Dian Sastrowardoyo

GIF PACK ➙ DIAN SASTROWARDOYO (Pt. 1)

Made for @tasksweekly #34: Indonesia, under the cut are 196 textless and good quality gifs of the gorgeous Indonesian model/actress, DIAN SASTROWARDOYO. All of these gifs are made by me for roleplaying purposes from the Indonesian movie, Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016). Feel free to crop and resize, but don’t claim them as your own. Likes and reblogs are highly appreciated!

ETHNICITY: Indonesian (Javanese)
BIRTH YEAR/SUGGESTED AGE RANGE: 35 /  29–37
TRIGGER WARNINGS: flashing lights

Keep reading

youtube

DRUPADI

Dian Sastrowardoyo sebagai Drupadi

Dwi Sasono sebagai Yudhistira

Nicholas Saputra sebagai Arjuna

Aditya Bagus Santosa sebagai Nakula

Aditya Bagus Sambada sebagai Sadewa

————————————————————————————————–

Drupadi, istri Pandawa yang harus rela membagi dirinya untuk lima orang suami.

Ia yang tidak percaya ketika suaminya sendiri menjadikannya objek taruhan di meja dadu. Yang harus menahan malu saat harga dirinya diinjak-injak oleh Dursasana di hadapan umum karena Yudhistira kalah bertaruh.

Yang bertahun-tahun memendam dendam pada Kurawa.

Yang emosinya menggelegak saat tidak satupun dari kelima orang suaminya yang mampu berbuat apa-apa ketika Dursasana mencoba untuk merenggut kain di tubuhnya dan menjambak rambut hitamnya. Padahal ia bersuamikan Pandawa, putra-putra Pandu dari Hastinapura.

Drupadi, perempuan yang terjebak di antara perpolitikan laki-laki tanpa mampu memilih jalan keluarnya sendiri.

Sekilas ia tampak lemah karena hanya mampu berteriak saat dipermalukan Dursasana. Ia tampak tidak berdaya karena tidak mampu membela diri dan hanya bisa meneriakkan sumpah pembalasan dendamnya.

Namun di balik itu semua, keteguhan hati Drupadi tidak terkalahkan. Dalam pengasingannya, Drupadi mampu menjalankan perannya dengan sempurna. Ia berhasil menempatkan diri sebagai perempuan, istri, sahabat, dan rekan yang sepadan bagi masing-masing suaminya. Ia setia mengabdi pada Pandawa karena ia paham, kemenangan Pandawa atas Kurawa akan menjadi kemenangan juga baginya.

Terbukti, tanpa perlu meneteskan keringat sedikitpun, akhirnya ia bisa memenuhi sumpahnya: berkeramas dengan darah Kurawa.

Drupadi adalah perempuan yang tahu betul bagaimana memanfaatkan ‘keperempuanan’ yang ia miliki. Ia boleh saja datang dari dongeng, tapi sosoknya perlu diteladani.

Sayang film ini hanya pernah diputar di Jakarta International Film Festival 2008.

Melly Goeslaw

kulari kehutan kemudian menyanyiku
kulari kepantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci
aku ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika kusendiri
pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ah…ada malaikat menyulam
jaring laba – laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari kehutan
belok kepantai

Ada Apa Dengan Cinta?

Ada Apa Dengan Cinta? (2002)

Sutradara : Rudi Soedjarwo

Produser : Mira Lesmana, Riri Riza

Penulis : Jujur Prananto, Prima Rusdi, Rako Prijanto

Musik : Anto Hoed, Melly Goeslaw

Pemeran:

Dian Sastrowardoyo … Cinta

Nicholas Saputra … Rangga

Ladya Cherill … Alya

Adinia Wirasti … Carmen

Titi Kamal … Maura

Sissy Priscilla … Milly

Fabian Ricardo … Borne

*

*

Dua aktor berbakat + dua produser berdidikasi tinggi + sastra + bumbu cinta remaja. Apa yang akan kita dapat? Ya, film yang menggemparkan dunia perfilman Indonesia. Film terkenal Ada Apa Dengan Cinta? yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini pernah menjadi buah bibir yang lama di kalangan masyarakat di tahun 2002.

Lalu, apa sih sebenarnya film ini? Mengapa film roman-remaja ini bisa begitu menggemparkan dunia perfilman?

Saya tidak ingin susah-susah meringkas jalan cerita di film ini (saya yakin kebanyakan juga sudah menonton film ini!). Saya hanya ingin mengupas beberapa aspek pengamatan yang saya anggap menarik.

Ada apa dengan cinta? Mengapa pergulatannya sedemikian rumitnya. Diawali dari kekalahan yang tidak diduga-duga dalam perlombaan puisi, Cinta (yang diperankan dengan sangat baik oleh Dian Sastrowardoyo) perlahan-lahan menyelami derasnya arus pergulatan di dalam samudera antara cinta dan kesetiaan. Siapa Rangga? Siapa manusia tanpa ekspresi ini? Apa maksudnya dengan gayanya yang dingin itu (salut dengan Nicholas Saputra yang nyaris tanpa cacat memerankan tokoh Rangga)? Kenapa tiba-tiba dia muncul ke permukaan dengan puisinya yang menampar jiwaku?

…  Sepi dan sendiri. Aku benci. 

Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat.

Dan enyah saja kau pekat!

Dan enjah saja kau pelangi

Seperti berjelaga jika aku sendiri.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai. 

