Universitas-Indonesia

2

Luar biasa, acara-acaranya seperti ‘kode’ aja ni biar cepet nikah XD.

InsyaAllah tanggal 13 - 14 Februari 2015 ini akan ada di Kampus Universitas Indonesia. Tanggal 13 di FMIPA UI dan tanggal 14 nya di FKUI menjadi moderator di sesi 3 ( Ust Salim dan Teh Meyda).

Sampai bertemu di UI :)

UI Butuh Kamu, Dik.

UI Butuh Kamu, Dik.
oleh : Dinda Nuurannisaa Yura (Fakultas Hukum UI 2005-2009)


Untuk adikku, calon mahasiswa UI,
Perkenalkan, namaku Nisaa, dengan berbekal impian masa kecil, akhirnya saya bisa menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Indonesia. Kepada kamu, aku ingin berbagi cerita.

Tahun 1997 pertama kalinya aku menjejakan kaki ke kampus Universitas Indonesia Depok. Saat itu, aku yang masih berumur 10 tahun terkesima oleh besarnya kampus ini. Aku pun menarik tangan Mama, menatapnya dan berkata mantap, “Mama, aku mau kuliah di sini, kampusnya besar,” ucapku dengan mata berbinar. Mama pun berucap lembut, “kalau mau kuliah di sini, kamu harus belejar sungguh-sungguh, Nak.”

Aku yang masih polos ketika itu bermimpi untuk bisa masuk UI hanya karena bangunannya terlihat megah, dan arealnya terasa luas. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya aku mengetahui bahwa UI adalah kampus yang disebut-sebut sebagai kampus terbaik se Indonesia. Terbaik bukan karena luasnya, bukan juga karena gedung-gedung kokohnya. Tapi terbaik karena ia menampung pemuda pemudi terbaik bangsa.

Menjadi mahasiswa UI memang bukan perkara mudah. Aku harus berjuang sangat keras untuk menjadi pemuda pemudi terbaik bangsa, hingga bisa menjadi bagian dari keluarga kampus ini. Namun siapapun yang punya mimpi, dia memiliki modal untuk meraih mimpi tersebut. Bermimpilah, dan letakan mimpi itu di depan mata. Bayangkan dir kamu berada di pinggir danau UI yang sejuk. Saat jaket kuning kebanggaan masyarakat yang kamu kenakan melambai perlahan ditiup angin sepoi-sepoi. Kamu berdiri tegak, dengan dagu terangkat bangga. Sebagai mahasiswa Universitas Indonesia, sebagai salah satu generasi terbaik bangsa.

Kerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh, tidak akan pernah menjadi sia-sia. Berjuanglah bukan sekedar demi menembus gerbang Universitas Indonesia. Lebih dari itu, kamu berjuang demi menjadi pemuda/pemudi hebat, yang akan membangun bangsa ini. Berjuanglah demi anak-anak jalanan yang tidak bisa sekolah. Berjuanglah demi manusia-manusia gerobak yang tidak punya atap untuk berteduh. Berjuanglah demi petani-petani yang dirampas tanahnya, kelompok-kelompok marjinal yang selalu digusur, dan pengemis tua yang sudah tak makan seminggu lamanya.

Ketahuilah, UI menjadi besar dan hebat adalah karena generasi-generasi terbaik bangsa yang ada di dalamnya. Bagaimana kita menimba ilmu, memanfaatkan berbagai fasilitas dan akses, termasuk beasiswa yang tersedia, tidak hanya di kampus kuning, tetapi juga di masyarakat. Ada banyak ilmu yang bisa kita ambil, dan kita terapkan langsung kepada masyarakat. Kebermanfaatan mahasiswa UI, kebermanfaat UI, itulah yang membesarkan kampus kuning ini.

Karena itu percayalah wahai adikku, ini bukan sekedar tentang kamu yang bermimpi untuk masuk Universitas Indonesia. Ini tentang UI yang membutuhkan kamu. Iya, kamu, pemuda/pemudi terbaik bangsa yang memiliki segudang impian. Kamu yang saat ini tengah berlari mengejar prestasi, untuk melewati pintu gerbang UI, untuk kemudian membangun negeri.
Percayalah dengan mimpi itu Dik, dan fokuslah dengan tujuan-tujuan hebat yang ada di benakmu. Selalu bayangkan dirimu meraih impian-impian itu. Karena dengan mimpi, kita berani. Dengan mimpi, kita memiliki kekuatan yang mendorong kita untuk meraih mimpi itu. Biarkan seluruh semesta mendukungmu untuk mendapatkan impian itu, menggenggam cita-cita itu, erat di tangan mu.

Maka tidak ada yang bisa menghalangimu Dik. Kamu inginkan UI, dan UI membutuhkanmu. Kamu dan UI berjodoh layaknya dua sahabat yang saling merindu. Percayalah, tidak ada yang mampu menghalangi. Tidak jarak, tidak waktu, tidak biaya, tidak diksriminasi dalam bentuk apapun. Semua akan mendukungmu, mendorongmu untuk mewujudkan impianmu. Kakak-kakakmu di sini akan membantu advokasimu, beasiswa akan mempermudah jalanmu. Jalan itu sudah terbentang di hadapanmu. Datanglah, laluilah, karena UI butuh kamu wahai saudaraku. Untuk membesarkan UI, menyebarkan banyak kebermanfaatan bagi masyarakat, dan membangun negeri ini.

Hari ini aku bermimpi menyambutmu di gerbang UI. Dan aku percaya, Kamu akan berusaha sungguh-sungguh dan bekerja keras hingga kita akan segera bertemu. UI butuh kamu.

saya nangis baca ini.
VERITAS, PROBITAS, IUSTITIA, AMIN!  

Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
—  Soe Hok Gie
Seorang demonstran muda Indonesia, yang memiliki prinsip teguh dan lebih memilih diasingkan daripada harus melepas prinsipnya..

Ini salah satu produk kita, mawar kuning dari FloHope. Bunga flanel khusus untuk acara wisuda, yang kita namain #floation. Flowers for graduation. Jadi buat kamu-kamu yang ingin ngasi hadiah ke temen, kakak angkatan, pacar atau siapapun yang akan wisuda. Jangan ragu-ragu ya buat pesen. Dijamin tahan lama dan awet. :D

Kamu bebas kok milih warnanya, ada merah, pink, putih, kuning dan ungu. Pilihan bonekanya juga ada 3, cowok, cewek, dan cewek berjilbab.


Karena stok kita terbatas, ditunggu segera ya pesanannya. ;)

youtube

“Pulang kampung nih…”

“Indonesia Bagian Diri Saya…”

“Becak & Bemos is how you got around…” -regarding Indonesia in the 60’s (mentions Sarina too my Mom Lol’d at that)

“Sate! Bakso! …enak ya??”

“He reflected the spirit of religious tolerance that is enshrined in Indonesia’s Constitution & that remains one of this countries defining & inspiring characteristics”

“A growing Indonesia now plays a key role in the Asia Pacific & in the Global Economy.”

“In Indonesia there will be no turning back from Democracy” (My Grandfather would have been so proud…“

”Bhineka Tunggal Ika. Unity in Diversity.“ 

"An Indonesia that belongs to Indonesia”

Ultimately it will be the rights of citizens that will stitch together this remarkable, Dusantara, that stretches from Sabang toMerauke

every child born in this country should be treated equally, whether they come from Java or Aceh; Bali or Papua.

”…this house of worship for many thousands of Muslims was designed by a Christian architect.“ (regarding Istiqlal)

- President Barack Obama - Speaking to Indonesians at the University of Indonesia, in Jakarat, ID

Made. My. Life.