"Kamu pengin apa?"
Bahkan aku enggak tau apa penginku sendiri saking semua sudah dipendam dalam-dalam dan pelan-pelan belajar nerima bahwa semua yang kuinginkan tidak berjalan sesuai karepku.
Dunia. tidak. akan. pernah. berpihak. padaku.

YaAllah, meski di depan orang lain kuterlihat tangguh dan garang, kumohon jodoh yang di depannya kubisa mengeluarkan sisi wedhokku yang sesungguhnya clingy dan ngaleman ya Allah. 😭😭😭🙏🙏
Aku sebagai anak pertama juga pengin menye-menye, pengin ngambek, pengin dimanja, pengin ngalem, pengin ngeluh, pengin ini itu, tapi dunia tidak pernah memihakku dan memilih menjadikanku cadas dan garang. 🥲
YA ALLOH, CITA-CITAKU HANYA INGIN SLAY SJ SEPERTI INCESS 💅💅
Gak pernah ada kesempatan jadi menye-menye wkwkwk. Sad.
Orang yang gampang banget mingle sama orang baru dan berujung bisa kenal sama banyak orang tuh at some point bikin gue rada sirik sih. Pembawaannya hangat, friendly, dan basabasinya pun "ada isi", know how to have a conversation to any kind of people dan ngga kedengeran narsistik terpusat ke cerita dia doang. It's so nice to have a constant skill of being commune.
Gue, sekalipun lebih nyaman terpisah dari kawanan, tapi pada beberapa aspek kehidupan sebenernya butuh skill ini. Tapi bertahun mencoba, nggapernah bisa maksimal. Ujung-ujungnya draining sendiri dan ngumpet-ngumpet dari orang yang dikenal saking nggamau ada percakapan apapun.
Padahal yah, selalu ada yang seru dari kenal orang baru. Kayak lagi baca buku atau nonton film, ceritanya selalu aja ada menariknya. Such a perk for a life you need to try once in a lifetime, indeed.
Dianggap enggak bisa dan enggak mampu, padahal kita mau insiatif sendiri tapi takut disalah-salahin tuh rasanya enggak enak banget ya Allah. Mau nangis.
Kata siapa bisnis sama partner hidup itu selalu enak? Wkwkwkwkw.
Isinya nangis terus. 😭😭😭
Jangan pernah bilang, "Kamu enggak bisa", "Kamu enggak mampu" ke anak pertama perempuan. Jangan pernah.
Jangan. Pernah. Terucap.
Atau dia bisa membabi buta untuk membuktikan semua perkataanmu.
"Cari orang yang mau melengkapi kekurangan dan kelemahanmu..."
GAK MAUUUUUUU!!!!! AKU MAU CARI YANG SAMA-SAMA KUAT KARENA DUNYONE MAKIN GENDENG WKWKWKWKW~~~~
Boleh nggak sih menikahi diri sendiri aja? Wkwkwkwkkw
Emang bener-bener enggak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri. Bahkan sampai sekarang pun tetap mengandalkan diri sendiri terus.
YA ALLAH, CAPEK BANGET. 😭😭😭😭
Teman-teman yang belum nikah, beneran gapapa banget kamu terapin standar tinggi buat pasanganmu.
Karena seumur hidup akan terasa lama bila dihabiskan dengan orang yang enggak menghargai kamu, bentak-bentak kamu, selalu menganggap kamu banyak tanya dan bacot, padahal kamu bertanya hanya untuk memastikan saja.
Kamu harus tentukan pemimpin hidupmu yang benar-benar mengayomi, sabar, dan menjaga mulutnya pada kamu.
YaAllah, meski di depan orang lain kuterlihat tangguh dan garang, kumohon jodoh yang di depannya kubisa mengeluarkan sisi wedhokku yang sesungguhnya clingy dan ngaleman ya Allah. 😭😭😭🙏🙏
Aku sebagai anak pertama juga pengin menye-menye, pengin ngambek, pengin dimanja, pengin ngalem, pengin ngeluh, pengin ini itu, tapi dunia tidak pernah memihakku dan memilih menjadikanku cadas dan garang. 🥲
YA ALLOH, CITA-CITAKU HANYA INGIN SLAY SJ SEPERTI INCESS 💅💅
Kalau kamu diminta tolong ANAK PEREMPUAN PERTAMA, tanggapanmu cuma satu: DIIYANI, DILAKONI, SAT SET TANPA SAK SEK.
Anak perempuan pertama itu pada dasarnya sungkan minta tolong. Semua bakal diatasi sendiri, semua dijalani sendiri, seberat apa pun.
Kalau tiba-tiba dia minta tolong, berarti memang URGENT dan BUTUH SEGERA DILAKUKAN.
Kalau kamu memilih menunda atau ada kata "Sek" saat kamu terlihat tidak ngapa-ngapain ketika dia mencoba minta tolong, dijamin, dalam waktu 5 menit, dia bakal cabut melakukan semuanya sendiri.
Dan akan makin sungkan minta tolong sama kamu. Heuheuheu.
Setidaknya, aku dulu pernah mencintaimu begitu keras. Mendoakanmu hingga sajadah tak pernah absen untuk basah. Mengusahakanmu semampu yang aku bisa.
Hingga pada akhirnya ketika kamu memilih bersama dirinya, aku tak pernah menyesal.
Karena aku sudah berjuang.
Hampir empat tahun menuliskan ini.
Dan benar, aku tidak menyesal telah memperjuangkannya, meski dia berakhir bersama orang lain. :)
Awal Mei ini napa random banget ya Allah.
1. Akun Instagram ke-suspend, padahal aku gak ngapa-ngapain.
2. Dicuekin Ibuk dan adik. Aku cerita enggak didengerin, aku ngomong enggak dianggep.
Ya Allah. Kenapa sih? Kenapa aneh banget awal Mei-ku ini? 😭
Tapi awal Mei juga memberiku hadiah tak terduga. Alhamdulillah!
Tidak sia-sia terjun nulis lagi dan ngebut selesaikan H-1 Lebaran. 🤣
Kalau diminta tolong orang lain atau dicurhatin, bukannya jadi beban malah seneng banget karena berasa dipercaya dan hidupku masih ada gunanya. Gak cuma buat kerja dan mikirin diri sendiri aja. Makasih ya, buat yang pada percaya padaku. 🥲🙏
Sebisa mungkin mengusahakan untuk selalu bantu. Minimal kalau nggak bisa turun buat bantu langsung, doain yang baik-baik. Makanya terasa sedih banget kalau ada saudara/orang dekat/teman dekat yang butuh bantuan/cerita tapi akunya nda peka. Berasa useless banget jadi orang. 😭
Sekarang mengusahakan buat tanya kabar dan menawarkan bantuan ke keluarga/teman-teman/orang yang kukenal baik, meski mungkin dianggap aneh dan dikira menjilat/butuh utangan wqwq. Gak papa. Setidaknya dari situ mereka tahu, bahwa mereka gak sendiri buat hadapi. 🥲🥲
Aku tau bahwa aku gak bisa bantu semua orang. Tapi setidaknya, aku mengusahakan apa yang bisa kuusahakan, membantu apa yang bisa kubantu.
Terima kasih untuk yang percaya padaku sampai saat ini. Semoga kalian semua hidup bahagia. Jangan sungkan sama aku, ya. 🥲🤗❤