al ahzab

CATATAN RINGKAS, apabila ditanya anak/cucu tentang Al-Quran: (tanya jawab)

S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah
S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz
S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J : 60 Hizb
S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J : 6236 Ayat
S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf
S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.
S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 14 Sajdah
S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi
S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.
S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.
S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.
S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.
S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.
S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.
S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.
S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.
S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.
S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas
S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk
S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi
S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255
S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)
S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.
S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.
S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.
S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 hSurah al-Baqarah…

Silakan "Share” agar ilmu ini bermanfaat.

Perempuan yang Kurang Berjuang (?)

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” – (Q.S Al – Ahzab (33) : 35)

Suatu hari, dalam obrolan ringan yang ternyata tidak mengalir seringan biasanya, tanpa diduga seorang teman berkata, “Kalau aku lihat ya Nov, kamu itu tipe perempuan yang kurang berjuang. Gimana coba mau nikah tapi engga punya pacar? Banyak teman sih, tapi deket yang beneran deket sama laki-laki aja engga, gimana coba? Saat itu, saya hanya menanggapinya dengan tertawa. Tapi ternyata, tawa yang sama tidak bisa terbawa lama-lama. Setelah pulang, saya menangis sejadi-jadinya. Entahlah, rasanya sakit sekali, seperti ada yang menginjak-injak harga diri hingga saya pun bertanya-tanya, “Salahkah? Memangnya harus dengan cara apa seorang perempuan muslim berjuang?”

Dulu, saya menganggap bahwa dekat dengan laki-laki sebelum halal adalah hal yang wajar. Tapi, setelah belajar dan mengetahui bahwa itu bukanlah sesuatu yang diperbolehkan-Nya, maka saya tidak lagi punya cukup keberanian untuk tetap melakukannya. Bukan mudah, rasanya sulit untuk meyakinkan diri sendiri bahwa jalan yang sudah Allah tunjukkan adalah jalan kebenaran yang tak perlu ragu lagi untuk ditempuh. Beberapa orang yang datang dan mencoba mendekat setelahnya pun menjadi ujian tersendiri. Tak mudah! Ah, terang saja, kalau mudah namanya bukan ujian. Bagaimana pun, bukankah semuanya harus dikembalikan pada standar-standar yang sudah ditetapkan-Nya?

Kembali pada anggapan perempuan yang kurang berjuang, saya semakin bertanya-tanya: pertanyaan yang jawabannya ternyata tak mudah untuk didapatkan. Lalu, seperti biasanya, saya bertanya pada Ibu, seseorang yang memang sering menjadi teman diskusi saya hingga saya menganggap beliau seperti Ibu sendiri. Saya bertanya, “Bu, memangnya harus dengan cara apa seorang perempuan muslim berjuang? Apakah pernikahan memang perlu diupayakan sebegitunya oleh seorang perempuan sampai menggadaikan kehormatan?

Kemudian, Ibu menatap saya dengan lembut lalu beliau balik mengajukan pertanyaan, “Nov, Allah nyuruhnya apa? Allah janjinya apa?” Saya terdiam beberapa saat, lalu sesuatu muncul di pikiran saya, gemetar saya menjawab, Allah janji, perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan begitupun sebaliknya. Saya hampir menangis ketika Ibu tersenyum dan mulai menjelaskan, “Iya, Nov, Allah memang berjanji demikian dalam Al-Qur’an. Lalu apa lagi yang kamu takutkan? Biar saja, kamu tidak perlu mendengar anggapan orang yang mungkin memang tidak berpikir dalam satu frame yang sama, yang penting nurut aja sama Allah, ya Nak. Kedekatanmu dengan laki-laki manapun sebelum halal tidak lantas menjadikan kamu berjodoh dengannya. Dekat yang tak halal itu sejatinya tidak mendekatkan, bahkan hanya menjauhkanmu dari Allah. Jangan Nov, jangan hanya karena perasaan lalu kamu menggadaikan kehormatanmu sebagai seorang perempuan muslim. Percaya deh, Allah tidak akan dzalim dan tidak akan mengkhianati hamba-Nya yang berupaya untuk nurut dan menjaga diri.

