penjaringan

Terjun ke Pluit

Selasa, 22 Januari 2013

Pagi ini kami bertiga (saya, Resa, dan Anom) berangkat dari Dramaga jam 08.00 WIB.  Kenapa hanya bertiga? karena hanya ada satu mobil SX4, yang hanya muat untuk membawa barang-barang  bantuan dan 3 orang.  Sedangkan teman-teman yg lain tidak memungkinkan naik motor krn wilayahnya jauh, lebih dekat lewat tol.
Seperti tujuan semula, kami bermaksud ingin menyalurkan bantuan untuk korban banjir ke wilayah Pluit Jakarta Utara.
Perkiraan sampai jam 12, ternyata macet dan baru bisa keluar tol jam 2.
Keluar dari tol Pluit, kami berencana langsung menuju Kelurahan Penjaringan lalu kami menanyakan jalan pada polisi lalin, bapaknya bilang kalo kami harus lurus. Ternyata setelah kami lurus, kami justru terjebak banjir dan muter-muter akhirnya sampai di wilayah Emporium.
Di wilayah ini banyak media seperti Kompas, Trans, dan posko-posko besar, selain itu tim evakuasi juga terlihat menggunakan kendaraan marinir.

Sayangnya, bukan tempat ini yg kami tuju, akhirnya kami masuk tol lagi dan keluar dari Sunda Kelapa.
Menuju ke Kelurahan Penjaringan Pluit. Sesampainya di lokasi, kami parkir di depan apartemen Mitra Bahari. Lalu melihat masuk untuk survei.
Dari jalan raya nampaknya kering, tapi setelah masuk ke perumahan warga makin lama airnya makin naik dan sampai se pusar.

Kami berencana memberi bantuan di kantor kelurahan, lalu kami naik perahu karet menuju kantor kelurahan. Wilayah penjaringan aksesnya susah, terkepung air dimana-mana.  Akhirnya kami basah-basahan juga karena getek / perahu karetnya terbatas.

Di posko kelurahan penjaringan tercatat  1000 KK yang mengungsi, sedangkan yg lain membuat posko-posko kecil di dekat kelurahan juga. Karena keadaan di kantor kelurahan sudah full bahkan banyak yg terlantar dan akhirnya pulang ke rumahnya tidak mau mengungsi.

Salah satu posko kecil di dekat kantor kelurahan bernama “Dapur Kita” . Itu kebanyakan berisi warga RW 7 yang rumahnya terendam banjir sampai se dagu.

Banyak bayi dan nenek-nenek yg tidak diungsikan, karena takut terlantar di tempat pengungsian. Di wilayah itu sepertinya kurang tim evakuasi, berbanding terbalik dengan wilayah Emporium. . Anak-anak Karang Taruna RW 7 mengajak kami utk menengok  masuk rumah-rumah yg tingginya se dagu, tapi kami bilang tidak perlu lalu kami titipkan saja bantuan kami di posko ini. Di posko ini tidak hanya memberi bantuan untuk warga pengungsi saja, tapi juga pemuda-pemudanya menyalurkan masuk ke rumah-rumah yang warganya takut mengungsi. Khususnya untuk nenek-nenek dan bayi.

Bantuan dari kami ini berupa mie instan, susu, air mineral, biskuit, roti, obat-obatan, pakaian bekas (mengumpulkan dari sukarela mahasiswa), teh, gula, minyak goreng, bedak bayi, pembalut, popok bayi, pampers, dll.Namun kebanyakan warga di sana ternyata juga membutuhkan : peralatan mandi seperti sabun, odol, sikat gigi, sendal jepit, dan bedak gatal maupun salep gatal2. . karena jujur, waktu kami terjun di lapang itu lokasi nya dekat sekali dgn sungai yg penuh sampah

Kelurahan penjaringan saya rasa masih perlu mendapat bantuan, karena keluhan warga disana bantuan di kelurahan kurang terutama sembako. Harapannya temen2 IPB seperti BEM maupun LK yg juga mengumpulkan bantuan bisa di kirim ke sana. Karena akses masuk nya lumayan susah. (yang mau alamat lengkapnya bisa SMS saya ). Terimakasih yaa.

