al ahzab

S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.

S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.

S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.

S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.

S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.

S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas

S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk

S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi

S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.

S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)

S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.

S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.

S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah… .

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“…and the men who remember Allah often and the women who do so - for all those, Allah has prepared forgiveness and a great reward.”

Surat Al-Ahzab [33:35]

O you who have believed, fear Allah and speak words of appropriate justice.
He will [then] amend for you your deeds and forgive you your sins. And whoever obeys Allah and His Messenger has certainly attained a great attainment.

(Qur'an, Surah Al-‘Ahzab, 33:70-71)

إِنَّ ٱلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَٰتِ وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَٱلْقَٰنِتِينَ وَٱلْقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلْخَٰشِعِينَ وَٱلْخَٰشِعَٰتِ وَٱلْمُتَصَدِّقِينَ وَٱلْمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلْحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَٱلْحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Indeed, the Muslim men and Muslim women, the believing men and believing women, the obedient men and obedient women, the truthful men and truthful women, the patient men and patient women, the humble men and humble women, the charitable men and charitable women, the fasting men and fasting women, the men who guard their private parts and the women who do so, and the men who remember Allah often and the women who do so - for them Allah has prepared forgiveness and a great reward.

—  سورة الأحزاب ٣٣:٣٥ | Al-Ahzab (33):35
Berdzikir mengingat Allah ‘kan membersihkan hati dari kotoran kemunafikan. Allah berfirman tentang orang-orang munafik: “Mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit saja.” (an Nisaa: 142) dan Allah berfirman tentang orang-orang beriman, “Dan orang-orang yang beriman, mereka banyak-banyak mengingat Allah.” (al Ahzab: 41)
— 

@abdulaziztarefe - Ulama yang juga menjabat sebagai Peneliti Ilmiah di Departemen Masalah Islam di Riyadh, Arab Saudi

Fortress of the Muslim:
It’s so important that you always keep your tongue moist with dhikr. The virtues of remembering Allāh are many.
Allāh says Surah al baqarah:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Therefore remember Me. I will remember you. Be grateful to Me and never show Me ingratitude.”
Allāh says in Surah al ahzab:
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“And the men and women who remember Allāh frequently, Allāh has prepared for them forgiveness and a great reward.”
There are many proofs in the Quran and ahadith. Wallahi keeping Allāh constantly in your mind and heart brings you safety and comfort. For example the evening and morning adkhar protects you from all evil.
Aim to memorise small supplications, for example the dua for entering the toilet, the dua for sleeping etc. And see how your life changes bithnillah. May Allāh protect us from all evil and keep us steadfast Allāhumma ameen.

6 Jenis Gaya Bicara menurut Al-Qur'an

1. Qaulan sadida (QS. An-Nisaa’: 9, Al-Ahzab: 70)

Maknanya, perkataan yang tepat, kena sasaran, sesuai situasi dan kondisi, baik sesuai dari segi konten maupun konteks.

2. Qaulan ma'rufa (QS. An-Nisaa’: 5 dan 8, Al-Baqarah: 235, Al-Anfal: 32)

Maknanya, perkataan yang baik, sopan, halus, indah, benar, penuh penghargaan, menyenangkan, dan sesuai dengan kaidah hukum serta logika.

3. Qaulan baligha (QS. An-Nisaa: 63)

Maknanya, perkataan yang fasih, tepat, jelas, efektif, dan mampu mengungkapkan apa yang dimaksudkannya.

4. Qaulan maysura (QS. Al-Isra’: 28)

Maknanya, perkataan yang mudah. Ath-Thabari dan Buya Hamka mengatakan, makna mudah disini adalah yang membuat orang lain merasa mudah mengerti, gaya bahasanya lunak, menyenangkan dan layak didengar, halus dan lemah lembut sehingga tidak membuat lawan bicara tersinggung, serta menimbulkan rasa optimis bagi orang yang diajak bicara.

