Senyuman Dalam Doa

Jika seluruh dunia memuji kecantikanmu
Apa bedanya aku dengan mereka
Sabarlah, tutuplah dirimu saat ini
Izinkan aku yang hanya memujimu
Beri aku waktu perbaiki diri ini
Begitupun dirimu


Wahai nama yang selalu kusebut dalam do’a
Yang selalu jadi pembicaraan aku dan Rabb mu
Jika nanti memang do’a ini diperkenankan-Nya
Bersyukur kepada Allah mendapatkanmu
Wahai lisan yang selalu bertasbih
Pandangan yang selalu mengingatkanku pada Rabbmu
Hati yang khusuk, disetiap sujudmu


Jika memang kau jodohku
Pasti ada satu halaman dalam lauhul mahfudz ku
Yang sudah tertulis namamu


“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al Furqon: 74)


Insya Allah, Aamiin

Kali ini masih tentang mimpi„

hmm aneh tadi malam aku malah mimpi kalau kita kan dijodohkan,iya aku sama kamu [kamu yg biasanya muncul dalam mimpiku setiap event keagamaan] „mendengar itu aku langsung terbangun dan masih terngiang dalam telinga, ini mimpi??? hah mimpi?? kenapa mimpi kamu lagi„, apa ini tanda lagi kalo kau yang tertulis di lauhul mahfudz ??? aku resah„ aku harus senang atau sebaliknya

kenapa aku takut kalau ini hanya lamunan yg terbawa mimpi_ [nek ngarani wong ndeso kui ipen - ipenen].

Duh gusti…Ampuni hambamu ini Ya Robb ..

Aku serahkan semuanya KepadaMu„,Tugasku hanya memperbaiki kualitas diriku diHadapanMu.

Oh Allah Aku percaya padaMu kau akan mengirimkan orang yang tepat disaat yang tepat :)

Ko Mahput bukanlah nama seorang lelaki keturunan Tionghoa yang jadi mualaf. Nama muslim umumnya Mahfud (artinya: terjaga, terpelihara) pakai f dan d. Ada pula yang pakai z di belakangnya, menjadi Mahfudz.

Di Indonesia ada beberapa tokoh Islam yang kita kenal memakai nama Mahfud atau Mahfudz. Antara lain Moh. Mahfud MD (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang kemudian menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo – Hatta pada Pilpres yang baru lalu, KH Sahal Mahfudz (Rais Aam PBNU, almarhum), dan Mahfudz Siddik (anggota DPR dari Fraksi PKS).

Ko Mahput adalah singkatan yang saya buat untuk Koalisi Merah Putih. Sebenarnya bisa juga disingkat Kol Meput atau Si Ratih. Tapi saya lebih suka menyingkatnya dengan Ko Mahput. Kedengarannya lebih maskulin ketimbang Si Ratih.

Saya sengaja menyingkat, karena orang Indonesia selalu ingin cepat, sehingga apa pun disingkat – kecuali soal umur. Bukti bahwa kita ingin cepat sudah sangat banyak. Misalnya, kita ingin punya pemain sepakbola yang punya skill seperti pemain Eropa, maka dikirimkan anak-anak muda yang berbakat sepakbola untuk berlatih di Italia, dan diberinama Tim Primavera, yang artinya musim semi. Maksudnya mungkin supaya bisa menyamai keindahan musim semi di Eropa. Padahal musim semi saatnya orang liburan, santai-santai. Jadi hasil Tim Primavera pun santai juga. Gagal di Eropa lalu berlatih di Uruguay. Hasilnya pun samo mawon!

Untuk menjadi jago beladiri, kita juga tidak mau berlatih bertahun-tahun seperti pendekar Shaolin yang harus mengangkut air berember-ember menelusuri jalan menanjak, atau ditendangin sama pelatihnya seperti tokoh yang diperankan Jacky Chen dalam film Drunken Master. Cukup baca jampi-jampi atau disembur, kita sudah jadi jago silat. Kebal senjata tajam dan bisa menghilang.

Kembali ke Koalisi Merah Putih (Ko Mahput), adalah koalisi beberapa partai pendukung pasangan Prabowo – Hatta dalam Pilpres yang baru lalu. Ko Mahput dibentuk untuk membendung langkah Jokowi – JK yang didukung 5 parpol: PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI.

