Ramadhan

Kita nak ayah kita jadi ustaz?
Kita nak ayah kita jadi orang kaya?
Kita nak ayah kita jadi doktor?
Kita nak ayah kita jadi adun/yb?
Kita nak ayah kita jadi seperti ayah orang lain?

Tak boleh dah. Ayah kita tetap ayah kita. Terima ayah kita seadanya. Jgn sbb kesilapan ayah kita yg sedikit, itu membuatkan kita benci pada dia. Sedangkan silap kita ni kalau nk kira lagi byk.

kita ni anak lelaki kadang-kadang malu nk tunjuk kasih sayang kita pada mak ayah. Betul kan? Jadi, cara kita nk tunjuk kasih kita pada mereka adalah kita dgr cakap mereka & tak melawan.

Tak kira lah ayah atau ibu. Mereka tak mintak sesen pun daripada kita. Mereka cuma nk kita hormat mereka, kasih mereka, dgr ckp mereka, taat mereka & hidup dalam keadaan harmoni dgn adik beradik. Itu je.

Kita takkan dpt balas jasa mereka. Bagilah gunung emas sekalipun. Takkan bernilai.

Tak ada dah org macam ayah kita kat dunia ni.
Seorg tu je ayah kita.
Hilang dia tiada berganti,
Hargailah dia sebelum ditarik nyawanya.

Kita seringkali mengabaikan & tidak sedar akan sesuatu yg kecil & remeh yg dilakukan oleh ayah kita, namun sebenarnya ia memberi makna yg begitu besar krn disebaliknya terselindung akan rasa kasih sayang, cinta, pengorbanan & tanggungjawab seorg ayah.

Hargailah & sayangilah ayah & ibu kita selagi mereka masih bernyawa. Jasa & pengorbanan mereka terlalu besar. Cinta & kasih sayang mereka tiada bandingannya. Semoga ayah & ibu kita beroleh rahmat & keberkatan di dunia mahupun akhirat. InshaAllah.

Wallahhu Ta'ala A'lam


#thedaiegraphy #dakwahmudah #abuhanifah #hakhada #gengdakwah #ayah #ramadhan #vscodakwah #ragoclans #malaysianmuslim #twt_insta #my_genggua #ikutcarakita #usrahsantai #muhasabah

.15 · RAMADHAN

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ .

(Puasa yang diwajibkan itu ialah beberapa hari yang tertentu; maka sesiapa di antara kamu yang sakit, atau dalam musafir, (bolehlah ia berbuka), kemudian wajiblah ia berpuasa sebanyak (hari yang dibuka) itu pada hari-hari yang lain; dan wajib atas orang-orang yang tidak terdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin. Maka sesiapa yang dengan sukarela memberikan (bayaran fidyah) lebih dari yang ditentukan itu, maka itu adalah suatu kebaikan baginya; dan (walaupun demikian) berpuasa itu lebih baik bagi kamu daripada memberi fidyah), kalau kamu mengetahu.

(Surah Al-Baqarah, 2 : 184)

#ramadhan #ramadan #puasa #musafir #quran #hadis #hadith #balikkampung #travel

For all of you who have purchased, would want to purchase and have liked and shared the post about my Ramadhan Journal this year, Istafti Qalbak. :)

THIS IS FOR YOU.

I hope you all get some time to view it, it’s just 3 minutes long. in sha Allah

P.S. My apologies for the background music used, as I only did this with an app. But I hope you all get time to view it. in shā Allāh

Zohayma

*feel free to share*

youtube

Juz 13 - Berhenti Mengeluh Dan Mulailah Bersyukur - Nouman Ali Khan

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [Ibrahim: 7]

Assalaamu alaykum Quran Weekly.

Saya ingin berbagi ayat ke-7 dari surat Ibrahim. Ini adalah juz ke-13 dari Al Quran. Saya akan langsung saya, apa yang Allah sendiri katakan, “tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu sedikit saja bersyukur,”

Bahkan jika kamu bersyukur hanya sedikit. Allah berkata, jika kamu menunjukkan rasa bersyukur yang amat sangat sedikit saja, Ia tidak meminta banyak. Pasti Aku tambah tambah tambah tambah tambahkan kepadamu.

Aku bersumpah! Ini adalah tata bahasa terkuat yang mungkin digunakan. Jika saja kamu bisa tunjukkan sedikit rasa syukurmu. Lalu pertanyaannya, kita harus bersyukur ke siapa? Kamu mungkin akan mengira kita harus bersyukur pada Allah. Tapi di sini Allah tidak menyebut dirinya.