5. Qaulan layyina (QS. Thaha: 44)

Maknanya, perkataan yang lemah lembut sehingga dapat menyentuh hati lawan bicara. Ini erat kaitannya dengan suasana hati orang yang berbicara. Berbicara dengan hati yang tulus dan menghargai kondisi lawan bicara akan melahirkan ucapan yang lemah lembut. Kelemahlembutan tidak hanya dapat mengantarkan sampainya informasi, namun juga berpotensi mengubah sudut pandang, sikap, dan perilaku lawan bicara, bi idznillaah.

6. Qaulan karima (QS. Al-Isra’: 23)

Maknanya, perkataan yang mulia, yang penuh penghargaan dan penghormatan kepada lawan bicara.

Jika diperhatikan, 3 dari 6 gaya bicara tersebut tercantum di dalam surat An-Nisaa’, surat yang banyak berbicara tentang perempuan, yang seolah-olah mengingatkan kita bahwa ketergelinciran yang paling sering terjadi di kalangan wanita disebabkan oleh lisannya…



إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Indeed, Allah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [ Allah to confer] blessing upon him and ask [ Allah to grant him] peace.

Surah 33. Al-Ahzab, Ayah 56

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

and the men who remember Allah much and the women who remember Allah much - for all those, Allah has prepared forgiveness and a great reward.

Surah 33. Al-Ahzab, Ayah 35

🌸 *Siapakah satu-satunya nama wanita yang disebut namanya dalam Al-Quran?*

💖 _MARYAM BINTI IMRAN_


🌸 *Apakah nama Surah yang bernilai sepertiga Al-Quran?*

💖 _SURAH AL-IKHLAS_


🌸 *Siapakah satu-satunya nama Sahabat yang disebut namanya dalam Al-Quran?*

💖 _ZAID BIN HARITSAH_
( _Rujuk dlm Surah Al-Ahzab ayat 37_)


🌸 *Berapa jumlah Surah Madaniyah dalam Al-Quran?*
💖 _28_
( _Surah, al-Baqarah,al-Imran,al-Nisa,al-Maidah,al-Anfal,al-Tawbah,al-Ra’d,al-Haj,al-Nur,al-Ahzab,Muhammad,al-Fath,al-Hujurat,al-Rahman,al-Hadid,al-Mujadilah,al-Hasyr,al-Mumtahanah,al-Shaf,al-Jum'ah,al-Munafiqun,al-Taghabun,al-Thalaq,al-Tahrim,al-Insan,al-Bayinah,al-Zalzalah,al-Nashr_)


🌸 *Berapa jumlah Surah Makkiyah dalam Al-Quran?*

💖 _86_
( _Surah selain daripada senarai Surah Madaniyah_)


🌸 *Apakah yang dimaksud dengan Surah Madaniyyah?*

💖 _Surah Madaniyah adalah Surah yang diturunkan di Madinah setelaj Hijrah_


🌸 *Berapa jumlah Nabi yang disebut dalam Al-Quran?*

💖 _25Nabi_


🌸 *Apakah yang dimaksud dengan Surah Makiyyah?*

💖 _Surah Makiyyah adalah Surah yang diturunkan di Makkah sebelum Hijrah_


🌸 *Berapa jumlah Sajadah(ayat Sujud) dalam Al-Quran?*

💖 _14 Sajadah_


🌸 *Apakah nama Surah yang dibaca tanpa Bismillah?*

💖 _Surah At-Tawbah_


🌸 *Apakah nama Surah yang bernilai seperempat Al-Quran?*

💖 _Surah Al-Kafirun_

🌸 *Berapa jumlah ayat dalam Al-Quran?*

💖 _6,236 ayat_

🌸 *Apakah ayat yang paling Agung dan dalan Surah apa?*

💖 _Ayatul Kursi,dalam Surah al-Baqarah ayat No.255_

🌸 *Apakah nama Surah yang memiliki dua Bismillah?*

💖 _Surah al-Naml_

🌸 *Apakah nama Surah yang apabila dibaca pada hari Jumaat akan menerangi sepanjang pekan?*

💖 _Surah al-kahfi_

🌸 *Apakah nama Surah yang menyelamatkan dari seksa kubur?*

💖 _Surah al-Mulk_

🌸 *Berapa jumlah Hizb dalam Al-Quran?*

💖 _60 Hizb_

🌸 *Berapa jumlah Surah dalam Al-Quran?*

💖 _114 Surah_

🌸 *Dalam beribu ayat Quran ayat apakah yang boleh mendorong kita masuk ke Syurga*?