Meskipun tidak berhasil menggolkan jagoannya ke kursi RI1, Ko Mahput menguasai 353 kursi di DPR atau lebih dari 60 persen. Dengan jumlah mayoritas itu Ko Mahput bisa sangat menentukan di parlemen, dan tidak bisa dicegah oleh partai pendukung Jokowi. Hal itu terbukti dengan lahirnya Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), yang isinya antara lain mengatakan: Ketua DPR tidak lagi otomatis diduduki oleh anggota DPR dari partai pemenang pemilu, melainkan dipilih oleh seluruh anggota DPR. Lalu pasal 245 UU MD3, berbunyi: Pemanggilan dan Pemeriksaan Anggota DPR yang diduga melakukan tindak pidana harus atas persetujuan tertulis Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Lahirnya UU MD3 disesalkan banyak pihak, karena disusun dengan tidak transparan dan terburu-buru. Mungkin ini proses legislasi tercepat yang pernah terjadi di Indonesia selama ini. Sayang Museum Rekor Indonesia (MURI) tidak sigap memberi piagam.

UU MD3 bisa dipastikan sebagai bentuk manuver Ko Mahput yang pertama. Tujuan apalagi kalau bukan untuk memotong PDIP, sebagai partai pemenang Pemilu 2014 di DPR, karena PDIP merupakan partai pengusung sekaligus partai Presiden terpilih Joko Widodo. Bila kelak ada pemilihan Ketua DPR, bisa dipastikan yang terpilih adalah anggota DPR dari partai yang tergabung dalam Ko Mahput. Bila posisi Ketua DPR sudah dalam genggaman, bakal mudah mengambil keputusan yang sesuai dengan kepentingan Ko Mahput. Paling yang bisa dilakukan PDIP atau partai pendukung Jokowi –JK lainya, hanya walk-out. Enggak ngaruh!

UU MD3 memang belum sah. Karena masih harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi. Kalau MK menolak gugatan pemohon, berarti UU itu tinggal dikirim ke Presiden untuk ditandatangani. Tapi proses yang kedua itu nampaknya bakal mudah. SBY, walau pun dalam Pilpres lalu mengatakan netral, diam-diam mendorong anggotanya untuk masuk Ko Mahput. Cuma Dahlan Iskan, Ruhut Sitompul, Sinyo Sarundayang, dan Hayono Isman yang “mbalelo”. Itu artinya SBY bisa dengan ringan menandatangani UU MD3. Apalagi dia sudah ngomong, “Koalisi Merah Putih kuat!”.

Belum selesai dengan persoalan UU MD3, sebagian besar anggota Ko Mahput sudah bermanuver lagi, yakni dengan menggulirkan wacana pemilihan Bupati dan Walikota diserahkan kepada DPRD – bukan pemilihan langsung oleh rakyat, seperti beberapa tahun ini.

Wacana pemilihan Bupati / Walikota oleh DPRD merupakan strategi jitu. Sebab banyak parpol anggota Ko Mahput yang unggul di beberapa daerah, sehingga peluang untuk memilih Bupati / Walikota dari golongannya sangat besar. Apalagi mekanisme pemilihan Ketua DPRD tidak berubah sebagaimana pemilihan Ketua DPR dalam UU MD3.

Permainan Ko Mahput memang seperti sedang mengatur strategi dalam pertandingan catur. Bisa jadi kelak – sepertinya tinggal menunggu waktu – akan ada lagi wacana, pemilihan Presiden sebaiknya dilakukan oleh DPR/MPR. Dan itu tinggal mengamandemen UU Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang sudah ada. Jika UU yang mungkin akan dibuat ini berhasil digolkan, sudah pasti presiden mendatang adalah calon yang dijagokan Ko Mahput.

Lalu ke mana suara rakyat?

Rakyat itu bisa disetel. Biasanya kalau orang pintar dan kekuasaan plus militer sudah bersatu, maka rakyat cuma bisa melongo sambil mengelus-elus dada. Paling hanya segelintir orang yang bersuara.

