raksasa

Raksasa Jumawa #2

Selang sehari balasan surat baru aku kirimkan. Maaf. Tapi jika benar kau melihatku dari sudut-sudut ruangan selama beberapa dini hari, kau pasti tahu, aku selang sehari membalas bukan artinya malas.

Beruntung kau menyuratiku siang itu, aku terselamatkan dengan suara gesekan kertas yang kau simpan di bawah pintu. Terima kasih. Bahkan ketika aku belum membukanya, ia sudah menenangkanku.

Suratmu aku terima di tangan kanan. Aku membukanya dengan tenang; sudah lebih dulu tenggelam dengan salam yang kau berikan.

Kau, aku harus memanggilmu apa?! Penting tidak ya pertanyaanku?! Jika tidak, aku akan langsung bercerita.

Raksasa jumawa yang kau lihat itu, aku juga melihatnya. Hawanya meng-entah-kan aku tanpa ilmu yang bisa menjelaskan. Dia membuatku asing dengan diriku sendiri. Kedua kakiku, diikat oleh yang tak terlihat. Hati dan pikiranku ditipu oleh sesuatu darinya yang semu. Dia melumpuhkan aku hingga benar-benar ujung kuku; melumat hingga ke kelokan nadi-nadiku.

Kau, mendengarnya memperlakukanku begitu, aku harus mengalahkannya, kan?! Dan hanya aku yang bisa, kan?! Iya, kan?! Bisa jika aku memintamu menemani?!

Jika bisa, penuhi persediaan sabarmu, semangat, kemampuan mengertimu, dan es krim dalam jumlah banyak. Sisanya aku yang akan membuat semuanya menjadi mungkin. Jangan tanyakan soal senjata, biarkan itu menjadi rahasiaku yang paling baru. Kamu cukup menemaniku.

Balasan suratku, harus selesai di sini. Raksasa jumawa itu melihatku dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan bisu paling bisu.

Salam. Kutunggu kesediaanmu.

youtube

Raksasa - Taklukan Dunia @ Traxkustik November 2011 edition

Triunfante: Garohana the Sun Eater

Garohana or Buto Garohana, was an ancient fearlesss, Javanese titan. According to the legend, he tries to eat the sun just like his other kinds (We Javanese believe that giants ate the sun when there are solar eclipses). He leads a group of elephant and men eater titans, and hates how people seal his powers and broke his plan long time ago. The flames and the masks are parts of his faces.

Raksasa - s/t

Salah satu album yang paling saya antisipasi diakhir tahun 2011, karena teaser single-single nya seperti “Pesawatku Delay” dan “Imsomnia” cukup catchy dan nempel dikepala.
Sudah beberapa bulan ini lirik “Delay! pesawatku delay…” menjadi soundtrack terbaik dan pas saat menunggu waktu boarding yang tiada jelas kapan datang. Begitupun lirik “waktu terbalik siang jadi malam…” lumayan menjadi pengingat untuk memaksakan diri tidur saat melihat jam menunjukkan pukul 3 pagi.

Selain lirik, saya juga tertarik dengan kombinasi dua gitaris; Adrian Adioetomo dan Iman Fattah. Yang satu dikenal sebagai pengusung delta blues yang memiliki suara gitar yang sangat tua mengingatkan pada suasana jaman koboi; sementara Iman Fattah saya kenali sebagai pemilik suara gitar yang cenderung modern dan seringkali terdengar kasar dengan layer layer distorsi.

Kombinasi unik ini ditambah dengan karakter vokal Adi Cumzky membuat album ini menjadi seperti Jane’s Addiction memaksa Jonny Greenwood memainkan repertoir Black Crowes dengan bintang tamu Adrian Adioetomo dan Pepeng Naif.

Adi Cumzki, Adrian Adioetomo dan Iman Fattah membuat karakter band ini menjadi lebih unik, karena mereka tetap mempertahankan karakter masing-masing namun juga sukses berkolaborasi satu sama lain untuk membuat lagu-lagu di Raksasa tidak sekedar menjadi ‘band sampingan’, tetapi band yang memiliki karakter dan integritas tersendiri.

Kemudian setelah mendengarkan satu album bolak balik, saya mengikrarkan diri untuk menyaksikan penampilan live super group ini. Kayaknya bakal lebih seru dibandingkan sekedar memutar CD sambil terkantuk-kantuk.