Pahlawan Kesiangan

Dalam setiap kesempatan, dia menjagamu untuk tetap aman. Hadirnya tanpa kau sadari, menjelma dalam do’a pagi.

Semesta berganti, memantau langkah kaki kemanapun kau pergi. Pembelaannya menjelma menjadi temaram lampu malam.

Ya, dia pahlawannya, dan kau kekasih dalam harapannya. Menjagamu dari pemilik hati yang kejam, meski sebenarnya dia yang terancam, terperangkap hati sedalam masa kelam.

Pahlawan kesiangan itu adalah aku; yang berusaha bangun pagi, hanya untuk mengirim do’a tanpa kau sadari, hanya untuk menjaga semua aman meski tak pernah mendapat jangkauan.

Berharap kau tak terluka, meski nyatanya aku yang lebih sering berduka. Selalu menanyakan kabar, meski nyatanya aku yang lebih sering terbakar.

Aku pahlawan kesiangan, yang telat menyadari jika aku akan terkubur dalam oleh harapan, serupa aku yang mencintaimu dalam-dalam di samudra hati yang membiarkanku mati tenggelam.

“JAMBREEEEEEEEEEEET!”

“Sial! Gue salah milih mangsa!”

***

“Sip!” Hujan gerimis kayak gini bisa bikin gue ngejaring mangsa lebih gampang. Gue gak perlu nyari mangsa di tempat lain. Cukup di sini, halte angkot. Tapi, resikonya nantang banget, bro. Mangsa yang kejaring kebanyakan. Gue harus pilih-pilih mansa terbaikkalo kayak gini. Hmm, kayaknya mangsa gue hari ini cukup cewek itu. Cewek yang lagi ngobok- ngobok tas mungilnya, yang bikin gue ngiler. Posisinya juga strategis, di ujung bagian halte ini. Setidaknya lebih memudahkan gue buat kabur.

Gue ngatur topi gue biar agak sedikit nutupin muka gue, sedikit mengingsutkan kaki ke arah tu cewek. Memantau situasi sekitaranku. Bagus! Nampaknya tak ada yang menyadari aksiku, pun cewek yang ada pada 45sebelah kiriku ini. Cukup gue ngayun kaki gue selangkah untuk mensejajarkan posisi gue sama tu cewek.

Gue gak bisa ngeliat wajahnya dengan jelas, tapi dia masih terlihat mengobok-obok isi tas mungilnya itu. Bikin gue makin ngiler aja tu cewek.  Liur gue makin netes. Sempat gue ngibasin pandangan. Ok, semua masih tenang. Gue lirik lagi tu cewek, kali ini dia terlihat ngerapiin tas mungilnya. Menutup ritsletingnya kemudian menyandangnya di bahu kanannya. Bagus! Ini akan jadi lebih mudah buat gue. Lo emang mangsa yang pengertian, tapi sabar dikit. Bukan sekarang! Belum!

Hoaam„

Dia menguap, mungkin ngantuk terbawa suasana gerimis.

Ciiit…

Angkot berhenti di depan halte dengan sedikit mengeluarkan decitannya. Ada yang turun, tapi lebih banyak lagi yang naik, termasuk tu cewek. Kelihatannya dia agak memaksa tubuhnya berjejal muatan di pintu angkot nan mungil. Mungkin takut tak kebagian jatah kursi. Bagus! Memang benar- benar mangsa yang baik.

Hep…

Tubuh tu cewek berhasil menyelip ke dalam angkot dengan tangan kanannya yang masih agak terjulur ke luar. Sekarang saatnya!. Gue bisa ngerampas tas tu cewek dengan halus lalu menyelipkannya di balik jaket gue yang bulukan ini. Tak susah rupanya mendapatkan tas mungil cewek ini. Lagipula ia tak sadar akan aksi gue barusan. Bagus! Gue bisa pergi sekarang tanpa was-was. Gak perlu terburu-buru apalagi lari. Gue sukses! Yes!

“Jambreeeeeeeeeeeeeeeeeeet!”

Teriakan seorang pedagang warung yang tiba- tiba membangkitkan syaraf refleks gue buat lari. Ah, payah! Ngapain gue lari?! Sama aja gue buka topeng kalo kayak gini.

Gue dengar derap langkah kaki yang berlarian ke arah gue semakin jelas disertai umpatan supir angkot yang bersungut-sungut sama gue gara-gara penumpangnya pada ngacir. Gue cuma lari lurus dan berharap tak ada yang tiba-tiba muncul di depan gue. Gue gak tau mau lari ke mana. Gue gak hafal daerah ini. Cuma kebetulan lewat dan gue pikir bisa sedikit icip-icip panen perdana gue di daerah ini.

Di depan tak terlalu rame dan sepertinya ada belokan ke kanan. Gue harus nyoba! Gue capek dikejar- kejar. Bener! Sebuah belokan sempit antara dua bangunan, semacam gang tikus. Sepertinya bisa jadi gua persembunyian sementara buat gue. Gue ngintip ke belakang sebelumnya. Bagus! Mereka belum terlalu dekat.

