Avatar

Kamuflase

@nabellaaryanti

Setiap tulisan yang diposting adalah amatir.

CURHAT #4

Tadi ada matkul perbandingan administrasi negara, eh tiba-tiba kepikiran mau bandingin ketakutan sendiri sama orang lain. Alhasil gabut nanya deh ke temen. "ketakutan terbesar lo apa dalam hidup?", dia jawab "Takut ditinggal orang-orang terdekat." Dia tanya balik "lo apa?", dengan jawaban datar "takut kecewain orang-orang."

Duaaarrrr, beberapa jam kemudian baru keinget udah banyak orang-orang yang dikecewain. Terus sampe sekarang kepikiran, "kalau itu jadi ketakutan terbesar, gak mungkin bisa laluin semuanya".

Otak emang bener-bener gak bisa diajak istirahat sebentar, sekarang malah bertanya-tanya sebenernya ketakutan terbesar aku di dunia ini apa?

CURHAT #3

Setiap manusia punya tujuan dan pilihan hidupnya masing-masing. Ada yang milih nikah dan hidup bahagia bersama. Ada yang milih terusin pendidikannya, dan bahkan ada juga yang milih hidup sendiri dengan karir yang bagus.

Kita gak bisa judge gitu aja ke orang yang beda pilihan hidupnya. Masing-masing dari kita punya purpose mengenai makna hidup. Kita punya jalan sendiri, gak perlu rebut jalan orang lain. Kita punya jatah waktu sendiri, gak perlu kejar-kejaran waktu sama orang lain.

Kalau sampai detik ini kita masih di level pertama sedangkan dia di level kedua, apa perlu kita paksa diri untuk push ke level kedua atau bahkan ke tiga?

Kapan terakhir kali kita tidur nyenyak tanpa harus mikirin rumput tetangga?

CURHAT #2

Sometimes i'm confused about how to live life, everything is blurry. I can't distinguish praise and scolding. I love what i do but sometimes i have to let go. I have prayed and tried harder, but again. I failed.

They said "life is a journey". Yap i know and i couldn't agree more. But what if your life is driven by someone else?

CURHAT #1

Semalam banyak ngeluh, capek dan berakhir nangis karna inget semua perjuangan yang gak ada hasil. Eh paginya di telpon teman, dia curhat permasalahannya dan nangis juga. Selesai telpon terus baper dan nangis lagi.

Sampai sini baru paham, kalau ternyata seperempat hidup kita itu masalah. Masalah yang benar-benar harus kita lalui. Masalah yang harus kita pertanggung jawabin. Hidup gak selalu mengenai harta, tahta dan cinta. Semakin dewasa, beban yang harus dipikul jauh lebih berat. Harus bisa lebih banyak lagi dengar pendapat orang lain dan menghargai setiap perkataannya. Terlebih masalah mental, benar-benar harus bisa lebih dan lebih lagi legowo.

Sampai sini juga baru paham, kalau meminta maaf dan berterima kasih ke diri sendiri itu sangat amat perlu. Dari situ bisa dilihat kalau kita menghargai setiap jerih payah kita, menghargai setiap tetesan keringan dan air mata kita. Hidup ini sangat membingungkan, yang dicari hilang, dikejar lari, giliran didieim malah datang sendiri.

Kuncinya cuman sabar dan syukur. Sabar sama setiap lubang hitam yang harus diloncati, dan bersyukur sama apa yang telah dilewati.

Kita cuman manusia yang punya batas. Kalau capek yaaa rehat. Rehat bukan berarti nyerah sama keadaan tapi rehat adalah waktu dimana kita bisa fokus dan lewati semuanya satu persatu.

