Dua-hari

@hilangsuara

buku catatan harian

Jika kau menemukanku di sini, jangan sapa aku dengan siapa aku. Mari, menjadi dua orang asing di tempat baru ini.

Jadi, kau tak perlu bertanya siapa penerima tulisan-tulisan itu nantinya.
Dengan setia,
Dua-hari Desember 2020

7:50 am

namanya tertera pada daftar penonton story. pesanku di hari Senin sudah ia baca. tetapi pesanku kemarin, sama sekali tidak ada respons apa-apa. sudahkah benar untuk diakhiri saja tanpa aba-aba? aku kasihan.

6:39 am

malang sudah bukan lagi milik kita. aku kira malang cuma perihal kamu. tidak lagi sekarang.

5:59 am

kalau Twitter dihapus, lari ke sini lah wkwk. di sini lebih panjang tulisannya. cuman nggak kerasa aja kalau ada yang baca tulisan ini juga dan nggak tau tulisan ini udah sampe mana aja.

6:15 pm

dulu aku suka sekali dengan bulan. tapi karena sekarang banyak sekali orang yang terobsesi memiliki dan membagikan foto tentangnya, aku aku tidak suka. aku tidak ingin menyebut diriku menyukainya lagi meskipun sebenarnya aku senang sekali memandangi dan menyebut-nyebut kecantikannya.

5:50 pm

pantesan isi kepalanya kayak banyak, besok menyambut perpisahan dua tahun lalu.

8:28 am

suka sekali memperumit diri sendiri.

2:42 am

dia nggak mau bilang udahan duluan karena nggak pengen nyakitin perasaanku ya?

2:19 am

ternyata gini ya rasanya suka sama seseorang tapi harus memilih pergi karena tau juga kalau dia udah ada penggantinya. awalnya emang marah banget, benci, bahkan pengen misuhin dia berkali-kali. terus setelah fase itu, nggak tau kenapa malah semakin hampa aja rasanya. kirain karena perasaanku yang udah hilang atau gimana, ternyata masih ada perasaan itu di sana. ya walaupun mungkin secuil. kayak tiba-tiba suka kepikiran, kayaknya seru ya kalau ngajak jalan lagi. kayaknya seru ya kalau bisa cari makan di sana bareng dia. dan lain-lain. cuma kepikiran aja sih ini, soalnya untuk mewujudkan itu tadi sebetulnya aku nggak benar-benar yakin. aku akan selalu kesel tiap ingat satu kata menyebalkan yang harus dia ungkapin saat perpisahan itu. aku benci banget dia yang seolah-olah sudah bersikap dengan baik kepada orang lain. dia yang seakan suci pada tingkah konyol standar yang dibuatnya sendiri. pokoknya kesel lah kalau ingat sifatnya yang ini. kayaknya kalau kata ini nggak dia ucapin, aku masih bisa terima kehadirannya. haha, yang terjadi yaudah terjadi.

sekarang, nggak sama dia aku biasa aja. aku udah lama membiasakan diri dengan sifatnya yang menyebalkan dan dia pun juga membiasakan hidupku tanpa kehadirannya. jadi ya ketika berpisah, semua kelihatan jauh lebih mudah dalam prosesnya. aku nggak tau kalau kemarin konflik batinku nggak sebesar itu sampai puncaknya dan aku malah memilih memendam, mungkin sekarang nggak akan aku temukan sedikit kedamaian dalam perasaanku. mungkin aku akan terus menahan sesak dan marah karena nggak bisa menyampaikan rasa kesal itu sama dia. perasaanku akan lebih lama untuk mendapatkan pengertiannya. jadi ya ini sepertinya dan harus dianggap sebagai keputusan terbaik.