Mendengarnya, saya merasa lega. 

Perjuangan perempuan memang terletak pada bagaimana ia menjaga diri dan kehormatannya, memperbaiki diri, mengendalikan hati, mengelola perasaan, memperkaya diri dengan ilmu, bersikap produktif dan mengupayakan ketaatan kepada Allah. Itulah sebaik-baik perjuangan yang bisa dilakukan oleh perempuan. Usaha perempuan haruslah usaha-usaha yang elegan, bukan dengan mengumbar perhatian, apalagi mengumbar perasaan pada yang belum halal.

Untukmu sahabat-sahabat perempuanku, perjuangan ini tentu tidak akan mudah untuk dilakukan. Mungkin akan ada ujian-ujian yang perlu kita hadapi dalam perjalanannya. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memudahkan. Kabar gembiranya, ada ampunan dan pahala yang besar dari-Nya jika kita menjaga kehormatan. Semangat memperjuangkan ketaatan! ;)

Many sisters feel that they cannot do much of Ibaadaat while on their monthly period, this is not true. Allāh gave us the blessing of time, we should take advantage of it in doing things that are pleasing to Him. So, here is a list of ten easy Ibaadaat that can be done during the period:

1. Make lots of du’a (supplication) to Allāh
Being in that state of ritual impurity should not prevent you from making du’a.
It is reported from An-Nu’man bin Bashir (May Allāh be pleased with him) reported the Prophet ﷺ said: “Du’a is worship.”
[Abu Dawud]

2. Visit a close family member
When you are visiting one of your close family members make sure to have the intention of keeping good ties of kinship between both of you.

The Prophet ﷺ said: “And he who believes in Allāh and the Last Day should unite his ties of kinship.”
[Reported by Al-Bukhari]

3. Make lots of Istighfaar (seeking forgiveness from Allāh) and dhikr (remembrance of Allāh)
This can be done when you are cooking, cleaning, going to work, going to the shop, etc. Allāh swt says:
“O you who have believed, remember Allāh with much remembrance.”
[Surat Al-Ahzab: 33: Verse: 41]

4. Give Da’wah to Muslims and non-Muslims
This can be by sharing an Islamic post on face book, sharing Islamic knowledge in general through media, and most importantly being a good example through your manners, speech and actions. Allāh says: “And who is better in speech than one who invites to Allāh and does righteousness and says, “Indeed, I am of the Muslims.” [Surat Fussilat: 41: Verse: 33]

And the Prophet ﷺ said: “Convey from me even if it is (only) one ayah (verse).”
[Narrated by al-Bukhari]

5. Read beneficial books
Choose books that will help you understand more about Islam, purpose of this life and duties towards our creator. Anas ibn Malik said, the Messenger of Allāh ﷺ said: “Seeking knowledge is obligatory upon every Muslim.”
[Sunan Ibn Majah]

6. Visit the sick
It is one of the rights upon another Muslim to visit them when they are sick, and not only that, there are great virtues for visiting the sick as mentioned by our beloved Prophet ﷺ: “When the Muslim visits his (sick) Muslim brother, he is harvesting the fruit of paradise until he returns.” [Narrated by Muslim]. This would also enable us to be more thankful to Allāh for the good health that we have and content with the condition we are in.

7. Listen to the Qur’an frequently
Listening to the Qur’an would enable you to prefect your recitation of the Qur’an, help you revise what you memorized, and constantly remembering Allāh in your heart and mind.

8. Help others
If you see your sister in Islam going through hard circumstances, do what you can to help her. One day if you are in that same position, Allāh will bring to you someone who will help you too.

9. Smile in your sister’s face
By doing so, we are following the Prophet’s sunnah and will be rewarded for it Insha’Allah.

10. Spread the greeting of “Salam”
This should be done with those [sisters] we know or never met before. The Prophet ﷺ said: “You will not enter paradise until you believe, and you will not believe until you love one another. Shall I tell you about something which, if you do it, will make you love one another? Greet each other with Salam.”
[Muslim]

In conclusion, let’s renew our intentions and make sure we are doing all these good deeds sincerely for Allāh’s sake and following the footsteps of our beloved prophet Muhammad and his companions (May Allāh be pleased with them all).

