Ya Nabi

Jatuh cinta

Kamu lihat wajah nya cantik. Lalu hati mu ber bunga bunga. Lalu kamu pikir kamu jatuh cinta?

Kamu lihat ketangkasanya. Berjalan diantara kesibukanya. Lalu kamu terkagum dan kamu pikir kamu jatuh cinta?

Kamu senyum padanya. Dia balas senyum mu dan kamu berpikir bahwa dia jatuh cinta padamu?

Kamu chat dia dengan segala ketidak pentinganmu lalu dia menjawab chat mu dan kamu kira dia jatuh cinta padamu?

Come on dude. Jatuh cinta nggak se gembel itu. Kalau kamu mau tahu jatuh cinta itu seperti apa lihat pemuda yang berjalan puluhan kilo untuk menyapa hati hati kekasihnya kemudian mendulang lemparan batu. Lalu ketika azab hendak diturunkan dia berkata “kalau hari ini mereka menolak mungkin anak anak mereka akan menerima”.

Ketika hendak membelai kasih sanyang pada kekasihnya dia mendapat ludah dan caci maki hingga ancaman dibunuh. Dia masih berusaha membebaskan belenggu cinta lain kekasihnya agar kekasihnya bisa terbebas.

Dan ketika di akhirat nanti. Ketika orang lain sibuk dengan diri dan amalnya. Pemuda ini masih bertiak ingin bertemu dan menyelamatkan kekasihnya dengan berteriak “umati umati umati”

Ya dia adalah Muhammad. Nabi dan rosul terakhir yang amat mencintai umatnya.

Lalu kalian masih merasa jatuh cinta dengan kedipan mata dan balasan senyuman. Cinta nggak semenye menye itu bro.

Saya suka dan merupakan salah satu paporit saya karena menurut saya Dr Zakir Naik itu cerdas… Semoga Allah selalu menjaga Beliau dan keluarganya

Dr Zakir Naik mengungkapkan bahwa jumlah misionaris saat ini mencapai satu juta orang.
Di antara mereka, ada yang tugasnya berkeliling untuk mendangkalkan aqidah umat Islam.

Salah satu caranya, memulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali. Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Pertanyaan kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup” “Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membuat banyak muslim yang tidak memahami Al Quran menjadi bingung.
Namun, sebenarnya semuanya hanya pertanyaan licik misionaris. Jawabannya sudah ada dalam Al Quran.

Jawaban atas Pertanyaan Misionaris (1)

Di antara cara untuk mendangkalkan aqidah, bahkan sampai memurtadkan, misionaris menggunakan sejumlah pertanyaan.

Dr Zakir Naik membeberkan lima pertanyaan utama yang biasa dipakai para misionaris.
Berikut ini pertanyaan tersebut dan jawabannya:

Pertanyaan Pertama

“Apakah dijelaskan dalam Al Quran bahwa Injil adalah firman Tuhan?”

Biasanya muslim yang ditanya demikian akan langsung menjawab, “Ya, disebutkan”

“Kalau begitu mengapa engkau tidak mengikuti Injil?”

Jawaban atas Pertanyaan Pertama

Al Quran memang mengatakan Injil adalah kitab Allah sebagaimana Taurat juga kitab Allah.
Al Quran membenarkan keduanya, sebagaimana tercantum dalam Surat Ali Imran ayat 3.

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil”
(QS. Ali Imran: 3)

Jadi Injil dibenarkan Al Quran sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya.
Bukan berarti harus diikuti, sebagaimana Taurat juga dibenarkan sebagai kitab yang telah diturunkan sebelumnya tetapi tidak untuk diikuti.
Bahkan seharusnya, orang yang percaya pada Taurat dan Injil, mereka mengikuti Al Quran sebagaimana orang yang berpegang pada sesuatu akan mengikuti update terbaru dari sesuatu itu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ آَمِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

“Hai orang-orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu…”
(QS. An Nisa’: 47)

Selain itu, Injil yang dibenarkan Al Quran adalah Injil yang otentik.
Injil pada zaman Nabi Isa sebelum diubah oleh para pemalsu.
Adapun Injil yang ada sekarang, telah beberapa kali mengalami perubahan, misalnya pada Persidangan Nicea pada tahun 325 M.
Pada tahun 1881 dirilis Injil King James Version (KJV) yang merevisi beberapa hal yang dianggap bertentangan.
Pada tahun 1952 dirilis Revised Standard Version (RSV) atas dasar ditemukannya beberapa cacat pada KJV.

Pertanyaan Kedua

“Berapa banyak nama Nabimu (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tahu akan menjawab, “Lima kali.
Empat kali dengan nama Muhammad dan satu kali dengan nama Ahmad”

“Berapa banyak nama Yesus Kristus (Isa ‘alaihi salam) disebutkan dalam Al Quran?”

Muslim yang tidak tahu, akan diberitahu oleh misionaris yang mempelajari Al Quran itu.
Bahwa Isa disebutkan 25 kali.

“Mana yang lebih besar, Muhammad yang disebutkan lima kali atau Yesus yang disebutkan 25 kali dalam Al Quran?” demikian pertanyaan misionaris berikutnya.

Jawaban atas Pertanyaan Kedua

Nabi Isa ‘alaihis salam memang disebutkan dalam Al Quran lebih banyak daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Namun, penyebutan yang lebih banyak itu tidak menunjukkan siapa yang lebih besar atau lebih agung.

Nabi Musa, bahkan disebutkan lebih banyak lagi.
Nama Nabi Musa disebutkan sebanyak 124 kali dalam Al Quran.
Di Surat Al Baqarah 13 kali,
di Surat Ali Imran 1 kali,
di Surat An Nisa’ 2 kali,
di Surat Al Maidah 3 kali,
di Surat Al An’am 2 kali,
di Surat Al A’raf 18 kali,
di Surat Yusuf 7 kali,
di Surat Hud 3 kali,
di Surat Ibrahim 3 kali,
di Surat Al Isra’ 2 kali,
di Surat Al Kahfi 2 kali,
di Surat Maryam 1 kali,
di Surat Thaha 16 kali,
di Surat AL Anbiya’ 1 kali,
di Surat Al Hajj 1 kali,
di Surat Al MU’minun 2 kali,
di Surat Asy Syu’ara’ 8 kali,
di Surat An Naml 3 kali,
di Surat Al Qashash 17 kali,
di Surat AL Ankabut 1 kali,
di Surat As Sajdah 1 kali,
di Surat Al Ahzab 1 kali,
di Surat Ash Shafat 2 kali,
di Surat Ghafir 5 kali,
di Surat Fushilat 1 kali,
di Surat Az Zukhruf 1 kali,
di Surat AL Ahqaf 2 kali,
di Surat Adz Dzariyat 1 kali,
di Surat An Najm 1 kali,
di Surat Ash Shaf 1 kali, dan
di Surat An Naziat 1 kali.

Nah, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian otomatis lebih agung, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Nabi Musa lebih agung daripada Nabi Isa?

Bahkan, jika karena disebutkan lebih banyak dalam Al Quran kemudian dianggap menjadi Tuhan, apakah orang-orang Nasrani mau mengakui bahwa Musa adalah Tuhan?

Satu hal lagi, Al Quran hampir selalu menyebut Nabi Isa lengkap dengan bin Maryam.
Hanya 4 kali nama Nabi Isa disebut sendirian tanpa bin Maryam yaitu pada Surat Ali Imran ayat 52,
Ali Imran ayat 55,
Ali Imran ayat 59, dan
Az Zukhruf ayat 63.

Selebihnya selalu disebut Isa bin Maryam.
Untuk menegaskan bahwa Isa adalah anak Maryam, bukan anak Tuhan sebagaimana klaim kaum Nasrani.

Pertanyaan Ketiga

“Apakah Nabi Muhammad punya ayah dan punya ibu?”

“Ya”

“Apakah Isa (Yesus) dilahirkan dengan ibu dan ayah?”

“Isa memiliki ibu tetapi tidak memiliki ayah”

“Mana yang lebih hebat, orang yang dilahirkan dengan cara biasa dengan adanya ibu dan ayah atau yang terlahir tanpa ayah?”

Jawaban atas Pertanyaan Ketiga

Nabi Isa memang tidak memiliki ayah. Namun, bukan berarti lebih hebat daripada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apalagi jika kemudian dijadikan tuhan, sama sekali keliru.

Sekarang saya tanya, mana yang lebih hebat, Isa yang lahir tanpa ayah atau Adam yang tanpa ayah dan tanpa ibu? Jika Isa lahir tanpa ayah kemudian dijadikan tuhan, seharusnya Adam lebih berhak untuk dijadikan tuhan karena tidak memiliki ayah dan tidak memiliki ibu.

Al Quran menjelaskan penciptaan Isa dan Adam sebagai berikut:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.
Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seoang manusia), maka jadilah ia”
(QS. Ali Imran: 59)

Karena lahir tanpa ayah, orang Kristen juga menyebut Yesus anak Tuhan. Dalam Yohanes 6:67-69, Yesus disebut anak tuhan oleh Petrus. Karena disebut anak tuhan, lantas dituhankan.
Padahal ada banyak orang yang disebut “anak Tuhan” dalam Injil. Adam adalah anak Tuhan,
Efraim adalah anak Tuhan,
Ezra adalah anak Tuhan.
Semua orang yang dituntun Tuhan adalah anak-anak Tuhan.
Jadi anak Tuhan adalah kata yang digunakan dalam Injil yang artinya seseorang yang mengikuti ajaran Tuhan.
Jika orang Kristen masih ngotot menjadikan Yesus sebagai Tuhan, carilah di Injil pernyataan Yesus yang mengatakan “Akulah Tuhan” atau “Sembahlah aku.”
Niscaya tidak akan pernah ketemu.

