al a'la

Hati dan Cinta

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan teman lama saya.Tidak terlalu banyak yang berubah dari diri teman saya dari terakhir kami bertemu. Namun saya bisa melihat ada yang berubah ketika kami mulai berbagi cerita. Kami bercerita banyak hal tentang masa lalu dan impian impian masa depan. Hingga sampai suatu titik suaranya mulai parau dan sorot matanya berubah. Dia mulai bercerita.

Ya setelah kembali ke Indo, gue akhirnya tau kalo pacar gue selingkuh padahal gue udah serius dan bilang ke ortu mau ngelamar dia” katanya memulai percakapan.

Alhamdulillah bagus dong? ketauan deh kalo memang dia bukan yang terbaik” sejujurnya saya males nanggepin masalah - masalah orang pacaran. Mereka bermain api dan ketika terbakar mereka “menangis” how come? atas nama rasa dan pemuasan cinta segala aturan dan legalitas ditabrak namun tidak siap akan sebuah bencana yang mereka timbulkan.

Bukan gitu bro, gue ini lagi banyak masalah lo tau kan gue bla bla bla (mulai cerita polemik hidupnya yang lain)” perlahan temanku mencoba mengeja cerita agar rasa tidak terlalu tumpah dan air mata tak sengaja keluar.

hmm…gitu” saya menanggapi sederhana ala laki - laki.

jadi sering tahajud bro, nangis kalo solat inget hidup kok berat gini” dia menimpali.

Alhamdulillah, gitu dong semoga bisa lebih baik. Santai aja bro, setiap kesulitan insya Allah ada kemudahan. Allah itu sayang sama lo makanya dia tunjukkin jalan yang terbaik untuk lo walaupun lo itu belum sadar. Liat sekarang aja akhirnya lo tahajud kan? dan masalah rezeki, jodoh dan kematian itu sudah diatur bahkan sebelum kita lahir jangan kuatir dan sedih berlebihan gitu. Jangan mendzalimi diri dan merendahkan harga diri dengan mengemis perhatian atau menangisi sesuatu yang tidak pantas ditangisi.” akhirnya saya mulai merasa iba.

Next, jangan pacaran lagi bro. Jadi Gentleman, gausah khawatir ini itu apalagi rezeki. Masalah rezeki ga usah terlalu kuatir, insya Allah kalo emang niatnya karena Allah dan ibadah pasti bakal dilancarkan dan diberi berkah apalagi kalo udah berdua, yakin aja deh.” Kemudian saya melanjutkan memberinya ide untuk membuat usaha sendiri.

”Ya, jadi gitu bro. Insya Allah gampang lah itu bisa ada rezekinya. Nah jadi ketika lo suka sama seorang wanita lagi, lo udah ga ada alasan kuatir ngelamar. Gausah pake basa basi, lamar aja toh kalo ga diterima ya ditolak  cuma 2 kok pilihannya. Diterima Alhamdulillah, ditolak tinggal cari lagi haha. Tapi seengaknya lo itu terhormat. Izzah lo terjaga.” kata saya berapi - api.

Kemudian teman saya menatap mata saya, raut wajahnya berubah kesal “iya, lo enak bro. Lurus lurus aja hidupnya

Dititik ini sebenarnya saya sudah agak merasa, wah ini kok dibilangin malah ngeyel dan banding bandingin gini “Lah? Bro, sejujurnya lo cuma liat sekilas yang nampak aja. Gue juga punya masalah - masalah hidup sama seperti lo dan orang lain yang hidup diluar sana, orang hidup pasti diuji. Bedanya apa? gue berusaha sabar dan stay cool aja. Husnudzon aja sama Allah udah gausah diambil pusing.”. Kataku.

****

Dalam perjalanan pulang kembali dari Bandung beberapa hari yang lalu salah seorang adik kelas saya dikampus tiba tiba mengirim pesan ke smartphone saya.

A : Fiz

A: Kalo lo gak lagi sibuk gue mau sharing dan minta pendapat lo dong

H: What’s up? Sharing terkait apa nih?

A: Jadi gini, (mulailah dia bercerita)

Pada intinya ini terkait dengan masalah ikhtiarnya dalam proses mengkhitbah “terganjal”. Nah sejujurnya untuk menghadapi orang patah hati ini yang kadang serba salah dan sensitif. Tapi saya coba sampaikan dengan bahasa bahasa santai pertemanan dan tanpa terkesan memerintah. Karena menurut penuturannya yang saya tangkap proses yang dilalui insya Allah sudah di jalur yang benar maka apa yang saya sampaikan adalah sesederhana terkait pengharapan manusia, takdir Allah, ketidaksiapan menerima hasil terbaik dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Nah terus saya keinget salah satu video #1minuteboosternya di IG Ust Hanan Attaki, jadilah saya kasih info ke adik kelas saya untuk nonton itu dengan harapan bisa melegakkan.

***

Saya akhirnya kembali mengingat, seringkali kita dipalingkan dengan cinta - cinta terkait dunia, apalagi ketika memasuki fase quarter life crisis. Bermunculanlah segala kegalauan terhadap apa apa yang biasa dicinta manusia, pekerjaan atau perniagaan yang menghasilkan harta - harta mereka, pasangan - pasangan yang menyenangkan hati mereka, dan keinginan untuk hidup mapan bahagia sejahtera, dan mimpi mimpi lain manusia. Dan ruginya terkadang cinta terhadap hal - hal itu tanpa sadar sudah melebihi cinta kita terhadap Allah.

Katakanlah: “jika bapak - bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri - istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kuatir kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (Q.S At-Taubah : 24)

Allah SWT sangat cemburu terhadap hamba-Nya yang menduakan dan melebihkan cintanya terhadap selain diri-Nya.

