penyebrangan

Diatas kapal penyebrangan Ketapang-Gilimanuk.

Beginilah tampang kami setelah 1x 24 jam tidak mandi. Tetap kece kan? Ahahaha ;-)))) kalo kata @bookworm0512 wajah kami mirip bakul panganan di atas kapal.

Kami naik kapal penyebrangan demi mengantar @andikaawan yg ngidam makan ayam betutu di Gilimanuk. Kami tidak sampai 2 jam di Gilimanuk, setelah selesai makan, kami segera pulang lagi ke Banyuwangi.

Demi apah cobak? ;-))))

#gilimanuk #kapal #penyebrangan #ketapang #bali #banyuwangi

115/365 KAA

“Semua pada sibuk KAA, sampai pada lupa KA AA”.

Hihihi, saya dibuat tersenyum oleh tulisan tersebut. Pernah baca juga? Sebuah kalimat yang beberapa hari terakhir sering saya temukan pada gambar meme di timeline sosial media. Awalnya saya merasa itu hanya sebuah joke yang dipublish dalam rangka untuk ikut memeriahkan suasana Konferensi Asia Afrika yang tengah di helat di kota Bandung, Indonesia. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, bisa jadi kalimat itu benar-benar muncul dari hati sang penulisnya.

Semua sibuk KAA. Momen KAA tahun ini berhasil mencuri perhatian beribu orang.  Bagaimana bisa? Karena sebelum digelarnya KAA, berbagai sudut kota Bandung di design ulang dan memberikan warna yang baru. Mulai dari tugu dasasila Bandung yang berpindah posisi ke area sungai dekat Gedung merdeka, kemudian berdirilah tugu baru di simpang lima yang bertuliskan nama-nama negara Asia-Afrika. Ada lagi jembatan penyebrangan dengan nuansa putih yang bertuliskan “Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum. – M.A.W. Brouwer“, fountain dancing water, juga bola dunia yang kini menjadi icon baru kota Bandung. Selain itu, trotoar kini dihiasi dengan bola-bola dan kursi yang membuat orang ingin untuk berjalan kaki dan berfoto disana hingga akhirnya tempat itu ramai dikunjungi. Satu lagi yang tak kalah menarik adalah alun-alun kota Bandung yang kini benar-benar berfungsi sebagai tempat berkumpul warga Bandung.

Sebuah gebrakan baru.

Gelaran KAA kali ini dikemas sedemikian rupa hingga menghasilkan karya yang menarik. Acaranya berupa rangkaian kegiatan mulai dari Angklung for the world, Historical Walk, Asian Africa Parade, dan Festival of Nation dimana setelah napak tilas dari para delegasi KAA di Gedung Merdeka, seputaran jalan Asia Afrika diramaikan oleh pesta rakyat seperti parade kostum Asia Afrika, parade kostum dan bunyi-bunyian, hiburan dari musisi/seniman kota bandung dan ditutup dengan Video Mapping Konferensi Asia Afrika.

Itulah yang menarik perhatian warga kota Bandung bahkan turis lokal dan mancanegara yang ramai-ramai berkumpul di area JL. Asia Afrika dan cikapundung ini. Kota Bandung dengan wajah barunya dan acara-acara yang 10 tahun sekali digelar pun belum tentu. Lihat saja betapa banyak orang berdatangan meramaikan dan betapa bersyukurnya saya bisa menemukan teman-teman ditengah banyaknya wajah yang tak dikenal. Meski komunikasi bisa dilakukan via handphone, namun tetap saja meeting point tak hanya diisi oleh sepuluh atau dua puluh orang. Setuju dengan ucapan kang Emil, “Kota yang sehat adalah kota dimana warganya lebih memilih beraktivitas di ruang publik ketimbang berdiam diri dirumah.”

I’m sure, our happiness was Moving UP. Thanks, Mayor!

Livepost 45.0 Sampai Jumpa Nusa Tenggara Timur. #livecatatanbackpacker #DevminCB

Selamat siang. Selamat berakhir pekan ! Kemana kalian menjelajah di wiken kali ini ? Semoga nggak bosan-bosan buat mengenal dan mencintai negeri ini ya.

