Cerpen : Rumah di Jogjakarta

Ada sebuah rumah diatas tanah 6 x 21,7 m di Jogjakarta, meski rumah itu masih menjadi garis-garis diatas kertas. Rumah kecil itu akan terbangun dalam dua lantai, lantai pertama untuk kita bercengkerama dengan orang lain yang bertamu, sebuah dapur untuk kita memasak, sebuah kamar tamu bila mereka ingin menginap. Di lantai duanya akan ada dua kamar dan satu ruang kerja, ruang kerja yang terbuat dari dinding kaca menghadap ke arah pepohonan yang hijau.

Di ruang kerja yang lebih mirip ruang bermain itu akan ada satu komputer 27”, sengaja besar karena pekerjaanku membutuhkan layar yang besar. Sebuah dapur mini dengan kompor listrik untuk memasak air, buat menyeduh kopi. Sebuah sofa panjang yang lembut dengan rak-rak penuh buku dibelakangnya. Ya, ruang kerja ini sekaligus ruang perpustakaan.

Kata orang-orang bentuk rumah ini aneh, seperti kapal miring karena lantai duanya lebih luas dari lantai pertama dengan sisi miring pada salah satu sisinya. Dengan konstruksi besi baja yang cukup kuat untuk menahan gempa sewaktu-waktu.

Rumah ini adalah rumah yang menutup aurat, aku akan menjaminnya. Hanya ruang kerja yang terbuat dari dinding kaca. Itupun akan dilengkapi dengan gorden otomatis yang bisa menutup seluruh kacanya dengan rapat. Rumah ini akan melindungimu dengan leluasa bila kamu ingin menggerai rambutmu tanpa rasa khawatir.

Sebuah rumah di Jogjakarta ini akan dibangun pelan-pelan, tidak terburu-buru. Karena aku menunggumu untuk mendiskusikan desain akhirnya. Dan aku tidak tahu kamu ada dimana dan siapa.

Bandung, 17 September 2014 | (c)kurniawangunadi

Sesiapa yang benar-benar ingin mencari keredaan Allah s.w.t. dan berhasrat untuk menghampiri-Nya serta mengenali-Nya hendaklah jangan bertangguh-tangguh lagi. Usah dicari kesempatan yang lebih baik.

Jangan menjadikan masalah keduniaan sebagai alasan untuk menunda tindakan bergiat mencari keredaan Allah s.w.t. Bulatkan tekad, kuatkan azam, masuklah ke dalam golongan ahli Allah s.w.t yang beramal dan bekerja semata-mata kerana Allah s.w.t. .

Benamkan diri sepenuhnya ke dalam suasana ‘Allah’ semata-mata dan tinggalkan apa sahaja yang selain Allah s.w.t. buat seketika. Anggapkan latihan yang demikian seperti keadaan ketika menunaikan fardu haji di Tanah Suci.

Selama di Tanah Suci, segala-galanya ditinggalkan di tanah air sendiri. Di hadapan Baitullah, seorang hamba menghadap dengan sepenuh jiwa raga kepada Tuhannya.

Dia tidak khuatirkan keluarga, harta dan pekerjaan yang ditinggalkan kerana semuanya sudah diserahkannya kepada penjagaan Allah s.w.t.

Allah s.w.t ialah pemegang amanah yang paling baik. Dia menjaga dengan sebaik-baiknya apa yang diserahkan kepada-Nya. Syarat penyerahan itu adalah keyakinan.

makna "netepan".

image

Dalam bahasa Sunda, salat disebut “netepan” dari tetap; menetapkan/mengukuhkan hati dan pikiran menghadap Allah.

Arti tetap dalam “netepan” juga bermakna tepat waktu. Waktu salat tak berubah dan melaksanakannya tepat waktu.

Makna ini saya kutip dari twit wartawan TEMPO, Bagja Hidayat. Entah pemaknaan pribadi atau ia dapat dari sumber tertentu. Namun, saya suka dengan pemaknaan ini.

Terlepas dari bahasan awal, Basa Sunda memang punya kosakata ajaib. Maknanya kaya. 

Dan Basa Sunda adalah satu-satunya bahasa selain Bahasa Indonesia yang saya kuasai, walaupun nggak bagus-bagus amat, hiks. :|




*Foto kejepret tangan sendiri.

Telaga itu luas, sebentang Ailah di Syam hingga San’a di Yaman. Di tepi telaga itu berdiri seorang lelaki. Rambutnya hitam, disisir rapi sepapak daun telinga. Dia menoleh dengan segenap tubuhnya, menghadap hadirin dengan sepenuh dirinya. Dia memanggil-manggil. Seruannya merindu dan merdu. “Marhabban ayyuhal insaan! Silakan mendekat, silakan minum!”

Senyumnya lebar, hingga otot di ujung matanya berkerut dan gigi putihnya tampak. Dari sela gigi itu terpancar cahaya. Mata hitamnya yang bercelak dan berbulu lentik mengerjap bahagia tiap kali menyambut pria dan wanita yang bersinar bekas-bekas wudhunya.

Tapi di antara alisnya yang tebal dan nyaris bertaut itu ada rona merah dan urat yang membiru tiap kali beberapa manusia dihalau dari telaganya. Dia akan diam sejenak. Wibawa dan akhlaqnya terasa semerbak. Lalu dia bicara penuh cinta, dengan mata berkaca-kaca. “Ya Rabbi”, serunya sendu, “Mereka bagian dariku! Mereka ummatku!”

Ada suara menjawab, “Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!”

Air telaga itu menebar wangi yang lebih harum dari kasturi. Rasanya lebih lembut dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari salju. Di telaga itu, bertebar cangkir kemilau sebanyak bilangan gemintang. Dengan itulah si lelaki memberi minum mereka yang kehausan, menyejukkan mereka yang kegerahan. Wajahnya berseri tiap kali ummatnya menghampiri. Dia berduka jika dari telaganya ada yang dihalau pergi.

Telaga itu sebentang Ailah di Syam hingga San’a di Yaman. Tapi ia tak terletak di dunia ini. Telaga itu Al Kautsar. Lelaki itu Muhammad. Namanya terpuji di langit dan bumi.

