Nekat Merampas Motor di Depan Pos Polisi

KASUS perampasan sepeda motor kembali terjadi di Sampang Rabu (2/10). Aksi tersebut menimpa Yahya, 38, warga Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Sepeda motor Yamaha Jupiter yang dikendarainya tiba-tiba dirampas orang tidak dikenal.

Ironi…

Lihat Tulisan

Kepergian

Kita tak selalu butuh sayap untuk bisa terbang. Cukuplah udara dan kepak kita mainkan.
Kita tak selalu butuh kaki untuk lari dan mendaki. Cukuplah langkah saling topang dan saling isi.
Kita tak selalu butuh tawa untuk bahagia. Cukuplah kita bersama.

Lalu aku sontak lupa pada kesemuanya, semenjak kamu kirimkan aku sepotong kepergian yang berlebihan. Bukan lagi semua yang berkecukupan.

Kepergian. Kepergian. Kepergian. Bajingan abal-abal yang menukar-nukar kenangan. Segala yang pernah begitu ramah, kini dibuat jadi pongah.

Kepergian. Kepergian. Kepergian. Perampok amatiran yang merampas kebersamaan. Kamu dibawa pergi oleh dan menuju entah, aku dibuat menanti dengan begitu pasrah.

Kepergian. Kepergian. Kepergian. Tunjukkan. Bagaimana caranya, agar kamu layak kubanggakan, selain kurindukan?


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa

Mawar Merah di Musim Gugur

16 September 2014 11:34 PM
Oleh Risa Melinda

❤Tulisan ini di dedikasikan untuk seseorang yang masih saya rahasiakan namanya, seseorang yang pernah menjadi bagian hidup saya dengan singkat, seseorang yang akan selalu memiliki tempatnya sendiri di hati saya.❤


Musim gugur kembali datang,
Membiarkan mawar menjatuhkan kelopak mahkotanya perlahan,
Merah menjadi cokelat, menghitam dan bersatu pada lapisan tanah.

Musim gugur menghapuskan mawar dari biasan mataku, dari setiap kelembutan dan sapaannya setiap pagi. Kini hanya tersisa batangnya yang menipis dan duri-duri layu.
Terlihat lemah dan tak indah lagi.

Aku kehilangan satu-satunya bunga yang bertahan hidup sendirian di atas rerumputan yang mengelilingi kesendiriannya, yang hanya memiliki akar yang rapuh untuk menahan tubuhnya tetap berdiri.

Mawar merah berduri hijau pergi lalu kembali menjadi sebuah daun yang merembeti tembok bercat putih. Dan mulai tumbuh dewasa ketika musim gugur merampas nyawanya pergi kembali.

RUU Pilkada yang sekarang di bahas, di tengah gejolak politik di Indonesia saat ini, akan di sahkan dalam rapat paripurna DPR pada 25 September mendatang. (http://ift.tt/1nGx0af)

Wah, berarti kalau jadi disahkan, Pilkada dilaksanakan oleh DPRD untuk menentukan siapa orang nomor satu di daerah/kota tertentu nanti.

Maka, mari kita berpikir hal positif dan negatif (kuat-lemahnya). Sekilas, ternyata sungguh berdampak besar terhadap kelangsungan demokratisasi. Jika sebelumnya dipilih langsung kini akan diwakili.

Salah satu alasan hebat dari wakil rakyat kita adalah efesiensi anggaran. Sungguh, itukah maksudnya ?

Apakah wakil rakyat kita telah merampas hak-hak kita seperti diamanatkan oleh konstitusi ?

Kekhawatiran saya akan hal ini :

A. Wakil Rakyat

1. Merampas hak rakyat kemudian menggunakan dengan salah.

2. Proses Penyeleksian terhadap calon kepada daerah tidak efektif karena akan ada calon abal-abal (tidak punya kapasitas) tetapi omong besar yang akan di pilih.

3. Kepentingan partai kemungkinan besar akan di kedepankan.

4. Kepala daerah nantinya segan saja sama parlemen sedangkan ogah untuk rakyat

B. Rakyat

1. Hanya sebagai objek yang mulia ” mengatasnamakan saja”.

2. Tidak bisa menyalurkan aspirasi dengan leluasa.

3. Kurang mendapatkan perhatian dari kepala daerah.

4. Kemungkinan terus terbelakang dalam hal berpikir visioner.

Jadi, kata pepatah “nasi sudah menjadi bubur”. Kata tidak untuk RUU Pilkada hanyalah sebatas mimpi belaka.




