Hubbun Nabi

Allahumma salli ala Muhammadin wa
ala ali Muhammadin adada man salla
alayhi. Wa salli ala Muhammadin wa ala
ali Muhammadin adada man lam yusalli
alayhi wa salli ala Muhammadin wa ala
ali Muhammadin kama tanbagis salatu
alayhi. Wa salli ala Muhammadin wa ala
ali Muhammadin kama tajibu salatu
alayhi. Wa salli ala Muhammadin wa ala
ali Muhammadin kama amarta an
yusalla alayhi.

O Allah, praise Muhammad and the
family of Muhammad as many times as
those who have asked for praises upon
him. O Allah, praise Muhammad and the
family of Muhammad as many times as
those who have not asked for praises
upon him. And praise Muhammad and
the family of Muhammad with as many
praises as is fitting for him, and praise
Muhammad and the family of
Muhammad with as many praises as is
his due. And praise Muhammad and the
family of Muhammad as You have
ordered him to be praised.

—  Salawat

اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا ابراهيم وعلى ال سيدنا ابراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

Allahumma salli ala sayyidina wa
maulana Muhammadin adada awraqiz
zaytuni wa jami‘is simari. Allahumma
salli ala sayyidina wa maulana
Muhammadin adada ma kana wayakunu
wa adada ma azlama alayhil laylu wa
ada‘a alayhinnaharu. Allahumma salli
ala sayyidina wa maulana Muhammadin
wa ala alihi wa azwajihi wa zuriyatihi
adada anfasi ummatihi.

O Allah, praise Muhammad as many
times as there are leaves on an olive tree
and all of its fruit. O Allah, praise
Muhammad as much as all that has been
and all that ever will be, and as much as
all that the night has enshrouded in
darkness and the day has enlightened
with its radiance. O Allah, praise
Muhammad, and his family, his wives
and his descendants as many times as all
the breaths of his nation.

—  Salawat

Syahdan,

ada percakapan antara langit dan bumi, bahwa katanya,

Di langit ada bintang dan bulan,

Di bumi pun ada laut dan benua,

Di langit ada malaikat dan bidadari,

Di bumi ada nabi dan orang-orang sholeh,

Kata bumi: “hai langit, seagung-agungnya dirimu, sungguh engkau tiada pernah di datangi oleh KEKASIH TUHAN, sedangkan telapak kakinya nan mulia selalu menginjak tanahku..

Mendengar ini makzul lah langit..

Langit pun meratap berdoa kepada Allah SWT,

Memohon agar kekasih-Nya di undang bertamu kelangit.

Kerana permintaan langit, di utuslah Sayyidina Jibril Alaihissalam mengundang Baginda Nabi SAW.

Kendaraan yang paling megah pun di siapkan,

Kerana yang mengundang adalah “Tuhan Seru Semesta Alam” dan yang di undang adalah “Ruh junjungan semesta isi alam”

Undangan dari kekasih, mengundang sang kekasihnya,

Bisa kalian bayangkan, bagaimana bukan ? :)

Yang menjemput bukan sembarangan,

Kendaraan pun bukan sembarangan,

Sambutan pun di siapkan.

Buroq pun mengepakan sayap dengan congkaknya, kerana itu dia di tegur Sayyidina Jibril Alaihissalam:
“Hai buroq, sungguh engkau tiada bermalu, tahukah engkau siapa yang akan menunggangimu? Beliau adalah makhluk yang paling Mulia, di undang menemui Tuhan yang Maha Mulia, maka menunduklah dengan Tadharu’ (menghinakan diri)”

Diamlah buroq..

