Avatar

@no-nameya

tempat sembunyi paling nyaman

Memulai hidup baru yang ternyata ga semudah yang dibayangin.

Jauh-jauhan dr suami, yg ketemu harus naik pesawat dulu sekitar 1 jam 50 menit, belum lagi permasalahan karna cuti yang udah menipis.

Awal mulai sih kek gpp dibiasain dulu mungkin karena belum terbiasa, ternyata berat, tapi ya ini semua yang aku pilih.

Memilih untuk sementara menjalani LDM yang ternyata woy ini kalo kita ga punya rasa saling percaya, komunikasi yg bagus bakal cek cok mulu tiap hari.

Kadang ngerasa gimana nih mau mengabdi sama suami kalo masih jauh2an gini. Gimana nih pengen jadi orang yg selalu ada untuk suami sdgkn aku disini dan kamu disana. Mengsedih emang ya.

Berapa taun lagi untuk bisa bareng? Semoga doanya segera dikabulkan sama Allah untuk cepet deket sama orang2 tersayang termasuk orang tua.

Menikah bagi seorang wanita berarti memantapkan hati untuk siap dipimpin, dididik, dan diarahkan. Namun ketahuilah, tak satupun laki-laki langsung matang dalam memimpin, mendidik dan mengarahkan sedari awal menikah. Ia membutuhkan kepercayaan darimu bahwa ia akan menerima kepatuhan yang baik darimu, meski dengan segala keterbatasannya.

ingatkan aku yaa.. Jika suatu hari nanti aku terlalu menuntut kesempurnaan mu.

Perjalanan ke tanah kelahiran bapak 31 Desember 2022

Avatar

how to maintain a tahajjud routine

trying to wake up for tahajjud + fajr is something that i've been trying to do consistently, especially as it's winter and the days are shorter. this can be hard with my uni studies/lectures and other commitments when I just want to sleep for longer and not wake up. however, these are some things that help me form a routine:

  1. sleep early this means that you're getting enough sleep to not be as tired when you wake up. try and go to sleep around the same time every night so that when you do wake up for tahajjud, your body adjusts over time to this new routine. i tried to be asleep by 11pm and my body naturally started to wake me up around 5-5:30am because of this, alhamdulillah.
  2. setting multiple alarms i am that girl who will wake up her whole house with alarms before it even wakes her up. if i want to wake up at 5:45, i set them for 5:40, 5:45, 5:50, 6:00 and eventually i get tired of snoozing them all and just get out of bed.
  3. repeating 'prayer is better than sleep' in my head sometimes it is so tempting to say 'i'll get up in 5 minutes...' and then that 5 minutes turn into 2 hours. when having the urge to say this to myself and close my eyes, i try and battle it by repeating that phrase in my head which reminds me the blessings of salat and helps me get out of bed.
  4. waking up 30 minutes before fajr by the time i finish praying tahajjud, it is fajr time and i get to complete the first prayer on time as well. this will make it feel easier as you're not waking up in the middle of the night and then going back to sleep and missing fajr or having to wake up for it again - you get to pray both around the same time.
  5. doing something after fajr before a nap sometimes it's hard to go back to sleep after fajr on the days where I start university late/it's the weekend but i still want some rest. i started to do some reading after fajr to make me sleepy so that in an hour or two, i'd go back to sleep for another 2 hours and wake up feeling well rested and continue with the rest of the day. i'm always the most productive on these days. of course, it depends on your life schedule and what is going on in your life as well.
  6. reading about the blessings of tahajjud understanding this makes me want to pray tahajjud even more as i know the benefits and beauty of waking up in the middle of the night when everyone else is asleep and Allah has descended to the lowest heaven in the third part of the night. it makes me want to wake up and be close to Him.

these are just what work for me. if these do not work for you, try and see what does and Insha’Allah you will form your own routine. may Allah make it easy for us all, Ameen.

