ahsans

What do the Languages of India Sound Like?

India has a population of 1.2 billion people (just slightly behind the PRC) and with that comes some 400+ languages and multiple language families in one country. Obviously I’m not going to show every single language found in India. I’m going to focus on the 22 languages as defined in the Eight Schedule to the Indian constitution, so you can get a teeny-tiny sample of some of the languages of the second most populous nation on earth and how they sound.

All videos are from youtube. They should all play fine in the US, cannot guarantee that for anywhere else. However for pretty much all of these (except a few on the bottom) there are like a bajillion things like just type the language name into youtube and you’ll get like a good 50 movies showing up.

Borrowing of English words is very common in India so don’t be surprised if you’re listening to one and suddenly you there’s English for like two words and then back to whatever language it is.

Also there is a chance that some of the videos may not actually contain the language they’re supposed to contain. I do not speak any of these languages and I had to go off of what labels the video had as well as basic google searches if I could. If there is a mistake, I apologize. And if you catch a mistake let me know so I can get it fixed.

What does Hindi sound like?

Cucumber Benefits For Health and Beauty In Hindi - खीरे के लाभ @ jaipurthepinkcity.com

What does Bengali sound like?

Purnodoirgho Prem Kahini 2 | Trailer-2 | Bengali Movie | Shakib Khan | Joya Ahsan | SIS Media

What does Telugu sound like?

(Some English at beginning) PARICHAYAM ||Telugu Short Film By Klapboard Productions|| Harish Nagaraj Film

What does Marathi sound like?

Puranpoli - Emotional Marathi Short Film | Pocket Films

What does Tamil sound like?

Kalyana Parisu | Tamil Serial | Episode 616 | 29/02/2016

What does Urdu sound like?

Sairbeen 29th February 2016.BBC Urdu

What does Gujarati sound like?

Promo : Aa Namo Bahu Nade Che - Popular Gujarati Natak 2016 - Sanjay Goradia

What does Kannada sound like?

FOREIGN RETURNED - Kannada Short Film - Puneeth B.A

What does Malayalam sound like?

“അപ്പൻ ആരാ മോൻ” - Malayalam  2016 Comedy Short Film Appan ara mon

What does Odia sound like?

Dr Maya Gantayat Interview on Cerebral Palsy in Odia language

What does Punjabi sound like?

Ambarsariya Trailer - Diljit Dosanjh, Navneet, Monica, Lauren, Gul Panag | Latest Punjabi Movie 2016

What does Assamese sound like?

Touching Story Of A House Wife | Assamese short film - A New Dawn (Eti Notun Prabhat)

What does Maithili sound like?

गोनू झा के किस्से  (भाग -1) | Maithili TV programme | Maithili Serial | Gonu Jha

What does Santali sound like?

MON JURI TINJ 2014 Santali Movie Trailer

What does Kashmiri sound like?

*Kashmiri Folk Medley - Aabha Hanjura & Sufistication - Kappa TV

What does Nepali sound like?

फेसबुक प्रेम Comedy Guys Episode -3 |Nepali Comedy |Govinda Koirala|Suresh Thapa|Buddhi Tamang

What does Konkani sound like?

WIKITONGUES: Ashwath speaking Konkani

What does Sindhi sound like?

Sindhi language

What does Dogri sound like?

Satsang In J&k Local Dogri Language

What does Manipuri sound like?

Words of Life Manipuri (মৈইতৈইলোন) People/Language Movie Trailer

What does Bodo sound like?

Good News Bodo: Meche People/Language Movie Trailer

What does Sanskrit sound like?

Sushma Swaraj’s Sanskrit Speech in World Sanskrit conference in Bangkok

*Breaks my rule about no songs because I really couldn’t find much that wasn’t music and I figured something is better than nothing.

Sesama Muslim Loh

Terus terang, saya sungguh lelah dengan banyaknya orang share kegiatan yang bertemakan “Persatuan Indonesia dan Toleransi” dengan segala bentuknya itu, namun disertai dengan caption yang memilukan. Aksi lilin, atau yang terbaru damai sesuatu apa gitu di Yogyakarta.

