Things You Can Finally Get to this Summer

1. Apply for Scholarships
You need money. Don’t even try to deny it. We can all use a little help, and help is definitely out there! Some scholarship search websites:
- Fastweb
- College Board
- Your University Site

2. Look for Internships
Experience is the best teacher and perhaps can give you something more than the ones you’ve had all year in classrooms.  Put yourself out there so you can really learn what is and isn’t right for you. Some internship search websites:
- Internships
- Glassdoor
- LinkedIn

3. Brainstorm Research Ideas/Projects
Read up on research being done in your field of interest and see where it takes you.  Does it peak your interest? Affirm your decision to work in this field? Spark a new curiosity? Inspire you to work on a project of your own? Some research archives:
- Sage Journals
- Your University Site

4. Learn a New Skill
Knowledge is good, yeah, but what can you do? Learn how to do something whether it be practical and useful or just plain fun and interesting.  Everything can only add to your charm and character. Some (free!) places to learn: 
- Coursera
- edX

5. Relax
You just worked your ass off for a good full year.  You deserve a break.  Yes, there are lots of things you can do to be productive this summer but your sanity is equally worth your while, so spend some time on yourself! You earned this.

“Whatever you perform of good works, Allāh knows them and He will reward you for them in the best manner.” [Tafseer Ibn Katheer]

Even if others don’t recognize your efforts, remember that Allāh does, and that is what really matters at the end of the day. Continue performing good deeds.

O Allāh, grant us the ability to perform righteous deeds till our very last breath! Aameen (‘O Allāh! Accept our invocation’).

9 Ways to Write Smarter, Not Harder

Many budding–and established–writers have day jobs that prevent them from dedicating their days to their writing. How can you use your free time to turn your writing into something substantial? What’s the solution to that pressure? Adjust your time management skills to maximize the time you do have to create something you can be proud of.

Control what you can.

Let go of what you can’t.

Enjoy writing and the passion will show through.

1. Outline and plan.

Make a do-to list of unfinished projects or revisions. Check your list regularly and decide where to spend your time. Use a calendar to track your progress and work toward your goals. Sounds like an obvious step, but seeing it written down will help you see the gaps that need to be filled.

2. Prioritize.

80% of your accomplishments will come from 20% of your efforts. Learn to say ‘no’ to things that aren’t getting you closer to your goal. If you want to write a novel, focus on novel writing, not poetry and short stories. Know where you want your career to go and take the measurable steps to get there. There are only so many hours in a day. When you go to bed at night you want to know you’ve done everything you can to feel good about your writing.

3. Set deadlines.

Is there a writing contest coming up that you want to submit to? Focusing on working backwards from a deadline can help your motivation and feel like you are working towards something exciting. Not only will you know someone is waiting to read your work at the end, but you’ll also set yourself up for small ego-boosting achievements that let you know ‘yes, youcan do this.’

4. Organize a block of time when you can’t be interrupted.

Close the door. Leave a note. Set up a time every day or every week that is for writing and writing only. If others respect your time, you will too.

5. Have a ‘room of one’s own.’

Set up a work desk that is for writing and writing only. That way your routine is inherent: when you sit down at this desk, it’s writing time. If you share a desk with a partner, try to keep things organized in folders (digitally and physically) so that you can get right into your work instead of clearing off someone else’s things.

6. Let yourself have social (media) time.

Breaks are part of productivity. It’s okay to go on Twitter, blog about what’s on your mind, and update your Facebook status. When you take regular breaks you’ll be more focused when you settle back in. Not only online, social activity can spur on your writing too: join a critique group, go to coffee with a fellow writing friend, join a writers’ guild, or attend a writers’ conference. You’ll find others have the same hobby and want to talk about it too.

7. Stay flexible.

Working smarter isn’t about putting your blinders on. There is a fine line between defending your procrastination and using your prioritizing to get a project done. Life is the messy bits, there will always be things that get in the way of achieving what’s important to you. Knowing when to give and when to take is part of being a successful person–and a successful writer. If you start to skip your carved our ‘writing time’ ask yourself: “Did I choose the right time of day to write? What is my body clock telling me?” If you aren’t a morning person, a 6am wakeup call to write isn’t going to help you. Maybe you need to use your lunch break from work to write? Maybe you need to write after your kids have gone to bed?

“Effective goal setting is about constant ‘check ins’ and making sure your writing plan is right for you.”

8. Lean on your support system when you need to.

Ask your family do mow the lawn, do the dishes, or other household tasks. If your support system can help unload some pressure, you’ll be more free to focus on your passion. Get hungry for that ‘me’ time.