Biar mengaduh sampai gaduh! …


Kesepian ini kah yang aku rasakan, dan mampu diambil sarinya oleh Rangga dalam tulisan-tulisan yang begitu dalam? Cinta pun mengalami paradoks yang pelan-pelan menggerogoti keyakinan dirinya. Apakah aku kesepian di antara sahabat-sahabatku yang sangat suportif ini? Lantas apa yang aku cari lagi, meskipun orang tuaku adalah yang terbaik dibandingkan oleh temanku Alya! Apakah Rangga ini menjadi sebuah kunci yang menentukan terbuka atau tidaknya pintu kebingungan ini…

*

Dan Cinta pun ingin menyelami lebih dalam jiwa Rangga. Secara diam-diam.

Cinta pun berangkat untuk mencari sebuah ‘pedoman hidup’ si misterius Rangga. Aku karangan Sjumandjaya. Malang, buku langka ini sudah tidak ada lagi. Dan Cinta pun semakin bingung dengan dirinya sendiri.

Surat kaleng pun dia kirimkan ke bawah langkah Rangga. Tujuannya cuma satu, memprovokasi Rangga sehingga dia bisa mendapatkan buku sastra Aku itu.

Berhasil, lalu buku itu pun dibaca.

Semakin kebingungan Cinta oleh Rangga. Sikapnya yang angkuh dan dingin, sekaligus menarik.

*

Bila emosi mengalahkan logika, terbuktikan banyakan ruginya. Bener kan?

Awestruck. Saya sebagai penonton langsung terdiam dengan kutipan Cinta terhadap Rangga.

Sebuah kutipan yang menyelaraskan hati mereka. Seperti konglomerat buku itu bilang, “Berawal dari buku, berlanjut ke Malam Minggu!”

Dan mereka pun tersenyum manis ketika mengutip sajak terkenal Chairil Anwar.

…Bukan maksudku mau berbagi nasib, nasib adalah kesendirian masing - masing

Apakah mereka berdua ingin berbagi nasib itu?

Hubungan yang 'jaman lama’ lewat telepon rumah maupun surat sama sekali tidak menyurutkan hasrat mereka. 

Kesukaan mereka terhadap sastra, membuat mereka saling tertarik.

Keceriaan Cinta dibarengi santunnya Rangga.

Kebebasan Cinta diseimbangi oleh gelapnya Rangga.

Manja-nya Cinta ditutupi oleh kemandirian Rangga.

Tetapi, apakah mereka saling satu? Di bawah naungan sastra dan pergelutan batin?

*

Musuh satu di antara kita, adalah musuh kita semua

Itu janji Cinta dan keempat sahabatnya.

Sialnya, nama Rangga juga tercantum di bawahnya. Akibat kesombongan dan keangkuhan Rangga.

Boleh kita garisbawahi disini pergelutan batin Cinta.

Di saat dia harus menghadapi dilema yang menyakitkan. Antara persahabatan dan seorang lelaki misterius yang menggoda. Pergelutan yang membuat hubungan Cinta dan lainnya seperti saklar. Mati dan hidup. Hidup dan mati. 

“Aku tidak mau kehilangan sahabat-sahabatku, tapi Rangga itu sangat berbeda dari yang lain.”

*

Asal kamu tahu, Ta. Kalau diperlakukan seperti ini sih saya sudah biasa. Tapi satu! Tidak usah ada maaf-maafan lagi. Saya setuju, kita tidak perlu bertemuan lagi. 

Apa benar? 

Sampai ciuman yang monumental di Soekarno-Hatta, kita tidak tahu apakah Cinta dan Rangga memang diciptakan untuk bersama.

Meskipun Rangga berjanji dalam puisinya yang menggetarkan…

…Ada apa dengan cinta?

Tapi aku pasti akan kembali dalam satu purnama.

Untuk mempertanyakan kembali cintanya.

Bukan untuk-nya, untuk siapa, tapi untuk-ku.

Karena aku ingin kamu.

Itu saja. 

*

Terlepas dari beberapa kekurangan yang ada di film ini… Kita akan selalu (dan selamanya) menengok ke belakang dan bergumam “ini film yang monumental!”

Ya, ini film yang membangkitkan perfilman Indonesia dari kubur.

Ini film yang menahbiskan cerita modern Romeo dan Juliet dalam kultur remaja Indonesia.

Ini film yang menuliskan tinta emas dalam perjalanan Dian Sastrowardoyo maupun Nicholas Saputra.

Dan yang terpenting, ini adalah film yang membuat kita semua berani untuk bermimpi dan berkhayal dengan cinta. Atau Cinta? :)

(PS: Dian Sastrowardoyo, kamu terlalu sempurna sebagai perempuan disini! :p)

So, I just watched this movie Ada Apa Dengan Cinta? on youtube. So, this movie was out in the theater 10 years ago, on February 8th 2002, and I just watched it today, for the very first time.

This movie is great, like, seriously. I cried loh. I mean, for Indonesian movie, AADC is epic. Unlike any teen movies that only revolves around cheesy romance, dating someone, getting knocked up, nightclubs and things.

I love how Rangga, the main character, love to write a poem, and great with words and… annoying. Idk, I found annoying guy is cute -_-

Overall, A-must-watch.

youtube

ALHAMDULILLAH - TOO PHAT (feat Yassin & Dian Sastrowardoyo)


Lagu ni bagus untuk mereka yang mahu berfikir.. Enjoy!

youtube

A Behind The Scene from DRUPADI

youtube

First L'Oreal Ambassador from South East Asia that represents in Cannes Film Festival 2012. So proud of Dian Sastrowardoyo, our Indonesian Beauty!