Avatar

Thoughts

@kesukaanmu

what come across your mind—write it down

I'm grateful for what I've achieved from last year until now. I maturely grow by the time.

It was never been that easy,

never.

"I'm grateful for meeting you,"

"Thank you."

He always got their heart all at once, one click, one thought, one prayer, one effort. He was just so effortless to get what he wants.

Then, there she goes. She needs to wake up as quick as she wish the sun doesn't see her. She needs to fall to the ground to make sure she'll be okay if she once got a bad news. She and he wants what everybody wants. They work hard for it, but she think she's living a life harder than him.

Oh, Allah.

That's when she knows You love her the most more than him.

"iya tau kok tentang itu"

"Kok tau?"

"Kan situ yang cerita"

"lah gak pernah cerita kayaknya"

Iya ngeyel, gara-gara abis dengerin lagu Secukupnya. Semoga kalian semua bisa bersyukur atas semuanya, bahwa ternyata yang menderita di dunia ini gak cuma kalian, dan bukan kalian yang terparah.

Saya jelas, sangat berbahagia hari ini. Terutama kalian yang secara langsung merasakannya. 8 dari kalian akhirnya meninggalkan kami yang masih terus berjuang.

Saya jelas, sangat berbahagia hari ini. Terutama saat memeluk kalian satu persatu. Saya tidak menyangka kalian bisa melaluinya.

Saya teramat bangga memiliki teman-teman yang selalu semangat menyemangati teman yang lain. Selamat untuk kalian semua. Kalian hebat bisa menjadi penyumbang lulusan 3.5 tahun terbanyak di angkatan 2015.

Saya terlalu bahagia melihat ekspresi kalian keluar dari ruang sidang. Selamat sekali lagi atas gelar barunya. Semoga orang tua yang sedari tadi menunggu di rumah, lega akan kelulusan anaknya.

Semoga Allah, mudahkan kita semua dalam segala urusan. Pula semoga, Allah mudahkan kalian, ke-tujuh manusia hebat, dalam menempuh hidup yang baru. Semoga ilmunya selalu bisa bermanfaat untuk orang banyak. Semoga kami, bisa dengan segera membahagiakan orang tua di rumah, seperti kalian.

Saya sangat menyayangi kalian.

و الله يبارك فيكم

Jangan lupa untuk selalu memaafkan kesalahan yang kamu perbuat atas dirimu di masa lalu.
— F. Lisa, Psikolog

Sembuh itu susah ya ternyata? Sudah mau tahun ke 4, namun masih belum bisa menerima hal-hal yang mengingatkan padanya. Jiwanya belum sembuh total, kasian perempuan ini. Padahal raga dan perangainya dicintai lingkungan baiknya.

Jika teman-teman yang lain punya trauma, semoga Allah memudahkan jiwamu selalu ya untuk dekat kepadaNya. Entah melalui dirimu sendiri, atau orang lain yang jadi perantaranya.

Allah mudahkan selalu, insyaa Allah.

و الله يبارك فيكم 😊

Semakin besar dan dewasa kita, lingkaran pertemanan jadi semakin kecil. Semakin intens hanya bergumul dengan yang itu-itu saja, tapi obrolannya sampai Antartika, dan itu menjadi bagian paling menyenangkan.

Sudah lama tidak duduk di sini. Maaf ya, lama tak disinggahi. Penulisnya sekarang agak sibuk berbenah diri, serta bingung mau makan indomie atau makan nasi lagi. 

Karena bingung, jangan lupa sholat dhuha, tahajud, dan sunnah di sebelum atau sesudah sholat fardhu, ya. Semoga Allah memudahkan urusan kalian selalu. 

:)

He knows all the things you hide from Him

He knows all the prayers you're not sending Him

He knows all the anger you have behind

He knows all the sadness you're hiding from

He knows it all

Sudah ada ayat yang menjelaskan, bukan?

و إلى ربك فا رغب ☺️

Mari terus berusaha berenang untuk tidak tenggelam. Semoga cinta yang saya punya, hanya penuh untukNya.

إذا الشي من نصيبك عمره ما يكون لغيرك.

—Arabic proverb

Mungkin hanya saya yang merasa sebegini memilikinya, padahal seharusnya biasa saja. Rasanya nelangsa sekali, seperti ditinggal saat sedang sayang-sayangnya.

Hidup memang harus terus berlanjut, sebelum maupun sesudah semuanya selesai. Entahlah, saya tidak bisa menggambarkan kerinduan ini. Rasanya sepi, sendiri, bahkan mungkin tak ada yang mengerti.

Terima kasih atas semuanya, dari saya yang terlalu merasa memiliki sesama.

Hubungan dua orang memang tidak pernah berjalan mudah. Sama sekali tidak. Apalagi kalau hubunganmu sudah sejauh itu, dan yang hitungannya bukan berdua, tapi bertiga, berempat atau bahkan bersepuluh dengan keluarga besarnya.

Ah, manusia memang tidak ada puasnya. Selalu melihat hidup orang lain lebih enak daripada hidupnya dalam segi apapun.

..dan lalu mereka berdua kehilangan masing-masing