Nusa Tenggara Timur. Lima minggu di Pulau Alor. Satu minggu di Kupang. Dua minggu di Pulau Sumba. Dan hampir satu bulan di Pulau Flores. Akhirnya sampailah Devmin pada ujung penjelajahan di provinsi yang menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama ini.

Terima kasih kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah mempercayakan Devmin dan @catatanbackpacker sebagai promotor pariwisata via media sosial khususnya aspek kebudayaan, ASDP Indonesia Ferry yang selalu memberikan penyebrangan cuma-cuma untuk Devmin, Alor Adventure Basodara, Rumah Budaya Sumba dan segenap pihak terlibat dalam perjalanan Devmin menyusuri Flores, maaf nggak bisa sebutin nama kalian satu-satu karena keterbatasan kepsyen.

Dan saat ini, Devmin sedang berada dalam kapal penyebrangan menuju Sape, Nusa Tenggara Barat. Misi perjalanan Devmin nanti di NTB adalah voluntourism. Dimana Devmin akan bertemu dengan beberapa teman untuk mengunjungi beberapa pelosok di Bima. Dan kemungkinan juga akan jauh dari jaringan provider, hehehe… Jadi seperti biasa, Devmin nggak akan banyak hunting landscape.

Jadi, untuk saat ini itu dulu yang bisa Devmin bagi. Sampai jumpa lagi NTT. Dan tunggu saya, NTB.

Sebuah sore di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Dulu, saya pikir Pelabuhan Ketapang itu mengerikan, setelah datang dan merasakan feel-nya. Komentar saya, “wah ini ga ada apa-apanya dibandingkan Pelabuhan Merak-Bakauheni” ahahaha ;-)))

Foto ini diambil dari atas kapal penyebrangan menuju Gilimanuk, tampak dibelakang Pelabuhan Ketapang adalah Gunung Raung-Ijen yg menjadi ciri khas Banyuwangi.

Tempat yg sangat indah kan?

#banyuwangi #ketapang #pelabuhan #penyebrangan #gilimanuk #raung #ijen

Guess what?! Ini tangga penyebrangan di depan Singapore Indoor Stadium.. Gw hampir pingsan sih liat tangga naiknya… Tapi begitu sampe atas kereeennnn mobil jg masuk nih 2 jalur ckckckck… Klo di Indo sih ini uda dibangun rumah tinggal sama kios rokok di kanan kiri.. Bahkan bs jadi pasar kaget wkwkwkwk 😂😂 #singaporetrip #singaporesporthub #kallang (at Singapore Sports Hub)

OPEN TRIP PULAU SABANG & BANDA ACEH

Rabu - Minggu / 13 - 17 Mei 2015
Hanya Rp. 1.500.000.- Yuk nikmati keindahan alam & bawah laut Pulau Sabang yang super indah ini, dijamin gak nyesal deh.. Harga sudah termasuk:
* Transportasi bus AC Medan - Banda Aceh (PP)
* Kapal penyebrangan Banda Aceh - Sabang (PP)
* Transportasi mobil selama tour
* Seluruh retribusi
* Pelampung & Alat snorkeling
* Penginapan 2 malam di Sabang
* Dokumentasi

BOOKING & INFO:
Phone: 0852 7077 2233
Bbm: 7DB726AD
Line: abwisatamedan
Twitter & Instagram : @abwisata
Facebook Fan Page : Anugerah Bumi Wisata
Web: www.ABwisata.com

Jadwal Pesawat Dan Kapal Juga Tarif Tiket Penyebrangan Ke Karimunjawa 2015

Jadwal Pesawat Dan Kapal Juga Tarif Tiket Penyebrangan Ke Karimunjawa 2015

Karimunjawa masih menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi tujuan untuk berlibur. Salah satu yang perlu dipersiapkan salah satunya adalah membeli tiket kapal penyebrangan, bila rencana untuk berlibur bertepatan dengan musim libur panjang. Karena sudah bisa dipastikan tiket kapal pun seringkali menjadi rebutan.