Hep…

Gue berhasil menghindar dari kejaran orang- orang itu. Nafas gue masih tersengal dengan ritme yang sungguh tak beraturan. Gue ngintip ke luar dikit, memantau keadaan. Aman. Orang- orang itu sudah tak terlihat lagi. Gue ngatur nafas gue sambil nyandar di tembok gang itu. Tas mungil itu masih ada di balik jaket gue. Gue narik nafas agak dalam sambil mejamin mata yang hampir tak terlihat di balik topi gue.

“Hhh???!!!”

Gue terperanjat pas buka mata. Seseorang dengan sepatu sporty, jeans, dan T- shirt berlapis kemeja santai yang kancingnya mungkin sengaja dibuka berdiri persis di hadapan gue sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Pemilik wajah oval itu, korban gue! Sial! Gue salah milih mangsa!

“Heh, lo! Balikin tas gue!”

“Udah bukan milik lo lagi! Ini milik gue.”

“Apa? Punya lo? Cowok kaya lo mau make tas begitu? Gue aja ogah- ogahan. Yakin, lo?” nadanya begitu mencibir.

Gue nundukin sedikit kepala gue. Bukan karena gue ciut gara- gara cibirannya. Gue justru menyunggingkan senyuman yang gak bisa dia liat.

“Oh, rupanya anak Tuan Wijoyo Atmoko?”

Kali ini dia yang gue bikin terperanjat.

“Siapa lo?” selidiknya.

“Namamu Sekar Wijoyo Atmoko, bukan?” gue sedikit menunjukkan tata krama kali ini.

“Lo tau dari mana? Siapa lo?”

Gue kembali menyunggingkan sebuah senyuman yang kali ini sedikit gue perlihatkan tanpa menunjukkan wajah gue.

“Apa maksud lo? Gue nemuin lo bukan buat main teka-teki kayak gini. Mana tas gue? Balikin!”

“Bukankah kau seorang juara karate propinsi? Tentu kau bisa mengambilnya sendiri.” Gue sedikit nantang tu cewek.

Tu cewek mengerutkan keningnya. “Lo siapa? Kenapa lo bisa tau tentang gue. Lo itu jambret professional kali, ya? Nyari tau dulu asal- usul korbannya yang bakal dijambret.”

Gue masih gak ngerubah posisi. Tapi gue masih mantau dengan baik gerak- gerik tu cewek. Posisinya masih sama.

“Entahlah. Gue bukan penjambret ulung. Gue masih pemula. Gue yakin, lo sebenernya juga perdana jadi korban. Lagipula, barang beginian gak ada apa-apanya buat lo, kan?”

“Diam, lo! Berhenti ngungkit- ngungkit tentang gue! balikin tas gue dan tunjukin siapa diri lo!”

 Gue masih agak nunduk sambil merogoh sesuatu di balik jaket gue, tas cewek itu. Lalu mengacungkannya. “Yang ini?”

Dia sedikit beringsut ke arah gue. Mungkin berniat buat ngambil tasnya ini. Sayang, dia masih kalah cepat dibandingin gue yang masukin lagi tasnya itu ke balik jaket gue.

“Eitt, ada barang ada imbalan.” Gue sedikit menggodanya.

“Lo mau apa?”

“Seandainya lo jadi gue, lo mau minta apa?”

Okay, gue bakal minta jangan laporin gue ke siapa-siapa.”

“Itu doang? Terlalu standar buat gue.” gue sedikit melakukan gerakan, berjalan beberapa langkah mendekati cewek itu. Gue berhenti di belakang tu cewek, memposisikan diri gue ada di balik punggungnya. Bagus! Dia gak ngerubah posisi sama yang kayak gue prediksi.

“Sebagai penjambret pemula yang baik. Gue rasa gue perlu cerita dikit tentang diri gue seperti apa yang lo minta dari tadi. Lo masih ingat gak dulu sekolah SMA di mana?”

“Setelah gue pindah ke sini, SMA Cempaka 1” dia meladeni gue rupanya.

“Bagus. Ingatanmu masih baik.”

Tak ada sahutan darinya. Mungkin ia menanti lanjutan pembicaraan gue.

“Masa gue sma dulu, sma gue pernah gempar gara-gara kedatangan siswi pindahan dari propinsi lain. Dia bukan cewek yang cantiknya luar biasa walaupun keturunan bangsawan, dia justru cewek yang lebih seneng main sama cowok ke mana-mana. Dia juga gak jago-jago amat urusan akademik, justru lebih seneng gabung sama kegiatan cowok. Dia orang pertama di sma gue yang rutin hadir di ekskul basket sama karate cewek. Dia..”

“Ngapain lo nyeritain tentang orang lain?” dia memotong cerita gue.

“Sstt„ cerita gue belum selesai. Dengerin baik- baik. Dia menjadi utusan tunggal sma gue dalam pertandingan karate. Dia menang se-propinsi. Selain itu, ternyata dia juga menangin hati gue.”

“Lo j…”

“Sstt„ cerita gue belum beres.” Gue sedikit ambil nafas.