Bukan, bukan kegiatannya yang saya tidak suka, akan tetapi caption dari netizen - netizen yang menyudutkan dan menurut saya sebagiannya semena - mena. Justru yang seperti inilah menurut saya yang meramaikan anggapan bahwa Indonesia seakan sedang di ambang kehancuran kebhinekaan.

Seringnya diawali dengan cerita manis tentang toleransi dan heterogensi di lingkungan mereka. Tapi lalu ujungnya nyinyirin demo 212 dst.

Kenapa sih harus begitu? Seakan-akan yang demo itu biadab dan ingin Indonesia hancur terpecah - belah.

First of all, you salah tempat, bukan itu yang menjadi poin demo. Bukan karena perbedaan agama apalagi ras yang membuat demo itu terjadi. Felix Siaw yang Chinese juga ikutan btw. Jadi ga ada tekanan terhadap ras Chinese.

Second, di sana banyak ulama, profesional, bahkan ada pejabat dan penulis nasional loh. Dan para nyinyir-ers ngoceh seakan peserta demo adalah orang-orang bodoh. Well jika tidak suka, diam atau komentar namun sopan dan ahsan. Please be remember, kita butuh syafaat para ulama di akhirat nanti.

Third, mereka cuma sedang berjuang. Apakah membuat rusuh dan membunuh orang? Kan tidak. Saya pikir bakal nurunin sentimen investor di Indonesia, ternyata bahkan tidak. Memang terjadi macet di beberapa titik saja, namun ini kan proses demokrasi. Lalu kenapa segitunya dipojokkan? Apakah mereka begitu merugikan?

Fourth, ini yang bikin saya nelangsa sampai kadang menangis. Yang nyinyir itu orang-orang muslim loh!!! Kalau kita belum sependapat dengan mereka, kita harus belajar lagi. Jangan-jangan kitalah yang kurang ilmu, jangan-jangan kitalah yang kurang iman, jangan-jangan kitalah yang kurang tabayyun.

Kalaupun kita sudah merasa benar, ya sudah. Sekali lagi sampaikan komentar bahkan yang kontra sekalipun dengan cara yang ahsan, dengan cara yang sesuai dengan pendidikan yang kau enyam.

Jika metode tafsir Quran saja kamu tidak tahu, jangan coba-coba membantah tafsir Quran ulama. Jika fiqih muamalah dan kisah muamalah Rasul dan sahabat dengan non Muslim saja belum kau pelajari, jangan sekali-sekali komentar buruk tentang ajaran muamalah Islam.

Ah, feel free to give me a damn. I don’t care, anyway.

since some people still don’t understand the problem so many of us have with lucasfilms sidelining finn im gonna just go in depth to why it bothers me personally

here’s this character, in a major franchise who lacks the typical stereotypes applied to men like him. a character who looks like me, looks like my siblings, looks like my father, doing amazing things and being the driving force of the Whole Movie

and he’s nowhere to be seen

Finn is a Major Character! if it wasn’t for him the movie wouldn’t have happened at all!

so why the hell is a character whose importance is so necessary to the advancement of the plot being erased from promo material? why is a main character being sidelined? why is a character who is supposed to get more focus in the next movie not even on the goddamned poster or in the damn trailer?

it’s not just about me liking a character, it’s about how lucasfilms has continually placed its characters of color behind its white ones, and some of y'all will jump to defend their actions rather than listen to poc (Especially black people) about our complaints of how they treat finn

Bangladesh in Positive Light

№ 20 | a little piece of history (fondly called by many the Pink Palace, Ahsan Manzil was the official residential palace of the Nawab of Dhaka. This is one of the most significant architectural monuments of Bangladesh which was built between 1859 and 1872. In its glory days Ahsan Manzil hosted many dignitaries from across the world including Lords from the British Empire. Today it is a popular destination for locals as well as visitors to the city. It is a museum worth visiting if you are in town.)

dhaka | january 2017

Copyright © Daraus M. All rights reserved

__________

this post is part of a special series of my original travel photos from Bangladesh. you can view other posts from this series by visiting my blog Wanderlust and use the search function, or just click here.