9. Plan Ahead.

Charge your iPad, get books from the library in advance, bookmark the writing blogs you want to read, favorite the tweets you want to go back to–accomplish small tasks in advance to set yourself up for success during your blocked off time for writing. Don’t spend your time settling into to your writing routine, have it ready and waiting for you.

Okay, battled my anxiety about interacting with people on the internet (I always worry that I am going to annoy them somehow, which usually results in my flailing at my screen for 10-20 minutes until I go do something else just to keep myself from getting too anxious). This time, I won. I replied to AO3 comments!.So that’s my accomplishment internet-wise for the day.

Also, I have comments! On my stories! *happy*

Menjaga Interaksi Harian dengan Quran

diterjemahkan dari Beating Procrastination Series: Keeping a Daily Relationship with the Quran

Suka menunda melanda kita semua. Bagaimanapun, jenis penundaan yang paling serius adalah yang menjauhkan kita dari jalan Allah dan perbuatan baik.

Adalah sesuatu yang menarik, bagaimana orang biasanya menunda untuk melakukan perbuatan baik atau pekerjaan yang bermanfaat, tapi jarang menunda perbuatan buruk atau pekerjaan yang tidak berguna! Itu mengingatkanku pada apa yang dikatakan oleh Imam Zaid Shakir dalam wawancara terbaru kami dengannya, dia berkata dengan jelas, “suka menunda berasal dari setan”.

Saya ingin mengatasi masalah yang terus berkembang di kalangan Muslim saat ini: suka menunda dalam membaca/tilawah Quran dalam kehidupan sehari-hari. Kita menyebutnya penundaan, tapi dalam kasus tertentu, itu bisa disebut mengabaikan Quran (semoga Allah melindungi kita).

Alasan, Alasan…
Biasanya, apa yang membuat orang menunda baca Quran sehari-hari berkisar di antara enam alasan ini:

  1. Kurangnya waktu: “Aku tidak punya waktu! Aku terlalu sibuk!”
  2. Sudah cukup membaca Quran dalam shalat: “Aku membaca Quran dalam shalat setiap hari…”
  3. Mental blocks: "Aku ingin berada dalam keadaan mental/spiritual tertentu untuk membaca Quran, dan aku jarang mendapatkan ‘keadaan’ itu setiap hari”
  4. Rasa bersalah: "Aku belum menyentuh Quran bertahun-tahun, aku merasa buruk, aku merasa tidak bisa membacanya sekarang, mungkin nanti kalau pergi haji atau saat Ramadhan”
  5. Tidak bisa membacanya: “Aku tidak tahu bagaimana cara membaca Quran”
  6. Kurangnya pemahaman: “Aku bisa membaca Quran, tapi aku tidak memahaminya, jadi menurutku, tidak ada gunanya membacanya”

Kita telah mendengar alasan-alasan in dalam berbagai variasanya dan kita akan mengatasinya di bawah ini insya Allah.

Mengabaikan Quran adalah Sesuatu yang Serius
Pertama, saya ingin menekankan tentang bahayanya tidak menjaga hubungan dengan Quran. Allah SWT berfirman dalam Quran, “Dan Rasul berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini diabaikan.” (QS Al-Furqon: 30)

Bayangkan Nabi Muhammad SAW mengadu tentang saya dan kamu pada Hari Pembalasan kelak karena kita telah meninggalkan Quran? Bagaimana beliau tidak mengadu jika beliau SAW telah meninggalkan untuk kita Buku terbaik, mu'jizat sepanjang zaman, firman Allah dalam genggaman tangan kita, tapi kita hanya membiarkannya berdebu di rak buku!

Imam Ibn Qayyim Al Jawziyyah membuat ringkasan tentang jenis-jenis pengabaian terhadap Quran:

  • Tidak mendengarkan dan memperhatikan ketika Quran dibacakan
  • Tidak menjalankan/tidak patuh pada ajarannya tentang halal haram, bahkan jika orang itu masih percaya atau masih membacanya. Tidak cukup kita hanya mempercayainya dan membacanya, tapi abai menjalankan ajarannya
  • Tidak mengatur dengannya atau tidak menjadikannya sebagai hakim/penentu dalam semua urusan agama
  • Tidak merenungkan maknanya, memahaminya, dan mengatahui apa yang Allah inginkan dari orang yang membacanya
  • Tidak menggunakannya sebagai obat dan penyembuh bagi semua penyakit hati, sehingga ia mencari obat atas penyakitnya dengan cara lain selain Quran

Penyembuh dan Rahmat
Saya tidak bermaksud menakut-nakutimu, tapi saya hanya ingin untuk menjelaskan bahwa tidak membaca/tilawah Quran secara teratur bukanlah hal yang kecil; kamu pasti ingin tetap berinteraksi dengan Quran secara teratur. Allah mengatakan dalam Quran: "Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian” (QS Al-Isra: 82)

Bayangkan, setiap kali kamu membuka dan membaca buku ini, rahmat dan penyembuh turun kepadamu. Rahmat dan penyembuh untuk semua masalah sosialmu, masalah psikologis, naik turun emosi, dsb. Bagaimana bisa ia tidak menjadi rahmat dan penyembuh, jika kata-kata indah abadi dari Allah yang Dia firmankan memberikan ketenangan dalam hati?

