Not-Islamic

A wise man once said:

Your real friend is the one who is always with you and ready to harm himself in order to benefit you; He is the one who, when you are in a difficult situation, is ready to break himself up in order to keep you organized.

Unknown Source: Salaahuddeen Alee Abdul-Mawjood, The Biography of Imam Az-Zuhri, Page 98

“Stand firm against evil thoughts, for if you fail to do so, they will become ideas, if you do not, they will become desires, so fight against them.

If you do not, they will become a form of determination and intention, if you do not resist, they will become actions, and if you do not follow them up with their opposite, they will become habits that will be hard to quit.”


(Ibn al-Qayyim rahimahullah in his al-Fawaaid)

تَعَاظمَنِي ذنبي فَلَمَّا قَرنْته، بِعَفْوكَ رَبي كَانَ عَفْوَكَ أَعْظَما
—  الإمام الشافعي
Masako Wakamiya. Nenek usia 82 tahun ini merupakan pengembang perangkat lunak, tepatnya aplikasi untuk iPhone. Usianya sudah di atas 60 tahun ketika ia mulai belajar coding serta berbagai keterampilan maupun ilmu lainnya. Ia belajar secara mandiri, otodidak. Khusus berkait pengembangan aplikasi untuk iPhone, awalnya karena merasa cukup frustrasi dengan aplikasi iPhone yang tidak menarik bagi lansia. Ia kemudian memutuskan untuk belajar pemrograman agar dapat membuat aplikasi sendiri.

Jangan salah. Pribumi Jepang asal Fujisawa ini sebelumnya tidak menguasai ilmu komputer. Pensiunan pegawai bank ini memerlukan waktu 3 bulan untuk bisa melakukan koneksi internet melalui komputer, menandakan bahwa sebelumnya ia masih asing dengan internet. Ia terus menerus belajar sampai akhirnya mulai menguasai keterampilan komputer sederhana.

Ada ungkapan sederhana yang menarik kita pelajari dari nenek Masako Wakamiya. Ia berkata sebagaimana dilansir oleh AFP, 7 Agustus 2017, dalam tulisan bertajuk Never too Old to Code, “Begitu Anda tua, Anda kehilangan banyak hal: suami Anda, pekerjaan Anda, rambut Anda, penglihatan mata Anda. Kekurangan tersebut cukup banyak. Tetapi ketika Anda mempelajari sesuatu yang baru, apakah itu bahasa pemrograman ataukah piano, ini sebuah kelebihan, ini memotivasi.”

“Begitu Anda meraih kehidupan profesional Anda, maka Anda perlu kembali ke sekolah. Di era internet, jika Anda berhenti belajar, ia membawa berbagai konsekuensi dalam kehidupan Anda sehari-hari,” jelas Wakamiya yang mulai belajar piano usia 75 tahun tersebut.

Atas prestasinya ini, Wakamiya mendapar kehormatan untuk tampil pada ajang bergengsi Worldwide Developers Conference ke-17 (WWDC 17) di mana para pengembang aplikasi dari seluruh dunia berkumpul. Dia datang atas undangan Apple dan dia merupakan pengembang aplikasi tertua di antara seluruh yang ada. Sebuah pelajaran penting betapa kita tidak boleh berhenti ketika mendapati keterbatasan dalam diri kita.

Pelajaran berharga lainnya tentang kiprah dan keterbatasan adalah kisah Nurma, ibu rumah-tangga tamatan SD yang menjadi guru bagi penduduk kampungnya. Ia mengubah desanya, Meudidi yang terletak di kaki Gunung Leuser, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur dari desa dengan mayoritas penduduk buta huruf menjadi desa aksara. Perempuan penuh semangat ini melakukan perubahan besar tanpa gaji, tanpa dukungan finansial memadai, tanpa fasilitas yang bagus. Tetapi titik awal perubahan memang bukan dari fasilitas. Titik awal perubahan itu maa bi anfusihim (مَا بِأَنْفُسِهِمْ). Apa-apa yang ada pada jiwa mereka.
—  Mohammad Fauzil Adhim
Islam claims that everyone who understands it, knows it’s true, and either believes and is a Muslim, or disbelieves out of hypocrisy, pride or malice, and is Kafir, “one who conceals the truth”. It apparently doesn’t occur to the online Muslim sheikhs (and the offline ones) that it’s possible for one to know and understand Islam, and to still think sincerely that it’s bullshit. Thus, Islam deservedly gets the crown for the most arrogant religion, rather than amazing and great, and its scholars get the prize for the dumbest circular logic

Knowledge is a valley. And when you descend down into a valley, you have to maintain calmness until you are out there. For, if you do not do that, you will not come out before it destroys you.

Az-Zuhri Source: Al-Muhaddith al-Fasil (202)