Anonymous asked:

Kak, temenku muslim. Akhir2 ini dia sering mempertanyakan kebenaran agama Islam. Aku bingung ngejawabnya gitu kak. Dia bilang kan kita islam juga turun temurun. Kemudian dia bilang jg "untukku agamaku, untukmu agamamu", berarti Allah jg bilang kalau agama itu lebih dr satu kan bukan islam doang? Dia cerita juga kalau kayak2 pastur yg bs sembuhin org sakit itu dpt kuasa drmn? Atau ada buku mengenai pertanyaan2 begini ga kak? Aku takut temenku ini nantinya mudah kegoda agama lain kak :(

lanjutan) Tapi dia percaya kalau islam agama yg benar. Tapi kata dia, semua agama pasti berpikir agamanya yg benar jg kan? Gitu katanya. Dia kayaknya gampang goyah gitu kak

Wow, pertanyaan yangsangat dalam. Saya jawab tapi mungkin agak panjang karena menyeluruh, karenakalau dijawab setengah-setengah, akan kurang baik, siapkan 3 menit untuk baca ini. Dan semoga ini juga menjadihidayah, baik bagi anon, maupun semua muslim di jagat tumblr

BAGAIMANA MEMASTIKAN ISLAMITU BENAR?

Apakah 2 + 2 = 4?Jawabannya iya, benar. Kenapa? Ya, karena kita paham akan dasar ilmunya, bahwa1 + 1 = 2.

Tapi apakah benar kalauturunan pertama dari ƒ(x) = 3x2 + 4 adalah 6x? Tentu tidak semudahpertanyaan diatas, karena kita harus memahami dulu dasar dari ilmu tersebut.

Sama halnya denganmemastikan islam sebagai agama yang benar, apakah kita sudah memelajari tentangislam itu sendiri? Indonesia adalah negara islam, tapi berapa banyak orang yangterlahir sebagai agama islam, belajar tentang agamanya sendiri?

Banyak dari kita yang raguakan kebenaran islam, karena kita tidak memelajari seluk beluk tentang islam, dan alasan bahwa islam diturunkan oleh Allah untuk menyempurnakan agama yang sebelumnya telahturun.

Banyak dari kita tahu namaTuhan kita Allah, tapi tidak banyak yang bergantung padanya. Banyak dari kitatahu nama Rasul kita Muhammad SAW, tapi tidak banyak yang tahu perjuangannyamenyampaikan islam. Banyak dari kita tahu kita diperintahkan shalat, zakat,puasa, haji, sedekah, tapi tidak banyak yang mengetahui makna di dalamnya.Kurangnya pemahaman kita terhadap agama kita sendiri lah, yang membuat kitajustru memertanyakan kebenaran islam.

Maka sebelum memastikansesuatu itu benar atau salah, kita harus mengetahui hal tersebutsebenar-benarnya dari sumber-sumber terpercaya. Karena banyak orang yang menjalaniislam sebagai agama yang sudah “terlanjur” diberi oleh orangtua, bukan sebagaiagama yang benar.

Maka, saran saya pertama,agar tidak goyah terhadap islam, pelajarilah seluk beluk tentang agama islam,agama kita sendiri.

Salah satu cara terbaikyang hingga kini membuat saya meyakini bahwa islam adalah agama yang palingsempurna adalah dengan memelajari sejarah lahirnya islam dari sirah nabawiyah(kisah kehidupan nabi). Dari sini, kita belajar bagaimana islam turun, kenapasebuah ayat bisa turun, dan bagaimana islam diterapkan.

Sudahkah teman-teman jugabelajar islam?

SEDIKIT SEJARAH YAHUDI,NASRANI, DAN ISLAM

Berikut saya sharesedikit, hal yang saya dapatkan dari kajian ust. Khalid basalamah yang sayaikuti, sehingga bisa memberi penjelasan, tapi untuk detailnya, silahkan bisamengikuti kajian lebih lanjut (nanti saya share link mp3 nya agar bisa didownload).

