di dalam khulu tidak ada masa iddah, artinya setelah khulu terjadi kedua orang ini sudah bukan lagi sepasang suami istri dan istri yang menggugat cerai wajib untuk membayar uang ganti bisa sebesar mahar, lebih atau kurang dari itu.

Bagaimanapun talak bukanlah sebuah kejadian yang diinginkan bersama oleh sepasang suami istri. Tetapi pemahaman terhadap fiqih dasar tentang akibat-akibat penjatuhan talak dan permintaan khulu mutlak dibutuhkan.

Baiklah, seperti yang saya tulis di awal, pisah ranjang merupakan salah satu metode yang di tuntun Islam dalam mensikapi perilaku nusyuz yang di lakukan oleh Istri. Nusyuz secara bahasa berarti tempat yang tinggi (menonjol). Sedangkan secara istilah nusyuz berarti istri durhaka kepada suami dalam perkara ketaatan pada suami yang Allah wajibkan, dan pembangkangan ini telah menonjol.
Jika wanita terus bermuka masam di hadapan suami, berkata dengan kata kasar, atau ada nusyuz yang lebih terang-terangan seperti selalu enggan jika diajak ke ranjang, keluar dari rumah tanpa izin suami, menolak bersafar bersama suami, maka suami perlu menyelesaikan permasalahan ini dengan jalan yang telah dituntukan oleh Allah Ta’ala.

Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

Ada tiga tahapan dalam ayat ini yaitu diberi nasehat, di pisah ranjang dan terakhir di pukul. Ya Rabb saya berlindung dari cara terakhir, walaupun diizinkan olehMu, ngga tega.

Oke disini sudah adzan ashar, pembahasan tentang perkara ini saya cukupkan, poin pentingnya untuk para wanita agar menghindari sikap nusyuz adalah pelajari kewajiban istri, begitupula lelaki wajib memahami kewajibannya selaku suami agar kemaslahatan mampu diperoleh oleh kedua belah pihak.

Jadi, kasus istri yang memisah ranjang dengan suaminya masuk kategori apa dong? Perkara ini perlu rincian, seperti kenapa bersikap demikian dan dari kapan sampai kapan mau bersikap demikian perlu digali terlebih dahulu. Lalu? Lalu tanyakan kepada Ulama. :)

Semarang, 14 Ramadhan 1438 H

Eko Bambang Fitriyanto

Am i ready?

13 hari lagi menunggu akad..bersediakah aku?
Mcm2 rasa..x percaya pun ada..takut..ngeri..
Manusia banyak dosa mcm aku ni..Allah maha Besar..maha Mengetahui..
Moga Allah mudahkan dari awal hingga akhir..aamiin..

Jangan Ditangisi Haid Itu | Ramadhan

Ramadhan tiba lagi dengan sajian pahala yang berganda-ganda.  Dalam kita rancak menyusun perancangan sebulan ibadah kita, tentu sahaja terdetik di hati, “ Alaaa, janganlah period kali ni datang pada akhir 10 ramadhan. Tengah pecutan maximum tu”. Atau pun “ Haa? Period datang double bulan ni? Awal dan akhir? Kenapa Allah uji ana sampai macam ni sekali? Ini dikira nikmat atau dugaan? ” dan pelbagai lagi keluhan  yang biasa saya terdengar keluar dari mulut ukhti-ukhti saya.
 
Saya pasti, seorang muslimah yang menyedari akan mahalnya harga satu detik di dalam bulan yang penuh keberkatan  ini pasti tidak mahu mensia-siakannya.  Sudahlah Ramadhan datang sebulan setahun, pastilah mahu  memecut sehabis daya kan?
 
Jadi, anda nak buat apa ni? Makan pil supaya tak didatangi haid sepanjang Ramadhan?  Jangan!  Ubat-ubatan ini kadang- kadang tidak memberikan kesan yang diharapkan malah lebih mengganggu kestabilan hormone.
 
Atau anda mahu menangis dan menyesal dicipta sebagai perempuan lalu mengomel  ‘"Untunglaa jadi lelaki..“?
 
Sekali lagi jangan! kerana Allah berfirman:
 
“Dan janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia yang Allah telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). ”(Kerana telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa yang mereka usahakan;“ (maka berusahalah kamu) dan pohonkanlah kepada Allah akan limpah kurnianya. Sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. “(An-Nisa’:32)
 
Sememangnya perasaan sedih pasti akan lahir dari hati seorang muslimah yang sangat mengharapkan keampunan dan ganjaran daripada Tuhannya. Sedangkan, Saidatina Aisyah R.A sendiri pernah menitiskan air mata kesedihan kerana merasakan hilangnya peluang beramal dengan kedatangan haid.
 
Haid sebenarnya bukanlah satu perkara yang buruk, bukan jua satu kekurangan yang patut dikesali, kerana di sebaliknya masih ada peluang merebut ganjaran di bulan yang mulia ini.
 
REDHA DENGAN KETENTUAN ALLAH DAN BERSANGKA BAIK
 
Redha ialah senang hati menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita sema ada baik atau buruk. Dan redha dalam beribadah ialah beribadah seperti mana yang diperintahkan untuk kita lakukan, bukan sebagaimana yang kita suka untuk melakukannya.
 
Anda perasan tak, bila anda tidak berpuasa kerana haid, sebenarnya anda mendapat pahala kerana mentaati perintah Allah. Ini kerana Allahlah yang memerintahkan kita untuk berpuasa pada hari-hari kita tidak didatangi haid, dan Allah jualah yang memerintahkan kita untuk berbuka ketika sedang haid, maka berpuasa ketika haid merupakan suatu dosa kerana anda dikira melanggar perintah-Nya.
 
Maha Besar Allah, Dia-lah Sebaik-baik Pencipta, selalu meletakkan hikmah pada makhluk yang diciptakan-Nya. Oleh itu, jika kita benar-benar redha dengan apa yang ditentukan Allah untuk golongan Hawa seperti kita, maka tidak akan timbul isu berkurangnya pahala kerana kita tidak boleh solat dan puasa.
Kita hanya dilarang oleh Allah untuk solat, puasa, tawaf dan membaca Al-quran (menurut khilaf ulama’) Sedangkan tanpa kita sedari, sebenarnya pintu-pintu syurga masih terbuka luas untuk kita dan para malaikat masih memanggil-manggil pencari kebaikan.
Namun, masa haid bukanlah masa berehat dari ibadah, kerana sesungguhnya dalam sehari-semalam itu masih ada banyak amalan yang masih boleh dikerjakan oleh wanita haid.
 
1-      Sediakan juadah berbuka puasa
 
“"Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, dia akan mendapat pahala sepertinya, dan ianya tidak akan mengurangkan pahala orang yang berpuasa sedikitpun"”(Riwayat Tarmizi).
 