“Gue jatuh hati sama dia. Tapi gue gak berani, dia anak bangsawan sementara gue cuma anak karyawan. Saat itu gue sebenarnya yakin kalo gue sama dia bisa jadi pasangan serasi, dia jago bela diri dan gue lebih baik di bidang akademis. Sayangnya, gue terlalu takut saat itu. Gue ngelupain dia perlahan sampai kelulusan sma yang bikin gue sama dia gak ketemu lagi. Itu cerita gue empat tahunan yang lalu, gue gak ada ketemu batang hidungnya lagi sampai hari ini.”

“Ja…”

“Ssst„ belum selesai. Hari ini gue bingung mau ngedapetin uang dari mana buat biaya kontrakan yang nunggak sementara tiga hari yang lalu gue di PHK. Udah tiga hari ini pula gue keliling nyari kerjaan. Tapi, sama aja. Di mana-mana gak ada lowongan. Gue makin bingung, gue mampir ke sebuah warung buat nge-teh. Di sana gue dapat ide nakal, gue ngeliat ada orang yang ngutil makanan di warung itu. Gue jadi kepikiran gimana kalo gue ngutil harta orang. Habis dari tu warung, gue lanjut jalan sampai di sebuah halte angkot. Kebetulan saat itu gerimis, yang berarti gue punya banyak opsi buat jadi korban gue. Sayangnya, buat gue itu gak segampang nentuin opsi paling bener kalo lagi ngejawab soal  pilihan ganda pas sma. Gue gak teliti memilih, lebih tepatnya kerja gue masih gak sempurna. Gue dikejar- kejar orang. Untungnya  gue lolos dari mereka. Gue sembunyi di gang tikus ini sambil ngatur nafas. Gue merem, mikir bahwa gue emang gak bakat jadi seorang penjambret. Pas gue buka mata, gue liat ada sosok yang selama ini udah gue lupain batang hidungnya ada di depan mata meminta barangnya dikembalikan. Rupanya dia masih selincah dulu. Gue gak nyangka kalo ketemu lagi sama dia dalam event yang gak bagus. Dia ternyata yang jadi korban pertama gue, sekaligus pemergok pertama aksi gue.”

Gue semakin membenamkan wajah ke dalam tundukan. Gue menarik nafas berat sehabis bercerita. Cewek yang sedari tadi memunggungiku tiba- tiba berbalik dan merampas topiku. Sontak aku mendongak.

“Agung!  Kau…” serunya tercekat.

Cut!” teriak sutradara dengan megaphonenya.

Break 15 menit! Setelah itu, kita ulang lagi part akhir.”

Sang sutradara berjalan menghampiri seseorang. “ Fani, kau harus ingat dialogmu bagian itu. Hayati peranmu menjadi seorang Sekar. Ok?” Dia lantas berlalu setelah menepuk pundak cewek itu layaknya seorang karib baginya.

“Ton, kau Ok. Pertahankan!” dia pun menjauh dari dua manusia itu, kembali menuju singgasana khusus bagi sang sutradara.

ZA | Bandung, 10 Juni 2011

Nemu cerpen lama hasil ngoprek si nobi

Kementerian Akan Pantau Pelan Penstrukturan Semula MAS

Kementerian Akan Pantau Pelan Penstrukturan Semula MAS

PUTRAJAYA – Kementerian Sumber Manusia akan memantau secara terinci pelaksanaan ‘Pelan Penstrukturan Semula MAS’ yang diterajui Khazanah Nasional Bhd (Khazanah) supaya tidak menjejaskan kebajikan pekerjanya.

Menterinya, Datuk Richard Riot Anak Jaem berkata, satu mesyuarat khas telah diadakan baru-baru ini untuk mengetahui pelan strategik dan pelaksanaan Khazanah termasuk masa depan kakitangan.

Ka…

View On WordPress

kalo kamu merasa tidak kuperhatikan, maaf, aku sibuk memantau lingkunganmu , barangkali ada orang mengganggumu, kuhajar dia !
—  Dilan 1990

Sudah tidak dipungkiri lagi Amerika Serikat beserta sekutu serta para bonekanya bersatu padu memerangi Daulah Islam. PBB yang juga merupakan organisasi dunia penghamba Amerika Serikat juga ikut-ikutan mengecam perjuangan daulah Islam sedangkan pada saat 2.000 lebih rakyat Gaza di gempur Israel PBB diam saja, pada saat Irak, Libya dan Afganistan rakyatnya di invasi Amerika Serikat sehingga jutaan rakyat melayang nyawanya baik orang tua maupun anak-anak, para wanita di perkosa di hadapan Suami ataupun orang tuanya PBB hanya bisa diam, umat muslim rohingya di bakar secara biada di Myanmar oleh Etnis Budha yang dipimpin para bhiksu PBB hanya diam saja, ketika muslim Xinjiang dari etnis Uighur di tangkap, di pukul, dipenjara bahkan di langgar Hak Asasi mereka PBB diam seja. Masih banyak masalah umat Islam yang PBB diam saja tapi jika agama lain yang diserang PBB anteknya Amerika Serikat seolah yang pertama mengecam.

