AKSYS

Friendly reminder: DO NOT PIRATE OTOME GAMES. WE WILL NOT GET MORE OFFICIAL LOCALIZATIONS BY PIRATING THEM. AT LEAST THE ONES ALREADY OFFICIALLY TRANSLATED TO ENGLISH. PLEASE SUPPORT THE COMPANIES THAT ARE MAKING AN EFFORT TO INTRODUCE OTOME GAMES IN OTHER COUNTRIES. THANK YOU. Continue scrolling away. 

2

My Q cosplay from Magfest!! If anyone caught pictures of me I’d appreciate seeing them :3

This was so much fun and everyone at the photoshoot was so perfect 😢 The bottom picture isn’t the best quality but I love it too much to not post it.

Follow me on Instagram and snapchat for more cosplay stuff!

Instagram and snapchat: sora_ritsuka

Mengapa Mahasiswa Selalu Salah?

Tiba tiba chat di whatsApp group mulai dipenuhi dengan broadcast yang isinya kurang lebih sama semua (biasa.. orang kita memang sangat hobi main copas di grup dan pasca nge post… Hilang), yakni tentang demonstrasi #112 yg akan diadakan kawan2 BEM. Mereka menamakan dirinya Reformasi Jilid II

Jreng jreng jreng.. pro dan kontra langsung menghiasi notifikasi WA di Hp. Komentar masuk dgn berbagai macam versi, dari yg ngerasa jago gerakan, antipati pada gerakan, atau ya….. Komentar doang. Yang penting komen di grup WA. Semuanya mengomentari mahasiswa. Tak sedikit yang menyalahkan mahasiswa. Hehehe

Mengapa mahasiswa selalu salah? Ya karena kalau buat saya, pilihan mahasiwa (wabil khusus BEM) adalah SALAH atau SALAH BANGET :3

–Ketika Mahasiswa Bergerak–

“Wah.. kajiannya kacau nih!”
“Gerakannya politis nih!”
“Ditunggangi nih”
“Aksinya ga jelas coi!”

Kalimat2 di atas pasti ga asing lagi didengar kalau mahasiswa bergerak. Pasti ada yang ngomong gitu, saya jamin 100% deh ga dikit yang sinis sama mahasiswa yg bergerak. Bikin macet lah, bikin onar lah, atau bikin malu (padahal mah ngapain malu, kenal jg kagak. Haha), sering menjadi hal yang harus diterima mahasiswa ketika turun aksi dan bergerak

–Ketika Mahasiswa Ga Bergerak–

“Ini mahasiswa pada kemana sih?”
“Demo dong Bro-Sis! Negara kacau nih”
“Gue pengen ada yg demo deh, pajak makan di restoran mewah harus turun, STNK BMW gue mahal nih”
“Mahasiswa sekarang memang beda, ga kayak dulu”

Ya kira kira gitu lah. Ga jarang jg yang mempertanyakan eksistensi mahasiswa ketika mereka pada rajin kuliah dan ga demo (haha. Maksudnya ya ga turun aksi). Tetap aja banyak yang nyalahin dan mempertanyakan mahasiswa. Gak jarang juga sering mahasiswa sekarang dibandingkan dengan perjuangan zaman pra sejarah (ups. Maksudnya zaman heroik para senior). Haha

–See? Mahasiswa memang akan selalu salah–

Ya memang begitu kodrat mahasiswa, terima aja. Haha. Ga deng, maksudnya pasti akan selalu ada pro dan kontra dalam sesuatu, termasuk saat mahasiswa turun aksi.

Mahasiswa ya baiknya menyadari hal ini. Jangan ngarep dipuji deh kalo jadi mahasiswa, apalagi demonstan… Beeeeh jauuhhh hidupnya dari puja dan puji. Kalau mau dipuji mahasiswa ikut kontes kecantikan aja sana atau audisi boyband. Haha

Dan ya mahasiswa baiknya ga terpengaruh sama pendapat sekitarnya (tapi jangan kacamata kuda dan tutup telinga juga ya!). Tetap aja fokus sama yang diperjuangkan. Perjuangan hari ini salah? Ya gak apa apa. Masih belajar toh. Demo hari ini cuma nuntut aja tanpa bawa solusi? Ya gak apa apalah. Justru kalo ada solusi, mahasiswanya mending jadi staff ahli presiden, atau bahkan jadi presiden nya aja sekalian. Hehe

Selamat salah para mahasiswa.
Santai aja.
Wong kita berjuang untuk rakyat kok, bukan untuk komentator. Hehe

Destiny News: Local Badass Rides Sparrow All the Way to Aksis Chamber
  • Eris Morn: This is why sparrows are not allowed in my raids.
  • Lord Saladin: Well it's not that impressive. They still needed a full fireteam to get there. Well done guardians :)
  • Eris Morn: You know, rumour has it that they defeated Aksis by ramming the sparrow into his face.
  • Lord Saladin: (ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻

Baiknya para pemilik modal dan penguasa tidak usah terlalu memaksakan framing kebhinekaan versi mereka. Saya malah menangkap kesan arogan dari aksi atau parade 412 ini. Aksi 212 tidak perlu untuk ditanding-tandingi.

Siapapun donatur dan penyelenggaranya, 412 ini beneran maksa. Malah semakin terlihat kebobrokan dan kebusukan di belakangnya. Mulai dari menabrak aturan CFD yang tidak boleh ada aksi/atribut politik, pengerahan masa PNS, sampai pengerahan masa bayaran yang rekaman lapangannya mulai viral tersebar via media sosial. Masyarakat malah semakin tau siapa orang jahatnya.

Kalau tujuannya untuk apresiasi dan penghargaan bagi kami orang Islam, kami haturkan terimakasih. Tapi lebih baik kiranya kalau memang mau mengapresiasi dan menghargai, kurang-kurangilah framing yang menyudutkan Islam di media-media mainstream yang ada saham kalian disana.

Tapi kalau tujuannya adalah untuk pengalihan isu dan merusak hagemoni 212 dimana peristiwa Jumat kemarin ini benar-benar membakar semangat dan kebanggaan orang-orang Islam, saya katakan 412 ini sedikit berhasil. Faktanya, baru dua hari setelah 212 selesai di timeline saya banyak berseliweran komentar perihal aksi parade lalala 412 ini. Bahkan tulisan ini pun untuk mengomentari 412. Hanya saja, perihal keimanaan dan pembelaan Al-Qur’an bagi kami bukan sesuatu yang dapat dialihkan oleh apapun. Seburuk-buruknya kualitas iman dan ibadah kami, Al-Qur’an sudah jadi bagian tak terpisahkan yang diam-diam kami cintai sejak kecil.

Saran saya, gak apa-apa terusin aja. Supaya makin jelas hitam dan putihnya, supaya masyarakat tau siapa yang harus dibela dan tidak perlu dibela.

Jakarta, 4 Desember 2016
@taufikaulia