Setiap Nabi itu diperintahkanAllah untuk mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, karena mereka berada didalam kesesatan, diantaranya adalah menyembah berhala, patung-patung ataubahkan manusia, padahal Allah lah yang memberikan segala nikmat di dunia, sedangkan Allah tidak suka kepada orang-orang yang syirik.

Berikut saya shareperistiwa secara singkat, dari munculnya ajaran Nabi Ibrahim hingga ditutupnya ajaran nabi-nabi oleh agama islam.

Nabi Ibrahim a.s. diutusoleh Allah untuk membenarkan kaumnya yang sesat, karena pada zaman tersebut, Namrud,raja orang-orang tersebut, menyebut dirinya tuhan, sehingga menyuruhorang-orang untuk menyembah dirinya. Singkat cerita, Nabi Ibrahim menghentikanNamrud, dan membuat orang-orang akhirnya mengikuti ajaran Nabi Ibrahim a.s.,yakni menyembah Allah dan juga melaksanakan syariat haji, seperti tawaf,qurban, dsb.

Selepas meninggalnyaNabi Ibrahim a.s., maka kaumnya kembali menyembah berhala. Dan ini ternyatasudah menjadi sebuah kebiasaan, tatkala sebuah kaum ditinggalkan Nabi mereka,maka mereka kembali sesat karena tidak ada tempat untuk bertanya.

Lalu, Allah mengutusNabi Musa a.s , membawa kitab taurat, untuk membenarkan orang yang telahmelenceng dari ajaran nabi Ibrahim a.s.

Pernah suatu ketika,Nabi Musa a.s. meninggalkan kaumnya selama 40 hari untuk menerima taurat dariAllah SWT, namun ketika kembali dari penerimaan taurat tersebut, Nabi Musa a.s.mendapati kaumnya yang sebelumnya sudah menyembah Allah, kini menyembah patungsapi. Ketika ditanya oleh Nabi Musa a.s., maka jawabannya “Karena kau tidak ada, dan kami merasa ini benar”. Lantas Nabi Musa a.s. memerintahkan kaumnya untuk bertaubat sehinggakaumnya diberi nama yahudi yang artinya Taubat. Dan sejarah Nabi Musa a.s. ini juga menjadi alasanturunnya surat al-Baqarah (sapi betina). Lantas, sepeninggalan Nabi Musa a.s.,kaumnya kembali melenceng dan kembali menyembah berhala.

Lalu, Allah mengutusNabi Isa a.s., dengan kitab injil, untuk membenarkan kaum yahudi yang sudahmelenceng dari ajaran yahudi yang sebenarnya. Dan kala itu, yahudi yang menolakinjil juga disebut kafir, karena tidak mau beriman kepada Allah SWT, tapi lebihmemilih menyembah berhala.

Nasrani sendirimemiliki arti penolong, karena Nabi Isa bertanya dan meminta kepadakaumnya untuk menjadi penolong agama Allah SWT (kembali menegakkan orang-orangyang melenceng).

Namun, ketika NabiIsa a.s. diangkat oleh Allah, banyak kaumnya yang melenceng dari ajarannya dan menjadikanNabi Isa a.s. sebagai Tuhan.

Maka, untuk kembalimeluruskan yang telah menyimpang, Allah menurunkan agama Islam melalui NabiMuhammad SAW. Untuk kembali meluruskan, bahwa tuhan yang harus disembah adalahAllah SWT, bukan patung, bukan berhala, bukan orang yang mengaku-ngaku sebagairaja. Itu kenapa, Allah SWT menyebutkan bahwa islam adalah agama yangmenyempurnakan ajaran sebelumnya, karena memang agama sebelumnya juga benar,namun banyak orang yang melenceng, sehingga kembali diluruskan dengan adanyaQur’an.