Kekejaman-kekejaman yang terjadi di negara-negara yang muslim menjadi sebuah semangat para mujahidin untuk berjuang membela umat Islam yang tertindas. Di Gaza ada Hamas meskipun Hamas produk demokrasi, di Irak dan Suriah ada ISIS yang memerangi pemerintahan Syiah Irak dan Suriah yang sudah banyak memakan korban para Ahlussunnah Wal Jamaah yang di anggap berbeda dengan Syiah. Bahkan di Suriah para tentara secara kejam memaksa para Muslim Ahlussunnah untuk bertuhan kepada Bashar Al Asad dengan memaksa mengucapkan “Tidak Ada Tuhan Selain Bashar Al Asad”. Inilah bentuk kekufuran yang sebenarnya terjadi di Irak dan Suriah.

Jika kita berbicara masa lalu ketika Salahudin Al Ayubi ingin membebaskan Al Quds beliau pertama kali melakukan pembersihan kepada paham-paham Syiah karena paham Syiah merusak aqidah umat Islam. Syiah sangat gemar melakukan pencelaan kepada Aisyah, Abu Bakar, Umar, Usman dan Hafsah, Syiah sangat gemar menyembah-nyembah dan berdoa di kuburan imam mereka, mereka juga menganggap Ali Sebagai orang yang lebih baik daripada Rasulullah. Itulah mengapa kesesatan itu yang pertama kali diberangus oleh seorang Salahudin Al Ayubi. Demi untuk memurnikan Islam dari aliran dan paham menyimpang sehingga jelas mana yang haq dan mana yang bathil.

Itu juga yang dilakukan Daulah Islam di Irak dan Suriah dimana mereka berhasil merebut daerah-daerah di Irak dan Suriah serta membebaskan para muslimin Ahlussunnah dari penjara-penjara dan hukuman tidak adil oleh para tentara pemerintahan Syiah. Mereka memurnikan daerah tersebut dengan menerapkan Syariat Islam secara kaffah yang terbukti di akui oleh para responden di Jazirah Arab lebih syar’i ketimbang Arab Saudi sendiri. Mereka awalnya bernama ISIS kemudian berubah menjadi IS atau Islamic States.

Perkembangan terus mewarnai perjuangan para mujahidin Daulah. Atas ijin Allah mereka perlahan tapi pasti membebaskan banyak wilayah dari pemerintahan dzalim Syiah dan membawa rakyat untuk menerapkan hukum Allah. Mereka membentuk mahkamah syariah untuk menerapkan hukum hudud untuk menjamin keadilan dan hak para muslimin yang berperkara. Terbukti penerapan ini mendapat apresiasi dari masyarakat dan menyambut ini secara positif. Mereka merasakan dengan hukum syariat yang diberlakukan membuat kehidupan mereka lebih damai, aman dan nyaman dikarenakan semakin sulitnya orang-orang melakukan kejahatan baik mencuri, berzinah, minum khamr dan narkoba serta sikap-sikap lain termasuk masalah anak yang durhaka kepada orang tuanya sendiri.

Selain itu penerapan syariat juga mereka anggap menjamin tumbuh kembang anak mereka karena sistem pendidikan yang menggunakan sistem pendidikan Islami. Mereka sedari kecil di ajarkan untuk mempelajari Islam baik itu mengkaji Al Qur’an, Al Hadits dan menghafalnya sehingga muncul para hafiz dan hafizhah baru bagi umat Islam sehingga membuat mental mereka kuat dan baru mereka mendapatkan ilmu dengan tingkatan yang lebih tinggi yakni ilmu-ilmu sains dan lain sebagainya. Dalam kurikulum di Daulah Islam penguatan terhadap pemahaman agama secara benar dari kecil sangat dibutuhkan untuk menjaga agar anak-anak sebagai generasi penerus bisa menerapkan kehidupan yang Islami jauh dari yang merusak diri mereka sendiri dimasa depan.

Warga juga merasakan semakin sulitnya kemaksiatan di sekitar mereka terjadi dan bahkan ini berdampak pada lingkungan yang baik bagi pendidikan anak mereka. Anak mereka tidak mendapatkan tontonan yang merusak akhlak dan moral anak-anak mereka sehingga anak mereka dalam situasi yang terjamin untuk pendidikan yang baik bagi anak mereka. Tidak ada hiburan yang merusak seperti wanita yang mengumbar aurat, nyanyian-nyanyian yang melupakan pada membaca Al Qur’an karena dewasa ini anak lebih bangga bisa bernyanyi dan tampil kedepan tapi tidak bisa membaca Al Qur’an, dan masalah lain yang membantu dalam pembentukan karakter anak-anak mereka.

Memanglah benar generasi muslim hanya dapat dibentuk dengan konsep pendidikan Islami sejak dari kecil dan membuat suasana dan kondisi yang kondusif dari mereka. Membuat lingkungan mereka tidak terpengaruh dari tontonan -tontonan yang merusak aqidah, moral dan akhlak mereka akan sangat membantu membentuk karakter mereka menjadi lebih baik. Itu juga yang menjadikan gambaran bagi generasi umat muslim saat ini bagi pendidikan mereka. Mereka belajar agama tapi terus diserang dengan tontonan-tontonan yang dapat merusak aqidah mereka, akkhlak dan moral baik di masyarakat ataupaun televisi yang mereka tonton maka rasanya itu tidak akan berhasil. Lama kelamaan anak yang hidup dalam kondisi yang seperti itu juga akan terpengaruh dengan kondisi yang mereka saksikan.