Saya pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang lelaki Muslim yang punya masalah psikologis. Dia menemui banyak dokter di negaranya dan tidak bisa menemukan solusi masalahnya. Dia pergi ke US dan mengunjungi dokter Kristen yang terkenal. Setelah mendengar masalahnya, dokter itu menuju rak buku, mengambil sebuah buku dan berkata adanya: “Kalian Muslim memiliki ini dan kamu punya masalah psikologis?!” Buku yang ia pegang adalah Quran.

Mengatasi Alasan-alasan

  1. Kurangnya waktu - Saya yakin kamu punya 10 menit saja!
  2. Sudah cukup membaca Quran dalam shalat - Alhamdulillah, bagus jika kamu baca Quran di dalam shalat setiap hari, tapi kecuali kamu adalah seorang Hafizh Quran, mayoritas dari apa yang kamu baca saat shalat adalah 5 halaman terakhir dalam Quran. Benar? Tepat sekali, membaca Quran di luar shalat memungkinkanmu untuk mengeksplorasi keindahan dan keajaiban 595 halaman lainnya dan benar-benar membangun Quran dalam kehidupanmu. Kau memerlukan waktu dengan Quran dimana kau hanya duduk untuk membaca dan merenungkan ayat-ayatnya.
  3. Mental blocks - Biasakanlah membaca Quran setiap hari dan 'keadaan mental spesial’ itu akan datang.
  4. Rasa bersalah - Ini adalah salah satu trik setan yang paling terkenal. Setan akan membisikkan padamu bahwa kamu terlalu berdosa  bahkan untuk mendekat ke Quran, tidak ada gunanya sekarang setelah sekian lama, dan kamu hanya bisa bertaubat saat pergi haji. Nasehat sederhana saya adalah lawanlah bisikan setan; sekarang setelah kamu tahu bahwa pikiran seperti itu datang dari setan, jangan dengarkan dalam kondisi apapun. Gunakan rasa bersalah karena telah mengabaikan Quran untuk memacumu beraksi dan berubah. Ini semudah mengambil Quran dan membacanya. Insya Allah kau akan segera jatuh cinta pada Quran.
  5. Tidak bisa membacanya - Ikutilah kelas Quran atau temukan guru Quran.
  6. Kurangnya pemahaman - Ikutilah kelas Quran, cari guru Quran, mulai belajar bahasa Arab, dan atau miliki terjemahan Quran.

Tiga Tips Praktis
Jadi inilah beberapa tips praktis untuk membangun kebiasaan membaca Quran sehari-hari.

  1. Sediakan alokasi waktu harian, tidak lebih dari 10 menit, untuk membaca Quran. Saya bilang tidak lebih dari 10 menit karena jika kau berlebihan (terutama pada hari-hari pertama), kau akan kembali tidak membaca Quran lagi. Itu keanehan psikologis, jangan tanya saya! Cukup sediakan 10 menit sehari, apakah itu sebelum/sesudah Subuh, atau dalam perjalanan, atau sebelum tidur.
  2. Jadikan kebiasaan. Kamu tau bahwa menyikat gigi di pagi adalah sebuah kebiasaan? Bagus, gunakan konsep tersebut untuk Quran. Itu adalah bagian dari rutinitas pagi atau sore hari atau suatu bentuk kebiasaan yang kau lakukan secara konsisten dan kamu akan merasa tidak lengkap dan tidak senang jika kamu belum melakukannya.
  3. Mendaftar kelas Quran. Ini tergantung levelmu. Jika kamu belum bisa baca Quran, ikuti kelas yang mengajarkanmu bagaimana membaca Quran. Jika kamu bisa baca Quran, tapi tidak memahami maknanya, mulai belajar Bahasa Arab. Jika kamu bisa membaca Quran dan memahaminya, mulailah menghafal. Apapun itu, pastikan kamu menghadiri kelompok belajar yang terkait dengan Quran. Subhanallah, Quran adalah lautan ilmu tak bertepi yang tidak membosankan untuk mempelajarinya, jadi mulailah perjalananmu hari ini.