Pertanyaan Keempat

“Apakah Nabi Muhammad memiliki mukjizat?”

“Ya”

“Apakah Nabi Muhammad bisa menghidupkan orang mati?”

“Tidak” (Karena dalam Al Quran dan hadits tidak disebutkan mukjizat itu)

“Apakah Isa bisa menghidupkan orang mati?”

“Ya” (salah satu mukjizat Nabi Isa, dengan izin Allah, bisa menghidupkan orang mati)

“Mana yang lebih hebat, yang tidak bisa menghidupkan orang mati atau yang bisa menghidupkan orang mati?”

Jawaban atas Pertanyaan Keempat

Salah satu mukjizat Nabi Isa ‘alaihis salam adalah menghidupkan orang mati.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (dia Isa berkata), "Aku datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.
Dan aku menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.
Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beritakan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman.”
(QS. Ali Imran: 49)

Namun ingat, yang menghidupkan orang mati itu adalah Allah.
Nabi Isa mengakuinya sendiri.
Demikian pula dalam Injil, Yesus mengakui bahwa yang menghidupkan orang mati adalah Allah.
Bukan dirinya.

Sahabatku Lazarus mati, maka kembalikanlah ruh kepadanya Tuhan “. Allah memperkenankan doanya dan berfirman, “Mintalah, sesungguhnya engkau akan memperoleh apa yang engkau minta”.
Ketika Yesus menyeru Lazarus agar keluar kepadanya, ia berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah mendengarkan aku.
Aku tahu, bahwa engkau selalu mendengarkan aku”
(Yohanes 11: 41-42)

Lalu besar mana mukjizat Nabi Isa dengan mukjizat Nabi Muhammad? Jika dikatakan bahwa menghidupkan orang mati adalah mukjizat terbesar Nabi Isa, ternyata dalam Injil disebutkan ada lima orang yang bisa menghidupkan orang mati.
Selain Nabi Isa (Yesus), mereka adalah Nabi Ilyas (Elia),
Nabi Ilyasa (Elisa),
Yehezkiel (seorang nabi di kalangan Nabi Israel menurut Injil), dan
Petrus.

Apakah dengan begitu, mereka semua juga dianggap sebagai Tuhan karena menurut Injil bisa menghidupkan orang mati?
Sungguh lucu.

Nah, berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya yang mukjizatnya kadang serupa dengan Nabi yang lain, Rasulullah Muhammad memiliki banyak mukjizat dan yang terbesar adalah Al Qur’an.
Jika mukjizat yang lain sudah tidak bisa dilihat lagi bekasnya, Al Quran tetap ada hingga hari kiamat.

Dan Al Quran sendiri menantang siapapun di dunia ini untuk menandinginya, dan hingga saat ini tidak ada yang bisa menerima tantangan ini.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

“Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur’ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakar nya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al Baqarah: 23-24)

Anda berani menerima tantangan ini, Pak Misionaris?

Pertanyaan Kelima

“Apakah Nabimu Muhammad sekarang secara fisik meninggal atau hidup?”

“Meninggal”

“Apakah Yesus (Isa) sekarang meninggal atau masih hidup?”

“Masih hidup”

“Mana yang lebih hebat, yang sudah meninggal atau yang masih hidup hingga sekarang?”

Jawaban atas Pertanyaan Kelima

Pertanyaan ini justru akan meruntuhkan doktrin terbesar Kristen.

Dalam Al Quran memang dinyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam tidak disalib.
Yang disalib adalah orang yang diserupakan dengan Nabi Isa.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(QS. An Nisa’: 157)

Jika orang Kristen mengatakan Yesus masih hidup, berarti yang disalib bukan Yesus.
Sama seperti firman Allah dalam Al Quran tersebut.
Namun jika Yesus tidak mati disalib, tidak ada konsep penebusan dosa sebagaimana yang dijadikan pijakan gereja saat ini.
Jadi Anda meyakini yang mana?
Yesus masih hidup karena tidak disalib atau Yesus mati disalib?
Anda pasti akan bingung sendiri.

Adapun pertanyaan siapa yang lebih hebat, orang yang meninggal atau orang yang masih hidup, bukanlah pertanyaan yang tepat.
Anda masih hidup, Nabi Musa telah meninggal.
Siapa yang lebih hebat?

Khusus untuk Nabi Isa yang diangkat Allah dan nanti akan diturunkan menjelang hari kiamat, itu bukanlah kehebatan Nabi Isa atas Nabi Muhammad namun semata-mata atas kehendak Allah dalam rangka menegaskan kesalahan orang-orang yang menganggapnya sebagai Tuhan.

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan Isa.
Sungguh, kelak ia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah.
Ia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning.
Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah.
Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah”
(HR. Abu Daud; shahih)

DO'A RASULULLAH ﷺ UNTUK KITA

Pada suatu ketika, dikatakan Baginda berdo'a untuk Sayyidatina Aisyah membuatkan dia gembira dengannya.

Nabi berdo'a : “Ya Allah ampunkan untuk Aisyah binti Abi Bakar apa yang telah dilaluinya juga yang belum dilalulinya, apa yang disembunyikannya juga yang nyata dan pada yang zahir juga batin.

Dikatakan Sayyidatina Aisyah hampir terbang kerana gembira. Didapati tanda-tanda kegembiraan pada wajahnya.

Nabi bertanya : "Adakah kamu gembira wahai Aisyah ?” Dia Sayyidatina Aisyah menjawab : “Benar wahai Rasulullah. Bagaimana aku tidak gembira, sedangkan inilah do'amu untukku.”

Baginda Rasulullah bersabda : “Inilah do'aku untuk umatku setiap malam, Setiap malam aku berdo'a untuk umatku dengan do'a-do'a seperti ini.”

Shallallahu ‘alaihi wa sallam wa baarik 'alaihi wa 'ala alih

Betapa penyayangnya Rasulullah, betapa perindunya Baginda, dan betapa pengasihnya Baginda.

(Al-Habib Umar bin Hafidz)

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم

SILA SHARE DAN SEBARKAN

anonymous asked:

Hi! I just wanna say that I really love your blog and it helps me a lot with learning arabic but I was wondering if you could recommend me some songs in modern standard arabic to listen to

Hello, anon! Thank you for your kind words! I’m happy to hear that my blog was helpful!

Absolutely, here are some songs in MSA, I hope you’ll like them.

If you want the lyrics, you can find the lyrics to most of the songs on this website [link], this is the tag in the website for MSA, and if you want me to help you with the translation of a specific song in MSA send it here.

I. Original songs 

  • Lena Chamamyan - lamma bada yatathanna (this is the best version of this song) [link]
  • Lena Chamamyan - Awal Mousafer [link]
  • Um Kulthoom - Al Atlal [link
  • Abdul Haleem Hafez - Qaari’atul Finjaan [link]
  • Abdul Haleem Hafez - Habebaty Man Takon [link]
  • Kathem Alsaher- Kitaab Al Hubb [link]
  • Kathem Alsaher - Eid Al Asshaaq [link]
  • Kathem Alsaher- Shabaabul Iraq [link]

Other songs by Kathem Alshaer : Madrasatul-Hubb, Qooli Uhibbuka, Inni Khayyartuki, Al Mahkama, Haafiyatul Qadamayn.

  • Hamza Namira & Humood Al Khudr - Tasnaa’ul mustaheel [link]
  • Hmood Al Khudr - Qiyam [link]
  • Hmood Al Khudr - Kun Anta [link]
  • Hmood Al Khudr - Ha Ana tha [link]
  • Maher Zain (Islamic songs) - Ya Nabi Salaam Alayka [link]

Other Islamic songs by Maher Zain : Raqqat Aynayya Shawqan , Ramadan Radhitu Billahi, Sanahya kiraaman.

