al-maghrib

GEMS from Echoes of a Cave: Tafseer of Surah Al Kahf
  • Allah will support those who have trust in him.
  • The Prophet (pbuh) understood that nurturing is important. We have lost this concept. We need to encourage children to follow the Sunnah.
  • Allah will be with you and continue to be with you in your salah, until you do your tasleem.
  • The Dunya is a rat race - it will end.
  • Methodology of Excellence: The more you worship Allah, the more Allah will aid you. People of Excellence will be humble and not arrogant.
  • Wisdom is a precious gift. Wisdom is putting everything in its right place.
  • Allah demands excellence. He does not want the bare minimum. He wants us to go beyond the target.
  • Everything we do, use the power of intention - For the Sake of Allah. Reward comes with the intention.
  • Essence of Ihsan is to worship Allah as if he is there. Even if he is not there, he sees you.
  • People will disown you once you start making changes and moving away. Is friendship defined by your exterior?
  • Allah provides guidance to whom he will. If Allah prescribes misguidance, then he will never be guided.
  • If we remember Allah, we will protect us in any way he wants, when we need his protection.
  • True guidance comes from Allah. Make dua for guidance. Constantly seek guidance.
  • Important to have good righteous companionship - Allah will provide you support through them.
  • Always remember Allah. You forget to praise him, then say it as soon as you remember.
  • Those who have imaan and good deeds - Allah will preserve them.
The Prophet ﷺ ‬used to break the fast with THREE dates. He would eat three dates. Then he would pray Maghrib.
—  Sh. al-Albānī Raḥimahullāh [سلسلة الهدى والنور ٤٩٠]
Surah Al Kahf dan Kakek Tua dari Somalia

Kemarin tuntutan tugas di kampus cukup memakan waktu banyak sehingga mengharuskan saya untuk menunda membaca Surah Al Kahf di penghujung hari. Saya awalnya berniat untuk datang ke masjid 40 menit sebelum Adhan Maghrib. Biasanya saya membutuhkan waktu 30 menit untuk menuntaskan surah tersebut.

Tepat pukul 4.50 saya terduduk di sebuah bangku kayu di pojok Mac Dougall Prayer Hall untuk melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW ini. Namun, saat saya sampai di ayat 20, seorang kakek tua menghampiri saya dan memutuskan untuk duduk di bangku kosong sebelah kiri saya. Setelah beliau memperkenalkan dirinya, beliau mengajak saya untuk bercakap-cakap.

“Oh, kamu sedang membaca Al Kahf?” tanya beliau menggunakan bahasa Arab dengan logat kental Somalia.

Na’am (Iya)” jawab saya.

Beliau semakin antusias untuk berbicara setelah mengetahui bahwa saya bisa berbahasa Arab. Sementara, saya semakin gundah karena takut tidak bisa menyelesaikan bacaan Al Kahf sebelum Adhan Maghrib berkumandang.

Si kakek yang berusia sekitar 70 tahun ini tiba-tiba berbicara kepada saya tentang kandungan-kandungan Surah Al Kahf. Dari penjelasan tiga jenis manusia hingga kisah pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Khidr. Beberapa penjelasannya membuat saya “WOW, nggak pernah denger dari sudut pandang begitu.” Pada waktu yang sama, hati saya merengek–rengek ingin meninggalkan kakek ini, apalagi waktu Maghrib tinggal beberapa menit lagi. Tapi saya juga tidak enak untuk meninggalkan beliau begitu saja.

Beliau terus berbicara tiada henti dan akhirnya terbesit di pikiran saya untuk mengucap permisi dan pergi. Namun saat pikiran itu akan saya eksekusi,

“Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” (QS Al Kahf: 68)

Ayat ini terlontar dari mulutnya. Ayat yang menjelaskan percakapan Nabi Musa kehilangan kesabaran saat menimba ilmu dari Nabi Khidr. Si kakek tua ini menjelaskannya dengan mengatakan bahwa saat seorang murid belajar dari gurunya, jangan banyak tanya terlebih dahulu atau ingin cepat-cepat usai. Wajib bagi murid untuk mendengarkan gurunya dulu dan mencoba memahami dan mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang ia dengar.

Adhan Maghrib akhirnya berkumandang dan beliau meninggalkan saya sembari tersenyum. Seketika saya tersadarkan bahwa kami telah sampai pada halaman terakhir Surah Al Kahf. Dan saya sadar mungkin hari ini Allah menginginkan saya menyelesaikan Surah Al Kahf dengan cara yang berbeda.

Ah kemarin aku sepertinya ditegur oleh Allah. Saat membaca Al Kahf di hari Jum’at seringkali diri ini tergesa-gesa, ingin cepat usai tanpa peduli makna dan pelajaran dari ayat-ayat yang dibaca. Diri ini sering kali sombong, merasa sudah tahu banyak hal padahal ada berjibun pelajaran yang belum pernah terdengar sekalipun (termasuk beberapa poin yang dijelaskan oleh kakek tua itu) Alhamdulillah. 

Manchester, dini hari 20 Februari.

Shaykh Saalih Fowzaan Exposes Yasir Qadhi's Reality

Shaykh Saalih Fowzaan Exposes Yasir Qadhi’s Reality @AbdurRahmanOrg

The following was Posted by Moosa Richardson (hafidhahullaah) on http://groups.yahoo.com/group/BAKKAHnetAs-Salaam ‘alaykum wa rahmatullaah… Al-hamdulillaah, we are pleased to present a VERY important clarification from Shaykh Saalih al-Fowzaan, member of…

View Post

Made with WordPress
Dahsyatnya Manfaat Membaca Al-Qur'an Setelah Subuh dan Maghrib

Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an sehabis Maghrib dan sesudah Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80%, karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus, membaca, melihat dan mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Diantaranya:
- Menyedikitkan makan
- Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
- Membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan:
• Fisiologis yang sangat besar
• Penurunan depresi, kesedihan
• Memperoleh ketenangan jiwa
• Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.

Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mndengarkannya.

Mari kita mulai luangkan waktu beberapa menit dari 24 jam di hari kita. Semoga bermanfaat buat kita semua bersama keluarga kita. Semoga kita kelak menjadi penghuni Surga, Aamiin Yaa Rabb.