Sebagian dari kita masih ingat masa Orde Baru. Pemilihan Presiden dilakukan secara aklamasi oleh MPR. Dan di masa itu, tidak ada anggota MPR yang punya suara berbeda. Minimal ketika sidang pura-pura tidur, supaya godaan untuk mengeluarkan suara berbeda tertahan.

Padahal suara orang-orang di Senayan belum tentu sama dengan keinginan rakyat. Menjelang Pemilihan Presiden Tahun 1998, Pak Harto sempat bertanya kepada Harmoko, Ketua DPR/MPR waktu itu, bagaimana sikap anggota MPR jika dirinya maju lagi sebagai Presiden, kata Harmoko seluruh rakyat dan anggota MPR mendukung. MPR lalu mengangkat kembali Pak Harto jadi presiden.

Tanggal 10 Maret 1998 Rapat Paripurna MPR mengesahkan Jenderal Besar Soeharto sebagai Presiden/Mandataris MPR 1998. Dua bulan kemudian terjadi kerusuhan di Jakarta, mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, lalu disusul dengan pengunduran diri Pak Harto. Itu artinya, keputusan MPR belum tentu sama dengan keinginan rakyat.

Nah berkaca pada peristiwa 1998 itulah, maka kemudian melalui amandemen UUD 1945 yang keempat tahun 2002, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara langsung.

Sejauh ini Ko Mahput masih asyik dengan manuver-manuvernya. Merasa sebagian rakyat masih berada di belakangnya. Padahal sejak Putusan MK tanggal 21 Agustus 2014 yang menolak gugatan Pasangan Prabowo – Hatta, rakyat kebanyakan sudah tidak bersemangat lagi berkompetisi untuk mendukung pasangan presiden yang diinginkannya. Dalam demo massa di Patung Kuda pada hari pembacaan putusan MK, massa yang hadir tidak sebanyak yang diperkirakan. Bahkan sebelum polisi melepaskan gas air mata yang membuat siatusi kacau sejenak, saya melihat sudah puluhan demontran yang pulang sambil menenteng tumpukan nasi kotak.

Tapi politik memang tidak seperti matematik. Bungkus politik adalah ambisi dan kelicikan. Bisa jadi kalau sudah bicara kekuasan kelak, Ko Mahput bisa pecah berantakan. Sekarang saja, sudah ada yang mengklaim, Ketua DPR harus dari partai pendukung Ko Mahput yang memiliki anggota terbanyak di DPR. Nah lu! (Herman Wijaya / hw16661@yahoo.com)




Sumber : http://ift.tt/1oX6gl9

Tuhan, aku tidak khawatir jika kelak aku tidak bisa sesukses ayah ibuku.
Aku juga tidak khawatir jika mimpi yg aku punya ternyata harus diganti oleh takdir yg telah Engkau tulis di lauful mahfudz ku.
Aku khawatir jika aku buta oleh kehidupanku kemudian aku lupa bahwa aku punya kewajiban untuk mengurus kedua orang tuaku d masa tuanya.
Tuhan, selalu ingatkan aku akan kewajiban yg harus aku jalani…

Tentang Bahaya ISIS dan Ebola Sudah Dijelaskan ke Jemaah Haji Lumajang

Tentang Bahaya ISIS dan Ebola Sudah Dijelaskan ke Jemaah Haji Lumajang

HARIANACEH.co.id — Gerakan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membuat Kementerian Agama menekankan pesannya kepada jemaah hajiagar fokus hanya untuk ibadah di Arab Saudi. “Kita se-Indonesia dari berbagai kalangan seluruhnya sudah sepakat menolak ISIS, terutama Kementerian Agama,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mahfudz Shodar, di Kantor Kementerian…

View On WordPress

follow us to get more product’s info:

instagram: kalandmom

explore us to get knowing our product’s line:

blog: kalandmom.tumblr.com

or just contact us:

email: kalandmom09@gmail.com


have a nice shopping mom and dad! with Mahfudz, Imey, Balqis, Desak, Martha, Ayu Merta , and kalyan at elephant’s lodge #8 – View on Path.

