selfreminder

Akan ada waktunya dalam hidup ini kita merasa apa apa yang kita harapkan itu akan datang.

Setiap hari semakin dekat. Seakan akan ianya memang akan segera terwujud dalam waktu dekat.

Namun kemudian dalam sekejap, tiba tiba harapan itu menjauh. Semakin jauh dengan cara yang tidak kita duga.

Sebagian dari hati kita menerima. Sebagian lain tidak. Karena masih saja terkaget kaget dengan alur hidup yang sudah Dia tetapkan.

Tidak perlu lah kaget, tidak usah pula mengutuki keadaan.

Bukan kita yang salah, dan bukan berarti Allah tidak sayang.

Justru karena sayangnya Allah pada kita lalu Allah uji kita.
Justru karena pedulinya Allah pada kita lalu Allah jauhkan harapan tadi dari kita.

Padahal kalau kita mau saja sebentar pejamkan mata dan pikirkan kenapa ini semua terjadi pada kita, kita akan mengerti bahwa semua kejadian ini akan berujung pada satu hal, Allah maunya kita begini, bukan begitu. Supaya kita dibuat paham. Bahwa setangguh apapun rencana kita, serapih apapun rencana kita, yang kuasa tetap Allah yang punya.

Ada kendali dalam diri kita yang tidak bisa kita hindari.

Maka berhentilah menangis. Berhentilah merutuki keadaan mu, sayang.

Kalau kita sudah berdoa, berusaha dan ikhtiar dengan maksimal, terima saja ketetapan Allah buat kita dengan tanpa banyak tanya..

Susah? Siapa bilang gampang :3
Tapi Allah bukan tidak melihat, Allah lihat semuanya, dan Allah paham tanpa kita jelasin.

Allah Maha Mengerti :’>

Maka mintalah kepada Allah agar hati yang dulu lemah dan lelah, dikuatkan dengan caraNya :’>

Sekuat baja. Sekuat power ranger.

#selfReminder #abaikanYangTerakhir #lagiLapar ._.

Sesungguhnya aku sedang menasihati kamu, bukanlah bererti akulah yg terbaik dalam kalangan kamu. Bukan juga yang paling soleh dalam kalangan kamu, kerana aku juga pernah melampaui batas untuk diri sendiri. Seandainya seseorang itu hanya dapat menyampaikan dakwah apabila dia sempurna, nescaya tidak akan ada pendakwah. Maka akan jadi sikitlah orang yg memberi peringatan. - Imam Hassan Al-Basri

اَللَّهُمَّ صَلِّ َعلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آِل سيدنا مُحَمَّد

#justsharing #justquotes #sharingiscaring #sharingbyhasanah #hasanahsharing #selfreminder #notetous #sekadarshare #silarepost #silashare

jika kamu merasa bebanmu lebih berat daripada yang lain, itu karena Tuhan melihatmu lebih kuat daripada yang lain :3

sebab sebenarnya dalam diri kita masing masing tersimpan potensi diri yang sangat besar dan kekuatan yang hanya akan keluar jika kita banyak menghadapi masalah ataupun beban dalam hidup kita.

dan dari Allah lah segala sumber kekuatan itu.
meskipun kita mesti memikulnya sendiri, meskipun kita menganggap ini semua ndak adil dan kita merasa capek sendiri. meskipun kita akhir akhir ini sering merasa sendirian bahkan sampe jalan di lorong kampus pun sendirian,
memikul amanah sendirian,

tapi justru dalam kesendirian itulah kita tau bahwa satu satunya yang ndak ninggalin kita cuman Allah aja, yang terus ngasih kita sumber kekuatan yang kita sendiri gatau darimana asalnya ya cuman Allah aja.

kalo nangis siapa yang ngerti? Allah aja.
meskipun terisak isak sendirian? Allah aja.

cuman kadang kita sering gak peka sama cintanya Allah ke kita makanya semuanya terasa berat dan terasa sendirian.

uwuwuwuw Allah Maha Romantis<3

#selfReminder #semangatYoya #buahahaha

10 Alasan Mengapa Aku Suka Menulis
  1. Menulis dapat mengurangi beban pikiranku yang (sering kali) rumit, lalu mengubahnya menjadi lebih terstruktur, sistematis dan masif.

  2. Menulis dapat meredam emosi (emotional healing). Lagi kesel? Marah? Sedih? Tapi gak mau cerita ke siapa-siapa karena gak mau ngebebanin mereka? Menulis adalah solusinya.

  3. Menulis dapat mengasah bakatku­—yang dari kecil emang suka nulis apapun, penting maupun gak penting. Siapa tahu suatu hari nanti aku bisa menulis bukuku sendiri. *aamiin*

  4. Menulis dapat merekam jejak-jejak pemikiranku dari waktu ke waktu. Dari jaman curhat alay sampai kritik-kritik sosial.

  5. Menulis dapat mencegahku menjadi seorang-wanita-yang-belum-tua-tapi-udah-pelupa, karena menulis dapat memperkuat memori dan mempertajam ingatan.