Hal yang menggembirakan bahwa mulai 2 Mei 2015, selain dengan kapal untuk…

View On WordPress

Listening to Bajing Luncat by Aty Surya

Dimana wae. Sunda mah selalu hadir, termasuk dikapal ini at Pelabuhan Penyebrangan Bengkalis Pakning – Preview it on Path.

#KamisBerkah 30/04/15

Selalu mendapat banyak pelajaran di hari Kamis. Mungkin karena Kamis adalah satu-satunya hari dalam seminggu, saya pergi ke luar kosan, dan cukup jauh. Biasanya dapat inspirasi dari abang-abang supir angkot tiap pulang ngajar, kali ini justru pas berangkat ngajar. Entah mengapa hari ini males naik angkot dari samping blok G. Males jalan lebih tepatnya. Lebih milih motong jalan lewat bawah jembatan penyebrangan blok G, padahal kalau dipikir-pikir susah juga bakal dapet bangku kosong kalau naiknya dari situ. Bener juga, satu-satunya angkot 09A yang lewat setelah lima menit nunggu memang udah lumayan penuh. Alhamdulillah di depan masih kesisa satu space, meski di sebelah bapak-bapak.
Sepanjang perjalanan, si bapak ngoceh terus, ngobrol dengan sang supir, menceritakan pengalamannya sebelum tahun 2000. Sepertinya si bapak tahu banyak hal. Mulai dari nama-nama polisi yang biasa jaga di seputaran Tanah Abang-Slipi, hingga nama abang-abang supir angkot yang pas jamannya muda masih sliweran narik angkot. Belakangan saya tahu dari si supir kalau si bapak adalah pensiunan polisi. Pantesan gagah. Tapi sederhananya luar biasa. Bersahaja.

Tiba-tiba selepas bundaran Slipi, beliau nyeletuk, berusaha mengajak saya bergabung (baca : ngobrol bertiga).
“Mbak pulang kerja?” tanyanya.
“Eh. Engga pak, mau ngajar,” jawab saya.
“Waduh…hebat-hebat. Cari sambilan ya. Kalau pagi kerja?”
“Hehe, masih kuliah Pak.. Kebetulan lagi skripsi. Dari pada nganggur, jadi ngajar, buat sambilan,” cerita saya sambil terkekeh.
“Bagus, bagus… rantau pasti ya?” tanyanya lagi. Saya mengangguk. “Sepertinya dari Sumatera Barat juga nih,” sambungnya lagi.
“Wah, bukan, Pak. Saya Jawa..” sangkal saya.
Beliau tertawa. “Soalnya nggak ada dialek Jawa.. Jadi seperti bukan orang Jawa,” katanya sambil tertawa.
Saya balas tertawa, “ah Bapak bisa saja..”
Kemudian beliau mengajak saya berdialog dengan bahasa Jawa Krama. Saya cuma bisa ah eh ah eh aja, karena belum sepenuhnya mahir menggunakan bahasa Jawa halus.
“Tuh kan, luwih alus omongku toh?” candanya. Meledek tentu saja.
Saya tersipu malu sambil tersenyum. Kemudian kami terdiam cukup lama. Beliau kembali berbicara dengan supir angkot, hingga kemudian selepas Pasar Palmerah beliau menyodorkan uang dua puluh ribu kepada supir, dan berkata , “nih, saya di Madrasah 2 ya nanti. Tiga orang, sama mbak ini,” sambil menunjuk saya.
Saya yang kaget jadi gelagapan, merasa tidak enak. “Duh Bapak.. Nggak usah, Pak.. Nggak usah..”
“Nggak papa Mbaak.. Sekali-sekali,” katanya sambil terus tersenyum. “Saya ingat anak saya dulu waktu kuliah juga. Tuh dia sekarang udah gede, baru selesai S1 juga..” jawabnya sambil menunjuk kursi belakang supir. Rupanya si bapak naik angkot berdua dengan anak perempuannya, ukhti-ukhti berjilbab lebar yang sangat cantik. Ia tersenyum pada saya.
Saya membalas senyumnya, sambil bergumam, “duh si bapak, cantik pisan euy anaknya..”
“Bapak dari Tanah Abang belanja Pak?” mata saya kemudian beralih lagi ke depan.
“Nggak. Saya jualan, Mbak. Ini baru pulang dari toko.”
“Di blok apa Pak? Jual baju ya?”
“Iya, baju muslim. Di blok F lama, mau mampir?” tawarnya sambil terus tersenyum. Si bapak lantas menepuk pundak saya. “Belajar hidup prihatin ya, Mbak. Bagus.. Jangan mengandalkan kiriman orang tua terus…” nasehatnya.
Saya tersenyum kecut. Ah Bapak, mungkin saya terlambat menyadari itu.. Tapi saya on the way kok, Pak. Gumam saya pada diri saya sendiri. Miris. Lama belia bercerita tentang hidupnya dari SD di Jakarta, berkenalan dengan banyak orang dengan berbagai suku, hingga akhirnya bisa beragam bahasa. Bahasa Jawa alus salah satunya. Saya menanggapi dengan penuh semangat, sampai akhirnya tiba di perempatan Madrasah 2, dan si Bapak harus turun.
“Permisi ya, Mbak. Saya turun dulu.”
Saya lantas membuka pintu, turun, dan memberikan jalan. “Terima kasih banyak lho, Pak..” ujar saja untuk yang terakhhir kalinya.
“Iya, sama-sama. Hati-hati ya mbak.”