  • Mohammed Moneer -Madad Ya rasoolal Allah (islamic song) [link]
  • Reem Banna - Shasul Hawa [link]
  • Reem Banna - Qalbi Yuhaddithunee [link]
  • Reem Banna - Intathirnee -[link]
  • Shahed Brumda- La yushtaraa w laa yubaa’ [link]
  • Majida Elroomi - Uhibbuka Jiddan [link]
  • Majida Elroomi- Wa’adtuka [link]
  • Majida Elroomi - Yaqool Anni imra’atun [link]
  • George Wassoof- Maryam [link]
  • Wael Kfoori - Alhubbu Funoon [link]
  • Asala Nassri - Eghdab [link]
  • Latifa - Ela Toghat Al Alaam (note : this song is originally a poem by the Tunisian poet Abu Al Qaasem AlShaabi) [link]
  • Carole Samaha -El Tefl Al Arabi [link]  
  • Carole Samaha - Ha Shaabouki (Christian Charol) [link]
  • Abeer Ne’ma - Kayfa lee An ushfaa mn hubbika [link]
  • Abeer Ne’ma - Ya Maryam Al Bikr (Christian Charol) [link]
  • Abdulrahman&Mohab Omar- Bi Roohi fataat [link]
  • Al Farabi Band - yaa adelan [link]
  • Al Farabi Band - Sa ooteeki arrida [link]
  • Al Farabi band - Wa Kullun yughanni ala laylaah [link]
  • Fairooz - Zahratal Madaa’en [link]
  • Mawtini (the original song), note this song is originally a poem by the Palestinian poet Ibrahim Tooqan [link]
  • Marcel Khaleefah - Inni Ikhtartuka ya watani (this song was originally a poem by the Palestinian poet Ali Fooda) [link]
  • Marcel Khaleefa - Ahinni ela Khubzi ummi (this song was originally a poem by the Palestinian poet Mahmood Darwish) [link]
  • Jaadaka Al Ghayth - Fairuz [link]
  • Hussain Al Jasmi - Assiraatal Mustaqeem (islamic song) [link]
  • Hamza Nimra - Law yashkul Qalbu  [link]

II. Poems recited 

  • Malhamatul Nabiy -Omar Abu Reesha (Islamic poem) [link]
  • Abu Al Qaasem Al Shaabi’s poem : Sa A’eeshu raghma Addaa’i wa a’daa’i [link]
  • Iliya Abu Maadi’s poem : Kam Tashtaki wa taqoolu annaka mu’damun [link]
  • Khalil Jibran’s poem : Kan Lee Bi amsi Qalbun fa qadhaa [link]
  • Al Mutanabbi’s poem : tajri arriyaahu b ma laa tashtahee assufunu (no mucis) [link]
  • Al Furaaqu baa’dal Hubb poem by : Abdul rafee’ al jawhari [link]
  • Shajaratul Qamar poem by Nazek Al Malaa’ika [link]
  • Kun Balsaman poem by : Iliya Abu Maadi [link]

For more poem recitations check out  AbdoulkarimNati- PoetAuthor’s Channel on YouTube.

II. Songs dubbed into Arabic 


I hope this was helpful, anon! I tried to include a variety of songs and I hope you’ll be able to find something that you like in here. 

Kutipan-kutipan Buku Aisyah: Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasulullah

“Jangan buat Aisyah sedih,” katanya.
Itulah… sekali lagi dia memanggil ku dengan namaku. Sebenarnya, saat itu kepalaku tertunduk, keningku dipenuhi banyak pikiran. Aku tak memandang wajah seseorang pun, tapi kalimat pendek itu… “Jangan buat Aisyah sedih,” membuatku tertegun. (Pg. 75)

“Kau… telah diperlihatkan kepadaku dalam mimpiku.” Rasulullah berkata seperti ini kepadaku. (Pg. 88)

Tidur nyenyak Rasulullah lebih manis daripada madu, selalu terlihat menyenangkan hati. Aku takut melepaskan tangannya ketika tertidur. Bila terbangun tengah malam, aku mencari-cari dengan tanganku yang gemetaran. Kedua mataku terbakar seperti orang buta bila tak menemukannya. Aku menangis seperti orang buta. Setiap kali ketika ujung jariku menyentuhnya, ah… di waktu tanganku tak bisa memegang tangannya untuk menemukan dirinya di gelap malam. (Pg. 94)

Kerinduan… aku tahu apa itu kerinduan di hari-hari hijrah. Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kerinduan ini kepadaku, yang mengubahnya sebagai sekolah diri. Kedewasaan, tumbuh besar untuk orang lain tak hanya di masa-masa awal kanak-kanak. Berapa pun umur kita, musibah-musibah yang menimpa diri kita merupakan petualangan kedewasaan sebagai jalan pengajaran.

“Perpisahan ini menjadi tabir bagi Aisyah,” ucap ibuku.

“Perpisahan ini adalah mahkota pengantin, mahar bagi Aisyah,” ujar ibuku untuk meringankan bebanku. (Pg. 121)

Kebenaran itu seperti berkah yang terpancar dari niat tulus seindah gunung-gunung, tanpa menanti balasan apapun. Kebenaran ialah ketulusan di dalam senyap-senyap burung yang kelelahan terbang, keledai-keledai yang menyimpan susu, seluruh sayap dan hewan berkaki empat, sampai kepada para pengembara dan orang-orang lemah.

Kebenaran merupakan balasan yang bersih.

Kebenaran… sebuah pernikahan. Mahar. Kebenaran kata-kata.
(Pg. 142)

Rasulullah tersenyum. Setiap senyum Rasulullah bagiku adalah hari pernikahanku. (Pg. 142)

Kakakku bertanya kepada Rasulullah, “Jika seseorang menolak karena rasa sopan santun meskipun sebenarnya menginginkannya, kemudian mengucapkan terima kasih, apakah itu juga dihitung dan dicatat sebagai kebohongan, ya Rasulullah?”

Rasulullah sekali lagi menjawab pertanyaan itu dengan senyum. “Kebohongan tetap akan tercatat sebagai kebohongan.”
(Pg. 146)

Dia memanggil ku “Uwais!” ketika dirinya bahagia. Beliau suka memainkan hidungku sambil memanggil, “Aisyahku.” Saat dirinya lelah, beliau berkata, “Bicaralah wahai Humaira.” Begitu aku berbicara ke sana-kemari seperti arus air, raut-raut sedih di wajahnya hilang satu per satu.

Ketika menatap, dia seakan-akan melihat darah yang mengalir di pembuluh darahku. Luar dan dalamku satu bagi Rasulullah. Seluruh kewanitaanku, kecemburuanku, kemanjaanku, keingintahuanku, dan ketidaksabaranku terlihat jelas.

Bila berusaha menarik perhatian ku, dia akan berkata, “Wahai putri Abu Bakar, bukankah ini seperti ini…” atau “Wahai putri Ash-Shidiq, bukan seperti itu, tapi seperti ini.” Ketika membicarakan diriku pada orang lain dan Rasulullah berkata begini, “Ibu kalian hari ini berkata seperti ini…” itu berarti ada sesuatu hal yang aku perlu ubah.

Rasulullah menjelaskan satu per satu kepadaku, sabar mendengarkan ku, berbagi kebahagiaan ku. Tanpa kusadari, Rasulullah mengajari diriku seperti seorang murid. Sementara itu, aku selalu rindu kepada Rasulullah meskipun berada di sisinya. Aku tak bisa melewati hidup tanpa Rasulullah ketika aku tidur di sampingnya. Bahkan ketika kedua mataku tertutup pun aku menghitung satu per satu hela napasnya. (Pg. 148)

Aku tak pernah makan melebihi apa yang dimakan Rasulullah. Aku takut dan menjauhi hal-hal duniawi. Apa yang kami dapatkan dari hal duniawi, apa yang bisa kami lakukan dengan api. Rasulullah sudah merupakan sumber kehangatan dan sinar bagi kami.” (Pg. 152)

Tanpa Rasulullah, aku seperti seorang anak kecil yang menggigil kedinginan dalam kegelapan. Kadang-kadang bila malam hari ketika harus berpisah dengan Rasulullah, aku ingin pergi dari dunia ini. Tanpa Rasulullah, udara tak berembus. Pagi tak kunjung tiba di hari-hari tanpa dirinya. Cinta Rasulullah adalah oase di tengah-tengah padang pasir. Sebuah oase yang terpancar dari surga. Bayangkan sendiri apa yang terjadi jika terjadi perpisahan. (Pg. 152)

“Aisyahku, aku tahu kapan kau marah kepadaku.”

“Bagaimana mungkin aku marah kepadamu, ya Rasulullah?”

Dia menyentuh lembut daguku dan menatap dalam-dalam kedua mataku sambil tersenyum.

“Ketika kau benar-benar marah kepadaku, kau berkata, ya Tuhannya Ibrahim, sementara kalau kau baik kepadaku, kau akan berkata, ya Tuhannya Muhammad. (Pg. 156)

Rasulullah tersenyum sambil memainkan hidungku.
“Bicaralah wahai Humaira…”

Dan aku sering bertanya kepada Rasulullah, “Apakah engkau mencintaiku?”

“Iya…”

Aku terdiam sebentar, tapi terasa lama seperti beribu-ribu tahun. Dia menggelengkan kepalanya, mengajak aku berbicara.

“Seberapa besar engkau mencintaiku?”
“Seperti titik-titik yang terlempar ke kain sutra…”
“Maksudnya…”
“Seperti titik-titik yang tak terlihat…”

Jawaban ini seperti sebuah bintang yang dalam seribu tahun sekali turun ke dalam hatiku, penuh dengan cinta.
Kadang-kadang bintangku jatuh. Aku ingin memperbaharui cintaku dengan kata-kata. Dalam bentuk isyarat aku bertanya kepada Rasulullah yang berada dalam kerajaan cinta, “Bagaimana dengan titik kita yang tak terlihat?”

Sambil tersenyum dia menjawab: “Seperti hari pertama…” (Pg. 194)

Para pemuda suka bertanya kepadaku mengenai diri Rasulullah. Aku malah balik bertanya begini kepada mereka, “Apa kalian tak pernah membaca Alquran? Rasulullah itu adalah Alquran yang berjalan.”

