Y.O.L.O (Menjadi Tahu Apa yang Tak Seharusnya Diketahui)

“When you really care about someone, their happiness matters more than yours”

“I swear, I will do anything for you to keep you happy”

Pernah menemukan quote atau kalimat seperti itu? Pasti pernah. Entah di mesin pencari atau mungkin di pinterest, quote tersebut pasti akan selalu bisa kalian temukan. Meski tidak serupa tapi inti dari quote itu akan merujuk pada satu hal. Yang artinya seseorang akan melakukan apapun untuk pasangannya, meski mereka harus merasa sedih, sakit, dan hal-hal lainnya. For me, that’s stupid, sorry for not sorry.

Okay, I know, I really know. Selalu ada banyak rambu-rambu agar kita tidak seperti ini itu ketika jatuh cinta. Bahkan tidak sedikit orang yang akan membuat perjanjian di awal kedekatan untuk tidak berharap lebih atau beragam hal semacamnya. But who knows? When it comes down, your heart is going to do whatever it wants. That’s what we called the magic of love. It can makes even the most intelligent people, drop all logic and their common sense. 

The logical mind being overpowered by a somewhat illogical heart.

Kadang, hanya karena kita sudah katakanlah jatuh cinta pada seseorang kita bisa sebegitunya memberikan waktu dan perhatian. Tapi sayangnya kita seringkali lupa bahwa perhatian yang diberikan juga harus memiliki batas. Sebab ada beberapa hal yang mungkin bagi kita terlihat biasa tapi untuk orang lain justru terlalu berlebihan.  

Selain itu juga, ketika sudah dekat dengan seseorang bahkan mungkin lebih dekat dari yang lain. Kita sering mencari tahu tentang orang itu jauh lebih dalam. Kata mereka wajar, well mungkin iya, sebab mereka ingin lebih mengerti tentang pasangannya. Segala macam cara akan dilakukan untuk mengetahui apa-apa yang dirasa perlu untuk mereka ketahui (padahal sebetulnya tidak perlu untuk diketahui), misalnya saja mencari seluruh akun media sosialnya lalu stalking hingga ke semua postingannya yang terdahulu, atau bahkan berusaha dekat dengan teman-temannya.

Tapi perlu kiranya ketika kita melakukan hal tersebut jangan sampai malah menjadi hal yang menganggu. Sebab, bukan tidak mungkin hal itu malah akan menimbulkan ketidaknyamanan pada pihak lain. Entah pasangannya tersebut atau bahkan lingkungan di sekitar pasangannya itu (jika dan hanya jika dia berusaha untuk dekat dengan seluruh orang yang berada di hidup pasangannya itu dengan cara mencari tahu sendiri. I mean bukan diperkenalkan, melainkan memperkenalkan diri sendiri)

Perlu kiranya kita bisa membedakan antara cinta dan ambisi untuk memiliki semata. Karena, akibat dari mencari tahu hal-hal yang tidak diberitahukan kerap kali menimbulkan perasaan was-was untuk diri sendiri. Dan akhirnya berujung pada persepsi-persepsi baru yang tercipta, misalnya saja, ketika sedang menelusuri seluruh postingannya yang terdahulu, bisa saja kita menemukan kisah masa lalunya. Lalu kemudian mencari tahu dan menyambungkan hal A hingga Z dan akhirnya perasaan yang dulu murni karena sayang malah berubah menjadi ambisi untuk memiliki dan tak rela untuk melepaskan serta pada akhirnya menghalalkan segala cara untuk tetap bisa bersama.

Memang biasanya ada logika yang dikesampingkan ketika hati sudah menjadi dominan.  Kasarnya rela melakukan apa saja atau diperlakukan seperti apapun agar bisa tetap bersama meski sebetulnya itu menyakiti dirinya sendiri. Atau begitu juga sebaliknya, ada beberapa orang yang tak ingin terlalu jatuh hati sehingga logikanya menjadi lebih dominan. Dengan kata lain ketika hatinya berkata iya, pada detik itu juga akan banyak pertentangan di kepala untuk menyanggahnya. Rumit jika sudah menyangkut perasaan, begitu kata mereka.

Beberapa orang yang tak biasa diperlakukan dengan perhatian yang berlebihan cenderung akan menilai sikap tersebut sebagai suatu hal yang menganggu pastinya. Tak sedikit pula ada orang yang tidak suka jika kehidupan lalunya diketahui tanpa pernah dia yang memberitahu sendiri.