Kedua, Allah sering kali karena cemburu dan karena Maha Penyayangnya ingin memanggil dan mengingatkan kita untuk kembali bersimpuh dalam sujud sujud panjang kita seraya berdoa dan memohon mesra akan urusan hajat - hajat kita. Bukan karena Allah menginginkan kita untuk bersedih atau menyusahkan kita, justru karena Allah tau dengan cara yang agak “pahit” manusia biasanya tersadar dan kembali mencari Rabb-nya. Karena dalam kondisi sempit manusia sadar mereka makhluk lemah yang tidak ada berdaya, dan dalam dada yang sesak dipenuhi masalah masalah kehidupan manusia berlari mencari tempat mengadu.

Ketiga, mengajarkan kita untuk memaknai hidup bahwa hidup sesederhana “jika ditimpa musibah kemudian bersabar dan jika diberi kesenangan kemudian bersyukur” tidak ada bedanya, keduanya adalah ujian hidup dari Allah.

Keempat, apapun yang berkaitan dengan “Cinta” yang perlu diingat adalah Cinta kepada Allah dan Rasul adalah wajib dan yang utama. Cinta kepada pasangan, keluarga, harta dan apapun di dunia ini adalah yang kedua dan harus lurus dalam niatnya yaitu cinta karena Allah. Bukan cinta karena nafsu dan kesenangan diri karena cinta yang seperti itu yang ketika hilang akan mebawa kedukaan berlebih yang tidak semestinya dan cinta yang salah niat dan tujuannya maka sesuai ayat At - Taubah diatas “maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Berhati hatilah.

Kelima, saya sependapat dengan Ust Salim A Fillah, seorang lulusan sarjana Teknik Elektro UGM yang kemudia Allah karuniakan ilmu agama kepadanya (mudah mudahan Allah karuniakan ilmu Agama juga kepada kita semua).

Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan; dibatalkan karena hendak diganti yang utama; ditolak karena dinanti yang lebih baik.

Dan terakhir, mungkin masih tersirat cinta yang salah dalam hati - hati kita

But you prefer the worldly life, while the Hereafter is better and more enduring (Al- A'la : 16-17)

Cinta Dunia dan Keyakinan Terhadap Akhirat

👤 Dr. Firanda Andirja

Sejauh mana besar kecintaanmu dan pengejaranmu terhadap dunia…

maka sejauh itulah rendahnya keyakinanmu terhadap akhirat…

بل تؤثرون الحياة الدنيا والآخرة خير وابقى
“Akan tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal” (QS Al-A'la : 16-17)

Adapun orang yang meyakini akhirat maka ia hanya mengumpulkan dunia sekedarnya untuk membantunya sampai di akhirat, karena bagaimanapun akhirat tidak bisa diraih kecuali dengan dunia…
Kalaupun ia mengumpulkan dunia maka adalah untuk berinfaq di jalan Allah…

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
“Ya Allah jangan Engkau jadikan dunia adalah tujuan kami yang terbesar”

JANGAN ABAIKAN SAAT TELINGA BERDERING

“Telinga berdering Adalah panggilan baginda Nabi Muhammad SAW”.

Bayak orang bertanya, kenapa terkadang telinga bersuara “nging”?
Apa sebabnya, karna ada yg mengatakan tidak berpedoman, bertahayyul dan sangkaan buruk terhadap hal itu??

Sesungguhnya suara “nging” dalam telinga, itu ialah Sayyidina Rasulullah SAW sedang menyebut orang yg telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yg tertinggi (Malail A'laa) dan supanya ia ingat kepada Sayyidina Rasulullah SAW dan membaca Selawat.

Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab (AZIZI ‘ALA JAMI'USH SHAGHIR)
“Jika telinga salah seorang kalian bedengung (NGING) maka hendaklah ia mengingat aku (Sayyidina Rasulullah SAW) dan membaca Selawat kepadaku, serta mengucapkan "ZAKARALLOHU MAN ZAKARONII BIKHOIR” yg artinya: Allah ta'ala akan mengingatkan, yg mengingatku dengan kebaikan. (Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan bahwa ini adalah hadis hasan)

IMAM Nawawi Berkata: sesungguhnya telinga itu berdengung hanya ketika datang berita baik ke Ruh. Bahwa Sayyidina Rasululloh telah menyebutkan orang (pemilik telinga yg berdengung “nging”) tersebut dngan kebaikan di Al Mala'Al A'la (majlis tertinggi) di alam Ruh.
[Kitab AZIZI 'ALAL JAMIUSH SHAGIR oleh Imam Ali Bun Muhammad al-Azizi]

“Sampaikanlah pada orang lain, maka ini akan menjadi Sedekah jariyah pada setiap orang”.
Dan kemudian dia mengamalkanya, maka kalian juga ikut mendapatkan pahala sampai hari kiamat.

Rasululloh SAW bersabda:
Barang siapa yg menyampaikn satu (1) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkanya, maka walaupun yg menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia) dia akan tetap memperoleh pahala

AMIIN..Ya Robbal 'alamin….

(Ustaz Iqbal Zain al Jauhari )

The sisters who are maintaining their Haya in this heat

In town and Wallahi more than noticing the fitnah that surrounds me due to this sudden heat here in the UK, I’m noticing how many sisters there are that haven’t lost their modestly due to the intensity of the heat. Those sisters who fear Allah in this heat in regards to their modesty and in general. Those sisters who think about their brothers in deen that are struggling with lowering their gaze. May Allah preserve and protect such women who remember the fire of the hellfire is hotter than any heat from the the heat of the dunya.
May Allah grant each and everyone of you Al Firdaws Al A'la for your efforts in maintaining your haya in this heat.