Dan bagaimanaperjalanan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat menegakkan kembali islam,menjadi pelajaran besar bagi saya dan membuat saya yakin, bahwa jika kitamemang menginginkan syurga, maka kita harus mengikuti ajaran islam. Denganmengikuti islam, maka kita juga sudah menjalankan Nasrani yang benar yang diajarkan oleh Nabi Isa a.s., juga yahudiyang benar yang diajarkan oleh Nabi Musa a.s., dan juga ajaran yang dibawa nabi-nabi sebelumnya untuk menyembah AllahSWT.

Ya, memang agamadari Allah itu tidak hanya Islam, dan turunnya agama itu untuk membenarkan kaumyang melenceng dari agama-agama yang telah turun sebelumnya.

 —

TENTANG “UNTUKKUAGAMAKU, UNTUKMU AGAMAMU”

Terkait memahamisebuah ayat, penting sekali untuk memahami “sebab” turunnya ayat,sehingga paham konteks dari ayat tersebut dan bukan lahir dari tafsiran sendiri.

Ayat di atas adalahpenggalan dari Al-Kafirun, singkatnya, ayat ini turun ketika Nabi Muhammaddipaksa untuk menyembah berhala, padahal saat itu sudah ada perintah untukmenyembah Allah SWT.

Orang kafir Quraisy memintanabi Muhammad SAW menyembah berhala selama 1 hari, lantas merekabergantian menyembah Allah selama 1 hari, lalu Nabi menolak. Kafir itu terus menego sampai akhirnyaberkata “Cukup katakan bahwa tuhan kami (berhala) itu ada, dan kami akan menyembah Allahseumur hidup kami”

Maka kala itu, NabiMuhammad SAW mendapat wahyu dari Allah, dan beliau ucapkan kepada kafirtersebut “aku takkan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu takkan menyembahapa yang aku sembah. Untukku agamaku, untukmu agamamu” sebagai penegasan,bahwa seorang muslim yang baik, tidak akan menyembah apapun selain Allah SWT,sebagaimanapun orang kafir menggodanya, dan ayat tersebut bukan sebagai pernyataan bahwa agama lain benar sehingga penyembahanberhala tersebut dianggap benar.

TENTANG PASTUR SEMBUHIN ORANG SAKIT

Ini bukan pendapatsaya, tapi ini saya dapatkan dari Ust. Mathius, atau dikenal KH. Syarif Hidayat, mantan jendral misionaris Indonesiayang kini menjadi mualaf, dan kebetulan juga teman dekat ibu saya sehingga saya sering mengobrol.

Beliau bilang kalauitu memang kegiatan yang dibuat oleh teman-teman misionaris, untuk membuatorang percaya.

PEMAHAMAMAN “SEMUAAGAMA ITU SAMA”

Kalau ada orang yangbilang “Gapapa kok nganut agama lain, semua agama juga sama kok, bisa masuksyurga” maka orang islam adalah orang yang paling bodoh.

Kenapa juga kita harus cape-cape solat5 waktu, berpakaian ada aturannya, harus sedekah, harus ngaji, gak boleh minumdan makan yang haram, terus harus haji, banyak larangan dan perintah? Mendingpindah ke agama yang ibadahnya gak berat, pakai baju boleh buka-bukaan, gausahbangun subuh atau tahajud, bebas minum dan makan, pokoknya bebas deh, tohsama-sama masuk syurga. Bener ga? Tapi nyatanya engga kan? Apalagi jika kitabelajar tentang kenapa islam turun, maka kita akan paham.

Karena pemahaman “gapapakok semua agama sama” itu adalah pemikiran orang liberal, agar orang bisanyantai dan gak perlu belajar islam dan bisa mudah berpindah ke agama lain. 

SEBAGAI PENUTUP

Sekali lagi, sayahanya mengingatkan dengan tulisan ini, agar kita semua mau belajar mendalamiagama kita sendiri. Sejarah sudah menjelaskan, tatkala suatu kaum ditinggalkan Nabinya, maka mereka akan melenceng. Tak hanya yahudi, nasrani, bahkan kita umat muslim pun banyak yang melenceng. Bukankah banyak yang berdalih jihad tapi melakukan bom bunuh diri? Apakah jika Nabi Muhammad SAW hidup sekarang, hal tersebut diperintahkan? ya, kita perlu belajar, agar tidak melenceng.