Si TAMPAN dan Si GAGAH


Si TAMPAN dan Si GAGAH

Salim A. Fillah

“Surat Yusuf dibuka Allah dengan kalimat, ‘Nahnu Naqushshu 'Alaika Ahsanal Qashash’, Kami ceritakan padamu sebaik-baik kisah”, tutur Brother Nouman Ali Khan di hadapan Syaikh Fahd Salim Al Kandary. “Dan bukankah di dalam Al Quran ada Surat Al Qashash? Maka apakah hubungan di antara keduanya?”
Ya.

Surat Yusuf mengisahkan seorang anak yang dibuang ke dalam sumur. Surat Al Qashash menceritakan seorang bayi yang dilarung ke dalam Sungai Nil.
Surat Yusuf menyebutkan sebab dibuangnya adalah bisik-bisik syaithan kepada sekelompok saudara sang bocah yang diamuk dengki. Surat Al Qashash mempersaksikan bahwa si mungil itu dibuang atas bimbingan wahyu Allah.

Surat Yusuf mengisahkan bahwa para kakak lelaki adalah sebab perpisahan dengan orangtua. Surat Al Qashash menceritakan bahwa kakak perempuan adalah sebab pertemuan kembali sang bayi dengan si ibu yang kan menyusui.
Surat Yusuf fokus menggambarkan sang Ayah; sedihnya, tangisnya, aduannya kepada Allah, bahkan sejak sang bocah mengisahkan mimpi yang dia tahu akan menyebabkan masalah jika didengar anak-anaknya yang lain. Surat Al Qashash konsentrasi melukiskan Sang Ibu; dukanya, galaunya, doanya; sejak dia melahirkan di suasana adanya Raja yang membunuh bayi-bayi, juga karena mimpi.

Di Surat Yusuf kita bertanya, “Di mana ibunya?”, dan di Surat Al Qashash kita bertanya, “Di mana ayahnya?” Seakan keduanya bergabung memberi pelajaran berpasangan pada para ayah dan para ibu.

Dalam Surat Yusuf, perpisahan dengan ayah akan berlangsung bertahun-tahun lamanya. Dalam Surat Al Qashash perpisahan dengan sang ibu hanya akan terjadi beberapa saat saja.

Dalam Surat Yusuf, yang menemukan si bocah di pasar budak adalah seorang Pria Bangsawan, Al 'Aziz. Dalam Surat Al Qashash yang menemukan si bayi adalah Sang Permaisuri, Imra'atu Fir'aun.

Kedua penemu, baik di Surat Yusuf maupun Surat Al Qashash sama-sama berkata, “'Asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu walada… Boleh jadi dia akan bermanfaat bagi kita, atau kita ambil saja dia sebagai anak.” Yusuf menjadi manfaat dengan dijadikan budak. Musa menjadi Pangeran dengan dijadikan anak.

Kedua anak itu akhirnya tumbuh dewasa, dan keduanya diuji oleh Allah. Yusuf diuji di dalam istana tuannya, dengan ujian nafsu syahwat. Musa diuji di luar istana ayah angkatnya, dengan nafsu amarah.

Yusuf tidak bersalah dalam peristiwa yang menimpanya, sedang Musa dalam Surat Al Qashash bersalah hingga membunuh dalam kejadian yang dialaminya. Keduanya punya saksi. Saksinya Yusuf meringankannya dengan menunjuk baju yang sobek di belakang. Saksinya Musa justru menariknya untuk khilaf nyaris kedua kalinya. Tapi akhirnya Yusuf yang tak bersalah justru masuk penjara, sementara Musa yang bersalah lolos melarikan diri ke Madyan.

Kisah Yusuf bermula di luar Mesir, dan berakhir di Mesir. Kisah Musa bermula di Mesir, dan berakhir di luar Mesir.

Masyaallah. Saya tulis tadabbur menakjubkan ini dalam bahasa bebas dengan penambahan dengan pengurangan, dengan ketakjuban Syaikh Fahd Al Kandary yang telah menghafal Al Quran sejak usia 15 tahun.

Tabaarakarrahman, aktsarallaahu amtsalak ya Ustadz Nouman Ali Khan.

