Avatar

Pemimpi

@jajangns-blog

Hanya bermimpi dan berangan, itu saja
Avatar

Dari dulu selalu seperti ini. Aku gagal mempertahankan orang-orang yang dinamakan teman. Aku tak bisa berbaur seperti orang pada umumnya. Rasa-rasanya aku selalu bertingkah tak menyenangkan. Datang kala kubutuh, menjawab setiap obrolan hanya dengan senyuman atau kata-kata yang terlalu singkat. Aku terkadang iri melihat mereka yang bisa melakukan apapun bersama, sedangkan aku di sini lebih memilih mengurung diri sendiri. Aku terlalu sombong bagi mereka yang begitu ramah. Aku terlalu egois bagi mereka yang begitu peduli. Namun apa daya, akupun tak ingin memakai topeng hanya karena aku tak ingin terlihat mengenaskan.

Laki-laki, sesekali ngasih ke doi nggak apa-apa, namanya juga cinta, tapi berkali-kali dimintai jangan mau, emang situ bapaknya? Masih pacar, masih ada kemungkinan ditikung. Sip, punya prinsip itu perlu.

S.J, 2019

Mantul.. 😂😂

Mas, sehat sehat terus ya. Jaga kesehatanmu. Oh iya, titip pesan untuk wanita cantik di sampingmu. Katakan, bahwa kau mencintainya dan tidak akan meninggalkannya. Kalau ada apa apa, jangan sungkan bercerita kepadaku. Bahagiamu dengan dia misalnya. Lantas aku akan bernafas lega mendengarnya.

Mas, jangan pernah memberitahunya bahwa aku pernah mencintaimu. Dia tak berhak tahu dan luka atas itu. Peluk dia seerat mungkin. Meski dihadapanku sekaligus. Ah, aku tak apa mas.

Selamat pergi mas, anggap saja aku adalah pelajaran, bukan sandaran.

Tetaplah bahagia dengan mbak yaa mas…

Nak tolong jaga Putriku dengan baik..

Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?! . . . . Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput. Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian. Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu. Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian. Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum. Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami. Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup. Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya. Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama. Nak tolong jaga Putriku dengan baik.. #hanya_novel

Avatar
Terimakasih Tuhan
Engkau telah menghadirkan sosok wanita tanggung dalam hidup ku, rela menyudahi mimpi indah demi putri nya, yang tak kenal lelah meski raganya sudah mulai berbicara, yang tak pernah mengeluh akan keringatnya, yang tak pernah berhenti untuk nyanyian indahnya. Terimakasih.

Dia ku sebut IBU

Entah bagaimana awalnya, aku masih belum bisa memberikan kepastian ke kamu.. Soal rasa aku pun sama. Apakah kita akan seperti ini seterusnya.

I’m leaving.

Hati ini sudah bosan

karena disuruh menunggu 

akan sesuatu yang tak pasti.

Pergi adalah solusi

karena sia-sia jika memilih bertahan

padahal kau saja tidak menahan.

Keputusan untuk pergi

akhirnya bulat.

Ucapan “sampai jumpa, jaga dirimu baik-baik”

menggema dalam ruangan itu

yang pernah menjadi saksi

akan kisah cinta yang kini sudah mati.

.

Langkahku tidak terhenti 

meskipun air mata menggelinang.

Dan kepalaku kerap menengok ke belakang,

berharap kau akan berlari mengejarku

untuk memintaku tetap tinggal bersamamu.

Bandung, 17 November 2018.
Andira W.

Sudah genap satu minggu, dan aku masih saja diam membisu. Ingin memaki tapi tak mampu. Luka itu terlalu sakit, sedang kau di sana seperti baik-baik saja.

Entahlah. Aku ingin sekali abai pada segala sakit ini. Ingin sekali menerima semuanya dengan segala kelapangan hati.

Maafkan aku, duhai hati.