Sebenarnya, bila memang penasaran dengan kehidupan lalu pasanganmu, kamu bebas mencari tahunya. Asal, tak perlu mencocokkan kembali. Tak perlu mengaitkan dengan hal-hal yang pernah, sedang dan akan terjadi. Cukup diketahui sendiri saja itu bahkan seharusnya sudah lebih dari cukup, bukan? Bila memang kamu akan harus tahu, suatu saat pasti dia akan memberi tahu apa-apa saja yang kamu ingin tahu. Hanya perkara waktu.

Dari semua kata yang entah berujung dimana, dari semua pemahaman yang entah sampai atau tidak bagi diri sendiri, ada sebuah kalimat dari Osho yang seringkali membuatku berpikir apa itu jatuh cinta yang sebenarnya

Immature people falling in love destroy each other’s freedom, create a bondage, make a prison. Mature persons in love help each other to be free; they help each other to destroy all sorts of bondages. And when love flows with freedom there is beauty. When love flows with dependence there is ugliness.

A mature person does not fall in love, he or she rises in love. Only immature people fall; they stumble and fall down in love. Somehow they were managing and standing. Now they cannot manage and they cannot stand. They were always ready to fall on the ground and to creep. They don’t have the backbone, the spine; they don’t have the integrity to stand alone.

A mature person has the integrity to stand alone. And when a mature person gives love, he or she gives without any strings attached to it. When two mature persons are in love, one of the great paradoxes of life happens, one of the most beautiful phenomena: they are together and yet tremendously alone. They are together so much that they are almost one. Two mature persons in love help each other to become more free. There is no politics involved, no diplomacy, no effort to dominate. Only freedom and love.

Kepada diri sendiri yang sedang belajar dan siapa saja yang membaca ini. Kenali diri dan hatimu terlebih dahulu sebelum kamu belajar untuk mengenali pribadi lain. Apa-apa yang kamu lakukan kepada orang lain, pikirkan dulu bagaimana jika itu yang terjadi padamu. Seperti kata Osho, the capacity to be alone is the capacity to love. Tak usah terburu-buru menyimpulkan dan terlalu sering melihat apa yang sudah berlalu, sebab kamu hidup di masa sekarang. Apa-apa saja yang sudah diberitahu tanpa pernah diminta, itulah yang cukup untuk kamu ketahui, oleh karenanya tak usah terlalu sering mencari tahu sendirian bila tak ingin ada salah paham di hari kemudian. Selamat menikmati perjalanan hari ini dan esok hari, sebab You Only Live Once :)))

Hujan Mimpi
Tangerang, 23 Juli 2016

Did you know?

When humans are in the embryonic state of development, we go through a stage called ‘The heart primordial’, when we have two hearts (aka binary vascular system). I mean later on they fuse together into one heart with four chambers, but at one point we’ve all had two hearts. Imagine if your hearts didn’t fuse together and you were left with two hearts!

You’d basically be a time lord.

And on that note, I should end my Doctor Who marathon.

Fine I’ll keep watching

2

11.24.15.

2/100 days of productivity | new mug who dis!! but in all seriousness, new cups make me so happy ^-^ especially when they hold large amounts of water wooOOoo. weather has been very strange today (ah California) and it’s been on and off raining, which is good because that drought, you feel. also, slowly slowly slowly working my way through this task…..we’ll see where the next three hours take me(; ̄ェ ̄)

Nem azt mondom

Nem azt mondom, hogy tetszel
De a nyálas idézet a képeslapon
Meg a kergetőző kiskutyák a parkban
De még az a rohadt  szívecskés flakon
A kukában. Az is Te  vagy.

Nem azt mondom, hogy akarlak
De amikor leveszem magamról a ruhát
Ha felteszem a tűzpiros rúzsomat
Vagy táncolok, amikor nem lát
Senki. Az is Neked szól.

Nem azt mondom, hogy boldoggá teszel
De libabőrös leszek egy szavadtól
És mosolyra húz a szám ha látlak
Meg az agyam is lesokkol
Hirtelen. Na az Miattad van.

Nem azt mondom, hogy hiányzol.
De kurva jó lenne átölelni…

Guys. I think Dean is soulless. And I think he has been since the first episode of season 11.

11x05 had Sam pointing out that people without souls respond differently, reminding Dean (again) that he had to save people and not kill them, had Dean tell Sam he was “better” with empathy, and had him tell a soulless man that as long as he still had a piece of a conscience there was hope.

And we don’t know what happened after this scene back in 11x01…what if Amara sucked out his soul?