sayyidina

Bolehkah Menambahkan kata “Sayyidina” dalam Shalat?

Ada sebagian anggapan bahwa menambahkan kata “Sayyidina” dalam shalat tidak diperbolehkan karena hanya boleh diucapkan diluar shalat. Benarkah mengucapkan kata Sayidina dalam shalat(tasyahud awal/akhir) tidak boleh? Yang boleh dan benar diucapkan hanya diluar shalat? Menyertakan kalimat “SAYYIDINA” dalam sighat shalawat atas Nabi ketika shalat tidak membatalkan shalat bahkan sebaliknya mayoritas ulama seperti Ibn Dhahirah, Ibn http://dlvr.it/2x6yx9 http://www.sarkub.com/

Aku mengagumimu.

Kontribusi @duniajilbab bareng febryanarinda

Aku mengagumi saat kau kumandangkan adzan.
Aku mengagumi saat kau sedang berdiri tegak mendirikan sholat.

Aku mengagumi saat kau lantunkan ayat suci Al Quran
.

Aku mengagumi saat kau tinggalkan duniamu demi akhirat.

Namun aku takut, aku takut melupakan Dia yang memberi rasa ini.
Aku takut melupakan Dia yang menitipkan rasa ini.
Aku takut melupakanNya dan menomor duakanNya.
.

Aku takut rasa kagumku pada Rasululullah memudar.
Aku takut rasa cintaku pada Allah meluntur.
Aku takut rasa kagumku padamu meruntuhkan semuanya.
.

Akhirnya kusimpan rasa ini.
Aku tak ingin seperti mereka yang pada akhirnya menodai kesucian cinta.
Kusimpan namamu dalam doaku.
Beri aku waktu untuk memantaskan diri. Pun denganmu.
.

Aku ingin kelak kau bisa menjadi seperti Sayyidina Umar bin Khattab. Sebagai pemimpin dia tegas, sebagai suami dia lembut pada istri, sebagai ayah dia paling menyayangi anak-anaknya.
.

Biarkan rasa ini mengalir apa adanya. Jika kau memang untukku, inshaa Allah kelak kita dipertemukan dalam ikatan halal, tanpa melalui jalan yang haram. #duniajilbab 😇😊🙏 (at tag sahabatmu ^^)

PANTASKAN : PEMIMPIN MUDA

Secara naluri, manusia ingin dipuji dan dihormati setinggi-tingginya serta ingin berada diposisi teratas dalam karir, status dan pendidikan, namun tidak ingin dihina apalagi dijatuhkan martabatnya.

Kalau begitu mari pantaskan diri!.

Membangun nilai-nilai kebaikan dan menyampaikannya dengan cara yang baik, dimulai dari perbuatan praktis terhadap semua prinsip, ide dan tingkah laku. Maka pantaslah jika Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata :

“Barang siapa yang menampilkan dirinya menjadi pemimpin orang ramai, hendaklah ia mulai mengajar dirinya sendiri lebih dahulu sebelum mengajar orang lain, hendaklah menjaga tingkah lakunya lebih dahulu sebelum menjaga lidahnya. Orang yang mengajar dan menjaga diri sendiri lebih patut diberi penghormatan daripada orang yang mengajar dan menjaga orang lain.”

Believers Must Know The Seerah Of The Holy Prophet (asws)

BismillahirRahmanirRahim


O Believers! This month of Rajab is flying away from us- we should not let it pass without putting our names in the book of those who are successful in this month. Do not forget that Awliyaullah are saying, ‘Rajab is a month of planting, Shaban is a month of irrigating the fields, and the month of Ramazan is a month of reaping and harvesting.’
O Believers! We must know our history. We must know the lives and events of those who came before us. Not the histories of our nations. Not the histories of our tribes. Not the histories of our jahiliyah days and jahiliyah nations. Not malayani history. We must know the history of those who were Beloved to Allah (swt). And the most important history that a believer must know, that a believer must be connected to, is the history of the Beloved of Allah, the history of Sayyidal Awwalin wal Akhirin, Sayyidina Muhammad (asws). The believers must know the Seerah of the Holy Prophet (asws). The son of Hz. Saad ibn Abi Waqas is saying: Our father would teach us the battles of Rasulullah, he would teach us the seerah of Rasulullah, and he would tell us that these are the traditions of your fathers, so study them.
And Hz Ali ibn Huseyin, the grandson of Hz. Ali is saying, ‘We were taught the Seerah of Rasulallah like we were taught the Quran.’