Saya mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yg sudah membantu Ladang Seni dalam pengumpulan dana untuk korban banjir di Jakarta. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi mereka, berkali-kali mereka mengucapkan terimakasih. Kita doakan semoga banjir di sana segera surut dan warga dapat beraktivitas kembali. .

Teman-teman, kalian semua dapat salam dari INDONESIA :)

salam
-Komunitas Ladang Seni-

fathiamhmd asked:

haloo ka. suka liat postingannya tentang kafe baca ceria. alamatnya dimana ya?kalo sewaktu waktu ikutan boleh ga sih?nampak seru

Halo Fathia :) Terima kasih ya. Kami ada di Surabaya. Wisma Penjaringan Sari E-7 (http://bit.ly/lokasikabaca). Boleh juga daftar jadi volunteernya di http://bit.ly/daftarvolunteerkabaca :D Bisa lihat-lihat juga di kafebacaceria.com dan fanpage FB Kafe Baca Ceria, twitter & IG @kafe_baca_ceria. Boleh tahu domisilinya di mana?

4

Sabtu, 28 Februari 2015. Bulan Februari ini diakhiri dengan promosi kesehatan kepada dokcil dan adik-adik dari sebuah sekolah dasar di Penjaringan dan ditutup dengan girls talk bersama salah satu sahabat kesayangan. Banyak cerita dan pengalaman yang sudah saya dapatkan selama hampir 1 bulan ini. Bulan yang disuguhi dengan banyak kegiatan yang menarik dan menantang. Mulai dari seminar proposal KTI, presentasi lomba karya tulis ilmiah Atma Cordis 2015 yang dilaksanakan pada H-1 ujian end blok sistem traktus urinarius, berhasil menyelesaikan tugas resensi buku yang sudah beberapa kali ditunda, mengurus keperluan organisasi karena udah habis periodenya aka uda lengser (hahaha), dan revisi proposal KTI pasca seminar. Ga heran kalo dalam kurun waktu 1 bulan ini, aku dua kali sakit. Tapi, at all bulan ini berhasil dilalui juga akhirnya.
Untuk jalan-jalan, bulan ini baru sempat ke Kota Tua di malam hari. Sisanya hanya jalan-jalan ke pusat perbelanjaan di sekitar Pluit dan Semanggi. (Sigh)
Semoga di bulan Maret nanti, insha Allah bisa mendapatkan pengalaman lebih seru lagi dan bisa lebih fokus belajarnya. Ga malas-malas lagi dan ga jadi seorang deadliner lagi. Aamiin.
Inilah ceritaku di malam minggu akhir Februari 2015.
Walaupun di bulan ini belum ada bumbu-bumbu romantis yang menghiasi ceritaku, it’s not problem. Hahaha. Semua akan datang dengan indah pada waktunya. Aamiin.

"Go Big or Go Home" // Location: Penjaringan, North Jakarta, Indonesia.


// #VisitIndonesia #Indonesia #Indonesian #Indonesia_Photography #WOW_Indonesia #Mybest_Indonesia #TravelingIndonesia #WonderfulIndonesia #travel #traveling #travelgram #travelling #travelingram #traveler #travels #travelphotography #traveller #traveltheworld #wanderlust #jakarta