Dulu pengen dapet pasangan yang humoris, lucu, rame, bisa bikin ketawa di saat sedang sumpek-sumpeknya ama idup, yang seneng ngobrol hingga ngga harus repot-repot mikirin topik pembicaraan

Tapi makin ke sini makin nyari yang introvert, yang ngga banyak omong, yang bisa berpikir se-rasional mungkin, yang ngga neko-neko

Karena aku sadar bahwa cinta pada akhirnya adalah sebuah proses saling melengkapi, saling menyelaraskan, bukan yang saling mendominasi, saling tak terbantahkan.

Avatar
“Cukuplah kita mencoba saling mengenal satu dan yang lain. Aku harap selanjutnya kita tak saling mengenal lagi; Namun, saling melengkapi.”

— (via mbeeer)

Hanya karena aku telah mengabaikan Harapan yang seharusnya aku buang jauh-jauh, atau di simpan didalam kotak dan di tutup rapat-rapat, Hingga aku tidak bisa membukanya kembali.
Mungkin keadaannya tidak akan seperti ini.

Ketika cinta gak direstui, dede bayi jadi solusi.

Akan selalu ada.

Orang yang mengerti keadaan kita, perasaan kita dan mendengarkan tanpa menghakimi.

Pun dia tidak menyalahkan, tidak pula membenarkan.

Akan selalu ada.

Telinga dan mata yang tulus melihat, membaca serta mendengarkan keluh kesah kita. Jangan hidup diantara prasangka buruk. Karena itu hanya akan membunuhmu.

Mungkin kita pernah, merasa bahwa seolah-olah hanya diri kita sendiri yang paling mengerti, dan orang lain tidak. Kenyataannya, ketika kita mulai mempercayai orang untuk bisa mengenal diri kita. Kita akan menemukan ia yang pantas dan layak disebut sebagai seorang teman.

Jika kamu menemukan orang yang kamu percayai itu tulus, dan murni. Genggam ia, pertahankan, doakan dan rawat.

Sebagaimana kamu bisa mengerti dan percaya bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan, Tuhan selalu ingat dan Malaikat tidak pernah alfa mencatat.

Bertumbuhlah, berkembang, lalu buktikan bahwa kamu mampu hidup bahagia dengan perasaanmu itu.

Terimakasih untuk si(apa)pun yang selalu ada ketika aku ingat bahwa selain Tuhan, akan ada selalu tempat berbagi cerita.

Mungkin sampai waktunya tiba, saat kita telah hidup dalam urusan masing-masing.

READY STOK BUKU BERANJAK*

@ Rp 52.700 Pemesanan : nama#jumlah buku#alamat#no.telp.#JNE/POS

Line beranjakbook WA  0859 2502 9893

*buku Beranjak adalah Indie Publishing book karya pemilik akun @jalansaja dan Jagungrebus 

Avatar

Buku Beranjaknya ready stock lagi. Bisa langsung dipesan pada kontak yang tertera. ^_^

Hari ini adalah hari bahagiamu, yang sudah sejak lama kau beritahu. Sudah tentu aku turut serta hanyut dalam perayaan itu meskipun hanya dengan sikap cukup tahu. Pun begitu, aku sebenarnya turut serta menyampaikan kalam menuju langit agar segala upacara besar itu dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sudah cukup senang aku mencari tahu bahwa hari demi hari persiapannya dilakukan dengan penuh sukacita. Menyelamatimu, itu urusan belakangan saja.

Aku memang tak datang memenuhi undangan serta ikut menyusuri altar upacara sehidup-sematimu itu. Jelas, aku takkan mampu menguasai diriku sendiri pun barangkali juga kau nanti. Percuma bila datang dan sikapku terlihat santai, tetapi sejujurnya langkahku gontai. Aku tak paham dulunya hal ini seberat apa hingga saat ini aku sendiri yang  menyimpulkan tanpa memulai wacana. Entahlah, rasanya aku hanya tak ingin merusak suasana.

Mengingatmu, aku jadi termenung. Sejak pagi ini, mungkin kau adalah salah satu orang yang paling resah sedunia, yang berkejaran dengan waktu lajang yang mau pamit selamanya. Aku coba memahami rasanya, kiranya akan bertebaran kenangan menahun yang datang secara acak lalu beradu di tiap detik dalam babak demi babak. Sudahkah kau merasa siap memulai hidup barumu? Semoga kau sendiri yang paling lantang untuk mengatakan yakinmu.

