500 days of summers

Menikmati Musim

Bukan kisah cinta

“This is a story of boy meets girl, but you should know upfront, this is not a love story.”

(Untuk catatan agar lebih fair, saya tidak akan menggunakan kata cinta dari titik ini selama menulis review, walaupun berat.)


An offbeat romantic comedy about a woman who doesn’t believe true love exists, and the young man who falls for her.” 




Intinya memanglah pertemuan, tidak ada yang bisa diharapkan dari cerita yang diangkat merupakan sesuatu yang spesial. Tapi tunggu, hingga tulisan ini dibuat, kurang lebih (jika benar) 9 kali saya menontonnya semenjak kira-kira empat tahun yang lalu dan mungkin akan terus mengitung lagi. Sebenarnya terbilang terlambat saya menonton karena film ini rilis ditahun 2009, terlambat bukan berarti tertinggal untuk waktu yang tepat. Tentu bilangan yang agaknya kurang masuk diakal mengingat film yang sama diputar berulang kali, oleh orang yang sama, dengan cerita yang tidak mungkin berubah, dan menurut saya juga inti cerita yang diangkat biasa-biasa saja.


“It’s very smooth and well done; Marc Webb clearly has a solid visual eye and natural sense of pacing.” 

Laremy Legel, Film.com.


Adalah Marc Webb, sutradara yang membuat ceritanya begitu menarik untuk disaksikan. Jika boleh mengutarakan pendapat pribadi, kesederhanaan dari penuturan ceritanya yang membuat saya jatuh hati. Jenius, menonton 8 menit pertama plot yang ditampilkan sangat intens dengan berbagai permasalahan yang akan muncul selanjutnya. Tidak ada kata monoton dalam penguraian cerita selama 95 menit mata tidak berpaling. Adegan tiap segmen yang seringnya kontradiktif adalah sesuatu yang sulit untuk dikombinasikan dengan baik dan patut diapresiasi tinggi. Adegan-adegan tersebut kadang membuat tawa keluar begitu saja dan tidak luput ceritanya menjadi nyaman untuk diikuti.


lihat bagaimana Summer tersenyum


Kesederhanaan adalah kekuatan yang ditonjolkan, bukan dengan berbagai macam efek visual yang menggugah debaran jantung. Inti cerita yang semua orang normal dapat dan pernah merasakannya. Bahkan jika dibandingkan dengan cerita-cerita orang lain mungkin secara keseluruhan film ini mempunyai garis besar yang sangat standar. Tapi, standar bukan berarti buruk kan? Inilah yang membuatnya universal, tiap orang dapat menerimanya tanpa ada kata klise diliku kisahnya.


Tentang lelaki bertemu dengan perempuan

“i love the smiths” – Summer Finn ; “Holy ssss..” – Tom Hansen


Lakon yang disorot selama film adalah Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt), merupakan lelaki yang berkeyakinan tidak akan bahagia hingga menemukan orang yang tepat. Terjebak disituasi yang membosankan dan kehidupan yang sangat rata-rata. Berlatar belakang pendidikan arsitek dan takdirlah yang memilihkannya tempat di sebuah perusahaan kartu ucapan, sebagai karayawan tentunya, bukan seorang arsitek.

Lawan main utamanya bernama Summer Finn (Zooey Deschanel), seorang pindahan dari Kota Michigan yang akhirnya terjatuh dalam cerita sebagai seorang sekretaris kantor produksi karu ucapan. Selalu dikaitkan dengan hal-hal yang menguntungkan semasa dulu seolah terbantu tiap saat (karena kecantikannya, jelas). Summer bukanlah wanita yang hangat, cenderung seperti hmm, robot. Tidak beremosi dan kadang sulit dimengerti. Lagi-lagi hanya satu kata yang mempertemukan mereka disini, takdir.


Liku cerita

Betapa bodohnya Tom


Plot dalam cerita dimulai 8 Januari, alur cerita yang dibangun pelan selama beberapa scene awal. Dan intens dibeberapa scene selanjutnya, melompat-lompat memunculkan beberapa puncak permasalahan yang membuat saya sebagai penonton ikut terlibat mendalami masalah yang muncul. Sang sutradara ingin agar plot yang disampaikan dapat teringat betul di benak penonton dengan beberapa kali callback scene yang sudah ditampilkan. Secara gampangnya adalah beberapa cuplikan scene diawal dan penjelasan dari kejadian sebelumnya muncul di scene setelahnya.


rolling.. rolling.. rolling..


Terlalu muluk-muluk jika mengingat durasi film ini yang hanya 95 menit harus dipaksa menampilkan 500 hari penuh dari jalannya cerita. Marc Webb menampilkan adegan-adegan yang memang pantas untuk dijadikan plot yang membangun cerita. Walau beberapa scene tidaklah penting tapi sangat menghibur untuk memecahkan lapisan yang mengeras.

Penyajiannya pun sangat apik, pemilihan latar tempat dan waktu yang terasa pas, dan color grading yang memesona. Semua kesederhanaan yang ditampilkan sukses dibalut dengan sentuhan khas sinematik Hollywood. Ada konsep yang tidak biasa sebenarnya dari film ini, dibagian awal, ahir dan beberapa bagian pertengahan film akan ada narator yang membacakan kejadian suasana. Menurut saya itulah sebagian kecil dari penyajian yang membuat penonton dapat hanyut dalam pergolakan batin mereka, terlepas dari ide cerita yang dikemas dengan baik.