Dradjad Wibowo: Konvensi Hanya Bagus dari Sisi Pemberitaan

http://ift.tt/1yi1x2V, JAKARTA - Calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, berencana menggelar konvensi menjaring Capres atau Cawapres jika dirinya terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode 2015-2020. Wacana Zulkifli pun mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo. Menurut Dradjad, konvensi penjaringan Capres-Cawapres yang selama ini digelar di Indonesia belum maksimal pelaksanaannya. Menurutnya, presiden terpilih belum ada yang berasal dari hasil konvensi. “Kalau konvensi dari sisi pemberitaan bagus, tapi sampai saat ini belum ada presiden menang dari hasil konvensi,” kata Drajad kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2015). Dradjad menuturkan, sebelum menggelar sebuah konvensi Capres-Cawapres hendaknya diperhitungkan secara detail…

from RSS Feed - Situs Berita Sosial | Tempat Berbagi Cerita http://ift.tt/18gcOLA
via IFTTT

Pengangguran Jual Sabu, 11 Paket Ditemukan di Kantong Celana: Seorang pengedar narkoba jenis sabu diringkus jajaran Polsek Penjaringan, Jakarta Utara. Dari tangan Rosul (34), petugas mengamankan 5,60 gram sabu. http://dlvr.it/8j5ZSW | SINDOnews.com

Malam ini entah bagaimana saya ingin sekali berkata dalam tulisan, buat kamu.

"Eh tahu ngga lagu Bayangkan Rasakan punyanya Maudy Ayunda malam ini sukses berat ngrangsang ini air mata netes netes netes tes netes pokoknya. Ngga tau, rasanya kangeeeeeeen. Kangen bisa cerita bisa ngeluh apa yang hari ini dilalui ke si biang kangen. Kamu, pernah ngga kangen sama aku? ini seriusan aku nanya, pernah ngga? Hey biang kangen! iya kamu, you know what? hari ini rasanya nano-nano banget buat aku, mulai dari deg-degan setelah sekian lama ngga ketemu pembimbing. Aku nemuin pembimbing buat ngasih tahu kalau aku udahan ngasih surat penelitian di tempat aku penelitian, aku sekalian mau ‘nyuwun sewu’ ke beliau mau mulai penjaringan sampel penelitian. Eh tapi kamu belum tahu kan aku ambil penelitian dimana? kamu si ngilang mulu, aku lama pengin banget cerita semua-muanya. Bimbingannya biasa, nunggunya dari jam berapa ditemuinnya jam berapa. Tapi tadi untung loh, mau nemuin. Emang si kalau hari senin biasanya beliaunya baik binggo. Bapak pembimbing ganteng yang terhormat tadi bilang suruh lanjut aja, oke satu agenda selesai, alhamdulillah. Agenda selanjutnya, ambil surat balasan di RS. Ternyata lagi nih ya, orang-orang diklat lagi pada rapat. Ada pilihan, pulang atau nunggu. Ya mending nunggu lah secara aku ke RS naik angkot 2 kali terus lanjut bis 1 kali yang panasnya MasyaAllah banget, sendirian pula. Tapi tetep alhamdulillah, alhamdulillah dibanding harus dipaksa buat naik motor sendiri. Kamu tau ngga, aku bahkan lebih suka disuruh jalan kaki daripada harus ngendarain motor di depan, bukan bonceng, ogaaaaah aku. Nah kalo inget itu aku jadi bersyukur. Menurut kamu gimana? aku cemen yah ngga berani naik motor? Aku bakal lebih milih sopir angkot sopir bis dan temen-temen aku dibanding kunci si botem yang udah sempet masuk parkiran kos tapi aku suruh bapak aku buat ambil bawa pulang si botem aja. Rasanya kalo udah di rumah aku pengen bilang maaf ke botem, botem maaf ya aku anggurin kamu, aku cuma pengin kamu ngga terluka karena aku, hahaaa #lebay. Botem? bingung yah apaan, itu singkatan ‘bontot item’. Ya emang gitu, soalnya itu motor emang warnanya item punyaan anak terakhir