Seorang muslimah yang solehah akan sentiasa memburu pahala. Dia tidak akan mensia-siakan peluang beramal. Mari kita memudahkan urusan ukhti-ukhti kita yang berpuasa. Mudahkan mereka beribadah. Niatkan memasak juadah itu kerana Allah. Mana lah tahu, sambal ayam, atau Ikan Asam Pedas yang anda sediakan itu yang akan membawa anda ke SyurgaNya nanti!
 
2.  Bangun Sahur bersama-sama
Seperti juga menyediakan juadah berbuka, tiada salahnya jika kita dapat menyertai mereka bersahur. Lagi Osem jika anda boleh menyediakannya, dan biarkan ukhti anda bangun qiamullail. Mintakan sekali dia mendoakan anda. Tidak perlu masak yang renyah dan susah-susah, cukup sahaja telur masak kicap. Sambil-sambil anda memasak, bolehlah berzikir atau mendengar ayat al-quran. InsyaAllah akan terasa sekali roh qiamullai walaupun anda berada di dapur!
 
3.  Tadabbur Al-quran atau mendengar bacaan Al-quran
 
Jika kita dilarang untuk membaca Al-quran **, tidak salah jika kita mendengar bacaan Al-quran. Tukarkan senarai Playlist di dalam Handphone anda dan isikan dengan  mp3 Al-quran. Sekurang-kurangnya jika kita tak sempat untuk khatam Al-quran, kita sudah khatam mendengar bacaan Al-quran. Mari kita membudayakan mendengar Al-quran  di mana-mana anda berada. Di dalam kenderaan, sedang memasak di dapur, sedang melipat pakaian, menyapu sampah malah ketika belajar.
 
4.  Istighfar, zikir, Maathurat dan Selawat ke atas Nabi
 
Kali ini mari kita tukar jadual ibadah kita. Jika selama ini kita mengambil 10 minit untuk mengerjakan solat Zohor. Ketika haid, kita gunakan juga 10 minit itu untuk istighfar, zikir, membaca maathurat, berdoa, dan selawat keatas Nabi SAW. Berzikir boleh dilakukan wanita haid. Hal ini lebih baik daripada sekadar membiarkan lisan dan hati kita lalai dari mengingat Allah. Atau membiarkan lisan dan hati kita untuk hal-hal maksiat seperti mengumpat dan membicarakan serta memikirkan hal yang sia-sia. Dzikir selain dapat mengingatkan kita pada Allah, menenteramkan hati juga mendatangkan pahala.
 
5.  Menyibukan diri dengan ketaatan dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.
 
Lazimi diri kita untuk tidak membuang masa begitu sahaja. Andai futur ketika haid, jangan biarkan begitu sahaja. Dampingi rakan-rakan yang solehah, hadiri majlis-majlis ilmu (dengan syarat bukan dilaksanakan di dalam masjid), dengarkan rakaman ceramah-ceramah atau hiasi masa anda dengan membaca buku-buku tarbiah dan buku-buku agama. Kegiatan ini juga menghindarkan kita dari angan-angan kosong atau sekadar melamun tanpa guna atau membiarkan waktu berlalu tanpa faedah.
 
6.  Infaq/ sedekah
 
Bersedekah umpama kita sedang menabung dalam tabung dan saham akhirat kita. Ganjarannya diganda-gandakan pada bulan Ramadhan. Tambahan, banyak tabung-tabung kebajikan, tabung anak yatim, tabung Palestine dan Syria yang akan diedarkan sekitar bulan Ramadhan ini, boleh lah kita membelanjakan wang kita ke sana.
 
7. Istiqamah (Terus) membuat perkara-perkara sunat yang sudah biasa dilakukan
 
Tak hanya itu, teruskan sahaja amalan sunat yang seharian anda biasa lakukan. Jangan dikurangi dosenya hanya kerana anda haid. Melakukan tugas harian sebagai isteri, ibu, housemate, anak yang baik,  selagi mana  dilakukan dengan tulus juga dikira sebagai ibadah. Insyaallah boleh menjadi pengisi poket-poket amal kita, walaupun kita sedang terhalang dengan fitrah haid.
 
Terimalah fitrah wanita ini dengan ikhlas, tidak menyesalinya dan tidak berburuk sangka. Berkumpul dengan orang yang soleh dan ambillah semangat mereka. Juga, hormat mereka yang berpuasa dan jangan sewenang-wenangnya makan di khalayak ramai.  Maka, raikanlah Ramadhan penuh kesyukuran kerana kita, seorang WANITA.
 

– Usrah Darussalam gadistudunglabuh

RUQYAH MANDIRI
Latihan terapi Ruqyah Mandiri

1⃣ ada 6 surat yg dibacakan utk ruqyah mandiri :
1. AlFatihah (3x) tiup 3x
2. Ayat Kursi (3x) tiup 3x
3. AlKaafirun (3x) tiup 3x
4. An Nass (3x) tiup 3x
5. Al Falaq (3x) tiup 3x
6. Al Ikhlas (3x) tiup 3x

*) setiap selese bacaan lgs ditiup ke telapak tangan, atau ke air putih, minuman, makanan, atau sesuatu yg mau diruqyah

2⃣ stlh itu diusap2kan ke seluruh tubuh dr ujung kepala ke ujung kaki, semua bahkan ke kemaluan jg, tanda terdeteksi ada syaitonnya, biasanya merasakan :
1. sakit di bag.tubuh tertentu
2. mual dan muntah
3. batuk
4. ingin BAB, ingin BAK
5. sendawa
6. Merinding
7. Kesemutan
8. Panas, dingin ato panas dingin panas dingin

3⃣ usap2 terus bagian tsb (tanda2 terdeteksi syaitonnya) dgn terus membaca ayat kursi sampai keluhannya hilang

4⃣ cara ruqyah tempat (rmh, tmpt usaha, dll) /benda spt mobil motor ato barang kepunyaan qta bs dgn cara poin 1⃣ ditiup smbl agak sedikit meludah ke air dlm wadah ember ato baskom, lalu airnya di taro dlm alat semprot dan disemprot2 sekeliling objek yg mau diruqyah

🔸Syarat ruqyah :
1. diniatkan utk meruqyah, ikhlas krn Allah (tawakal ilallah) utk membebaskan+membentengi diri dr segala bentuk sihir dan mata jahat/panas (Ain)
2. bebaskan dari buhul (media sihir yg ada) spt : jimat, keris, jarum,dll
3. lepas atau buang semua posko2 yg bs dihuni syetan dirumah, spt patung makhluk bernyawa, gambar, dll
4. jauhkan diri dr perbuatan maksiat, misalnya merokok, musik, video porno, dll…, ( bahkan musik di ringtone hp saja bisa membuat syetan itu spt segar kembali

🔸sgt dianjurkan utk tdk memajang foto diri ato keluarga kita di socmed krn bisa jd media org yg hasad utk mengirim sihir ato ain ke kita, krn media ‘para abnormal’ / 'org tdk pintar’ / dukun adalah gbr ato foto

🔸ruqyahnya bs dibantu dgn merutinkan konsumsi kurma ajwa, air yg di diruqyah di rendemin daun bidara

Bisa juga mengkonsumsi bidara

🔸bener2 tawakal/yakin kpd Allah dgn terapi ruqyah yg qta lakukan…apalagi bila yg sdh merasa terkena sihir/ain (naudzubillahi min dzalik) lakukan rutin, jgn takut sm syaiton, krn klu qta tdk takut maka syaiton akan 'mengecil’ dan sebaliknya…syaiton itu kecil dan Allah Maha Besar.

