al quran

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

It was We Who created man, and We know what dark suggestions his soul makes to him: for We are nearer to him than (his) jugular vein.

Niat baik nak baca Al-Quran walaupun tak pandai. Dapat pahala. Baca merangkak-rangkak (tergagap) dapat 2 pahala.
Menangislah ketika baca Al-Quran. Jika tak boleh, buat-buat menangis.

Teruskan usaha dan memperbaiki bacaan Al-Quran kita. Tak apa perlahan-lahan. Asalkan terus. Moga kita semua peroleh syafaat dan diberkati.

Apa standar pertama untuk mengetahui kebersihan hati kita?

Para ulama menjelaskan bahwa standar pertama adalah Al-Qur'an. Usman bin Affan radhiyallahu'anhu berkata, “jika sekiranya hati kalian bersih, niscaya kalian tak pernah kenyang dari membaca Al-Qur'an.”

Maka, jika kalian dapati diri kalian malas dalam membaca Al-Qur'an, maka ketahuilah saat itu kita adalah hati yang kotor disebabkan banyak dosa.

Dan cara membersihkannya adalah dengan melawan rasa malas dari membaca Al-Qur'an. Karena Allah mencintai kita, maka Allah izinkan kita untuk bercakap dengan-Nya dalam untain do'a. Karena Allah tahu, bahwa kita membutuhkan-Nya.

Apa yang diucapkan Ibrahim kholiullah ketika akan dilempar ke dalam api? Hasbunallah wa ni'mal wakil. Cukuplah Allah sebaik-baik penjaga.

Apa yang diucapkan Muhammad shallallahu'alaihiwasallam kepada Abu bakar radhiyallahu'anhu ketika ia bersedih disebabkan quraisy akan menangkap keduanya di dalam gua? La tahzan innallahu ma'ana. Janganlah engkau bersedih, sungguh Allah bersama kita.

Kalau Allah tak mencintai kita, Allah tak akan mengizinkan kita untuk bercakap dengan-Nya. Tapi Allah tak ingin kita masuk neraka, Allah ingin kita masuk surga. Dan hal itu menunjukkan sejatinya Allah mencintai kita.

dihujani || 18.58


يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

On that Day you will be brought to judgement and none of your secrets will remain hidden

Surah 69. Al-Haqqa, Ayah 18

The full verse:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ 

Ramadhan is the (month) in which was sent down the Qur´an, as a guide to mankind, also clear (Signs) for guidance and judgment (Between right and wrong). So every one of you who is present (at his home) during that month should spend it in fasting, but if any one is ill, or on a journey, the prescribed period (Should be made up) by days later. Allah intends every facility for you; He does not want to put to difficulties. (He wants you) to complete the prescribed period, and to glorify Him in that He has guided you; and perchance ye shall be grateful.

~Surah Al-Baqarah 2 :185

Adalah hafalanmu terhadap al-Qur'an dan pengamalanmu terhadap kandungannya. Jadilah mulia sekalipun asalmu keluar dari tempat yang tidak dimuliakan. Jadilah shaleh sekalipun mungkin masa lalumu banyak tersia-siakan. Semoga Allah al-Karim memuliakan kita dengan taufiq dari-Nya terhadap amalan-amalan mulia, sembunyi maupun tidak, sedih maupun senang.

Rindukan sabda Nabi berikut:

“Sesiapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” [H.R. Al-Hakim]

Di zaman salaf dahulu, lafal qira'ah untuk al-Qur'an kerap bukan dimaknai sekadar baca dari teks, melainkan membaca dengan hafalan.

Tidak harus hafal semua. Tapi lakukan semampunya. Rutinkan dan cari teman yang tidak banyak bicara sia-sia. Ini Penting, sebab berapa banyak waktu kita lalai terkadang karena kita terlalu mengurusi dan menemani dia berlama-lama membicarakan kesia-siaan. Tiada teman yang sering bicara sia-sia melainkan pastilah ia membuang waktumu dan mengajakmu kepada penyesalan kelak. Cukuplah sering bicara sia-sia menjadi dalil akan buruknya penjagaan pelaku terhadap ayat-ayat Allah dan kurangnya mengamalkan..

Saya masih mengingat nasihat dan tulisan beliau yang saya tulis kembali dari seorang ustadz pengajar tahsin di kota tercinta, saya memanggilanya ammi hasan al-jaizy Beliau melanjutkan dalam tulisannya sesungguhnya lidah yang sering basah oleh ayat Allah dan dzikir dengan hati yang juga tersimbah cinta pada-Nya, tak kerap bicara sia-sia dan lekas menyesal akan banyak kalimat kosong yang dituturkan. Kita temukan banyak para huffazh (penghafal) al-Qur'an, sedikit bicara dan menjaga kesia-siaan. Dan selalu saja lidah yang kosong akan ketaqwaan menjadikan banyak hafalan terlupakan.

Jika dirimu bertanya mengapa hafalan kita sering lupa?

Karena kita menyia-nyiakan al-Qur'an.

Jika kalimat Allah saja kerap kita sia-siakan, maka apa perlu heran dengan sia-sianya kalimat sendiri?

Dari situ bisa ditarik kesimpulan bahwa dalam berteman hendaknya kita memperhatikan bagaimana dia yang selalu mengingatkan kita dalam perkara hal akhirat. Hindari melakukan hal sia-sia dengan cara banyak berbicara yang tidak mengandung manfaatnya. Dalam menghafal tidak hanya kesungguhan tekad saja yang diperlukan namun banyak faktor yang perlu juga diperhatikan. Salah satunya adalah perhatikan dengan siapa kita berteman.

Semoga Allah beri taufiq kepada mereka, hamba-hambanya yang selalu mau dan ingin untuk membersamai Al-Qur’an. Selamat muraja'ah atau mulai menghafal. Engkau bisa, karena engkau adalah makhluk yang dimuliakan.

Surabaya hujan, mari kembali membersamai || 09.44 || 11.11.16


أَنِّي مَغْلُوبٌ فَانْتَصِرْ

i have been overcome so help me

Surah 54. Al-Qamar, Ayah 10

‎7 Kedasyatan Ayat Kursi
  1. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.
  2. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.
  3. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap sembahyang,tida k menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.
  4. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setia p perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.
  5. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.
  6. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.
  7. Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.


Dari Abdullah bin ‘Amr r.a., Rasulullah S.A.W.
bersabda,Sampai kanlah pesanku biarpun satu ayat…“