Bukan hanya kau yang resah, akupun juga. Tapi bagiku, resah yang kumaksud adalah apakah aku siap untuk menerima kenyataan bahwa waktu terus berjalan, sedangkan kita sudah menjadi sosok yang lebih dewasa dari sebelumnya. Apa baiknya kutertawakan saja pahit-manis kenangan bersamamu ketika remaja dulu? Sampai saat ini memang aku masih terjebak dalam rekaman momen yang sama, hingga aku menyadari bahwa hubungan kau dan aku memang hanya sebatas simulasi, juga sebuah purwarupa perasaan yang menjadi nyata bagimu bersama sosok yang takdirnya bukanlah aku.

Kalau kau sempat membaca tulisan ini, maka aku sedari tadi sedang duduk dalam bianglala waktu ; diam sekaligus pasrah melingkari titik kenang yang membuat gejolak hati naik dan turun tanpa tentu. Tapi tak usah khawatir, ini hanyalah respon dari hati yang akan terlahir kembali. Aku tak pernah meragukan penerimaanku terhadap kenyataaan yang datang ibarat gelombang pasang-surut yang menerjang. Semua sudah ditakdirkan oleh-Nya, kan?

Arsy, dalam lagunya mengatakan bahwa “Biarkan aku mencintaimu dengan caraku,” sungguh pemeo yang tepat mewakiliku saat ini meski memang bukan menggambarkan versi terbaikmu sekarang melainkan hanya tentang kemudaan kita pada waktu lampau saja. Sudah tentu, tak elok bila aku mengungkitnya lagi di masa kini karena segalanya sudah jelas berbeda. Hanya saja, aku akan tetap memiliki saham penuh atas potret demi potret kenangan itu di satu sudut kecil dalam ingatan.

Tak usah bimbang bila andaikan pasanganmu tahu. Seperti Brisia, di lagu yang sama, mengatakan bahwa “Jangan engkau cemburu, dia hanya sahabat di kelasku,” begitulah kiranya, mudah kan? Itu hanyalah ceritera cinta yang sudah terlalu lama. Dia yang sudah paripurna memilikimu jadi kiranya tak usahlah gentar maupun ragu. Aku pun tak akan mengganggu. Sepercaya itu, agar nanti aku dengan tenang juga bisa menjemput sendiri kisah bahagiaku.

Hanya seluas itulah penerimaan yang bisa kujelaskan, agar tak ada lagi ganjalan di masa depan. Semoga aku juga tak terlambat meminta maaf dan juga memaafkan segala kekeliruan yang pernah terjadi. Mari tutup saja belenggu itu dengan helaan nafas panjang lalu melepaskannya dengan tenang agar rasa bahagia senantiasa betah bernaung dalam relung perasaan. 

Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia selalu. 

©miftahulfk

Kadang tuh sampe mikir,

Ya Allah aku ngga mau sama orang sukses, aku mau sama dia yang belum punya apa-apa tapi mau berusaha, aku mau nemenin dia sampe punya segalanya

Karena aku sadar, orang sukses mungkin gamau bersanding denganku. Apalah aku yang hanya mampu menemani dan mendukung sepenuh hati, mempercayai tak peduli gimana nanti :“

SAJAK SESAK

Maafkan kala itu, ketika aku selalu menjaga rapat rapat hati ini. Sehingga ketika kau mengetuk pintu ingin masuk. Aku pun membuka nya pelan pelan seakan mengintip dahulu siapa diluar .. Namun kau datang ingin bertamu, ingin juga menyampaikan maksud . kala itu kau jelaskan semua apa tujuan mu.. Dan aku yang masih selalu was was pada setiap yang datang, aku mendengarkan kau bicara, lalu aku katakan iya walau hati belum terbuka .

Sejak itu kamu selalu memberi ku kata kata yang meyakin kan .. Tapi maaf hati ku juga masih dalam keraguan .. Sampai tiba ingin ku membuka hati, membalas sama kata yang telah kau ucap. Namun hati masih takut menerima, belum sempat menunggu waktu lama Hingga akhirnya ku sudahi semua..