video;fancam

youtube

Rihanna at the Met Gala 2015 | China: Through the Looking Glass

youtube

Selena Gomez, Vera Wang, Vanessa Hudgens & Emma Roberts On The 2015 Met Gala Red Carpet In NYC

dailymotion

150504 | Showbiz Korea: Moon Ga Young Interview

“…Sehun and Baekhyun do a good job. It’s really fun”

youtube

(fancam) 150313 the exo'luxion in seoul - el dorado (xiumin focus)
안녕,나의우주 | do not reupload, do not modify.

youtube

Ben Howard - I Forget Where We Were in Paris, April 29th 2015.

youtube

Models Karlie Kloss and Gigi Hadid make a splash at Met Gala

youtube

Lay - 150419 EXO-L Japan fanclub event - Overdose

Credit: MondaYixing.

youtube

(fancam) 150308 the exo'luxion in seoul - my answer (d.o focus)
sabor a d.o. | do not reupload, do not modify.

youtube

this is probably my favourite non-phan thing on the internet ever

instagram

[Thebabylon Instagram] Song by ZICO ☺️ #ZICO #Thebabylon

youtube

(fancam) 150315 the exo'luxion in seoul - history (xiumin focus)
xiutiful boy | do not reupload, do not modify.

youtube

Ketika Kau Tidak Mematuhi Allah

“Qolilamma tasykurun?” Sedikit sekali kalian bersyukur. “Walaqad kholaqnakum tsumma showarnakum tsumma qulnaa lil malaaikatisjuduu li aadam, fasajaduu illaa iblis”. (QS Al A'raaf: 11)

Ayat yang sangat terang-terangan, saya membuat terjemahan singkat sebelum kita masuk ke subjek yang lebih berat.

“Kami menciptakan kamu. Kamilah yang telah menciptakanmu. Kamilah yang membentukmu. Jadi Kami tahu persis apa yang kau suka. Karena Aku yang menciptakanmu. Dan Aku tahu bagaimana Aku mendesainmu, Dan Aku tahu hal yang Aku masukkan ke dalam dirimu. Dan Aku tau setiap bagian tubuhmu. Dan Aku tahu semua keinginanmu dan semua hasrat dan nafsumu. Dan kemudian setelah membuat tubuhmu, tubuh fisikmu, maka Aku letakkan sesuatu, kau tahu, sesuatu yang menarik di dalam dirimu”, yang tidak disebutkan di sini. Tetapi Allah mengatakan, “tsumma qulnaa lil malaaikatisjudu li adam”.

Kami mengatakan kepada para malaikat, “Sujudlah kepada Adam. Mereka semua melakukan itu kecuali Iblis”. “Lam yakun minas sajidin”. Dia bukan termasuk orang-orang yang bersujud. Dia tidak akan pernah melakukannya. “Lam yakun minas sajidin”. Bukannya mengatakan “maa sajada au lam yasjud”. “Lam yakun minas sajidin”. Dia tidak akan pernah melakukannya. Allah sudah tahu sejak awal bahwa dia tidak akan pernah melakukannya.

“Qola maa mana'aka alla tasjuda idz amartuk”. (QS Al A'raaf:12)

Allah berfirman, “Ada apa denganmu? Apa yang mungkin mencegahmu untuk bersujud ketika Aku memberitahumu? Ketika Kuperintahkan kepadamu?”

“Qoola ana khairum minhu”. (QS Al-A'raaf:12)

Kau sudah tahu cerita ini. Ini memang bukan fokus pembahasan hari ini, tetapi penting untuk membangun diskusi tentang ini. Dia bilang, aku lebih baik dari dia. “Qola ana khairum minhu, kholaqtani min naar wa kholaqtahu min tiin” (QS Al-A'raaf:12). Kau menciptakan aku dari api, dan Kau menciptakan dia dari tanah liat.

