Hello!

Tumblr is where tens of millions of creative people around the world share and follow the things they love.

Sign up to find more cool stuff to follow

“Entah seberapa besar aku mencintai kopi. Mulai dari proses pembuatannya, aromanya, rasanya, bahkan proses menikmati segelas kopi itu hingga tetes terakhirnya. Tapi mungkin aku akan lebih mencintai kopi'ku, jika setiap saat dapat kuminum berdua bersama kamu..”

Siapapun kamu, yang kelak akan selalu kubuatkan kopi..

Baik disetiap pagi, dikala senja, maupun dikala hujan..

Henny P. Rahayu

Ketujuh

Hmm.. kembali semuanya berseliweran, melintas, melesat-lesat di pikiran. Semua tentang kamu yang aku memang benar-benar belum mengenal. Ya, aku belum mengenalimu. Atau aku hapus saja semua ingatanku tentang kamu? Seperti yang sering aku katakan, “Kita tidak perlu saling bermusuhan. Cukup saling bertingkah seolah takpernah mengenal.” 

Ada di halaman ke berapa aku dalam kisah hidupmu? Akankah membersamai catatan-catatan kebaikan Rokib? Melengkapi keping demi keping rekaman kebaikan yang tercatat hingga hari pembalasan?

Hmm.. betapa bahagia orang yang pergi berdua menjejakkan kaki ke pintu surga, betemu, bercengkrama, hidup kembali dalam keabadian.

Surga

Adakah surga seperti dunia? Ia keindahan yang jauh lebih canggih daripada kecanggihan dunia fana saat ini. Ia sebuah kampung yang sama, tempat kehidupan baru orang-orang shalih dan shalihah berlangsung. Ia dihuni manusia bumi, manusia istimewa yang serupa kita temukan saat ini. Keshalihannya sama dengan karakter yang berbeda. Aku yakin, Tuhan tidak akan mencabut memori manusia penghuni surga tentang dunia. Tuhan tidak akan mencabut memori tentang amal-amal shalih yang mereka perbuat di dunia. Semua akan ada, lengkap, jelas di benak tanpa cacat. 

Surga takterbayang tapi ia dapat diciptakan dalam diri, sejak dini di dunia. Tentu dengan amal shalih dan kepantasan diri berada di dalamnya. Bersama di surga tentu lebih abadi dari sekadar bersama di dunia. Bersama di surga tentu lebih sulit dari sekadar bersama di dunia. Mengusahakan kebesamaan di surga adalah kebaikan. Menjalaninya tentu harus dengan jalan kebaikan karena arah yang dituju adalah kebaikan. []

“Kita itu kaya sumpit beb. Kalau nggak berdua nggak ada artinya”

—Ajay sukses ngegombal dengan mengerahkan seluruh kemampuannya via sms, sore ini tadi :p

SIMPLY

I stand here with a thousand words and tons of hopes

But blankness is the place they ended up the most

I’m lost in the frequency of the oddities

It feels so hard to breathe

I’m like a hapless piece of symphony that no one really cares to hear

You simply inspire me

Collide into me

But no one’s there

So why don’t you hold me

Why don’t you move me

So I know you care

I wonder how far to go

To simply have you and simply keep you

And now, when everything has been said and done

In silence I can only wish I am the one

I’m floating like a bubble that will pop and be gone

Just trying to make you see

The simplicity of lock and key

And how you’re never ever there to free me

calvin jeremy - berdua

Ku harap ku yang terakhir dalam hidupmu

Yang selalu bahagiakanmu

Hari demi hari berganti, waktu terus berlalu

Yang menjadi saksi kau dan aku

Ku harap kau jawaban dari penantianku

Setelah sekian ku menunggu

Ku ingin kau yang menjadi teman di hidupku

Yang terbaik dalam kisah cintaku


Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan

Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Tapi kau jangan pergi, tetaplah kau di sini


Ku harap kau jawaban dari penantianku

Setelah sekian ku menunggu

Ku ingin kau yang menjadi teman di hidupku

Yang terbaik dalam kisah cintaku


Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan

Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Tapi kau jangan pergi, tetaplah kau di sini


Hanya dirimu kasih, hanya dirimu

Hanya dirimu kasih, hanya dirimu cintaku


Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan


Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Berdua kau dan aku takkan terpisahkan, takkan terpisahkan

Berdua kita kan menjalin cerita bersama selamanya

Tapi kau jangan pergi (tapi kau jangan pergi)

Tetaplah kau di sini (tetaplah kau di sini) (berdua)

“Kita berdua bernyanyi, kita berdua menari. Kita berdua tersenyum, kita berdua bersama. Kita berdua bergurau, kita berdua bercanda. Kita berdua tertawa, kita berdua bahagia.”