Karena bisa jadi, mualaf yang baru masuk dari agama lainjustru lebih mencintai islam, karena mereka memelajari agama islam secarakeseluruhan, sedang kita hanya menjalani secara seadanya karena kitamendapatkan agama ini bukan karena hidayah, melainkan mendapatkan agama inidari orangtua kita.

Dan tulisan diatasbertujuan bukan untuk menyerang agama lain, bukan untuk bilang “agama islampaling benar” karena agama bukanlah untuk dibanding-bandingkan, tapi tulisanini mengajak teman-teman untuk lebih memahami tentang agama islam, agamapenutup, agama penutup yang menyempurnakan agama sebelumnya, agama yang membawa kitakepada syurga, tempat sebaik-baik kembali.

— 

Tentu tulisan diatas hanya sebagian, silahkan teman-teman bisa mengikuti kajian lanjutan, bisa di youtube dsb, juga membaca berbagai sumber lainnya.

wallahua’lam bisshawab. Jika ada yang salah, mari saling mengingatkan.

Semoga bermanfaat,punten panjang banget. Semoga berkenan. Silahkan share untuk mengingatkanteman-teman lainnya.

Terima kasih

Avatar

Noted! Setuju banget bang @choqi-isyraqi sama statement ini “kembali memperdalam ilmu agama islam kita.”

Belajar islam tidak bisa hanya dengan membaca buku atau mereblog tulisan seperti ini. Tidak cukup dengan menonton kajian di youtube ataupun di sosmed. Tapi dengan menghadirkan diri kita secara langsung dalam majelis ilmu. Yap berilmu secara talaqqi, seperti yang pernah dicontohkan oleh nabi kita.

Sekarang dakwah begitu luas. Majelis ilmu bisa kita dapatkan dengan mudah. Mulai sekarang azzamkan dalam diri untuk meluangkan waktu khusus untuk belajar memperdalam ilmu akhirat kita. Kalau untuk ilmu dunia saja kita rela-relain waktu, tenaga dan pikiran kita, masa untuk ilmu akhirat kita selalu ada alasan dan pikir-pikir dulu. Padahal belajar ilmu akhirat akan menyusul juga dunia.

Tunggu apa lagi mbak mas, om- tante, kakak adek sekalian, segera cari tempat kajianmu yang terdekat…..dan dari sana kita mulai untuk sama-sama berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi….

Selamat berjuang menyemput hidayahmu! Selamat menikmati manisnya iman dan jatuh cinta padaNya yang begitu indah. Semoga keberkahan ilmu selalu menyertai…

Semoga masih mengingat kisah, jika Siti Hajar berlari ke Bukit Shafa dan Bukit Marwa tidak hanya sekali.

Bolak-balik beliau berlari. Padahal bukit-bukit itu telah berkali-kali ia datangi.

Maka, semoga kita bisa pula memaknai, agar tidak berhenti ketika gagal sekali, agar tidak berhenti mengetuk pintu kesempatan lagi dan lagi, dan agar tidak berhenti untuk menjemput ketetapanNya dengan ikhtiar terbaik yang bisa kita beri.

Sampai nanti Allah mengganti semua lelah dan ikhtiar itu dengan kenikmatan yang bahkan kamu tak mampu bayangkan.

Selamat berjuang!

A deep cut

Setiap manusia sepertinya punya luka dalam. Luka yang dipaksa untuk terpendam gitu aja, dipaksa untuk hilang bersamaan dengan waktu. Anehnya luka itu terus memaksa untuk keluar dari singgasana. Dengan hebatnya luka kini berhasil merenggut sebagian dari perjalanan hidup.