Jadi bisa saja bersyukur pada Allah, orang tuamu, gurumu, untuk kesehatanmu, untuk teman-temanmu. Bersyukur pada orang-orang yang telah berjasa. Pada perusahaanmu yang telah memberikan pekerjaan.

Senang menghargai. Jika saja kamu bisa menghargai dan bersyukur. Bersyukur itu bukan sekedar mengatakan Alhamdulillah. Bersyukur juga merupakan suatu sikap, gaya hidup dan cara berpikir. Kamu terus menerus bersyukur.

Jika saja kamu bisa menunjukkan sedikit saja sikap seperti itu. Allah berkata, ”Aku bersumpah, Aku akan tambahkan untukmu.” Tidak ada keraguan, Aku bersumpah, Aku akan tambah untukmu.

Allah jarang menggunakan kata “Aku” dalam Al Quran. Biasanya Ia menyebutkan kata “Kami”. Hanya pada permasalahan yang amat besar saja, Allah menggunakan kata ganti “Aku”. Di ayat ini Allah menggunakan kata “Aku”.

Lalu timbul pertanyaan, apa yang akan ditambahkan? Ditambahkan apanya? Karena kamu bisa saja menyebutkan, Allah menambahkan pengetahuanku, kebijaksanaanku, kesabaranku.

Kita berdoa “Robbi dzidnii ilman”. Kita tidak cuma menyebut “Robbi dzidnii“. Yang artinya kita tidak cuma meminta, “Allah mohon tambahkan aku”. Tapi kita berdoa, “Allah mohon tambahkan pengetahuan untukku”.

Allah berkata, “Fadzaadathum iimaanan”, itu menambah keyakinan mereka. Allah tidak berkata, “Aku tambahkan mereka saja”. Di ayat ini Allah berkata, kamu tunjukkan rasa bersyukur, meskipun hanya sedikit, Aku akan tambahkan. Apanya yang ditambahkan?

Allah tidak membatasi sesuatu yang akan Ia tambahkan untukmu. Inilah yang indah dari ayat ini. Motivasi yang terdapat pada ayat ini, Aku akan terus memberimu lebih lebih lebih lebih lebih lebih atas segala-galanya.

Apa yang kamu pikirkan akan Aku berikan jika itu bermanfaat untukmu. Akan Aku jaga, Aku janji, kamu cukup tunjukkan rasa syukur padaKu.

Apakah kamu tahu ayat ini adalah khutbah yang diberikan oleh nabi Musa alaihi salam untuk Bani Israil? Saat setelah mereka melewati laut yang terbelah. Setelah melewati laut itu mereka memiliki kenangan buruk tentang anak-anak mereka yang disembelih Firaun setiap tahunnya.

Mereka ini orang tua yang ketakutan yang diselamatkan dari penyiksaan dan banyak mengalami penderitaan. Nabi Musa alahi salam tidak memberikan khotbah tentang kesabaran ketika itu. Mereka saat itu menderita di gurun pasir, mungkin kamu berpikir nabi Musa alaihi salam akan berdiri dan menyemangati mereka dengan khutbah tentang kesabaran.

Tapi justru nabi Musa alahi salam kala itu memberikan khutbah tentang bersyukur. Karena kamu tidak akan mungkin bisa bersabar jika kamu tidak memiliki rasa bersyukur. Bersyukur lebih dulu. Jika kamu bisa bersyukur, maka Allah akan menjaga semua keperluanmu, lalu Ia akan tambah terus menerus.

Dan jika kamu tidak bersyukur, tidak menghargai. Kamu tidak bisa melihat sedikitpun kebaikan dalam hidupmu. Allah bisa saja berkata, “Dan jika kamu tidak bersyukur, Aku akan pergi darimu. Aku akan menghukummu.” Tapi itu tidaklah Ia sebutkan.

Ia berkata, “sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Tidak terdengar terlalu keras ‘kan? Jika kamu bersyukur maka Aku tambahkan. Dan jika kamu tidak bersyukur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Tapi ini sebenarnya bukanlah suatu pernyataan sebab akibat. Ada sedikit perbedaan dalam bahasa arabnya. Allah tidak mengatakan “Walain kafartum FA ina adzaabii lasyadiid”. Tidak ada kata ‘Fa”.

