Jika ada kesempatan
Pah gak terasa yah empat tahun sudah kenangan sunyi ini berlalu menembus hatiku. Hari ini, empat tahun yang lalu adalah hari terakhir aca melihatmu. Dan hari ini, empat tahun yang lalu, adalah hari pertama aca belajar untuk tidak melihatmu. Aku begitu sangat merindukanmu sampai-sampai aku ingin sekali kembali kemasa lalu hanya sekedar untuk melihatmu dari jauh. Aku ingin menarikmu keluar dari mimpiku dan membawamu kembali kesini.
Pahh, aku tahu allah lebih sayang papah dan tidak ingin melihat papah menderita . Tapi pah apa salah kalau aca mengeluh kalau saja papah disini menemani aca sampai benar benar ada yang bisa mengantikan genggaman tangan mu. Aca masih membutuhkan kehadiran mu pahh .
Pah , aku ingin merasakan lagi kedua tanganmu yang kuat ketika mendekapku disela-sela dadamu yang hangat. Aku ingin menyusuri kembali jejak kakimu yang menuntunku ke sekolah pada masa itu. Aku ingin melihat kembali tatapan kedua matamu yang tidak pernah lelah karena bekerja siang malam untuk mencukupkan kebutuhanku. Dan aku benar benar ingin toga yg akan ku sematkan berdiri tegap bersama papah dan mamah di pigura . Namun bisikkan bahwa sunyi tentang mu seakan menghancurkan angan ku .
Pah , aku belum sempat menjadi anak yang baik. Aku telah membuang begitu banyak moment yang ingin kau ukir bersamaku. Aku sadar telah menyia-nyiakan waktu yang Tuhan sudah berikan kepadaku yang ternyata tidak lebih dari seorang gadis kecil yang manja dan nakal yang selalu merepotkanmu.
Pahh , kau memang tidak akan pernah datang lagi untuk mendekapku, menuntunku ke sekolah atau pun hanya sekedar menyuruh ku membuat seduhan hangat panas kesukaan mu . Namun, aku masih bisa melihat wajahmu disetiap orang yang kutemui. Aku masih bisa mendengar suaramu disetiap orang yang menemuiku. Bahkan lebih dari itu, aku masih bisa merasakan aliran darahmu tersenyum didalam aliran darahku.
At Night, 20 february 2014