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“…and the men who remember Allah often and the women who do so - for all those, Allah has prepared forgiveness and a great reward.”

Surat Al-Ahzab [33:35]

Ramadan reading

Juz’ 1 – Al Fatiha 1 – Al Baqarah 141
Juz’ 2 – Al Baqarah 142 – Al Baqarah 252
Juz’ 3 – Al Baqarah 253 – Al Imran 92
Juz’ 4 – Al Imran 93 – An Nisaa 23
Juz’ 5 – An Nisaa 24 – An Nisaa 147
Juz’ 6 – An Nisaa 148 – Al Ma’idah 81
Juz’ 7 – Al Ma’idah 82 – Al An’am 110
Juz’ 8 – Al An’am 111 – Al A’raf 87
Juz’ 9 – Al A’raf 88 – Al Anfal 40
Juz’ 10 – Al Anfal 41 – At Tauba 92
Juz’ 11 – At Tauba 93 – Hud 5
Juz’ 12 – Hud 6 – Yusuf 52
Juz’ 13 – Yusuf 53 – Ibrahim 52
Juz’ 14 – Al Hijr 1 – An Nahl 128
Juz’ 15 – Bani Isra’il 1 – Al Kahf 74
Juz’ 16 – Al Kahf 75 – Ta Ha 135
Juz’ 17 – Al Anbiyaa 1 – Al Hajj 78
Juz’ 18 – Al Muminun 1 – Al Furqan 20
Juz’ 19 – Al Furqan 21 – An Naml 55
Juz’ 20 – An Naml 56 – Al Ankabut 45
Juz’ 21 – Al Ankabut 46 – Al Ahzab 30
Juz’ 22 – Al Ahzab 31 – Ya Sin 27
Juz’ 23 – Ya Sin 28 – Az Zumar 31
Juz’ 24 – Az Zumar 32 – Fussilat 46
Juz’ 25 – Fussilat 47 – Al Jathiya 37
Juz’ 26 – Al Ahqaf 1 – Az Zariyat 30
Juz’ 27 – Az Zariyat 31 – Al Hadid 29
Juz’ 28 – Al Mujadila 1 – At Tahrim 12
Juz’ 29 – Al Mulk 1 – Al Mursalat 50
Juz’ 30 – An Nabaa 1 – An Nas 6

Saya suka dan merupakan salah satu paporit saya karena menurut saya Dr Zakir Naik itu cerdas… Semoga Allah selalu menjaga Beliau dan keluarganya

Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang.
Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung.
Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.

Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1)

Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.

Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris.
Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Jawaban atas Pertanyaan Pertama

Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah.
Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS. Ali Imran: 3)

Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya.
Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.
Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu…”
(QS. An Nisa’: 47)

Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik.
Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu.
Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M.
Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan.
Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali.
Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Jawaban atas Pertanyaan Kedua

Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.

Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi.
Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran.
Di Surat Al Baqarah 13 kali,
di Surat Ali Imran 1 kali,
di Surat An Nisa’ 2 kali,
di Surat Al Maidah 3 kali,
di Surat Al An’am 2 kali,
di Surat Al A’raf 18 kali,
di Surat Yusuf 7 kali,
di Surat Hud 3 kali,
di Surat Ibrahim 3 kali,
di Surat Al Isra’ 2 kali,
di Surat Al Kahfi 2 kali,
di Surat Maryam 1 kali,
di Surat Thaha 16 kali,
di Surat AL Anbiya’ 1 kali,
di Surat Al Hajj 1 kali,
di Surat Al MU’minun 2 kali,
di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali,
di Surat An Naml 3 kali,
di Surat Al Qashash 17 kali,
di Surat AL Ankabut 1 kali,
di Surat As Sajdah 1 kali,
di Surat Al Ahzab 1 kali,
di Surat Ash Shafat 2 kali,
di Surat Ghafir 5 kali,
di Surat Fushilat 1 kali,
di Surat Az Zukhruf 1 kali,
di Surat AL Ahqaf 2 kali,
di Surat Adz Dzariyat 1 kali,
di Surat An Najm 1 kali,
di Surat Ash Shaf 1 kali, dan
di Surat An Naziat 1 kali.

Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?

Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?

Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam.
Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52,
Ali Imran ayat 55,
Ali Imran ayat 59, dan
Az Zukhruf ayat 63.

Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam.
Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Jawaban atas Pertanyaan Ketiga

Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.
Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia”
(QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan.
Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan,
Efraim adalah anak Tuhan,
Ezra adalah anak Tuhan.
Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan.
Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.
Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.”
Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Jawaban atas Pertanyaan Keempat

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.
Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.
Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.”
(QS. Ali Imran: 49)

Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah.
Nabi Isa mengakuinya sendiri.
Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah.
Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”.
Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku.
Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku”
(Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati.
Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia),
Nabi Ilyasa (Elisa),
Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan
Petrus.

Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati?
Sungguh lucu.

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an.
Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakar nya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?

Pertanyaan Kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan Kelima

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib.
Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus.
Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut.
Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.
Jadi Anda meyakini yang mana?
Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib?
Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat.
Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal.
Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa.
Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah.
Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning.
Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah.
Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah”
(HR. Abu Daud; shahih)

Menjadi (Sebaik-Baik) Perempuan

Pekan lalu, saya mendapat sebuah notifikasi dari Tumblr. Ternyata, Kak @choqi-isyraqi memention nama saya untuk ikut menjawab ask yang ditujukan kepadanya, yang berisi pertanyaan tentang bagaimana langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan, terlebih di hadapan-Nya. Hmm, nah lho! Pertanyaannya agak berat gimanaaa gitu, ya. Tapi pertanyaan ini memang perlu dibahas dan diangkat ke permukaan agar saya, kamu, dan kita semua bisa sama-sama belajar. Bismillah, saya jawab, ya!

Sebelum jauh ke pembahasan tentang langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan, kita perlu menarik mundur konsep ini dengan kembali ingat bahwa semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan, adalah hamba Allah. Ya, kita semua adalah hamba yang tentu harus berperan dan berperilaku selayaknya hamba terhadap Penciptanya. Dengan mengingat ini, pembahasan tentang menjadi perempuan tentu tetap ada dalam kerangka siapa kita di hadapan Allah. Nah, kalau begitu, langkah awal untuk menjadi sebaik-baik perempuan di hadapan-Nya tentu dilakukan dengan terlebih dahulu memahami fungsi dan peran kita sebagai manusia.

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi’. Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Dia berfirma, ‘Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’” – (Q.S Al-Baqarah : 30)

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh, sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” – (Q.S Al-Ahzab : 72-73)

Selanjutnya, hidup sebagai perempuan berarti mempersiapkan diri untuk menjalani tiga peran utama di kehidupan. Nah lho! Apa saja? Pertama, menjadi mujahidah atau pejuang untuk kebermanfaatan saat masih sendiri. Kedua, menjadi istri shalehah yang mendukung suami kelak ketika sudah menikah. Ketiga, menjadi ibu yang amanah ketika mengurus anak-anak dan mengelola rumah tangga. Untuk bisa menjalani ketiga peran itu dengan baik, seorang perempuan tentu harus dekat dengan Allah, menggenggam keimanan dalam hatinya, cerdas dan bijaksana dalam berpikir, tidak malas, memiliki fisik yang kuat, serta tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri.

Saat tingkat akhir lalu guru saya pernah berpesan, katanya, “Nov, untuk menjadi perempuan yang amanah di pekerjaan, menjadi isteri yang shalihah, menjadi ibu panutan, menjadi apapun, semua selalu dimulai dengan memperbaiki sikapmu terhadap Allah dan juga memperbaiki bagaimana hubunganmu dengan-Nya. Karena, dengan memperbaiki kedua hal itu, hal lain di luar itu lambat laun akan membaik dengan sendirinya.” Sepakat? Sepakat dong, ya! Oke, kita lanjutkan lagi, yaa …

Bagaimana pun, menjadi perempuan adalah peran yang penuh dengan kemuliaan. Dari hati seorang perempuan dapat terlahir kasih sayang dan kebaikan. Dari pikir seorang perempuan dapat terlahir konsepsi-konsepsi untuk mengubah peradaban. Dari perilaku seorang perempuan dapat terlahir kepercayaan. Dari rahim seorang perempuan dapat terlahir generasi pejuang, pengubah dunia dan pengantar ke syurga. Untuk itu, perempuan harus cerdas dalam menjaga diri, mengelola perasaan, menyederhanakan kerumitan dan berinteraksi dalam batas aturan Tuhan.