—  Dalam Dekapan Ukhuwah - Salim A Fillah
Nasihat untuk Hamba yang Penat

Suatu hari, Ali bin Abi Thalib berkata pada istrinya Fatimah Az-Zahra, “Demi Allah, aku selalu mengambil air dari sumur hingga dadaku sakit. Ayahmu telah datang membawa seorang budak, pergilah dan mintalah budak itu sebagai pelayan kita.” Fatimah berkata, “Demi Allah, aku juga selalu menumbuk gandum hingga tanganku bengkak.”

Keduanya pun datang menghadap Rasulullah, meminta agar Rasulullah memberikan mereka budak sebagai pelayan. Akan tetapi, Rasulullah menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan memberi budak tersebut. Aku ingin memenuhi kebutuhan perut ahli shuffah, tetapi aku tidak punya apa-apa untuk mereka. Jadi, aku akan menjual budak itu pada kalian agar uangnya bisa kuberikan pada ahli shuffah.”

Ali dan Fatimah pun pulang. Kembali ke rumahnya dengan tangan hampa. Sesampainya di rumah, mereka menuju pembaringan lalu merebahkan diri di pembaringan, berselimutkan kain kasar.

Kemudian Rasulullah mendatangi Ali dan Fatimah di rumahnya. Mereka berdua kalang kabut ketika didatangi Rasulullah. Beliau bersabda, “Tetaplah di tempat kalian. Maukah kalian kuberitahu tentang apa yang lebih baik dari permintaan kalian tadi?”
Keduanya menjawab, “Ya.”
Beliau bersabda, “Jika kalian hendak merebahkan diri di pembaringan kalian, bertasbihlah 33x, bertahmidlah 33x, dan bertakbirlah 34x.”

Ibnu Hajar berkata, “Di dalam hadist ini terkandung pelajaran bahwa barangsiapa terbiasa berzikir saat hendak tidur, ia tidak akan pernah merasa letih. Fatimah sendiri mengeluhkan rasa letih yang dirasakannya dalam bekerja, kemudian Rasulullah menganjurkannya untuk berzikir.”

Ibnu Hajar melanjutkan, “Dari hadist ini diketahui bahwa keletihan itu tidak akan hilang. Namun, barangsiapa rajin berzikir dengan zikir tersebut, ia tidak akan merasakan letih karena banyaknya pekerjaan, kendati letih itu tetap ada. Wallahu a’lam.”

Subhanallah. Kita sering merasa letih saat beraktivitas seharian. Sebagian dari kita mengeluh, sebagian lagi mencoba tetap tersenyum. Respon kita akan keletihan ini pun bermacam-macam. Ada yang mencari pembantu (seperti yang dilakukan Ali dan Fatimah), ada yang mengurangi sebagian aktivitasnya di siang hari, ada pula yang coba menghilangkan keletihan tersebut dengan berendam di air panas, merehatkan tubuh di sauna, atau mencari tempat pemijatan. Semuanya dilakukan dengan satu tujuan: Agar tubuh kembali bugar di keesokan harinya.

Hadist ini patut kita renungkan dengan mendalam. Bahwa sebagai makhluk, upaya kita untuk menghilangkan keletihan seringnya hanya didasarkan pada logika kita saja. Pegal solusinya pijat, kerja berat solusinya tambah khadimat, dan seterusnya.
Belum tibakah saatnya kita merenungkan, bahwa Rasulullah telah mengajarkan kita ummatnya: Cara terbaik untuk mengatasi keletihan di siang hari adalah dengan berzikir sebelum tidur di malam hari.
Insya Allah, segala letih akan Allah ganti dengan pulih. Segala penat akan Allah ganti dengan afiat.

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang konsisten menjalankan petunjuk-Nya.

Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk

Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.
Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.

Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda.
Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami.

Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.
.
Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak, sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal kami di alam abadi-Mu.
Jangankah sedekah, jangankan jariyah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja seringkali terlupa.
Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari bekal menghadap-Mu.

Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk, menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa sedekat mungkin dengan-Mu.

Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.

dari sinopsis buku :

"Tuhan, Maaf, Kami sedang Sibuk" ( Ahmad Rifa`i Rif`an )

Nemu pattern baru~ nemu kreasi Kitty Cable Hat dari Azureknit di Ravelry, tapi patternnya dijual alias ga gratis. Akhirnya nekat nyoba sambil beberapa kali bongkar rajutan di tengah jalan, ketemu juga pattern yang bener heee

Cable pattern (for one cable)
Additional knitting tools: cable needle
Co 12 st
Row 1 (RS): p4 c4f p4
Row 2 (WS): k4 p4 k4
Row 3: p2 c4b c4f p2
Row 4: k2 p2 k4 p2 k2
Row 5: p2 k2 p4 k2 p2
Row 6: k2 p2 k4 p2 k2
Row 7: p2 c4f c4b p2
Row 8: k4 p4 k4
Ulangi dari row 1 untuk cable selanjutnya
Note: tiap kali merajut bagian cable (c4b atau c4f), untuk 2 stitch yang diletakkan lebih depan (menghadap kita) di-knit, sedangkan 2 stitch lainnya yang lebih belakang di-purl. Khusus untuk row 1, dua2nya di-knit.
Perhatikan bahwa pola di row genap hanya kebalikan dari pola row ganjil sebelumnya: jika sebelumnya di-knit maka di row genap akan di-purl

Selamat mencoba ;)

2

Golden Sunrise, We Love You!

Wahai sang mentari pagi. Biarkan kami bersamamu lebih lama. Mendendangkan lagu terbaik yang kami bisa untukmu. “There’s always a story. It’s all stories, really. The sun coming up every day is a story. Everything’s got a story in it. Change the story, change the world.” – Terry Pratchett.

Aku membentangkan tangan menghadap matahari. Membiarkan angin pagi yang masih sama dinginnya saat malam hari yang dari tadi menampar-nampar wajahku. Ah, angin dingin pagi itu hanya ingin bercanda denganku. Sementara hangatnya sang mentari mulai merasuk hingga pembuluh vena dan arteri. Mengusir rasa dingin yang seolah enggan pergi.

Aku dan sahabat-sahabatku merasakan sesuatu yang sangat personal. Hubungan kita dengan alam memang sangatlah dekat. Alam bagi kami adalah rumah. Saat hati merasa jengah dan lelah, kami ingin kembali padanya. Bukankah setelah meninggal, kita akan kembali pada alam. Tentunya alam yang berbeda.