Saya buru-buru naik lagi dan menutup pintu. Melihatnya menjauh, dan angkot yang juga berjalan kembali. Tatapan saya menerawang, jauh, ke minggu-minggu sebelum ini. Sama, di hari Kamis juga. Hari di mana Allah sering sekali menegur saya. Memberikan saya pelajaran melalui apa-apa yang sederhana..

‪#‎KamisBerkah‬ lagi.

Cerita: Tanggapan Rabuku. #1

  Macetnya Kota kembang kini sudah ditanam dimana-mana nyaris seperti di Ibu Kota. Kakiku saat itu mungkin sudah terluka. tapi kuteruskan melangkah ditrotoar sambil sesekali diselingi candan dengan teman dan adik tingkatku.kami semua berjalan tanpa tujuan pasti, kami semua lari dari sakit hati yang baru saja tercipta, kami semua memaki satusama lain namun dengan nada canda, tapi kadang kami kesal dan hanya bisa dilampiaskan pada kami. Berteriak, bercanda , tertawa, disepanjang trotoar tanpa peduli banyak orang yang memperhatikan. Karena keadaan lalulintas sedang padat macet, kami sempat menjadi psat perhatian para pengendara dan penumpang, namun kami semua tak peduli ‘ Masa bodoh, toh hanya bertemu sekali.hahahaha’ kami nyaris gila. 

Kami terus melanjutkan perjalanan kami tapi entah kemana tempat tujuannya.Mengalir saja, katanya. Hingga aku terpaku sesaat. Langkahku melambat, ternyata sakit hati bisa mengalihkan ingatanku bahwa hari ini adalah hariku, namun kelelahanpun bisa mengalihkan rasa sakit hatiku tadi. 

layar besar dijembatan penyebrangan sekitar Jl. Ir. H. Juanda, layarnya memperlihatkan iklan minuman ion, saat itu aku berada pada puncak kelelahan namun aku tak sertamerta tergiur untuk minum. layar berganti menjadi informasi  

Pukul : 14.57
30,7 derajat Celcius
Cerah berawan, 

*kurang lebih seperti itu informasi yang dimuat. 

‘udah mau limabelas jam apakabaar hp-ku ya’ aku berguman dalam hati

ya fyi, tadi sebelum pergi ku kira hp-ku menghilang. ternyata tertinggal dikelas. padahal rencana awal setelah aku pergi, aku akan bertemu sepupu dan kakaku disebuah toko buku di daerah h. juanda juga, tapi yasudahlah kubatalkan sepihak. 