-Sheykh Lokman Effendi (Hazretleri)

Cara Membaca Shalawat Yang Benar

Para ulama kita menegaskan bahwa dalam membaca shalawat kepada Raslullah harus dengan bacaan yang benar, agar terhasilkan pahala dan mafaat dari bacaan tersebut. Misalkan, dalam melafazhkan huruf “shad” pada kalimat “Shalli” harus jelas dan benar sesuai makhraj-nya, jangan sampai tertukar dengan huruf “sin”. Karena bila demikian maka maknanya akan berubah total.  Kemudian dalam melafazhkan “Shalli” http://dlvr.it/2Wby8z http://www.sarkub.com/

If I desired, i could write enough commentary on the Fātiha to load the backs of forty camels.

- Sayyidina Imam Ali ibn Abi Talib رضي الله عنه‎

Sannah helwah buat Tuan Guru, Al-Allamah Habib Umar bin Muhammad bin Salim ben Hafidz yg ke 52 tahun.
.
Moga-moga Habibuna dipanjangkan usia. Halalkan segala ilmu yg diturunkan kepada kami. Moga Allah سبحانه وتعالى memperluaskan ilmu Habibuna, moga majlis majlis yg pernah bersama sama kami hadiri bersamamu menjadi asbab kami dibangkitkan bersama samamu serta ulama’ lain di akhirat kelak.
.
Al-Alim Al Allamah Al Hafiz Al Arifbillah Syeikh Habib Umar bin Hafiz merupakan seorang ulama & wali Allah. Keturunan Rasulullah saw yang ke 39 daripada Sayyidina Husein.
.
Diberi gelaran hafiz hadith kerana beliau menghafaz 100 000 hadith berserta sanad & matan. Dari kecil menuntut ilmu dan menghafaz matan-matan dengan guru-gurunya dikalangan para wali Allah.
.
Moga dengan ilmu yg telah dikongsikan kepada kami semua menjadi asbab lurusnya jalan utk kami ke Syurga bersama-sama.
.
Aamiin Allahumma Aamiin. Insya Allah.

Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.
—  Sayyidina Ali
tentang

perjalanan di bumi ini
tentang memperbaiki diri
tentang menjagahati
tentang manfaat bagi sekitar
sejenak demi sejenak
meluruhkan ke AKU an
mendekat ke pemilik cahaya
ALLAH SWT dan kekasih NYA , SAYYIDINA MUHAMMAD SAW ~

blogspot , juli 2013 | khoirunnisa m. sirri
Umar ibn Khattab (R.A)

Some of the best quotes by “Ameerul Mu'mineen” SAYYIDINA UMAR IBNUL KHATTAB (R.A), the second Khalifah of Islam


“Get used to a tough life, for luxury does not last forever”
— Umar ibnul Khattab (R.A)

“I have never regretted my silence. As for my speech I’ve regretted it many times”
—Umar ibnul Khattab (R.A)

“ALLAH SUBHANA TA'ALA loves moderation and hates extravagance and excess.”
—Umar Ibn Al-Khattab (RA)

“I thought of all types of wealth, but couldn’t find a better wealth than contentment in a little”
— Umar ibnul Khattab (R.A)

“Let not your love become attachment, nor your hate become destruction.”
—  Umar ibn al-khattab {Radi’Allahu anhu}

“May ALLAH TA'ALA bless the man who says less and does more.”
—  ‘Umar ibn al Khattab (Radhiullahu ‘anhu)

“Patience is the healthiest ingredient of our life.”
—  Umar Ibn Al-Khattab (R.A)

“Doing good for a good done to you is simply repayment, whereas doing good for an evil done to you is a tremendous virtue.”
—  ‘Umar ibn al Khattab (R.A)

Umar ibn al Khattab (R.A) said: ”Invite people to Islam even without words” They asked ”How?” He replied ”WITH YOUR MANNERS.”