Tiap org udah punya jatah suksesnya masing masing yg udah Allah tulis di lauhul mahfudz. Tapi ukuran kesuksesannya aja yang berbeda :)
—  AMT

Kata sayang ini lebih pantas diucapkan pada ia yang namanya telah tertulis dilauhul mahfudz
Perhatian ini lebih bernilai ibadah ketika diungkapkan pada seseorang yang akan menjadi ayah dari anak-anakku kelak
Seluruh jiwa ini lebih layak dipersembahkan untuknya yang berani mengatakan ijab didepan orang tua/wali ku.

Tiada yang lebih layak lagi untuk diberikan seluruhnya dari apa yang kita miliki kecuali untuknya yang lebih bernilai ibadah bukan maksiat. Karna tuhan menciptakan kita untuk menjalani segala perintahya bukan menjalani apa yang tidak dikehendakinya

ST

For my future…. wherever u r…. yg namamu tlh Allah tuliskan untuk ku di lauh mahfudz in syaa Allah
Please take care ur self sampai Allah mempertemukan dan aq tw siapa namamu hehe… Qt memandang langit yg sama kok :p
Speechless

Problems make me struggling in life..it makes me stronger, and lesson fir next step

I know what I get now is written in lauhul mahfudz book in heaven, this is my destiny.

I just wondering to know, till when I’m stuck in this problem..I hate this situation, really…

Again missing my mom
If u r here, this problem will feel lighter
Now I’m speechless, I don’t know what to do

Ya Alloh, protect me always

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab-Nya (Lauhl Mahfudz) sebelum Kami mewujudkanya. Sunggu yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati atas apa yang luput dari kamu dan tidak terlalu gembira atas apa yang telah diberikan-Nya kepadamu.
—  QS Al Hadid : 22-23

dan pada akhirnya, langkah kita tak pernah bisa lepas dari lembar lauh mahfudz yang telah dituliskan. yang tertulis (mungkin) aku hanyalah sepasang petik dalam lembaran paragraf kehidupanmu.

Di masa dalam kondisi single ini seharusnya tidak boleh ada yang menempati sudut ruang teristimewa hati ini. Ya ruang itu khusus hanya untuk pasangan halalku. Jadi sudah sepantasnya dalam ‘masa menanti’ ini tidak boleh ada seseorang yang membuat rindu, membuat kagum pikiran ini. Mari membebaskan hati dari ketertarikan dengan seseorang manapun selama akad itu belum terucap. Membebaskan hati dari perasaan-perasaan tidak menentu dari sebuah perhatian, kedekatan dengan seseorang manapun. Ya manapun, tidak dia, tidak juga dia, juga bukan mereka. Hati ini hanya untuknya, lelaki yang telah Allah tuliskan namanya dalan kitabku juga namaku dalam kitabnya di Lauhul Mahfudz. Sudah seharusnya tidak usah lagi memusingkan hati.

Selama akad itu belum terucap, semua hal bisa terjadi. Allah mohon penjagaanmu terhadap hati ini, agar tidak keluar dari rambu-rambu peraturan hati yang Engkau tetapkan dalam syariat. Menjaga hati dari zina hati.

Jika yang Allah kehendaki, pilihkan itu tiba sudah pada saatnya maka izinkanlah hati ini membangun cintanya dalam sucinya ikatan pernikahan, dihari-hari setelah pernikahan. Itulah hari dimana hati ini diijinkan untuk menyemai benih-benih perasaan rindu, perasaan-perasaan yang telah Allah halalkan. Dan sampai jumpa dihari itu :)

Dipenghujung agustus 2014

Di Lauhful Mahfudz sudah tertulis nama-nama jodoh untuk setiap manusia. Dalam setiap doaku aku terus merangkai-rangkai kata hingga menjadi rangkaian nama yang tertulis bersama namaku. Meskipun sampai sekarang nama itu belum terangkai, begitu juga wajahnya belum bisa terlukis. Aku akan menunggu hingga restu itu ada dan perlahan nama itu akan terangkai bersama lukisan wajahnya. 
Ya, aku memang masih takut menyebut satu nama. Aku masih belum yakin untuk jatuh cinta. 

Text
Photo
Quote
Link
Chat
Audio
Video