Kau tahu, orang kafir tidak percaya bahwa Allah yang menciptakan dirinya. Seorang yang kafir tidak percaya bahwa Allah adalah Kholiq. Ini adalah kata-kata Iblis: dan Iblis berkata, “kholaqtani”, “Engkaulah yang telah menciptakan aku”. Dia tidak hanya beriman kepada Allah, dia berbicara dengan Allah. Dan dia mengakui bahwa Allah adalah Pencipta-Nya. Kekufurannya itu bukan hanya soal “saya tidak percaya Allah ada”. Kafirnya itu sesungguhnya terletak pada ketidaktaatannya. Saya akan mengatakannya tiga kali.

Kekafirannya itu terletak pada ketidaktaatannya.
Kekafirannya itu terletak pada ketidaktaatannya.
Kekafirannya itu terletak pada ketidaktaatannya.

Mengapa saya mengatakan itu tiga kali? Karena ada beberapa orang di antara para penonton, yang tidak mematuhi Allah, dan mereka mengatakan, “Ini tidak terlalu buruk! Setidaknya aku masih beriman. Setidaknya aku masih percaya. Aku bukan orang kafir. Saya memang melakukan beberapa dosa, saya tahu, itu memang kacau. Tapi itu tidak menjadikanku seperti orang kafir”

Kekafirannya itu terletak pada ketidaktaatannya.

Syaitan tidak akan, dia tidak perlu membuatmu kafir. Kalian masih bisa menyebut Allah sebagai penciptamu. Apa yang harus syaitan lakukan adalah membuatmu apa? Tidak taat. Yang perlu ia lakukan adalah membuatmu untuk tidak taat. Kau harus memahami itu. Dan jika kau terus mengatakan kepada diri sendiri, “Setidaknya aku masih beriman kepada Allah. Itu sudah cukup baik bagi saya”. Maka ketahuilah Syaitan juga beriman kepada Allah. Dia benar-benar percaya itu. Itulah sebabnya saya ulangi tiga kali. Kau mengerti intinya? Itu benar-benar penting untuk percakapan ini.

“kholaqtani min naar wa kholaqtahu min tiin”. (QS Al-A'raaf:12)

“Qola fahbith minhaa famaa yakuunu laka anta takabbaro fiihaa” (QS Al-A'raaf:13)

Dan Allah berfirman “Keluarlah dari tempat ini. Tempat ini tidak pantas bagimu untuk menunjukkan kesombonganmu di sini. Untuk berpikir, untuk menganggap bahwa dirimu hebat karena berada di sini. Untuk merasa dirimu besar di hadapan Allah”.

Apa yang kita ucapkan setiap kali kita pergi ke Shalat? Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Allah Maha Besar. Yang berarti aku tidak, aku tidak, aku tidak. Dan Allah berfirman, ketika kau tidak patuh, itu berarti kau merasa dirimu lebih besar. Kau berpikir dirimu lebih besar. Itu adalah ketidakpatuhan.

Jadi Allah berkata kepadanya, “Tidak pantas bagimu untuk sombong di tempat ini. Fakhruj innaka minash shoghirin. Maka keluarlah dari tempat ini, pergilah!” Kau diusir dari tempat ini! Kau termasuk golongan yang dipermalukan". Ash shoghirun di sini berarti dipermalukan.

“Qola andzirnii ilaa yaumi yub'atsuun”. (QS Al-A'raaf:14)

Ia berkata, “Beri aku waktu, tangguhkan aku. Beri aku sedikit tenggat waktu tambahan sampai hari orang-orang ini akan dibangkitkan kembali”. Sampai hari dimana manusia akan dibangkitkan lagi. Dia meminta kepada Allah, beri aku waktu sampai hari kiamat nanti.

Allah berfirman, “qola innaka minal mundzhorin”. (QS 7: 15)

Allah berfirman, kau akan diberikan waktu sampai.. kau termasuk di antara mereka yang telah diberi waktu. Aku izinkan kamu untuk tinggal untuk waktu yang lama.

