mahfudz

Tidak Ada yang Salah

Aku tidak pernah menyalahkan takdir yang tak membiarkanmu menetap disini, bersamaku. Karena sebenarnya memang tidak akan ada yang menetap selamanya. Cepat atau lambat semua akan pergi. Tinggal seberapa siap saja aku menerima kehilangan semua itu.

Aku tidak menyalahkan waktu yang tak membekukan detiknya, hingga aku dan kamu bisa tetap berada pada satu tempat yang sama. Karena waktu memang tak akan pernah membekukan dirinya.

Aku juga tidak menyalahkan dirimu karena terburu-buru meninggalkanku seorang diri. Karena memang tak akan ada yang sanggup menerima terlalu banyak cobaan. Jangankan menerima cobaan, menunggu terlalu lama saja banyak yang tak mau.

Tak apa, pergilah, berlarilah. Kelak, bila memang tujuan kita sama. Bila memang kamu lah yang tertulis di Lauh Al-Mahfudz untukku. Kita pasti akan bertemu kembali. Bertemu jika kondisinya memang sudah tepat. Dan jika kamu dan aku sama-sama sudah siap. Bertemu dalam perjalanan yang sama yang kita lalui untuk menggapai tujuan hidup.

Aku biarkan kamu berlari dan meninggalkan ku sendirian disini. Aku masih butuh waktu untuk beristirahat. Semoga saja suatu saat kita dipertemukan kembali dan bisa bergandengan menuju surga-Nya.
Kalaupun tidak bisa bergandengan setidaknya kita sama-sama berbahagia dengan pilihan kita :)

Semoga kamu mau meng-aamiin-kannya 


Ditulis pada

26/2/2015 3:50PM

By : Hujan Mimpi

Laki-laki pilihan Allah untukku,
Yang akan berjodoh dengan ku.
Entah siapa, dan dimana dirimu berada,
Aku pun tidak pernah tau.

Apakah kau nanti yang akan tercatat di lauhul mahfudz untukku,
Aku pun tidak tau.
Apakah kau lelaki yang sholih atau lelaki yang sedang mengejar perbaikan diri dari kesalahan seperti diriku?
Ataukah lelaki yang masih terlena dengan keindahan dunia yang sesaat?

Duhai lelaki,
Jika kau memang lelaki yang sholih,
Di suatu saat kau yang telah ditakdirkan Allah untukku,
Ku harap engkau dapat membimbingku,
Ku harap engkau dapat meluruskan arah langkahku yang salah untuk menuju SyurgaNya.
Dan aku akan berusaha menjadi makmum mu yang baik yang taat kepaa Allah.

Namun, jika kau adalah lelaki yang sedang bangkit dari kesalahan,
Maka, sudahkah hari hari mu kau isi dengan perbaikan diri?
Sudahkah engkau berfikir dari kesalahan masa lalu mu?
Sudahkah perbuatan masa lalu mu kau sesali?
Ku harap kau adalah sosok lelaki yang tegar dan mampu memperbaiki kesalahan di masa lalu.
Ku harap kau dapat menembus kesalahan mu di masa lalu dengan penyesalan dan air mata taubat.

Janganlah khawatir wahai calon imamku….
Aku juga bukanlah akhwat yang suci dari dosa.
Aku adalah seorang akhwat biasa yang sedang menembus kesalahan ku di masa lalu dengan airmata penyesalan.
Dan kini aku bangkit dari kesalahanku memperbaiki diri menuju SyurgaNya.

Jika kamu yang masih terlena dalam keindahan dunia ini,
Aku berharap engkat dapat sadar dan bangkit dan berfikir akan perbuatan yang engkau lakukan.
Dan sebaikbaik kita adalah orang yang mau bertaubat dan mau memperbaiki diri dari kesalahan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun. (ALLAHU GHOFUR)

Wahai calon imamku….
Jika kau mampu menjaga hati,
Maka izinkan aku untuk mengisi hatimu disaat ikatan suci tiba.
Aku akan tetap jaga hati dan jiwa ku hanya untuk engkau yang nantinya Allah halalkan dngan prnikahan suci.
Ku akan setia menantimu, hingga tiba saatnya engkau menjemputku.
Akan ku smpaikn isi curahan hatiku kepada Allah yang Maha Tahu.
Hanya Dia yang dapat menyatukan kita dalam ikatan suci.
Aku tetap disini menunggu,
Dengan kesetian Allah menemaniku.

