InHue

The InHue Manifesto

InHue is designed for the woman of color who wants to easily incorporate healthy choices into her life without breaking the bank. For the foodie who wants to stick to her cultural cooking roots but still eat healthy (and doesn’t want to buy foods she’s never heard of or are unavailable in her local grocery store). For the woman of color who doesn’t have time or the funds for a gym membership but is willing to make her living room her fitness room. For the woman of color who is tired of hearing about every ailment and disease she’s prone to but no new answers on how to be pro-active. For the woman of color who wants to see advertisements for products that she can use. For the woman of color who is tired of looking at six different magazines for some glimmer of health news relevant to her.

Read the rest of my manifesto here: http://bit.ly/UfUd34

And follow the InHue Tumblr here: http://www.inhuemag.tumblr.com

Pamit buang air saat berlebaran, Azharudin mendadak hilang di hutan

MERDEKA.COM. Azharudin (40), warga Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau yang menghilang pada Senin (20/7) sekira pukul 16.00 WIB menyisakan misteri.

Hingga kini Kamis (23/7) belum diketahui sebab hilangnya pria yang diketahui bekerja sebagai pegawai honorer di Kantor Camat Rengat Barat, Inhu itu. Bahkan menurut keluarga, pada hari menghilangnya Azharudin diketahui dirinya pamit untuk berlebaran ke rumah teman-temanya.

Hal ini dipastikan melalui penuturan Imron, adik Azharudin. Menurut Imron, abangnya itu pamit dari rumah pada hari Senin (20/7) sekira pukul 14.00 WIB. “Waktu itu abang saya pamit pergi berlebaran ke rumah rekan-rekannya, tapi saya tidak tahu ke mana,” ucap Imron.

Hingga kemudian keluarga mendengar kabar pada pukul 19.00 WIB, bahwa Azharudin telah menghilang semenjak pukul 16.00 WIB. Rekan Azharudin bernama Atan, mengatakan, pada hari Senin (20/7) sekira pukul 16.00 WIB, dirinya bersama dengan Azharudin.

“Dia datang kemari naik motornya dan kita sempat bermaaf-maafan karena masih momen lebaran selanjutnya kita mulai mengobrol,” ucap Atan.

Selanjutnya, Azharudin permisi kepada Atan untuk buang air kecil ke belakang rumahnya. “Waktu dia permisi buang air kecil, saya melanjutkan pekerjaan saya yang sempat tertinggal,” ucap Atan.

Setengah jam tidak muncul, Atan mencari ke belakang rumahnya. Saat dicek Azharudin sudah tidak lagi berada di sana, namun motor yang dikendarai Azharudin masih terparkir di depan rumahnya. “Saya tidak ada dengar Azharudin permisi atau minta tolong, pas saya cek dia sudah hilang saja,” kata Atan.

Dia sempat berteriak memanggil nama rekannya itu ke arah hutan yang berada di depan rumahnya. Namun sudah beberapa kali panggilan tidak ada terdengar sahutan.

Kemudian ia mencoba menghubungi nomor teleponnya, sayangnya nomor yang dituju sudah tidak aktif lagi. Saat itulah, awal dinyatakannya Azharudin hilang secara misterius. Kemudian Atan memanggil sejumlah orang yang tinggal di sekitar lingkungannya untuk melakukan pencarian.

Atan dan warga lainnya melaporkan hilangnya Azharudin ke Mapolsek Rengat Barat. Tim dari Polsek Rengat Barat juga diturunkan untuk melakukan pencarian sejak Senin (20/7) malam itu hingga saat ini.

Kapolsek Rengat Barat, Kompol Frangky Tambunan membenarkan adanya laporan tersebut. “Pada malam itu juga kita langsung melakukan pencarian korban dan memeriksa sejumlah saksi-saksi,” ujar Frangky Tambunan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Rengat Barat, Iptu P Daulay menerangkan proses pencarian melibatkan ratusan warga. Area yang disisir mulai dari lokasi hilangnya Azharudin lalu masuk ke dalam hutan hingga radius satu kilometer.

Terhitung semenjak Senin (20/7) kemarin hingga Kamis (23/7) sudah 3 hari dilakukan pencarian terhadap korban. Namun hingga kini pencarian masih belum membuahkan hasil.