Jika ada kata “Fa” maka artinya menjadi. Jika kamu tidak bersyukur MAKA sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Tapi di ayat ini tidak ada kata “maka”, kamu tahu apa artinya ini? Itu artinya tidak ada hubungan sebab akibat di ayat ini.

Allah tak ingin berkata, “Jika kamu tidak bersyukur Aku akan menghukummu”. Tidak seperti itu. Allah katakan, “Jika kamu tidak bersyukur, ….” Allah tidak selesaikan kalimatnya. Ia lanjutkan dengan kalimat yang baru, “Sesungguhnya azab-Ku sungguh sangat pedih”.

Secara tata bahasa, Ia tidak menghubungkan keduanya. Hal seperti itu pun harusnya kita syukuri. Kenyataan bahwa Allah tidak menambahkan kata tambahan, jika ditambahkan, maka akan menjadi, “Jika kamu tidak bersyukur, MAKA SEBAIKNYA KAMU KETAHUI bahwa azab-Ku sangat pedih.”

Tidak seperti itu. Jika kamu tidak bersyukur, …….. tidak ada apa apa. Kemudian Ia lanjutkan, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. Dengan Ia tidak melanjutkan hal seperti itu, maka sesungguhnya haruslah benar-benar kita syukuri. Yang itu saja.

Sungguh ayat yang amat sangat indah. Dan inilah motivasi yang diberikan oleh nabi Musa alahi salam melalui khutbahnya pada Bani Israil. Dan Allah jadikan khutbahnya itu menjadi bagian dalam Al Quran.

Semoga Allah Azza Wa Jalla membantu kita untuk belajar dari kearifan yang indah dari Al Quran dan membuat kita menjadi orang yang bersyukur. Dan dapat membuat kita mampu melihat sisi terang dari sesuatu. Berhentilah murung dan selalu pesimis terus menerus.

Berhentilah melihat sisi buruk dari sesuatu. Janganlah terus menerus mengeluh. Berhentilah mengkritik sesuatu. Jangan suka sinis, hargai orang-orang di sekelilingmu, teman-temanmu, gurumu, orang tuamu, sekolahmu, kesehatanmu, fisikmu. Berhentilah mengeluh kalau kamu merasa terlalu gendut, terlalu pendek, terlalu kurus, berhentilah mengeluh!

Mulailah bersyukur. Berhentilah mengeluh jika kamu sakit selama 1 minggu. Bersenanglah karena sakitmu tidak separah orang lain. Mulailah bersyukur, karena Allah telah berjanji akan terus-menerus menambah semuanya. Semoga Allah membantu kita untuk memahami segala yang dijanjikan oleh-Nya. Dan membuat kita layak untuk mendapatkannya.

BarakAllahuli walakum, Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.


*Transcript dari video Islam IDN https://www.youtube.com/watch?v=5nQAfSEG06w
**Reupload YouTube NAK Indonesia http://youtu.be/wGSGGNH3M7s
***Reupload FB NAK Indonesia https://www.facebook.com/video.php?v=1643974642483136

Follow NAK Indonesia:
http://nakindonesia.tumblr.com
https://twitter.com/NoumanAliKhanID
https://instagram.com/nakindonesia
https://www.facebook.com/NoumanAliKhanIndonesia
https://www.youtube.com/NAKIndonesia

Boom.

I know what you feel. 

Makes you feel guilty, on how much indifferent we are on making our du’a.
_____

Indeed, countless times we ask of Him for things that would give us temporary happiness, but we barely ask for such du’a as above.

We are too deluded with the presence of this dunya that we tend to forget the permanent abode, the Hereafter.

Do you not fear the day you’ll stand before Him with all these sins you have?

Do you not fear the day you’ll stand before Him not being able to answer any of His questions?

Do you not fear the day when there will be no Light except the Light of the Qur’an, and how much of your day do you spend with the Qur’an?

Do you not fear the day when everyone else will leave and it will only be you with the questioning of the angels!?

O You, who calls himself a Muslim, do you not fear the day Death will approach you!?


Are you prepared enough to meet Allah in this condition of yours right now? Drowning with sins, Ungrateful heart, A soul that does not repent! 

You are in the blessed month of Ramadhan! Allahu’akbar! You are given this beautiful gift of being showered upon forgiveness upon forgiveness yet your soul do not take heed! 

