MULU

7

(and yes, Mulu is missing most of her lower body, as well as the other half of her ‘jaw mantle’ and some other tidbits. poor thing was basically snapped in half not long after being found the first time)

Yang membuat diri kita pusing itu selalu urusan dunia. Tidak ada dan tidak pernah ibadah membuat kita pusing
— 

Ustad. Adi Hidayat, Lc, MA

Pernah ndak pusing mikirin kenapa shalat yang dibaca Al-Fatihah mulu?

Yang ada mah pusing mikirin kenapa saldo rekening kok berkurang mulu.
Nah kan, dunia.

fitrianaadii  asked:

Mas choqi dewasa banget sih pemikirannya,udh gitu pengetahuannya ttg apapun itu luas banget, padahal umur kita samaan tapi pola fikir jauh lebih mendewasa mas choqi, btw apa mas choqi selalu sering main sama orang-orang yang dewasa gt? Atau suka baca?! Atau memang suka bertukar fikiran dengan teman yang umurnya lebih (maap)tua gitu? Siapa tau aja aku bisa kaya mas choqi, bisa punya pemikiran luas, jadi bermanfaat juga kan yang di shre ke publish, gak galaw"an mulu. D jwb y mas prtanyaanku, suwun

Halo @fitrianaadi , salam kenal.

MENDEWASAKAN PIKIRAN

Bagaimana pikiran seseorang bisa dewasa, adalah dengan menambah ilmunya secara terus menerus. Dan setiap orang punya caranya sendiri untuk menambah ilmunya.

Saya bukan tipe yang sering membaca, tapi saya lebih sering mendapat ilmu dari bertemu dengan orang banyak, dan salah satu caranya adalah dengan ikutan beberapa komunitas, dari sanalah saya belajar banyak hal. Misalnya di Forum Indonesia Muda, saya bertemu banyak orang yang seumuran dengan saya, namun mereka punya pemikiran yang lebih matang dari saya. Atau di komunitas Kelas Inspirasi, saya bertemu dengan orang-orang yang memiliki rentang usia yang jauh hingga usia 60 tahun, dan saya belajar cara mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.

Kalau saya pribadi, saya suka mengambil pelajaran dari setiap masalah atau kejadian yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Seperti ketika saya berpacaran dan putus, saya belajar tentang sabar menghadapi pasangan. Dulu saya pernah berada di lingkungan yang penuh kemaksiatan, minum-minum, dan keburukan lainnnya, dari situ saya belajar tentang bagaimana menghadapi lingkungan yang heterogen. Dulu saya terlalu sibuk organisasi hingga jarang meluangkan waktu dengan keluarga, dari situ saya belajar betapa pentingnya berkomunikasi dengan keluarga. Dulu saya tidak pernah bisa bicara di depan umum, tiba-tiba terpilih menjadi ketua angkatan, dan dari situ saya terpaksa belajar berkomunikasi. Dan masih banyak hal lainnya.

Pendewasaan terbesar yang paling baik menurut saya, adalah ketika kita memegang amanah. Karena kita banyak dihadapkan dengan masalah, dan kita banyak belajar dengan masalah. Dulu saya mencoba mengetahui segala jenis musik dan jenis pergaulan, mulai dari yang baik sampai buruk, agar bisa “join” dengan seluruh mahasiswa fakultas. Dulu saya belajar memberanikan diri, tatkala mahasiswa fakultas ada yang bertengkar dengan fakultas yang lain. Dulu saya belajar banyak hal, dan di setiap masalahlah, saya belajar kedewasaan diri.

Karena saya percaya, ketika Allah mempertemukan saya dengan suatu kejadian, atau membuat saya masuk ke dalam sebuah masalah, maka ada pelajaran hidup yang harus saya pelajari di dalamnya. Dan kalau saya tidak memelajari hal baru dari kejadian tersebut, maka saya termasuk orang yang sia-sia.

Maka bagi teman-teman yang masih muda, jika ingin belajar lebih dewasa, saran saya, beranilah memegang sebuah amanah, baik itu di himpunan, di komunitas, atau di manapun teman-teman berada. Karena sekolah, hanya mengajarkan ilmu tentang hidup, tapi sekolah tidak mengajarkan bagaimana kita menghadapi kehidupan.

Semoga menjawab ya @fitrianaadii , btw, kalau bisa jangan kayak saya. Saya laki-laki, dirimu perempuan. Biarlah kita pada gendernya masing-masing. hhehe

izin follow tumblrmu yah, semoga kita semua ini bukan hanya terus menua, tapi juga terus mendewasa.