“Kita masih berupaya mencari, sampai sekarang kita juga masih menyusuri hutan ini, kita belum bisa memastikan penyebab hilangnya. Sementara kasus ini masih dalam penyelidikan,” terang Daulay.

Baca juga:
Bocah yang diculik di PGC ditemukan sopir taksi diantar ke rumah
Anaknya tak kunjung pulang, 5 keluarga buruh PT Mandom lapor polisi
Hilang saat membeli pulsa, Amanda ditemukan di rumah tantenya
Tolong, bocah Nafidzah hilang setelah bermain di rumahnya di Ciracas
Pergi survei ke hutan Bukit Nanti, Mulyadi malah lenyap

Baca Berita Selanjutnya:
Hilang saat membeli pulsa, Amanda ditemukan di rumah tantenya
Tolong, bocah Nafidzah hilang setelah bermain di rumahnya di Ciracas
Pergi survei ke hutan Bukit Nanti, Mulyadi malah lenyap
Sharon bantah laporan tetangga ke polisi soal gergaji anak sendiri
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
Ambo hajar teman lelaki mantan istri yang dituduh pemicu perceraian

MERDEKA.COM. Suka cita lebaran di rumah Suriyatni (31), warga Desa Sungai Beringin Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berubah memanas. Saat temannya, Andre dan Rini datang berlebaran, Selasa (21/07), tiba-tiba sekitar pukul 09.00 WIB, Samiadi alias Ambo (36), mantan suaminya, datang dan mengamuk.

Dengan menuduh Andre sebagai dalang perceraiannya dengan Suriyatni, Ambo datang dari belakang dan memukul wajah Andre secara bertubi-tubi. Bahkan, dia membenturkan kepala Andre ke dinding rumah. Akibatnya, wajah Andre memar.

“Gara-gara kau, aku bercerai,” kata Ambo saat itu, seperti ditirukan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, kepada merdeka.com Kamis (23/07), berdasarkan keterangan Suriyatni dalam laporan ke Polisi.

Guntur menuturkan, motif pemukulan tersebut diduga akibat cemburu melihat mantan istrinya bersama Andre.

Aksi Ambo, lanjut Guntur, ternyata tak hanya terhadap Andre. Berniat melerai pemukulan itu, Suriyatni pun bertindak memisahkan keduanya. Namun, justru dia didorong bahkan ditampar oleh Ambo tepat di bagian pipi dan bibir.

Masih dalam kondisi emosi meluap, Ambo keluar sambil mengambil kayu lalu merusak sepeda motor merek Honda Revo berwarna hitam milik Andre dan langsung melarikan diri. Akibatnya, motor itu rusak di bagian lampu depan dan kap depan.

“Atas kejadian itu, Suriyatni akhirnya melaporkan perbuatan Ambo ke Polres Inhu. Ambo dilaporkan atas tindak pidana Penganiayaan dan Pengrusakan,” ujar Guntur.

Dari laporan itu, tambah Guntur, kepolisian setempat langsung memeriksa para saksi, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan visum et revertum terhadap korban. Keberadaan pelaku, masih diselidiki.

Baca juga:
Menolak diajak minum miras, Samsul malah dianiaya dan dirampok
Rudi, pembunuh anak kandung dibekuk polisi
Aniaya ABG, buruh di Banjarmasin diringkus polisi
Pria ini panggang pacar dalam oven hanya karena tidak buka Facebook
Ini alasan polisi ragu buat tahan Sharon
Liputan di kantor gubernur, wartawan TV ditampar PNS

Baca Berita Selanjutnya:
Polisi dapat bukti tetapkan ibu diduga gergaji anak jadi tersangka
Ibu diduga gergaji anak positif konsumsi ganja
Fakta baru bocah diduga gergaji ibu, siapa benar?
Ini kronologis pengeroyokan tukang parkir hingga tewas versi polisi
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
Astaga, Dibawah Ancaman Golok, Ayah Gejat Ini Garap Putrinya Berkali-kali-JPNN.com

PEKANBARU – Seorang ayah terpaksa melarikan diri setelah dilaporkan ke polisi lantaran tega memperkosa, Bunga, putrinya sendiri. Abdul Rahman, 45, warga kelurahan Baturijal Hilir, Kecamatan Peranap, Inhu ini pun kini mendekam di sel tahanan setelah dilaporkan ibu kandungnya.