Terima kasih Tuhan. Terima kasih Dieng. Sekali lagi aku katakan padamu, aku jatuh cinta padamu. –end! (Kutipan Catatan Perjalanan: Aku Jatuh Cinta Padamu, Prau!) see more: www.achyar89.wordpress.com

Foto-Foto Rihanna yang Bocor di Internet


Foto bugil Rihanna telah bocor, beredar di situs 4Chan dan media sosial. Dalam foto tersebut Rihanna berpose seksi di depan cermin – satu menghadap cermin dan satunya lagi membelakangi cermin.

Pelantun `Pour it Up` ini terlihat berdiri dengan tangan di atas kepalanya, memperlihatkan tato bintang spiral yang terletak di bawah punggungnya. Namun hingga kini Rihanna belum menanggapi kemunculan foto tersebut.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, Bocornya foto Rihanna menuai banyak komentar dari para pengguna Twitter. Ada yang prihatin atas kejadian ini dan ada pula pengguna Twitter yang merasa senang dengan kemunculan foto-foto vulgar Rihanna.

“Rihanna mungkin tidak peduli tentang foto bugil dirinya yang bocor. kalian bertindak seperti bukan manusia. Dia akan marah tentang itu,” tulis pemilik akun @bajantakeova.

“Foto bugil Rihanna bocor juga? Drake pasti akan menulis lagi hit single untuk mengekspos kejadian ini & begitu juga dengan Chris Brown,” kicau pemilik akun ‏@TVEMike.

Dan inilah beberapa foto rihanna yang bocor tersebut:

Source = Terselubung

The post Foto-Foto Rihanna yang Bocor di Internet appeared first on Rinaldo’s Blog!.



from Rinaldo’s WordPress http://ift.tt/ZNKtYr
via IFTTT
Jangan jadi seperti Bani Israil.

Diceritakan pada zaman Nabi Musa, sekumpulan pengikut baginda telah menuju ke Gunung Tursina, yang kini terletaknya di Mesir. Di gunung tersebut turunnya kitab Taurat, dimana berlaku 'ikat perjanjian' akan berimannya Bani Israil dengan Allah SWT. Namun disebabkan kedegilan 'tipikal' oleh kaum tersebut, Allah hancurkan sebuah gunung, lalu batu bata yang terhasil itu dijadikan awan yang berarak, sehingga diceritakan kawasan tersebut menjadi gelap, dek bayangnya. 

Pun diperlihatkan Allah akan azab yang bakal menimpa mereka, respon mereka hanyalah Sami’na (kami mendengar). Sehinggakan sujud mereka dalam solat mereka adalah di atas kening kiri, bukannya dahi kerana sebahagian muka menghadap tempat sujud sedang sebahagian lagi melihat ke atas, kerana takut akan azab tersebut jatuh menimpa mereka. Seorang ulama memberi pendapat, respon mereka adalah sami’na wa asoina, iaitu kami mendengar tetapi kami ingkar. Respon mereka sami’na itu sekadar di mulut, sedang wa asoina itu adalah dari tindakan mereka sendiri.

Biarlah kita menjadi umat yang mengikut perintah tuhan, sami’na wa atho’na, kami dengar dan kami akur. Bukannya jadi yang tercela dengan ‘beriman’ pada sami’na wa asoina.

#20factsaboutme
20factsaboutme
  1. Annisa Ratya, namanya dapet dari mimpi papa sebelum aku lahir, ceritanya dapet surat yang isi suratnya cuma tulisan “Annisa Ratya” . Tapi katanya juga Ratya dapet dari nama akhir mama papa : “Rahmawati dan Setiawan”

  2. 29 Oktober 1993, lahir 3 hari sebelum alm. kakek Asep meninggal, meninggal waktu udah ngerencanai mau jenguk aku yang baru lahir di Bogor tapi ternyata malamnya harus pergi menghadap Sang Kuasa. :”(

  3. Suku Sunda sama Betawi. Katanya sih Bogor itu Sunda, tapi di tempat aku lahir dan beberapa tahun sempat besar disana, itu mah Betawi banget budayanya. Jadi kalo disuruh bahasa Sunda aku ngerti dikit tapi ga bisa kalo ngomongnya :O

  4. Anak pertama, tunggal selama 10 tahun, dan punya adik adik yang dulu lucu, dede temen berantem dan a rajin, ade yang terlalu feminin dan malas. Tapi anak usia lebih dari 7 tahun itu udah ga lucu lagi…

  5. Baru menginjakkan kaki di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Bermimpi bisa menginjakkan kaki di pulau-pulau lainnya dengan negara yang berbeda.

  6. Suka banget iseng jalan sendiri kalo bosen, pengen banget bisa backpacker atau travelling sama naik gunung. Tapi gimana mau kayak gitu, ke laut ato gunung aja ga dibolehin, pulang ngeteng sendiri aja berasa kayak orang dari Antartika ke Indonesia, padahal cuma nyebrang bentar :”

  7. Angka yang aku suka, sama kayak papa. Suka duren dan ikan jambal, sama kayak papa. Suka nasi goreng biasa buatan papa, suka bertukar pikiran sama papa (makanya jadi kayak kucing ama anjijng, kalo lagi baik baik banget, giliran debat debat banget), sama kayak papa, suka iseng , termasuk bikin daging goreng waktu idul adha, tapi enak :9

  8. Ngga terlalu feminin, tapi katanya ga terlalu tomboy juga karena aku kalo di kampus pake rok… (aturan kampus harus pake rok)

  9. Ngga takut sama cerita horor kok, cuma ga mau aja, kalau yang agak thriller ato psiko sih ga apa-apa.

  10. Ga pernah pengen jadi dokter dan pernah ga dipercaya guru kalau aku bisa masuk kedokteran, pengen jadi arsitek atau designer interior, tapi nyasar di FK Unila :0

  11. Kalo kata orang anaknya pendiem, dan baik. Mungkin mereka belum tahu aku seperti apa … anak O yang bawel dan ga bisa diem kadang-kadang ._.

  12. Kalo sama mama kerjaannya ngobrol, kalo ga, cerita apaan gitu yang ujungnya ketawa-ketawa. Aku pernah juga dibilang anak yang suka ketawa sendiri sama temen kampus. Mungkin karena aku sama mama yang hobi jail sama ngetawain apapun itu terus udah itu ketawa ketawa jadi kebiasaan kali ya, but that’s my family and i love them.

