akane*

Masalah Itu

Sebagai orang yang beriman, maka aku percaya bahwa masalah atau ujian yang datang dalam hidup itu memiliki kebaikan yang besar.

Pertama, masalah datang sebagai tanda bahwa Allah sedang menguji kita untuk kita naik kelas. Naik ke tingkat berikutnya dalam banyak hal, baik dalam keimanan, kedudukan di sisi-Nya. Allah ingin kita naik tingkat.

Kedua, masalah yang datang sebagai cara untuk menebus kesalahan kita. Bila kita mampu bersabar, ujian bisa menjadi cara untuk menggugurkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Ketiga, Allah ingin memberi tahu kita bahwa kita jauh lebih kuat dan lebih tangguh dari masalah yang kita hadapi. Karena janji-Nya pasti benar bahwa Dia tidak akan menguji hamba di luar batas kemampuannya. Jadi jelas bahwa kita jauh lebih kuat dan bisa melewati masalah yang kita hadapi. Jadi jangan merasa lemah. Semakin besar masalah yang kita hadapi, sejatinya kapasitas kita jauh lebih besar dari masalah itu.

Keimanan dan ketakwaan kita diuji dengan demikian. Karena masalah adalah kenikmatan dalam bentuk lain yang harus kita syukuri. Dengan cara menghadapinya dan menyelesaikannya. Semoga Allah masih menjadi yang pertama :)

©kurniawangunadi

An-Nur: 26

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

(Lazimnya) perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat; dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat); mereka (yang baik) itu akan beroleh pengampunan (dari Allah) dan pengurniaan yang mulia.

Mudah, kan.
Jadi orang baik,
Untuk dapatkan yang baik.

Bukan hanya meminta yang baik,
Tanpa ada usaha untuk menjadi yang terbaik.

Terima kasih Mak Aji,
Atas nasihat yang sangat memujuk hati.

Aku Menulis Ini Dengan Keadaan Sangat Terluka

Kamu, sadarkah kamu, yang pernah kautanam dulu, kini berbuah mengkudu. Pahit.

Kata ‘sayang’ yang pernah terucap, kini terasa getir di bibir. Membuat mulutku hilang katup, menganga, tak bisa berkata apa-apa. Ketika perpisahan itu kau anggap biasa.

Apa kau mengerti, aku lelaki, cucu adam yang juga punya hati. Yang apabila disakiti juga akan merintih.

Kau bahkan tak berucap apa-apa setelah perpisahan kita. Jika menurutmu aku baik-baik saja, ya kau benar, aku baik-baik saja, setidaknya sampai aku tak tahan lagi untuk berpura-pura.

Bila saja aku tahu, rasa di dalam dirimu sudah berdebu, mungkin waktu itu kupeluk dirimu. Setidaknya perpisahan kita, ada pelepasannya. Tidak hanya kata 'maaf’, 'terimakasih’, dan 'selamat tinggal’. Kau bahkan tidak tahu, apa hati ini benar-benar selamat saat ditinggal, kan?

Kau tidak benar-benar tahu, sayang. Telah berapa banyak bintang yang kusumpahi jatuh, agar dikabulkannya permintaanku. Telah berapa banyak setan yang kutipu, ketika mereka menggodaku untuk meninggalkanmu.

Aku menulis ini dalam keadaan sangat terluka, dan airmata bukan lagi sebuah kata yang kulukis dengan pena. Ia jatuh benar adanya.

Pada akhirnya, semua kekhawatiran itu, kegelisahan itu, ketidaktenangan hatimu itu, akan berujung pada sebuah pertanyaan sederhana:

“Dimana kau letakkan Allah di hidupmu, hatimu?”

Allah akan berikan kita pada masa yang tepat dengan orang yang tepat.. jodoh kan rahsia Dia.. Yang perlu kita lakukan perbaiki diri kita.. MENJADI lebih baik dari MENCARI.. Allah kan dah janji lakiyg baik utk wanita yang baik .. dan begitulah sebaliknya 😊 💕

Menjalani Pilihan

Kita sedang menjalani pilihan yang dipilihkan. Melalui ilham, melalui kecenderungan, melalui doa-doa kita yang menguatkan. Karena yang sedang kita jalani ini mengandung konsekuensi, suatu risiko atas pilihan tersebut.