Kunamaibintangitunamamu

150 Juta - Ainan Tasneem

Untuk kali ke seratus lima puluh juta
Mereka tanyakan engkau soalan yang sama
Eh kenapa kau masih lagi mahukan dia?
Apa kau buta apa kau pura-pura suka

Di seratus lima puluh juta kali itu
Di depan semua engkau tarik tangan aku
Yang sedang buat muka kosong tak ambil tahu
Sambil ketawa engkau bilang satu per satu

Dia mungkin bengis seperti singa
Tapi dia nangis tonton cerita Korea
Dia mungkin keras bila bersuara
Tapi dia jelas jujur apa adanya
Aku lagi kenal dia

Dah lebih seratus lima puluh juta kali
Aku pesan padamu apa yang bakal jadi
Engkau dan aku ada mungkin tidak serasi
Engkau sangat manis aku ini pula dawai besi

Di setiap seratus lima puluh jutanya
Aku pun dalam hati semacam tak percaya
Apa kau lihat pada aku jujurkan saja
Terus kau cubit dagu aku sambil berkata

Sayang mungkin baran tak kira masa
Tapi sayang tahan kalau yang salah saya
Sayang mungkin saja keras kepala
Tapi sayang manja bila kita berdua
Saya kenal sayang saya

Buat apa dicerita
Bahagia kita rasa
Biar tak dipercaya
Peduli orang kata

Baju ronyok tak apa
Asal pakai selesa
Berkilau tak bermakna
Kalau hati tak ada

Aku lebih bengis dari sang naga
Tapi bisa nangis semata demi cinta
Suaraku keras tak berbahasa
Kerna aku rimas gedik mengada-ngada

Aku mudah baran tidak semena
Mana boleh tahan angin cemburu buta
Dan aku sengaja tunjuk keras kepala
Aku punya manja kau saja boleh rasa
Rahsia kita berdua

“Konon, manusia punya satu sayap tak terlihat. Laki-laki di sebelah kiri. Perempuan di sebelah kanan. Butuh berdua agar bisa terbang ke angkasa”

Gigi geraham

Beberapa minggu terakhir, aku merasa sakit, kesakitan karena hal yg mungkin orang lain tak pernah merasa, tak pernah terlintas dalam benak mereka, bahkan ketika aku beri tahu penyebabnya pun mugkin mereka menganggap hal itu biasa saja. Diawal semester baru ini aku tidak menyangka bahwa hal ini akan mengganggu keseimbangan hari-hari yg akan aku lalui. ya, kehilangan dua dari tiga teman kosan yg pindah sepertinya memang hal yg wajar, sampai aku mengalaminya sendiri.

Diawal semester ini, aku lalui hari-hari di kelas yg baru. berkenalan, berbincang, dan hal lain seperti layaknya orang lain pada kelas baru yang ditempatinya. ketika dulu saat buka puasa sekaligus perpisahan kelas kami, aku tidak terlalu larut dalam kesedihan, karena aku berfikir kita pasti akan sering bertemu dan bermain bersama lagi. tidak aku sadari saat itu bahwa selain akan sedih karena kehilangan teman-teman kelas, aku juga akan sedih kehilangan dua teman kos ku yg akan pindah. sedih, lebih tepatnya sakit. sakit oleh sepi dan hampa di tempat biasanya mereka ada. seperti kehilangan gigi geraham, ketika tanggal tidak begitu menyakitkan, lalu setelahnya ada ruang hampa, ruang hampa ditempat mereka biasanya ada. ada untuk mengisi hari-hari ku, hari-hari kita.

Aku sadar bahwa aku adalah tipe yg memiliki kecenderungan sifat ekstrovert. ya, aku sadar bahwa aku sering kali terlalu bergantung pada orang-orang disekitarku. aku seperti sedang mengisi baterai tenaga ku ketika berkumpul bersama dengan teman-teman dekatku, orang-orang yg berarti bagiku. aku menjalani hari-hari ku secara normal, namun aku tahu ada satu hal yg mengganggu. hal itu adalah mereka tidak ada lagi disana. tidak ada lagi wajah-wajah mereka yg biasanya kutemui setiap aku pulang kuliah dan ingin berbagi cerita mengenai hari yg baru saja aku alami. tidak ada lagi mereka ketika aku ingin membeli makanan dan kita biasanya makan bersama. tidak ada lagi mereka yg asik dengan aktivitas mereka masing-masing ketika aku ingin membaca dan menginginkan mereka hanya untuk menemaniku. tidak ada lagi mereka saat malam hari, ketika kita punya waktu bersama dan kita habiskan dengan berbagi cerita haru dan canda tawa. ketika tidak ada lagi mereka, dan aku baru menyadari begitu besar arti mereka dalam mengisi hari-hariku.

Aku masih sering bertemu mereka dalam berbagai kesempatan. terkadang aku yg bersandang ke tempat kos baru mereka untuk sekedar bermain atau membaca. meskipun kini mereka memiliki tempat kos yg baru, aku berharap kita akan tetap sering bermain bersama meskipun tidak bisa sesering dulu, saat kita tinggal di satu kos yg sama. Aku ingin berterima kasih kepada mereka, dua sosok yg ternyata begitu begitu berarti dan menginspirasi hari-hari ku, Helti dan Dea. Aku sangat bersyukur aku telah bertemu, mengenal, dan sempat diberikan kesempatan bersama kalian dalam satu tempat kos yg sama. aku berdoa, semoga di tempat kos kalian yg sekarang, kalian selalu merasa betah dan senang. :))

“Lihat langit, mereka menulis nama kita berdampingan”

Loading more posts...