  13. Dulu kalo megang barang, barang itu ga akan lama lagi keutuhannya .. (maksudnya rusak), jadi dulu suka dibilang perusak barang dan karena itu suka ga boleh megang barang, sekarang sih, udah ngga terlalu.. tapi masih dibilang kayak gitu sama ortu ._.

  14. Suka banget sama kartun! Pokoknya kartun, mau kartun jepang ato dari negara barat. Sama komik juga.

  15. Merasa muda kalau lagi sama keluarga, soalnya adenya masih kecil-kecil. Jadi pernah ditanya sama mba kasir kalo beli bubur bayi : “Ini buat bayi mba” , ato kalau main kemana gitu jadinya bertiga ntar dibilang sama penjaganya : “Mba, ini buat yang adenya, mbanya ga bisa ikut main”…..

  16. Kalau lagi males, males banget. Kalo niat, niat banget bisa sampe abis-abisan.

  17. Suka bikin craft atau handmade macem-macem atau bikin sesuatu buat dikasih ke orang atau temen-temen, terus sama mama ditanya : “Pantes ga buat dikasih ke orang?”….. terus bikin ulang sampe bikin yang pantas buat dikasih.

  18. Waktu masih kecil, kayaknya 2 taun, pernah iseng nyukur alis sendiri tapi cuma sebelah, terus mama kaget, terus alisnya udah tumbuh lagi kok. Waktu SD pernah juga ujung pensil yang tajam itu masuk ke kaki, nanclep gitu. Pernah juga idungnya kejedot ujung meja kayu di sekolah, terus mimisan banyak banget. Pernah kebakar tangannya karena lagi bakar sampah dan main-main sama yakult yang dibakar terus kena tangan. Dan kalo tidur suka jatuh dari kasurnya , dari bayi sampe SD kelas 6, tapi sekarang udah ngga kok.. dan jatuh dari kasur ternyata menurun juga ke si ade tapi waktu dia SD aja… (masa genetik?)

  19. Suka sama coklat, hot chocolate dan triple chocolate itu sempurna diwaktu pengen pengennya makan coklat.

  20. Suka biru dan hijau, suka sama langit, suka starry sky, suka wangi hujan, suka wangi kertas di buku baru, suka kucing harimau burunghantu serigala, suka sama BEM Neural, dan suka sama kalian semua yang sudah mewarnai perjalanan hidup ini. Kalian adalah bagian dari sebuah puzzle yang membuat hidupku sempurna :”)

Terima kasih semuanya. Semoga kita semua dilancarkan segala tugas ataupun scriptsweet dan segala ujiannya. Keep positive!

Next. Berta bikin juga! , disini ga bisa tagging berta ._.

Resmi sudah, jadi apeteh :')

Barokalloh,
astaghfirullohal adziim, innalillahi wainna ilaihi roojiuun.
Serasa ditimpa se-ton beban di pundak setelah pelafalan sumpah apoteker periode 98, Rabu itu, 10 September 2014. Pengen nangis, tapi kasian make up ntar luntur >.<
Amanah baru berupa tiga huruf tersemat di belakang nama saya, Ratna Dian Pratiwi, Apt. >.<
Oh Allah, ini sudah lama kunanti, semoga Engkau mudahkan jalan kami para apoteker baru. Aamiin.

Pada hari kedua pasca sumpah, di saat saya memutuskan untuk tak mengikuti tes CPNS tahun ini karena ijazah dan STRA belum keluar, alhamdulillah, Allah Maha Mendengar menunjukkan kuasanya, dipanggil kerja. Sesuatu banget kan ya? Bekerja untuk pertama kalinya, di apotek jaringan yang sudah ternama dan besar di Indonesia. Besok diminta menghadap Apoteker Penanggung Jawab nih, mohon mudahkan dan lancarkan ya Allah. Belajar mengambil keputusan juga, dan yang pasti mengambil konsekuensinya. Bismillah, semoga berkah, berkah dan berkah. Allahummaa anzilnii munzalammubarokawwa anta khoirul munziliin :’)

Reamainder langsung dari Allah….

KEMATIAN

satu hal yang sering di lupakan manusia, satu hal yang sering terabaikan, dan satu hal yang sering tak disadari bahwa ia akan datang.

yang tidak pernah tau kapan Allah memanggil kita, dimana Malaikat izrail menghampiri kita, dan saat apa nyawa, jiwa, dan raga ini dikembalikan kepada sang pencipta…..

Berita Duka HARI INI, tentang sahabatku yang baru saja ku dengar kabar duka-nya..

ia telah pergi meninggalkan kita semua, meninggalkan keluarga SITH 2012, ia telah tiada… 

telah harus menghadap kepada Sang pemilik alam semesta ini.

Allah, teguran hari ini begitu nikmat.
sampai jauh di kedalaman hati, hamba tak kuasa membendung rasa sakit karna ditinggalkan.
tak kuasa menitikkan air mata dengan deras atas kepergiannya.

-Semoga amal ibadah engkau diterima Allah, dan Balasan Jannah yang telah dijanjikan-Nya akan segera kau nikmati sahabat.-

Selamat jalan Alif Nissa Astrima…..
Selamat berbahagia di syurganya Allah.

dan tak dapat dipungkiri, aku akan menyusul kesana. ntah 10 tahun lagi, 1 tahun lagi, 1bulan, 1 hari, atau bahkan sepersekian detik setelah aku menuliskan kata kata (isi hati) ini……

Aku Kekasih Cikgu Khir (Cerita Seks Melayu)



Aku Kekasih Cikgu Khir (Cerita Seks Melayu)

Lepas aku lancapkan batang Abang Ayob kat kelas kosong hari tu, dia semakin ketagih. Kami selalu berjumpa selepas sekolah di tempat yang sama. Dari selalu melancapkan batang dia di bontot ku, kegemaran kami beralih pula kepada melancapkan batangnya di peha ku. Biasanya aku akan duduk rapat di sebelahnya dan mengiring menghadap dirinya. Batangnya yang telah menjengah keluar dari seluar sekolahnya itu aku lancapkan. Biasanya ianya akan di akhiri dengan pancutan deras ke peha ku yang gebu. Sudah pasti kain uniform sekolah ku berlendir dengan air maninya.
Namun, ketagihan ku kepada batang lelaki telah mendorong aku untuk pergi lebih jauh. Tabiat ku yang suka melancap batangnya telah berubah kepada menghisap batangnya. Aku sentiasa menahan geram melihat batang lelaki yang keras itu menegang di dalam genggaman ku. Tekak ku berkali-kali menelan air liur ku sendiri menahan gelora setelah memandang kepala batangnya yang kembang berkilat itu.