Menjadi pemikir tak melulu mengasyikan, sering kali harus rela terima kenyataan akan diinjak-injak oleh luka lama. Mencoba menjadi bijaksana, namun digulingkan kembali oleh perkataan yang diucapkan. Begitu terus sampai akhirnya luka itu merenggut seluruh perjalanan hidup.

Lidah tercekik oleh gigi, kenyataan terbelenggu oleh ekspetasi...

Mencoba mengetuk denyut, berharap kamu berdetak kembali. Namun pada kenyataannya aku yang mati.

Mahasiswa Biasa

Sebelum-sebelum ini, kupikir bahwa menjadi mahasiswa biasa-biasa aja, tanpa prestasi, ikut organisasi juga tidak berkontribusi penuh–hanya sebagai bagian dari nyari kesibukan, nyari teman, dan nyari CV. Jalannya akan lebih sulit di banding dengan teman-teman yang penuh prestasi dan aktif dimana-mana. 
Lalu, bertahun kemudian saya menyadari bahwa tidak demikian jalannya. Dulu, sewaktu mahasiswa, ada teman-teman kita yang sudah menemukan “tempat bermainnya”, sedang kita masih bingung sambil terus jalan mencari jati diri. Ikut ini, ikut itu, tapi tetap saja tidak menemukan kecocokan jiwa. 
Bahkan, hari ini saya malu jika harus mencantum riwayat organisasi yang pernah dulu diikuti. Tidak satupun organisasi yang diikuti, saya berkontribusi besar kepadanya. Hanya sebagai sebuah pelarian, sebuah pelampiasan untuk mencari nama, mencari label.
Saya paham, bahwa menjadi mahasiswa yang biasa-biasa itu tidak masalah. Sama sekali tidak masalah. Saya baru bisa berperan, mengenali diri, tahu tujuan justru selepas mahasiswa. Tahu, mimpi saya apa, jalannya bagaimana, dan semua hal yang dulu ketika saya mahasiswa. Saya tidak tahu…
Banyak sekali di antara teman-teman kita dulu begitu riuh untuk mencapai satu titik prestasi tertentu, menjadi mapres, menjadi delegasi kampus, menjadi apapun yang membuat masa depan terlihat lebih cemerlang dibanding kita. Tidak salah, toh kita tidak sedang mencari yang salah dan yang benar.
Hanya saja, saya tidak tahu dan tidak punya gairah yang sama dengan mereka. Bukan juga karena tidak mau berjuang, melainkan memang saya tidak ada minat sama sekali untuk meraih itu semua. Saya lebih suka berdiskusi, berbicara dari hati ke hati dengan teman-teman saya yang serupa. Serupa merasa keliru memilih jurusan, serupa bingungnya dengan masa depan, serupa gelisahnya dengan apa yang dijalani.
Kini, hampir 10 tahun yang lalu sejak saya menjadi mahasiwa, 5 tahun yang lalu selepas saya melepas mahasiswa. Kami semua sudah berada pada titiknya masing-masing, berkarya di tempatnya masing-masing, dan menjadi dirinya masing-masing. Sesuatu yang dulu, kami bincangkan semasa mahasiswa. Sesuatu yang baru kami sadari, bahwa tidak masalah gelisah dan galau selama mahasiswa, tidak kenapa-kenapa jika kita tidak berprestasi seperti rekan kita yang lain, tidak masalah menjadi mahasiswa yang biasa-biasa. Nanti, akan ada masanya kita mendapatkan MOMENTUM hidup kita sendiri :)
Yang terpenting adalah; tetaplah menjadi orang baik dan jangan merepotkan orang lain, bermanfaatlah :)
©kurniawangunadi
Avatar

Ada selaput tipis antara tidak tahu dan tidak peduli. Beberapa orang punya kecenderungan buruk untuk ingin dipedulikan tanpa mengatakan apapun.

