This chapter of my life is called Tawakkul…
I’m learning to let things be 🕊

This chapter of my life is called Tawakkul…
I’m learning to let things be 🕊
I write, but I rarely speak. If you see me smiling, that is how I have always been portraying myself, mostly. You’ll only get to meet the sad version of me here, but never in person. But in case you do, congratulations. Because not everyone have that privileged to see me in my breaking point.
Why? some may asked. Because the last time I opened up to someone, they said, there’s somebody out there who suffered more than I do. As if it isn’t tormenting me enough. So I write instead of laying my cards on the table.
I became so silent, sometimes I wonder if I ever truly exist in the moment.
Terlihat sederhana, tapi cukup berat untuk dilalui
Dikarunia hati yang lapang itu, menentramkan ya. Kita tidak lagi gusar pada apa-apa yang belum kita miliki, sekalipun banyak hal yang terlewat perihal teman-teman seusia kita yang langkahnya sudah sangat jauh.
aku melihat orang-orang yang ridho terhadap takdir dalam hidupnya. Semuanya adalah orang-orang yang begitu lapang hatinya. Luas sekali kesabarannya, bagi mereka urusan dunia itu hanyalah sebuah sarana jalan mereka untuk menggapai akhirat, kehidupan yang lebih kekal lagi.
Allaah karuniakan mereka kelapangan hati, sehingga melihat suatu urusan dunia yang membuatnya bersedih sekalipun, mereka kembalikan kepada Allaah. Bahwa apa yang telah Allaah kehendaki semuanya baik dan terbaik untuk mereka.
Dan benarlah, kelapangan hati tidak bisa didapatkan dengan begitu saja. Ada banyak ujian yang harus dilalui, dan ilmu yang telah dipelajari. Ilmu Tauhid, ilmu tawakal, ilmu penyerahan diri dengan totalitas penuh kepada Allaah. Lalu, dengan usaha berdoa setiap harinya, setiap waktu. Meminta agar diberi keridhoan dan kelapangan hati dalam menjalani setiap fase kehidupan ini.
Semoga Allaah selalu tolong dan kuatkan. Dan memang hanya Allaah yang bisa menolong dan menguatkan, tidak ada yang lain..
رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلۡتَ إِلَىَّ مِنۡ خَيۡرٍ فَقِيرٌ
“rabbi inni Lima anzalta ilayya min khairin faqeer”
Recite this dua whenever ur heart feels uneasy, whenever you're in desperate need of something good to happen, recite this dua with full conviction that Allah swt is listening and will respond.
"My Lord! Truly, I am in need of whatever good that You bestow on me!"
Ada beberapa manfaat dari menjaga pergaulan. tapi ini bukan berarti ga bergaul sama sekali, maksudnya hanya menjaga batas2nya.
Pertama lebih dijauhkan dari berbuat dosa, termasuk perkara yang sia2 karena percaya atau tidak kita sangat mudah terjerumus pada gibah, fitnah dan hal yang ga berfaedah, PERCAYALAH lebih enak ga punya musuh daripada punya teman.
Kedua menjadi lebih produktif, peka pada peluang, banyak ide bermunculan, waktu luang tak banyak terbuang , dan sadar potensi, lebih mudah belajar, beribadah. Fokus pada apa yang dimiliki dan lebih mudah mensyukuri
Ketiga lebih tawakal dan tidak mudah dipengaruhi , tidak menggantungkan kebahagiaan pada orang lain, maksudnya kita merasa cukup pada dunia sendiri, dan apa yang Allah beri,jadi tak mudah iri dengki. Karena sadar kita akan dihisab sendiri2 jadi Ikhlas memberi tak harap kembali.
Ali Ibn Abi Talib [رضي الله عنه] said:
[al-Adāb al-Shar'iyyah 1/183]
“The key to success is to start before you are ready.”
— Marie Forleo
shhhhh not right now, i’m fantasizing about financial stability