Kasus cabul itu terungkap setelah Bunga yang masih berumur 13 tahun melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya itu kepada ibu…

View On WordPress

Pacar disekap, siswi SMK diseret dan diperkosa preman di kebun karet

MERDEKA.COM. Seorang siswi SMK Negeri 1 Seberida kabupaten Indragiri Hulu Riau berinisial GIL (15) diperkosa seorang preman. Saat itu korban tengah berduaan di pondok warung kelapa muda yang lagi kosong bersama pacarnya Riz (19) pelajar SMK Negeri Rengat Barat.

Paur Humas Polres Indragiri Hulu (Inhu) Iptu Yarmen Jambak kepada merdeka.com Rabu (22/7) mengatakan, pelaku berjumlah 4 orang itu terlebih dahulu menyekap dan mengancam GIL dan kekasihnya.

Kejadian tersebut pada Selasa (21/7) sekira pukul 22.00 WIB, 4 orang kawanan preman dengan masing-masing peran saat melakukan aksinya. Tiga orang diantaranya memegangi pacar korban (Riz) dan 1 orang memperkosa korban (GIL).

“Awalnya korban dijemput pacarnya yang sama-sama berdomisili di Desa Beligan Kecamatan Seberida, Inhu untuk berjalan jalan dalam suasana lebaran. Saat tiba di Desa Berafit di pondok warung jual kelapa muda yang lagi kosong, keduanya singgah,” ujar Yarmen.

Lokasi warung yang sedang kosong dan tidak dihuni oleh pedagangnya, dijadikan tempat oleh kedua pasangan ini untuk duduk berduaan. Namun, tiba-tiba datang empat orang pemuda dan mengancam serta memperkosa korban.

Meski sempat berteriak, korban yang mendapat ancaman akan dibunuh itu terpaksa merelakan dirinya digerayangi preman tersebut.

“Dari pengakuan korban dan teman pria nya, mereka tidak bisa melakukan perlawanan, sebab Riz disekap oleh 3 kawanan preman dan salah satu pelaku memperkosa korban,” jelas Yarmen.

Korban diperkosa bukan di pondok warung jual kelapa muda itu, tapi diseret secara paksa oleh pelaku ke kebun karet tua yang ditumbuhi semak belukar.

“Di kebun itu, korban kemudian dipaksa berhubungan intim oleh salah seorang pelaku yang tidak dikenali oleh korban,” terangnya.

Sedangkan Riz yang disekap 3 pelaku, tak dapat berbuat banyak karena disekap dan diancam bunuh jika melakukan perlawanan. Namun 2 orang warga setempat yang melintas dengan sepeda motor yaitu Paicong (34) dan Thoyib (52), merasa curiga melihat Riz dipegangi oleh 3 orang kawanan preman itu.

Melihat itu, Paicong dan Thoyib menghampirinya, saat itulah penyekapan terhadap Riz maupun pemerkosaan terhadap korban berakhir, dan keempat kawanan preman itu melarikan diri dan kabur ke arah Belilas.

“Penyidik Polsek Seberida sudah memintai keterangan terhadap korban dan kekasihnya, sedangkan saksi saksi Paicong dan Thoyib juga diperiksa untuk memberikan kesaksiannya di Polsek Seberida,” imbuh Yarmen.

Saat ini polisi sedang melakukan pelacakan terhadap pelaku pemerkosaan itu, atas dasar laporan kedua korban.

Baca Berita Selanjutnya:
Mahasiswi Makassar diperkosa 3 pemulung ABG di bawah jembatan
Perkosa gadis di bawah umur di kuburan, Sanyoto dibekuk polisi
Polisi jemput saksi kunci pembunuhan & pemerkosaan sadis di Ciledug
Sendirian di rumah, siswi SMP nyaris diperkosa dua orang tak dikenal
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
The InHue Manifesto

InHue is designed for the woman of color who wants to easily incorporate healthy choices into her life without breaking the bank. For the foodie who wants to stick to her cultural cooking roots but still eat healthy (and doesn’t want to buy foods she’s never heard of or are unavailable in her local grocery store). For the woman of color who doesn’t have time or the funds for a gym membership but is willing to make her living room her fitness room. For the woman of color who is tired of hearing about every ailment and disease she’s prone to but no new answers on how to be pro-active. For the woman of color who wants to see advertisements for products that she can use. For the woman of color who is tired of looking at six different magazines for some glimmer of health news relevant to her.