Lebih-lebih lagi ketika ianya berdenyut-denyut kencang menuntahkan air mani dalam genggaman ku. Ini telah mendorong aku untuk menghisapnya tanpa disuruh. Pertama kali melakukannya, Abang Ayob terpancut-pancut dalam mulut ku walau pun tak sampai seminit aku hisap batangnya. Kusut masai tudung aku selepas di genggam tangannya yang keghairahan melepaskan air mani di dalam mulut ku yang enak menghisap batangnya. Lama kelamaan, Abang Ayob semakin pandai mengawal nafsunya. tapi macam biasalah, bagi betis nak peha, bagi peha nak cipap pulak.

Akhirnya lubang cipap aku tergadai juga di masuki batang abang Ayob. Hampir selalu juga dia hendak terpancut di dalam, tapi nasib baik aku cepat-cepat tolak dia. Kalau tak, mengandunglah jawabnya.

Bapak tiri aku pulak, dah sedap dapat lubang bontot, lubang cipap aku macam dah dilupakan. Hari-hari kerja aku kat rumah bila line clear adalah menonggeng untuknya. Kecuali bila aku datang bulan, mulut akulah yang jadi sasaran. Sampailah dia mati akibat kemalangan dihempap bumbung rumah orang yang dibinanya. Kalau tak, selagi dia tak mampos, selagi itulah tubuh aku diratahnya. Kesian jugak sebab dia mati sebelum tobat. Ah, lantak kau lah. Kau bukannya bapak betul aku.

Begitu juga dengan Abang Ayob. Tapi dia tak matilah, tapi lain pulak ceritanya. Satu hari tu, macam biasalah, lepas dah puas mengongkek, dia mintak nak pancut dalam mulut. Aku pun terus hisap batang dia sampai terpancut-pancut. Menjejeh air liur aku bercampur air mani abang Ayob kat bibir meleleh kat tudung. Lepas main, kita orang keluar dari kelas tu, tapi malangnya cikgu Khir dah menunggu kat luar. Menggigil kepala lutut aku ketakutan. Cikgu yang selalu jadi bahan lancap, kantol kan aku dan Abang Ayob.

Dia suruh kita orang masuk balik dalam kelas kosong tu. Teruk abang Ayob kena belasah. Cuma tak nampak lebam je lah sebab dia tak bantai kat muka. Abang Ayob menangis macam budak-budak berlutut depan cikgu Khir mintak ampun. Tapi aku tak di apa-apakan, cuma pandangan yang tajam dan sinis dari cikgu Khir sudah cukup buat aku takut setengah mati. Lepas tu dia bagi tahu esok lepas sekolah jumpa dia di bilik PRS dan dia lepaskan aku balik ke rumah. Dia juga bagi peringatan, jangan ponteng sebab kalau tak, keluarga aku akan tahu perkara ni. Aku akur dan terus balik kerumah sementara dia heret abang Ayob ke bilik PRS ketika itu juga.
Esoknya selepas sekolah, aku jumpa cikgu khir di bilik PRS. Memang selamat rasanya nak bincang perkara yang memalukan macam tu di bilik PRS sebab keadaannya yang tertutup dan kalau kita menjerit kat dalam pun orang kat luar tak akan dengar. Cikgu Khir bagi tau Abang Ayob dibuang sekolah. Aku terkejut dan serta merta takut akan mengalami nasib yang sama. Tetapi cikgu Khir menerangkan, memandangkan perkara ini amat memalukan pihak sekolah, keluarga dan pelajar yang terlibat, biarlah hanya dia seorang sahaja yang tahu cerita sebenar.

Cikgu Khir menceritakan Abang Ayob diberi pilihan untuk dibuang sekolah akibat melakukan hubungan seks luar nikah atau pun akibat mencuri barangan sekolah, sudah semestinya itu adalah alasan yang sengaja direka supaya tidak memalukan sesiapa. Dan untuk keselamatan dirinya, Abang Ayob memilih dibuang sekolah atas alasan mencuri barangan sekolah. Sekurang-kurangnya mak bapak dia dan masyarakat tak lah tahu cerita sebenar yang memalukan itu.

Kemudian Cikgu Khir beralih kepada aku pula. Dia memberi pilihan yang sama juga kepada ku. Aku gugup tidak dapat berkata-kata. Aku hanya tunduk mendengar ceramahnya yang membosankan itu. Secara diam-diam, aku perhatikan wajahnya penuh nafsu. Wajah cikgu Khir yang seringkali menjadi modal ku melancap dan menjadi bayangan kenikmatan sewaktu tubuh aku di bedal arwah bapak tiri ku dan abang Ayob membangkit nafsu ku di situ juga. Diam-diam, jari jemari ku bermain-main di kelengkang menggentel cipap ku yang basah dari luar kain uniform sekolah.
“Awak dengar tak cakap saya Lina?” Cikgu Khir bertanya kepada ku setelah mendapati aku tidak fokus kepada apa yang diperkatakannya.
“Err.. yee… yee…. tapi tolonglah cikgu… saya dah tak ada bapak… kesianlah kat mak saya cikgu..” aku merayu kepada cikgu Khir.
“Ok.. saya bagi awak peluang…. tapi awak mesti lakukan sesuatu untuk saya.” kata cikgu Khir.
“Apa dia cikgu?” tanya ku gugup.
“Bangun dan berdiri di sini.. ” arah cikgu Khir sambil menunjukkan arah tepi meja sambil dia juga bangun dari kerusi.
Aku menurut arahannya, menuju ke tepi meja dan menunggu arahan seterusnya. Cikgu Khir rapat kepada ku. Tangannya menolak daguku ke atas menghala mukanya. Wajah kami bertentangan. Tanpa sebarang kata-kata, cikgu Khir terus mengucup bibir ku. Aku serta merta sedar bahawa inilah peluang ku untuk bersama cikgu yang ku idamkan selama ini. Aku terus memeluk cikgu Khir dan membalas kucupannya. Cikgu Khir juga terus memeluk ku. Tubuh ranum anak muridnya yang masih lengkap berbaju kurung sekolah itu di peluknya penuh nafsu. Seluruh tubuh ku di raba dan diramas terutamanya bontot ku.
“Cikgu nak ke?” bisik ku perlahan kepadanya.
“Ye….. boleh?..” tanya Cikgu Khir pula.