Menjalani hidup sebagai seorang perempuan, terutama dengan melihat bagaimana kerasnya tantangan hidup di zaman sekarang memang susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Yup, menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan boleh jadi adalah peran yang paling rumit sekaligus paling menyenangkan. Tapi, selama kita menjalaninya dalam koridor taat, lambat laun kita akan paham betapa bahagianya dan mulianya kita sebagai seorang perempuan.

Oh iya, ini ada penyemangat, langsung dari Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. – (Q.S Al – Ahzab (33) : 35)

Sebab sebaik-baik perempuan adalah ia yang mengupayakan ketaatan, maka janganlah sampai imanmu lepas dari genggaman. Selamat menjadi perempuan, selamat menjalani peran! Saling mendoakan yaa, semoga Allah senantiasa memampukan. Baarakallahu fiikum ;)

There has certainly been for you in the Messenger of Allah an excellent pattern for anyone whose hope is in Allah and the Last Day and [who] remembers Allah often.

-Surah Al-Ahzab | 33:21.

Fortress of the Muslim:
It’s so important that you always keep your tongue moist with dhikr. The virtues of remembering Allāh are many.
Allāh says Surah al baqarah:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Therefore remember Me. I will remember you. Be grateful to Me and never show Me ingratitude.”
Allāh says in Surah al ahzab:
وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“And the men and women who remember Allāh frequently, Allāh has prepared for them forgiveness and a great reward.”
There are many proofs in the Quran and ahadith. Wallahi keeping Allāh constantly in your mind and heart brings you safety and comfort. For example the evening and morning adkhar protects you from all evil.
Aim to memorise small supplications, for example the dua for entering the toilet, the dua for sleeping etc. And see how your life changes bithnillah. May Allāh protect us from all evil and keep us steadfast Allāhumma ameen.

anonymous asked:

ASALAAAAAAM ALAYKUM !!!! 😊😊😊😊😊 I really want to send my friend a super inspirational and uplifting and motivational QUR'AN ayah that will make them feel special and loved by Allah swt and just great!!! Please do you know any good ones ????? Jazak Allah kheyr ! ❤ may Allah bless u TONS sis ! ameen

Wa Alaikumussalaam habibti

Jzakallahu khairan wa ameen.

Sorry for the late reply. I had to think about some Quran verses that personally speak volumes to me. It’s all about reading the Quran for one’s self to find peace and contentment in it. This is the first thing you should recommend your friends.

I recommend Surah Taha, Surah Yusuf, Surah Rahman, Surah Duha and Al-Inshirah

As to the verses. Many ayat behold a lot of tranquility for the believers. Some might not speak immediately to someone, but once you understand them you really feel the love of Allah. Please note that every verse has also a context it is in. So please do consider also reading the whole surah of the Tafsir for them. There’s a lot of wisdom inside. (There are more than I am able to list and they are not in some sort of order)

Surah Taha, Verse 1:
طه

Ta Ha.

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

We have not revealed the Quran to you that you may be unsuccessful.

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ

Nay, it is a reminder to him who fears:

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَى

A revelation from Him Who created the earth and the high heavens.

الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ

The Beneficent Allah is firm in power.

لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ الثَّرَىٰ

His is what is in the heavens and what is in the earth and what is between them two and what is beneath the ground.

وَإِن تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَإِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَأَخْفَى

And if you utter the saying aloud, then surely He knows the secret, and what is yet more hidden.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

Allah– there is no god but He; His are the very best names.