Rintangan apapun, lalui seperti air mengalir. Sebab muara pilihan ini bukanlah impian kita yang kemudian menjadi nyata, harapan kita yang kemudian terwujud. Seperti air yang mengalir, ada yang sampai ke muara, sampai ke citanya di lautan. Ada yang tertahan di atas tanah. Tapi kita tahu ia menguap ke atas untuk menjadi hujan. Suatu hari bukan tidak mungkin ia jatuh di lautan, sebagai hujan.

Ada banyak kemungkinan untuk menuju tujuan, sepanjang kita percaya bahwa Tuhan tidak akan berhenti untuk ikut campur dalam setiap urusan. Jangan lupa menyertakan-Nya dalam setiap langkah kita. Biar kita terbimbing.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

©kurniawangunadi

Ketika kau dapati ayat-ayat Al-Qur’an yang pernah kau hafal kini terlupakan, segera minta maaf padanya dan berjanjilah bahwa kamu tak akan melepaskannya lagi, lalu istiqomahlah.
—  Mohonlah ampun pada Allah karena sejatinya kita bukan terlupa tapi dilupakan, akibat dosa dan kesalahan yang mungkin sempat dilakukan.
youtube

Ling Tosite Sigure just came out with a preview for their new mini album and oh my god it sounds awesome O-O!! eeee! im really excited.

Aku terus bertahan, menjadikan kita seperti tetangga yang dipisahkan oleh sebuah dinding. Aku merasakan keberadaanmu, tanpa pernah tahu bagaimana perasaanmu. Jarak antar raga kita dapat kuukur, tapi tidak dengan hati. Sedalam apapun aku coba mengerti. Sebab ia bekerja dan memilih dengan caranya sendiri—formula yang tak ‘kan pernah aku mengerti.


Maka memang hanya itu modalku untuk terus bertahan: satu keyakinan bahwa suatu saat rindu itu akan terbayar setuntas-tuntasnya. Bahwadinding itu akan roboh, menyatukanmu dengan diriku yang telah lelah sendiri.


Andai kau tahu perasaanku saat itu, betapa aku mendambamu dan berharap sejarah mencatat kisah tentang lingkaran perih-bahagia yang tengah kutenun dengan dramatis. Menuju akhir cerita seindah kisah cinderella. Menolak sebuah kenyataan bahwa dunia juga punya banyak cerita tentang cinta yang tak memiliki, serupa kisah Qais yang majnun lalu mati menderita di atas makam Laila. Aku sadar aku tak sebodoh itu, meski aku terus bersiap untuk setiap hal.


Sebab hadirnya cinta selalu membuka semua kemungkinan.


____


Cinta Adalah Perlawanan, Bab Kebohongan yang Indah.


aku menuliskan tentangmu dengan bahagia.
senyummu.
tawamu.
suaramu.
selalu teduh di setiap kata-kataku.

sejak saat itu.
hari di mana kita dipertemukan.
hingga hari ini.
sungguh.
mencintaimu, tidak sehari pun kulewatkan.

bagiku.
kau lawan bicara terbaik yang dihadiahkan Tuhan.
kita berbagi.
kita berdebat.
kita bertengkar.
kita bertukar pikiran.
dan semuanya, menyenangkan.

kini benar kusadari.
jika bahagia itu sederhana, memang benar adanya.

pada setiap langkahku menujumu.
aku ingin selalu menyertakan Tuhan.
karena aku percaya.
cinta akan menang, jikalau Tuhan merestukan.

yang ada pada dirimu, kuanggap semua hadiah Tuhan untukku.
dan aku percaya, Tuhan memberinya tidak cuma-cuma.
kini, tugasku ialah menjagamu dengan sebaik-baik cara.