Lalu di mulailah perjalanan lebih cepat daripada kilat yang di tempuh dalam satu malam,

Dengan Ruh dan Jasadnya Baginda paduka kita yang Mulia memulai perjalananya,

Dari Ka’bah di Mekkah, kemudian Baginda ke Masjidil Aqsha di Palestina, isra’ namanya,

Ketika Baginda hendak Mi’raj, sebongkah batu ingin terbang mengikuti Baginda,

Tapi tidak di izinkan, kerana kuatnya tarikan cinta Ilahiyah yang menempel di kaki Baginda, membuat batu itu masih
mengapung di udara sampai sekarang,

Ibnu Arabi pun takut melintas di bawah batu itu,

Seperti yang kita ketahui, saudaraku..

Langit demi langit di lalui oleh Baginda SAW, sampai kelangit yang ketujuh,

Sampai ke Sidratul Muntaha,

Kemudian lebih tinggi lagi,

Sampai ke Qoba Qawsain,

Kemudian lebih tinggi lagi…lagi…dekat…bertambah dekat…dekat..

Sampai terdengar suara Allah SWT,,

‘Udnuw…'Udnuw…'Udnuw…

Dekatlah sini… dekatlah sini….

Sampai Sayyidina Jibril Alaihisslam tidak kuasa lagi menemani.

Sampai-sampai Baginda SAW merajuk kepada Sayyidina Jibril As : “Beginikah caramu ? meninggalkan Kekasihmu..??”

Jawab Sayyidina Jibril As: “bukan begitu.. bila aku teruskan maka aku kan terbakar”

Baginda SAW kemudian merenung, lalu bertanya: “Apakah yang Engkau inginkan ku sampaikan kepada Allah SWT, hai Jibril ?”

Jawab Jibril As: “Aku ingin bisa ikut memberikan Syafa’at hanya kepada Umatmu”

Hajat Jibril As ini kemudian di sampaikan Paduka kepada Maha Paduka, lalu di kabulkan-Nya.

Kerana itulah, Umat Nabi Muhammad SAW, bila membaca: Ya Hannan Ya Mannan akan mendapatkan Syafa’at Sayyiduna Jibril As kelak di Akherat nanti.

Saudaraku..

Semua kisah mengenai perjalanan malam ini susunanya banyak di riwayatkan,

Banyak di kisahkan,

Banyak di ceritakan,

Dengan berjuta riwayat dan berjuta kisah Yang wajib kita yakini.

Aku hanya hendak menyatakan:

Kejadian perjalanan ini, adalah pertemuan yang paling Agung di alam semesta ini.

Pertemuan langsung antara Kekasih.

Apa yang terkandung, terjadi sebenarnya ketika mereka bertemu?

Tiada seoarang makhluk pun yang tau.

Tapi fahamilah oleh kalian: ini adalah pertemuan antara Kekasih dengan Kekasihnya.

Maka aku bersyukur, aku termasuk salah seorang yang menyadari hal ini dengan iman dan yakin.

Dan aku memanjatkan berjuta Sholawat dan berjuta Salam, bagi Baginda Nabi Muhammad SAW.

Seorang Kekasih yang paling Terkasih yang telah di undang Kekasihnya dengan cinta yang memenuhi
Jagat Semesta Alam.

اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تغفر لنا بها الذنوب وتستر لنابهاالعيوب عدد
ماكتبت الحروف مادام جرى به القلم فى لوح المحفوظ فى كل مطلوب
ياغفارالذنوب وستار العيوب لاتحرمنا بهافuى كل مانطلب
Allahumma sholli wasallim wabarik Ala Sayyidina Muhammad wa ala alih washohbih adada wa dama kutibal huruf huna wa yudho'ifu ajruha daiman abadan la tanqoti'u ila yaumil qiyamah.amin.

—  Sayyidi Alhabib M.Rafiq Alkaff.
Ali ibn Abi Talib, may Allah be pleased with him, said: “The Messenger of Allah, may Allah praise and venerate him and grant him peace, said, ‘For whosoever asks Allah to praise me one hundred times on a Friday, a light will come for him on the Day of Resurrection, a light which, if it were to be divided among them, would be enough for the whole of creation’.”
—  Hadith