💖 _أَشْهَدُ ألا إله الا الله و أشْهَدُ ان مُحَمدا رَسُوْل الله
_Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasuulullah.” artinya Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah_

_Barangsiapa dapat mengucapkan Kalimah Syahadah di Akhir Kalamnya Wajib Syurga ke atasnya._

Name: 93
Days left: 3
Explanation:

Al-Kafi (The Sufficient)
“Allah drove back those who disbelieved in their rage and they gained no advantage. Allah sufficed for the believers in the fighting. Allah is the strong, the Almighty.” (Surah al-Ahzab [33]:25)

“Is not Allah sufficient for His servant? Yet they try to frighten you with those who they worship besides Him! And whomsoever Allah send astray, for him there will be no guide.” (Surah az-Zumar [39]:36)

All praises be to Allah who is al-Kafi, the Sufficient, and He suffices His servants in everything they are in need of. He is sufficient for those who put their trust in Him and believe in Him, and He is sufficient for those who seek guidance from Him for all their religious and worldly affairs.

Those who don’t have a firm belief in Allah are afraid of many things, such as other people or natural disasters. Others worry about losing their possessions or their loved ones. But those with a firm belief in Allah do not have these worries. They know that Allah is sufficient to provide for their needs, and nothing happens without His permission. If we turn to Allah alone when we are faced with hardships, He will help us and answer our prayers. Allah is Al-Kafi, and He is sufficient for us. All other beings are powerless, and this knowledge means that we do not have to feel fear. Allah tells us:

“And whomsoever Allah guides, for him there will be no misleader. Is not Allah All-Mighty, Possessor of Retribution? And verily if you ask them ‘Who created the heavens and the earth?’ Surely, they will say ‘Allah (has created them)’ Say: ‘Tell me then the things that you invoke besides Allah – if Allah intended some harm for me, could they remove His harm? Or if He (Allah) intended some mercy for me, could they withhold His Mercy?’ Say: ‘Sufficient for me is Allah; in Him those who trust (believers) must put their trust.‘” (Surah az-Zumar [39]:37-38)

Pernahkah merasa sulit sekali untuk taat? Beribadah rasanya tidak lezat. Tiap detik pikiran, hati dan segenap jiwa diisi dengan maksiat.

Mungkin sebab kita terlalu banyak alasan. 

Terlalu sering mencari pembenaran.

Terlalu sering menunda. Dipikir hidup masih panjang gitu yah.

Padahal,

“…Dan tahukah kamu Hai Muhammad,  boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya” QS Al Ahzab : 63

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ 
The Prophet is closer to the believers than their own-selves and his wives are [in the position of] their mothers.
—  Surah Al-Ahzab (Verse 6)

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab [33]: 59)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …" (An Nuur [24]: 31)

"Dan tatkala turun ayat: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.. (An Nuur:31) maka mereka langsung mengambil kain sarung-sarung mereka dan menyobeknya dari bagian bawah lalu menjadikannya sebagai kerudung mereka.” (Shahih Bukhari: 4387)

Tiga kutipan di atas adalah landasan perintah berjilbab. Sudah jelas ketiganya tentang bagaimana seharusnya tubuh wanita dilindungi, di An Nuur disebutkan untuk mengulurkan kerudung sampai ke dada. Bahkan di Al Ahzab diperintahkan untuk mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Seluruh tubuh!

Kita pun tahu sedari kecil diajari bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah & kedua telapak tangan.