Silahkan di share jika bermanfaat
=========================

When Allah talks to you

Ketika kamu meminta kemudahan dan kelancaran untuk urusanmu; tugas akhirmu, skripsimu, seminarmu, sidangmu, lalu secara spontan kamu membuka kitabmu acak, berharap menemukan jawaban Allah di dalamnya;


Lalu kau dapati kalimat “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan di bumi untuk (kepentingan)mu,”

Lalu selanjutnya Ia berkata, “Barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang pada buhul (tali) yang kokoh,”

Lalu Ia meneruskan,”Hanya kepada Allah lah segala urusan dikembalikan.

Lalu Ia bercerita bagaimana mudahnya Ia menciptakan dan membangkitkan; mudahnya Ia mengubah malam menjadi siang; mudahnya Ia membuat kapal berlayar di lautan dan menjamin keselamatannya;



Lalu kau menyadari, Allah Maha Besar dan masalahmu hanyalah seujung kuku dibanding kuasa yang Ia lakukan setiap hari.

[Luqman: 20-34]

KAHWIN. MEREKA SUDAH. KAU BILA LAGI?

Entry ini sesuai dibaca oleh mereka yang berumur 25 tahun dan ke atas. (kenapa 25 tahun? Sebab tu umur dah suku abad. Haha.) Sesesiapa yang bawah 25 tahun, nak baca jugak, kemudian merasa kebosanan atau ketidak fahaman perasaan, I tak tanggung hokaayy. Haha.

*Tarik nafas dan susun ayat*                        

Ok ini hikayat tentang Cik puteri yang mencari Encik puteranya. Phui. Acah2 puteri ler? Haha. Tak. Entry ini untuk gegadis sana yang mungkin macam sibuk sikit bila tiap kali hujung minggu diisi dengan attend walimah kawan-kawan, then kalau hangout sekarang sorang-sorang sebab kawan-kawan semua dah kahwin.Kemudian bila bukak-bukak newsfeed FB keluar gambar-gambar kahwin kawan yang cantik-cantik, baby comel-comel rasa macam aaaaaaa aaaaaaaa *jerit*. Bila turn aku untuk kahwin. Bilaaaaaaaaaaaaaaa. Haha.

Haih. Faham aaaaahhhh perasaan tu. Mesti da start gelabah ayam. Bila kawan sekolah kahwin gelabah ayam level 1. Bila kawan U kahwin gelabah ayam level 2. Kawan baik kahwin gelabah ayam level 3. Wahaha. Then pandang cermin cakap kat diri sendiri ‘Aku tak nak jadi forever alone. Tak nak tak nak!’ Meroyan sungguh nampaknya. Wahaha. *tangisan dalam ketawa*

*ketuk meja*

Entry ni tak de pun nak bagi tips macam ‘How you can date with someone’ atau ‘Cara mencari jodoh dengan cepat mudah dan mesra.’ (Macam pelik je tagline ni. *palm face*) Tak. Tak ada tips pun sebab yang menulis ni pun terkial-kial nak cari jodoh. Kah kah.

Cuma aku nak cakap, siapa je yang tak tertekan lagi-lagi perempuan bila dah umur selayaknya kahwin tapi jodoh kita tak muncul-muncul lagi. Lagi doubletertekan bila kawan-kawan baik semua dah kahwin tinggal kita terkapai-kapai sorang-sorang. Punya la forever alone sampai pergi mana-mana pun sorang-sorang. Lagi triple tertekan bila mak mak, makcik makcik, kawan mak, kawan makcik, jiran tetangga, orang kampung semua tanya ‘Bila nak kahwin?’ Pheww.

Ikut hati ni sekarang jugak laaa nak kahwin. Haha. Tapi jangan cakap bayang-bayang calon, bau calon suami pun tak ada langsung. *merenung keluar jendela* Haa yang mana umur bawah 25 tahun, yang mengada-ngada jugak nak baca entry ni, lepas tu gelakkan hakak-hakak korang yang lebih 25 tahun yang tak kahwin-kahwin ni, jangan nak suka sangat. Nanti kang takut tetiba sikit masa lagi, korang bukak balik entry ni lepas tu nangis-nangis baca sambil kata ‘I felt youuuuuu sistaaaa” Wahahah.

*bukak music muhasabah*

Macam ni lah, aku selalu muhasabah diri aku dengan cakap, nak kahwin macam mana dah kalau diri sendiri ni pemalas tahap dewa, masak tak pandai, baran dan emosi tak tentu hala. Maka berubahlah mana-mana perangai yang tak best tu, dalamilah mana-mana ilmu yang sepatutnya dan siapkan diri sehabis baik sebab bila masa tu dah sampai, kita dah bersedia insyaAllah untuk mewujudkan perkahwinan yang sakinah, mawaddah dan warahmah kerana perkahwinan satu fasa penting yang kalau kau tak ada ilmu dalam serba serbi, mau tenggelam timbul nak tempuh fasa tu.

Aku selalu pesan dekat diri, rezeki Allah ni luas. Ada orang rezeki dia sambung belajar, ada orang rezeki dia bekerja, ada org rezeki dia kahwin awal, ada orang rezeki dia dapat anak cepat. Semua tu rezeki Allah. Aku ni mungkin Allah nak suruh berbakti banyak-banyak dekat mak ayah dulu sebab nanti kalau da kahwin hak suami dah. Aku dah lah anak perempuan sorang dan sulung lagi. Maka, berbaktilah selagi boleh dan mampu.

Ada orang jodoh awal, ada orang jodoh lambat sikit, ada orang jodoh mudah, ada orang jodoh payah sikit. Kenapa harus bersedih. Takdir kita Allah yang tentukan. Allah yang tentukan. Allah. Diulangi, Allah. Ehem. Allah itu Maha Besar dan tiada yang besar di hati ini selain Allah. Allah itu maha Mengetahui yang terbaik buat kita. Cuma kita yang kena belajar untuk melihat dari semua sisi dan segi. Mencari hikmah dari setiap yang terjadi. Didik diri untuk sentiasa bergantung harap pada Allah, berlapang dada dalam segala ketentuan dan sentiasa menjadi hamba yang bersangka baik pada Allah.