Perkataan Rasulullah itu seperti penerang yang terang-benderang. Ia membuka cakrawala. (Pg. 202)

Aku selalu merasakan bahwa hujan itu bermaksud menghapus seluruh kesedihan manusia. Ia memadamkan kobara api kesedihan, rasa letih peperangan, dan rasa asing… (Pg. 251)

Lantas Rasulullah balik bertanya lagi kepada para sahabat: “Menurut kalian dari sisi keimanan siapakah yang paling kuat?”

“Para malaikat ya Rasulullah…”

“Malaikat memang diciptakan untuk beribadah kepada Allah.”

“Para nabi ya Rasulullah…”

“Wahyu turun kepada para nabi dari Allah…”

“Kalau begitu para sahabat…”

“Kalian adalah para sahabat yang bertemu dan berbicara secara langsung dengan nabi kalian…”

“Kalau begitu siapakah itu orang-orang yang beriman kuat ya Rasulullah?”

“Umatku di akhir zaman yang beriman kepadaku dan mencintaiku tanpa mengenalku dan melihatku.”

Mencintai Rasulullah segenap hati, beriman kepadanya, berusaha berjalan di jalannya, merupakan martabat iman yang paling tinggi.
(Pg. 255)

Sering kami berdua bekerja bersama-sama. Misalnya, ketika aku memintal kain wol, dia memperbaiki sandal-sandal kulit. Ketika aku memasak, Rasulullah mengambilkan kantung air yang tergantung di tembok dan mengisinya dengan air. Masakan kami tak pernah lepas dari tanaman-tanaman beraroma. Aku membaca Alquran dari hapalanku, sementara Rasulullah mendengarkan aku. (Pg. 264)

Suatu hari mendadak seorang Badui datang menemui Rasulullah di masjid. Ternyata dia telah menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke sini. Entah siapa yang tahu persis bagaimana mereka menceritakan mengenai diri Rasulullah kepadanya. Dia masuk ke masjid dan setelah beberapa saat menatap Rasulullah badannya mulai bergemetar. Aku mendengarkan seluruh kejadian itu dari kamarku.

“Jangan takut,” ucap Rasulullah kepada orang Badui itu. “Aku bukan raja. Aku putra seorang perempuan Quraish yang makan daging dikeringkan di bawah sinar matahari.” (Pg. 277)

“Apakah kau mencintai Aisyah?”

“Iya, aku mencintai Aisyah…”

“Bolehkah aku bertanya satu pertanyaan lagi?”

Sekali lagi dia menganggukkan kepala sambil tersenyum. Seakan-akan bintang-bintang bertaburan di kepalanya ingin mendengarkan pembicaraan kami.

“Bagaimana engkau mencintai Aisyah?”

Beliau malah terdiam seperti malu. Beban hidup dirinya sudah sangat berat. Dia adalah seorang jendral. Hatiku sesak ketika dia malah mempercepat langkah untanya maju untuk pergi. Sungguh terlalu banyak pertanyaan yang aku utarakan.

Mengapa aku melakukan hal ini? Mungkin mati lebih baik bagiku…

Kemudian dia menunduk seakan-akan tahu bahwa aku menatapnya. Entah bagaimana mendadak dia memutar balik untanya dan memacu cepat-cepat dan berkata kepadaku, “Seperti hari pertama…”

Kemudian dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara memberikan salam kepadaku dengan pesona seorang pejuang yang mendapatkan kemenangan
, lantas berputar cepat menuju ke arah pasukan yang berada di barisan paling depan. (Pg. 287-288)

“Sungguh! Aku tak akan berterima kasih kepada kalian maupun kepadanya. Aku hanya bersyukur dan berterima kasih kepada Allah yang telah menurunkan ayat mengenai diriku dan telah menjauhkan diriku dari fitnah-fitnah itu.” (Pg. 316, setelah akhirnya turun ayat dari Allah kepada Rasulullah yang membuktikan kesucian Aisyah dari fitnah karena “Kalung”.)

Dunia selalu membuat pusing dan tak pernah berhenti bagi orang Mukmin. Bagaimana mungkin bisa berhenti? Dunia merupakan penjara, gelanggang tempat ujian, bagi orang beriman. (Pg. 333)

“Jika kalian memang benar-benar seperti yang kalian katakan, aku akan mengajarkan lima hal lagi sehingga perilaku baik kalian menjadi dua puluh.”

“Silahkan ya Rasulullah!”

“Jangan kau kumpulkan apa yang tidak kalian makan. Jangan dirikan bangunan yang tidak kalian tinggali. Jangan berselisih satu sama lain karena perbedaan. Jauhilah hal-hal yang tak diperintahkan oleh Allah. Berlombalah dalam kebaikan.”

Rasulullah juga sering menasihati kami seperti yang dia lakukan kepada para utusan.

“Dunia adalah tempat ujian yang melelahkan,” ucapnya.
“Selain dari orang yang menjauhi larangan Allah, mereka takkan selamat dari tangan-tangan dunia.” (Pg. 346)

‘Ya Umar!’ ucapnya. ‘Kau bertanya soal bekas anyaman dalam tubuhku, padahal kelembutan setelah sesuatu yang keras itu sangat nyaman. Kau sedih karena atap ruangan ini pendek, padahal atap kuburan akan lebih pendek daripada ini. Kita meninggalkan hal duniawi ini kepada ahli dunia, sementara itu mereka menyerahkan akhirat kepada kita. Aku dan dunia itu seperti tentara berkuda yang melakukan perjalanan di tengah musim panas. Tentara berkuda yang letih karena terik panas matahari itu berteduh di bawah pohon, kemudian melanjutkan perjalanan dan meninggalkan tempat itu. Kisra dan Kaisar adalah seorang raja, sementara aku seorang nabi. Aku hanyalah hamba Allah. Aku duduk seperti seorang hamba, makan seperti seorang hamba…’ (Pg. 393)

“Ada berapa emas, Aisyah? Di mana kau menaruhnya?”

Aku lari membawa emas itu kepadanya. Aku seperti juru tulisnya. Rasulullah mengambil emas dari tanganku kemudian mulai menghitung.

“Lima… enam… tujuh…”

Rasulullah menaruh emas-emas itu di telapak tanganku kemudian menutupi dengan jemarinya. “Selama emas ini berada di sini…” katanya.

Kedua mataku terbuka, menatap kedua mata Rasulullah.

“Selama emas ini berada di sini… bagaimana Muhammad bisa pergi ke hadapan Allah?”

Anak panah terlepas dari busurnya, tertancap tepat di tengah-tengah dadaku. Tubuhku membeku. Lidahku tertelan sambil bersandar. Tubuhku mulai bergerak mundur. Seakan-akan dunia berada di tanganku dan tanganku seakan-akan hilang karena beratnya.

“Ambillah ini semua, segera infakkan emas ini…” ucap Rasulullah.
(Pg. 425)

Aku adalah Aisyah di masa-masa sulit.

Aku tak pernah merasakan pernikahan lagi selama masa-masa hijrah.

Hari pernikahanku yang sebenarnya adalah hari wafatku, hari ketika aku bertemu dengan rahmat seluruh alam, Rasulullah, orang yang aku cintai.

Aku bersaksi pada perintah Allah, kenangan Rasulullah, wasiat dan amanah Alquran, tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Aku adalah Aisyah.

Aku adalah Aisyahnya Muhammad.
(Last page)




Membaca kisah Rasulullah dari sudut pandang dan kacamata Aisyah, seperti membaca sebuah diary dan surat cinta dari seorang istri untuk mengenang sosok suami tercintanya :)

"58 KELEBIHAN WANITA SHOLEHAH DALAM KITAB RIYADUS SHOLIHIN"

1. Doa wanita lebih maqbul dari lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

2. Wanita yang solehah itu lebih baik dari 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik dari 70 lelaki soleh.

5. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis kerana takutkan Allah SWT dan orang yang takutkan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang makanan dari pasar ke rumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan dari anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail AS.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah ( tebusan ) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari siksa, bahkan AllahTa’ala mengangkatnya ke atas derajat, seperti derajatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) didalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah syurga.

10. Dari ‘Aisyah r.ha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya,lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau kedua ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. ( serta menjaga sembahyang dan puasanya )

15. ‘Aisyah r.ha. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?” Jawab baginda, “Suaminya”.“Siapa pula berhak terhadap lelaki ?” Jawab Rasulullah SAW. “Ibunya”.

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa wajib sebulan ( Ramadhan ), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu dari suaminya ( 10,000 tahun ).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik dari 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari badannya ( susu badan / ASI ) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo ( 2 ½ tahun ), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu derajat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau memandang ia pada suaminya atau memegang tangannya, memper'elokkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari keridhaan Allah, maka disunatkan baginyaakan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah karuniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karuniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hadrat Muaz ra.: Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata : Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik ( melihat ). Allah karuniakan karomah ( kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya ).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah SAW. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?” Jawab mereka,”Tidak”. Sabda Baginda“Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah dirumah dan berkhidmatlah kepada suami niscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan “Bismillah” akan di doakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli ( meng'aduk/meng'adon ) tepung gandum dengan “Bismillah” , Allah akan berkahkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mejadikan 7 parit diantara dirinya dengan api neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi.”

46. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

47. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di hari akhirat.”

48. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatatkan baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

49. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya.”

50. Sabda Nabi SAW: “Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong kumis ( misai ) dan mengerat ( memotongkan ) kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman- taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat.”

51. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

52. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal dari suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat dari yakut.

53. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya ( menutup auratnya ) iaitu memakai purdah ( Jilbab/Hijab ) di dunia ini dengan istiqamah.

54. Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita ( isteri ) yang sholehah.

55. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan pula maharnya ( mas kahwinnya ).

56. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya ia menggirangkan engkau, jika engkau memerintah di taatinya perintah engkau ( bakti ) dan jika engkau berpergian dijaga harta engkau dan dirinya.

57. Dunia yang paling aku sukai, ialah wanita sholehah.

58. Rasulullah SAW bersabda bahwa, “Allah telah memberikan sifat iri ( pencemburu ) untuk wanita dan jihad untuk lelaki. Jika seorang wanita melatih kesabarannya dengan iman dengan mengharapkan pahala dari sesuatu perkara yang menyebabkannya menjadi cemburu ( iri hati ), seperti misalnya suaminya menikahi istri kedua, maka ia akan menerima ganjaran seorang syahid”.

*Catatan : Point-point dari status ini terdapat didalam kitab :

- Kanzul ‘Um
- mal
- Misykah
- RiadlushShalihin
- Uqudilijjain
- Bhahishti Zewar
- Al-Hijab

Mudah-mudahan dapat diambil ibrah darinya.
Aamiin Allahumma aamiin.

"MUKJIZAT AKAL"

Dulu ketika kecil, kita bertanya; kenapa ya mukjizat Nabi Muhammad ‘hanya’ sebuah kitab, sedangkan nabi lainnya begitu fenomenal? Pernah? Ternyata jawaban itu telah tersingkap sudah. Nabi Musa membelah laut, Nabi Isa hidupkan orang mati, dan itu belalakkan mata. Dahsyat rasanya.

Namun Al-Quran, yang berupa kitab itu, ternyata mengguncang hati, mengajak syaraf bermain dalam makna kehidupan. Maka ia abadi. Selamanya. Jika tongkat Nabi Musa berubah jadi Ular, semua tersungkur melihatnya. Namun hanya saat itu hebatnya. Jika Al-Quran, makin disingkap makin dahsyat.

Itulah yang membuat lembaran Al-Quran lebih bergemuruh di jiwa dibanding batu yang menjelma unta, atau tangan putih terang bercahaya. Abadi.

“Sebab mukjizat para Nabi usailah tatkala usai zamannya, tak membekas kecuali tuk para saksinya. Kecuali Al-Quran”, tulis DR Sayyid Jibril. “Sebab”, lanjutnya, “mukjizat lainnya disaksikan sebatas pancaindera, namun Al-Quran disaksikan penuh oleh jiwa dan raga”. SubhanAllah.

“Dan itulah mengapa ia abadi, karena yang melihat dengan mata hati, akan lebih yakin dibanding mereka yang melihat dengan mata kepala”.

@edgarhamas

KISAH NABI MUSA DAN PENJUAL DAGING

Dikisahkan bahawa Nabi Musa A. S telah berkata: “ Ya ALLAH Ya tuhanku,tunjukkanlah kepadaku orang yang akan menemaniku di dalam syurga”.

Kemudian ALLAH S.W.T berfirman yang bermaksud: “Wahai Musa, pergilah kamu ke negeri ini dan pasar ini, di situ kamu akan berjumpa dengan seorang lelaki penjual daging yang wajahnya seperti demikian, maka dia itulh temanmu di syurga kelak”.

Setelah itu Nabi Musa A.S pun pergilah ke sebuah gerai yang ditunjukkan kepadanya,maka berdirilah Nabi Musa A.S di situ sehingga matahari terbenam. Nabi Musa memerhatikan penjual daging tersebut, dilihatnya penjual daging itu memasukkan sepotong daging ke dalam bakul dan apabila penjual daging hendak pulang maka Nabi Musa A.S bertanya: “Wahai saudara, apakah saudara ada tetamu? Lalu jawab penjual daging tersebut: "Ya, saya ada tetamu”.

Nabi Musa A.S pun mengikuti penjual daging itu sehingga sampai ke rumahnya, Nabi Musa A.S memerhatikan penjual daging yang sedang sibuk memasak kari daging. Masakan penjual daging tersebut sungguh enak.

Setelah selesai memasak maka penjual daging itu pun mengeluarkan sebuah bakul yang mana di dalam bakul tersebut terdapat seorang perempuan tua, yang sudah tua benar dan sangat lemah seperti anak burung yang baru lahir. Penjual daging itu pun mengeluarkan perempuan tua itu sambil menjunjungnya dan memasukkan makanan ke dalam mulut perempuan tua tersebut sehingga dia merasa kenyang.

Kemudian penjual daging itu mencuci kain baju perempuan itu lalu dijemurnya dan dipakaikan perempuan itu pakaian yang lain. Setelah itu penjual daging itu pun memasukkan kembali perempuan tua itu ke dalam bakul tadi. Perempuan tua itu menggerakkan bibirnya dan Nabi Musa A.S dapat memahami kata2 wanita itu.

Nabi Musa A.S berkata: “Sesungguhnya aku mengetahui bahawa wanita itu berkata: "Allahummaj ‘al ibnii jaliisa Musa fil jannah”. Yang bermaksud: “ Ya Allah jadikanlah anakku ini teman bagi Musa A.S di dalam syurga”.

Setelah memasukkan perempuan itu ke dalam bakul,maka penjual daging itu mengangkat perempuan tua itu dan meletakkannya pada sebatang kayu.Melihat akan hal demikian maka Nabi Musa A.S pun berkata: “Wahai saudaraku,apakah yang telah kamu lakukan itu?”.

Kemudian penjual daging itu berkata:“ Perempuan tua ini adalah ibuku, dia terlalu lemah dan tidak boleh duduk”.

Berkata Musa A.S: “ Engkau berbahagia, aku ini adalah Nabi Musa dan engkau adalah orang yang akan menjadi temanku d syurga,semoga Allah Taala mempermudahkan pertemuan kita di syurga dengan sebab kemuliaan Asma'NYA yang indah dan sebab kemulianNYA manusia yang paling mulia ( Muhammad S.A.W)

Sumber : pendambacintailahi.blogspot

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Tidak terasa Ramadhan pun berakhir segera. Sepertinya baru kemarin menyambut bulan Ramadhan dengan begitu semangat dan gembira. Namun esok hari kita sudah meninggalkannya. Akankah Ramadhan ini membekas di kita? Akankah semua amal ibadah kita lakukan selama 30 hari ini diterima disisi-Nya?

Dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Jika malam Ramadhan berakhir, seluruh makhluk-makhluk besar, di segenap langit, dan bumi, beserta malaikat ikut menangis. Mereka bersedih karena bencana yang menimpa umat Muhammad SAW. Para sahabat bertanya, bencana apakah ya Rasul? Jawab Nabi. Pemergian bulan Ramadhan. Sebab di dalam bulan Ramadhan segala doa terkabulkan. Semua sedekah diterima. Dan amalan-amalan baik dilipatgandakan pahalanya, penyiksaan sementara di hapus.”

Ketika ada pertemuan, maka ada pula perpisahan. Begitu pula dengan bulan Ramadhan. Namun ketika perpisahan menjadi teralu berat sehingga sampai menjadi musibah bagi kita, tentu pastinya kita diliput kesedihan. Tapi adakah rasa itu diantara kita? Adakah kita merasa sedih dan berat meninggalkan Ramadhan?

Bagaimana tidak. Bulan Ramadhan dimana pintu surga dibuka lebar-lebar, sedangkan pintu neraka ditutup rapat-rapat. Dimana banyak orang-orang yang menghidupkan malam dengan ibadah. Dimana di dalamnya terapat kebaikan yang lebih baik dari 1000 bulan. Dan keutamaan-keutamaan lainnya.

Pada suatu ketika Umar bin ‘Abdul Aziz berkhutbah pada hari raya Idul Fitri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima.” Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fitri. Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.” Mereka malah mengatakan, “Kalian benar. Akan tetapi aku adalah seorang hamba. Aku telah diperintahkan oleh Rabbku untuk beramal, namun aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Lantas bagaimana dengan kita? Yakinkah dalam diri ini terdapat kesedihan ketika Ramadhan pergi meninggalkan kita? Atau apakah terlalu bergembiranya kita menyambut Idul Fitri sehingga menghapuskan kesedihan dan melupakan segera bulan Ramadhan?

Memang menyambut Idul Fitri bolehlah dengan bahagia dan gembira. Namun hendaknya jangan berlebihan sehingga kita melupakan bahwa sesungguhnya bulan Ramadhan adalah latihan bagi kita juga untuk meningkatkan ibadah pada bulan-bulan lainnya.

Seorang penyair Arab mengingatkan kita:
Bukanlah Hari Raya ‘Id itu, bagi orang yang berbaju baru.
Melainkan hakikat ‘Id itu, bagi orang yang bertambah ta’atnya

Semoga dengan latihan yang telah kita laksanakan di bulan Ramadhan, sampai pada ketakwaan. Semoga ketakwaan yang di dapat ini menjadi terus kita pertahankan dan tingkatkan. Semoga dengan Ramadhan berikutnya oleh Allah SWT dipertemukan.

Did you know?

