Dua Sayap

Engkau berkata “Laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa…”, bahwa tidaklah Engkau membebankan sesuatu padaku melebihi kapasitasku untuk menanggungnya. Pada titik ini aku tersadar, Kau ingin agar aku menjadi seseorang yang lebih kuat; pikirannya, fisiknya, serta ruhiyahnya.

Namun demikian, Engkau pun berpesan padaku, “wa khuliqal insaanu dha’iifa…”, bahwa setiap insan tercipta dalam kondisi lemah daya. Sekilas terkesan kontradiktif dengan cuplikan ayat pertama tadi. Tapi ternyata tidak. Sifat dasar manusia memang lemah daya. Tanpa oksigen beberapa menit saja hamba tak sanggup. Tanpa makan dan minum beberapa hari saja hamba bertekuk lutut. Pada titik ini aku pun tersadar, Kau mengingatkan sifat lemah yang melekat pada diriku, agar aku mau kembali pada-Mu. Agar aku mau bergantung pada-Mu, yaa Shamad.

Kau ingin aku menjadi pribadi yang lebih kuat. Serta dalam waktu yang bersamaan Kau ingin aku, pada-Mu, semakin dekat, terus mendekat. Sehingga kelemahanku pun bertemu dengan ke-Maha Perkasaa-Mu, setitik harapanku berkelindan dengan lautan Rahmatmu, segunung kegelisahanku berdekapan dengan selangit-bumi jaminan-Mu. Aku pun ingin begitu, Allahku. Aku ingin begitu. Maafkan aku yang selalu tak mampu.

Dibawah langit biru aku berkata; Aku mencintamu dengan segenap hati dan jiwaku, Tak sedikitpun ada keraguan tentang itu..

Diatas bumi tempatku berpijak aku berbisik; Aku mengharapkanmu dengan segenap doa dan impianku, Jadilah pendamping hidupku sayang…

Temani aku melewati segala coba dan goda yang mungkin datang, Jalani semua cerita suka dan duka di perjalanan cinta kita..

Jadilah pendamping hidupku sayang…

 

Genggam erat tanganku, Rengkuh aku dalam pelukmu.
Aku ingin jadi milikmu selamanya…

Kan kuukir indah nada-nada cinta kita dalam bingkai cinta dan kasih sayang, Jadilah pendamping hidupku sayang…

Aku tak butuh harta dan benda berharga, Aku hanya butuh kamu disisiku.
Merajut melodi hidup,
Menjalani ritmenya berdua beriringan,
Menghapus airmata bersama,
Menyeka peluh berdua.

Jadilah pendamping hidupku sayang…

Yang melantunkan bait-bait doa untuk kebahagiaan kita dan anak cucu kita, Jadilah pendamping hidupku sayang…

Kan kucintai engkau dengan kelembutan yang tulus, Kan kutemani engkau melewati segala sakit yang mungkin datang,  Jadilah pendamping hidupku sayang….

Kan kubuka jendela pagi hari, Agar kau dapat melihat indahnya mentari pagi, Agar kau bisa merasakan sejuknya udara pagi hari…

Jadilah pendamping hidupku sayang…

Temani aku menjadi tua bersama, Jadilah pendamping hidupku sayang….
Hamparan rumput yang menghijau adalah saksi aku teramat mencintaimu, Jadilah pendamping hidupku sayang…
Dibawah naungan sinaran bulan yang temaram aku berjanji, Hanya 

kaulah satu-satunya cinta dalam hidupku.
Setiaku hanya untukmu, Jadilah pendamping hidupku sayang.

http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/07/12/jadilah-pendamping-hidupku-sayang-576078.html

Ku tutup rapat mataku. Yakini untukmu, tercipta aku. Dalam getar, tanpa gebu dan bisu. Tapi aku tak mau tau, yang aku mau kamu tau, tiap denyutku adalah kamu.

Nyonya tanpa tuan, laksana raga tak bernyawa

Apa Tuhan menciptakan Tuan dan Nyonya satu?

Sebab bersama Tuan, Nyonya rasakan bahagia.

Berpisah adalah siksa.

Apa Tuan dan Nyonya diciptakanNya sepasang?

Sebab bersama Tuan, ada indah harmoni.

Sendiri, Nyonya piano kehilangan melodi

—Jalan Takdir, Kunamaibintangitunamamu

Kesedihan Harus Dirayakan

Tertawalah untuk kata-kata yang telanjur menjadi luka

Tertawalah untuk duka yang menyamar sebagai jenaka

Tertawalah untuk kenangan yang gagal dilupa

Tertawalah sebelum kita lupa untuk apa airmata tercipta

Tertawalah, yang terluka! Tertawalah yang berduka!

***

- Ini puisiku yang terakhir untukmu, jika suatu hari aku mengingkarinya, tak lain, aku sedang merayakan kesedihan bersama bayangmu yang tersimpan rapi dalam ingatan.

Namamu Aku Sematkan Pada Tulisan Ini

Kamu; yang diam-diam aku tempatkan pada alasan aku menunggu, serupa benang sari yang menanti angin menerbangkannya ketempat putik berada.

Hasrat yang memuncak pada ketinggian yang tak terjamah, hilang diterpa harapan hidup bersama.

Aku; bagian dirimu yang tak kau sadari, membalut tubuhmu dengan cinta yang aku miliki.