Itulah mengapa kita bisa berkaca dari generasi kita saat ini. Mereka terpengaruh dengan cepat karena lingkungan yang tidak kondusif dan mendukung bagi perkembangan karakter mereka. Wajar jika apa yang mereka tonton seperti pacaran, berpakaian seronok dan tontonan jelek jadinya menjadi tuntunan mereka. Jangan bingung jika masih SD mengenal pacaran berujung dimasa depan melakukan perzinahan tanpa rasa bersalah dan menganggap itu biasa, wajar mereka menganggap menutup aurat bukan sesuatu yang wajib dan di anggap menutup aurat harus menunggu hidayah bukan sebuah kewajiban ketika seseorang sudah memilih sebagai seorang muslim, wajar jika generasi kita menjadi orang yang gila harta karena menganggap sukses itu ukurannya adalah materi sehingga korupsi-pun akan mereka lakukan untuk kaya dan memenuhi hawa nafsu manusia yang tidak pernah puas.

Jadi bagi mereka yang membenci Daulah sepertinya harus bersikap bijak. Peperangan yang terjadi hanyalah sebuah cara untuk menjamin kehidupan generasi muslim agar lebih baik. Daulah yang di tegakkan untuk menjamin suasana dan situasi kondusif untuk umat muslim dan paling terpenting generasi muslim masa depan yakni anak-anak. Mereka harus di ajarkan ketakutan hanya pada Allah bukan takut jadi miskin, tidak punya pacar dan lain sebagainya. Sadar tidak sadar jika kita terus-terusan hidup dalam situasi sekuler seperti ini dan para ulama sudah hilang dimuka bumi sedangkan generasi tidak terdidik dengan baik tunggulah musnahnya kaum muslimin dimuka bumi.




Sumber : http://ift.tt/1pBZJSO
Merakyat

Assalamualaikum wr.wb.

Entah kenapa dan sejak kapan, terbiasa bikin posting dengan ucapan salam, hehe, terutama untuk posting perspektif, pengalaman dan resep, hehe. Sekarang saya lagi kepengen berbagi perspektif saya mengenai seorang pemimpin. Sebenernya saya tau, ini bukan kapasitas saya berbicara hal ini karena pengalaman organisasi saya tidak setumpuk, tapi kepengen banget bercerita tentang sosok pemimpin yang gaul2 saat ini.

Saat ini, menurut saya, paradigma pemimpin di Indonesia mengalami pergeseran, dari yang dulunya lebih banyak terlihat oleh rakyat sebagai sosok yang dilayani, memerintah, dan memantau dari kejauhan. Kini pemimpin justru terlihat sebagai sosok yang melayani, dekat dengan rakyat dan sebisa mungkin juga turun sendiri melakukan kegiatan pemerintahan, serta melibatkan rakyat dalam pengambilan kebijakan. Banyak tokoh yang sudah menasional dengan “kerakyatan” ini, sebutlah yang terpopuler Bapak Presiden terpiilih kita, Bapak Joko Widodo. Bapak Jokowi dengan sukses mengambil hati rakyatnya dengan gaya “blusukan”nya.

Ada lagi walikota Surabaya, Ibu Risma, yang sukses mengambil hati rakyatnya juga dengan turun langsung ke lapangan. Beliau mencontohkan bahwa menjadi pemimpin tidak lantas hanya duduk manis dan memerintah, tapi juga harus ikut turun. Dengan turunnya beliau ke lapangan, otomatis terjalin juga kedekatan dengan warganya. Sering saya baca berita di koran nasional, Bu Risma sering turun sendiri untuk menasihati anak yang ketahuan mbolos sekolah, mendengarkan curhatan wanita tuna susila dan lain lain. Berbicara dari dekat dengan warganya, ya, itulah beliau.

Ada lagi, sebutlah Pak Ridwan Kamil, walikota Bandung yang gaul abis. Pernah sekali waktu saya kepo twitter beliau, subhanallah, guaul! Mention2 dari warganya banyak yang ditanggapi, mulai dari yang memang komplain tentang kekurangan salah satu sudut kota, sampe yang curhat pun ditanggapi. Uniknya, tanggapannya itu lucu2, bikin ketawa, anak muda banget lah sosok yang satu ini. Tapi lagi2, saya sungguh percaya bahwa Pak Ridwan Kamil pun sukses mengambil hati rakyatnya dengan membangun kedekatan via sosmed.

Selain tiga yang saya sebutkan di atas, masih banyak lagi sosok pemimpin yang sukses mengambil hati rakyatnya. Tapi saat ini saya ingin bercerita mengenai sosok yang mungkin berada dalam lingkup saya. Gatau sih ada yang berhasil menerka siapa beliau atau tidak, ehehe. Saya sebenernya hanya mengamati saja, jadi ini perspektif ini pure dari seorang pengamat yang tidak mengenal beliau secara nyata. Saya hanya menjadi salah satu di antara seribuan followersnya. Tidak pula pernah saya me mention, tapi saya diam diam menjadi silent reader di setiap tweetnya. Bukan kepo, tapi mau gamau baca karena muncul di timeline twitter saya (definisi kepo menurut saya itu kalo emang gaada kerjaan terus buka account ybs, kemudian mbaca dengan detil satu per satu postingnya).