Dari kaitan kisah Si Tampan Yusuf dan Si Gagah Musa, tiadakah kita tergerak untuk kian menyimak kisah dan perumpamaan dari Kitab yang menakjubkan?

Sumber: https://www.instagram.com/p/BTQrO6TlCl9/
Sumber video yang ditonton ustadz Salim A. Fillah: 

Pasukan Sayyidah Fatimah Az-Zahra

Sedikit tausiah Hubabah Ummu Salim kemarin (istri habib umar) ada salah satu jama'ah yg pingsan.. pas di liat dia nangis histeris karena hubabah nur sedang ngebahas ‘nanti di padang mahsyar nabi muhammad nyediain onta. Dan sayidah fatimah naik.. pengikut di bawahnya adalah fatimah2 yang dia punya rasa malu yg tinggi… seperti tidak menampakkan kecantikannya.💕💕

‪Lalu hubabah nur engga mau ngelanjutin tausiah kalo masih ada yg ngerekam suaranya, memfotonya… dan bilang yg melanggar berarti dia berhianat.. sampe pada bilang “Ya Allah” semua yg dateng.

‪Biar kita jadi fatimah2 yg ikut di bawah unta sayyidah fatimah.. pesan hubabah nur solat 5 waktu, banyak ngaji al-qur'an.. engga banyak keluar rumah.. juga haus akan ilmu agama..

Sekitar seminggu yang lalu, screenshot yang berisikan tulisan di atas ‘berseliweran’ di Instagram saya. Ya, karena saya banyak mem-follow akun-akun yang berhubungan dengan Tareem, Habib Umar, habaib, dan kalam ulama. Sejak kedatangan Habib Umar bin Hafidz di Indonesia, instagram saya penuh dengan berita, info, maupun quote dan nasihat Habib Umar dalam rangkaian Tabligh Akbar-nya di beberapa kota di Indonesia. Istri Habib Umar, Hubabah Ummu Salim, juga mengisi beberapa Tabligh Akbar di beberapa kota di Indonesia yang dilakukan secara tertutup. Keesokan harinya, saya mendapat tulisan di atas versi lengkapnya. Ada seorang muslimah yang men-share tulisan tersebut di grup WhatsApp Muslimah Ahbaabur Rasul (Huhu.. makasih untuk mbak Khoirunnisa yang sudah masukin saya di grup ini, saya jadi banyak dapat ilmu).

Dalam setiap tabligh akbar-nya, istri Habib Umar selalu menekankan bahwa muslimah harus meneladani akhlak, perilaku, dan sikap Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Muslimah harus mencontoh para wanita di Tareem (Hadramaut) yang perilakunya meneladani Sayyidah Fatimah. Muslimah harus memiliki rasa malu yang tinggi. Malu berarti tidak gemar memamerkan kecantikannya di hadapan lelaki yang bukan mahromnya, menutup aurat secara sempurnya, dan tidak sekalipun memajang/mem-posting foto dirinya di media sosial. Kemudian ada lagi seorang muslimah yang men-share hasil ceramah istri Habib Umar di grup WA Muslimah Ahbaabur Rasul seperti berikut:

“Hindarkan untuk tidak menjadi hobi mengambil foto wajah kita. Karena apa? Flash/cahaya kamera akan menghilangkan nur dari air wudhu kita.
Sedangkan Rosululloh Shollallaahu alaihi wasallam di yaumil qiyamah nanti mengenali kita dari bekas air wudhu. Sebab alasan itu ahsan seorang muslimah tidak suka berfoto dan MAJANG foto untuk tatapan publik.”

Habib Umar bin Hafidz juga mengatakan:

“Perempuan yang memamerkan dirinya di media sosial ibarat menjual dirinya sendiri.”

Lebay???

Hingga saat ini tidak ada ulama yang mengharamkan posting wajah/foto muslimah di media sosial. Namun Sayyidah Fatimah berkata pada Rasulullah SAW. bahwa sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak memandang dan tidak dipandang lelaki.