How can you just heart the adhan with the excitement to just take pictures to put on instagram and say “iftar day1″ without even minding making dua?

How can you just go on saying “i’m fasting” but all you think is what time will be iftar, without even reflecting on how the fasting disciplines yourself.

How can you just let the people pass by you as they go to the masjid to pray taraweeh while you just stay where you are checking your twitter news feed or liking statuses on your facebook?


How can you be so unmindful of your ibadah!?

Remember the Sahabah RA would spend the rest of the year just to prepare for this blessed month, and how countless times would they make du’a that they reach the blessed month of Ramadhan!

There are millions of Muslim people who made du’a to reach this blessed month of Ramadhan, you might not be even one who desired to approach this blessed month, but you are here

Allah chose that you reach this beautiful month of abundant mercy, but look what you are doing? 

Wallah, I leave this blog with a question taken from the Qur’an on surah Infitar, verses 6-7:

“O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous,Who created you, proportioned you, and balanced you?”

Now, ponder hard.

______

And we pray that Allah helps us on making the most out of this Ramadhan and that through it we find ourselves getting closer to Him each passing day. May He forgive us all and accept our good deeds! Amin

Zohayma


Ramadhan #14 : Tidak Jauh dari Hari Ini

Tidak jauh dari hari ini. Ada seseorang yang mungkin sedang khawatir mengapa kamu tidak juga ia temukan. Tidak jauh dari hari ini juga, jawaban atas begitu banyak kekhawatiranmu terbentang di masa depan. Tidak jauh dari hari ini, kematian tegak berdiri tanpa berpindah tempat sejak semula. Menunggumu sampai ke sana.

Mana yang lebih kita persiapkan? Mana yang lebih membuat kita khawatir?

Ada kalanya kekhawatiran kita akan hidup ini berlebihan. Padahal banyak sekali hal-hal dalam hidup kita, yang apabila kita mempercayakan segala sesuatunya kepada Allah. Kita bisa menjalani hidup yang rumit ini dengan cara yang sederhana.

Ada banyak hal yang sudah dijamin oleh-Nya. Tugas kita adalah berusaha lantas bertawakal. Tugas kita adalah mengusahakan. Hari ini aku akan mengusahakanmu. Hasilnya, aku percaya Allah akan memberikan yang terbaik. Tidak hanya untukku, tapi untuk kita.

Jakarta, 1 Juli 2015 | ©kurniawangunadi

Sepatu bolong

Ia berjalan jauh hanya tuk melihat.
Ia berjalan jauh hanya tuk membantu.
Ia berjalan jauh hanya tuk meringankan beban.
Dengan peluh dan sesak, ia rela tanpa keluhan.
Sambil menahan dahaga dan lapar, hingga lupa tapak sepatu pun tak beralas lagi.
Sakit kaki karna tergores dan panas aspal tak dihiraukan.
Berjalan, terus berjalan. Sampai yang disayang merasa aman.
Berjalan, terus berjalan. Sampai mendapatkan tempat yang nyaman.
Berjalan, terus berjalan, sampai lupa pada hak diri.
Lupa untuk merawat diri, lupa untuk yang disayang.
Yang disayang selalu sayang. Dan tak akan mengecewakan yang menyanyang.
Allah know i love you as always :’)
Thank you my hero !

Jika kita punyai kawan yg menyakitkan hati, abaikan sahaja dirinya. Cukuplah berbakti kpd org yg kita perlu taat spt ibu ayah, taat suami bg seorg isteri & taat kpd Allah sbg seorg manusia. Mereka yg tidak tersenarai dlm rantaian kewajipan kita utk taat itu kita blh abaikan sahaja.

Biarlah semua kenalan menolak kita yg penting kita jaga suami kita dgn baik. Biarlah kawan-kawan meninggalkan kita yg penting kita tidak meninggalkan keluarga.
Biarlah seluruh kaum keluarga memulaukan kita yg penting kita tidak memutuskan tali silaturrahim.
Biarlah seluruh umat menyakitkan hati kita yg penting kita tidak menyakitkan hati Allah.

Kebahagiaan terletak dlm hati. Ia bergantung kpd kepercayaan kita. Seandainya kita percaya bahawa dipulaukan org adalah suatu yg menyedihkan, maka hidup kita akan terseksa. Namun seandainya kita faham bahawa perbuatan terkutuk mereka dpt menyumbangkan pahala yg bnyk utk bekalan akhirat, kita akan bahagia. Biarlah manusia yg leka dgn sandiwara dunia dgn sikap buruk mereka, yg penting jgn kita bersikap buruk pada mereka krn hidup kita utk mencari kebahagiaan di sana. Bukan melayan persengketaan yg sia-sia.

