Sedikit goresan kisah

Hampir memasuki tengah malam saat kata demi kata dalam peragraf ini kurangkai.

Lelah. Tapi mata seolah belum rela untuk menemuramkan ceritanya di pembaringan. Jariku mulai mendera sajak menelaah kisah.

Masih jelas kuingat. Beberapa minggu yg lalu saat seorang wanita tanggung dan seorang wanita paruh baya tiba tiba masuk ruangan praktek pagi itu.

Aku masih berdiri menilik dibelakang dokterku saat rangkaian kata dari dua wanita paruh baya itu sama sekali tak bisa ku mengerti. Logat kantonnya terlalu menohok. Aku tenggelam dalam kebodohan rasa bersalah ku.

Sesekali sang wanita paruh baya menatap ku sambil menjelaskan tentang keadaan cucu nya. Bodoh. Aku semakin terhanyut dalam kebodohan ku mengartikan mimik dalam bahasa gila itu. Tidaakkk.

Ku lempar senyuman sesekali sambil menganggukkan kepala setiap kali kalimat nya berakhir. Entah situasi bodoh macam apa ini. Aku bahkan tak bisa mengerti apa yg pasien ku bicarakan. Aku pelah.

Di sebelah ku.
Masih dengan buku tebal biru ditangannya. Sesekali dia terkikik pelan menangkap mimik pangling ku setiap kali sang wanita paruh baya menjelaskan sambil menatap ku. Dia tau pasti aku tak mengerti. Selucu itukah situasi ini baginya?

Segera kudekatkan wajah ku kearahnya. Dengan kode ala anak pramuka kelampangan aku meminta penjelasan.

Masih dengan wajah menahan tawa. Kakak kelasku. Dia menjelaskan apa yg dibicarakan wanita paruh baya itu.

" cucu saya ini ga bisa diam dok. Sukanya gigitin orang. Trus senang meluk betis saya."

Sedikit tentang keadaan yg dijelaskan wanita itu dalam rangkaian bahasa alien yg paling ku benci. Bahasa kanton.
Jadi apa yg mau dia lihat hingga harus datang ke ruang praktek hari ini? Otak ku berputar pelak. Lucu. Bisik hati kecilku.

Sedetik kemudian kulihat rangkaian diagnosis yg ditulis dokter ku di komputernya.

Cucu wanita paruh baya itu di diagnosis mengidap “hyperactive disease”. Sebuah disease yg tak pelak banyak di derita anak anak di negeri tirai bambu ini. Melaut.

Aku masih tertawa di dalam hati. Begitu banyak pengalaman kecil namun menggelikan selama aku berdansa bersama waktu dalam stase ini.

Tadi adalah hari terakhir ku di stase penyakit otak anak anak. Banyak suka duka.

Benar. tak ada yg normal disini. Pelaknya mereka kebanyakan tumbuh dengan lucu. Sayang sekali rasanya menghadapi keadaan bahwa mereka ternyata tak seperti orang normal selayaknya.

Kebanyakan dari mereka adalah anak prematur yg lahir lebih cepat dari seharusnya. Atau mereka punya riwayat kekurangan oksigen saat lahir. Hepatitis dll..

Bahkan tak sedikit yg lahir kembar tapi tak pelak dua duanya pun bermasalah.

Ahh .. Bagaimanapun dunia ini memang sudah dirancang sedemikian rupa. Ada dokter berati harus ada pasien. Bersyukurlah takdirku adalah menjadi sang dokter. Bukan si pasien malang. Alhamdulillah ..

Semoga limpahan rahmat allah senantiasa meridhoi jalan panjang ini. Semoga berkah jalan ini ya allah.

Selamat tinggal kalian yg nakal dan tak bisa diatur. Selamat tinggal kalian muka muka penakut setiap kali melihat ku dengan baju putih ku. Selamat tinggal kalian yg suka bertanya. 姐姐为什么你要带头巾呢? semoga lekas sembuh dan bisa bermain dan bersekolah selayaknya mereka yg normal. And yes! Lets say Hello to stase 儿童内科 on monday~

Semoga sehat terusss sampe kelar. Aminn allahumma aminn..

Sedikit terasa Hati dengan kata2 peniaga ni…sebab Saya tak respond pertanyaan Dia pagi tadi gara2 Iman sakit then masuk office pon Saya lupa Nak respond gara2 menghadap kerja2 office sampai lupa Hal lain2..tup2 petang ni dapat last msg Dia then Bila Nak respond terus Dia block Saya. Tak pelah sis/bro maybe bukan rezeki Saya Nak berurusniaga dengan uols. Niat Hati memang Nak beli Cuma teringat next week Saya cuti. Cuma pesan Saya…bahasa jagalah…kadang2 kite penat respond sorang2 pastu dapat pula cstmr Macam Saya yang tetiba Ada Benda urgent Nak handle…jgn sebab nampak Saya online means Saya xde kerja Nak buat…just sebab u Nak sekalikan post barang esok. Macam ni u respond Saya.Saya paham sebab Saya pon Ada business online juga ape pon..Salam maaf Dari Saya.

Dia

Dia menulis.

Tentang kamu yg dia terjemahkan dalam kata.

Dia merilis.

Asa pelah yg kisahnya tak terdeteksi rasa.

Dia bersembunyi. Dalam pelikan kata demi katanya tentangmu.

Ya. itulah dia. Ruahnya pelik mengukir pena menelik kisah mu.

Tapi kau tak mau tau.

Dia. Disudut resah yg membeku.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video