Menikah itu sebuah pilihan dan dalam pernikahan pun masih terdapat pilihan. Kalau di dalam sebuah pernikahan, kita tidak lagi memiliki pilihan dalam hidup, maka perlu kita pertanyaan. Apakah pernikahan kita ini memang benar pilihan kita secara sadar atau bukan, seperti tuntutan sosial, masyarakat, keluarga, sesuatu yang berasal dari luar diri kita.
Bahkan dalam kondisi paling ekstrem dalam pernikahan pun, disediakan pilihan untuk mengakhiri pernikahan sebagai solusi paripurna. Kalau dalam kondisi yang ekstrem kita tidak punya pilihan itu, sebenarnya pernikahan tersebut milik siapa? Dalam kondisi kita masih sendiri pun, saat usia kita sudah menjelang kepala tiga bahkan lebih. Apakah masuk ke dalam fase pernikahan itu keharusan, atau pilihan? Jika keharusan, sebenarnya siapa yang nantinya akan menjalani pernikahanmu dengan segala risikonya, bukankah kamu?  Pernikahan ini jalan mendaki dan menurun, mendaki kita perlu tenaga, menurun kita perlu rem yang kuat agar kita tidak terperosok. Pastikan kendaraan yang kamu pilih adalah kendaraan yang terbaik yang bisa kamu usahakan. Jangan memilih seadanya, apalagi dipilihkan seadanya. Karena risikonya, kamu yang menjalani.  Bukankah sebenarnya masuk ke dalam pernikahan itu sendiri seperti memilih masalah dan risiko yang sanggup kita hadapi. Kalau tahu kita tidak sanggup, beranilah memilih untuk tidak mengambilnya, mengambil waktu untuk membekali diri hingga cukup.  Jangan sampai, kamu tidak bisa memilih.

🫶🏻🏃🏻‍♀️🚶🏻‍♀️

Cape bgt YaAllah dengan orang2 di kantor ini, udh selalu dikasih hati tp masih minta jantung 🥺

Yang kadang bikin demotivasi ya gini nih. Ga semua orang hatinya kuat, coba bayangin w ini hatinya hello kitty bgt. Gampang sedih gampang kepikiran, tp kata-katanya yaAllah nyakitinnya luar biasa 🥲

Pengen dong orang2 itu gantiin posisiku di kantor, dah cape bgt sama orang2 itu. Semoga aku cepet mutasi ke hombase yaAllah.. AAMIIN

Menikah

Bener yaa kata orang-orang kalo jodoh pasti dimudahkan, dan insyaAllah dunia akhirat ya mas. Aamiin

Entah bagaimana cerita ini dimulai, ketika aku terpuruk begitupun denganmu, Allah pertemukan kita untuk saling bercerita, ternyata ada maksud dari kesedihan itu. Sampai sekarang kalau kamu bertanya, "Kenapa harus aku yang kamu telfon malam itu, ketika kamu sedang hancur?" Aku juga masih bertanya-tanya, apa yang menggerakkanku untuk memilih kamu menjadi tempat berbagi cerita, sementara banyak yang bisa kuajak cerita.

Januari lalu, tiba-tiba kamu datang ke rumah membawa Ibumu, adekmu, saudaramu, tapi sayangnya Bapakmu (alm) sudah tidak bisa menemanimu untuk melamar aku. Yang kuingat Bapakmu (alm) ingin sekali kamu menikahiku, sampai akhirnya takdir itu benar adanya.

Kamu, aku, masih banyak yang harus kita pelajari bersama-sama. Kita berdua sama-sama mempunyai kekurangan, kekurangan yang bisa kita jadikan sebagai alasan untuk saling melengkapi.

Aku selalu berharap tiap membuka mata yang kupandang adalah kamu bukan gulingku. Pilihan ini sudah kupilih sejak aku setuju untuk jadi istrimu yang artinya aku mengiyakan untuk menjalani LDM ini.

Menjalin komunikasi yang baik, menaruh rasa percaya mungkin merupakan satu cara yang bisa dilakukan untuk bertahan dengan keadaan ini.

Terima kasih, sudah selalu berusaha menjadi suami yang baik, aku sebagai istrimu kadang merasa malu masih belum bisa sesuai dengan harapanmu.

Sama-sama belajar ya kita. Bismillah.

Manado, 1 Juli 2022

Saatnya untuk memeluk diri sendiri.