Kolaborasi: @duniajilbab bareng @arafhmina 😇 #beranihijrah #duniajilbab (at tag mereka yg ukhti sayangi. 😊😇)

Apa….jodoh?? Are u kidding me??

Tanya jodoh kok sama aku, salah orang tuuhh!! Tapi aku jawab dehh, kasian kamunya nanya terus tapi dicuekin.

Menurut kamus besar bahasa indonesia jodoh itu seseorang yang sesuai dan cocok dengan kita serta bisa menjadi pasangan hidup. Tapi kalo kataa teman-teman sih jodoh tuh rahasia ALLAH, datengnya kapan kagak tau, bentuknya gimana juga aku mah apah atuh!!

Jodoh tuuh yaa Fatamorgana semacam ilusi yang berupa tapi tak nyata, sebelum kamu bener-bener tuh ketemu sama yang digariskan sama kamu. Semua yang ada di muka bumi ini sudah ditulis jodohnya di Lauhul Mahfudz. Bahkan sampe kejadian daun yang jatuh dari pohonnya, yang menunjukkan bahwa telah habis sampai disitu jodoh mereka untuk bersama.

Jodoh juga misteri kapan, apa dan gimananya!! Jodoh juga tak melulu yang semacam dan setipe dengan kita. Misal aja kayak sendok dan garpu yang jelas-jelas berbeda tapi tali jodohnya kuat banget. Coba pas kita makan daging keras mereka pasti kompak banget tuh kerjanya. Garpu jadi pencengkeram handal sedangkan sendok menjadi pemotong yang cekatan. Nah, dari yang itu diantara jodoh pasti banyak sisipan kekurangan ato kelebihan yang bersinergi sudah disetting untuk saling menutupi dan melengkapi satu sama lain.

Nah jadi kamu masih mau jadi jodoh aku?? Kalo iya ntar kita belajar bareng deh saling menutupi dan melengkapi. *Ehh

Semoga jodoh di gowithepict

23:33 

Surabaya, 28 Maret 2015

This is yours senyumpurnama

http://senyumpurnama.tumblr.com/post/114851661703/apa-jodoh-are-u-kidding-me-tanya-jodoh-kok

Jodoh, apakah dia yang akan menikah dengan kita kelak?

Sering kali aku aku berfikir tentang jodoh, siapakah jodohku, siapakah jodoh teman-temanku, siapakah jodoh saudara-saudaraku, bahkan siapakah jodoh seseorang yang telah meninggal sebelum sempat menikah, siapakah pula jodoh seseorang yang memutuskan untuk tidak menikah hingga akhir hayatnya, juga siapakah jodoh seseorang yang memiliki lebih dari seorang pasangan, dan bagaimanakah jodoh seseorang yang menikah dengan seorang lain yang sama jenis kelaminnya.

Jika memang jodoh tertulis dalam lauhul mahfudz kita, apakah Tuhan memang tidak menuliskan sepatah nama pun di lauhul mahfudz seseorang yang belum sempat bahkan tidak menikah sampai akhir hayatnya? Apakah Tuhan memang menuliskan nama lebih dari seorang di lauhul mahfudz seseorang yang memiliki pasangan lebih dari satu dalam hidupnya? Apakah Tuhan menuliskan nama seseorang yang memang satu jenis kelamin di lauhul mahfudz seseorang yang menikah dengan seorang lain yang sama jenis kelaminnya? bukankah Tuhan sendiri yang melarang kita seperti itu?

Apakah itu berarti seseorang yang menikah dengan kita bukan selalu jodoh kita? Lantas siapakah jodoh sebenarnya?

Siapapun nama yang tertulis di lauhul mahfudzku, semoga kita bertemu untuk bersatu.

semoga jodoh di gowithepict
Probolinggo, 28 Maret 2015 22:07

picture from google

sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini,
yang mendatangkan rasa kagum ini,
yang memekarkan hati ini adalah Allah.

sungguh aku hanya bisa menerimanya,
aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu,
tertegun dalam keindahan akhlakmu,
tertegun dalam manisnya lisanmu,
tertegun dalam tenangnya pandanganmu.

aku yang mengagumimu dalam diam,
utuh tak tersentuh, seperti mentari.

tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.

karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik hatimu.
tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu, karena cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.

aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu.

lebih mulia bagi perasaanku dan perasaanmu.
lebih menjaga kehormatanmu.
lebih menjaga kemuliaanmu.