Seorang teman mengatakan, “Hakikat jilbab adalah menutup perhiasan (keindahan) dari tubuh seorang perempuan. Jika seluruh tubuh wajib ditutup, maka seharusnya wajah lebih wajib untuk ditutup karena wajah merupakan bagian utama yang menunjukkan kecantikan pada diri seorang perempuan. Minimal yang harus dilakukan muslimah yang tidak bercadar adalah tidak memasang foto di media sosial yang dapat dilihat banyak orang.”

Lalu, apakah muslimah yang bercadar (berniqob) bisa bebas memasang foto dirinya di media sosial?

Dear muslimah bercadar, periksa kembali apa niat dan tujuanmu menggunakan cadar. Bercadar artinya siap untuk tersembunyi dari segala bentuk pengeksposan diri. Bercadar bukan berarti bebas mem-posting/memasang foto-foto diri di media sosial. Tetap milikilah RASA MALU. Justru perempuan-perempuan bercadar yang fotonya bersepahan di media sosial membuat hati para laki-laki shalih berdesir.

“Lha, itu banyak kok selebritis dan selebgram yang bercadar tapi sah-sah aja posting foto dirinya di media sosial! Yang mengatakan posting foto itu terlarang, berarti terlalu lebay!!!” 

Hehe, iya barangkali memang terlalu lebay. Mungkin juga banyak yang tidak setuju terhadap postingan saya ini. Tapi bagi saya, yang menjadi panutan dan role model saya tetaplah Fatimah Az-Zahra, bukan selebgram ataupun selebritis. :) Salah satu bentuk malu perempuan jaman now adalah tidak memasang foto dirinya di media sosial.

Saya bahkan masih belajar dan sangat perlu memperbaiki diri. Saya ingin di akhirat kelak saya bisa memandang wajah Sayyidah Fatimah Az-Zahra, si pemimpin surga bagi kaum wanita. Wanita yang kelak di akhirat bisa berjalan di belakang Fatimah, paling dekat dengan Fatimah, dan bisa memandang wajah Fatimah adalah wanita-wanita yang selama di dunia paling sempurna menutup auratnya, meneladani pakaiannya, meneladani akhlaknya, dan meneladani perilakunya.

Kemarin pagi saya membaca sebuah postingan di instagram, kira-kira seperti ini, “Kasih sayang Sayyidah Fatimah begitu besar kepada para muslimah, asalkan muslimah itu mau meneladani beliau, maka dia akan jadi wanita yang beruntung. Karena wanita yang tidak bisa melihat Sayyidah Fatimah di sirath, dia tidak akan melihat Rasulullah SAW.

Semoga di akhirat kelak kita termasuk pasukan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Aamiin. :’)

28 Butir Pengingat tentang “Komitmen terhadap Al Quran”

Dari Ustadz Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc:

1. Sebaik baiknya liqo adalah ketika hadir bertambah keimanan, bertambah rindunya kepada Allah dan bertambah prestasinya.

2. Jangan sampai sekedar hadir liqo menjadi prestasi.

3. Kader dakwah bisa menjadi ruhul jadid bagi dakwah jika Al Quran akrab dengan mereka.

4. Jangan ada dalam pikiran kita bahwa Al Quran adalah penghalang aktifitas kita.

5. Jangan malas menghafal Quran karena usia.

6.Lihat Surah Azzumar 23 tentang manhaj interaksi dengan Al Quran yang benar.

7. Luaskanlah hati kita untuk menerima Al Quran, yaitu senang ketika membacanya , bahkan baru membayangkan membaca Al Quran, ia sudah merasa senang. القرآن مأدوبة اللّٰه "Al Quran adalah hidangan Allah “

8. Tidak akan bisa berinteraksi dengan Al Quran kecuali mereka yang berusaha membersihkan hatinya.

9. Jangan duakan Al Quran, yaitu membaca Al Quran sambil melihat gadget.

10. Berinteraksi dengan Al Quran yang benar adalah meyakininya bahwa membacanya mendatangkan keutamaan.

11. Manusia yang bersama Al Quran hampir hampir menandingi kenabian ,hanya wahyu tidak diturunkan kepada nya ( Alhadist ).

