Song of Themyscira | One

Summary: As an Amazonian warrior, you’re invited to Man’s World by Diana Prince. Ares, angered by the situation, decides to send an army, led by his son, to disrupt the peace. Will James be able to follow through, or will the Amazonians keep the peace?

Pairing: James ‘Bucky’ Barnes x Amazon!Reader

Word Count: 972

Warnings: None (yet)

A/N: SURPRISE! As a welcome gift to my new wave of followers, I’ve decided to post the first chapter of SoT a week in advance :) I hope you all enjoy this (April beta’d and said it’s good so I’ll take her word for it) and please, let me know what you think!

Originally posted by rohgers

Keep reading

5

the subtle not so subtle change in craig’s expression when he realizes tweek might actually be mad at him

Selalu Diam-diam. Terlalu Dalam.

Kutuliskan kembali kisah ini. Setelah berwaktu-waktu lamanya tidak kuceritakan pada siapapun. Kisah ini masih rahasia. Kecuali untuk Tuhan dan diriku sendiri.

-

Sejak dulu memendam rasa padamu, aku sungguh enggan berharap. Karena banyak hal menjadi pertimbangan.
Bisa jadi, aku bukan tipe orang yang akan dengan mudah kausukai. Seperti cinta pada pandangan pertama. Bisa jadi, aku terlalu jauh dari elok dan rupawan. Kau tahu, sejak dulu aku tidak percaya diri.
Bisa jadi, paling jauh kau hanya akan menganggapku sebagai teman. Seperti sekarang. Seperti nanti. Seperti… sampai entah kapan.

Sebenarnya aku bisa saja bertahan. Berpura-pura bahwa kita memang selayaknya hanya sampai di sini. Berpura-pura berpuas hati, untuk bisa dekat denganmu hanya sebagai teman biasa saja.

Namun nyeri itu ada, ketika kutahu kau memilih seseorang sebagai pasanganmu. Luka itu nyata, saat kusadari melihatmu dengan yang lain, aku tidak suka. Aku ingin, ia tidak ada.

Sungguh, aku sanggup membenci diriku sendiri. Karena memutuskan berbohong padamu selama ini. Karena menjadi tokoh utama dalam cinta rahasia ini. Karena teoriku sejak dulu ternyata salah…

: Mencintaimu secara diam-diam, justru akan membuatku menggilaimu semakin dalam.

-

© Tia Setiawati | Palembang, 6 Juni 2017

All or Nothing At All

Bila aku harus memilih keadaan saat hatimu akan kau berikan padaku, setengahnya atau tidak sama sekali, jawabanku adalah yang ke dua.

Jangan menaruhku dalam sebuah kondisi di mana aku ada di tengah-tengah. Sungguh, aku tak suka. Karena aku akan memilih hitam atau putih, dibandingkan abu-abu. Aku akan memilih tidak sama sekali atau utuh, dibandingkan setengah. Aku akan memilih setuju atau tidak setuju, dibandingkan tidak punya pendirian atau ikut suara terbanyak. 

Dan perihal hatimu yang hendak kau berikan padaku, tentu saja itu utuh atau tidak sama sekali. Jangan separuh. Karena bila harus setengah, bagiku lebih baik tidak usah.

Karena mencintai seseorang bagiku jelas maknanya.
: Kau bersedia memberikan segalanya, meski ia tak meminta apapun.

-

Tia Setiawati | Palembang, 13 Juni 2017

Perempuan Pembenci Enigma Lelaki

“Bila yang kau tawarkan adalah ketidakpastian, pergi saja.
Waktuku terlalu berharga untuk diajak bermain dengan cinta.”

-

Sejak kau datang pertama kali, aku sudah mengatakan bahwa aku bukan tipikal perempuan yang bisa kau ajak ke sana ke mari tanpa kejelasan.

Aku bukan tipikal perempuan yang senang kau ajak bersenang-senang, meski kau hadiahi ribuan kemewahan.

Aku pun bukan jenis perempuan yang suka dipamerkan sebagai ‘teman jalan’, dan hanya akan kauhubungi saat kau kesepian dan butuh kawan berkencan.

Aku bukan perempuan jenis itu, yang mungkin belakangan sering kau temui di sekitarmu.

Aku perempuan yang tahu diri.

Aku perempuan yang tahu harganya bernilai tinggi, maka aku tak sudi siapapun memberi nilai rendah.

Aku perempuan yang tahu bagaimana mencintai orang tuanya, maka aku menjaga kepercayaan mereka.

Aku jenis perempuan, yang dengannya kau tak bisa macam-macam.

Maka bila memang berniat serius bersamaku, jangan memberi teka-teki.

: Aku tak suka enigma ataupun menerka-nerka.

-

© Tia Setiawati | Palembang, 9 Juni 2017