Nah, ceritanya, baru baru ini sang pemimpin kedatangan rakyat baru. Alih alih bersikap sok senior, bapak ini justru dengan hangat menyambut mereka. Menanyakan bagaimana kesan pertamanya mengenai negeri yang baru mereka tempati, menanyakan keseharian dan mengajak rakyatnya berdiskusi. Nah beberapa saat lalu saya kepo (nah ini baru ngebuka account ybs), kemudian saya kaget, sekaligus ngerasa,”gaul ya bapak ini”, beliau menaruh nomor HP di bio twitternya, menandakan bahwa siap direcokin kapan pun untuk negeri yang sedang dipimpinnya.

Saya melanjutkan kepo ke account resmi dari negerinya, dari akun tsb, tampak bahwa bapak tsb turun langsung berinteraksi dan bersama sama mengajarkan + mendampingi rakyat barunya. Ya, beliau memang berusaha untuk membangun kedekatan dengan rakyatnya. Saya berharap memang yang dilakukan beliau tulus dari hati, ga bermaksud pencitraan.

Terlepas dari saya sebenarnya tidak kenal dengan bapak ini, tapi saya mengapresiasi langkah yang beliau lakukan. Untuk turut serta membudayakan sikap pemimpin yang merakyat. Ngga salah sih, beliau memang sudah malang melintang di dunia organisasi dan sudah ditempa mengenai leadership selama beberapa tahun. Jadi terlihat bahwa memang bapak ini insya Allah kompeten untuk jadi pemimpin di sebuah negeri.

Nah, memang sih, saya pernah baca sebuah artikel, kadang yang diinginkan rakyat itu adalah sekedar didengerin keluhannya. Menjadi pemimpin tidak hanya sekedar menyelesaikan masalah dengan langsung memberi solusi, tapi melalui proses “curhat” rakyat justru turut merasa memiliki negeri tsb. Efek yang diberikan pun juga besar, meningkatnya kualitas hidup rakyat karena mereka merasa happy.

Sebenernya posting ini jauh dari kata “crystal clear”, haha, tapi saya memang kepengen berbagi kisah tentang pemimpin saya yang satu ini. Di akhir posting ini, saya ingin mendoakan untuk para pemimpin dimana pun, semoga diberi kekuatan dan ke istiqamahan menjadi penanggung jawab negeri atau organisasi apapun yang dipimpin. Semoga diberikan kelancaran dalam menghadapi setiap hambatan, dan juga, semoga bisa selalu memimpin dengan hati. Bila pemimpin bisa memimpin dengan hati, insya Allah jujur, amanah dan dekat dengan rakyatnya. :3

Oiya, jangan diartikan posting saya ini sebagai tanda saya ngefans atau kagum yang gimana2 sama bapaknya ya. Hanya sebuah perspektif, bahwa saat ini, pemimpin yang merakyat bukan hanya dipegang Pak Jokowi, Bu Risma atau pun Pak Ridwan Kamil, tapi budaya ini bahkan turun sampai negeri yang bawah, hehe. Akhirul kalam, mohon dimaafkan bila ada salah kata dan saya mengingatkan setiap orang berhak memiliki perspektifnya masing2 tentang suatu hal ^^

Wassalamualaikum wr.wb.

Pantau Unit Amal PAS pula...

Pantau Unit Amal PAS pula…

Tanjong Karang: Polis Diraja Malaysia (PDRM) kini memantau pergerakan dan aktiviti Unit Amal PAS untuk mengesan sekiranya pertubuhan itu melakukan tindakan menyalahi undang-undang.

Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi berkata, pihaknya tidak akan teragak-agak untuk mengambil tindakan tegas sekiranya mendapati anggota Unit Amal melakukan sebarang tindakan yang melanggar…

View On WordPress

New Post has been published on The Rakyat Post BM Version

New Post has been published on http://bm.therakyatpost.com/berita/2014/09/01/tun-m-sokong-penahanan-ahli-pps/

Tun M sokong penahanan ahli PPS

LANGKAWI, 1 September:

Bekas Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad, menyifatkan penahanan 156 anggota Pasukan Peronda Sukarela (PPS) Pulau Pinang, sebagai tindakan wajar.

Menurut laporan Berita Harian Online, beliau turut menyifatkan tindakan itu sebagai tepat, selepas cabaran terbuka dibuat terhadap Ketua Polis Negara (KPN), Tan Sri Khalid Abu Bakar.

“Di negara ini, kita sudah beri tanggungjawab kepada PDRM (Polis Diraja Malaysia) untuk menjaga keselamatan…bagaimanapun, sesetengah badan dan organisasi juga dibenarkan memohon lesen khas daripada polis untuk memantau keselamatan sesebuah kawasan, namun ia masih tertakluk kepada undang-undang dan peraturan ditetapkan.