‘juzan ko bisa inget ya, padahalkann…. tengah malem lagi, kan niat bgt duh juzaan ’ monologku kembali kambuh, hehe

jadi tadi pagi sekitar pukul 01.30 aku bangun, dan ternyata line masuk dari Juzan Hasanah-dia ini adik tingkatku dan satu Organisasi denganku. Begini katanya

00.05 Juzan Hasanah : Assalamualaikum, teeeh punten ganggu waktunyaaa
barakallah fii umriki yaa teh, miladatuki saidah, semoga lbh baik dr tahun sebelum.a, makin sholehah yaa teh, afwan jiddan juzan gak bisa ngasih apa apa ke teteeh…

Awalnya aku kira ia akan bertanya seputar Organisasi ‘ngapain tengah malem nanyain oranisasi,duh’. ternyata ketika ku-Read. hehe seneng ternyata dia ingat tanggal miladku , kubalas

01:37 Zinata Dara Wa'alaikumusssalam Juzan..
Engga ganggu ko, wiiiiih.. Alhamdulillah Jazakumullah khairan katsiran wa jazakumullah ahsanal jaza Juzaaan.. Aamiin:) gaapaapa juzann , makasih udah ingett :D hehe makasiiii yaaa

baru saja aku membalasnya, dia langsung bilang seperti ini..

01:38 Juzan Hasanah Aamiin teeeh, iyaaa sama sama teeeh, tth juga waktu itu kan udh inget sama ultah juzan..

hehe Terima Kasih ya Juzaaan :D lalu aku ibadah. terus tidur lagi.


‘terus ganyangka juga, kirain gabakal kayatadi subuh.. sedih banget terharu’ itu masih monolog dalamhati. 

jadi kemarin malam , Adista-sepupuku- dia datang ke rumahku bersama kakaku. aku hanya beranggapan’’ oh mungkin dia lg libur’ 

Ternyata. Sekitar pukul 04.35 WIB. 

Kamaarku tiba-tiba gelap. dan bisikan-bisikan terdengar tak sengaja,kubuka mataku sedikit terlihat cahaya remang. ‘males bangun , takut nangisss zinnn’ dalam hati. 

HAPPY BIRTHDAAAY DARAAA
SELAMAT ULANG TAHUNNNN !!!!

dilanjutkan engan nyanyian ‘Selamat Ulang Tahun’

‘tuh kan kejutan’ hatiku girang karena tebakanku benar

banyak doa… berbincang.. bercandaa.. bertererimakasih. sampai pukul 06.00.tak ingat bahwa Hari ini aku harus pergi sekolah. hahaha 

Terimakasih Mah, Pah, Mas Ari, Mas Sony, Ade Dimas, dan Uti alias Adista:) Kalian Keluarga yang ternyata bisa menjadi alasanku bahagia untuk lahir didunia selama 17 tahun ini. Beruntung berada ditengah kalian :) makin harmoniss! 

Setelah Acara kejutan selesai, sempat aku cek line ku , dan ternyata ! Intan!! 

katanyaa..

05:46 Intanks Zinn selamat ulang tahun!!! Barakallahh:))))
05:46 Intanks Stickers

‘wwiii intan nyubuhh.. makasi tann ‘ 

kira-kira pukul 06.07 baru kubuka line dari intan, dan belum sempat kubalas.. mama bilang ‘ dara cepet mandi ntar terlambat’  

‘oh iya intan..’ lagilagi aku melamun , ini masih dalam perjalanan

 #1

Lantai Dua Bus Tingkat

Kemarin rasanya bukan hari yang buruk. Di tengah kebosanan mengoperasikan komputer, seorang teman mengirimkan pesan singkat:
Teman: Keee
Saya: Kenapa sin?
Teman: Main yuk. Makan
Saya: Kapan? Nanti?
Teman: Beneran? Kemana tapi?
Saya: Pecenongan aja
Teman: Oke