12. Berinteraksi dengan Al Quran adalah terus membacanya setiap hari.

13. Jangan karena sudah membaca Al Quran 10 juz hari itu, lalu tidak membaca di hari yang lain, karena 10 juz itu jatah hari tersebut dan hari yang lain mempunyai jatah juga.

14. Waktu membaca Al Quran itu harus definitif, jika kita menunggu waktu kosong untuk membaca Al Quran ,maka kita tidak akan mendapatkannya.

15. Adukanlah surat surat yang sulit kita hafal, kepada Allah, maka Allah akan
memudahkannya.

16. Al Quran adalah ahsanal hadist ( perkataan terbaik ), hadist nabi saw tingkatannya hanya hasan ,sedangkan perkataan yang lainnya di bawah itu.

17. Kita sering takjub dengan ciptaan-Nya, namun kita jarang takjub dengan perkataanNya.

18. Siapa yang sering berhubungan dengan perkataan yang terbaik, maka ia akan menjadi manusia yang terbaik.

19. Al Quran itu mudah dihafal karena banyak kata yang sama dan diulang. Kalau kita sudah hafal “fa bi ayyi alai rabbikuma tukadziban ” dalam surah ar-rahhman ,maka ayat yang lain di mana redaksinya sama itu sudah hafal secara otomatis. Berinteraksi dengan Al Quran itu harus berulang ulang.

20. Orang yang membaca seratus kali sebuah surah, dan ia belum hafal, maka ia tetap mulia , dibandingkan orang yang hanya membaca tiga kali lalu langsung hafal , karena tujuannya adalah berulang ulang bersama Al Quran bukan hanya sekedar mendemostrasikan kekuatan hafalannya.

21. Siapa yang sudah hafal juz 30 ,maka ia sudah punya hidayah untuk menghafal juz 29 , dan seterusnya.

22. Jangan remehkan ketidakhadiran kita bersama ikhwah.

23. Mungkinkah rizqi kita berkurang ,karir kita menurun ketika bersama Allah dengan berinteraksi melalui firman-Nya ?

24. Tidaklah kita jauh dengan Al Quran kecuali ketika itu kita jauh dengan Allah.

25. Jangan menolak kebaikan untuk mempertahankan kebaikan yang lain.

26. Jangan membenturkan satu amalan dengan amalan yang lain , karena manusia itu mampu melakukan berbagai macam aktivitas dalam satu waktu.

27 .Siapa yang lelah untuk Allah di dunia ini maka Allah akan mencukupkan lelahnya di akhirat.

28. Siapa yang tidak mau lelah di dunia untuk taat kepada Allah ,maka ia akan merasakan lelah di akhirat .

anonymous asked:

Selam Aleykum! I wanted to know if there is a prayer for taking someone out of you heart that should not have such a big place in there and fill it instead with love for allah? Thank you

Wa Alaykum as-Salaam,

Here are some duas that might help you get close to Allah insha'Allah

Yaa hayyu yaa qayoomu, birahmatika astagheeth. Aslih liy sha-aniy kulluhu wa laa takilniy ilaa nafsiy tarfata aynin.’

(On You Who is Everliving and Sustains and Protects everything, I seek assistance through the means of your mercy, correct for me all my affairs and do not entrust me
to my Nafs (myself) for the moment of a blink of an eye.’)

(Mustadrak al-Haakim vol.1 pg.545; Shu'ubul Iemaan of Imaam Bayhaqi Hadith No.:760,


Ya muqallib al-qulub, thabbit qalbi ‘ala dinik

(O mover (or flip-flopper) of hearts, make my heart firm upon your religion)

- Ya muqallib al-qulub, thabbit qalbi ‘ala’l-haqq

(O mover of hearts, make my heart firm upon the truth)

- Ya muqallib al-qulub, thabbit qalbi ‘ala ta’atik

(O mover of hearts, make my heart firm upon your obedience)

- Ya muqallib al-qulub wa ‘l-ahwalhawwil halina ila ahsan ‘l-hal

(O you, transformer of hearts and spiritual states make our states the loveliest of states)

- Allahumma, ya muqallib al-qulub wa’l-absar, thabbit qalbi ‘ala dinik

(O Allah, O controller of the hearts and eyes, let my heart hold fast onto your religion)

And Allah knows best