“Mengandaikan peraturan kawalan keselamatan adalah di tangan mereka, itu tidak betul dan mereka tidak patut melakukan perkara sebegitu…malah, mereka mencabar KPN untuk menahan mereka, maka KPN tidak ada pilihan lain, selain menguatkuasakan undang-undang yang ada,” katanya.

Tun Mahathir berkata demikian selepas diminta mengulas penahanan 156 anggota PPS di Pulau Pinang, pada Ahad, kerana ingkar amaran tidak menjalankan sebarang aktiviti, selepas pasukan itu didapati tidak berdaftar dengan Pendaftar Pertubuhan.

Rossa Komentari Karaoke Syahrini yang Disegel Pemkot
Tags :

Penyanyi Rossa mengaku tidak tahu usaha karaoke milik Syahrini yang berada di City Mall Tangerang disegel Pemerintah Kota Tangerang, Banten.

“Saya nggak tahu itu, soalnya aku nggak pernah lihat televisi,” kata Rossa saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (31/8/2014).

Rossa mengungkapkan dirinya sudah mengantisipasi agar usaha karaokenya tidak melanggar hukum di wilayah tertentu.

“Sebetulnya penjualan alkohol pasti ada izinnya, kalau memang ada tempat yang nggak boleh kayak di Sukabumi, Karawang, ya, jangan. Tapi kalau di Mangga Besar mereka masih jual bir,” kata ibu satu anak ini.

Rossa yang memiliki usaha karaoke bernama Diva ini hanya berharap perusahaan tidak mengalami hal yang dirasakan oleh Syarini.

“Mudah-mudahan jangan kecolongan. Saya terus memantau walau nggak semuanya bisa saya pantau secara langsung,” lanjut Rossa.

Seperti diketahui usaha karaoke Syahrini dengna bendera Princess Syahrini Family ditutup karena melanggar Perda No 7 tahun 2005 tentang Larangan Penjualan Minuman Beralkohol di Kota Tangerang, Perda No 7 tahun 2010 tentang Pajak Daerah, Perda No 17 tahun 2011 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan, serta Perda No 6 tahun 2011 tentang Ketertiban Umum.


Tanggal : September 01, 2014 at 11:18AM
Penulis : Tomi Tresnady
By : suara.com
Baca selengkapnya di :
Sumber Berita

Anda sedang membaca berita tentang "Rossa Komentari Karaoke Syahrini yang Disegel Pemkot"
TERAJU tubuh pemantau

Cyberjaya: Unit Peneraju Agenda Bumiputera (TERAJU) mewujudkan Jawatankuasa Pemantauan SUPERB bagi memantau perkembangan operasi penerima geran selain mengukuhkan pelaksanaan Skim Usahawan Permulaan Bumiputera (SUPERB).

Pengarah Program Koridor Ekonomi TERAJU Bestari Abrar Nasiruddin berkata, jawatankuasa khas itu merangkumi rakan strategik pelaksana program SUPERB yang terdiri daripada 11 agensi…

View On WordPress

Panduan Untuk Memantau Hiu Paus

Panduan Untuk Memantau Hiu Paus

BUKANBIKIN, Jakarta –

Sehubungan dengan perayaan Hari Hiu Paus Internasional (International Whale Shark Day) yang jatuh tiap tanggal 30 Agustus, WWF-Indonesia bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cendrawasih (BBTNTC) meluncurkan buku “Panduan Teknis Pemantauan Hiu Paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih” di Restoran Bumbu Desa, Cikini. Peluncuran buku panduan ini juga dihadiri oleh…

View On WordPress

Tunggu.. Org shopping kat bazar Tok Guru…

Katanya kelas habis pkl 8 malam. Kalau tunggu takut lewat sangat sampai ke Paka. Tapi tak nak terlepas pesanan terakhir Dato Roslan.

Perkongsian dengan peserta2 sangat menyentuh perasaan saya. Terasa terlampau banyak boleh dipelajari dari pengalaman oang lain.

Gerun bila dengar mengenai “Sumpahan 3 tahun” dunia perniagaan. Sebetulnya saya masih belum masuk pun tahun pertama.

Seronok bila dapat tahu Abg Mizi jutawan Kerteh akan mula memantau aktiviti business saya. Dia akan pastikan saya buat apa yg saya telah azamkan.

Best Pra-Pulau Jutawan!

Try Mineral Coffee Susu Ice!

https://m.facebook.com/mineralcoffeesihat

http://www.ermanmuslim.com

#ermanmuslim #ermanmuslimdotcom #lazatsihat #lazatsihatdotcom #pmwhatsappsms0199331766 #sayajual #akujualkopi #mineralcoffeecampaign #mineralcoffee #garamberapi #garambuluh #followmyIG #followme #likemypage (at Bazaar Tok Guru, Kota Bharu)

Syria: 75 tentera pengaman Filipina lepas kepungan pemberontak

Syria: 75 tentera pengaman Filipina lepas kepungan pemberontak

MANILA: Semua 75 askar Filipina yang berkhidmat sebagai tentera pengaman PBB di Bukit Golan, selamat selepas kumpulan terakhir melepaskan diri dalam kegelapan malam daripada kepungan pemberontak Syria, menurut jurucakap tentera.