Read the rest of what our editor in chief Marissa Evans had to say right here: http://bit.ly/UfUd34

Perampok di Riau beraksi saat buka puasa, tendang dan seret korban

MERDEKA.COM. Polisi telah menembak mati dua orang kawanan perampok di Berapit, Kecamatan Seberida, pada Jumat (10/7). Aksi polisi ini ternyata tak membuat kawanan perampok lainnya jera. Bahkan kawanan perampok semakin sadis melakukan aksinya, mereka masuk ke dalam rumah dan menganiaya korban.

Aksi perampokan kembali terjadi Sabtu (11/7) di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau. Korbannya adalah Supadi (28) warga Kelurahan Peranap. Dua orang perampok masuk kedalam rumah Supadi saat berbuka puasa sekitar pukul 18.45 WIB.

Perampok tersebut menodongkan senjata api ke arah Supadi. Tubuh Supadi juga ditendang, diinjak-injak bahkan diseret agar menyerahkan harta bendanya kepada perampok tersebut.

“Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang, mereka meletuskan senpi kemudian menendang tubuh Supadi dan meminta uang miliknya,” ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com Minggu (12/7).

Menurut AKBP Guntur, dari laporan korban, dua pelaku masuk dari pintu belakang dan langsung menendang korban lalu menodong lehernya dengan pisau dan meletuskan senjata apinya.

Pelaku kemudian menggiring korban ke ruang tengah. Meski korban ditemani keluarganya lain Heru (35), dan Supiatun (45), namun senjata api yang diletuskan pelaku membuat nyali korban ciut lalu memenuhi permintaan pelaku.

“Korban ditodong senpi lalu diminta untuk memberi tahu tempat penyimpanan uang. Setelah dapat, pelaku kabur dengan membawa uang korban sekitar Rp 15 juta dan sebuah handphone,” jelas Guntur.

Menurut korban, ciri-ciri seorang pelaku berpostur tubuh sedang, menggunakan helm dan jaket hitam, dengan logat Jawa. Sedangkan seorang pelaku lainnya berpostur pendek dengan badan sedang, menggunakan helm dan memakai jaket hitam.

“Sebelum beraksi, pelaku diketahui sempat memarkirkan sepeda motornya jenis Yamaha Vixion warna putih dengan les merah, di samping rumah korban,” terangnya.

Saat ini, kata Guntur, polisi tengah memburu pelaku dengan mengantongi ciri-ciri dan informasi dari korban.

Baca Berita Selanjutnya:
Pergoki perampok, remaja tewas ditusuk di kamar rumahnya
Korban rampok tewas, polisi & rumah sakit saling lempar kesalahan
Kapolres Inhu sebut RSUD Pekanbaru tak becus rawat pasien
Tak dirawat maksimal, korban perampokan akhirnya meninggal dunia
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
Polres Inhu tembak mati satu perampok yang tewaskan Sugiono

MERDEKA.COM. Satresrkrim Polres Inhu menangkap dua pelaku perampokan bersenjata api terhadap warga Belilas bernama Sugiono di Belilas, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Salah satu pelaku tewas setelah ditembak anggota polisi, sementara lainnya kritis.

Kapolres Inhu, AKBP Ari Wibowo, membenarkan adanya penangkapan itu. Namun, dia belum bisa merinci inisial kedua pelaku ditembak tersebut.

“Iya, nanti ya saya berikan data lengkapnya,” ujar Ari saat dihubungi merdeka.com melalui selulernya, Jumat (10/7).

Salah seorang warga Belilas melihat kejadian itu, Sup, menyatakan dia melihat langsung polisi yang menembak dua perampok itu. Bahkan sempat terjadi baku tembak antara polisi dan perampok.

“Satu perampok tewas, satu lagi kritis. Di depan saya tadi kejadiannya,” kata Sup kepada merdeka.com.

Peristiwa perampokan terjadi di Belilas, Kabupaten Inhu pada Rabu (8/7) lalu. Mereka merampok Sugiono saat itu sedang membawa uang Rp 110 juta. Pelaku bahkan sempat menembaknya di pinggang.

Warga yang kebetulan melintas melihat Sugiono terkapar kemudian membawanya ke RSUD Indrasari, Rengat, selanjutnya dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Dia tiba di sana pukul 20.00 WIB.