*kesat hingus*

Kau tahu, orang yang bekerja akan rasa belajar seronok lagi dan orang yang belajar pulak akan rasa kerja seronok lagi. Then orang yang belum kahwin akan kata bestnye dah kahwin. Orang yang dah kahwin pulak akan kata rindu zaman bujang. That is irony of life. Manusia tak pernah nak hargai apa yang ada depan mata,. Jadi, tolong cuba belajar menikmati dan mensyukuri apa yang kita ada.For the time being, just enjoy being single bebeh. Nanti dah kahwin enjoy jadi duo plak. Haha. Dah ada anak ramai-ramai enjoy jadi kumpulan koir. Wahaha.

Dan,
Aku selalu pujuk hati aku dengan cakap, jodoh yang tepat akan datang pada waktu yang tepat dengan orang yang tepat. Maka bersabarlah kerana salah salah satu kekuatan adalah kekuatan menunggu yang pastinya dengan izin Tuhan. *sengih* (pehal macam penunggu gua plak rasa.)

Homaaiii tak sedar plak panjang bebelan dalam entry ni. Kah kah. Ahh bila orang tanya ‘Hang ni kahwin bila?’ jawab balik ‘Hang rasa jodoh sampai awai ka maut sampai awai?’ *sambil angkat kening* Ok tak. Tak. Jangan kasar sangat walau itu hakikat. Haha. Just cakap tengah tunggu jodoh pilihan Allah datang naik kuda bawak cincin berlian bertakhtakan permata. Then gelak-gelak sikit buat macam hati tu acah-acah kebal dengan soalan macam tu. Haha.

Kahwin. Mereka sudah kau bila lagi?
Bila Allah kata ‘kun faya kun’ (Jadilah, maka jadilah ia.)
Masa tu kau dapatlah kad walimah aku. *aman tanpa perang*

God has a reason for allowing things to happen. We may never understand His wisdom, but we simply have to trust His will.

* * * * * * * ** * * * * * * ** * * * *
Kita selalu fikir,

Dah habis belajar mesti akan dapat kerja.
Dah sampai masa kita mesti kahwin.
Dah kahwin jodoh mesti berkekalan sampai bila-bila.
Lepas kahwin mesti akan dapat anak.
Dapat anak mesti yang comel-comel

Tapi pernah tak kita fikir,
Kadang lepas habis belajar, kita tak dapat kerja.
Kadang sampai masa, maut yang menjemput kita.
Kadang kita kahwin tapi takdirnya tak kekal lama.
Kadang dah kahwin bertahun pun tetap tak dapat cahaya mata.
Kadang bila dapat anak yang lahir tu tak sempurna.

Satu aku nak cakap.
Jadi manusia, jangan cepat rasa kecewa.
Semuanya sedang berada dalam ujian masing-masing.
Ujian kesenangan atau kesusahan.
Allah will give you more than you have expected.
Hanya kepada Allah ku adukan susah dan sedih ku.
Yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati ini selain Dia. (Salim A. Fillah.)


Ilmu Rumahtangga

“Lelaki mesti menjaga keluarganya, kerana dia takkan masuk syurga seorang diri. Rasulullah ﷺ mengatakan;

"Barangsiapa yang diberikan tiga orang anak perempuan oleh Allah سبحانه وتعالى, dan dididiknya dengan baik sehingga baligh, maka anak perempuan itu akan menjadi pendinding daripada api neraka.”

"Seorang ibu bertanya;

“Kalau dua orang bagaimana?”

Jawab Rasulullah ﷺ, “Pun sama.”

Dalam riwayat lain disebutkan kalau dua anak perempuan dididik dengan betul akan menjadi sebab ibu bapanya untuk masuk syurga.

Dalam riwayat lain pula disebutkan kalau seseorang ada dua anak perempuan dan dididik dengan betul akan macam ni dengan aku, sambil menunjukkan kedudukan jari manis dan jari kelingking, yakni bermaksud duduk sangat dengan Nabi ﷺ.”

“Oleh itu, lelaki perlu bertanggungjawab kepada isteri, anak perempuan, adik-beradik perempuan supaya orang perempuan dapat apa yang sepatutnya diperolehi daripada orang lelaki. Maka perempuan-perempuan yang soleh itu ialah yang taat, kepada Allah سبحانه وتعالى, dan suaminya, dan yang memelihara kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipelihara, ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemuliharaan Allah dan pertolongan-Nya.”

“Perempuan yang yang dimaksudkan secara khusus ialah isteri atau perempuan di bawah jagaan lelaki, hendaklah menjadi solehah sifatnya, taat, dan menjaga kehormatannya. Dalam hadis Rasulullah ﷺ bersabda;

"Sebaik-baik perempuan ialah kalau kamu lihat kepadanya akan menggembirakan kamu, kalau kamu perintah padanya, dia taat, dan kalau kamu tidak ada bersamanya, perempuan itu menjaga kamu pada harta, diri dan maruahnya.”

“Yakni maksudnya, bukan ketiadaan suami, bapa, abang, adik membolehkan perempuan keluar ke mana saja seperti keluar dari penjara, dan berbuat apa saja yang dia nak. Perempuan yang dihantar bapanya untuk belajar di universiti, duduk di asrama, dia mesti menjaga kehormatannya untuk tidak duduk berdua-duaan dengan lelaki. Jika tidak, dia tidak menjaga hak bapanya.”

“Tidak boleh keluar melancong dengan lelaki lain, agar tidak khianat amanah bapanya. Apa kata Allah سبحانه وتعالى dalam ayat ini? Perempuan yang menjaga dirinya maruahnya ketika "ghaib”, yakni dalam keadaan tidak dilihat oleh penjaganya, baik itu suami bapa abang adiknya.“

"Berapa ramai zaman sekarang ini yang terkadang mak bapa juga mengabaikan anaknya berjalan keluar dengan siapa? Dan bukan ghaib lagi, tapi di depan mata. Ibu bapa yakin dengan anaknya sedangkan Rasulullah ﷺ tidak yakin. Sabda baginda, “Tidak berduaan lelaki dan perempuan kecuali yang ketiga ialah syaitan.”

"Orang zaman sekarang memanipulasi hadis ini dan kata “Tak apa, mereka takkan buat apa-apa.” Ini meletak amanah, keyakinan bukan pada tempatnya. Maka, sifat perempuan solehah adalah menjaga maruahnya ketika ketiadaan lelaki, dengan tidak membiarkan sesiapa saja masuk ke rumahnya!

Jaga hak Allah سبحانه وتعالى.”

“Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka, nusyuz hendaklah kamu menasihati mereka, dan jika mereka berdegil, pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan, kalau juga mereka masih degil pukullah mereka dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarnya. Bukan dengan memudaratkan.“

“Nusyuz” derhaka, tidak taat. “Pulaukan..” bermakna pulaukan di tempat pembaringan tidur dan bukan untuk suami tinggalkan untuk tidur di hotel atau ke luar negara. Nabi ﷺ melarang seseorang yang ingin menghukum isterinya untuk meninggalkannya. Yakni, maksudnya dipulaukan untuk tidak dihampiri di rumahnya.”

“Dipukul’, apa maknanya? Adakah Islam kejam seperti yang diwar-warkan oleh golongan orientalis. Apa maksud ‘pukul isteri’? Kita mesti melihat ayat ini tentang isteri yang derhaka. Saya yakin semua orang sepakat sesiapa yang bersalah, dia layak dihukum. Tak kira jenis pelanggaran undang-undang, jika dilanggar ada hukumannya dan hukum berbeza dan bergantung pada kesalahan yang dilakukan.”

“Adalah menjadi kebiasaan dalam rumah tangga berlaku perselisihan antara suami atau isteri, tetapi tidak semua permasalahan boleh dianggap sebagai nusyuz dan isteri boleh dipukul. Tidak, bukan seperti itu. Perlu belajar dulu, perselisihan dalam rumahtangga ada kalanya perkara yang wajar. Kita tidak tahu pasang-surut hubungan suami-isteri kecuali ada bergaduh sikit, tapi tak bolehlah sering sangat.”

“Nabi ﷺ tidak pernah angkat tangan pukul isteri, anak apatah lagi orang lain. Dalam jihad pun Nabi ﷺ cuma beberapa kali sahaja ketika orang mencabar kepada baginda. Nabi ﷺ tak pernah angkat tangan untuk pukul orang. Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه وأرضاه mengatakan ayat ini; "Dan boleh pukul isteri hanya jika isteri derhaka, dan bukan untuk perselisihan yang kecil-kecil.”

“Dalam rumahtangga Rasulullah ﷺ pun terkadang berlaku perselisihan dengan isteri-isteri baginda. Kisah Rasulullah dan Aisyah berselisih faham, dan minta Sayyidina Abu Bakar jadi orang tengah, tetapi akhirnya Aisyah tersilap cakap tentang Rasulullah ﷺ, dan Sayyidina Abu Bakar marah kepada Aisyah dan ingin memukulnya. Aisyah akhirnya bersembunyi di belakang Nabi ﷺ untuk berlindung.”

“Sayyidina Abu Bakar belum reda marahnya kepada Aisyah, tetapi Rasulullah sudah berbaik dengan Siti Aisyah. Tiada masalah yang menginap lama di rumah Rasulullah, terus diselesaikan. Namun hari ini, pelbagai warna-warni orang merajuk sehingga ada yang keluar rumah. Teladani orang yang paling baik, iaitu Nabi Muhammad ﷺ.”

“Maka, yang dimaksudkan dengan nusyuz bukanlah hal-hal yang biasa terjadi dalam rumahtangga. Tidak dianggap nusyuz jika tidak buat kopi di rumah, atau kurang layanan kerana letih. Tetapi dianggap nusyuz bagi perkara yang prinsip perbuatan yang memang menghina kepada lelaki, tidak memberi penghormatan pada suaminya, dan sikap yang melanggar kepada hukum syarak. Maka, di sini barulah lelaki boleh tegas menghukum.”

“Allah سبحانه وتعالى suruh nasihatkan dulu, bukan terus pukul. Sampai bila? Sampai sudah ‘fed up’, tetapi nasihat tidak mendatangkan manfaat, kemuadian pulaukan di rumahnya, bukan keluar rumah, jika itu pun tidak bermanfaat juga, baru boleh dipukul. Mesti ikut tertib, dan bukan terus pukul! Mulakan dengan nasihat, pulau, dan kemudian jika tak bermanfaat, baru pukul. Pukulan pula mesti yang tidak memudaratkan, bukan pukulan yang mencederakan. Bagaimana bentuk pukulan?”

“Nabi Ayub عليه السلام pernah marah pada isterinya, dan bersumpah; “Demi Allah, nanti aku sihat aku akan pukul kamu dengan seratus pukulan.” Kemudian bila sudah sembuh, dia sedar dia telah tersilap sumpah sebelum itu. Tetapi oleh kerana sudah sumpah, sama ada langgar sumpah atau kena tunaikannya.”

“Lalu Allah سبحانه وتعالى ajarnya untuk ambil seratus lidi halus, dan dipukul isterinya sekali. Dipukul sekali seakan-akan menyamai seratus kali. Allah سبحانه وتعالى ajarkan demikian agar orang tak kejam pada orang rumahnya. Walaupun menghukum, pukulan itu adalah pukulan rahmat dan bukan pukulan melepas geram.”

“Dalam Al-Quran disebutkan se’detail’ ini tatacara berhadapan masalah dalam rumahtangga. Ini menunjukkan kepentingannya. Rumahtangga anda adalah tanggungjawab anda kepada Allah."Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar.”

"Jika mereka taat, jangan ada tersimpan dendam kepada mereka yakni isteri. Ayat berikutnya menceritakan masalah yang tidak boleh diselesaikan antara suami dengan isteri, dan bagaimana menghadapinya.”

“Kalau tengok dalam Al-Quran, ayat tentang hukum hakam sikit saja, tapi ayat dalam hubungan antara manusia, kehidupan rumahtangga, dijelaskan dengan panjang dunia begitu terperinci. Allah سبحانه وتعال mengkehendaki rumahtangga yang harmoni, yang tenteram, damai, tiada bising sehingga dikupas ayat-ayat dalam Al-Quran untuk membimbing dalam kehidupan rumahtangga supaya rukun, harmoni, damai dalam rumahtangga.”

—  Sayyidil Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al-Hamid
Tulisan : Umur Mimpi

Dengan orang yang tepat, impianmu akan menjadi hebat.

Masing-masing kita memiliki impian yang besar. Ada yang kemudian memendamnya karena tidak berani mewujudkannya. Ada yang begitu ingin mewujudkannya tapi belum tahu caranya. Ada yang sedang berusaha mewujudkannya sekalipun itu seumur hidup menempuhnya.

Umur Impian itu bisa jadi pendek. Ketika berbenturan pada situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kita mewujudkannya. Terkungkung oleh jam kerja, harus berpindah kota, harus mengalah karena orang tua, harus lebih banyak bicara realita, dan bertemu dengan orang yang tidak bisa diajak untuk mewujudkannya.

Betapa beruntungnya orang yang memiliki kesempatan untuk mewujudkan impiannya, memiliki dukungan dari orang di sekitarnya, dan bertemu dengan partner yang tepat untuk ikut membangun impiannya sejak awal. Sejak impian masih berupa kata-kata, belum berupa tindakan.

