Avatar

BintangMalam

@bintangmalammm

apapun yang terjadi adalah yang terbaik. doa dan sabar penguatnya.

What Your Favourite Colour Says About You

1. White: This indicates a desire for simplicity, perfection and purity.

2. Red: This person is usually outgoing and lives life to the full. They are optimistic, hate monotony, and are driven and ambitious. They may also be impulsive or aggressive.

3. Maroon: This is often the favourite colour of someone who has had to cope with hard experiences in life. They are mature, generous and well-disciplined.

4. Pink: This indicates a desire for love, affection and security. It is a fragile, gentle and delicate colour that is linked to feelings of protection and care.

5. Orange: This is the colour of the flamboyant, fun-loving, sociable person. They are usually good-natured, popular, curious, fearless and dramatic. However, they may be fickle and restless, too.

6. Yellow: This color is associated with happiness, wisdom, a desire for novelty, a sense of adventure and a rich imagination. It is usually linked to a good sense of humour and a rational mind.

7. Green: Green symbolizes balance, hope, sincerity and peace. Green people are generally concerned about the wellbeing of others, are patient, modest, self-effacing – but can sometimes be exploited and used by others.

8. Blue: Blue is associated with compassion, caring, patience, perseverance, conscientiousness, self control and a sense of duty. These individuals are dedicated and reliable people – but also worry about how things will go.

9. Turquoise: These are more complex characters. They are creative and imaginative, and drive themselves hard to achieve their goals. Although they appear to be calm and controlled, inside they may feel tormented or perplexed.

10. Lavender: These people are usually impeccably dressed, are refined with a sense of class and culture. They have high ideals, are creative, charming, witty, classy and sophisticated. Typically, they are committed to causes that are noble and great.

11. Purple: Purple people are usually artistic, highly individual, unique and sensitive. They are independent thinkers, who are unconventional, and are likely to achieve positions of power.

12. Brown: Browns are known for their stamina and patience, for being conscientious, dependable and stable. They are rarely impulsive - but can be inflexible.

13. Grey: This is associated with caution, compromise, stability, hard work and good business sense. Greys are usually introverted and suppress how they feel.

14. Black: Blacks are dignified, mysterious, have hidden depths – and reveal very little of themselves, their beliefs, their hopes, desires and personality.

Kesempatan

Berjumpa dengan hari lahir adalah kebahagiaan tersendiri. Kesempatan demi kesempatan terbuang percuma. Mungkin sekarang saat usia semakin berkurang, saat usia semakin menua. Tidak ada yang tahu pasti akan hari kebahagiaan ataupun kesedihan. Yang perlu dilakukan adalah berupaya menjadi lebih baik dari yang dulu, dulu dan dulu. Memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya. Ia akan pergi seiring waktu berjalan, entah sadar atau tidak sampai merasa benar-benar telah menyia-nyiakan kesempatan baru akan menyadari. Aku pikir banyak hal yang terbuang percuma, menurutku itu adalah kesempatan juga. Dari hal kecil sampai hal besar. Untuk kali ini jangan sia-siakan.

Sebuah pernyataan

Sekarang aku percaya kalau bahagia itu sederhana. Buktinya aku sangat bahagia seharian ini saat kakakku mengatakan merindukan aku. Seketika aku dibuat terkejut, ada angin apa sampai kakak mengatakan hal demikian. Ya memang aku akui terakhir bertemu dengannya dalam hati berkata bahwa aku merindukannya ingin aku bercerita panjang lebar dengannya. Sampai rinduku terbalaskan saat ia juga merindukan aku.

Masa lalu

Perjalanan ke masjid digunakan untuk bercerita tentang masa lalu. Saat tertawa kadang ada saja yang memotong kesenangan kita, entah karena lupa atau menambahi cerita yang terlewatkan. Tanpa mereka sadari aku pun mengingat masa lalu merah jambu yang menjadikan aku sulit untuk mengikhlaskan. Tanpa aku sadari waktu melepas ku dari belenggu masa lalu, terimakasih masa lalu. Telah mengajarkan aku untuk ikhlas meski sulit namun dengan niat semuanya mudah. Terimakasih ya semoga kau bahagia.

Mengertilah tidak semua keinginan langsung terpenuhi. Butuh proses, sabar dan doa semoga apa yang diharapkan terkabulkan.

Ujian

Sering merasa gagal, meski segala cara dilakukan. Seakan keadaan memaksaku untuk berhenti saja, meninggalkan usaha yang selama ini berjalan. Hari berganti hari masih sama, tak ada perkembangan. Tapi tiba-tiba aku teringat akan suatu hal, segera aku meminta pada yang Maha Kuasa. Meminta agar aku diberi kesempatan untuk meraih mimpi yang selama ini didambakan. Allah memberiku waktu untuk lebih dekat lagi dengan-Nya, dengan segala yang menimpa.

Seharusnya ia menempatkan cinta pada porsinya. Jangan sampai membludak, nyatanya dia yang dicintai kadang kala melukai. Jangan merasa memiliki karena sejatinya dia yang kau cintai pun bukan miliknya, bisa saja ia pergi kapanpun dimana pun dan bagaimanapun keadaannya tanpa diduga-duga. Cintai sewajarnya saja, ingat cinta yang paling tinggi hanya untuk Dia. Iya Allah.