Tanpa banyak cakap, aku tarik tangan cikgu Khir dan menyuruhnya duduk kembali ke kerusinya. Aku pun berlutut di atas lantai, di kelengkangnya. Aku buka seluar cikgu Khir hingga terlucut ke buku lalinya. Batang lelaki idaman aku mengeras di hadap mata. Wow.. keras betul nampaknya. Lebih keras dari dua batang yang selalu menjamah tubuh ku sebelum itu.

Aku hisap batang cikgu Khir semahu hati ku. Kepala tedungnya yang kembang berkilat aku kerjakan. Aku jilat dan hisap sampai cikgu Khir menggigil nikmat.

Sesekali aku stop dan lancapkan batangnya. Cikgu Khir menikmati servis ku dengan asyik sekali. Matanya ghairah memerhatikan kelakuan lucah ku.
“Sedap tak cikgu?” aku bertanya dengan nada menggoda.
“Hmmmmm…… Sedap Linaaa… Awak ni bohsia ke… uhhhh… Linaaa?” cikgu Khir bertanya kepada ku dalam kenikmatan.
“Emmm… entah…. hhommmppphhh… mmpphhh.. hohhhhhhpppp… ” jawab ku ringkas dan terus menyumbat kembali kepala tedung cikgu Khir ke dalam mulut ku.
“Oohhhhhh Linaaaaa….. Uhhhhhhh….” cikgu Khir mengerang kenikmatan.
Tangannya kemas memaut kepala ku. Aku tahu, dia dah stim gile tu. Mana taknya, batang cikgu bujang tu aku kolom sampai hampir ke pangkal bulu jembutnya. Pulak tu, yang hisap batangnya tu budak sekolah yang cantik, ranum dan gebu tubuhnya.

Cikgu Khir menikmati hisapan dan koloman mulut ku. Tangannya memaut semakin erat kepala ku yang bertudung. Aku tarik kepala ku ke belakang, melepaskan dari genggaman tangannya. Batangnya aku lancapkan.
“Cikgu…. janji ye tak akan buat apa-apa pasal semalam…” aku merayu cikgu Khir.
“Lina…. Cikgu janji…. ohhhh……” cikgu Khir setuju dalam kenikmatan.
“Terima kasih cikgu…” aku tersenyum gembira, tangan ku masih lagi tak henti melancapkan batangnya.
“Tapi…. Lina… ohhh…. selalu macam… ooooohhhh…. niii.. yeeee… ahhhhh…” pinta cikgu Khir dalam keghairahan sekali lagi.
“Saya sedia bila-bila masa yang cikgu nak… Tubuh saya sekarang untuk cikguuu… ” aku menggodanya.
“Ohhhhh… Linaaaa…..” Cikgu khir mengerang nikmat.
“Masuklah ikut mana yang cikgu suka…… ohh… asalkan… cikgu sayang saya…” aku menggodanya walau pun aku sebenarnya semakin berahi ketika itu.

“Linaaa…. saya tak tahan lagiiiii……..” cikgu Khir memberi amaran. Tangan ku masih lagi melancapkan batangnya. Sesekali aku menghisap dan menjilat sekejap kepala tedungnya yang kembang berkilat.
“Lepas dalam mulut saya ye cikguu… Cikguuuu… Saya nak air mani cikguhhhmmpppp… hohhh.. hommppp.. Srooottttt…….” batang cikgu terus aku hisap semahu hati ku sebaik aku berbicara menggodanya.
“Linaaaaaa…. aaahhhhhh……!!! “Cikgu Khir sudah tak dapat bertahan.
“Hmmmmm.. hofffff… hommpp” aku masih menghisap batangnya, malah semakin kuat ku sedut dan semakin dalam ku benamkan.
“CruuuuTTTTTTT!!!!!!” akhirnya tekak ku menerima pancutan air mani cikgu Khir yang deras dan panas.
“Ahhhhhh.. Linaaaaaa!!!! OHhhhhh!!” cikgu khir mengerang hingga terpejam matanya menikmati sedapnya memancutkan air mani dia dalam mulut anak muridnya ni.

Aku berhenti seketika menikmati batang keras cikgu Khir berdenyut memancutkan air maninya di dalam mulut. Tudung kepala yang ku pakai semakin bercelaru digenggam tangannya yang kegeraman itu. Aku telan air mani cikgu Khir. Mata aku terpejam menikmati air mani cikgu Khir yang masih panas ku teguk perlahan-lahan. Menggigil badan cikgu Khir. kakinya bergetar menikmati batangnya yang masih memancut itu aku hisap dan telan semua isinya. Nikmatnya ku rasakan menghisap batang kekar lelaki yang aku akui, aku cintakan itu. Batangnya yang gagah memancutkan benih itu aku gigit halus kepala tedungya di gigi geraham ku. Gigi geraham ku disimbah air maninya yang semakin berkurangan itu.

Selepas puas, aku keluarkan batangnya dari mulut ku. Cikgu Khir kelihatan termengah-mengah macam lepas berlari. Aku bangun dari kedudukan aku yang berlutut itu dan terus duduk di ribanya. Secara spontan aku rebahkan tubuh ku di dadanya. Mengusap-usap dadanya yang bidang itu dengan manja. Batangnya yang semakin layu tu aku gesel-geselkan dengan peha ku yang masih berkain uniform sekolah. Aku dakap tubuhnya sambil cikgu Khir mendakap dan memeluk tubuh ku. Kami terlena sejenak. Kehangatan cinta yang selama itu dalam khayalan, akhirnya aku nikmati jua..

Dalam 5 minit kemudian cikgu Khir mengucup pipi ku membuatkan aku terjaga lalu memandangnya sambil tersenyum.
“Cikgu…. cikgu suka saya ke?”tanya ku manja.
“Lina… saya suka awak… ” jawabnya tersenyum.
“Cikgu nak saya selalu ye…” tanya ku lagi.
“Kalau awak sudi…” jawabnya.

Aku membelai batangnya yang separuh sedar. Kelembutan tangan ku melancapkan batangnya membangkitkan kembali keganasan batang cikgu Khir. Kuat betul rupanya batang cikgu Khir. Aku semakin ghairah. Batang yang ku idam-idamkan itu semakin mengeras di dalam gengaman.