Sumber : http://ift.tt/WYfbfH
Setelah Hujan Reda

Harga
 :
Rp49,000 / Rp41,650 (15% Off)
 | 

Penulis
 :
@dsuperboy
 | 

Penerbit
 :
Mediakita
 | 

Code
 :
979-794-472-7
 | 

Rencana Terbit
 :
September 2014
 | 

Jenis Cover
 :
Soft Cover
 | 

Halaman
 :
188
 | 

Ukuran
 :
135 x 200 mm
 | 

Berat
 :
300 gram
 | 

Bahasa
 :
Indonesia
 | 

Sinopsis:
Hujan pernah merebut seseorang dariku. Ia merampas kebahagiaan yang tumbuh di dadaku. Ia memaksa aku menjadi sendiri.

Hujan juga pernah membuat janji kepadaku. Ia tak akan jatuh lagi di mataku. Namun ia berdusta, ia meninggalkan aku tanpa permisi.

Saat aku merasa hujan hanya datang untuk menyakiti, kamu hadir. Mengajarkan aku bahwa Tuhan tak menciptakan hujan untuk bersedih, tetapi Ia menyiapkan hujan untuk merasa kita pulih.

Aku sadar, terkadang orang yang kita cintai diciptakan Tuhan bukan untuk dimiliki, tetapi aku ingin Tuhan menciptakanmu untuk memilikiku. http://dlvr.it/6pbWMK

Kapal mewah sorok raifal

Kapal mewah sorok raifal

Alor Setar: Polis menahan sepasang kekasih warga asing selain merampas tujuh laras raifal jenis Benelli Argo buatan Itali dan ratusan peluru pelbagai jenis selepas menyerbu sebuah kapal mewah di Jeti Kuah, Langkawi di sini, Khamis lalu.

Dalam serbuan jam 12.30 tengah hari, sepasukan anggota dan pegawai polis Bukit Aman serta Pasukan Polis Marin (PPM) menyerbu kapal mewah berkenaan selepas…

View On WordPress

Cinta Cuma Canda (?)

Adalah cinta; merampas akalmu dari dalam kepalanya.
Adalah cinta; melingkarkan semua urusanmu dengan simpul kendaliku.
Adalah cinta; menelurkan sebiji tamak, lalu menumbuhkan sejuta pilak.
Adalah cinta; menanggalkan nama segala rasa menjadi cinta saja.
Adalah cinta; aku dalang dan kamu wayangnya.

Benarkah cinta terlampau sempit untuk dihuni berdua?
Lalu bagaimana bila kita saling memencilkan diri saja?
Lalu bagaimana bila kita saling melarikan diri saja?
Lalu bagaimana bila kita berhenti bicara cinta?
Lalu tengkar malah kembali hingar bingar.


September, 2014
Elsa Syefira Qhoirunnisa

Kecoh dakwa doa hentam pemimpin PAS

Kecoh dakwa doa hentam pemimpin PAS

Batu Pahat: Berlaku sedikit kekecohan selepas perwakilan Kuala Kedah meluru ke depan pentas dan cuba merampas mikrofon ketika wakil Wilayah Persekutuan sedang membahaskan ucapan dasar Presiden di Muktamar Tahunan PAS ke-60 di Parit Raja di sini, hari ini.

Redzuan Abu Bakar berbuat demikian selepas Dr Azhari Ariffin menyampaikan ucaptamanya dengan menyampaikan doa yang didakwa menghentam pemimpin…

View On WordPress

25 September sepertinya akan menjadi babak baru dalam demokrasi Indonesia. Saat itulah, kedaulatan rakyat dikembalikan ke tangan yang ‘berhak’, Dewan Perwakilan Rakyat (Daerah). Ini sesuai dengan apa yang digariskan dalam Pancasila, sila keempat; Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dari banyak dalih mengapa pemilihan kepala daerah harus melalui DPR (D) itulah kira-kira landasan filosofisnya. Sementara dalih-dalih lain saya nilai hanya berputar pada persoalan teknis dan manajemen, ketimbang persoalan filosofis dan ideologis.