When Ali al Akbar (sa) was given permission to go in the battlefield,
Imam Hussain (as) raised his hands to the heavens and supplicated, “O Allah! Bear witness against these folks that a man who looks most like Your Messenger Muhammad in his physique, manners, and eloquence has come out to fight them!
Whenever we missed seeing Your Prophet, we would look at him.
O Allah! Deprive them of the blessings of the earth, create dissension among them, and make them into many parties, and do not let their rulers ever be pleased with them, for they invited us to support us, then they transgressed on us and fought us!”

Then he recited the Qur’anic verse saying, “Allah surely chose Adam, Noah, the family of Abraham and the family of Imran over all people, offspring of one another, and Allah is Hearing, Knowing (Qur’an, 3:34).”


Source : [al-Khawarizmi, Maqtal al-Husayn, Vol. 2, p. 30]

BERUNTUNGLAH ORANG YANG MEMPERBANYAKAN SELAWAT DAN SALAM KE ATAS NABI MUHAMMAD ﷺ

Melalui Nabi Muhammad ﷺ segala kekufuran, kegelapan terpadam di seluruh Tanah Arab. Begitu jugalah kalau kita nak memadamkan kegelapan yang ada di dalam diri kita carilah Nabi Muhammad ﷺ.

Di antara nama Nabi Muhammad ﷺ yang disebutkan di dalam hadis. Salah satunya adalah Al-Mahi yang bermakna yang memadamkan, menghapuskan. Melalui Nabi ﷺ, Allah سبحانه وتعالى telah memadamkan, menghapuskan kekufuran di seluruh Tanah Arab.

Kalaulah melalui Nabi ﷺ, Allah سبحانه وتعالى memadamkan kekufuran. Begitu jugalah melalui Baginda Nabi, Allah Taala memadamkan perkara-perkara yang lebih rendah daripada kufur seperti perkara dosa yang lebih kecil, kejahilan, kegelapan dan sebagainya.

Sebab itu Para Ulama mengatakan “Kalau kita menghadapi sesuau perkara yang membimbangkan kita, yang menakutkan kita, yang merisaukan kita ataupun bala musibah yang kita terima maka hendaklah kita banyak memuji kepada Nabi ﷺ dengan kita menyebut salam dan selawat ke atas Baginda Nabi ﷺ nescaya dengan banyaknya selawat itu Allah سبحانه وتعالى akan memadamkan segala yang kita bimbang, yang kita risau, yang kita takut, segala bala musibah yang kita hadapi.”

Ini disebutkan di dalam sebuah hadis yang sahih yang mana seorang Sahabat Nabi ﷺ yang agung iaitu Saidina Ubai Bin Ka'ab Radhiyallahu'Anhu mengatakan kepada Nabi ﷺ.

“Ya Rasulullah. Aku banyak membaca selawat kepada kamu sehingga 1/3 waktu aku digunakan untuk membaca selawat ke atas kamu.” Nabi ﷺ mengatakan “Itu adalah baik sekali namun kalau kamu tambahkan ianya akan menjadi lebih baik.”

Kemudian, beliau mengatakan lagi “Sesungguhnya aku akan jadikan ½ daripada masa aku untuk membaca selawat ke atas kamu.” Nabi ﷺ mengatakan “Itu adalah amat baik sekali tetapi kalau kamu tambah itu lagi baik.”

Kemudian Saidina Ubai Bin Ka'ab Radhiyallahu'Anhu mengatakan “Kalau begitu aku akan gunakan seluruh masa yang aku ada untuk berselawat ke atas kamu.” Akhirnya Nabi ﷺ mengatakan “Dengan itu segala perkara yang kamu risaukan akan dihilangkan, dicukupkan segala bagi kamu dan segala dosa kamu dihilangkan.”

Ini yang disebutkan memadamkan dengan cara kita memperbanyakan selawat ke atas Nabi Muhammad ﷺ. Menyebut nama Nabi Muhammad ﷺ dengan itu Allah Taala akan mengampunkan dosa-dosa kita dan juga menghilangkan segala yang kita risaukan, bimbingkan serta cukupkan keperluan kita.

Dan ketahuilah segala selawat dan salam yang kita sampaikan itu sampai kepada Nabi Muhammad ﷺ. Segala amal kebaikan dan keburukan kita akan dilaporkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Disebutkan di dalam sebuah hadis yang sahih. Kata Nabi ﷺ “Akan disembahkan kepada Baginda Nabi ﷺ segala amalan ummatnya pada setiap hari isnin dan khamis. Kalau aku dapati amalan ummat aku itu baik maka aku akan memuji kepada Allah سبحانه وتعالى. Akan tetapi, kalau aku dapati amalan ummatku tidak baik, ada dosa dan kemaksiatan maka aku akan memohon keampunan kepada Allah, beristighfar kepada Allah سبحانه وتعالى.

[SYEIKH FERAS SALOU AD-DIMASYQI HAFIDZOHULLAH]

Sumber : The Capal

ATM (Amati, Taaruf, Menikah)

Assalamualaikum!

Saya punya banyak utang nulis, tapi berencana memindah resume yang satu ini dulu. Ada beberapa teman yang sudah meminta untuk segera dituliskan resumenya, hehe. Ceritanya 28 Februari kemarin (iya sudah lebih dari dua bulan, akibat blogging blue syndrome saya), saya dan teman teman saya berkesempatan menimba ilmu di sebuah forum kajian bertajuk “Amati, Taaruf, Menikah”. Kajian ini diisi oleh ustadz yang ngegaulnya sama yang muda, Felix Siauw. Baiklah saya tuliskan resumenya ya

Saat ini dunia sedang berubah, bahwa dunia ini tidak melulu dikuasai oleh laki laki karena terjadi pergeseran orientasi. Dulunya wanita lebih emosional daripada laki laki (yang natural born nya adalah pemikir logis), namun dengan adanya era teknologi, sms, sosial media membuat semuanya lebih emosional, termasuk bagi laki laki, jadi lebih mudah mengungkapkan dll. Awalnya bisa terlihat maskulin di kehidupan nyata, tapi di sosial media menye menye (rapuh). Efeknya apa? Dunia jadi semakin dikuasai wanita.

Nah, perang saat ini lebih terfokus pada wanita. Kenapa? Kalau memerangi pria, maka yang rusak hanya 1 orang, yaitu pria tersebut, tapi kalau merusak wanita, maka minimal ada 3 orang yang berhasil dirusak, yaitu wanita itu sendiri, suaminya dan anaknya. Perang disini bukan lagi perkara mengangkat senjata, tapi mengenai pola pikir (ghazwul fikri, eh bener ngga ya tulisannya bgini) melalui 3F. Fun, food, fashion.

Nah, dibali lelaki kuat, ada wanita wanita yang keren yang mendukung mereka. Ulul Azmi contohnya, ada 5 kan ya,

  1. Nabi Nuh
  2. Nabi Ibrahim
  3. Nabi Musa
  4. Nabi Isa
  5. Nabi Muhammad

Ketika nabi Muhammad menikah dengan Khadijah, usia mereka selisih 15 tahun. Waktu diangkat jadi nabi, Nabi Muhammad berusia 40 tahun, setelah sebelumnya beruzlah selama 2 tahun di Jabal Nur (Gua Hira). Selama 2 tahun itu pula, Khadijah dengan setia mengantarkan makanan untuk Rasul ke Gua Hira, padahal perjalanannya mendaki dengan jarak tempuh 3 jam,  subhanallah ya :”) Selain itu, ketika Rasul pertama kali bertemu Jibril, beliau merasa panik, takut dan memutuskan segera pulang. Sesampainya di rumah, Khadijah tanpa banyak bertanya, langsung menyelimuti dan merawat Rasul. Ah, kalau begitu perlakuannya Khadijah, jelas saja Rasul tidak pernah memadamkan sedikit pun perasaan cintanya kepada beliau bahkan sepeninggal Khadijah. Saking sayangnya Rasul, istri beliau yang lain, Aisyah, merasa cemburu berat dengan almh Khadijah. Namun Rasul berkata alasan beliau begitu mencintai Khadijah adalah karena saat tidak ada satu pun orang yang beriman, Khadijah lah yang pertama kali beriman, saat tidak ada satu pun yang mengulurkan tangan, Khadijah lah yang memberikan kedua tangannya, dan ketika tiada istrinya yang memberi anak, hanya Khadijah lah yang memberi keturunan. Khadijah pula satu satunya istri Nabi Muhammad yang mendapat salam dari Allah dan malaikat karena ketaatan pada suami yang luar biasa. Dan keutamaan wanita yang taat padaa suaminya, ketika dia meninggal, dan suaminya ridho atas pengabdian yang telah dia berikan, maka dia bebas memilih masuk ke surga lewat pintu mana yang ia kehendaki, subhanallah.

Selanjutnya adalah mengenai wanita di balik Nabi Isa, yakni Maryam. Saking istimewanya, sampai ada surat yang bernama surat Maryam dan tentang keluarga Maryam, yakni Ali Imran. Maryam ini bukanlah “wanita gampangan”, beliau tidak mau disentuh selain muhrim. Oiya, sampai ada hadits, “sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran” (HR Bukhari). Nah, ada pula yang lain, perempuan di dunia yang subhanallah sekali, “Semulia-mulia wanita di surga adalah Khadijah binti khuwalid (istri nabi Muhammad Saw), Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran (ibunda nabi Isa as.) dan Asiah binti Muzahim (istri Fir’aun).” (H.R ath-Thabari)”

Baiklah, berlanjut ke kisah selanjutnya dari Nabi Musa, siapakah wanita keren di balik Nabi Musa? Rupanya ada ibunya, Umi Musa. Perjuangan beliau semasa hamil Musa sudah diuji karena Firaun memerintahkan semua anak laki laki dibunuh. Akhirnya, ketika Musa lahir, Umi Musa menghanyutkan bayinya ke sungai Nil. Keikhlasan beliau diganti oleh Allah, karena pada akhirnya Nabi Musa selamat dan menjadi pengemban dakwah dan perjuangan melawan Firaun.

