akane*

“Bir keresinde yerkürenin çekirdeğinde yanan ateşe tutulmuştum. Saçlarımdan tutuşmuştum. Bir keresinde bir jilete aşık olmuştum. Ne kadar ince damarım varsa hepsini tek tek kesmiştim, akan kanda geleceğimi içmiştim.”

Kau yang sulit tidur sebab khawatir dan rindu pada seseorang, alangkah baiknya lekas memejam saja. Atas perintah Tuhan, semesta akan bekerjasama menjaganya; menyampaikan khawatir dan rindumu melalui hangat darah pada urat-uratnya.

Mulailah dgn niat yg bersih & tulus.

Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan fahami apa yg sesungguhnya terjadi pd malam laylatul qadr. kita akan merasakan keagungan & kekuatannya InsyaAllah.

Jgn menunggu hingga mlm ke 27 utk mengerahkan segalanya. ‘Aim’ 10 mlm terakhir dgn bangun pd setiap malamnya. Jgn sampai laylatul qadr melepasi begitu saja.

Hafalkan doa malam laylatul qadr yg diajarkan Rasulullaah s.a.w : Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa’ fu'anni (ya Allah, Ebgkau Maha pengampun & menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Ingat, ini adalah waktu yg sgt istimewa bg seorg hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa doa terbaik utk Agamamu, dunia akhiratmu & keluargamu. Jgn lupakan saudara-saudara kita yg tengah kesusahan di berbagai belahan dunia. 

Jgn lupakan keluarga kita, Rasulullah s.a.w  membangunkan para isterinya pada malam-malam ini. Anak-anak juga diajak beribadah utk beberapa saat, walau mungkin tidak selama org dewasa.

Ini BUKAN malam utk update status : “alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kpdNya mlm ini” dsb)  dilaman sosial apapun. Biarlah itu jadi rahsia indah antara hamba dgn Rabbnya. Jadi, matikan dulu segala gadget. Putuskan dulu hubungan dgn dunia, & nikmati jalinan hubungan dgn al-'Afuww!

Sabar adalah kuncinya. 10 malam terakhir mgkn akan sgt memenatkan. kita mgkn perlu bekerja atau bersekolah. Ini adalah saat utk bersabar dgn kepenatan itu. Ingatlah Allah telah kurniakan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yg mungkin tidak akan dtg lagi. Bukankah kita akan berlari jika kita tahu bhw ini adalah ramadhan terakhir kita & syurga hanya selangkah lagi?

Husnudzhon lah kpd Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kita sedang meminta pada Raja Yg Maha Pemurah. Jika kita berharap yg terbaik, Dia akan memberimu yg terbaik. Jgn ragu-ragu, yakinlah & tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapanNya. Jgn biarkan keraguan & buruk sangka menjauhkan kita dari Ar-Rahman Ar-Rahiim.

Allahumma ballighna Laylatul Qadr

#thedaiegraphy #dakwahmudah #abuhanifah #usrahsantai #hakhada #lailatulqadr #muhasabah #malaysianmuslim #twt_insta #my_genggua #ikutcarakita #ragoclans #ramadhandiscovery2015