Kenapa baru sekarang? Itulah pertanyaan yang segera mengemuka, mengkritisi sekaligus menuduh bahwa kelompok yang sekarang mengusung hanya berorientasi pada kekuasaan. Terlebih, mereka yang sepakat Pilkada tak langsung adalah koalisi yang gagal pada Pemilu Presiden. Sehingga menurut saya, tuduhan bahwa inilah cara mereka mengerecoki Pimpinan hasil Pemilu juga tak berlebihan. Ini juga ditunjukkan, bahwa pandangan mereka tentang banyak hal, berbeda dengan pandangan para pengusung calon pilpres yang menang.

Berbeda, itu memang hakikat semesta. Tetapi berbeda, itu bukan asal beda! Karena asal beda, itu dangkal, tanpa jelas landasan berpikirnya. Bersikap, sebagai bentuk reaksi atas ‘lawan’. Jadi sama sekali bukan didasarkan pemikiran, atau bertindak berdasarkan apa yang semestinya untuk dilakukan. Meminjam istilah seorang teman kompasianer, ngomong dulu baru kemudian cari alasan pembenaran atas omongan yang sudah dikemukakan. Bukan ngomong untuk sesuatu yang memang perlu untuk diomongkan. Tetapi, itulah suasana politik yang kini saya rasakan sedang melanda negeri ini. Dua kubu saling berhadapan, dan diantaranya ada yang sekedar waton beda.

Kembali pada persoalan demokrasi, sorot tajam rasa, mata dan telinga ada pada pembahasan RUU Pemilukada. Melihat mereka sebagian adalah bagian dari produk reformasi, saya agak heran saat mereka sepakat ‘kembali’ ke era yang dulu dengan segenap jiwa mereka tumbangkan. Apalagi, saya yakin mereka tidak buta mata dan hati. Mereka mendengar, tetapi karena mereka ‘harus’ beda, itulah sebabnya mereka mengambil pilihan yang tak sama dengan yang semestinya mereka pilih.

Saya memang memilih Jokowi sebagai presiden pada Pilpres lalu, tetapi bagi saya Pemilu langsung bukan tentang Jokowi dan koalisinya. Ini tentang kedaulatan rakyat, yang dengan nyawa diperjuangkan oleh banyak aktivis 98. Menafsirkan sila keempat, “permusyawaratan/perwakilan” dengan meniadakan pemilihan langsung oleh rakyat, saya rasa ini adalah tafsir dangkal. Ini adalah tafsir hasil indoktrinasi orde baru, yang ternyata masih cukup ampuh mengkooptasi alias menghegemoni pemikir di era reformasi. Penyeragaman pendidikan era orde baru berbuah manis, generasi tak mampu berpikir kreatif, dan memiliki keberanian untuk berpikir di luar koridor yang telah mereka tetapkan. Tak ubahnya seperti paradigma tentang gambar pemandangan. Sehingga Pemilukada tak langsung, bagi saya tidak saja merampas hak rakyat tetapi merampas kebebasan berpikir.




Sumber : http://ift.tt/1xZ3fey
Otonomi Desa Adat di Bali Terancam UU Desa

Otonomi Desa Adat di Bali Terancam UU Desa

Desamerdeka – Denpasar : Tim Ahli Pemerintah Provinsi Bali yang mengkaji penerapan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa khawatir, pendaftaran Desa Adat sebagai desa resmi merampas otonomi Desa Adat dalam mengatur masalah adat dan budaya di wilayahnya. Sebab, Desa Adat harus menjadi perpanjangan pemerintah.

“Di masa kolonial, upaya menjadikan desa adat sebagai desa pemerintahan bahkan…

View On WordPress

Muktamar PAS: Perbahasan ucapan dasar presiden kecoh insiden rampas mikrofon

Muktamar PAS: Perbahasan ucapan dasar presiden kecoh insiden rampas mikrofon

BATU PAHAT: Perjalanan perbahasan Ucapan Dasar Presiden pada Muktamar Tahunan PAS ke – 60 yang bersambung pagi ini kecoh apabila berlaku insiden merampas mikrofon ketika sesi perbahasan.