  6. Menulis adalah caraku bercerita, karena aslinya aku pendiem banget, anggun dan lemah lembut.

  7. Menulis adalah salah satu cara bikin gebetan kegeeran. Walaupun kadang suka salah sasaran. Nulis buat siapa, yang kegeerannya siapa. Pffft.

  8. Menulis catatan-catatan syukur setiap harinya adalah caraku agar tidak lupa bahwa hidupku begitu bahagia dan sempurna.

  9. Menulis adalah belajar. Aku tidak mungkin menulis sesuatu yang sebelumnya tidak kupelajari terlebih dahulu—dari membaca atau dari pengalaman sendiri.

  10. Menulis adalah cinta. Kecintaanku pada deretan huruf yang menjelma menjadi kata-kata, yang pada akhirnya dapat mengubah dan memengaruhi pemikiran manusia.

Kesimpulan: Menulis itu menyenangkan. Ayo konsisten menulis dan tinggalkan jejak kehidupan kita di bumi. Jangan sampai kita “mati hanya meninggalkan nama, tanpa meninggalkan karya.” ♥

Ini alasanku, apa alasanmu? :D

Bismillah..

Apakah dengan kita jujur, lalu Allah jadi males nolong kita? Gak tuh.

Sebenarnya ketika kita dikasi kesempatan buat nyontek itu Allah lagi nguji kita. Lebih takut mana, ke nilai jelek , ke dosen atau ke Allah?

Dan kita lebih sering takut sama nilai jelek. Takut sama dosennya. Padahal ya salah kita sendiri kenapa males belajar :’)

Mana mungkin Allah menelantarkan orang orang yang meniatkan diri untuk jujur, kemudian dia melangkahkan kakinya dan pergi ujian karena Allah?

Padahal kita suka gemas liat petinggi negara yang korupsi. Suka kesal liat pejabat yang buang buang uang rakyat. Suka bete karena pajak yang dibayarkan malah jatuh ke tangan yang salah. Suka sedih liat pemimpin negara yang udah gak tau lagi yang mana yang bisa dipercaya.

Tanpa sadar bahwa kita yang sepuluh tahun lagi bakal duduk disana dan kita mempersiapkannya dengan mencontek atau nitip absen.

Jangan marah kalo nanti anak anak kita dipimpin oleh generasi yang suka bohong. Generasi yang suka ngarang. Generasi yang senang sekali menjiplak. Generasi yang hobinya kalo ujian itu nyalin jawaban teman trus dikumpulin atas nama dia :‘3

Jangan kesal kalo nanti generasi penerus kita bakal bikin negara ini makin runyam. Kan mereka niru kita..

Kalau mau marah, marah sama diri sendiri kenapa gak mau jujur.

Yang susah itu bukan jujurnya, tapi memulainya.
Lupakan kebiasaan nyontek kita. Tinggalkan.

Kadang meninggalkan sesuatu yang udah jadi kebiasaan itu emang susah. Sama kayak meninggalkan perasaan. Susah. Tapi kita butuh memaksa diri dan hati untuk move on dari yang lama. Supaya kita lega..

Wallahua'lam semoga kita termasuk orang orang yang senang memperbaiki diri (hati?) untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi :333

#gapapaGakNyambung #intinyaJanganNyontek #selfreminder #hugSemuaYangBerniatJujurSelamaUjian #persatuanOrangOrangYangSenangDiperbaiki #lapar

Bersih bersih

Suatu hari ‘Aisyah sedang berada di rumah Nabi, ia mempergunjingkan seorang wanita dengan mengatakan, “sesungguhnya wanita ini benar-benar kebesaran bajunya.” Maka Nabi bersabda, “muntahkanlah! Muntahkanlah!” Aisyah pun muntah dan mengeluarkan sepotong daging. (H.R Abud Dunya dalam kitab Targhib 4/284)

********************

Suatu hari ketika Abu Muslim Al Khaulani pulang ke rumah dan menemukan istrinya bersikap berbeda, tertunduk mengetuk-ngetuk tanah dalam rumahnya tanpa perapian. Abu Muslim bertanya “Mengapa engkau?”
Istrinya menjawab, “sesunggunya kedudukanmu tinggi di sisi Mu'awiyah (khalifah) san kita tidak memiliki pelayan. Jika kau meminta pada Mu'awiyah niscaya dia akan memberimu pelayan dan harta yg banyak”.
Abu Muslim menjawb, “Ya Allah, siapapun orangnya yg telah merusak pandangan istriku terhadapku, maka hukumlah dia.”

Sebelumnya, istri Abu Muslim kedatangan seorang wanita yg bergunjing dengannya untuk meminta harta lebih pada suaminya.