———–
AL-FATH , Verse 4:
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

He it is Who sent down tranquillity into the hearts of the believers that they might have more of faith added to their faith– and Allah’s are the hosts of the heavens and the earth, and Allah is Knowing, Wise

——–

Surah Adh-Dhariyat, Verse 50:
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ إِنِّي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Therefore fly to Allah, surely I am a plain warner to you from Him

——


Surah Al-Hadid, Verse 21:
سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Hasten to forgiveness from your Lord and to a garden the extensiveness of which is as the extensiveness of the heaven and the earth; it is prepared for those who believe in Allah and His apostles; that is the grace of Allah: He gives it to whom He pleases, and Allah is the Lord of mighty grace.

Verse 22:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

No evil befalls on the earth nor in your own souls, but it is in a book before We bring it into existence; surely that is easy to Allah


لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

So that you may not grieve for what has escaped you, nor be exultant at what He has given you; and Allah does not love any arrogant boaster:

——


Surah At-Taghabun, Verse 11:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

No affliction comes about but by Allah’s permission; and whoever believes in Allah, He guides aright his heart; and Allah is Cognizant of all things

—–

(About Jannah)

Surah Al-Fajr, Verses 27-30
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

O soul that art at rest!

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

Return to your Lord, well-pleased (with him), well-pleasing (Him),

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

So enter among My servants,


وَادْخُلِي جَنَّتِي

And enter into My garden.

——

(The people Allah loves)


ِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(2:195) Surely Allah loves the doers of good.

ُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

(2:222) Surely Allah loves those who turn much (to Him), and He loves those who purify themselves.

ٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

(3:76) Then surely Allah loves those who guard (against evil).

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

(3:146) And Allah loves the patient.

ْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(5:13) Surely Allah loves those who do good (to others).

ْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

(9:4) Surely Allah loves those who are careful (of their duty).

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

(9:108) And Allah loves those who purify themselves.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

(49:9) Surely Allah loves those who act equitably.

ْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

(60:9) Surely Allah loves the doers of justice.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ

(61:4) Surely Allah loves those who fight in His way in ranks as if they were a firm and compact wall.

——-
Surah An-Naml (60-62)

أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَّا كَانَ لَكُمْ أَن تُنبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ

Nay, He Who created the heavens and the earth, and sent down for you water from the cloud; then We cause to grow thereby beautiful gardens; it is not possible for you that you should make the trees thereof to grow. Is there a god with Allah? Nay! they are people who deviate.

أَمَّن جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Or, Who made the earth a restingplace, and made in it rivers, and raised on it mountains and placed between the two seas a barrier. Is there a god with Allah? Nay! most of them do not know!

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَٰهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Or, Who answers the distressed one when he calls upon Him and removes the evil, and He will make you successors in the earth. Is there a god with Allah? Little is it that you mind!

—-


وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

(16) And certainly We created man, and We know what his mind suggests to him, and We are nearer to him than his life-vein.

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

(17) When the two receivers receive, sitting on the right and on the left.

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

(18) He utters not a word but there is by him a watcher at hand.

—-


إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌ

(12) Surely the might of your Lord is great.

إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ

(13) Surely He it is Who originates and reproduces,

وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُودُ

(14) And He is the Forgiving, the Loving,

ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيدُ

(15) Lord of the Arsh, the Glorious,

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

(16) The great doer of what He will.

—-

Surah Luqman

Verse 22:
وَمَن يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

And whoever submits himself wholly to Allah and he is the doer of good (to others), he indeed has taken hold of the firmest thing upon which one can lay hold; and Allah’s is the end of affairs


Surah Az-Zumar, Verse 53:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Say: O my servants! who have acted extravagantly against their own souls, do not despair of the mercy of Allah; surely Allah forgives the faults altogether; surely He is the Forgiving the Merciful

—-

اللَّـهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ

Allah is the Wali (Protector or Guardian) of those who believe. He brings them out from darkness into light. (2:257)

—–

Surah Al-Baqara, Verse 156:
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Who, when a misfortune befalls them, say: Surely we are Allah’s and to Him we shall surely return.