“Finally, a romance that understands we mark our lives by our scrapes with love, and our defeats, rather than simply white-wedding-cake success.”

– Desson Thomson, Washington Post.


“Tom, don’t go! You’re still my best friend!”


Pemilihan pemeran dalam film pun dieksekusi dengan baik, sebut saja Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel. Mereka berdua berhasil membangun atmosfer cerita dari Tom dan Summer, jelas terlihat ikatan antara keduanya dari berbagai kejadian yang disajikan. Yang saya kagumi dari akting mereka adalah perwatakan dan gaya bahasa yang sangat sangat baik. Tom yang terlihat kadang putus asa, dan menerima bertolak belakang dengan Summer yang dingin, terlihat-seperti-robot, dan independen. Ya, mereka berdua berhasil memerankan tokoh dengan sangat baik. Dan gaya bahasa disampaikan dengan apa adanya tetapi diperkuat dengan pemilihan kata yang menurut saya luar biasa. Penggunaan bahasa yang jarang terdengar menurut saya adalah nilai tambah dari segi literasi.

Tidak lupa hadirnya tokoh pembantu bernama McKenzie, Rachel, dan Paul sebagai sosok teman dekat dari Tom mencairkan kakunya sandaran kursi bioskop. McKenzie (Geoffrey Arend) dan Paul (Matthew Gray Gubler) adalah sosok yang jenaka sekaligus teman setia. Yang lucu, Rachel (Chloë Grace Moretz) sebagai sosok remaja justru keluar sebagai sosok yang paling dewasa dalam film, dia sesekali memberi Tom nasehat. Scene yang paling saya ingat dari Rachel adalah saat Tom menemani Rachel bertanding dan menggambar di buku sketsanya.


LOL!


Takdirlah yang benar-benar menuntun

AKHIRNYA 500!!


Bahkan saya sampai lupa apa yang akan terjadi dihari terakhir(500) akibat terlalu menikmati ceritanya. Jika tidak muncul gambar seperti diatas mungkin saya tidak ingat kisah yang disajikan hanyalah 500 hari. Rasa penasaran apa yang akan terjadi di hari terakhir datang lagi. Sesuatu yang tidak terduga singkatnya. Hari terakhir di musim panas.


hi..


Takdir adalah mesteri paling indah yang dihadirkan oleh Sang Pencipta. Walaupun sepanjang 9/10 jalannya film terisi oleh konflik, tidak ada yang lebih indah dari penyelesaiannya. Bertemu secara tidak sengaja, membawa konklusi yang tidak terduga. Tom kini mempunyai jalannya sendiri. Musim gugur tidak datang sebelum musim panas berlalu, iya kan?


“The ending is tidy and way too cute, but (500) Days is otherwise a different kind of love story: an honest one that takes a piece out of you.”

– Peter Travers, Rolling Stone.


Secara keseluruhan saya sangat menikmati film yang rilis 2009 ini. Delapan tahun berlalu dan saya masih sangat menikmati tiap likunya. Saya bersyukur bisa menikmatinya, semua rasa yang disampaikan dapat tertangkap dengan sempurna. Maka darinya, saya secara pribadi memberikan penilaian 8.7/10 untuk film ini. Well done!


cara terbaik untuk memulai sesuatu yang baru




honorable mention


source : imdb.com, rottentomatoes.com, giphy.com, youtube.com

anonymous asked:

what are your favourite movies, books and tv shows?

Oooooh, I have been waiting for this question!


Books:

The Alchymist - Paulo Coelho

The Brain That Changes itself - Norman Doidge

Sapiens: A Brief History of Mankind - Yuval Harari

The Long Way to A Small Angry Planet - Becky Chambers


TV shows:

Sherlock

Game of Thrones

Gravity Falls

Cosmos: a Space Time Odyssey

Stranger Things

Rick and Morty


I’m a huge movie lover, so the movie list is long:

The handmaiden (2016). This is currently my favourite movie. The story is amazing, the plot twists are really good, the characters are interesting, and the imagery is breath taking. I have never seen a move this close to perfection.

The Shining (1980)

The Social Network (2010)

500 Days of Summer (2009)

Chicago (2002)

The Dark Knight (2008)

Inception (2010)

Treasure Planet (2002)

The Iron Giant (1999)

American Psycho (2000)

Her (2013)

Silver Linings Playbook (2012)

Life of Brian (1979)

The Harry Potter movies. The first movie came out when I was 6, and the last when I was 16, so Harry Potter has been a huge part of my childhood.

Interview With the Vampire (1994)

The Perks of Being a Wallflower (2012)

SW: TFA (2015)

The Imitation Game (2014)

And probably a whole bunch that I have forgotten.

anonymous asked:

Hey! My family and I are doing a movie day today. What movies should I suggest?

hi!!!! well a movie that my entire family loves is the shawshank redemption, so i would definitely recommend that!!! my personal favorite movie is (500) days of summer, and i wouldn’t be me if i didn’t suggest for you to watch star wars!!! ooo some honorable mentions are coraline, the shining, or the blair with project (depending on if you have any Littles in your family)!