Sejak kekhawatiran itu bisa dibagi, didiskusikan jalan keluarnya, dicarikan celahnya, dikuatkan kepercayaannya, didampingi kala katakutannya. Impian itu mungkin besar, tapi kita tahu bahwa ada Allah Yang Maha Besar. Karena segala sesuatunya bisa menjadi mungkin, sepanjang seseorang berusaha mengubah takdir mimpinya.

Impian itu akan tetap menjadi impian bila tidak segera bangun untuk mewujudkannya. Hari ini, hari ketika usia kita masih muda. Di mana kita tengah berada dalam persimpangan hidup, Quater Life Crisis. Kita tengah diuji pula sejauh mana kita akan memperjuangkan impian kita. Bahkan idealisme kita ketika dulu duduk di bangku kuliah pun tengah diuji. Di tengah gempuran tuntutan hidup yang semakin duniawi, kita harus membuat keputusan. Keputusan penting yang berdampak pada impian kita. Akankah impian mati atau terus hidup.

Rumah, 13 Agustus 2015 | ©kurniawangunadi

ANAK KITA MENGENALKAN SIAPA DIRI KITA...


1.Jika anakmu BERBOHONG, mungkin sebab engkau MENGHUKUMYA TERLALU BERAT.

2.Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI, mungkin sebab engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT

3.Jika anakmu KURANG BERBICARA, mungkin sebab engkau TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA

4.Jika anakmu MENCURI, mungkin sebab engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.

5.Jika anakmu PENGECUT, mungkin sebab engkau selalu MEMBELANYA.

6.Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,mungkin sebab engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.

7.Jika anakmu PEMARAH, mungkin sebab engkau KURANG MEMUJINYA.

8.Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS,mungkin sebab engkau TIDAK BERKONGSI DENGANNYA.

9.Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN, mungkin sebab engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.

10.Jika anakmu LEMAH, mungkin sebab engkau SUKA MENGANCAMNYA.

11.Jika anakmu CEMBURU,mungkin sebab engkau MENELANTARKANNYA.

12.Jika anakmu MENGANGGUMU, mungkin sebab engkau KURANG MENCIUM & MEMELUKNYA

13.Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU,mungkin sebab engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

14.Jika anakmu TERTUTUP,mungkin sebab engkau TERLALU SIBUK.

————————————————


SUBHANALLAH…

Inilah bahagian terkecil dari kebesaran ALLAH untuk kita. ALLAH Maha Besar. Dan ALLAH tidak segan menunjukkan siapa diri kita dengan mencerminkan anak kita. Maka dari itu, berubahlah menjadi peribadi yang baik, bertaqwa kepada ALLAH, dan takut kepadaNya. Dan bimbinglah anak kita agar dia menjadi generasi penerus bangsa, penerus dakwah, dan penerus sebagai doa jariyah buat kita kelak.

Semoga ALLAH perkenankan kita untuk mendapatkan anak yang soleh solehah. Dan yang belum punya anak, semoga ALLAH beri segera anak yang soleh solehah. Dan yang belum menikah, Semoga ALLAH memberikannya jodoh dan segera dimantapkan hati untuk menikah dengan pasangan yang dikehendaki. Aamiin

-Ustaz Yusuf Mansyur-

Karena KOMUNIKASI Adalah Inti Dari Sebuah Hubungan.

Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.

Takbir
Takbiratul Ihram —> ALLAAHU AKBAR
(Allah Maha Besar)
Iftitah

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)

Al Fatihah

Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali.
Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin
(Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an'am, ta ‘alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.

Ruku’
Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :

Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)

—> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa :

“Rasulullaah SAW, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”
(Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

I'tidal
Pada saat ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:
Sami'allaahu, li, man, hamida, hu
“Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

“Apabila imam mengucapkan “sami'allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami'allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”.

Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kesmpurnaan lafadzh diatas :

mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba'du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
(Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)

Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

Duduk antara dua Sujud

Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW mengucapkan :

Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii
wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i.
Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)

2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : —> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.
(Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan).

Assalaamu ‘alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya).

Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh).

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
(Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah).

Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.
(Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).


Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu ‘alannabiy
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi).


Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat

Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad.
(Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim.
(Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Wa 'barikh alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad.
(Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim.
(Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid.
(Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).

Salam

“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
———————————————————————————
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.

Yuk memaknai setiap pertemuan dengan-Nya :)

Source: islamdiaries

Allah Yang Maha Besar tanpa dibela pun takkan berkurang kebesaran-Nya. Allah Yang Maha Agung tanpa dibela pun akan tetap agung sepanjang masa. Lalu, ketika agama-Nya dinista, tanpa dibela pun akan tetap menemui kemenangan karena telah dijanjikan oleh-Nya. Namun, ini tentang kecemburuan saat ayat Allah dikatakan dusta, apa salahnya jika orang yang menyebut dirinya Muslim melakukan pembelaan? Itu yang disebut iman, itu yang dinamai mahabbatullah (cinta Allah). Hingga kelak di yaumul hisab saat ditanya, “Ketika kalam-Ku dihina apa yang kamu lakukan?” kita punya jawaban yang diberikan tanpa keraguan.
—  Jika mampu mendukung dengan tangan, kaki, dan seluruh jasad, maka hadirlah di aksi bela Quran.
Jika mampu mendukung dengan harta, sumbangkanlah untuk amunisi makan, minum dan tempat tinggal sementara bagi mereka yang hadir di sana.
Jika mampu mendukung dengan hati, maka doakanlah kelancaran dan keberkahan acara hari ini.
Jika tidak sepakat, bukankah diam dan tidak berkomentar sembarangan lebih baik?
Tulisan : Mencintai Takdir

Aku menyaksikan bahwa takdir itu bekerja melampaui asumsi kita atas hidup kita sendiri. Mungkin hari ini kita bercita menjadi sesuatu, ternyata proses hidup kita menunjukkan jawaban yang lain. Mungkin hari ini kita mendamba pasangan hidup seorang dokter, tapi bukan tidak mungkin semuanya menjadi berbeda.

Kita bergerak pada perjalanan yang kita pilih. Apa yang sedang kita lakukan pun turut mengubah jalan hidup orang lain. Kita bergerak sekaligus digerakkan. Kita banyak tidak menyadari perubahan hidup kita karena kita terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan. Setiap kali kita membuat keputusan, saat itulah cerita hidup kita berubah.

Kita jangan menutup diri atas semua kemungkinan. Kita jangan menutup diri atas perubahan hidup kita nanti. Kita pun tidak perlu khawatir bila apa yang kita cita ataupun dambakan tidak sesuai ekspektasi rencana yang kita buat.