“I fear the day where disbelievers are proud of their falsehood and Muslims are shy of their faith.”
—  Umar ibn al-Khattab (R.A)

"The biggest gift after IMAAN (Faith) is your WIVES.”
— Umar ibnul Khattab (R.A)

Saya mencintai Ka'bah bukan kerana batunya, saya mencintainya (Ka'bah) kerana ia adalah ‘Rumah Allah’

Saya mencintai Kota Madinah bukan saja kerana tanahnya, saya mencintai Madinah kerana tanah yang ada disana adalah Kota nya Rasulullah SAW

Saya mencintai Al Quran bukan kerana keindahan mushafnya tetapi kerana itu Kalam Allah

Saya mencintai Sayyidina Nabi SAw kerana beliau adalah KEKASIH ALLAH

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

barang siapa yang tidak dimenangkan oleh kesabaran , maka ia akan dihancurkan oleh keluhan
—  sayyidina Ali bin Abi Thalib ra

No Hot Pants for Men!

“Ketika Ka'bah sedang direnovasi, Nabi Muhammad ﷺ bersama dengan Sayyidina Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ mengambil batu. Sayyidina Abbas ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ berkata kepada Beliau ﷺ, ‘Angkatlah jubahmu sampai di atas lutut agar kakimu tidak terluka oleh batu.’ Tetapi, akibat diangkatnya jubah, Beliau ﷺ malah tersungkur jatuh. Seraya menengadahkan pandangan ke langit Beliau ﷺ berkata, ‘Ini gara-gara jubahku, ini gara-gara jubahku.’ Kemudian Beliau ﷺ mengikatkan jubahnya dan sejak saat itu Beliau ﷺ tidak pernah menampakan auratnya lagi.”
[HR. Bukhari]

Tahukah kamu aurat laki-laki itu? Aurat laki-laki itu antara pusar dan lutut. Sekarang tengok celana milikmu/ayahmu/saudaramu/suamimu/mertuamu/anakmu. Sudahkah celana mereka memenuhi syarat menutupi aurat mereka? Adakah celana mereka rendah sampai dibawah pusar? Adakah celana mereka pendek sampai di atas lutut?
Hal ini berlaku juga ketika anda akan bermain bola maupun berenang. Bagaimanakah celana yang anda gunakan? Apakah ada kemungkinan tersingkap ketika digunakan? Lalu apa langkah anda untuk mencegah sampai tersingkapnya aurat anda?
Ya Akhii, aurat bukan hanya milik wanita. Batasan aurat juga berlaku untukmu. Hijab bukan hanya untuk wanita, hijab juga berlaku untukmu. Islam itu indah, dia tak memberatkan pihak satu terhadap pihak lain. Aturan-aturan yang dibuat juga bukan untuk memberatkanmu, namun untuk menjagamu.
Barakallahu fikum || 🌾فطمه – View on Path.

Tasbeeh phiri te dil na phriya 
ki laina tasbeeh parh ke hoo
You have been counting your rosary beads, but your heart hasn’t taken a turn for the better. What can anyone gain from such a practice?
Sultan ul Arifeen | Sultan ul Faqr | Sayyidina Sultan Bahu رضي الله عنه

aku telah mencari kenyamanan untuk diriku , maka aku tidak mendapatkan sesuatu yang lebih nyaman daripada meninggalkan apa yang bukan merupakan urusanku
—  sayyidina Ali bin Abi Thalib ra
Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang.
—  Sayyidina Ali bin Abi Thalib