—-

Surah Al-Isra, Verse 44:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

The seven heavens declare His glory and the earth (too), and those who are in them; and there is not a single thing but glorifies Him with His praise, but you do not understand their glorification; surely He is Forbearing, Forgiving.

Surah Al-Ahzab, Verse 43:
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

He it is Who sends His blessings on you, and (so do) His angels, that He may bring you forth out of utter darkness into the light; and He is Merciful to the believers.


Surah Ghafir, Verse 14:
فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Therefore call upon Allah, being sincere to Him in obedience, though the unbelievers are averse:

Surah Ghafir, Verse 15:
رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ

Possessor of the highest rank, Lord of power: He makes the inspiration to light by His command upon whom He pleases of His servants, that he may warn (men) of the day of meeting.

Surah Al-Baqara, Verse 214:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

Or do you think that you would enter the garden while yet the state of those who have passed away before you has not come upon you; distress and affliction befell them and they were shaken violently, so that the Apostle and those who believed with him said: When will the help of Allah come? Now surely the help of Allah is nigh!


Surah Ar-Room, Verse 5:
بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَن يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

With the help of Allah; He helps whom He pleases; and He is the Mighty, the Merciful;

وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ وَعْدَهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(This is) Allah’s promise! Allah will not fail His promise, but most people do not know.

—-

Surah Ash-Shura, Verse 28:
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

And He it is Who sends down the rain after they have despaired, and He unfolds His mercy; and He is the Guardian, the Praised One.

Surah At-tur, Verse 48:
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

And wait patiently for the judgment of your Lord, for surely you are before Our eyes, and sing the praise of your Lord when you rise

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ

And in the night, give Him glory too, and at the setting of the stars.

Surah Ibrahim, Verse 12:
وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ

And what reason have we that we should not rely on Allah? And He has indeed guided us in our ways; and certainly we would bear with patience your persecution of us; and on Allah should the reliant rely.

Surah Al-Isra, Verse 20:
كُلًّا نُّمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

All do We aid– these as well as those– out of the bounty of your Lord, and the bounty of your Lord is not confined

S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.

S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.

S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.

S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.

S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.

S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas

S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk

S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi

S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.

S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :“ Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)

S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.

S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Shalat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.

S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah… .

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
— 

Q.S Al-Ahzab 33 : 35

Penyemangat! 

Allah, to the Prophet's ﷺ Wives وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

And stay in your houses.

~ Surah 33. Al-Ahzab, Ayah 33

​After the recent fitna caused on our streets, what better advise than to stay in our homes unless a necessity.

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

And put your trust in Allah, and Sufficient is Allah as a Wakil (Trustee, or Disposer of affairs).

~Surah 33. Al-Ahzab, Ayah 33

But if any of you devoutly obeys Allah and His Messenger and does good, righteous deeds, We will give her reward doubly; and We have prepared for her an honorable, generous provision (in Paradise).
—  Holy Qur'an, al-Ahzab 31
bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm  ﷽

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

O you who have believed, remember Allah with much remembrance

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

And exalt Him morning and afternoon.

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

It is He who confers blessing upon you, and His angels [ask Him to do so] that He may bring you out from darknesses into the light. And ever is He, to the believers, Merciful.

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

Their greeting the Day they meet Him will be, “Peace.” And He has prepared for them a noble reward.


Source: Surah Al-Ahzab [verse 41-44]

anonymous asked:

anything to say on the new clip and sana and chris's "conversation"?

“O you who have believed, fear Allah and speak words of appropriate justice.”

(Qur'aan: Surah Al-Ahzab, Ayah 70)

Merenda Rindu Menjadi Kata Kerja

Sekitar satu tahun yang lalu, saya pernah berdiskusi dengan seorang Ibu yang sampai saat ini selalu menjadi teman diskusi saya tentang hidup dan kehidupan setelah hidup, saya bertanya kepada beliau, “Bu, gimana, ya, kok saya engga bisa kayak orang-orang yang rindu sama Rasulullah? Saya suka dengar orang-orang bilang rindu banget sama Rasulullah, bahkan ada yang sampai menangis. Saya bingung. Mengapa saya tidak merasakan rindu itu? Saya bahkan tidak paham apa yang sebenarnya harus saya rindukan dari Rasulullah. Saat itu, saya benar-benar dalam kebingungan hingga saya mempertanyakan status diri saya sendiri sebagai muslim, dalam hati saya berbisik, “Kamu muslimah seperti apa, sih? Masa engga rindu sama Rasulullah?”