“Jgn resah andai ada yg membencimu, krn masih ramai yg mencintaimu di dunia. Tetapi resah & takutlah andai Allah membencimu, krn tiada lagi yg mencintaimu di akhirat.” – Imam Al-Ghazali

#thedaiegraphy #dakwahmudah #abuhanifah #vscodakwah #muhasabah #muhasabahdiriku #ramadhan #ramadhandiscovery2015 #hakhada #twt_insta #malaysianmuslim #my_genggua #ikutcarakita #ragoclans #usrahsantai

Ramadhan #13 : Ada Hamba yang Melampaui Batas

Mungkin kau pernah merasa lelah akan dirimu sendiri. Bukan karena terlalu banyak berlari, atau berjalan, namun karena dosa-dosa mu yang menumpuk. Dosa-dosa yang terasa sudah membuat hati menjadi hitam, hinggga membuat kepala pun terasa penat. Dan langkah menuju kebaikan terasa berat. Mungkin aku sudah terhisap terlalu jauh, sehingga aku lupa kalau tuhan yang tak pernah mengantuk apalagi tertidur itu mengawasi hidupku.

Mungkin kau pernah merasa kenapa tidak terlahir menjadi orang-orang yang shalih. Akupun bukan terlahir dari golongan hamba yang shalih, aku adalah seorang manusia yang mungkin dapat dikatakan tidak tahu cara berterimakasih yang baik dan benar. Aku terlalu banyak membuatnya kecewa, tak menepati janjji ku seperti yang kusebut dalam doaku, melanggar semua yang ia larang padahal itu untuk kebaikanku.

Mungkin kau pernah merasa sangat dungu di hadapan-Nya. Akupun juga begitu aku yang memang bebal tak pernah jera selalu saja membuat-Nya kecewa. Namun aku hanyalah manusia, yang memang diciptakan lemah. Aku tak memiliki tempat lagi untuk berlari, karena saat aku mencoba menghiraukan-Nya, maka begitu pula hatiku terasa sesak. Semakin aku mencoba membangkang, semakin itu pula kurasakan hatiku sakit.

Mungkin kau pernah merasa kau sudah berada di ujung segalanya dan yang kau temukan hanyalah sebuah kekosongan, akupun begitu, dan pada akhirnya aku menyerah, suatu hari aku tak sengaja membaca firmannya, ia berkata
“Katakanlah, hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang (QS: Az-zumar:53)”

Lalu, Aku bersimpuh dalam ketidak berdayaanku. Dan aku pun mulai merintih ampun padanya lagi. Allah ta’ala memang maha pengasih ia memberiku bertemu Ramadhan lagi, seolah menjawab rintihan ketidak berdayaku, menjawab seluruh risauku, dan mengobati hatiku yang sakit, membersihkan hatiku yang hitam dan kotor. Semoga Ramadhan berikutnya hatiku tak sehitam kali ini, sehingga aku dapat membeli tiket yang bernama surga itu, bukan untuk bersenang-senang didalamnya dan sejenisnya, namun hanya ingin bertemu, melihat dan berbicara dengannya karena ingin ku sampaikan permintaan maafku secara langsung pada-Nya,
Tuhan Semesta Alam Allah Azza Wa Jalla.
Ameen..

Tulisan dikirim oleh :
Rauzaai Munavvara Al-Hifzi
Yogyakarta,
Munavvara.tumblr.com

Ramadan Reinspired: Day Twelve

We should be considerate of others, and try not to become a source of distraction during salah. Remember the advice of the Prophet (SWS):

“Whoever eats onions or garlic or leeks, let him not come near our mosque, for the angels are offended by the same things that offend the sons of Adam.” (Muslim)

When the Prophet (SWS) warned against a foul smell coming from one’s mouth so as to not offend anyone attending the Masjid, then what about the range of aromas that we expose our poor fellow worshippers to. We should avoid eating smelly food before Taraweeh, especially those types that cause a lot of gas. The main course can be had after Taraweeh, it’s not going anywhere. Let’s have mercy on the worshipers next to us whose khushoo’ might get evaporated due to our incessant burping.

More Inspiration | www.LionofAllah.com