Karena percakapan maya singkat itu, saya jadi merencanakan sesuatu. Ada baiknya, teman saya diajak naik city tour. Kayaknya dia belum pernah naik ha ha. Biar sekalian saya bisa mencoba duduk di lantai dua bus.
Saya: Sin nanti naik city tour aja, lo nyebrang monas
Teman: Wah gw belum pernah tuh naik itu hahaha. Oke
Saya: Nanti lo tunggu dulu ya sebelum gw sampe
Teman: Ada jembatan penyebrangan ga? Gw takut, jalanannya lebar gitu
Saya: Ada lampu merahnya-___-

Akhirnya kita bertemu di halte Monumen Nasional. Setelah menunggu sekitar 10 menit, bus tingkat datang. Tidak begitu ramai. Antusiasme saya jadi berlebihan. Dengan agak lari, saya menaiki tangga menuju lantai dua tanpa berpegangan. Alhasil saya jadi agak terombang-ambing berjalan saat bus juga sudah kembali nyala mesinnya.
Saat tiba di lantai dua, saya agak kecewa. Bangku paling depan sudah terisi. Bagian depan sebelah kiri diisi dua perempuan, yang sepertinya saling mengenal dekat. Sedangkan bagian depan sebelah kanan diisi seorang remaja laki-laki dengan rambut kemerahan. Fuhh.

Saya memutuskan untuk duduk di baris kedua bangku sebelah kanan. Sambil memandangi pemandangan indah kota Jakarta (baca: macet kiri kanan), perhatian saya tersita oleh sesuatu.

Dua perempuan yang duduk serong dari saya. Mereka begitu akrab. Salah satu dari mereka sesekali mencubit pipi seorang lainnya. Kadang menyampirkan lengannya di belakang kepala seorang lainnya. Hhm. Sejauh ini rasanya saya tidak pernah melakukan hal tersebut ke teman perempuan. Dan rasanya tidak pernah ada keinginan untuk itu. Ha ha.

Ternyata saya memang ditawarkan pengalaman lain saat berada di lantai dua bus tingkat. Tidak peduli mereka andro femme atau hanya bersahabat dekat, setidaknya saya makin belajar kalau inilah Jakarta yang tidak selalu berkedok heterogenitas. Hehe.

Senin, 27 April 2015

Masih dengan misi one day one sheet yang berjalan secara ogah-ogahan. Gue mau mencoba rutinin lagi kebiasaan ini.

Subuh-subuh banget, bahkan adzan subuh belum berkumandang, gue udah bangun dan siap-siap berangkat ke kampus.

Padahal harusnya gue bisa nih otw-nya jam 07.30 namun si Noval yang biasa gue tebengin somehow gak bisa ditebengin. No prob, i can do it by myself #cieelah

Udah gitu, cas cis cus rapih-rapih otw jam 05.30 disitu mata pas diangkot sayu-sayu gitu. Ya gila coy. Cuaca subuh yang asri ditambah semilir angin. Cocok banget udah buat tidur hahahaha.

Gue pun tidur di angkot hahahaha.
Tapi angkot kebanyakan ngetem-_- gue sampe bosen sendiri.

Pas udah sampe stasiun Parung Panjang, keretanya yang ngetem Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ)

Gapapaa. Aku bahagia kok. Diperjalanan gue sengaja milih gerbong ke-5 biar deket tangga penyebrangan pas di kereta (HUAHAHAHAHAHA)

Pas turun di Stasiun Pondok Ranji. Taunya ketemu Kak Serimbu senior PSM!!

Gue tadinya mau nyapa cuma moment gak pas. Baru pas seangkot gue sok-sok baru liat.

(Kondisinya Kak Serimbu naik angkot duluan)

Dan gue kayak yang….

EHHH!!! Ada Kak Serimbu.

Hahahaha fake banget!

Terus diangkot nyetel lagu Viva la Vida lagi. Lagu buat recital! OMG. Gak kebayang nanti pas recital bakalan gimana.

Tapi pas diangkot juga disetel lagu da aku mah apa atuh. Sumpah! Gue suka banget lagu itu. Apalagi pas bagian musik elektriknya..
(elektrik? Dikira pulsa mereun)

Sampe Masjid Fathullah balik dulu ke Asrama Putri buat naro perabotan abis itu balik ke kampus.