Gapapa untuk kecewa dengan perkataan orang tentang kita, perbaiki saja mungkin memang ada yg salah.

Kadang juga gapapa untuk tetap jadi diri sendiri, gausah pikirin ekspektasi orang untuk kita.

Ayo bodo amat aja.

Kita diciptain bukan cuman untuk menyenangkan orang lain kok, diri sendiri juga butuh apresiasi, butuh dihargai. 

Pengen banget diilangin sakit hatinya, cuman bakal keinget terus kayanya, haha.. gilak ya ngomong dikit tp bikin sakit hatinya astaghfirullah.

YaAllah tolong dikuatin hamba.. Sedihnya ga ilang2 asli kalo keinget. 

Ayo aku semangat ayo.. ayoo jangan suka pendem sedihnya sendiri, ayo semangatt

Kasih sayangmu membekas

Redam kini sudah

Pijar istimewa

Entah apa maksud dunia

Tentang ujung cerita

Kita tak bersama

Semoga rindu ini menghilang

Konon katanya waktu sembuhkan

Akan adakah lagi yang sepertimu

-------------------------------------------------------

Denger lagu ini rasanya kek balik ke waktu itu ya, nyesek banget baca liriknya.

Walopun aku udah sama dia yang sekarang, tp kadang kalo denger lagu beginian jd inget lagi pedihnya Januari 2020 itu.

Ini wajar atau karna banyak yg belum selesai waktu itu?

Gimana mau selesai? Semuanya lenyap gt aja. Hehe

Semua yg sudah terjadi rasanya gamungkin buat ga disesali, tapi biar saja yaudah, emang dulu ngiranya asam dan garam yg ketemu di belanga ternyata engga. Hehe you deserve better than him kok.

Kita sudah sama2 memilih untuk mengarungi kehidupan masing2. Saling mendoakan saja semoga masing2 dari kita selalu mendapatkan kebahagiaan dr cita dan cintanya.

Pernah meminta sama Allah, ya Allah tolong berikan ganti yang lebih baik, entah bagaimana Allah pertemukan kita kembali.

Aku pernah selelah itu mencinta sendiri, sampai akhirnya bertemu dia yang mengajakku untuk saling mencintai.

Ternyata bagaimana Allah menggantikan dengan makhlukNya yang lebih baik memang benar adanya. Allah Maha Baik 🥺

Hei? Aku masih tidak menyangka bahwa pelengkapku itu adalah kamu

Memutuskan untuk menjadi teman hidupmu bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya

Bismillah ya!

Kalo pas lagi di rumah dan ngumpul sama ortu emang harus jauh-jauh dari gadget. Ngga enak dan sungkan juga kalo lama ngga pulang, trus di rumah malah sibuk maen hp (kelihatannya).

Meski sebenarnya ya balesin chatt penting, baca berita, atau dengerin kajian dan hal-hal berfaedah lainnya. Tapi ya ego itu harus diredam dulu, ngga mungkin kan kita ngejelasin ke ortu kalo pas buka hp ngapain aja.

Intinya kalo lagi deket ortu ya beliau yang utama. Dipanggil segera beranjak, disuruh apa langsung gercep. Pokoknya jangan sampe bilang "ntar/nanti" kebiasaan masa kecil yang mesti dihapus.

Kadang pas di rumah juga rasa pengen istirahat dulu karena di tanah rantau penat n capek kerja. Tapi, pas di rumah kan ortu ngga tau kalo kita secapek itu. Kalo di rumah disuruh ini itu, diminta nganter ke mana-mana, ya udah dibawa happy aja mari kita syukuri Allah masih kesempatan kita untuk berbakti kepada dua orang yang sungguh berjasa dalam hidup ini.

Sudah tidak ada rasa sesak ketika aku kembali ke sini.

Yang kurasa sesak hanya lalu lintas di sini, bukan lagi hati 🙃

Tulisan yg pernah ku tulis di sini dulu, yang sekarang masih ku simpan secara pribadi untuk menjadi pengingat bahwa sayang dan bodoh itu memang gabisa dibedain.