*************************

Al Fudhail bin 'Iyadh mengatakan bahwa apabila datang kepada Anda seseorang yang mengadukan kepada Anda perihal sikap seseorang lainnya, maka katakanlah kepadanya, “wahai saudaraku, maafkanlah dia, karena sesungguhnya sikap memaafkan itu lebih dekat dengan ketaqwaan.” Jika ia mengatakan, “hatiku tidak tahan untuk memaafkan, melainkan aku akan membela diri sebagaimana yg diperintahkan Allah” maka katakanlah kepadanya, “orang yg pemaaf dapat tidur diatas peraduannya dengan tenang, sedang orang yg membela diri, tiada hentinya membahas perkaranya, yakni selalu berpikir bagaimana caranya untuk membela diri, jalan apakah yang akan ditempuhnya, apakah dia harus mengatakan anu dan anu kepadanya ataukah berbuat anu dan anu kepadanya, dan seterusnya. Sudah barang tentu orang yang berpikir seperti ini akan selalu gelisah”

*****************

“Cukuplah keburukan bagi seseorang dengan menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim adalah haram atas muslim yang lain akan darah, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuhmu dan rupamu, tetapi Allah melihat kepada hatimu”. (H.R. Muslim)


Sesungguhnya bila kamu mengintai-intai keburukan orang, maka kamu telah merusak mereka atau hampir merusak mereka”. (H.R. Ahmad)


Dari Abu Hurairah r.a, bahwa sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Adakah kalian mengetahui, apakah mengumpat itu?” Para sahabat menjawab : “Allah dan RasulNya lebih mengetahui”. Rasulullah kemudian bersabda : “Engkau menuturkan sesuatu tentang saudaramu yang tidak menyenangkan”. Lalu ditanyakan : “Bagaimanakah pendapatmu jika apa yang aku katakan itu adalah memang benar terdapat padanya?” Jawab Rasulullah : “Jika apa yang engkau katakan benar terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah menggunjingnya. Dan jika apa yang engkau katakan tidak terdapat pada saudaramu, berarti engkau telah memfitnahnya”. (H.R. Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Puasalah kamu pada hari ‘Asyura dan janganlah kamu menyerupai padanya dengan orang Yahudi. Puasalah kamu (dengan puasa ‘Asyura) sehari sebelumnya atau sehari selepasnya.” (Hadis riwayat al-Baihaqi)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang melapangkan (menyenangkan) keluarganya pada hari ‘Asyura, Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.”(Hadis riwayat al-Baihaqi)

#semogaAllahredha #jomambiltahu #fahamdanamal #selfreminder #photoofreminder

Hanya yang bijak & ‘tahu’ Agama tidak menegur 'depan-depan’ tetapi disapa secara peribadi di 'belakang-belakang’ dengan penuh hikmah & kelembutan.Tak ramai yang mahir dengan seni ini kerana ramai yang mahu tunjuk hebat,lebih tahu & berilmu bila membuat teguran.
.
Kita lihat saja di alam maya,berapa ramai yang 'tergelincir’,memberi nasihat-nasihat sinis & kasar sewenang-wenangnya sehingga mengaibkan orang yang ditegur/dinasihati.
.
Kita terlalu suka bersangka-sangka walaupun tak tahu hujung pangkal cerita.Malah,kadang kala,mereka yang belajar Agama juga tersilap cara.Itulah namanya manusia,perlu diingatkan sentiasa kerana kita mudah terbuai dengan pujian dan penghargaan manusia.Mahu dilihat tahu dalam pada syaitan mentertawakan kita kerana kita sudah terjerat dalam perangkap mereka.
.
Seni ini harus kita pelajari kerana percayalah,jika silap cara,nasihat yang diberi hanya seperti mencurah air ke daun keladi.Yang ditegur tidak terkesan untuk membaiki diri malah teguran & nasihat yang diberi menjadi provokasi rasa amarah & benci.
.
Kita belajar sama-sama mulai hari ini.
.
Pelajar sampai mati,
Dr.Anwar Fazal
.
P/s:Jika rasa bermanfaat,tolong kongsi.Jzkk.

#hasanahsharing #justsharing #dranwarfazal #sharingbydranwarfazal #spreadthis #selfreminder #muhasabahdiri

Seberat apapun barbel yang sanggup kau angkat, apa kau mampu mengangkat selimut lalu berduaan dengan Rabb mu di waktu subuh?

Apakah selimut terlalu berat? Apakah kelopak mata yang terlalu nyaman menutup? Ataukah iman kita yang terlalu lemah?

Bagaimana jika tibatiba Allah biarkan mata terus tertidur dan tidak bangun bangun? Bagaimana perasaanmu ketika membuka mata namun yang terlihat adalah gelap? Lalu pelan pelan yang datang bukan orangtuamu, bukan saudaramu, bukan siapa siapa. Cuma malaikat yang bertanya “Ma Robbuka?”.

Sebab orang yang terkuat adalah yang sanggup melawan rasa ngantuk saat adzan subuh berkumandang.

Dan nikmat subuh hanya akan didapatkan oleh mereka yang cinta pada Tuhannya. Bukan cinta di lisan atau di media sosial.

Karna nikmat subuh tak akan pernah tergantikan. Tak pernah.

Meskipun dengan segelas teh hangat dan film spongebob depan mata :‘3

#agakGakNyambung #selfReminder #abaikanTheLastStatement #yangBacaTerlaluSerius #senyumSikit

Kalau ragu kembali ke petunjuk, Al-Qur'an. Seharusnya sebagai orang yang beriman kita tak perlu ragu-ragu
—  Papa dalam diskusi tentang Hukuman Mati