‘Ulama tidak bersepakat apakah Iblis meninggal atau tidak, atau yang ada sekarang ini adalah keturunan Iblis. Atau apakah ini Iblis sendiri. Namun isyarat dalam Quran menunjukkan yang ia masih hidup. Bahwa ia masih ada. Kemudian dia akan.. Sebagaimana bahkan ada hadits yang menyebutkan misalnya Nabi shalallahu 'alaihi wassallam bertemu dengannya. Kamu tahu? 'Alaihi wassalam shalawatu. Jadi dia (iblis) masih ada dan dia ada di sekitar kita. Itulah Iblis. Itu Iblis yang sama dan ada di sekitar kita. Dan dia punya pasukannya. Dan dia punya bawahan yang akan terus membisikkan was-was atas namanya dan juga tentu termasuk dirinya sendiri.

Jadi Allah berfirman, aku akan memberikan waktu sampai, kau tahu, “innaka minal mudzorin”. Pada dasarnya ia mendapat masalah dengan Allah karena kita (manusia). Dalam pikirannya, siapa yang dia salahkan? Kita.

Kau tahu, dua saudara perempuanmu di rumah. Ini bukan adik dalam islam. Saudara kandung. Kau punya dua saudara perempuan di rumah. Dan kau berdua di sebuah ruangan. Dan salah satunya sedang menelepon, dan yang lain mengatakan, “Menjauhlah dari telepon! Aku juga ingin berbicara di telepon!” Dan kemudian yang lain menurunkan teleponnya dan berkata, “kau tidak bisa memerintah apa yang harus kulakukan”. Dan mereka mulai berkelahi satu sama lain. Dan kemudian salah satu dari mereka mendapat masalah. Aku tidak akan memberitahumu yang mana.

Salah satunya mendapat kesulitan. Sekarang dia mendapat masalah dengan orang tuanya, tapi siapa yang akan melihatmu dengan mata yang seolah-olah bisa menembakkan laser? Kau menyalahkan adikmu. Ini salahmu. Kau, arrghh.. Aku benci padamu! Orang tuaku membenciku karenamu! Tidak ada yang salah denganku. Aku tidak punya masalah tempramen. Aku tidak punya masalah apapun. Tapi kau yang membuatku tampak buruk.

Jadi, sekarang “walillahi matsalul a'la”. Ini masih hubungan “qurb”. Iblis itu, ia ingin menunjukkan bahwa dia dekat dengan Allah. Dan tahu dia telah dipermalukan karena kehadiran siapa? Ia menumbuhkan kebencian ini kepada manusia. Dan dia berkata, “Ya Allah biarkan aku membuktikan kepadaMu, bahwa Kau membuat pilihan yang salah. Izinkan aku untuk membuktikan kepadaMu, bahwa Kau seharusnya tidak menghormati mereka, Engkau harusnya menghormatiku. Izinkan aku untuk membuktikan kepadaMu, bahwa bukan aku yang seharusnya berada dalam kesulitan. Merekalah yang harusnya berada dalam kesulitan. Maka beri aku waktu sampai hari kiamat.”

“Fa bimaa aghwaitanii”. (QS7: 16)

Karena Kau membuatku tergelincir, karena Kau telah membuatku menjadi berbuat salah. Engkau telah menjebakku. Sebagai tambahan, ia juga menyalahkan Allah.

“La aq'udanna lahum shirotakal mustaqiim”. (QS Al-A'raaf: 16)

Saya akan duduk menunggu mereka. “Qo'adalahu” dalam bahasa Arab, untuk duduk di suatu tempat dan menunggu untuk menyergap seseorang. “Qo'ada” berarti, untuk duduk di suatu tempat dan dengan adanya huruf “lam” berarti menunggu untuk menyergap seseorang. Seperti bayangkan misalnya di luar pintu, salah satu dari kalian ada di balik pintu masjid, dengan pemukul bisbol, menunggu temanmu untuk keluar. Oke, mungkin tidak dengan pemukul bisbol, mungkin dengan membawa bunga atau sesuatu. Saya tidak tahu. Tetapi idenya adalah kau bersembunyi, dan kau menunggu seseorang untuk keluar dan kemudian kau menyerang mereka.