Ibu mendengarkan dan memperhatikan saya lekat-lekat, kemudian beliau menjawab, “Nov, tak kenal maka tak rindu. Sekarang, bagaimana bisa kamu merasakan rindu sementara kamu belum mengetahui siapa Rasulullah sebenarnya? Kenali dulu, Nov. Baca Sirah Nabawiyah agar kamu tau siapa Rasulullah dan bagaimana kehidupan beliau. Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana kamu mencontoh dan meneladani kehidupan beliau, bukan semata-mata tentang rindunya. Sebab, jangan sampai semua hanya euphoria saja, hanya rindu yang tidak ada artinya. Saya pun mengangguk perlahan, mencoba memahami apa yang beliau sampaikan.

Setelah itu, Ibu meminjamkan saya sebuah buku Sirah Nabawiyah. Buku yang sebenarnya sama saja tebalnya seperti buku-buku Psikologi ketika saya kuliah dulu, tapi entah mengapa saya begitu lama untuk menyelesaikannya. Saya pun memilih untuk mulai mengenali Rasulullah dengan membaca dan berdiskusi, meski kecepatannya tidak sama dengan ketika saya mempelajari materi-materi klinis yang satu semester selesai.

Ternyata …

“Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” (Q.S Al-Ahzab : 45-47)

Betapa indahnya kehidupan jika Rasulullah ada di tengah-tengah kita. Kita tak lagi perlu bingung tentang banyak perkara, sebab beliaulah tempat bertanya yang berhak memutuskan segala keputusan. Kita tak perlu jauh mencari-cari idola, sebab beliaulah cerminan pribadi terbaik yang kualitas dirinya tak perlu kita pertanyakan lagi. Meski hidup beliau tak mudah, meski perjuangan beliau berdarah-darah.

Beliau adalah saksi atas perbuatan-perbuatan umatnya, yang memutuskan dan menilai segala sesuatu berdasarkan standar Al-Qur’an. Beliau adalah pembawa kabar gembira yang menyampaikan janji-janji kebahagiaan dari Allah pada hamba-Nya yang bertakwa. Beliau juga adalah pembawa peringatan, agar kita tak berakhir menjadi manusia yang lalai. Tak hanya itu, beliau menyampaikan, menjelaskan, mengajak, menuntun, membersamai, dan memastikan umat sampai pada keridhoan Allah. Betapa sayangnya beliau kepada kita, jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia.

Kelak di Yaumil Akhir, kita tentu ingin ada di barisan Rasulullah. Tapi, bagaimana? Apakah beliau akan mengakui kita sebagai umatnya sementara kita tidak mengenalnya? Apakah beliau sudi menerima kita di barisannya sementara kita tidak menjalankan apa yang beliau contohkan semasa hidupnya? Apakah hanya berbekal rindu saja maka semuanya sudah cukup?

Kemarin, saat kami berdiskusi lagi, Ibu menyampaikan, “Jadikan kerinduan kepada Rasulullah sebagai sebuah kata kerja. Bergeraklah! Kenali beliau lebih dalam lagi, hidupkan sunnah-sunnahnya. Lihat dan pahami Rasulullah itu dulu hidupnya melakukan apa saja, ayo kita lanjutkan perjuangannya.” Sebuah panah bagai menusuk ke hati saya. Ah ya, rindu memang perlu diakselerasikan menjadi sebuah kata kerja dengan bergerak menyebarkan kebenaran dan kebaikan seperti apa yang beliau lakukan, juga menghidupkan sunnah di keseharian. Dan, semua itu bisa dimulai dari mengenal siapa beliau sebenarnya.

Baca Sirah, yuk!



إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Indeed, Allah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [ Allah to confer] blessing upon him and ask [ Allah to grant him] peace.

Surah 33. Al-Ahzab, Ayah 56