Ya Allah meski kerap kecewa pada diri sendiri, tolong bantu aku agar tak berhenti. Berhenti menggapai mimpi.

Sampai disini aku tahu bila sabar ku masih sempit, begitu sulit melapangkan hati kala ia sesak menghimpit. Oleh kata yang sebenarnya melukai, aku diam tak berniat membenahi. Karena yang ku lihat adalah mereka terluka, tersebab aku.

Kembali bertemu

Saat pendengaran ku mendengar bahwa kau akan datang, tiba-tiba suhu tubuh ku dingin. Mungkinkah ini efek nervous?, Mungkin. Dan semoga aku telah ikhlas melepas perasaan yang pernah tinggal. Semoga ini bukan karena aku masih bertahan dengan rasa yang tak terbalaskan.

Ku langkahkan kaki dengan riang gembira karena ku pikir kau tak akan datang. Mengingat betapa kau tak ingin melihat ku kemarin. Tapi perlahan langkahku memelan, kau di sana melihat ku. Lalu aku lihat kau palingkan kembali, dengan senyum aku sapa kawan.

Kenapa aku merasa ada kecanggungan?, Mereka bercerita tanpa peduli bahwa ada yang dalam kebimbangan. Ish, mungkin perasaan itu hanya aku saja yang merasakan. Mengingat aku pernah melihat mu bahagia dengan pilihan mu.

Kamu, aku tidak tahu apakah aku sudah mengikhlaskan atau perasaan ini masih tersimpan. Yang aku ingin, kau berbahagialah dengan pilihanmu. Jangan pernah merasa sungkan dengan perasaanku, biarkan saja. Karena bagi ku melihat cinta bahagia adalah sebuah kebahagiaan.

Berbeda

Mungkin kenangan dulu terbakar oleh kecewa berabu terbang terbawa angin. Sekarang telah berbeda diri yang malu-malu, kini sudah hilang. Menjadi beku, tak ada ekspresi selain wajah datar. Menghindar seakan menagih hutang, aku tak akan memaksa agar kau memaafkan. Biarkan waktu mengobati goresan luka yang membiru.

Yang terlupakan

Waktu mempertemukan kita yang terpisah oleh jarak, dihadapan mereka aku seakan asing. Tak ada senyum meski tipis, tak ada sapa meski canggung. Kita benar-benar asing, waktu begitu hebat merubah keadaan.

Meski ramai kita bisu, dengan perasaan bergejolak atas segala persoalan.

Ruang berbeda

Sore itu langit mendung ingin menangis, diam tak banyak kata menahan tangis. Merasa sudah banyak menampung air mata yang tertahan, dengan hidung merah dan mata sembab air mata berjatuhan. Apa yang dilihat nyatanya berkebalikan, tawa yang sesungguhnya menahan kesedihan. Tangis yang sebenarnya kebahagiaan, segalanya adalah pandangan. Dimana setiap dari kita hanya melihat dari satu sudut pandang, semuanya butuh pemahaman.

Berlomba dengan hujan

Aku tidak tahu bagaimana kau mencuri hati yang terkunci rapat, dengan cara apa kau buat aku terpikat. Aku sematkan luka di hati, namun kau tetap tersenyum seri.

Kau buat aku jatuh

Dengan cara yang indah

Daun menunduk menahan beban hujan, mata buram mendengar kau tak baikan. Satu persatu air mata berjatuhan, berharap kau kembali menjulang dengan senyuman.

Bila air hujan menyuburkan tumbuhan, semoga air mata melembutkan hati.

Menetap

Mengapa masih sama?

Padahal keadaan telah berbeda

Apa kau yang terlalu pandai mengambil

Atau aku yang menyimpan rasa

Dimana pun aku

Seakan kau ikut membuntuti ku

Bukan, bukan jiwa mu

Tapi kenangan dengan mu

Waktu menunjukkan bagaimana keadaan saat ini tak bisa lagi disamakan dengan dulu. Nyatanya aku masih tak beranjak dari masa lalu, kedua mata ku melihat bagaimana semua nya telah berbeda. Meski hati sedikit ngilu, aku katakan pada hati "biarin sakit, biar sadar dan bangun dari bayangan masa lalu." Jadi hati maafkan nona mu ini. Sekarang mari mulai cerita baru.

Beda Jalan

Ada yang menikah di usia 20an, alhamdulillah. Energi masih banyak. Idealisme masih membara. Perjuangan membangun keluarga insyaallah menjadi amal salehnya.

Ada yang menikah di usia 30an, 40an, atau lebih, alhamdulillah. Secara finansial sudah lebih mapan. Lebih matang juga dari berbagai segi. Kesabaran menjaga dan menyiapkan diri insyaallah menjadi amal salehnya.

Ada yang bekerja sesuai impian dan passion, alhamdulillah. Kerja jadi ngga kerasa kerja. Dedikasi insyaallah menjadi amal salehnya.

