tahrim

Bukan semudah lafaz yang diucapkan ketika akad nikah. dalam membina satu rumahtangga muslim yang ideal memerlukan banyak pengalaman, didikan, disamping mujahadah untuk meruntuhkan perangai diri sendiri yang masih belum biasa hidup berdua. Banyak pasangan boleh tampak intim dan romantik pada pandangan masyarakat. segala gambar dan ucapan sweet sahaja di laman sosial. Namun tak banyak pasangan mampu menjadi intim, romantik dan harmoni pada pandangan Allah.

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu" (At-Tahrim 66: 6)

Tugas yang berat. Menyelamatkan keluarga dari api neraka. suami menyelamatkan isteri dari api neraka, isteri menyelamatkan suami dari api neraka, ibu bapa menyelamatkan anak-anak, anak-anak menarik ibu bapa ke syurga, keluarga sendiri lagi, keluarga mertua lagi. keluarga masyarakat lagi. anak-anak usrah lagi. keluarga anak usrah lagi.

Buat pendamba dalam Mihrab Cinta. hiasi diri dengan taqwa. moga dambaan mu diterimaNya.

Di sebalik lafaz akad itu, terkandung seribu makna bagi jiwa yang memahami dan bisa menghayati, tanggungjawab terhadap insan amanah Allah swt, buat insan bergelar suami dari insan bergelar ayah. Disinilah nilai taqwa kepada Allah swt, nilaian utama saranan Rasulullah bagi yang mengharapkan redhaNya dari sebuah pernikahan.

Semoga Allah memelihara kita dlm mencari KeredhaanNya.

Wallahhu Ta’ala a’lam.

#thedaiegraphy #dakwahmudah #abuhanifah #muhasabah #malaysianmuslim #ikutcarakita #my_genggua #twt_insta

Ey iman edenler! Samimi bir tevbe ile Allah’a dönün. Umulur ki Rabbiniz sizin kötülüklerinizi örter, Peygamber’i ve onunla birlikte iman edenleri utandırmayacağı günde Allah sizi, içlerinden ırmaklar akan cennetlere sokar. Çünkü onların nurları, önlerinde ve yanlarında koşar da, “Ey Rabbimiz! Nurumuzu tamamla, bizi bağışla, çünkü sen her şeye kâdirsin.” derler.
—  Tahrim Sûresi 8. Ayet Kerime
Zaman ahir zaman,

Kısadır zaman,
Tövbeye geleceksin, Söyle ne zaman..
Neye yarar tövbe etsen o zaman ;
Azrail başına geldiği zaman


 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا
‘Ey iman edenler! Samimi bir tevbe ile Allah’a dönün. ’ /Tahrim Suresi -8

BİSMİLLAHİRRAHMANİRRAHİM

66.8 - Ey iman edenler! Samimi bir tevbe ile Allah’a dönün. Umulur ki Rabbiniz sizin kötülüklerinizi örter. Peygamberi ve Onunla birlikte iman edenleri utandırmayacağı günde Allah sizi, içlerinden ırmaklar akan cennetlere sokar. Onların önlerinden ve sağlarından (amellerinin) nûrları aydınlatıp gider de, «Ey Rabbimiz! Nûrumuzu bizim için tamamla, bizi bağışla; çünkü sen her şeye kadirsin» derler.

(Tahrim suresi 8. ayet)

IN THE NAME OF ALLAH, MOST GRACIOUS, MOST MERCIFUL

66.8 - O ye who believe! Turn to Allah with sincere repentance: in the hope that your Lord will remove from you your ills and admit you to Gardens beneath which Rivers flow, the Day that Allah will not permit to be humiliated the Prophet and those who believe with him. Their Light will run forward before them and by their right hands, while they say, Our Lord! Perfect our Light for us, and grant us Forgiveness: for thou hast power over all things. 

(The Holy Quran: Surah At-Tahrim Ayat 8)

Perfect for Us Our Light (Quran 66:8 – Surat at-Tahrim)

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Our Lord, perfect for us our light and forgive us. Indeed, You are over all things competent."

Quran 66:8

From the Collection: Quran 66:8

Originally found on: islamreflection

Surah At-Tahrim, Ayah 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

O you who believe! turn to Allah a sincere turning; maybe your Lord will remove from you your evil and cause you to enter gardens beneath which rivers flow, on the day on which Allah will not abase the Prophet and those who believe with him; their light shall run on before them and on their right hands; they shall say: Our Lord! make perfect for us our light, and grant us protection, surely Thou hast power over all things.

PEYGAMBERİN KEYFİNE GÖRE DÜZENLEDİĞİ AYETLER-1

Tahrim 5: Eğer o sizi boşarsa Rabbi ona, sizden daha iyi kendini Allah a veren, inanan, sebatla itaat eden, tevbe eden, ibadet eden, oruç tutan, dul ve bakire eşler verebilir.

Peygamber eşlerine hitap eden Allah, peygamber karılarının kalbinin kötü yola saptığını ve doğru yola girmelerini önceki ayetlerde emretmişti. Demekki tam başırılı olamamış şimdi de onları tehdit ediyor sizi boşatır peygambere daha iyilerini alırım diye. Müslümanlar bu ayeti okuyup dua etmiyor mu ben ona yanıyorum. Sırf bir adamın cinsel hayatının düzene sokulması için yazılmış bir ayet. Bunun Allahın bir ayeti olduğunu düünmek ne kadar doğru? Allah, peygamber eşlerini tehdit edecek kadar aciz mi? Tüm evreni ilgilerndiren bir kitapta peygamber karılarından söz etmek ne kadar doğru? bu ve bunun gibileri, peygamberin daha rahat yaşamak uğruna uydurduğu ve allah öyle söylüyor diyerek milleti kandırdığı ayetlerdir..

Koskoca sonsuz zekadaki bir tanrı, uzayda çok önemsiz bir gezegende(dünya) tüm alemlere gönderdiği kitabında neden muhammedin eşlerine özel ayet gönderir? Bu çok mantıksız. Muhammedin evlilik hayatını ilgilendiren ayet gönderilmesi, sanki kuranı sonsuz zekadaki bir tanrı değilde, insani duyguları olan bir insan yazmış anlamı çıkıyor.

İlgili ayet : http://www.kuranmeali.org/66/tahrim_suresi/5.ayet/kurani_kerim_mealleri.aspx

youtube

Surah Tahrim - Sheikh Mustafa Ismail

Heart-Rendering Qira’at

"Perempuan Sempurna” (Catatan Untuk ISTRI yang berusaha HEBAT tanpa SUAMI HEBAT)

Oleh: Afifah Afra

Bismillahirr Rahmanirr Rahim…
Siapakah Kau, Perempuan Sempurna?
Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hafalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?

Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya. Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim.

Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hafal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah.
Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti. Ini terjemah ayat tersebut:

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

SEBUAH KONTRADIKSI

Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman.

Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu? IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami saya! Tak ada apa-apanya, bukan?. Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin

Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbukumul a’la.”

Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

PEREMPUAN SEMPURNA

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: ”Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran.

"Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah Istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu? Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-raba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami.

Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Rasul terkasih Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib ra, seorang pemuda mukmin yang tangguh.

Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri.
Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina? Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…

JADI, YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita. Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama.
Namun, jemari akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman.
Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.
Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi   terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”

Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetap melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah Ta’ala!

Wallahu a’lam bish-shawwab.

Afifah Afra