Namamu aku sematkan pada tulisanku, ia selalu berada pada setiap awal paragraf yang aku buat.

Sempurna sebuah rahasia cinta, berjajar pada larik-larik cerita, namamu ada-tak mudah terjamah pada pembaca.

Aku mencintaimu, dan aku akhiri tulisan ini dengan bahagia, sebab sempurna namamu telah tercipta.

Cari Tahu, maka kau telah sempurnakan tulisanku.

Kamu

Kamu cantik.
Kamu lukisan Tuhan.
Akan selalu begitu di mataku.

Kamu menawan
saat terdiam,
tersenyum,
apalagi tertawa.

Kamu tercipta untuk tidak dilupakan. 
Itulah tawamu bagi hidupku.
Itulah wajahmu di ingatanku.

Apa yang buat aku bahagia 
adalah apa yang aku lakukan buatmu.
Apa yang buatku ceria dan tenang 
adalah kehadiranmu.
Aku menyayangimu adalah kenyataan.
Aku tidak akan mundur atau lari dari itu.

Aku sayang kamu, 
dan keluargamu.

Mintalah bantuanku.
Aku tidak berpikir dua kali.
Aku pasti mau. Mampu.
Rasa sayang tidak pernah 
merepotkan, jika itu kepadamu.

Aku mengagumi kelebihanmu.
Kamu memiliki kekurangan yang tepat.
Demi Tuhan, aku ingin melengkapi.

Aku menceritakanmu kepada ibuku.
Di hadapan teman-temanku, 
aku  siap menyanjungmu.
Kepada dunia, 
aku tidak merahasiakanmu.

Kamu adalah kebanggaanku.
Dan pada tiap dadaku berdoa, 
namamu ada.

Denganmu aku ingin menua.
Sampai rambutmu memutih, 
kamu tetap akan kujaga. Aku ingin 
tidur di sampingmu setiap malam.

Setiap pagi, saat aku terbangun, 
aku ingin melihat wajahmu.

Tuhan Maha Tahu..
Tiada hal remeh yang sia-sia..
Setiap hal tercipta dan terjadi untuk tujuan tertentu..
Hanya saja kita memang ditakdirkan untuk tahu lebih dulu..
Kesepian hadir karena ramai yang sudah usai. Kerinduan tercipta karena kita yang tak lagi ada. Kehilangan terjadi karena kita sempat saling menemukan.
Wanita

"Wanita tercipta dari tulang rusuk pria

Bukan dari kakinya untuk dihinakan

Bukan pula dari kepalanya untuk disembah

Tetapi dari tulang rusuk

Yang dekat dengan tangannya untuk dilindungi

Yang dekat dengan hatinya untuk dicintai”

Terima kasih,

Kepada pria-pria yang telah menjaga, memuliakan, serta mencintai wanita dengan tulus

Kelak kesungguhan hatimu itu akan terbalas

Dia yang jadi pendampingmu kelak, wanita mulia di sisi Tuhan.

Bersama embun yang tercipta pagi ini, ku bisikkan namamu. Sebagai saksi bisu bahwa aku masih ada dengan rasa yang sama.
—  OH
Cinta Tak Perlu Disangsikan

Sesekali aku merasakan jatuh cinta. Sesekali aku merasakan sakit hati. Sesekali rindu menggebu tak tahu diri. Aku belajar untuk mencari tahu dimana letak kebenaran, di dalam hati yang sewaktu-waktu datang, sewaktu-waktu pergi. Sesekali sama, cinta yang jatuh pada satu tempat. Sesekali berbeda, cinta harus sakit tanpa obat.

Aku mencari tahu dimana letak pembelajaran, di  jeda kehidupan yang aku lewatkan, ketika tertidur dalam kesakitan. Barangkali benar kata orang tua, jika terlalu cepat jatuh cinta, terlalu cepat pula merasakan sakit karenanya. Perihal pertemuan, semua sudah ditentukan, bersabarlah, keadaan ini masih terlalu muda untuk dilewatkan.

Adakalanya, aku membongkar paksa pikiran, mencari dimana letak kesalahan. Hingga aku temukan satu, “cinta sudah tercipta jauh sebelum Adam dinyatakan bersalah, dan turunlah mereka dari surga. Lantas, apa cinta masih perlu disangsikan adanya?”

Semu A

A, aku ingin sekali berada tepat di sampingmu
Meniti apa yang terjadi dalam hidupmu
Mengemas segalanya menjadi milik kita
Namun aku tak ingin serupa B yang biasa.

A, aku cemas kau payah sendirian
Kau mungkin awalnya tak mau menjadi yang pertama di depan
Entah kutukan siapa yang merekatkanmu di sana
Yang ku tahu kau selalu melengkapi aku dengan siaga.

A, aku adalah kamu
Kita adalah satu
Sejak tubuh yang bersajak ini terlahir, kau selalu hadir
Di tiap baitku, menjanjikan sesuatu.

Temani aku, A
Selamanya, abadilah di sana
Di tiap puisiku yang tercipta
Untuk hidup yang selalu ingin mendua.

Terima kasih, A
Jangan lelah untuk ku panggil sesekali
Bila nanti kau masih saja berbunyi
Bawalah pula arti, makna karyaku ini.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video