Sebelum terbang, kupu-kupu hanyalah kepompong dan sebelum menjadi kepompong ia hanylah ulat kecil yang terlihat mustahil—suatu hari nanti akan memiliki sayap dan bisa terbang.
Mengayuh mimpi ini, bukanlah hal mudah. Tanpa pertolongan Allah untuk melalui banyak kesulitan, tanpa doa-doa penuh ketulusan dari setiap hati tatkala dipanjatkan, tanpa dukungan dari keluarga dan setiap orang baik di balik layar kehidupan—segalanya mustahil terselesaikan sendirian.
Sebuah Surat, di tulis pada November 2021:
Kesembuhan adalah bentuk keajaiban dari-Nya. Kesembuhan datang dari pertolongan dan kebesaran Allah melalui perantara diri manusia yang sejatinya adalah makhluk lemah dan penuh kekurangan.
Setiap ucapan terima kasih yang kau terima, semoga menjadikan hatimu selalu bersyukur atas setiap aliran nikmat-Nya.
Setiap kesembuhan yang tampak mustahil namun seketika menjadi nyata, semoga membuatmu semakin tunduk dan taat pada-Nya.
Setiap kematian yang kau saksikan dengan kedua matamu, semoga membuatmu semakin sadar bahwa kelak kau pasti kembali kepada-Nya.
Setiap penyakit berat yang rasanya mengiris hatimu saat menyakiskannya. Semoga membuatmu semakin bermuhasabah dan memohon ampun atas segala keliru dan cela.
Semoga apapun kelebihan yang Dia titipkan padamu, tidak menjadikan dirimu angkuh. Tidak menjadikan dirimu merasa paling pintar dan besar hati. Sebab siapalah dirimu tanpa daya dan rahmat dari-Nya?
Semoga apapun kemampuan yang Dia titipkan padamu, tidak membuatmu melupakan bahwa itu semua terjadi karena karunia-Nya.
Kelak apapun gelar yang menyertai namamu, gelar itu tidak di bawa pulang. Namun setiap amanah dibalik gelar itu, tak satupun luput dari pertanggung jawaban yang begitu teliti.
Selalu libatkan Allah dalam setiap keputusan-keputusan yang kau ambil dan semoga setiap keputusan itu membawa kebaikan dan tidak menciptakan kedzoliman untuk orang lain atau dirimu sendiri.
Kamis, 28 Juli 2022 06.31