Menyesalinya sekarang karna seolah dia merenggut waktuku bersama teman2ku tp ternyata aku yg bodoh menyiapkan waktu untuk dihabiskan sia2 bersama orang yg salah.

Rasa rasanya ingin mengembalikan waktu yg sudah direnggut tp gaakan mungkin.

Karena ku hanya rindu dgn mereka yg pedulinya tidak berbatas.

Karena ku hanya rindu menghabiskan waktu yg begitu menyenangkan bersama.

Karena ku hanya ingin mengingat bahwa bisa berteman dgn mereka adalah hal yg begitu spesial.

Walaupun singkat tp mereka begitu tulus ✨

Sekarang, kalau lewat jalanan yang pernah kita lalui berdua atau datang ke tempat di mana kita pernah saling melempar tawa dan berbagi cerita, aku sudah bisa.

Paling rasanya ada yang menggelitik di dada, tapi air mataku sudah tidak turun tiba-tiba.

Sekarang, saat aku melihat unggahan strory-mu yang masih selalu ada di samping foto profilku, aku sudah tidak ragu membukanya.

Dulu aku takut kalau-kalau ada sesuatu yang membuatku lebih sakit hati, tapi hari ini justru terlantun doa semoga kamu selalu sehat di tempatmu berada.

Sekarang, kalau kamu mau chat atau menghubungiku, aku sudah akan biasa saja.

Mungkin ketika notifikasi itu masuk, aku akan kebingungan kenapa kembali ada namamu. Tapi setelahnya, aku akan menganggap bahwa kamu hanya seseorang yang dulu aku anggap asing dan sekarang pun sama.

Ya, meski yang aku bilang di atas masih selalu "dalam proses" tetapi setidaknya malam-malamku sudah jauh lebih menyenangkan karena rentetan mimpi buruk itu tidak lagi datang.

Terima kasih ya, sudah mengajariku banyak hal.

Sekarang kalau ditanya mau pendamping yang seperti apa :

Pernah meminta yang sempurna, ya wajar. Tapi semakin beranjak dewasa juga semakin sadar, bahwa sekarang tidak terlalu meminta spesifik atau kriteria yang sangat khusus. Saya tahu dia tidak sempurna dan dia tahu saya juga tidak sempurna, jadi pelan-pelan saling mau memperbaiki diri dan menerima, itu sudah luar biasa. Sisanya biar Tuhan saja yang atur mau kasih saya pasangan yang seperti apa, berarti itu memang sudah yang terbaik, yang paling baik.

Akhirnya dapet jatah juga, kenalan sama COVID19.

H-5 hari sebelum ujian tugas belajar aku demam batuk2 langsung nyobain tes, ternyataa antigen aku beneran +

Di perjalanan dr lab sampe kos rasanya sedih banget nangis udh gatau lah suaranya kek apa itu kalo org ngeliat, kecewa sama diri sendiri kenapa ga bisa jaga diri.

Temen2 di kantor pun nanya "Kena dimana?" "Kok bisa?", mereka terheran2 kok bisa pdhl aku selalu pakai masker double, makan sholat selalu pulang ke kos, sabtu minggu cuman di kos aja ga keluar2 kok bisa. Kalo ditanya gitu akupun gabisa jawab, karena susah akupun gatau kena dimana.

Di tahun ke 2 pandemi ini ikhtiarku untuk jaga diri mungkin udh abis2an, udh kontak erat berapaa kali sampai kadang depresi takut kena, tapi balik lagi, sekenceng2nya ikhtiar kalo Allah bilang kamu kena yaudah ikhlas dan sabarin aja. Gabisa ikut ujian tubel yaudah mungkin rejekinya ada ditempat lain bukan disana.

Apapun usahanya selama masih interaksi sama banyak orang, harus keluar untuk bekerja yasudah harus lebih aware lagi sama prokes. Semangat ya aku. Gapapa jangan sedih. Kena covid bukan akhir segalanya insyaAllah Allah kasih kesempatan untuk menggugurkan dosa2 yg lalu, Aamiinn.

Semua sudah berubah semenjak saat itu, termasuk indomie ini