Lain lagi cerita dari Nabi Ibrahim, wanita yang setia mendampingi beliau adalah Siti Hajar. Seorang budak Mesir yang beliau bebaskan. Beliau berdua baru memiliki anak setelah lama sekali menikah. Nah, ketika baru saja memiliki anak, Allah memerintahkan untuk hijrah ke Mekkah, padahal jarak tempuhna 1244km, perjalanannya berbulan bulan dan menuju ke tempat yang tandus tiada hewan maupun air. Ketika Nabi Ibrahim ditanya oleh Siti Hajar,’Suamiku Ibrahim, kita mau kemana?” sampai kali kedua belum dijawab oleh Nabi Ibrahim, kemudian Siti Hajar melanjutkan,”Apakah ini perintah Allah?” kemudian Nabi Ibrahim mengiyakan, dan hilanglah seluruh keraguan Siti Hajar dan beliau berkata,” Kalau ini perintah Allah, tinggalkan kami disini, Allah akan menjaga”. Sepeninggal Nabi Ibrahim, Ismail terus menangis karena kehausan, Siti Hajar berlari kesana kemari dari bukit Shofa ke Marwah karena seolah melihat ada mata air (peristiwa ini yang kemudian menjadi dasar adanya sai). Akhirnya setelah 7x bolak balik, akhirnya air justru keluar dari sentakan kaki Ismail.

Nah, dari semua pemaparan cerita singkat tentang orang hebat dan wanita di baliknya, ada satu benang merah yang bisa diambil, bahwa…..Allah selalu lebih tahu. Jangan memaksakan keinginan. Allah lebih tahu waktu yang tepat dan orang yang tepat. Kita hanya perlu memantaskan diri, maka dengan sendirinya orang yang baik lah yang akan datang.

Tanaman yang muncul dari tanah yang baik maka juga akan menghasilkan buah yang baik, berbuah, bermanfaat. Dan tanaman yang muncul dari tanah yang buruk, maka akan mengganggu. Demikian pula manusia. Tugas kita, bukanlah saja sekedar mencari pasangan melainkan mencari orang tua untuk anak kita. Tanah yang baik, istri yang baik dan ibu yang baik, tidak akan didapat lewat jalur pacaran. Pun imam yang baik tidak didapat lewat pacaran, kenapa? Maksiat lebih mudah dilakukan bila sebelum menikah sudah bilang cinta, pegang pegang tangan, nah jadi nanti ketika di pernikahan, bisa jadi dia begitu ke wanita lain. Memang, tidak semua pacaran berujung zina, tapi zina diawali dengan pacaran. Urusan menikah adalah urusan masa depan. Bibit dan tanah harus unggul.

Nah, kalau tidak dengan pacaran, gimana dong? Inilah indahnya Islam, ada cara yang gaulnya mari kita sebut dengan ATM, Amati, Taaruf, Menikah. Dalam Islam, bukan hanya saling menyukai satu sama lain, tapu yang penting adalah butuh kecintaan pada hal yang sama. Kalau cintanya sudah pada hal yang sama, maka akan lebih mudah. Yaitu cinta kepada Allah. Pacaran tidak ada korelasinya dengan langgengnya pernikahan. Kalau menikah, mencintai hal yang sama, maka insya Allah akan langgeng.

Tapi, taaruf ini jangan disamakan dengan pacaran islami atau pacaran syariah ya. Taaruf hanya dilakukan bila sudah siap menikah. Pada prosesnya pun taaruf tidak boleh berkhalwat. Memang tidak ada batasan waktu, tapi jangan terlalu lama proses taarufnya. Selain itu ngga boleh ngejip atau dikenal engan nge tag. Itu namanya ngambil rezeki orang. Jadi kalau memang iya, disegerakan, kalau belum siap, harus mengikhlaskan.

Menikah, bukanlah proses yang instan, persiapannya harus sudah lama, bahkan sejak belum punya calon sudah harus bersiap. Kita harus memantaskan diri, kita harus mampu meyakinkan bahwa kita sudah siap dan mampu. So does perempuan, sebelum ada yang ngelamar, perempuan juga sudah harus mulai bersiap, belajar ngurus anak, masak, dan yang terpenting, belajar membedakan mana yang haq dan mana yang bathil.

Umumnya, bapaknya wanita akan melakukan fit and proper test. Intinya sih, beliau harus yakin kalai anaknya bisa diperlakukan sebagaimana bapaknya memperlakukan dan membahagiakan. Oleh karena itu, bapaknya wanita selalu berpikir membahagiakan anaknya sebelum diambil orang. Maka, pacaran itu adalah proses pengkhianatan kepada bapak kita.

Taaruf adalah proses saling mengenali satu sama lain berlandaskan kecintaan karena Allah. Maka, pilihlah wanita karena ketaatannya, kalau sudah begini, urusan ke belakang akan lebih mudah. Karena keluar satu hadits, atau ajaran, maka istri pasti akan manut, karena tau, itu adalah perintah Allah. Nah, ada satu hadits yang harus dihafalkan oleh istrinya ust Felix waktu sebelum menikah, tapi saya lupa nyatat nih versi aslinya, huhu, tapi intinya ada 4 kriteria istri yang diridhoi Allah

  1.  Istri yang penyayang
  2. Istri yang banyak anak
  3. Istri yang paling manfaat untuk suaminya (menyenangkan saat bersama, merindukan ketika berpisah)
  4. Saat istri/ suami marah, dia tidak akan tahan lama lama, dan akan menghambur ke suami dan meminta maaf agar suaminya kembali ridho

Saat ini anggaplah kita sedang puasa, ketika puasa memang godaan ada dimana mana, tapi kalau kita icip2, curi2 waktu untuk mokel, maka ketika kita buka puasa pasti sudah gaada gregetnya lagi. Sama dengan menjaga hati. Sebagai penutup materinya, persiapan pertama yang harus kita lakukan apa? Ngaji. Bukan sekedar membunyikan quran, tapi mengkaji isinya dan materi materi lainnya bersama orang yang memiliki ilmu. Dengan kita belajar mengenai Islam, maka persiapan kita akan jadi persiapan yang paling baik. Jangan lupa kondisikan orang tua kita tentang mindset kita tentang taaruf dan kriteria yang kita inginkan. Persiapkan sejak belum ada calon, insya Allah akan dilancarkan sampai menikah. Aamiin.

Sekian share materinya, semoga membawa manfaat bagi siapapun yang membaca, silakan disebarkan bagi yang membutuhkan. Semoga kita senantiasa terjaga hatinya, diluruskan niatnya untuk menjaga hati, karena percaya lah jodoh bukanlah seperti sandal jepit yang bisa tertukar. Tulang rusuk pasti akan kembali kepada pemiliknya. Kita hanya perlu percaya, bahwa rencana Allah selalu lebih indah daripada yang kita rencanakan.

Wassalamuaikum wr.wb.

Doa Ustaz Ahmad Dusuki Abd. Rani

Bismillahirrahmanirrahim…


Ya Allah Ya Tuhan kami

Kami mohon keampunan dosa² kami Ya Allah

Dosa besar kami & dosa kecil kami Ya Allah

Dosa yg sengaja kami lakukan semenjak kecil kami ya Allah

sehingga dewasa ini Ya Allah


Ya Allah Rahmatilah dlm kehidupan kami Ya Allah

Murahkanlah rezki kami Ya Allah

Panjangkan umur kami dalam redha Kamu Ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan kami

Kami mohon keredhaanMu Ya Allah

Apa yang pernah dipohon oleh Nabi kami Ya Allah

Nabi Muhammad SAW Ya Allah

Jauhkanlah kami dari apa yg diminta oleh Nabi Muhammad SAW


Ya Allah Ya Tuhan kami

Permudahkanlah segala urusan kerja kami ya Allah

Jadikanlah kami hamba²Mu yg soleh ya Allah


Pandangkanlah kami dgn rahmatMu ya Allah

Seburuk manapun kami & sekeji mana pun kami Ya Allah

Pandanglah kami dgn pandangan RahmatMu Ya Allah


Ya Allah, seburuk mana pun kami atau sekeji mana pun kami Ya Allah

Pandanglah kami dgn pandangan RahmatMu Ya Allah


Sebesar manapun dosa kami Ya Allah

Sebanyak manapun kemarahanMu Ya Allah

Rahmatilah dalam hidup kami Ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan

Kami mohon keredhaanMu Ya Allah

Agar jadikan kami hambaMu Ya Tabah Ya Allah

Yg mampu menghadapi ujian² dlm kehidupan ini Ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan kami