Sayang pada keesokan harinya, Kamis (9/7), Sugiono tewas dalam kondisi perdarahan dan muntah cairan hitam, sebelum dilakukan operasi pengangkatan peluru. RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru tidak bersedia mengangkat peluru di pinggang Sugiono hingga korban tewas pada pukul 07.00 WIb.

Karena RSUD Arifin Ahmad tidak mau mengangkat peluru di tubuh Sugiono, Kapolres Inhu, AKBP Ari Wibowo, menghubungi pihak RS Bhayangkara. Mereka kemudian mengambil alih jenazah Sugiono guna diautopsi dan diangkat proyektilnya.

Baca Berita Selanjutnya:
Pergoki perampok, remaja tewas ditusuk di kamar rumahnya
Korban rampok tewas, polisi & rumah sakit saling lempar kesalahan
Kapolres Inhu sebut RSUD Pekanbaru tak becus rawat pasien
Tak dirawat maksimal, korban perampokan akhirnya meninggal dunia
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com
Kapolda Riau sebut RSUD Pekanbaru tak becus urus korban perampokan

MERDEKA.COM. Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menegaskan, tidak perlu adanya surat permintaan operasi pengangkatan peluru di tubuh pasien korban perampokan di kabupaten Indragiri Hulu, Sugiono (47) dari kepolisian.

Gara-gara menunggu itu, akibatnya Sugiono tewas dalam kondisi peluru yang masih bersarang di pinggangnya. Bahkan, jenazah Sugiono dibiarkan di ruang perawatan sejak meninggal dunia Kamis (9/7) pukul 07.00 wib hingga sekitar pukul 11.00 wib baru dipindahkan ke kamar jenazah.

“SOP dari mana itu, barangkali dengan diangkatnya peluru ada harapan keluarganya. Kok malah menunggu surat permintaan atau rekomendasi lagi, tidak betul itu,” ketus Brigjen Dolly.

Brigjen Dolly juga mengiyakan tanggapan Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo yang sebelumnya mengatakan kepada merdeka.com bahwa kinerja RSUD Arifin Ahmad tidak becus. Pasalnya, dalam kondisi darurat, RSUD harus cepat tanggap.

“Ya betul itu (tidak becus). Mestinya, begitu sampai RSUD Arifin harus langsung melakukan operasi dan mengangkat peluru di tubuh korban. Tidak ada yang perlu ditunggu lagi untuk mengedepankan kemanusiaan dan medis,” tegas Dolly saat dihubungi merdeka.com Kamis Sore.

Dolly berjanji, pihaknya akan berusaha maksimal menangkap pelaku perampokan terhadap Sugiono yang saat itu membawa uang Rp 110 juta. Pelaku disinyalir berjumlah dua orang di desa Sibabat kecamatan Seberida kabupaten Inhu, Riau Rabu (8/7).

“Yang jelas, saat ini polisi sedang memburu pelaku, mudah-mudahan segera ditangkap. Saya sudah tegaskan, tembak ditempat bagi pelaku perampokan bersenjata api jika membahayakan,” pungkas Dolly.

Seperti diketahui, Sugiono merupakan korban perampokan di kecamatan Seberida kabupaten Inhu Riau, yang terjadi pada Rabu (8/7) lalu sekitar pukul 12.00 wib. Akibatnya, Sugiono mengalami luka tembak di pinggang kemudian dibawa oleh warga ke RSUD Indrasari Rengat. Uang Rp 110 juta milik korban pun dibawa kabur para pelaku.

Selanjutnya, korban dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad dan tiba di Pekanbaru sekitar pukul 20.00 wib. Oleh pihak RS, korban hanya diinfus dan diberikan perawatan berupa perban di luka tembaknya dalam ruang perobatan Cendrawasih.

Sempat mengalami pendarahan dan muntah cairan hitam, akhirnya Sugiono menghembuskan nafas terakhirnya pukul 07.00 wib dengan kondisi peluru masih bersarang.

Baca Berita Selanjutnya:
Korban rampok tewas, polisi & rumah sakit saling lempar kesalahan
Dua penjahat spesialis pecah kaca mati ditembak polisi
Kapolres Inhu sebut RSUD Pekanbaru tak becus rawat pasien
Ditembak perampok, Toke Karet terkapar bersimbah darah
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com