Perempuan Idaman?
  • A :Boleh tanya?
  • B :Dengan senang hati akan menjawab kalau sanggup.
  • A :Kamu suka perempuan yang berhijab syar'i atau yang model-model? Di lilit-lilit gitu?
  • B :Yang berhijab syar'i dong. Kan lebih anggun. Lebih terjaga kecantikannya. Laki-laki pasti pada sungkan mendekatinya. Jangankan mendekati, melihatnyapun laki-laki kadang nggak berani. Biasanya kayak gitu karena laki-lakinya minder. Atau bisa jadi emang menjaga pandangan. Ini khusus buat lelaki yang takut sama Allah. Hehe.
  • A :Tapi kan nggak mesti yang hijabnya syar'i itu bagus agamanya. Nah lhoh.
  • B :Biasanya perempuan yang sudah berhijab sesuai syari'at, seiring berjalannya waktu sikapnya, agamanya, sopan santunnya akan mengikuti. Aku belum pernah lihat perempuan berhijab syar'i perilakunya semakin buruk. Mereka pasti akan semakin baik. Karena mereka tahu konsekuensi berhijab sesuai syari'at harus diiringi dengan perbaikan diri menjadi semakin indah dalam hal apapun.
  • A :Yakin mereka akan membaik?
  • B :Coba tanyakan sama akhwat-akhwat yang awalnya berhijab biasa terus hijrah menjadi berhijab syar'i. Pasti mereka akan bilang nyaman. Soalnya mereka tahu dan menyadari, itu adalah perintah Allah. Dan perintah Allah tidak akan membuat manusia menjadi tidak nyaman. Nah, karena dia nyaman maka dia akan terus memperbaiki dan membaiki diri. Kalaupun memang iya, ada yang tidak nyaman dengan perintah Allah, perlu dipertanyakan. Mungkin didalam darahnya masih mengalir syaitan-syaitan yang menggoda untuk ragu-ragu akan perintah Allah.
  • A :Memangnya menurutmu berhijab syar'i itu yang kayak gimana?
  • B :Yang sesuai Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31 lah. Yang memakai gamis gitulah. Atau pakai pakaian lengan panjang longgar sama rok longgar panjang juga. Bukan pakai celana jeans, bukan pakai kaos ketat. Yang khimar/kerudungnya menutupi dada. Aku tidak menuntut kerudungnya gedhe banget sampe tangannya nggak kelihatan kok. Yang penting itu menutupi dada, minimal sampe siku-siku lah ukuran kerudungnya kalau dipakai. Kalau lebih, malah lebih baik tuh. Semakin gedhe kan semakin keren. Lalu yang kakinya dibalut kaos kaki. Dia tak pernah melepas meski hujan deras sekalipun membuat dingin jemari-jemari kakinya. Karena ia paham betul bahwa kaki adalah merupakan bagian dari aurat perempuan. Perempuan macam gini yang paling aku suka, teguh pendirian. Terus ada lagi nih bonusnya. Hehehe.
  • A :Apa bonusnya?
  • B :Aku lebih suka perempuan yang memakai tas punggung. Semacam ransel gitu lah. Terus sepatunya sneakers. Hahaha. Bonus saja sih buat aku pribadi. Kan so suit tuh nanti kalau pas udah halal, sneakersnya berjajar berdampingan sama sneakers butut kesayanganku didepan kamar kami. Hahaha.
  • A :Kok gitu?
  • B :Terlihat cute aja dimataku. Semakin kutu buku, semakin cantik dimataku. Semakin terlihat imut gegara kemana-kemana bawa buku. Hahaha.
  • A :Hahaha kamu ada-ada aja. Terus terus, ngomong-ngomong nih. Zaman sekarang kan banyak nih sosial media yang marak dikalangan pemuda bahkan anak kecil dan orang tua. Terus ada juga tuh istilah selfie-selfiean terus di upload di instagram lah, twitter lah, facebook lah, dan lain-lain. Emm, kamu suka nggak perempuan seperti itu?
  • B :Nggak lah.
  • A :Why?
  • B :Nanti kalau dia suka upload-upload foto di medsos berarti kecantikannya bakalan dinikmati banyak orang dong? Padahal kan kecantikan seorang perempuan hanya bisa dinikmati sama orang-orang tertentu saja. Nah, kalau sekarang dia sudah mengumbar foto-fotonya di dunia maya, bisa jadi cantiknya bukan hanya untuk orang-orang tertentu doang kan? Bisa jadi lelaki bukan mahram tuh banyak yang menikmati dengan bebasnya. Sebagai seorang suami, siap yang suka jika kecantikan istrinya dinikmati banyak orang?
  • A :Lha terus gimana?
  • B :Ya gimana ya? Yaudah sih, nggak usah pamer-pamerin foto di sosmed yang mukanya di cute-cute in gitu. Apalagi buat perempuan yang berhijab tuh. Harusnya hati-hati. Jangan pernah sembarangan share-share foto-foto pribadi. Sejatinya, berhijab kan untuk menutupi aurat. Bukan untuk dipamer-pamerin di sosial media. Nah lhoh. Eh, tapi lebih parah perempuan yang belum berhijab tuh.
  • A :Emang kenapa?
  • B :Ya kasihan lah, sudah tidak berkerudung, uploadin foto di sosmed. Future husband-nya kalo tau pasti bakalan sedih. Iya kan? Dimana nggak sedih? Orang menutup aurat itu wajib kok, bukan pilihan. Siapa suami yang nggak sedih coba melihat istrinya masuk neraka gara-gara tidak mau memakai hijab? Suami seperti itu merasa gagal menuntun istrinya. Dia kan juga kena dosa kalo istrinya tidak mau memakai hijab.
  • A :Iya bener juga sih. Kan ceudih ya? Ah yasudahlah, besok aku mau UAS. Mau belajar. Terimakasih sudah berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan absurdku. Hehe.
  • B :Haha. Sama-sama.