Karena ada alasan atas semua itu. Ada pesan yang sedang ingin disampaikan kepada kita. Kita hanya perlu menjalani dengan sebaik-baiknya apapun yang sedang kita jalani hari ini.

Tidak ada masalah yang besar karena kita memiliki Allah Yang Maha Besar. Tidak perlu khawatir karena kita memiliki senjata terkuat untuk menjaga langkah hidup kita tetap di jalan-Nya. Doa.

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan buka pula jalan mereka yang sesat.

Bukittinggi, 9 Maret 2015 | ©kurniawangunadi

Ilmu Rumahtangga

“Lelaki mesti menjaga keluarganya, kerana dia takkan masuk syurga seorang diri. Rasulullah ﷺ mengatakan; "Barangsiapa yang diberikan tiga orang anak perempuan oleh Allah سبحانه وتعالى, dan dididiknya dengan baik sehingga baligh, maka anak perempuan itu akan menjadi pendinding daripada api neraka.”

"Seorang ibu bertanya; “Kalau dua orang bagaimana?” Jawab Rasulullah ﷺ, “Pun sama.” Dalam riwayat lain disebutkan kalau dua anak perempuan dididik dengan betul akan menjadi sebab ibubapanya untuk masuk syurga. Dalam riwayat lain pula disebutkan kalau seseorang ada dua anak perempuan dan dididik dengan betul akan macam ni dengan aku, sambil menujukkan kedudukan jari manis dan jari kelingking, yakni bermaksud duduk sangat dengan Nabi ﷺ.”

“Oleh itu, lelaki perlu bertanggungjawab kepada isteri, anak perempuan, adik-beradik perempuan supaya orang perempuan dapat apa yang sepaturnya diperolehi daripada orang lelaki. Maka perempuan-perempuan yang soleh itu ialah yang taat, kepada Allah سبحانه وتعالى, dan suaminya, dan yang memelihara kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipelihara, ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemuliharaan Allah dan pertolongan-Nya.”

“Perempuan yang yang dimaksukan secara khusus ialah isteri atau perempuan di bawah jagaan lelaki, hendaklah menjadi solehah sifatnya, taat, dan menjaga kerhormatannya. Dalam hadis Rasulullah ﷺ bersabda; "Sebaik-baik perempuan ialah kalau kamu lihat kepadanya akan menggembirakan kamu, kalau kamu perintah padanya, dia taat, dan kalau kamu tidak ada bersamanya, perempuan itu menjaga kamu pada harta, diri dan maruahnya.”

“Yakni maksudnya, bukan ketiadaan suami, bapa, abang, adik membolehkan perempuan keluar ke mana saja seperti keluar dari penjara, dan berbuat apa saja yang dia nak. Perempuan yang dihantar bapanya untuk belajar di universiti, duduk di asrama, dia mesti menjaga kehormatannya untuk tidak duduk berdua-duaan dengan lelaki. Jika tidak, dia tidak menjaga hak bapanya.”

“Tidak boleh keluar melancong dengan lelaki lain, agar tidak khianat amanah bapanya. Apa kata Allah سبحانه وتعالى dalam ayat ini? Perempuan yang menjaga dirinya maruahnya ketika "ghaib”, yakni dalam keadaan tidak dilihat oleh penjaganya, baik itu suami bapa abang adiknya.“

"Berapa ramai zaman sekarang ini yang terkadang mak bapa juga mengabaikan anaknya berjalan keluar dengan siapa? Dan bukan ghaib lagi, tapi di depan mata. Ibu bapa yakin dengan anaknya sedangkan Rasulullah ﷺ tidak yakin. Saba baginda, “Tidak berduaan lelaki dan perempuan kecuali yang ketiga ialah syaitan.”

"Orang zaman sekarang memanipulasi hadis ini dan kata “Tak apa, mereka takkan buat apa-apa.” Ini meletak amanah, keyakinan bukan pada tempatnya. Maka, sifat perempuan solehah adalah menjaga maruahnya ketika ketiadaan lelaki, dengan tidak membiarkan sesiapa saja masuk ke rumahnya! Jaga hak Allah سبحانه وتعالى.”

“Dan perempuan-perempuan yang kamu bimbang melakukan perbuatan derhaka, nusyuz hendaklah kamu menasihati mereka, dan jika mereka berdegil, pulaukanlah mereka di tempat tidur, dan, kalau juga mereka masih degil pukullah mereka dengan pukulan ringan yang bertujuan mengajarnya. Bukan dengan memudaratkan.“

“Nusyuz” derhaka, tidak taat. “Pulaukan..” bermakna pulaukan di tempat pembaringan tidur dan bukan untuk suami tinggalkan untuk tidur di hotel atau ke luar negara. Nabi ﷺ melarang seseorang yang ingin menghukum isterinya untuk meninggalkannya. Yakni, maksudnya dipulaukan untuk tidak dihampiri di rumahnya.”

“Dipukul’, apa maknanya? Adakah Islam kejam seperti yang diwar-warkan oleh golongan orientalis. Apa maksud ‘pukul isteri’? Kita mesti melihat ayat ini tentang isteri yang derhaka. Saya yakin semua orang sepakat sesiapa yang bersalah, dia layak dihukum. Tak kira jenis pelanggaran undang-undang, jika dilanggar ada hukumannya dan hukum berbeza dan bergantung pada kesalahan yang dilakukan.”

“Adalah menjadi kebiasaan dalam rumah tangga berlaku perselisihan antara suami atau isteri, tetapi tidak semua permasalahan boleh dianggap sebagai nusyuz dan isteri boleh dipukul. Tidak, bukan seperti itu. Perlu belajar dulu, perselisihan dalam rumahtangga ada kalanya perkara yang wajar. Kita tidak tahu pasang-surut hubungan suami-isteri kecuali ada bergaduh sikit, tapi tak bolehlah sering sangat.”

“Nabi ﷺ tidak pernah angkat tangan pukul isteri, anak apatah lagi orang lain. Dalam jihad pun Nabi ﷺ cuma beberapa kali sahaja ketika orang mencabar kepada baginda. Nabi ﷺ tak pernah angkat tangan untuk pukul orang. Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه وأرضاه mengatakan ayat ini; "Dan boleh pukul isteri hanya jika isteri derhaka, dan bukan untuk perselisihan yang kecil-kecil.”

“Dalam rumahtangga Rasulullah ﷺ pun terkadang berlaku perselisihan dengan isteri-isteri baginda. Kisah Rasulullah dan Aisyah berselisih faham, dan minta Sayyidina Abu Bakar jadi orang tengah, tetapi akhirnya Aisyah tersilap cakap tentang Rasulullah ﷺ, dan Sayyidina Abu Bakar marah kepada Aisyah dan ingin memukulnya. Aisyah akhirnya bersembunyi di belakang Nabi ﷺ untuk berlindung.”