Insiden itu berlaku apabila perwakilan Kuala Kedah, Redzuan Abu Bakar secara tiba-tiba meluru ke pentas ucapan dan mengambil mikrofon ketika perwakilan Wilayah Persekutuan, Dr Azhari Ariffin selesai menyampaikan…

View On WordPress

Otonomi Desa Adat di Bali Terancam dengan Adanya UU Desa

Otonomi Desa Adat di Bali Terancam dengan Adanya UU Desa

DENPASAR, HARIANACEH.co.id — Tim Ahli Pemerintah Provinsi Bali yang mengkaji penerapan Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa khawatir, pendaftaran Desa Adat sebagai desa resmi merampas otonomi Desa Adat dalam mengatur masalah adat dan budaya di wilayahnya. Sebab, Desa Adat harus menjadi perpanjangan pemerintah.

[contextly_auto_sidebar id=”PJn7ghPoTYgCDiHxxEhUliXJmiVSGiRy”]“Di masa…

View On WordPress

Sinyal dari Mahkamah Agung untuk Para Koruptor

Sinyal dari Mahkamah Agung untuk Para Koruptor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mahkamah Agung (MA) kembali menolak kasasi koruptor. Setelah menolak kasasi dan memperberat hukuman Luthfi Hasan Ishaq, MA juga menolak kasasi terdakwa korupsi Ahmad Fathanah.

Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar mengatakan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Yang merampas hak-hak rakyat untuk mendapatkan kesejahteraan.

Parahnya, lanjut Artidjo,…

View On WordPress

Kecoh dakwa doa hentam pemimpin PAS

Kecoh dakwa doa hentam pemimpin PAS

Batu Pahat: Berlaku sedikit kekecohan selepas perwakilan Kuala Kedah meluru ke depan pentas dan cuba merampas mikrofon ketika wakil Wilayah Persekutuan sedang membahaskan ucapan dasar Presiden di Muktamar Tahunan PAS ke-60 di Parit Raja di sini, hari ini.

Redzuan Abu Bakar berbuat demikian selepas Dr Azhari Ariffin menyampaikan ucaptamanya dengan menyampaikan doa yang didakwa menghentam pemimpin…

View On WordPress

New Post has been published on The Rakyat Post BM Version

New Post has been published on http://bm.therakyatpost.com/berita/2014/09/19/lima-ditahan-rompak-atm/

Lima ditahan rompak ATM

KOTA KINABALU, 19 September:

Lima termasuk seorang wanita ditahan selepas dipercayai terlibat dalam dua kes cubaan merompak mesin pengeluaran wang automatik (ATM) dan mesin deposit tunai (CDM) Plaza Damai, Luyang dan Plaza Alamesra.

Mereka ditahan di sebuah rumah sewa di Likas Court, Jalan Tuaran, di sini pada Rabu.

Dalam serbuan kira-kira jam 9.30 malam itu, polis merampas tiga buah kereta mewah, dua jaket hitam, topeng muka, pedang, parang, penyembur warna, pelbagai anak kunci dan satu tong oksigen.

Kesemua suspek dipercayai terlibat dalam beberapa kes rompakan dan pecah rumah dan polis berjaya menyelesaikan kes rompak mesin ATM dan CDM ini dalam masa 24 jam.

Ketua Polis Daerah Kota Kinabalu, Asisten Komisioner M. Chandra berkata empat suspek dari Sarawak dan seorang wanita dari Sabah berusia 23 hingga 55 dipercayai terlibat sekurang-kurangnya empas kes pecah rumah di Luyang dan Likas dengan nilai kerugian dianggarkan RM110,000.

Menurutnya, empat suspek itu baru tiba di Sabah awal bulan ini dan tiga dari mereka dari Limbang dan ketua kumpulan itu dari Sibu, Sarawak manakala wanita yang ditahan itu dari Sabah.

“Kita percaya mereka ini terlibat dalam kes rompak mesin CDM di Palza Alamesra pada Rabu lalu dan berputih mata selepas tidak berjaya mengumpil mesin itu.

“Kesemua suspek positif dadah dan polis masih menyiasat modus operandi kumpulan ini,” katanya.

Kes disiasat di bawah Seksyen 380/511 Kanun Keseksaan dan Seksyen 457 kanun yang sama kerana mencuri dan pecah rumah, dan juga Seksyen 15 Akta Dadah Berbahaya kerana penyalahgunaan dadah.

Pada Selasa lalu, kumpulan yang sama cuba untuk merompak mesin ATM di Plaza Damai dengan menyembur kamera rakaman litar tertutup (CCTV) tetapi cubaan mereka tidak berjaya.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video