#penakecil

‘’ Gündüz yansımaları

Limuzin kirpikler

O güzel yüzünle

Akıt bir gözyaşı damlası kadehime

Bak şu koca gözlere

Benim için gör ne demek olduğunu

Tatlı kekler ve milkşeykler

Ben bir yanılsama meleğiyim

Ben bir hayal geçidiyim

Bilmeni istiyorum ne düşündüğümü

Tahmin etmeni istemiyorum artık

Bilmiyorsun nereden geldiğimi

Bilmiyorsun nereye gideceğimizi

Hayatın misafiri

Nehrin kolları gibi

Nehir aşağı akan

Akıntıya kapılmış

Seni taşıyorum

Sen beni taşıyacaksın

Böyle olabilir ancak

Tanımadın mı beni? “

instagram

Berbaringlah. Jarak yang telah kita buat jangan pernah kita salahkan. Ia bukan sesuatu yang membuat kita, melainkan kitalah yang membuatnya. Serupamu, bahagiaku dalam kebiasaanku. Sayangnya, aku tidak tahu kapan aku akan pergi. Aku tidak tahu kapan kau akan pergi. Dan yang kusesali adalah aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi. Kalau aku bisa. Aku ingin mengajakmu ke tempat-tempat yang ingin aku tunjukan. Sebelum kita hilang. Itu pun, kalau kamu bisa. Karena melihatmu, sama halnya melihat udara.
.
Panji Ramdana 2015.
.
(Yuk Tag teman-temanmu yang saat ini sedang bergulat dengan jarak dan waktu, semoga bisa segera bertemu. Aamiinn.. ^^)

MELAWAN LUPA
Jumat Pagi, 28 Agustus 2015


Allah berfirman :

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya” (QS Al-‘Adiyaat : 6)

Al-Hasan rahimahullah berkata :

هُوَ الَّذِي يَعُدُّ الْمَصَائِبَ، وَيَنْسَى نِعَمَ رَبِّهِ.
Yaitu orang yang menghitung-hitung musibah (yang sedikit-pen) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robnya (yang telah banyak diberikan kepadanya-pen) (Tafsir Ibnu Katsir 8/467)

Akan terlihat hakikat kita sesungguhnya tatkala kita ditimpa musibah, apakah kita termasuk كَنُوْد (ingkar) ? Atau termasuk sabar (yang tidak lupa dengan karunia-karunia Allah sehingga menjadikan kita lebih sabar dalam menerima keputusan Allah)?

Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah kepada kita tiada hentinya dengan berbagai macam modelnya. Namun demikianlah karena kurang kuatnya iman sebagian kita sehingga tatkala terkena musibah yang diingat-ingat hanyalah beratnya musibah tersebut, sementara anugerah dan karunia Allah terlupakan…

Contoh kecil :

-         Ada yang mobilnya mogok, maka iapun mengeluh sejadi-jadinya, ia lupa bahwa mobilnya mogok hanya sekali-sekali, selama ini sekian ribu kilometer mobilnya jalan dengan baik tanpa halangan.

-         Ada yang uangnya hilang, iapun marah dan mengeluh, padahal selama ini uang yang Allah berikan kepadanya tidak pernah hilang, namun ini semua terlupakan, yang diingat hanya uangnya yang hilang tersebut.

-         Ada yang tubuhnya sakit, lalu iapun mengeluh dan tidak sabar, padahal puluhan tahun Allah menjadikan tubuhnya sehat, lantas apakah sakit yang sebentar tersebut membuatnya lupa dengan kesehatan puluhan tahun lamanya?

-         Ada yang mengalami kegagalan, maka iapun marah, padahal kegagalan tersebut hanya sesekali, dan bisa jadi sekali saja. Sementara kemudahan dan keberhasilan sudah sering ia raih, namun terlupakan karena kegagalan tersebut.

-         Yang lebih berat, adalah ada yang anaknya meninggal karena sakit atau sebab yang lainnya. Maka iapun meronta dan menangis sejadi-jadinya dengan mengangkat suara, seakan-akan protes dengan keputusan Allah. Ia lupa bahwasanya Allah telah banyak memberikan kepadanya banyak anak, dan yang lainnya dalam kondisi sehat wal afiyat.

Jika kita terkena musibah maka berusahalah mengingat kebaikan-kebaikan Allah kepada kita, sehingga hal ini akan meringankan beban musibah kita dan kita tetap berhusnuzon (berbaik sangka) kepada Allah.