“Cikgu nak ikut mana…” tanya ku menggoda sambil tanganku terus melancapkan batangnya yang semakin keras.
“Ikut mana-mana pun boleh ke?” tanya cikgu Khir penuh minat.
“Mana-mana pun boleh cikgu… sayakan untuk cikgu…” kata ku manja sambil terus bangun dari ribanya.

Aku berdiri di hadapannya. Batangnya kelihatan terus terpacak. Aku selak kain uniform ku ke atas. Aku lorotkan seluar dalam ku hingga tanggal terus ke lantai. Aku angkat kain ku ke atas, mempamerkan peha dan betis ku yang putih melepak. Aku naik terus berlutut di atas kerusinya. Peha ku terkangkang atas tubuhnya. Kelangkang ku betul-betul di atas batangnya yang keras terpacak.

“Cikgu nak saya sampai bila-bila pun bolehhhh… ooohhhhhhhh….” kata ku dan terus melabuhkan punggungku membuatkan batang cikgu khir yang terpacak itu terbenam masuk ke lubang cipap ku yang basah.

Aku lepaskan kain uniform yang aku singkap tadi, membuatkannya menutupi bahagian bawah tubuh ku yang sedang menelan batang gagah cikgu Khir. Cikgu Khir memaut pinggangku dan meraba-raba punggung aku. Aku yang berada di atasnya mengemut kuat batangnya yang terbenam dalam cipap.
“Awak cantiklah Lina..” kata cikgu Khir sambil matanya menatap wajah aku.
“Uhhh.. cikgu… sukaaa… tak bontot sayaaa… ohhh…” kata ku sambil tubuhku tak henti turun naik.
“Ohhh… suka Linaaa…. Dah lama sebenarnya… ohhh…. saya mengidammm….” jelas cikgu Khir kenikmatan.

Tubuhku yang turuun naik di atas tubuhnya membuatkan batang cikgu Khir keluar masuk lubang cipapku dengan galak. Seronok betul cikgu Khir dapat main dengan budak bawah umur yang masih lengkap beruniform sekolah. Aku semakin asyik menikmati lubang cipap ku dimasuki batang cikgu Khir yang keras. Aku ramas dada cikgu Khir, kemutan ku semakin kuat. Nafas ku semakin tidak dapat bertahan. Akhirnya aku kekejangan di atas tubuhnya. Aku benar-benar kepuasan. Aku terus lemah longlai dalam dakapan cikgu Khir sambil batangnya masih ku biarkan dalam cipap. Ohh… aku tak menyesal kalau dia yang buat aku mengandung.
“Sedap sayanggg…” kata cikgu Khir lembut.
“Hmmmm…..” kata ku dengan mata yang terpejam di atas dadanya.

Cikgu Khir mengusap-usap tubuh ku. Punggung ku di usap dan di belai. Sesekali diramasnya geram. Pinggang ku di peluk erat dan bibirnya tak henti mencium muka dan kepala ku yang bertudung.
“Cikgu…. saya sayang cikguuu… boleh tak cikgu janji satu lagi dengan saya….” pinta ku manja di dalam dakapannya.
“Apa dia sayangg…” tanya cikgu Khir lembut di telinga ku.
“Cikgu jangan tinggalkan saya ye…. segalanya saya serah untuk cikguu…” pinta ku kepada cikgu Khir.
“Baiklah sayanggg… rugi rasanya kalau saya lepaskan perempuan secantik awak ni Lina..” kata cikgu Khir memuji diri ku.

Aku terus bingkas bangun dari pangkuannya. Aku sekali lagi berdiri di hadapannya. Aku tersenyum memandang batangnya yang keras itu, dilancapkannya laju sambil matanya memandang seluruh tubuh ku. Aku pusingkan tubuh ku membelakanginya. Baju kurung putihku aku selakkan ke atas bontot. Terpamerlah bontot aku yang gebu dan bulat itu menjadi tatapan cikgu Khir. Aku lenggok-lenggokkan bontot ku ke kiri dan ke kanan. Pinggang aku makin lentikkan biar lebih tonggek. Sengaja aku buat cam tu biar dia stim tengok bontot aku yang tengah melenggok-lenggok dalam kain sekolah biru muda tu.

Cikgu Khir pun bangun dari kerusi. Dia menyelak kainku ke atas. Bontot aku yang tonggek tu di usapnya lembut. Kemudian dia menolak tubuh aku ke depan menyebabkan aku terus tersadai atas mejanya, membiarkan bontotku terpamer kepadanya.

Belahan bontotku dikuaknya, perlahan-lahan aku rasakan batangnya yang panas mencecah pintu lubang bontot aku. Sedikit demi sedikit cikgu Khir tekan sampai kepala tedungnya tembus masuk ke dalam.

“Ohhh… masuk bontot saya cikguu…. ” aku merengek macam sundal time tu.
” Sabar ye sayanggg.. saya tak nak awak sakit… wow… sedapnya main bontotttt…..” kata cikgu Khir sambil terus menekan batangnya sampai tenggelam sepenuhnya dalam lubang haram tu.
“Linaa… errr… awak tak kisah ke saya liwat bontot awak ni?….” tanya cikgu Khir ragu-ragu.

Aku tak menjawab soalan bodohnya. Aku terus sahaja maju mundurkan tubuh ku membuatkan batangnya keluar masuk bontot ku dengan laju. Aku yang menonggeng di meja itu berasa enak diperlakukan sedemikian rupa. Memang bodohlah perempuan yang tak pernah cuba main bontot. Sedap gile… Mula-mula memanglah sakit tapi lama-lama bila dah biasa sedaplah. Lagi pun kalau dia terpancut pun aku bukannya boleh mengandung..

Cikgu Khir terus menghenjut lubang bontot aku. Tangannya memaut kemas kedua-dua pinggulku. Senak sikit aku rasa sebab dia hayun dengan ganas. Maklumlah, bukan senang nak dapat jolok bontot tubuh pelajarnya yang ranum ni. Lebih-lebih lagi, masih beruniform sekolah pulak tu. Memang dia stim gila. Batang cikgu Khir yang keras tu aku rasakan jauh menerobos lubang bontot ku. Ohhh.. sedapnya..

“Lina… saya rasa macam nak keluar lah… uuuhhhh….” rintih cikgu Khir tak tahan.
“Ohhhh.. cikgu…. lepas je dalammm.. ohhhh… bontot sayaaa…” aku merengek memintanya melepaskan air mani.