Dan seseorang yang sedang menunggu untuk menyerang pada dasarnya menunjukkan dirinya atau tidak? Dia tidak menunjukkan dirinya. Dan apakah dia akan menyerang sepanjang waktu atau pada saat yang tepat? Dia akan menunggu saat yang tepat dan kemudian ia menyerang. Ya kan? Jadi itu terungkap dalam “La aq'udanna lahum shirotakal mustaqiim”. (QS Al-A'raaf: 16).

Aku akan berada di jalan yang benar. Tapi aku tidak akan keluar sepanjang waktu. Aku akan menemukan saat yang tepat. Dan kemudian aku akan menyelipkan sesuatu dan menyelinap keluar sebelum mereka dapat menyadari aku ada di sana, yang sudah aku atur segala sesuatunya untuk mereka.

“Tsumma la aatiyannahum min baini aidiihim” (QS Al-A'raaf:17)

Lalu aku akan mendatangi mereka tepat di depan mereka. Apa yang berada di depan kita? Jalan yang lurus mengarah ke Jannah (surga), aku akan mendatangi mereka dan berkata, “Hei jangan kesini, jangan pergi ke Jannah. Jannah terlalu jauh, man.Aku akan memberimu sesuatu sekarang. Kenapa kau harus bekerja untuk Jannah?” Aku akan memberi mereka keuntungan jangka pendek.

Saya akan menjelaskan padamu salah satu dari sekian banyak interpretasi dari setiap perbuatan mereka. Dia akan datang pada mereka dari depan, “wa min kholfihim”. (QS Al-A'raaf:17) aku akan datang dari belakang mereka. Aku akan datang dari belakang mereka, menarik mereka. Kamu tahu? Seseorang menyerangmu dari belakang. Dia ingin kau berhenti. Kau membuat kemajuan, dan mereka ingin kau berhenti. Dan mereka menginginkanmu untuk mundur. Ungkapan ini digunakan dalam Al-Qur'an.

“Inqolabtum 'alaa a'qoobikum” (QS Ali Imran: 144). Kau akan berbalik pada tumitmu. Kau akan berbalik. ketika kau semakin dekat kepada Allah, kemudian kau mulai berbalik menjauh. Setiap kali aku melihat bahwa mereka membuat kemajuan, aku akan mulai menarik mereka kembali. Aku akan menyerang mereka dari belakang.

“Wa 'an wa aimanihim’ an syamaa i lihim” (QS Al-A'raaf:17)

Aku akan datang pada mereka dari kanan dan kiri. Hal ini telah diinterpretasikan dalam banyak cara. Yaitu dari sebelah kanan maksudnya adalah ketika mereka berada di antara kelompok yang baik, syaithan tetap akan datang kepada mereka. dan ketika mereka akan berada di kelompok yang buruk, syaithan pun juga akan datang kepada mereka. Karena makna dari “yamiin”, berarti kita sedang melakukan sesuatu yang baik. Sisi kanan diasosiasikan dengan perbuatan baik. Sisi kiri dikaitkan dengan perbuatan buruk.

Jadi dari kanan, bahkan ketika mereka sedang melakukan perbuatan baik, aku akan tetap menyelinap masuk. Bahkan ketika kau sedang membaca Quran, syaithan akan menyelinap masuk. Itulah kenapa Allah mengatakan, “fa idzaa qoro'tal quraan fasta'idz billaahi minasy syaithonirrajim” (QS An-Nahl ayat 98). Ketika kau sedang membaca Quran maka mintalah perlindungan Allah dari Syaitan. Mengapa?

Kau melakukan perbuatan baik. Apa yang Syaitan akan lakukan dengan perbuatan baik? “Tidak, aku akan mendatangi mereka ketika mereka sedang melakukan perbuatan baik. Aku akan menyerang mereka ketika mereka sedang melakukan perbuatan buruk. Karena aku tidak akan berhenti.Aku akan menemukan kesempatan”.

“Walaa tajidu aktsarohum syakiriin”. (QS Al-A'raaf:17)

Dan kemudian Engkau akan melihat, Engkau akan menemukan sebagian besar dari mereka tidak berterima kasih. Kau tidak akan akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur sama sekali. Dengan kata lain, ketika mereka tidak mematuhiMu, ketika mereka mematuhiku (syaithan), itu berarti mereka tidak berterima kasih kepadaMu.