maka izinkan aku,
mencintaimu dalam keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tertulis di lauful mahfudz untukku.
karena aku tak pernah tau akan isi hatimu.
biarlah kuasa Allah yang menggerakkan hatimu untukmu karena Dia-lah yang Maha membolak-balikkan hati kita.

bukan karena mencintaimu dalam diam aku akan menderita.
bukan karena mengagumimu dalam diam aku akan merana.
biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. kan ku simpan rapi dalam hati ini hingga Allah mengizinkan pertemuan kita nanti.

namun jika memang kau bukan jodohku, jika memang kau hanya hiasan dalam cerita perjalanan hidupku di dunia yang sementara ini sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu.
Allah akan menhilangkan perasaanku untukmu.
Allah akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat.
begitulah kuasa-Nya.
begitulah Dzat yang membolak-balikkan hati hambanya.

Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku, karena mungkin aku pernah menulis tentangmu dan menyapa namamu dalam tiap untaian doaku.

itulah caraku mencintaimu dengan utuh. aamiin.

—  @tausiyahku

.
Dear kamu,

Tugasku bukan meminta penilaianmu,
bukan pula mencari perhatianmu,
tak pula mengejar cinta dan kasih sayangmu.

Selama masih belum halal,
jarak memang solusi terbaik dari mereka yang sedang jatuh cinta.

Satu-satunya usaha yang harus kulakukan hanya mencari ridho Rabbku,
agar Ar Rahman izinkan nama yang bersanding dengan namaku di Lauhul Mahfudz adalah dia dengan pribadi yang senantiasa bertaqwa dan takut pada Tuhannya.
.
Engkau tak perlu sempurna dan punya segala,
sebab aku pun manusia yang tak lepas dari khilaf dan dosa.

Berdoalah untukku,
seperti aku berdoa untukmu.

Siapapun engkau,
semoga engkau adalah calon pemimpin dari para ahli syurga.

Siapapu engkau,
semoga Allah pertemukan kita di saat yang tepat dengan keimanan yang berlipat-lipat.

Aamiin ya Mujibassailiin..

Kontribusi oleh: @kinantisetiawan

KAP 15/3/15 #duniajilbab 😇🙏😊 (at muhasabah siang 😇🙏)

Situs Islam di Blokir, DPR: Pemerintah Jangan Gegabah dan Sembrono

“Jangan sampai ada situs yang tidak ada kaitannya dengan paham radikal ikut-ikutan diblokir secara serampangan”, ujar Anggota Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq. Kemkominfo harus kaji betul permintaan BNPT dan menverifikasinya. “Jika ternyata pemblokiran ini tidak didasari kajian obyektif dan valid maka menunjukkan kepanikan, kelemahan, dan phobia berlebihan”, tambah Mahfudz. (dakwatuna/hd

Baca selengkapnya di: http://www.dakwatuna.com/2015/03/30/66662/situs-islam-di-blokir-dpr-pemerintah-jangan-gegabah-dan-sembrono/

Jodoh, apakah dia yang akan menikah dengan kita kelak?

Sering kali aku aku berfikir tentang jodoh, siapakah jodohku, siapakah jodoh teman-temanku, siapakah jodoh saudara-saudaraku, bahkan siapakah jodoh seseorang yang telah meninggal sebelum sempat menikah, siapakah pula jodoh seseorang yang memutuskan untuk tidak menikah hingga akhir hayatnya, juga siapakah jodoh seseorang yang memiliki lebih dari seorang pasangan, dan bagaimanakah jodoh seseorang yang menikah dengan seorang lain yang sama jenis kelaminnya.

Jika memang jodoh tertulis dalam lauhul mahfudz kita, apakah Tuhan memang tidak menuliskan sepatah nama pun di lauhul mahfudz seseorang yang belum sempat bahkan tidak menikah sampai akhir hayatnya? Apakah Tuhan memang menuliskan nama lebih dari seorang di lauhul mahfudz seseorang yang memiliki pasangan lebih dari satu dalam hidupnya? Apakah Tuhan menuliskan nama seseorang yang memang satu jenis kelamin di lauhul mahfudz seseorang yang menikah dengan seorang lain yang sama jenis kelaminnya? bukankah Tuhan sendiri yang melarang kita seperti itu?

Apakah itu berarti seseorang yang menikah dengan kita bukan selalu jodoh kita? Lantas siapakah jodoh sebenarnya?