Tip Bonus: Bagaimana menyelesaikan Quran dalam 30 hari atau kurang!
Saya ingin membagi kepadamu sebuah tip praktis yang sangat sederhana yang akan membantumu baca Quran dalam 30 hari insya Allah.

Saya berasumsi bahwa kamu membaca Quran dalam bahasa Arab dan bukan terjemahannya. Kurang lebih ada 600 halaman dalam Quran, jadi jika kau bagi 600 halaman dengan 30 hari dalam sebulan, kau mendapat 20 halaman untuk diselesaikan dalam sehari, atau sekitar satu juz (1/30 Quran). 20 halaman sehari mungkin terlihat banyak, tapi bagaimana jika kau membaginya dengan shalat 5 waktu? Kau hanya perlu membaca 4 halaman sebelum/setelah setiap shalat. Jadi, jika kau bisa membaca hanya 4 halaman Quran saja setelah selesai shalat, kau bisa menyelesaikan seluruh Quran dalam 30 hari! Selain itu, tilawah Quran dengan tajwid yang benar memerlukan waktu sekitar 3 menit, jadi 3 menit x 4 halaman = 12 menit. Tidak lama sebenarnya!

Sekarang, jika kau bisa melakukannya, bayangkan bagaimana hidupmu akan berubah jika kau bisa melengkapinya dengan membaca terjemahan sehingga kau memahami makna, pesan, dan pelajarannya.

Pesan Penutup
Saya akan jujur padamu, Quran itu seperti guru yang diam, yang memandumu dan mengajarimu. Semakin kamu mencurahkan waktu untuknya, semakin ia akan mengungkapkan kekayaannya untukmu dan kamu akan bertumbuh dan memiliki pemahaman dengan cara yang tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya. Orang-orang membayar ribuan (dolar) untuk pelatih, penasehat pribadi, dst…tapi kamu punya Kalam Allah (AzzawaJall) dalam genggamanmu untuk membimbingmu.

Akankah kamu memulai perjalanan Quranmu, perjalanan dengan tilawah, belajar, dan beramal berdasarkan Quran secara terus menerus insya Allah?

diterjemahkan dari Beating Procrastination Series: Keeping a Daily Relationship with the Quran



Introducing Think Kit.

Today, we’re proud to announce the next generation of tools in Paper called Think Kit – three new tools to bring brainstorming and whiteboarding into the mobile age.

Think Kit’s Diagram, Fill, and Cut tools make it fast and easy to draw charts, diagrams, graphs, flows, wireframes, and models. Use them to sketch perfect shapes and connectors, and create presentation­-ready visual models. Anything you create can then be exported directly to PowerPoint, Keynote, or your favorite iPad apps, and shared with colleagues everywhere.

Think Kit includes:

Diagram. A smart pen with style. Think Kit’s Diagram tool lets you draw objects, straight lines, connectors, and arrowheads.

Cut. Rearrange and move shapes or words around on the screen. The Cut tool has a manual mode to draw freeform selection areas, or use Smart Cut to automatically select shapes without switching tools.

Fill. Fill existing shapes with color, or draw new shapes with the color fills. Like the Cut tool, Fill has a manual and Smart mode, where you simply tap to fill a shape in with color.

Presentation-Ready. Export your creations to PowerPoint or Keynote with our custom­-designed presentation templates that make your diagrams look great. 

Share Anywhere. Paper’s new sharing menu lets you open work in Paper in myriad other apps, including Trello, Slack, Dropbox, Box, and more. Export entire journals in PDF or PowerPoint format, or choose individual pages.

Smart Shapes. Founded on years of scientific research, Intention Engine™ is our trademark drawing recognition and rendering system. It detects and corrects dozens of shapes sketched in real-­time – all while preserving the uniqueness and feel of hand-drawn lines.

At FiftyThree, we believe that everyone is creative, and that creativity can be unleashed with the right tools. We’re excited to broaden Paper’s toolset to enable more people – from any field or role – to show their ideas effortlessly with tools that work as fast as they do.

Think Kit is entirely free, and comes as an automatic update for existing Paper users.

Don’t have the app yet? Get Paper today in the App Store.

Ways To Have A More Successful Career

If success is truly something of interest, our recruitment professionals have laid out easy theories to implement in order to have a more lucrative, productive and fulfilling career:

1) Learn all you can.

2) Think in terms of solutions rather than focusing on problems.

3) Everyone who is willing to pay the price can be a success.

4) Maintain a discipline and focus on your priorities.

5) Determine what is of value to you.

6) Start to look for the good in everyone and everything.

7) Surround yourself with “can-do” people.

8) Choose a career that is enjoyable and the money and success will come.

Read more.