jgnm

jgnm edisi pantai Berakas, negara Brunei Darussalam.

bagi para tki, galau adalah hal yang wajar: merindukan orang tua, saudara, suami, istri, pujaan hati, sahabat, dan kenangan yang terserak di rumah bernama Indonesia. tapi harus tetep semangat, selalu ada rumah untuk pulang. :)

salam jgnm

8

JANGAN GALAU NANTI MATI! (1)

Selamat ulangtahuuuuun Kak Ayu Prissa Kartika ke-25.

love youuuuuu :“

Kumpulan foto-foto JGNM untuk memperingati ulangtahun kak Ayu \^o^/

BerSEMANGAT!!

GGN (Galau-Galau Nulis)

Pontianak. 12:31. 05052013. Chrisye - Matahari.

Masih dengan suasana hati yang gak tenang, sejak tadi pagi saya berpikir ulang tentang salah satu kalimat favorit saya, yang sejak dulu ingin saya jadikan pegangan hingga mati nanti: “BAHAGIA ITU ADA PADA HATI YANG BERSYUKUR.

Kalimat ini tuh rasanya indaaaah sekali, rasanya bahagia itu mudah didapatkan, gak perlu ngikutin orang, gak perlu sibuk galau, gak perlu jadi gila karena fikiran negatif, cukup BERSYUKUR, maka kamu akan bahagia. Gampang kan?

Ealah, tapi ternyata prakteknya nggak semudah teorinya. Kalau ternyata bahagia  semudah itu, kenapa begitu sulit bagi saya untuk bangkit dari kesedihan ini? Apakah saya memang kurang bersyukur? Kalau saya kurang bersyukur, berarti saya jahat sama diri saya sendiri dong? Kalau saya kurang bersyukur, berarti saya bukan ciptaan Tuhan yang beriman dong? Kalau saya kurang bersyukur, berarti saya hamba-Nya yang merugi? Kalau saya adalah hamba yang merugi berarti saya berdosa dong? Membiarkan diri terus menerus dalam kesedihan? Gitu terus pertanyaannya berulang-ulang nguing-nguing dalam kepala saya. Sambil makan mikir gitu, nyuci piring mikir gitu, bawa kendaraan mikir gitu, bahkan saya yang biasanya excited lewat jalan pohon favorit ke kantor saya, rasanya masih mau sedih-sedih aja terus. Langit biru yang biasanya bikin saya mudah senang aja tadi tetap ngga ngaruh sama mood saya, maunya bawa kendaraan dengan iringan deraian air mata. Saya coba menganalisa mengapa saya sedemikian sedihnya, oh karena alih-alih membuat orang lain senang, saya malah semacam menambah persoalan hidupnya. Kalau mau dikasi bahasa Inggris dikit, rasanya saya “terribly bad”. Jurus “think happy things” yang biasanya mempan untuk saya pun rasanya masih belum sanggup mengusir awan gelap gundah gulana ini. *lari ngaduk-ngaduk pasir*. 

Kemudian saya tiba di kantor, senyum dikit sama tetangga kubikel, lalu jalan lewat ruang arsip. Eh nemu sama si Bapak X, seorang pegawai yang kayaknya kok pekerjaannya bikin bosan, belasan tahun “cuma” menulis arsip berkas yang tiada habisnya. Bapaknya baik-baik aja tuh, datang dan pulang kerja tepat waktu, pekerjaan diselesaikan dengan baik dan rapih, bahkan masih sempat senyum kalau papasan sama saya, emosinya juga ok, ga suka rarungsing ke orang. Duh, ngeliatnya bikin saya benar-benar malu. 

Kemudian, apa hubungannya antara masalah pribadi saya dan Bapak X ini? Eheheh nggak ada. Apa yang dilakukan Bapak X dengan pekerjaannya dan saya yang sedih-sedihan ini sama sekali nggak ada hubungannya. Namun ajaibnya sedikit banyak pertanyaan saya tentang BAHAGIA ADA PADA HATI YANG BERSYUKUR itu sedikit mendapat jawaban. Sedikit demi sedikit saya coba “self-healing” lagi. Tentu saja ini butuh waktu. Butuh kesabaran. Lebih dari semua, saya cuma butuh TUHAN yang tetap tidak pernah meninggalkan saya. Yang “ajaibnya” bisa kasi saya perasaan lebih tenang hanya dari contoh random yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan masalah saya ini. Satu yang saya tau sekarang, yang “ajaibnya” pemikiran ini tiba-tiba datang, bahwa ketika kamu yakin masalahmu itu ada hubungannya dengan orang lain, maka penyelesaiannya adalah dengan cara dibicarakan dengan orang tersebut. “Seburuk” apapun hasilnya, tetap akan lebih baik daripada diendapkan saja. Ya, seburuk apapun hasilnya akan terlihat, “tinggal” bagaimana pintar-pintarnya pikiran meyakinkan hati kita. Toh Tuhan Yang Maha Pengasih itu tidak akan sengaja membiarkan hamba-Nya dalam masalah yang tidak mampu diselesaikan. 

Teorinya sih gitu, semoga saya nggak cuma omong doang.

Saya boleh minta aaamiiin untuk ini?

7

JANGAN GALAU NANTI MATI! (2)

Selamat ulangtahuuuuun Kak Ayu Prissa Kartika ke-25.

love youuuuuu :”

Kumpulan foto-foto JGNM untuk memperingati ulangtahun kak Ayu \^o^/

BerSEMANGAT!!

JANGAN GALAU, NANTI MATI. #JGNM

Lahir dari komunitas tumblr. Dalam sejarahnya, tayang perdana sudah cukup lama, oleh seorang Prissa. (jen jreeeeng!) 

GALAU yang menjadi trend dalam berbagai sisi pergaulan anak manusia akhir-akhir ini sepertinya memang harus diupayakan untuk selalu dibarengin dengan aplikasi penyeimbang. Kita sama-sama tahu bahkan sadar, kalau GALAU sebenarnya diibaratkan sebagai produk dari sebuah reaksi reversibel (dapat balik, bolak balik malah), sebuah reaksi dalam hati, masuk akal?

Anyway, dalam sudut pandang saya pribadi, #JGNM ini punya visi yang sangat sederhana, diantaranya: #JGNM sebagai gerakan untuk “tidak mudah mengeluh” (apalagi mengumbar keluhan | ngomong sama diri sendiri -_-“). Selain itu, #JGNM juga bisa sebagai brand aplikatif penstabil semangat hati, reminder agar selalu bersyukur, terus berkarya dan meningkatkan kualitas diri. Walau tak dipungkiri, GALAU seringkali menghampiri. Biarlah! toh, ini urusan hati sendiri. :’) Sekian. 

Pertama-tama, makasih banget Tomkuuuuuuuur yang ngasih ide buat foto begini di depan tempat teropong Zeiss berada. XDDD

Iseng lah ikutan bikin beginian, wakakakak.. “JANGAN GALAU, NANTI MATI”. lol. XDDD

Seneeeeeeng deh ikutan bikin beginian terus fotonya itu di Bosscha. Kyakyakyaa~~ :“)

Jogjakarta. 06:05. 05062012.

Jangan Galau Nanti Mati Special Edition !!!

Edisi Selamat Ulang Tahun Kota Surabaya yang ke-719. 

:)

*FYI, rumputnya kurang enak, nggak ada wanginya.