kalau ditanya mau ketemu lagi atau nggak. sebenarnya nggak. tapi seru juga kalau masih bisa ketemu. aku nggak akan buat-buat alasan lagi untuk sama-sama atau sekedar ketemu dia. aku akan menjaga jarak sebisanya. ya semoga aja ceweknya yang sekarang nggak seribet mantannya dulu (dalam urusan merecoki akunku). ngomong-ngomong soal mantannya, dia udah dapat cowok baru kayaknya. aku penasaran sih gimana respons dia lihat hal ini. aku jadi kepikiran juga kalau ternyata di perjalanan singkat ini aku bakal nemu seseorang yang baru juga, apa bakal secepat itu harus meninggalkan kita yang udah usai ini. hahaha, aku masih belum rela menjadikan perasaanku diisi dengan orang lain. tapi, aku harap manusia yang akan menempatinya nanti bisa jadi yang terakhir aku tuju. aku nggak mau memiliki seseorang untuk menemani rasa sepi di kota ini saja. aku pengen bisa bareng-bareng terus sampai nanti. aku nggak mau ujungnya kayak yang udah-udah.

udah gitu aja sih, aku menulis ini sambil mendengarkan Pilihan yang Terbaik karena ingat bagian penggalan lagunya, "jangan dipaksa bila semua telah berbeda. untuk apa pertahankan bila kita tak sejalan." hahaha, yang nggak sejalan emang tujuan kita sih, tapi apa perasaan kita masih bisa dianggap sejalan ya? aku sampai nggak berani tanya gimana perasaanmu ke aku waktu itu.

11:41 am

aku masih menyayangi perasaan ini. tapi sama kamu, tidak ada jaminan perasaan ini akan menemukan rumah senangnya. perasaan sedih itu juga tidak lagi dapat mudah tersampaikan.

aku menyayangimu, kenangan kita, candaan kita, waktu-waktu yang telah kita habiskan bersama masih kelihatan menyenangkan dan menghampiriku di tiap harinya. benar, aku tidak boleh mengulangi hal-hal itu. setelah fakta menyesakkan yang harus aku terima, bagiku cukup untuk mengatakan bahwa kamu bukan orangnya. bukan kamu yang harus aku jaga ke depannya. bukan sama kamu kehidupanku selanjutnya harus berjalan. dan nggak harus sama kamu aku menghabiskan waktu di satu atap rumah itu.

aku masih menyayangimu. meskipun perasaan itu sudah tidak sebesar bulan- 5,6, atau 7. aku masih ingin memelukmu. masih ingin melihatmu tertawa. masih ingin mendengar suaramu. masih ingin menggenggam tanganmu.

perasaanku ke kamu terlalu baik ternyata. perasaanku ke kamu amat sangat bersih. dan kamu tidak bisa menunggu sampai keinginan itu bisa aku wujudkan.

jadi, selamat tinggal. perasaan ini mungkin akan terus ada ke depannya. kamu mungkin akan lebih banyak bergonta-ganti pasangan. hahaha, sayang sekali. rasa rindu ini nggak akan pernah sampai lagi ke kamu.

4.07 am

sayang banget aku suka lali foto nek lagi enek nde situasi menyenangkan karena saking menikmati. kadang nyesel juga soale setelah kui gaenek seng iso dipamerne wkwk

9:17 pm

aku merasa kita masih baik-baik saja. tidak ada yang berbeda.

9:12 pm

harusnya perasaan ini jadi lebih menyenangkan sekarang. dengan aku yang hanya bisa menyayangimu diam-diam. bedanya, kamu udah tau perasaanku ini. tapi kita nggak bisa apa-apa.

9:38 am

aku sampai menangis untuk kembali menemukan perasaan itu utuh padamu. hanya saja, sikapmu tidak ingin aku berbuat demikian.

7:27 am

ada teman yang ingin nonton konser karena bintang tamunya Reality Club. karena penasaran lagu mereka seperti apa, akh cari tau. salah satu lagu terkenalnya "Anything You Want". it's really describe me know :( terus aku lagi proses dengerin lagu-lagunya yang lain dan ya omggghhhgg vibe-nya gue banget anjir. haha. salah satu vibe yang bikin ketenangan tanpa perlu tau arti liriknya. sukaaaaaa. cuman kalau mau nonton, kayaknya engga dulu. pengeluarannya belum kekontrol :((