“Kadang, saya bingung, harus seberapa dalam saya menyalahkan diri sendiri atas keburukan-keburukan yang saya miliki.”

Tidak Semua

Tidak semua wanita yang mengejar pendidikan tinggi itu, ambisius. Ada banyak dari mereka yang hanya senang menuntut ilmu secara formal. Duduk di bangku kuliah, berhadapan dengan dosen, melakukan penelitian, membuat karya tulis dan semacamnya. Bejana jiwanya terasa full saat ia melewati fase demi fase itu.

Tidak semua wanita yang berdedikasi tinggi dalam karir itu, feminis. Ada banyak dari mereka yang hanya senang berkarya melalui pekerjaan yang ia lakukan. Menerima tantangan, mengerjakan proyek, bersosialisasi dengan banyak orang, presentasi ini dan itu. Bahagia saat ia melihat ada banyak orang yang terbantu melalui pekerjaanya. Bahagia saat satu persatu pekerjaannya menjadi sesuatu untuk banyak orang. Itulah cara dia mengisi bejana jiwanya agar tetap utuh.

Tidak semua wanita yang menyukai pekerjaan di dalam rumah itu, tidak kreatif. Ada banyak dari mereka yang mampu berinovasi dalam menata perabotan rumah, mengatur keuangan harian, memasak aneka macam menu, bercocok tanam di kebun rumah, dan sebagainya. Ia merasa bahagia saat ia bisa mempersembahkan yang terbaik melalui waktu dan tangannya di dalam rumah. Itulah cara ia dalam mengisi bejana jiwanya.

Untuk itu, coba tanyakan pada wanita yang kelak (atau sudah) engkau nikahi. Bagaimanakah cara ia biasanya mengisi bejana jiwanya? Karena tak semua wanita cocok diminta berjualan online di rumah. Tidak semua wanita bahagia saat diminta menjadi pekerja lepas dari rumah. Bukankah ada dari mereka yang bejana jiwanya akan terisi saat ia mampu berkontribusi langsung pada masyarakat? Bagaimana dengan itu?

Seorang wanita yang bahagia dan bejana jiwanya terisi penuh, akan mampu memperlakukan orang-orang tercintanya dengan sangat baik. Jadi, tidak perlu khawatir jika (kelak) wanita yang engkau nikahi adalah ia yang aktivitasnya sangat padat. Sebab seorang wanita, sesibuk apapun ia akan menjadikan keluarganya prioritas.

Begitu kurang lebih yang aku tahu. :)

April 2019 | Luluk Gusliyanah

Kenali (calon) pasanganmu, karena tidak semua bisa kita pandang sama rata :)

Jangan bersedih ketika sekelilingmu maju beberapa langkah darimu. Jangan kecewa, ketika langkahmu takmampu menyamai mereka. Sungguh, apa yang bentang di hadapanmu, barangkali jauh lebih besar dari apa yang mereka jalani.

Ini hanya tentang waktu. Tentang berpraduga yang baik. Barangkali, di waktu yang tepat, kakimu akan menjejak pada sesuatu yang sesiapa pun akan mempertaruhkan segalanya untuk sampai ke sana. Jangan berhenti dan jangan kecewa. Kamu pantas mewujudkannya.

Jakarta, 19 Februari 2018

Apa yang kamu rasa?

Ketika satu persatu kawan mulai menjauh. Bukan membencimu. Namun, mereka menjauh untuk suatu pencapaian yang telah mereka rencanakan. Sedangkan kamu? Kamu berada di titik yang sama, menetap untuk waktu yang lama. Bukan tak ingin maju, namun rasa terburu-buru yang terkadang mencegahmu untuk maju. Kamu terlalu ingin cepat sampai, hingga tak sadar kamu tetap di tempat. Kamu fokus pada banyak hal untuk mempercepat langkah. Tanpa sadar, kamu tidak terpusat pada tujuan melainkan pada banyak jalan. Kamu hanya mencari jalan yang tercepat, tanpa sadar membuatmu jadi melambat. Hanya mencari namun enggan melangkah maju. Tahu banyak hal, namun enggan mencoba.

