abstraks

Kadang alasan kita lebih lama dikampus bukan apa-apa tapi memang disana jalan kita untuk dimatangkan, ketimbang kita harus terjun ke masyarakat tanpa kesiapan apapun
—  EA, Di mie setan ketika ada adek tingkat nanya ke aku “kok masih belum lulus aja”

I really really really love Barasuara!
Nggak hanya musiknya yang enak didengar sama orang yang buta musik (tapi nggak bisa hidup tanpa mendengarkan musik) seperti saya, atau karena liriknya yang super keren, butuh mikir untuk mengerti maksudnya, dan yang pasti nggak kacangan…

Tapi juga karena mereka kocak-kocak! Mantengin instagram stories dan pictures mereka adalah agenda wajib harian saya kalau buka instagram. Tingkah abstrak mereka adalah hiburan buat saya.

Saya jarang mengidolakan orang (yang masih hidup), dalam artian sampai sebegitunya memantau kehidupan orang-orang tersebut. Yes, meskipun nggak bisa hidup tanpa dengerin musik, saya jarang sekali peduli sama kehidupan pribadi mereka-mereka yang setiap hari menghiasi playlist saya. Paling banter saya cuma tahu berita-beritanya Taylor Swift.

Tapi Barasuara buat saya pengecualian. Saya senang memantau kegiatan mereka, jengkel setengah mati waktu tahu mereka manggung di Citos tapi saya di Banjarmasin, atau bete karena kebetulan semua teman yang saya ajak berhalangan untuk menemani saya waktu konser Taifun di Jakarta. Saya memang belum pernah datang ke konser apapun selain Pensi Smansa atau JGTC, jadi meskipun saya fans (baru) Barasuara, saya ogah juga sendirian ke konser mereka.

Tapi beneran deh, kalau mereka manggung lagi di Citos atau tempat-tempat yang memang kalem buat nonton performance mereka, saya bakal ajak Mama juga untuk kesana.

Soalnya Mama juga jadi suka Barasuara, karena di mobil saya kerjaannya mutar lagu mereka terus. Serius, lagu-lagunya itu penyemangat nyetir, apalagi kalau jarak jauh. Jadi nggak ngantuk.

Jadi selain musik dan liriknya, kekocakan personel Bara selalu bikin saya rajin buka IG hehe. Kesan saya adalah: Ini orang pada kocak dan humble banget! Entah kenapa dari postingan-postingannya, saya melihat mereka orang-orang yang sangat membumi, nggak banyak drama ala orang-orang famous negeri ini.

Terus saya senang juga lihat dedek kecilnya Bang Iga Massardi yang cantik banget. Bayi mah biasanya lucu, ini cantik!

Fangirling-in Barasuara versi saya emang dengan dengerin lagu-lagu mereka ratusan kali, mantengin instagram para personelnya, dan super ngarep bisa foto bareng enam orang kece itu suatu saat nanti. Tapi begitu saja buat saya sudah sangat menyenangkan. Semoga sukses selalu Barasuara, ditunggu album selanjutnya!

Depok,
25 Agustus 2016
-RRF-

Reading The Lover's Dictionary by David Levithan

Cinta adalah sesuatu yang abstrak. Lalu ada malam-malam ketika aku tidur sendirian, ketika aku bergelung memeluk bantal yang bukan dirimu, ketika aku mendengar suara langkah yang bukan langkah-langkahmu. Aku tak dapat membangkitkan keberadaanmu dengan sempurna. Dan sebagai gantinya, aku harus merengkuh gagasan tentang dirimu.

Dan ya, aku memang sedang membayangkan dirimu yang sedang membayangkan aku sekarang.

#kamu-ku at Home Sweet Home – View on Path.