pula, bukan punya mba winda si mbarep, bukan punya bapak yang bukan anak terakhir. Si botem dikasih bapak, iya lah mana mampu aku beli pake duit aku sendiri. Niatnya dikasih buat bikin kemana-mana jadi gampang (urusan kuliah pasti, kalo buat yang lain mah mana mau bapak beliin) tapinya yang dikasih ngga bisa ngurusnya (meskipun yang dikasih emang pernah minta karena pikirnya kalo punya milik sendiri bakal berani nekat), tapinya nyatanya engga hahaaa. Halaah biar aja, yakali nanti suatu saat bisa ngurus si botem dan ngga bikin dia terluka, doanya aja lah yaa :D. Okeh lupakan about botem. Lanjut lagi yaa, di ruang tunggu ternyata lagi ada banyak orang jualan, mas-mas dari pabrik alat kesehatan dari berbagai perusahaan dateng buat masarin produknya. Pikir aku palingan merekan semua dijanjiin hari yang sama, udah diatur kali ya sama pihak RSnya. Tek tek tek, suara detikan jam juga nyampe kedenger saking krik-kriknya. Laper tapi mau turun cari makan takut bapaknya kelar rapat, ngemut permen aja cukup. Sungkan makan permen sendiri yauda aku tawarin ke mereka, ada permen kis sama permen tusuk yang cap kaki yang udah ada dari jamann SD itu loh. Kirain bakal milih permen kis gitu ya yang langsung lahap, eh malah milih permen tusuk cap kaki itu, kan padahal mereka udah gede loh, seriusan, udah mas-mas gitu kok. Jadi kemana-mana ya ceritanya?hehee, tapi kan emang itu yang aku alamin hari ini. Karena bosan, yauda masuk ke ruangan dan tau ngga ternyata bapak yang ngurus surat lagi tugas luar kota. Untungnya ada ibu-ibu petugas diklat yang mau nyariin surat balasan aku, udah kelar ngurus administrasi dll lanjut muterin nemuin orang ruang kasir, orang ruang bidang keperawatan, penanggungjawab keperawatan lt. 1 2 3 poli rawat jalan, penanggungjawab keperawatan poli penyakit dalam. Ternyata udah jam pulang kerja, dan akunya juga udahan capek banget. Jadi diputuskan untuk pulang, yeeeey :D. Tadi pulang habis ashar, ketemu bis lagi ketemu 2 angkot lagi. Hahahaaa. Lelaaaahnya. Tapi alhamdulillah hari ini terlalui :))). Cuman ya ini pas ngetik ini badan aku lagi pegel-pegel banget, lagi mikir aja gimana besok kalau pas terjun di lapangannya gimana ya? bukan akunya, aku mah capek insyaAllah masih bisa tahan, tapi asisten peneliti aku gimana? temen-temen aku gimana ya?mereka pasti capek banget juga, padahal yang mereka lakuin demi penelitian aku, gimana aku ngga kepikiran. Itu yang mau aku ceritain ke kamu, aku kepikiran tentang mereka :(((. Kamu kok diem?”


-I really really miss you-

Pria yang Loncat dari Apartemen di Tebet Buronan Polsek Penjaringan

Jakarta - Seorang pria tewas setelah nekat meloncat dari lantai 23 Apartemen Lavande Tower A dari kamar nomor 2305, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/2) pagi. Setelah ditelusuri kepolisian Mapolsek Tebet, ternyata pria tersebut merupakan buronan Polsek Penjaringan yang menjadi pelaku pembunuhan di kawasan Jakarta Utara.”Betul, korban merupakan pelaku pembunuhan yang tadinya mau ditangkap Jatanras Mapolres Jakarta Utara dan Polsek Penjaringan, Jakarta Utara,” ujar kasi humas Mapolsek Tebet, Aiptu Recky Kansil ketika dihubungi detikcom, Kamis (19/2/2015).Dari informasi yang diterima polisi, pria ini diketahui bernama Toni Rusli (37), warga Pluit Mas Blok 5 Kelurahan Penjanggalan, Penjaringan, Jakarta Utara.…

from RSS Feed - Situs Berita Sosial | Tempat Berbagi Cerita http://ift.tt/1ErWsco
via IFTTT