Ketika Allah meridhoi seseorang yang selama ini kau harapkan untuk menjadi pasangan hidupmu, insyaAllah setiap jalan yang akan kalian tempuh akan Dia mudahkan menurut standar-Nya dan batas kemampuan-mu.

Kejar ridho Allah terlebih dahulu, jangan yang lain.

—  Satria Utama

….
Kepadamu masa laluku.
Baik-baiklah di tempatmu yang baru.
Segala yang tanpa aku.

Semoga setelah pergimu dari aku, kau jauh lebih bahagia.
Jangan sampai kau sia-sia setelah begitu saja meninggalkanku dengan luka.
Jika nanti kau temukan penggantiku, jangan sakiti ia seperti kau menyakitiku dulu.

Percayalah, aku akan menemukan waktu.
Di mana ketika aku mendengar namamu saja, semua kembali biasa.
Kembali seperti awal pertama kita belum saling mengenal, dan saling cinta.

Sungguh, melepaskanmu ialah kemenangan bagiku.
Aku bahagia, melepasmu.
Selamat berbahagia dengan hidupmu yang baru.

#penakecil (at Bahagialah Di Tempatmu Yang Baru)

  • Akane and Kogami cuddling in a hammock on a hot summer day until the both fall asleep. 
  • Kogami accidentally catching Akane singing in the shower as he passes by the bathroom,and since it’s the first time he ever hears her sing, he finds himself listening to her until she finishes.
  • The truth is that she rarely sings and she’s not good at it, but despite that he finds her voice charming.
  • Akane accidentally punching or kicking Kogami when they sleep because she’s a messy sleeper. 
  • Kogami’s solution to this is holding her tight against him so she stops fucking moving for once
  • Kogami finding a gray hair and Akane teasing him on how he’s actually an old man.
  • Kogami teaching Akane how to ride a motorcycle so she can get a license to ride them
  • Akane arriving home with a new motorcycle and telling Ko to jump in
  • Akane and Kogami watching old criminal series like csi or law and order
  • They end up spending the whole chapter profiling and trying to figure out the crime 
  • Kogami telling corny jokes with a straight face and Akane actually finding them amusing
Pantaskah Aku Untukmu?

Ada beberapa hal yang masih kutakutkan.

Pantaskah aku menjadi cinta untukmu?

Pantaskah aku menjadi tujuan dalam hidupmu?

Pantaskah aku menjadi pendampingmu kelak?

Jika nanti ada perempuan yang jauh begitu sempurna dari aku, akankah kau akan berpaling dariku?

Jika nanti ada perempuan yang parasnya menawan, akankah kau akan meninggalkan aku?

Karena kesempurnaan, kecantikan, aku tidak memilikinya.

Bahkan aku belum memiliki apa-apa untuk kubanggakan.

Adakah di sana kau benar sanggup menerimaku di segala keadaan?

Karena sungguh, aku benar merasa ketakutan.

Jika suatu saat kau akan meninggalkan aku karena satu alasan.

Tuan, mencintaimu aku tidak ingin berlebihan.

Aku mencintaimu secukupnya.

Aku menyayangimu secukupnya.

Sebab aku mencintaimu, menyayangimu aku ingin cukup untuk hari ini, esok hari, dan selama mungkin.

Aku ingin menjadi akhir untukmu.

Aku ingin menjadi perempuan pertama yang kau lihat saat kau membuka mata.

Aku ingin menjadi perempuan yang merawatmu dari pagi, hingga bertemu pagi kembali.

Sungguh, aku ingin menjadi perempuan yang berhasil membuat orang tuamu berkata ya saat kau mengenalkan aku pada mereka.

Tapi, pantaskah aku mendapatkan itu semua?

Ketika ketidaksempurnaan, begitu lekat di tubuhku?