Siapapun nama yang tertulis di lauhul mahfudzku, semoga kita bertemu untuk bersatu.

semoga jodoh di gowithepict
Probolinggo, 28 Maret 2015 22:07

picture from google

This is yours khadijahsakinah

http://khadijahsakinah.tumblr.com/post/114845469148/jodoh-apakah-dia-yang-akan-menikah-dengan-kita

Untuk seseorang wanita yg sedang dirahasiakan oleh Allah SWT. Kepadamu yg tlah ditulis di Lauhul Mahfudz. Kehidupan seperti apa yang kau jalani sekarang, Saat aku tak di sisimu, Saat kita belum dipertemukan ? Kepada jarak dan kepada waktu. tak peduli betapa riuh cinta yang meraungraung di hati, yang mereka tahu hanya raga yang terpisah dua jam matahari. Kita tak punya kuasa melipat jarak ribuan kilometer yang membuat aku tak mampu menatap sepasang mata indahmu. Dalam setiap perjalanan, di sela kesunyian, kita hanya bisa saling mendoakan, pasrah kepada Sang Pemilik Jarak dan Waktu.

(Pantai Pasir Putih Blitar) 3/18/2015

#exploreblitar #landscape #photography #exploreindonesia #mydiary #photodiary #indotravellers #blitar #nature #beautifull #sunset #shine #epic #sonya900 #pro #journey #thelove #tagsforlike

Semoga Allah melindungi dia yang namanya masih tersimpan di lauful mahfudz. Apabila kami jauh maka dekatkanlah kami. Dan jika kami dekat maka kuatkanlah hati kami. Dan pertemukanlah kami di waktu yang tepat. Aku merindukanmu wahai kamu yang namanya masih tersimpan di lauful mahfudz.
Kita.

Sudah, aku tak perlu lagi galau gundah gulana sekarang
Yang aku percaya
Bagaimanapun
Dengan siapapun kamu sekarang
Jika memang kamu takdirku
Jika memang hati kita sudah terpaut sejak dalam lauhul mahfudz
Allah akan punya caranya sendiri untuk mempertemukan kita (lagi)
Cukup berdo’a disetiap sujud sepertiga malam aku bersua
Mengadu rindu dan bercerita

140315

Pencekalan Nama “Muhammad & Ali” dan Booming-nya Isu ISIS di Indonesia Ditunggangi Oportunis?

Ada alasan di balik isu terorisme yang terus booming di Indonesia. Ujung-ujungnya, isu itu dikembangkan demi mendapatkan anggaran.

Baca selengkapnya di: http://www.dakwatuna.com/2015/03/22/66103/pencekalan-nama-muhammad-ali-dan-booming-nya-isu-isis-di-indonesia-ditunggangi-oportunis/

Kau yang tertulis di lauhul mahfudz. Kau adalah rahasia terbesarku. kehadiranmu menyempurnakan hidupku. Kau…

Untukmu, calon imamku. yang namanya masih Engkau rahasiakan :)

Mengapa harus merapi?
Karena merapi tak pernah ingkar!!!

Mengapa harus merapi?
Karena gn. Volcano yg plg mudah!!!

Mengapa harus merapi?
Karena merapi paling mudah tetapi mematikan!!!

Mengapa harus merapi?
Karena di situ aku dpt menyendiri dan bermuhasabah dlm pekatnya kabut.

Mengapa harus merapi?
Karena merapi paling dkt dr rmhku jk di tarik garis lurus pada peta topografi tetapi dr th 2011 sampe skarang puluhan kali naek dan puluhan kali juga saya blm ada niat sampe puncak.

Mengapa harus merapi?
Karena aku akan sampe puncak bersama istri saya kelak yg sdh tertulis dlm lauhul mahfudz. at Veteran 27 Solo – View on Path.

Ini Surat Terbuka Mahfudz Siddik Menanggapi Perkataan Kotor Ahok

Bangsa kita saat ini, terutama generasi mudanya sedang mengalami krisis moral. Perilaku yang tidak lagi saling menghormati dan menyayangi sesama, perilaku saling memperolok dan menyakiti serta kebiasaan menggunakan kata-kata kasar dan kotor. Saya meyakini..

Baca selengkapnya di: http://www.dakwatuna.com/2015/03/20/66046/ini-surat-terbuka-mahfudz-siddik-menanggapi-perkataan-kotor-ahok/