“Sayyidina Abu Bakar belum reda marahnya kepada Aisyah, tetapi Rasulullah sudah berbaik dengan Siti Aisyah. Tiada masalah yang menginap lama di rumah Rasulullah terus diselesaikan. Namun hari ini, pelbagai warna-warni orang merajuk sehingga ada yang keluar rumah. Teladani orang yang paling baik, iaitu Nabi Muhammad ﷺ.”

“Maka, yang dimaksudkan dengan nusyuz bukanlah hal-hal yang biasa terjadi dalam rumahtangga. Tidak dianggap nusyuz jika tidak buat kopi di rumah, atau kurang layanan kerana letih. Tetapi dianggap nusyuz bagi perkara yang prinsip perbuatan yang memang menghina kepada lelaki, tidak memberi penghormatan pada suaminya, dan sikap yang melanggar kepada hukum syarak. Maka, di sini barulah lelaki boleh tegas menghukum.”

“Allah سبحانه وتعالى suruh nasihatkan dulu, bukan terus pukul. Sampai bila? Sampai sudah ‘fed up’, tetapi nasihat tidak mendatangkan manfaat, kemuadian pulaukan di rumahnya, bukan keluar rumah, jika itu pun tidak bermanfaat juga, baru boleh dipukul. Mesti ikut tertib, dan bukan terus pukul! Mulakan dengan nasihat, pulau, dan kemudian jika tak bermanfaat, baru pukul. Pukulan pula mesti yang tidak memudaratkan, bukan pukulan yang mencederakan. Bagaimana bentuk pukulan?”

“Nabi Ayub عليه السلام pernah marah pada isterinya, dan bersumpah; “Demi Allah, nanti aku sihat aku akan pukul kamu dengan seratus pukulan.” Kemudian bila sudah sembuh, dia sedar dia telah tersilap sumpah sebelum itu. Tetapi oleh kerana sudah sumpah, sama ada langgar sumpah atau kena tunaikannya.”

“Lalu Allah سبحانه وتعالى ajarnya untuk ambil seratus lidi halus, dan dipukul isterinya sekali. Dipukul sekali seakan-akan menyamai seratus kali. Allah سبحانه وتعالى ajarkan demikian agar orang tak kejam pada orang rumahnya. Walaupun menghukum, pukulan itu adalah pukulan rahmat dan bukan pukulan melepas geram.”

“Dalam Al-Quran disebutkan se’detail’ ini tatacara berhadapan masalah dalam rumahtangga. Ini menunjukkan kepentingannya. Rumahtangga anda adalah tanggungjawab anda kepada Allah."Kemudian jika mereka taat kepada kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi, lagi Maha Besar.”

"Jika mereka taat, jangan ada tersimpan dendam kepada mereka yakni isteri. Ayat berikutnya menceritakan masalah yang tidak boleh diselesaikan antara suami dengan isteri, dan bagaimana menghadapinya.”

“Kalau tengok dalam Al-Quran, ayat tentang hukum hakam sikit saja, tapi ayat dalam hubungan antara manusia, kehidupan rumahtangga, dijelaskan dengan panjang dunia begitu terperinci. Allah سبحانه وتعال mengkehendaki rumahtangga yang harmoni, yang tenteram, damai, tiada bising sehingga dikupas ayat-ayat dalam Al-Quran untuk membimbing dalam kehidupan rumahtangga supaya rukun, harmoni, damai dalam rumahtangga.”

Daripada Sayyidil Habib Ali Zaenal Abidin bin Abu Bakar Al-Hamid.

2045 - Etos Kerja Pemuda di Indonesia

Tak terasa sudah 5 bulan, grup diskusi 2045 berjalan, berdiskusi, dan berbagi inspirasi. 2045 adalah sebuah grup diskusi yang diinisiasi untuk membangun karakter para ‘iron stock’ Indonesia. Sesuai namanya, 2045, adalah sebuah cita-cita bersama bahwa di tahun 2045 menjadi janji bagi setiap anggotanya untuk membangun Indonesia dari berbagai sektor.

Bulan ini 2045 kehadiran tamu yang sungguh Inspiratif. Ditengah padatnya aktivitas beliau, beliau mau menyempatkan diri untuk menjadi ‘Rekan Diskusi’ kami. Berikut notulensi yang bisa kami bagi.


Kita kemarin (14/03) 2045 kedatangan seseorang spesial lho. Beliau peraih medali perunggu Olimpiade Sains Internasional bidang kimia di University of Cambridge. Menyelesaikan kuliah S1 di Nanyang Technological University, Singapore - jurusan Chemistry and biological chemistry. Melanjutkan S2 jurusan Polymer materials science and engineering di University of Manchester. Peraih beasiswa LPDP. Beliau juga merupakan alumnus Forum Indonesia Muda (FIM). Namanya sudah ga asing lagi, yap, beliau adalah kak Bening Tirta yang hari ini kak Bening akan cerita tentang etos kerja pemuda Indonesia. Mari menyimak, Yeay!

Keep reading

  • <p> <b>X:</b> kufikir manusia sepertimu itu tidak pernah memiliki masalah<p/><b>Y:</b> kau mendefinisikan dari mana?<p/><b>X:</b> dengan melihat gerak gerik mu setiap hari aku bisa sekali menilai. Kau selalu tersenyum ramah pada siapapun. Bahagia sekali nampaknya hidupmu.<p/><b>Y:</b> ah tidak juga.<p/><b>X:</b> aku sendiri bahkan sampai tidak mengerti kenapa seolah masalah kian kemari menghampiri hidup ku<p/><b>Y:</b> tersenyum lah. Kau hanya tidak tahu saja. Ada berjuta masalah yang tersimpan dibalik senyum ku.<p/><b>X:</b> kau berbohong kan?<p/><b>Y:</b> *senyum* aku tidak berbohong. Sama sekali tidak. Hey! Tahukah bahwa masalah justru menjadikan kita kuat?<p/><b>X:</b> aku selalu berusaha lari dari masalah-masalah itu. Tapi lari ku kalah cepat nampaknya.<p/><b>Y:</b> kau tidak perlu lari menghindar. Kau hanya butuh menghadapinya dengan bijaksana.<p/><b>X:</b> caranya?<p/><b>Y:</b> mari aku ajarkan caranya. *saling menggandeng*<p/><b>X:</b> kita mau kemana?<p/><b>Y:</b> ke sebuah tempat. Disana akan kita dapati yang lebih besar dari segala masalah yang kau bilang besar tadi *senyum*<p/><b>X:</b> memangnya ada? *kebingungan*<p/><b>Y:</b> ada. *berjalan bersama menuju masjid*<p/><b></b> "HAI MASALAH BESAR, AKU PUNYA ALLAH YANG MAHA BESAR"<p/><b></b> 💪😊<p/></p>