aktualisasi

KATARSIS DENGAN MENULIS

Proses katarsis sangat dikenal dalam psikologi, terutama dalam aliran psikoanalisis. Maksudnya adalah adanya pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarsis sangat penting bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah emosional. Pada umumnya orang-orang yang menghadapi masalah yang sangat berat atau menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan atau seringkali tidak mau atau tidak bisa mengungkapkanya kepada orang lain.

Mereka lebih senang memendamnya dalam hatinya sendiri atau berusaha melupakanya. Tapi justru dengan menekan segala macam perasaan, emosi pikiran-pikiran yang mengganggu alam bawah sadarnya, maka timbul berbagai macam gangguan-gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan atau berbagai bentuk penyakit fisik seperti: penyakit jantung, liver atau tekanan darah tinggi.

Menulis sebagai media katarsis yang sangat murah dan mudah – apabila kita sadari itu akan menjadi cara kita untuk lebih berprestasi, percaya atau tidak. Siapa yang mungkin di masa kini tidak bisa menulis?. Terutama bagi kita yang sehari-hari aktif sebagai professional dan tidak pernah lepas dari kertas dan gadget. Dalam waktu tertentu mungkin kita tidak suka menulis padahal dengan menulis apa saja yang kita pikirkan, jika terarahkan akan banyak hal positif yang bisa diraih.

Dalam beberapa fenomena, menulis malah bisa membuat kita kaya seperti para blogger dalam penelitian Penelitian Adi Onggoboyo dalam “Suatu Fenomena Sociocyber yang unik dan dinamis” pada bulan Oktober 2004 yang lalu mengungkapkan bahwa 95,26% dari 211 blogger Indonesia menyatakan bahwa mereka merasa mendapatkan hal-hal positip setelah menjadi blogger. Hal-hal positif tersebut diuraikan lagi oleh Adi Onggoboyo sebagai berikut :

Meningkatkan Gairah Hidup 2,98%

Lebih Disiplin 0,49%

Semangat Prestatif 3,98%

Menjalin dan memperbanyak relasi/ kawan/ persahabatan 48,75%

Rajin menulis/ meningkatkan kemampuan/ produktivitas menulis 8,95%

Lebih kreatif/ ekspresif/ inspiratif/ motivatif 4,47%

Menambah berbagai wawasan 3,98%

Lega bisa berbagi 2,48%

Lain-lain 7,96%

Gabungan beberapa poin diatas 15,92%

Dengan menulis tanpa sadar kita telah menguraikan segala ledakan –ledakan di otak. Dengan menulis banyak inspirasi yang bisa kita dapatkan. Sehingga media katarsis ini akan bisa kita upayakan dalam kehidupan untuk lebih kreatif dan inovatif dimana akan mendukung dalam pencapaian optimisme kita serta membantu kita merencanakan langkah–langkah karir atau kehidupan kita sehingga semua terasa ringan dan mudah dilakukan siapa saja.

Menulis bias dijadikan suatu media yang digunakan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan pikiran, emosi dan perilaku seseorang atau kelompok sebagai jawaban atas kebutuhan didengar dan aktualisasi diri untuk menunjukkan eksistensinya sebagai manusia dari waktu ke waktu. Kalau sudah demikian, kenapa kita malas menulis ? Jika dengan menulis jiwa dapat lebih sehat ? Menulis adalah teman curhat tanpa pembatas apa pun, menulis adalah psikolog paling damai, menulis adalah bapak kehidupan yang memelihara harta paling berharga, pikiran. Menulis adalah pembebas pikiran agar dapat berpikir lebih jernih.

Jadi, jangan takut untuk menuliskan katarsis-katarsis karir Anda, karena dari sana akan muncul dorongan kuat untuk merealisasikan gambaran karir gemilang yang kita harapkan ..(*)

source

Tentang postingan

Sadarilah, teko akan mengeluarkan cairan yang ada di dalamnya. Eforia kita terhadap sosial media seakan-akan menjadi saran sebesar-besarnya untuk aktualisasi diri. Alih-alih aktualisasi, malah menjadi kebablasan, seakan kita menelanjangi diri sendiri dihadapan puluhan ribu mata

Jadikan sosial media sebagai menyebar kebaikan bukan kemunkaran. Sosmed bukan buku harian, jadi tidak perlu memposting segala sesuatu tentang kita. Jangan REAKTIF dalam memberikan respon terhadap berita yang tersebar di sosmed ataupun memberikan komentar ataupun membuat postingan, tetapi pakailah KESADARAN Full tentang apa yang akan diketik. Menulis ataupun posting di SOSMED pakailah pertimbangan bukan dengan emosi.

Jadikan diri kita inspirasi, yaitu mengajak orang yang membaca postingan kita terinspirasi, artinya disana memberi info apa yang perlu dilakukan juga oleh orang lain, bedakan dengan pamer, lebih banyak kearah narsistik saja, membangtidakan diri sendiri. Pikir dua kali apa yang akan kita posting dan itu sangat terkait dengan NIAT apa yang kita sertakan ketika memposting berita

Allah swt berupaya untuk menutupi aib-aib kita dari penglihatan manusia, jangan sampai kita sendiri yang mengumbar aib kita, karena pada siapa lagi kita akan minta pertolongan

Kendalikan keinginan untuk komen atau posting sesuatu, jika memang tidak perlu, tinggalkan. Orang yang bersosial media aktif terkadang memang karena dalam dunia nyatanya kurang banyak aktivitas yang dilakukan. Jika memang kita dalam taraf kecanduan sosial media, kurangi interaksi kita dan ganti dengan aktivitas nyata yang lebih banyak dari sebelumnya

So, bijaklah dalam menggunakan sosial media, sebarkan dan ajarkan ilmu-ilmu ini pada saudara-saudara kita yang lain. Jangan sampai harapan bangsa kita terus kembali berguguran tanpa berjuang
.
(Ani Khairani, M. Psi. Psikolog)
dalam diskusi online ASA Indonesia

#tulisan #tentangpostingan #notulen #opendiscuss #asaindonesia #asamuda #ntms #muhasabahdiri

Made with Instagram