Perlahan tapi pasti, kamu tertinggal jauh. Ingin berlari mengejar, namun kembali mengulang kesalahan. Kawanmu tak lagi menoleh ke belakang hanya sekadar memberi uluran. Mereka tetap pada tujuan sedangkan kamu tetap mempertakankan harapan. Layaknya pecundang yang menetap pada posisi belakang.

Zahra H.

Penulis yang mengurus luka di hatinya bisa menjelma berbahaya. Dijadikannya ide sebagai senjatanya, digunakannya ketulusan sebagai pelurunya. Sekali penanya telah menari-nari, sekali jemarinya tengah merapal kata penuh diksi.

Kamu. Mati.

— Arief Aumar Purwanto

Being Introvert People

Asing rasanya ketika harus dihadapkan oleh manusia yang aku sendiri pun nggak tau gimana jati dirinya. Bertahan di ruang lingkup keramaian, membuat aku terus mundur dan menghindar. Mencoba membuat pola teka-teki di jaringan otak ku. Menerka-nerka tabiatnya, berusaha agar tak salah langkah ketika harus berkawan dan bertahan.

Dua puluh tahun sudah, dan aku terus berkukuh di garis yang sama. Tentu menjadi seorang yang diam dan akan terus diam. Mungkin akan berubah, tapi tidak banyak. Tetap akan menyukai kesendirian dan mencintai keterasingan. Melewati persekian detik kehidupan dengan berpikir tanpa harus diungkapkan. Melukiskan denyut kesibukan melalui tulisan. Menyelusuri bait demi bait cerita takdir dengan kedewasaan.

“Amalan kita sangatlah sedikit bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hak Allah yang harus kita tunaikan untuk-Nya..

Untuk mengubah diri agar lebih baik, selain ikhtiar kita juga sangat perlu berdo’a memohon pertolongan-Nya. Karena sekuat apapun kita berusaha, kalau kita tidak yakin bahwa hanya Allah lah yang mampu membolak balikan hati hamba-Nya, mungkin saja kita akan terus kembali ke keadaan semula.

Setiap perkara dapat menjadi jalan menuju kebaikan jika yang kita lakukan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta`ala.

Do'a itu bagian dari ibadah. Memperbanyaknya merupakan kebaikan, diiringi dengan ikhtiar yang selaras dengan ingin-Nya. Merasa cukup dengan ikhtiar sendiri, sehingga menjauhkan diri dari berdo’a, merupakan kesombongan.

Dalam urusan apa pun, kita harus selalu memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Saat kita mampu mengerjakan kebaikan, kita bersyukur sekaligus berdo’a memohon ridha-Nya atas apa yang telah kita lakukan. Kita juga memohon perlindungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari keburukan diri sendiri serta tipu daya syaitan.

Adapun saat kita meraih keberhasilan dalam apapun, maka bukan merayakan yang harus kita lakukan. Tetapi mensucikan nama Allah Ta’ala dengan cara memuji-Nya secara sempurna, memohon ampun kepada-Nya serta bertaubat.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita dan tidak membiarkan kita terjatuh pada keburukan disebabkan sibuk berbangga dengan keberhasilan sampai lupa bahwa keberhasilan itu sesungguhnya semata berkat rahmat, taufiq dan hidayah-Nya semata.

Mungkin alasan Allah menunda jatuhnya rahmat kepada aku adalah, karena lisan dan penglihatan yang masih kotor, perilaku dan pikiran yang masih tak terkontrol, bahkan masih banyak kemungkinan lain yang rasanya pantas diterima akal sehat.

Tolong jangan singgah untuk mengacak-acak harapan. Jangan kembali untuk melarikan diri. Jangan mengetuk untuk mendatangkan luka.