Ada yang bekerja di luar passion, alhamdulillah. Ada manfaat untuk sesama yang kadang lebih utama daripada impian pribadi. Kelapangan hati insyaallah menjadi amal salehnya.

Ada yang memulai bisnis dan berhasil di usia 25, alhamdulillah. Masa mudanya produktif dan bermanfaat. Kerja keras insyaallah menjadi amal salehnya.

Ada yang mencoba berbisnis berkali-kali dan baru berhasil di usia 40, alhamdulillah. Pengalaman gagal bisa jadi jalan buat rezeki tak ternilai bernama kebijaksanaan. Ketekunan insyaallah menjadi amal salehnya.

Hidup tidak selalu berjalan sama untuk semua orang. Ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Tetapi, itu ngga perlu jadi masalah. Kita hanya berbeda dalam memilih jalan amal saleh. Tujuan kita tetap sama, kan?

Kita mungkin bertolak dari titik yang berbeda. Rute perjalanan kita barangkali ngga sama. Waktu keberangkatan dan kedatangan kita pun mungkin beda. Tetapi, jika kita mengarah ke tujuan yang sama, perbedaan itu tidak menjadi masalah.

Rute mana pun yang tengah kita jalani, duluankah atau belakangan kita memulai, cepat maupun lambat kita berjalan, selalu ada kesempatan untuk menghimpun amal saleh.

Toh, yang ‘menang’ bukan yang paling duluan sampai. Tapi yang paling banyak bawa muatan amal saleh selama perjalanannya. Biasanya kalau pengen dapet muatan banyak, perjalanannya pun bakal lebih berat. Semoga kita kuat.

Tips Menulis Puisi

1. Pilih tema yang kamu kuasai

2. Tulis dengan sederhana dan jujur

3. Imajinasikan kata, bunyi, suasana, dan waktu secara bersama

4. Perbanyak membaca puisi yang bagus dan baru

5. Tiru cara penulisan puisi-puisi favoritmu dan campur agar originalitasmu sendiri muncul

6. Menulis secara terus-menerus dan minta pendapat orang lain

7. Sunting puisimu dengan membaca berulang-ulang

Selamat Pagi, Kak Iqbal! Salam kenal. Saya baru saja rampung membaca tulisan kakak yang judulnya 'Kita Lawan dengan Karya'. Bagus banget. Tapi ada yang ingin saya tanyakan atau lebih tepatnya minta saran. Saya suka menulis, meski tulisan saya masih jauh dari bagus. Nmn saya ttp menulis dan berusaha memposting. Hanya saja saya sering merasa apa iya tulisan seperti ini layak, lha kalau saya salah bagaimana, dan ragu2 yg lain. Adakah nasehat?

Avatar

Thank you. Good to know kalo kamu suka menulis, please keep doing what you are doing!

Saya sering mendapat pertanyaan serupa. Gimana caranya biar ga takut dicemooh? Gimana caranya biar ga minder berkarya? Gimana caranya biar kita ga ragu memposting karya kita?

Jawaban singkatnya: mulai aja dulu.

Jawaban agak panjangnya: ada 3 prinsip yang selalu saya pegang dalam berkarya.

1. First Draft is Always Rubbish

Setiap pekarya selalu memulai dengan karya yang “sampah”. Cek karya siapapun penulis/seniman favorit kamu, mereka selalu memulai dengan karya yang kualitasnya sangat jauh dibandingkan dengan karya yang mereka hasilkan sekarang.
Jadi kalau takut memulai karena takut jelek, ga perlu takut: karena sebenarnya pasti kejadian. Karya pertama kamu pasti “sampah”.
Mengetahui dan menerima bahwa karya pertama saya akan jelek membebaskan diri saya dalam berkarya.

2. Bukan Terbaik, Tapi Lebih Baik

Karena kita selalu mulai dengan karya yang “sampah”, saya selalu menanamkan di mindset bahwa tujuan saya berkarya bukanlah untuk menghasilkan yang terbaik, tapi untuk selalu menghasilkan yang lebih baik.
Kunci dalam berkarya adalah bertumbuh. Simpelnya, tidak apa-apa buat saya membuat sesuatu yang jelek, yang penting saya sudah memulai. Tapi besok, saya harus membuat yang lebih baik dari hari ini. 

3. Satu Orang Saja

Semua karya ada penikmatnya. Bahkan untuk karya-karya aneh yang mungkin bagi sebagian orang tidak masuk akal.
Jadi prinsip saya selalu sama: saya hanya butuh satu orang yang bilang senang dengan karya saya. Cukup satu. Cukup satu orang seperti kamu yang secara tulus bilang bahwa karya saya ada manfaatnya.
Dan saya jadi punya alasan untuk terus berkarya, lagi dan lagi.
Itu 3 prinsip yang saya pegang dalam berkarya. 3 Prinsip ini juga pernah saya ceritakan ketika bercerita pengalaman saya berkarya di Tumblr di acara Social Media Week Jakarta 2016 bareng @mamang-nasiuduk@prawitamutia.

Semoga bermanfaat!

Berikut beberapa tulisan lain saya yang membahas cara berani berkarya:

Avatar