As-Suddiy rahimahullah berkata :

تَسَاقَطَ لَحْمُ أَيُّوْبَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلاَّ الْعَصبُ وَالْعِظَامُ، فَكَانَتْ امْرَأَتُهُ تَقُوْمُ عَلَيْهِ وَتَأْتِيْهِ بِالزَّادِ يَكُوْنُ فِيْهِ، فَقَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ لَمَّا طَالَ وَجْعُهُ: يَا أَيُّوْبُ، لَوْ دَعَوْتَ رَبَّكَ يُفَرِّجُ عَنْكَ؟ فَقَالَ: قَدْ عِشْتُ سَبْعِيْنَ سَنَةً صَحِيْحًا، فَهَلْ قَلِيْلٌ للهِ أَنْ أَصْبِرَ لَهُ سَبْعين سنة؟

“Daging nabi Ayub berjatuhan (karena sakit parah) maka tidak tersisa di tubuhnya kecuali urat dan tulang. Istrinya mengurusnya dan membawakan makanan diletakkan di sisi nabi Ayub. Maka istrinya berkata tatkala lama sakitnya nabi Ayub : "Wahai Ayub, kenapa engkau tidak berdoa kepada Robmu untuk menghilangkan sakitmu?”

Maka nabi Ayub 'alaihis salam berkata, “Aku telah hidup selama 70 tahun dalam kondisi sehat, maka bukankah perkara yang sedikit karena Allah jika aku bersabar karena-Nya 70 tahun pula? (Tafsir Ibnu Katsir : 5/360)

Disebutkan bahwa nabi Ayub sakit selama 7 tahun atau 18 tahun –sebagaimana disebutkan dalam buku-buku tafsir-, maka bagi beliau itu ringan dibandingkan kenikmatan kesehatan yang Allah telah berikan kepadanya selama 70 tahun.

Demikianlah mengingat-ingat kenikmatan menjadikan musibah terasa lebih ringan. Wallahu A'lam bis-showab.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 06-05-1436 H / 26-02-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

emelia-lion-calypso asked:

I've been thinking about Ginoza's and Kougami's relationship. In season 1, G said how K was his partner & that he left him, just like his dad. He seemed really hurt that K became an enforcer. And tried to sever personal ties with his dad and G, & to see them as hunting dogs, not people. But then G was demoted to enforcer, & the same rank as K (being the same rank maybe they could have their friendship back). But K ran off. So G was left again. And then in the movie, they meet up. Your thoughts?

I think that has a lot to do with what Gino told Akane about Ko at the end of the film. He knows that Ko’s always going to kind of come and go. Obviously there are very different kinds of feelings involved, but the point he was trying to make is that there’s no sense in dwelling on his absence. 

I love that character development. In season 1, it was “Everybody leaves me behind.” In the movie, he just accepts it. 

.
Duhai lelaki yang saat ini masih menjadi rahasia terbesar-Nya, yang kelak akan meminangku, dan yang suatu saat nanti akan menjadi imamku.
Ketahuilah..
Aku menantimu..
Aku menantikan semua yang ada pada dirimu..
Bagaimanakah denganmu?
Apakah kau sudah mulai melangkah untuk menjemputku?

Calon imamku.. saat ini mungkin aku adalah orang asing bagimu, saat ini mungkin aku bukanlah siapa-siapa bagimu.. tapi jika suatu saat nanti kita bertemu dan telah bersama. Berjanjilah! kelak kau akan mencintaiku secara tulus.. kau akan mencintaiku karena agama yang ada padaku dan kau akan mencintaiku karena Allah yang telah memberikan rasa cinta padamu dan kau berikan untukku.. Calon imamku.. Jangan pernah kau tinggalkan apa-apa yang menjadi kewajibanmu..
Sebab suatu saat kau akan mendapatkan kewajiban yang lebih berat lagi..
Berjanjilah! kau akan tetap terus berada pada jalan Allah, janganlah kau sentuh apa-apa yang dilarang oleh agama kita, jauhilah apa-apa yang diharamkan oleh agama kita.. Calon imamku.. Dalam kesabaran, aku menantikan langkahmu untuk menjemputku, aku menanti untuk menjadi bidadarimu.. 😊
.
Kontribusi oleh @nenengn11

#duniajilbab