weker

Menjadi Konsisten

Mudahkah untuk menjadi konsisten? Bener, mudah di mulut. Tapi setengah mati dikerjakan. Jadi akupun mengamini ketika ada yang mengatakan bahwa untuk menjadi kebiasaan, sebuah perilaku yang baik harus dilakukan terus menerus minimal 40 hari. Ini agar secara integral : hati, otak dan fisik kita dibiasakan untuk menerima perilaku baru dan berakrab-akrab dengannya sehingga tidak timbul penolakan dalam pelaksanaannya. Sehingga perilaku baru itu tak asing.

Ambil contoh ketika kita mulai berusaha membiasakan diri sholat malam. Pada awalnya pasti sulit untuk membangunkan tubuh kita yang biasanya tengah lelap bermimpi. Tapi niat yang kuat mau tidak mau memaksa kita untuk bangkit sekalipun harus dipaksa dengan bunyi weker yang memekakkan telinga. Hari pertama, kedua, ketiga -karena tekad masih kuat- akan sangat mudah dilalui. Muncul perasaan bangga ketika telah selesai menunaikan komitmen kita pada diri sendiri. Eits, jangan puas dulu.. itu baru permulaan. Dijamin hari esok lebih greget lagi perlawanannya.

Maka dari itu niat dan komitmen harus selalu dijaga. Jika tidak, di malam berikutnya bisa saja yang terjadi : jam weker yang bunyinya super kenceng terdengar kayak di silent. Atau jika terdengar juga bakal dilempar membentur dinding. Atau dimatikan buru-buru. Mencoba membuka mata, beratnya minta ampun. Buka sedikit, tutup lagi. Memaksa diri bangkit dari tempat tidur, kasur empuk jadi magnet yang menariknya kembali. Begitu terus.

Jika kita terus-menerus berjuang dan konsisten, maka bangun sepertiga malam akan menjadi kebiasaan yang natural. Tak perlu weker, tak perlu bertarung melawan kasur, tak perlu menyiksa diri dengan memaksa bangun. Praktekkan selama 40 hari terus menerus : kebiasaan baik itu akan jadi milik kita sepenuhnya.

Tapi jika besok paginya kita mencoba lalu gagal dan menyerah: maka selesailah upaya itu. Rasa percaya dirinya akan runtuh dan menganggap bangun sepertiga malam itu sesuatu yang tidak mungkin. Atau tidak perlu. Yang paling parah : kita akan menyalahkan orang lain yang biasa bangun saat itu. Padahal sebabnya karena kita tidak mampu, meskipun kita tahu itu sesuatu yang baik.

Begitulah manusia, dan konsistensi adalah ujian dasar dari Tuhan untuk mengukur kekuatan kemauan kita. The power of will. Tanpa kemauan yang kuat, teguh dan sabar mengelola tantangan, kita hanya akan jadi manusia biasa-biasa saja. 

Mari kita belajar bersama-sama. Menjadi konsisten memang tak mudah, tapi bukan tidak mungkin. Yes We Can!

Bersama kita BISAAA!!!

:)

Kalau pacar kalian sanggup membangunkan kalian jam 2 subuh bilang : “Babe, shalat tahajud dulu, gih.” Tapi dia tidak sanggup melamar kalian kerumah, maka please deh, tidak perlu cekikikan bahagia, merasa dia orang baik sedunia. Karena itu gombal saja.

Karena weker, alarm HP, bisa mengambil-alih tugas tersebut, tanpa perlu dekat-dekat dengan pintu pergaulan bebas.

Dan jelas, weker bisa diandalkan, tanpa pamrih. Jangan tertipu hal-hal seperti ini. Mau dibungkus apapun, tidak ada definisi pacaran sehat, apalagi definisi pacaran islami. Tidak ada.

*Tere Liye

JAM WEKER, JAM HIAS, JAM MEJA, JAM FASHION, JAM GROSiR MURAH ONLINE

#jammeja #jamweker
#Reseller very welcome : D
lokasi JAKARTA
ReadyStok
katalog -klik-> http://www.tokoaksesorisku.com
#7FCFA6CD #BBM -TIDAK ADA GRUP ya

KLIK ini –> http://tokoaksesorisku.com/products/200/0/New/

#aksesoris #anting #gelang #kalung #aksesorismurah #aksesorisonline #aksesorisgrosir #grosironline #grosir #jualgrosir #jakarta #tokoaksesoris #tokoaksesorisku

View On WordPress

Mimpi Ke UK

bismillah. Begitu terbangun di pukul 2.30 Am, aku langsung merasa nano-nano. Senang sekaligus kecewa. Subhanallah. Aku bermimpi aku akan pergi ke UK. Begitu nyata.. ! Di awali dari diriku dan beberapa lainnya yang mendapat hadiah lux (jam tangan,weker dan sebuah bros perak mickey mouse yang berarti sebuah tiket ke sebuah negara!) Dan singkat cerita aku mendapatkannya, dari dalam sebuah produk ! Aku bagitu senang, menyelesaikan berbagai urusanku di Indonesia dan segera mendapat berbagai hal yang penting lainnya seperti harus sampai dibebaskan dari penyakit, segepok uang dalam berbagai mata uang untukku bertahan hidup dan lainnya! Mimpi ini terasa begitu nyata walau sebagaimana mimpi-mimpi lainnya, ada sedikit keanehan di dalamnya! Singkat cerita, orang tuaku mengijinkanku bahkan ayahku mengatakan untuk meneruskan kuliah di Cambridge! Namun, setelahnya ayahku mendadak begitu khawatir akan nasibku kelak sehingga menyuruhku untuk kembali setelah dua minggu kelak. Padahal aku sudah menyiapkan berbagai hal termasuk mental untuk bertahan di sana. Aku bahkan sempat bermimpi sudah di sana. Sedang bermain salju. (Aneh kan, di satu sisi belum berangkat tp sudah di sana juga) dan ada satu pesan yang begitu nyata kuingat dari ayahku yang menyuruhku untuk kembali lagi yang kurang lebih seperti ini ;

"Tak perlu pergi jauh ke tempat mahsyur di dunia untuk meraih ridha Allah Swt…!"


Dan, aku pun terbangun.
Subhanallah.. astaghfirullah. Masih begitu banyak amanahku di Indonesia yang menuntutku untuk menyelesaikannya! Oo Allah, please help your weakness slaver to solve these amanah.. Allahumma aamiin..