Setelah semalam berefleksi atas segala hal yang terjadi lima tahun lalu, saya ingin menyimpulkan pikiran saya.
Bahwa ketika kita sudah berikhtiar dan ikhtiar kita buntu, tidak menghasilkan apapun, yang perlu kita tata adalah hati kita agar senantiasa sabar. Masa depan itu tidak terprediksi. Kita selalu berharap pertolongan Allah. Tapi kapan pertolongan itu datang, kita sama sekali tidak punya kendali. Hanya Allah yang punya kuasa menentukan.
Kalau kamu ingin beramal shalih di tengah musibah, lakukan saja. Karena manusia ada di bumi memang untuk beramal shalih. Tapi jika kita beramal hanya karena harapan masalah lekas selesai, kembali lagi......yang perlu kita siapkan tetaplah kesabaran agar tetap waras di masa-masa sulit.
Bahwa ketika Allah memudahkan urusan kita sehingga kita bisa menggapai sesuatu tanpa banyak usaha, jangan berleha-leha. Karena bisa jadi, pencapaian-pencapaian itu adalah amanah. Bisa jadi pencapaian itu adalah cara Allah menyiapkan ladang amal bagi kita. Bisa jadi lewat pencapaian itu, Allah menitipkan rezeki bagi sesama makhluk lewat tangan kita.
Dalam setiap episode hidup, baik lapang ataupun sempit, semoga Allah selalu hadir dalam hati kita. Sehingga kita bisa selalu menjadi hamba yang berjalan menuju Allah dalam kondisi apapun.