8

MONSTER PLANET IS FIRST IN TRILOGY

From ANN:

The “Animation Film Godzilla Special Stage” event at the AnimeJapan 2017 convention announced on Sunday that the Godzilla anime is a film trilogy. The event also announced that Mamoru Miyano is playing the lead role, Haruo Sakaki.

Takahiro Sakurai plays Metphies, the Exif alien who understands Haruo well
Kana Hanazawa plays the heroine Yuko Tani, who grew up with Haruo after he was orphaned
Tomokazu Sugita plays Martin Lazzari, an optimistic environmental biologist working with the military
Yuuki Kaji plays Adam Bindewald, a young landing ship pilot who respects Haruo
Junichi Suwabe plays Mulu-Elu Galu-gu, a Bilsard alien
The full title of the first film is Godzilla: Kaijū Wakusei (Godzilla: Monster Planet). The official website describes the story:

   The last summer of the 20th Century. That day, the human beings learn that they are not the only ruler of the planet Earth.

   The appearance of the giant living creatures “Kaiju's” and the ultimate existence that destroys all monsters: Godzilla. Through the battle against kaiju’s that lasted for half a century, human beings has experienced continuous defeat, and finally plans to escape from the Earth. And in 2048, only those who were selected by the A.I. managed under the central government boarded the inter-sidereal emigrant spaceship “Aratrum” to head for “Tau Cetus e”, the planet beyond the distance of 11.9 light-year. However, the environmental condition differences between that of the Earth and Tau e, which they finally arrived after 20 years were far beyond the predicted numbers, and was not an environment considered to be habitable by human beings.

   The young man on the emigrant ship: Haruo, who saw his parents killed by Godzilla in front of his eyes when he was 4 years old, had only one thing in his mind for 20 years: to return to the Earth and defeat Godzilla. Shut out from the possibility of emigration, as the living environment in the ship deteriorates, the group of “Earth Returnists” led by Haruo became the majority, and determines to head back to Earth through a dangerous long-distance hyperspace navigation. However, the Earth they have returned has already passed the time of 20,000 years, and has become an unknown world with the ecosystem reigned by Godzilla.

   At the end, will human beings win back the Earth? And what will Haruo see beyond his fate?


FROM: http://www.animenewsnetwork.com/news/2017-03-25/godzilla-anime-is-film-trilogy-starring-mamoru-miyano/.113950

Hella excite.

Kalau belum nikah sampai lulus kuliah, mari mencoba Chevening atau Nesso. Siapa tahu saat itu orang tua sudah memberikan restu.
— 

Pertama, Chevening atau Nesso itu sangat sulit. Kedua, harus nutup telinga kalau ada yang bilang, “lu sekolah mulu Din, kapan kawin?”

Lah, semua orang kan udah pada kawin. Gw mah kan anti mainstream.

Ketiga, siapa tahu jodoh gw udah nunggu di bandara? Kayak Rangga dan Cinta.

Keempat, berangkat haji dari sana lebih gampang dan murah.

Kelima, bisa bawa ortu, biar mereka bisa naik haji juga dari sana. Ga perlu nunggu 21 tahun, keburu anak gw kuliah. Pffttt…

2

“Hei, cari apa?”
“Buku donk. Bentar ya.”
“Sudah ketemu?”

Aku mengangguk.
“Cepet banget?”
“Buku best seller. Tuh lihat. 😂”
“Buku apa sih?”
“Merayakan kehilangan. Sebab kehilangan itu bukan untuk digalauin. Ya kalau memang mau pergi, ya sudah. Kita hanya bisa melepaskannya. Kalau memang itu yang terbaik. Mending kamu baca aja deh. Cocok nih buatmu. Daripada galau mulu… 😂”
“Dasar kamu. Ya sudah. Sini aku pinjam bukunya.”
“Hati-hati ya jangan baper… 😂😂😂😂”

Salam dari Gramedia Kediri
@mbeeer

Tentang Ajal

Karena ajal tak melulu datang di kala rambut sudah memutih.

Karena ajal tak melulu datang di kala wajah sudah berkeriput.

Karena ajal tak melulu datang di kala mata sudah rabun.

Karena ajal tak melulu datang di kala gigi sudah tinggal dua.

Yang bahaya ketika kita anggap ajal masih jauh ketika rambut ini masih berwarna hitam legam.

Yang bahaya ketika kita anggap ajal masih jauh ketika wajah ini masih mulus dan kencang.

Yang bahaya ketika kita anggap ajal masih jauh ketika mata ini masih jernih dan normal.

Yang bahaya ketika kita anggal ajal masih jauh ketika gigi ini masih lengkap sempurna.

Yang bahaya ketika ajal datang, dan kita… belum menyiapkan apa-apa.

Renungan untuk diri sendiri, pasca khotbah Jumat siang ini.