Jadikanlah kami ini mampu menghadapi ujianMu dgn tenang & tabah

Lapangkanlah dada kami dlm bicara kami Ya Allah

Permudahkanlah setiap urusan kerja kami ya Allah


Ya Allah Ya tuhan kami

Kami mohon keredhaanMu Ya Allah

Agar dijadikan kami teman² yg baik dlm hidup ini Ya Allah

Kekuatan kpd kami Ya Allah

Mampu memberi kekuatan kpd kami yang tidak ternilai Ya Allah


Ya Allah kami minta agr dijauhi teman² yang merosakkan hidup kami Ya Allah

Drpd teman² yg menikam kami drpd belakang Ya Allah


Ya Allah ya Tuhan kami

Rahmatilah dalam hidup mereka & hidup kami Ya Allah


Ya Allah Ya tuhan kami berikanlah petunjuk kpd kami Ya Allah

Pada mula kami dlm keaadaan leka Ya Allah

Kamu sedarkanlah kami Ya Allah


Di waktu mana kami dlm kesesatan Ya Allah

Kamu tunjukkanlah kami jln yang lurus Ya Allah


Di waktu mana kami dlm kegelapan Ya Allah

Cahayakanlah kami dgn cahaya imanMu Ya Allah


Di waktu mana kami terkapai² & terkial² dlm hidup kami Ya Allah

Kamu bimbinglah kami Ya Allah

Kamu bantulah kami Ya Allah

Kerana kami memerlukan pertolongan & bantuanMu Ya Allah


Ya Allah Ya tuhan Kami

Jadikanlah setiap kata² kami

Kata² yg penuh hikmah Ya Allah


Setiap perjalanan kami

Perjalanan yg penuh dgn keberkatan Ya Allah


Setiap tutur bicara kami Ya Allah

Mampu didengari makhluk Kamu dilangit mahupun dibumi Ya Allah


Ya Tuhan kami

Kami mohon keampuanan dosa² kami ya Allah

Sehingga bibir kami Ya Allah

Mampu menyebut LAILAHAILLALLAH, MUHAMMADURRASULLULLAH


Di kala mana penghujung dlm kehidupan kami Ya Allah

Di waktu mana kaki kami mula sejuk

Di waktu mana mata kami tidak mampu digerakkan

Tangan kami tidak mampu lagi utk menyentuh

Tubuh badan kami mula kesejukan Ya Allah

Di waktu mana roh kami mula menyusut keluar Ya Allah

Sedikit demi sedikit dlm jasad ini Ya Allah

Rahmatilah kami diwaktu itu Ya Allah


Ya Allah tunjukkanlah kami tempat kami dlm syurga firdausMu ya Allah


Ya Allah Ya tuhan kami

Rahmatilah kami disaat mayat kami dimandikan Ya Allah


Rahmatilah kami

Di waktu mana kami dikapankan mayat kami Ya Allah


Rahmatilah kami

Sewaktu mana mula disembahyangkan mayat kami Ya Allah


Jadikanlah org yang paling soleh doakan kami sewaktu menyembahyangkan kami Ya Allah


Ya Allah sewaktu mana kami diusung keluar drpd rumah kami nanti Ya Allah

Tinggalkanlah amalan² keji kami Ya Allah


Bawakanlah amalan² yg baik sahaja utk dihadiahkan di hadapan kamu Ya Allah


Sewaktu mana kami dihadapkan muka kami ke kiblat Ya Allah

Sewaktu mana tanah mula berbau dihadapan kami Ya Allah

Sewaktu mana liang lahad mula ditutup sedikit demi sedikit Ya Allah

Sewaktu mana tanah² mula berguguran di atas badan kami Ya Allah

Sewaktu mana Malaikat Mungkar & Nakir dihujung kaki kami Ya Allah

Jadikanlah kubur kami di antara taman² syurga Ya Allah

Jgn Kamu jadikan kubur kami di antara kawah² neraka Ya Allah


Ya Allah sewaktu kami mula disoal Ya Allah

Jgn banyak soalan² Mungkar & Nakir Ya Allah

Sehingga menggigil tubuh badan kami Ya ALlah

Utk menjawab soalan Mungkar & Nakir sewaktu itu Ya Allah


Ya Allah ya Tuhan kami

Kumpulkanlah kami dgn Arwah ayah ibu kami sebelum kami dihadapkan di hadapan kamu Ya Allah


Kami merindui mereka saat mereka membesarkan kami dahulu Ya Allah

Saat mana mereka bersusah payah membesarkan kami Ya Allah

Kami merindui mereka & kami tidak mampu lagi utk mengucup dahi mereka Ya Allah


Ya Allah Ya tuhan kami

Jadikanlah malam pertama kami di Alam barzakh adalah malam terindah Ya Allah

Di waktu mana kami gembira di saat itu Ya Allah


Jgn Kamu jadikan kubur kami di antara kawah² neraka Ya Allah

Ya Allah jgn Kamu jadikan kubur kami di antara kawah² neraka Ya Allah

Ya Allah jgn Kamu jadikan kubur kami di antara kawah² neraka Ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan kami Kami Mohon Kepada kamu Ya Allah

bangkitkan kami dgn para Nabi, para Syuhada’ & para solihin Ya Allah


Ya Allah Ya tuhan kami

sewaktu mana ditujukan amalan manusia di padang mahsyar nanti Ya Allah

Berilah suratan amalan kami di sebelah tgn kanan kami Ya Allah

Jgn Kamu berikan suratan amalan kami dgn tgn kiri Ya Allah


Sewaktu mana ditayangkan amalan manusia Ya Allah

Jgn Kamu tayang kesilapan kehidupan kami Ya Allah

Jgn Kamu dedahkan kekhilafan kami Ya Allah

Kami malu & kami malu di hadapan Kamu Ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan kami

Ampunkanlah dosa kami Ya Allah

Di kala kami melalui titian sirat nanti Ya Allah

Masukkanlah kami ke dlm Syurga Firdaus Ya Allah

Bersama dgn para Nabi, para auliya’ & para solihin

Dgn keluarga kami yang kami cintai Ya Allah


Ya Allah ampunkanlah dosa kami & kedua ibu bapa kami ya Allah

Khususnya dosa kami terhadap ibu kami Ya Allah

Kami pernah cakap kasar dgn ibu kami Ya Allah

Kami pernah menengking kata² ibu kami Ya Allah

Kami pernah mengalirkan air mata ibu kami terhadap kami Ya Allah


Ya Allah dosanya kami di waktu itu Ya Allah

Krn kami lakukan di waktu kami tidak mengerti Ya Allah

Kami lakukan di waktu kami jahil Ya Allah

Kami tidak sengaja meruntunkan hati ibu kami Ya Allah

Kami tidak sengaja melukakan hati ibu kami Ya Allah


Ya Allah kami tahu ibu kami menyayangi kami Ya Allah

Sewaktu kami kecil Ya Allah

Susunyalah yg membesarkan kami Ya Allah

Sewaktu mana kami kecil dahulu Ya Allah

Ibu kami berhutang keliling pinggang utk membesarkan kami Ya Allah


Sewaktu mana kami kecil dahulu Ya Allah

Pipi ini dicium Ya Allah

Pipi ini dicium Ya Allah

Kemudian kami diselimuti dgn penuh kasih syg Ya Allah


Ya Allah sayangnya diwaktu kami besar ini ya Allah

Kami tidak mampu membalas jasa²nya Ya Allah

Rahmatilah ibu bapa kami Ya Allah

Rahmatilah mereka sewaktu mana mereka merahmati kami sewaktu kami kecil ya Allah


Ya Allah Ya Tuhan kami

Berilah kami kekuatan dlm hidup kami ya Allah

Utk mendidik keturunan anak cucu kami Ya Allah

Jgn kerana dosa kami

Mereka mencela kami Ya Allah


Ya Allah kerana dosa² kami Ya Allah

yang membuatkan kami hilang dr RahmatMu Ya Allah


Kerana dosa² inikah Ya Allah yg menyebabkan kami semakin jauh dgn Kamu Ya Allah


Kerana dosa² inikah ya Allah

Yg menyebabkan Kamu tidak memandang kami ya Allah


Jika kerana dosa² ini Ya Allah

Ampunkanlah dosa² kami Ya Allah

Ampunkanlah kami Ya Allah

Ampunkanlah kami ya Allah


Kerana kami HambaMu Ya Allah

Kerna Kami HambaMu Ya Allah..


Amin Ya Rabbal Alamin

Andai engkau tahu ketika nanti di padang mashar kita akan dibangkitkan sendiri sendiri bersama amal kita. Tiap orang akan sibuk ama diri sendiri g bakalan sempat mikirin org lain apakah itu suaminya istrinya anaknya pacarnya cem2annya dsb.
Maka engkau akan menyesali begitu lebay nya perbuatanmu mendholimi diri sendiri dengan tidak makan tidak tidur dan tidak beribadah dan terjebak dalam lubang kesedihan yg mendalam.

Menangis itu obat untuk hati. Tapi kalau menangisi orang lain yang gak akan menolong kita di padang mashar. Itu sebuah bentuk kerugian yg nyata.
Andaikan tangismu merupakan bentuk kerinduan dan sholawat kepada Nabi Muhammad Sallallohualaihiwassalam sebagai satu2nya manusia yg bisa memberi syafaat kepadamu kelak maka engkau menjadi orang yang beruntung.

#selftalk #goodnite

Ya Nabi salam alaika. Sholawatullah salam alaika.