Jam pertama pelajaran PSI….berlalu begitu saja heheuu.

Abis itu lanjut matkul Bahasa Indonesia..berlalu begitu saja..

Abis itu PSM deh.

Hidup kok kayaknya gitu-gitu aja yaaa.

Kampus-PSM-Pembinaan Mahad-PSM-Kampus-Pembinaan Mahad-PSM

Begitu terus sampe mabok.

Bosen ya. Tapi kalau gak.dilakuin hati rasanya ada yang kurang.

Gini nih yang namanya cinta datang bersamaan dengan rasa nyaman.

Kalau kita udah nyaman sama satu orang rasanya ya gak enak aja kalau gak liat dia satu hari aja, dan gak enak-gak enak lainnya.

Well, sebenernya akhir-akhir ini gue udah move on.

Bukan lagi RDH yang gue taksir mati-matian dari kelas 10. Bukan juga temen sekelas yang sama temen sekelas. Bukan juga senior mahad.

I found him. Gak mau nyebut nama atau ciri apapun.

Gue dari awal ketemu dia.. First thought tuh langsung:

“Dash! He will be someone in my life. #cieelah”

Dan iya. Baru kali ini ngerasain naksir orang tapi orangnya gak tau gue naksir dia.

Selalu berusaha ngejaga jarang. Ngedoain. Cie banget sih.

Cuma si doski nunggu si doinya doski. Heheu.
Gapapaa.

Sudah sering sakit hati. Sudah biasa juga tersakiti.


Doh! Gak jauh dari galau.


Bye dah!
Hikmah hari ini:

FOCUS!!!

Livepost 46.0 Berkunjung ke Pasar Raya, Bima #livecatatanbackpacker #DevminCB

Aimambia ! Atau dalam bahasa Bima berarti selamat sore. Lagi apa nih hari minggu ini ? Kalo Devmin mah abis blusukan ke Pasar Raya Bima.

Loh ? Devmin udah pindah ke NTB lagi ? Iya nih gaes. Alhamdulillah, kemarin setelah menempuh penyebrangan sekitar 5 jam dari Labuan Bajo menuju Sape, Devmin akhirnya sampai di NTB. Dari Sape, Devmin nebeng truk yang membawa bahan pangan berupa pisang menuju Bima. Perjalanan dari Sape ke Bima ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Sesampainya di Bima, Devmin udah ditungguin oleh temen baru Devmin yaitu @siguriitu alias Guri. Sesampainya di Bima, doi udah kaget aja ngeliat Devmin turun dari truk. Hahaha…

Nah, hari ini Devmin dan Guri abis blusukan ke Pasar Raya Bima. Pasar Raya ini sangar banget gaes, kaya di sawah. Yang datang pun juga ada yang pake boots. Muahahaha… Saking beceknya ini pasar, ada aja yang kepikiran buat bisnis unik. Jadi di ujung pasar, ada yang buka jasa cuci kaki seharga seribu rupiah. Waw !

Di Pasar Raya Bima, kami membeli beberapa bahan pangan yang nanti bakal kita bawa ke dusun Tololai, Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Tempat dimana Guri melakukan voluntourism. Wah, jadi nggak sabar pingin kesan nih.

Buat temen-temen yang penasaran Devmin nanti bakal ngajar dimana, kalian boleh cek di akun youtube donumentari-nya Net TV dengan keyword : Lentera Indonesia - Sekolah yang di bangun oleh Supir Bus.

PULAU BERHALA TRIP,
seat tersedia untuk 3 orang. Keberangkatan tanggal 25-26 April 2015 (besok). Pasti berangkat. minat?

Fasilitas
Bus Pariwisata
Kapal Penyebrangan
Penginapan
Makan 4 kali
Snorkeling
Lampion Night
Under Water Camera
Life Jacket
Tracking Mercusuar
Game

Contact Person
Telp: 085658080343
Line: TMCgroup
Pin: 7ddcdb04

#travelingmedan #pariwisatasumutnet #pariwisata_sumut #pariwisatasumut #medanpetualang #itravel #travel