Di mana ayat-ayat ini dimulai? Allah berfirman, kami menempatkanmu di bumi dan Dia memberimu banyak cara untuk hidup dengan baik. Benar? Ingat itu? Bagaimana keberlangsungan pembicaraan yang terjadi di sini? Allah mengajarkan kita, lihat! Allah memberitahu beberapa hal yang seharusnya tidak kita lakukan. Ada beberapa hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Sebagian besar dari apa yang ada di bumi ini adalah halal bagi kita. Berapa banyak daging haram bagi kita? Kita bisa menghitungnya. Bandingkan itu dengan apa yang halal untuk kita. Tidak bisa terhitung. Berapa banyak minuman haram bagi kita? Pada dasarnya variasi yang berbeda dari produk yang sama. Benar? Dan berapa banyak jenis minuman halal bagi kita? Kau tidak bisa menghitungnya. Itu adalah jumlah yang tak terhitung.

Jadi perbandingan antara apa yang telah Allah izinkan bagi kita untuk kita nikmati, dan hal-hal Allah katakan untuk kita jauhi, tidak bisa dibandingkan! Dan kau masih melakukan hal-hal yang Dia larang. Maka berarti kalian tidak tahu terima kasih.

Dan Iblis berkata, “lihat, seluruh dunia yang telah Engkau perbolehkan bagi mereka, dan Engkau telah halalkan itu bagi mereka. Tetapi beberapa hal yang Engkau haramkan, aku akan membuat mereka melakukannya. Dan Engkau akan melihat mereka termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih. Mereka tidak menghargai semua hal Engkau berikan kepada mereka. Mereka hanya ingin melakukan hal-hal yang dilarang. Walaa tajidu aktsarohum syakiriin”. (QS Al-A'raaf:17)

“Qolakhruj minhaa madz-uuman mad-huraa” (QS Al-A'raaf:18)

Keluar dari sini! Kau (syaitan) dinyatakan bersalah. Kau akan dipermalukan. Dan kau termasuk golongan yang diusir dari surga, keluar, terdepak dari tempat ini. “Laman tabi'aka minhum” (QS Al-A'raaf:18) siapapun yang mengikutimu di antara mereka.

Siapapun mengikutimu di antara mereka. Allah tidak mengatakan, siapa pun yang tidak percaya kepadaKu. Itu bukan syaratnya. Satu-satunya syarat yang Allah sebutkan di sini, “siapa pun mendengarkanmu, siapa pun memperhatikanmu (Syaitan) di antara mereka”. Apakah mungkin seorang muslim akan mendengarkan Syaitan? Kita adalah target yang lebih besar.

“Siapapun yang mengikutimu di antara mereka, la-amlanna jahannama minkum ajma'in” (QS Al-A'raaf:18) bukan kata “minhum ajma'in”. Aku akan mengisi neraka, aku bersumpah untuk itu, dengan kalian semua bersama-sama. Allah tidak mengatakan “mereka semuanya”, Allah berkata, “kalian semua”. Ini sebenarnya “li tauiyah”, untuk menakut-nakutimu, “Li Tahdid”, untuk menantangmu.

Yang membaca Quran akan berpikir, “Tunggu! Dari mana kata 'kalian’ berasal? Saya pikir Allah akan mengatakan, "Aku akan mengisi neraka dengan mereka”

Tapi Dia mengatakan, “Aku akan mengisi neraka dengan dirimu!”. Kau membaca kitab ini dan tiba-tiba dia menunjuk padamu! Ini menunjuk padamu dan saya! “Saya??” Ya, sebaiknya kau tidak mengikuti Syaitan. Karena satu-satunya sebab ayat ini menunjuk kepadamu adalah jika kau mengikuti Syaitan. Jadi kau benar-benar merasa takut. “Ya Allah tidak..”. Kamu tahu? Ini maksudnya adalah untuk menakut-nakutimu. Itu sebabnya bahasanya segera beralih menjadi orang kedua.

-ASB-

youtube