Pasukan itu adalah sebahagian daripada tentera pengaman PBB yang ditempatkan di Bukit Golan sejak 1974 bagi memantau gencatan senjata antara Israel dan Syria.

“Semua…

View On WordPress

Syria: 75 tentera pengaman Filipina lepas kepungan pemberontak

Syria: 75 tentera pengaman Filipina lepas kepungan pemberontak

MANILA: Semua 75 askar Filipina yang berkhidmat sebagai tentera pengaman PBB di Bukit Golan, selamat selepas kumpulan terakhir melepaskan diri dalam kegelapan malam daripada kepungan pemberontak Syria, menurut jurucakap tentera.

Pasukan itu adalah sebahagian daripada tentera pengaman PBB yang ditempatkan di Bukit Golan sejak 1974 bagi memantau gencatan senjata antara Israel dan Syria.

“Semua…

View On WordPress

FORSIS, Rumah yang tak tinggi menjulang juga tak rendah merata dengan tanah. Rumah yang setia menjadi “pelabuhan” bagi jiwa yang lelah “berkarya” di luar. Rumah yang tak pernah mengeluh sedikitpun ketika “semua” penghuni meninggalkannya. Rumah yang tak pernah menolak, jika suatu saat “engkau” kembali lagi.

FORSIS, engkau telah memberikan banyak hal kepadaku. Engkau telah mengajariku lebih dari sekedar memanagemen sebuah organisasi. Tentunya melalui tangan-tangan lillah yang tak pernah lelah seperti mereka, kakak-kakakku yang berjuang lebih dulu untuk membangunmu, menegakkanmu, dan mengindahkanmu.

FORSIS, sejatinya aku begitu merindumu. saat-saat pertama kali kau merangkulku sedari bukan apa-apa. Kaun mendidik dan membimbingku hingga bisa berkarya di selainmu. Tapi aku melupakan satu hal (sepertinya). Jikalau sebenarnya kau sangat membutuhkanku (kala itu).

FORSIS, maafkan aku. maafkan aku jika seperti kacang yang lupa akan kulitnya. Dengan posisiku yang sekarang. Yang hanya bisa memantau dari jauh. Karena amanah untuk menjaga dan mengindahkanmu telah berpindah tangan. Maaf karena aku belum bisa memberikan banyak hal untukmu.

Special Thanks to Mbak Dinar, Mbak Asih, Mbak Rosna, Mbak Fasta, Mbak Umi, Mbak Lala, Mas Agil, Mas Farizi, Mas Fatah, dkk
kalau bukan melalui kalian aku mungkin tidak bisa berubah seperti ini. :)

New Post has been published on The Rakyat Post BM Version

New Post has been published on http://bm.therakyatpost.com/berita/2014/08/30/kementerian-pantau-pelaksanaan-pelan-penstrukturan-semula-mas/

Kementerian pantau pelaksanaan Pelan Penstrukturan Semula MAS

PUTRAJAYA, 30 Ogos:

Kementerian Sumber Manusia akan memantau secara terinci pelaksanaan Pelan Penstrukturan Semula MAS yang diterajui Khazanah Nasional Bhd (Khazanah) supaya tidak menjejaskan kebajikan pekerjanya.

Menterinya, Datuk Richard Riot Anak Jaem berkata satu mesyuarat khas telah diadakan baru-baru ini untuk mengetahui pelan strategik dan pelaksanaan Khazanah termasuk masa depan kakitangan.

Katanya, beliau berpuas hati dengan penjelasan yang diberikan Pengarah Urusan Khazanah, Tan Sri Azman Mokhtar.

“Saya berpuas hati dengan penjelasan beliau. Dalam kata lain, MAS akan memastikan pekerja yang memilih untuk tidak kekal bersama MAS atau memilih untuk latihan semula kemahiran akan terjaga kepentingan mereka,” katanya.

Semalam, Khazanah mengumumkan 12 pakej pemulihan bagi membolehkan MAS kembali pulih dan mencatat keuntungan dalam tempoh tiga tahun.

Pelan pemulihan membabitkan suntikan dana RM6 bilion untuk MAS juga akan menyaksikan pengurangan 30 peratus atau 6,000 kakitangan syarikat penerbangan nasional itu daripada jumlah keseluruhan kira-kira 20,000 ketika ini.

Selain itu bermula 1 Julai 2015, MAS akan menjadi sebuah syarikat baharu dan akan memeterai kontrak dengan pembekal bagi terma yang saksama dan mengambil kira kesukaran kewangannya.

Mengulas lanjut Riot berkata, selain menawarkan Skim Pemberhentian Sukarela (VSS), MAS juga akan menyediakan latihan kemahiran semula serta penempatan semula kakitangan termasuk di syarikat berkaitan kerajaan (GLC) di seluruh negara.

Katanya, selepas pelan pemulihan MAS itu dilaksanakan, hanya Kesatuan Pekerja Sistem Penerbangan Malaysia (MASEU) akan mewakili dan memperjuangkan hak anggotanya.

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video