Kalimat pada HR Bukhari di atas juga dapat kita saksikan bagaimana keteguhan wanita-wanita mukmin ketika perintah untuk menutup aurat turun. “..mereka langsung mengambil kain sarung-sarung mereka..” Coba kita perhatikan dua kata-kata yang saya kutip barusan, “mereka langsung”. Ya, itulah bentuk kepatuhan pada Allah dan RasulNya. Ketika perintah dalam An Nuur: 31 turun mereka seketika itu pula mengambil kain apapun yang ada di sekitar mereka untuk menutupi aurat secara sempurna. Seketika itu juga. Tidak seperti kebanyakan perempuan yang ketika disebutkan ayat-ayat dan kisah ini, memilih untuk mendefinisikan ulang tentang jilbab.

Mereka katakan bahwa (yang ini sangat klasik), “Yang penting itu hati yang dijilbabin. Buat apa pake jilbab tapi kelakuan & hatinya masih buruk.”
Demi Allah, kalimat kedua yang dilontarkan adalah baik. Bentuk kehati-hatian agar hati & perilaku si pengguna jilbab juga baik. Tapi jika kita lihat kalimat pertamanya, justru membuat kalimat kedua tadi tampak aneh. Bagaimana mungkin kalimat kedua yang menunjukkan ketaatan bisa muncul tapi kemudian dibersamai kalimat yang menunjukkan kedurhakaan kepada perintah Allah??
Sudah jelas-jelas bahwa ‘jilbab’ & 'menutup kerudung ke dadanya’ itu adalah kata & kalimat denotatif, makna sebenarnya. Dan bukanlah kata & kalimat konotatif (kiasan). Inilah bentuk penghindaran dari perintah-perintah Allah, menafsirkan semaunya sesuai kehendak hati.

Saya jadi teringat bagaimana Bani Israil bersikap ketika perintah Allah untuk menyembelih sapi turun kepada mereka. Mereka datang dengan pertanyaan-pertanyaan yang aneh. Banyak tanya! Maka para sahabat Rasul dipuji karena ketaatan mereka pada perintah-perintah Rabb mereka & RasulNya, bahwa hanya tiga belas pertanyaan saja yang mereka lontarkan kepada Rasulullah semasa beliau hidup. Sami'na wa atho'na.

Berbedalah dengan tadi mereka yg mencoba menghindar dengan mengatakan bahwa 'jilbab hati’ adalah lebih utama. Atau mereka yang berkata, “Itu Abu Jahl juga berjenggot, jadi jangan melulu sunnah itu dengan memanjangkan jenggot!” Demi Allah itu adalah sekedar ucapan yang diada-ada untuk menghindar dari mencontoh Rasulullah. Atau bahkan mengharamkan dan membenci apa-apa yang sudah jelas-jelas ada dalam Al Quran & Rasulullah sendiri pun melakukannya. Astaghfirullah.. Ya, saya bicara tentang ta'addud, poligami. Kapan-kapan saya coba sampaikan tentang hal ini, bukan sekarang. :)

Jikalah memang masih belum bisa mengikuti seluruh sunnah Rasulullah, baiklah kalau lisan ini terjaga dari mencari pembenaran u/ tidak nyunnah. Berjenggot, isbal, memakai celak, dan sebagainya. 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Al Ahzab [33]: 21)

Ya, tak ada manusia sesempurna beliau. Semua yang beliau ucapkan adalah kebaikan, segala yang beliau lakukan adalah kebaikan, seluruhnya yang ada ditampilan adalah kebaikan, semua itu adalah atas petunjuk dari Allah. Semuanya!

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. (Al Hasyr [59]: 7)

Maka apakah kita masih merasa lebih tahu tentang sesuatu hal daripada Allah dan RasulNya? Betapa sombongnya kita jika perasaan itu masih mengakar dalam-dalam di hati kita.

Ah, setelah berpanjang-panjang dengan paragraf di atas, biarkan saya kembali ke inti bahasan kita kali ini.
Pembahasan tentang jilbab & menutup aurat bagi perempuan ini ditulis setelah kemarin saya menghadiri suatu acara di pusat penjualan pakaian muslim-muslimah di daerah Rawamangun. Sebenarnya kegelisahan ini sudah terakumulasi sejak dulu, hanya saja baru disampaikan sekarang.