“Dalam bontot ke Linaaaaa……..” erangan cikgu Khir makin kuat. Dia makin tak tahan dengan godaan ku sambil hayunan batangnya yang menerobos bontot ku makin laju tak terkawal.
“Cikguuu… ohh.. pancutkan cikguu… pancuttt…… ahhhh…” aku melaung nikmat.
“Linaaaa… aahhhhh!!!” erangan cikgu Khir bersama henjutannya yang padu itu akhirnya memancutkan benihnya dengan banyak ke dalam lubang bontot aku.
“Crruuuut!!!!”

“Hhoooooo Linaaaa… Sedapnya bontot kamuuuu……” cikgu merengek sedap dengan badannya yang menggigil memerah benihnya.

Aku melentikkan tubuh ku dan menekan bontot ku ke belakang agar batangnya pancut lebih dalam. Wow.. tak pernah aku rasakan lubang bontot aku dijolok sedalam itu. Sedap gila..

Lepas dah puas, kami pun pulang kerumah dan cikgu Khir menghulurkan duit Rm10 sebagai duit saguhati. Aku gembira bukan kerana dapat duit, tapi sebab dapat main dengan cikgu yang aku idam-idamkan tu.

Selepas hari yang bersejarah itu, aku secara rasminya menjadi perempuan simpanan cikgu Khir. Bilik PRS yang dijaganya itu menjadi tempat tetap kami buat projek. Layanan aku yang 1st class memuaskan nafsunya membuatkan dia selalu membelikan ku barangan-barangan yang tak mungkin ku miliki masa zaman sekolah macam gelang, rantai, seluar jeans, kebaya dan banyak lagi.

Cikgu Khir juga selalu mengajak ku keluar ke bandar. Biasanya hari sabtulah selepas aktiviti kokurikulum. Kami biasanya balik malam dan dia hantar aku sampai depan rumah. Mak aku tak kisah sebab dia percaya cikgu Khir. Sebelum sampai rumah tu, seperti biasa cikgu Khir akan bedal aku cukup-cukup. Dia park kereta dia kat kebun sawit pastu kat tepi kereta dia suruh aku menonggeng. Seluar track yang berlubang kat bontot tu memang sengaja aku pakai tiap kali keluar dengan cikgu Khir. Biar dia stim gila babi meradak bontot aku yang sendat dengan seluar track yang licin tu. Aku tahulah cover line, macam lah aku ni bodoh sangat. Aku pakailah baju t yang labuh bila kat tempat awam.

Hubungan kami yang tercipta daripada aku tingkatan 4 itu berlarutan hingga aku lepas sekolah. Keputusan SPM aku yang hancus membuatkan aku memilih untuk kerja kilang. Cikgu Khir masih lagi menjalinkan hubungan dengan ku. Jika dulu boleh dikatakan affair antara murid dan guru, tetapi lepas tu bukan affair lagi. Kami
sepasang kekasih. Walau pun beza umur kami 10 tahun, tapi itu tidak menghalang aku untuk mencintai dia hingga menyerahkan seluruh tubuh ku.

Make It Simple, But Not Simpler

Make everything as simple as possible, but not simpler (Einstein)

Kata-kata ini meluncur begitu saja di tengah-tengah diskusi dengan Pembimbing siang tadi. Cukup membuat susana hati yang panas dingin nggak jelas selama satu jam menghadap beliau jadi lumayan adem.

Sebabnya karena aturan grammar yg digunakan utk membangun sistem, begitu banyak dan cukup njelimet kusodorkan ke beliau. Pekerjaan yang harusnya sudah selesai dari pekan kemarin, tapi apalah daya baru bisa dikerjakan satu hari sebelum pertemuan ini, dan itu pun dengan sekenanya. Jadilah.. H2C (Harap Harap Cemas) menunggu komentar dari Beliau.

Sudah lumayan lengkap, tapi bisakah kamu membuat lebih simpel lagi? Ada beberapa yang seharusnya bisa disederhanakan atau digabungkan. Dan juga buatlah sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yg ingin kamu capai. Milikilah kemampuan "Generalize Ability" yang dengan komponen penyusun sederhana namun bisa menangani model yang umum..

Deg.. pikiranku melayang-layang. Bukan, bukan karena penelitian ini dianggap kompleks, pas seminar proposal dulu salah satu Penguji  bertanya, “Kamu mau buat sistem ini berapa tahun?” saat melihat rancangan sistem yang akan dipurpose ini. Kyaa.. dalam hati pengin bilang gak pengin bertahun-tahun implementasi sistem ini, kalo perlu satu semester aja cukup.. ==”

"Memang kompleks, tapi mulailah dari yang sederhana. Lalu secara incremental ditambah hingga akhirnya bisa menangani kasus yang kompleks ini" begitu ucap Pembimbing siang tadi. Rasanya meleleh saat mendengarnya..

Lebih baik mulai dari yang simpel namun bisa menyelesaikan masalah yang ada. Daripada berangkat dari kekompleksan tapi belum tentu yang kompleks ini bisa menangani masalah.

Jadi berpikir, kadang kita menganggap suatu masalah dengan pikiran yang begitu berat, padahal belum mencoba untuk menyelesaikannya. Sudah menganggap berat dan sulit dilaksanakan. Jadilah penyelesaian masalah itu menjadi berat dan sulit untuk ditangani.

Mungkin akan berbeda halnya, ketika menggangap suatu masalah dengan simpel (walaupun sesungguhnya memang berat). Memulai awalan langkah untuk mengerjakannya dari sesuatu yang sederhana, membuat kita mempunyai daya untuk berjuang dan berpikiran positif mampu menyelesaikan tugas ini dengan sempurna. 

Dalem.. bagi saya khususnya.

Catatan ini hanya sekelumit refleksi mengenai proses belajar. Belajar bukan hanya sekedar tahu saja, tapi kita bisa menggali esensi dari proses belajar ini. Sampai akhirnya dapat terjadi perubahan cara pandang, bukan hanya tentang riset itu saja, tapi juga termasuk belajar untuk mempunyai cara pandang yang berbeda tentang kehidupan ini.

Depok, 25 September 2014

image

Menunduk lebih lama.
Merangkai kata.
Membaca buku.
Membaca kitab.
Menghadap Tuhan.
Meratap karena masih sering lalai.
Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video