Siang itu, selepas sholat dzuhur, matahari kembali menampakan sinarnya setelah sebelumnya rintik hujan turun ke bumi dan langit gelap mendung. Saat itu rangkaian acara memasuki 'Hijab Tutorial’ yang diisi oleh pakar jilbab style yang (katanya) syar'i. Sebelumnya saya mengunjungi stand ElexMedia yang memajang buku-buku tentang jilbab style yang juga (katanya) syar'i. Nampak oleh saya buku tebal berwarna-warni, tertulis di bawahnya penulis yang namanya ada unsur penciptaan Allah dalam lagu anak-anak, Pelangi.

Buku itu masih disegel. Kemudian saya menanyakan apakah boleh dibuka segelnya. Mas penjaga stand dengan baik hati membuka segelnya, harapannya mungkin setelah saya melihat-lihat isinya kemudian tertarik da membelinya.

Covernya adalah sang penulis sedang berdiri dengan jilbab kreasinya. Saya bolak-balik halamannya secara random. Isinya hanya foto-foto jilbab kreasi, modis. Kemudian saya menghela nafas panjang.

Setelah merasa cukup melihat-lihat isinya, saya mengalihkan perhatian ke tutorial jilbab di panggung. Seorang teman membersamai, duduk di kursi hampir paling belakang. Mereka yang hadir akhwat semua. (ya iyalah.. Menurut ngana??)

Sampai ketika ada sesi pertanyaan, saya mengangkat tangan untuk “bertanya”. Pembawa acara yang pria memandang aneh sambil menyerahkan mike.
“Maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya sedikit aneh. Pertanyaan saya, satu: sebenarnya aspek syar'i yang seperti apa yang dimaksud di sini? Kedua, bagaimana dengan punuk unta? (saya bertanya ini karena ketika tutorial mereka menggunakan 'ciput ninja’ yang ada cempolan di bagian belakang kepalanya, bukan rambut. Hanya cempolan kain biasa. Dan seketika itu juga dua orang akhwat yang jilbabnya lebar di depan saya menengok ke arah saya.) Ketiga, bagaimana jilbab style ini dipandang syar'i jika kemudian ada unsur tabarruj di dalamnya? (kemudian seorang perempuan muda berteriak lantang di belakang saya, "Tabarruj itu apa??” kemudian saya jawab bahwa itu adalah berhias berlebihan layaknya perempuan-perempuan kafir.)“ dan saya menutup pertanyaan saya dengan senyum dikulum.

Pertanyaan-pertanyaan saya dijawab dengan memutar-mutar kalimat dan sedikit terbata-bata. Tidak, saya tidak sedang ingin mempermalukan beliau. Sungguh demi Allah tidak. Saya hanya ingin para akhwat perlu lebih berhati-hati dalam berjilbab.

Karena setau saya pakaian yang syar'i bagi wanita itu adalah yang menutup dada & seluruh tubuh, longgar, lebar, tidak tipis & menerawang, tidak menampakkan lekuk tubuh, tidak tabarruj, tidak menyerupai pakaian perempuan-perempuan kafir & tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak berpunuk unta, terang warnanya & tidak tercium wangi parfumnya (cukup diri sendiri yang bisa mencium aromanya).

Ini saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap adik peempuan saya & ibu pada khususnya, dan muslimah pada umumnya.

Ah, saya mah cuma bicara saja. Silakan tanyakan langsung ke mereka yang jilbabnya lebar tentang ini semua. Insya Allah mereka bisa menjelaskannya lebih baik, plus praktik penggunaannya bahkan. Kalau saya? Mana mungkin praktik. Hehehe.

Wallahu a'lam bishawab.

Pemuda yang mendamba istri tanpa punuk unta & yang tak bertabarruj ria.
di kamar, musholla sekaligus perpustakaan pribadi.
7. 56 am, Januari 28, 2013. Kuningan, Jakarta Selatan.